cover
Contact Name
Hilalludin
Contact Email
hilalluddin34@gmail.com
Phone
+6281999248333
Journal Mail Official
hilalluddin34@gmail.com
Editorial Address
RT.03/RW.05, Kel. Bugis, Kec.Taliwang, Kab. Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat kode pos 84455
Location
Kab. sumbawa barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Ar-Ruhul Ilmi
ISSN : 31103995     EISSN : 31104185     DOI : -
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam [E-ISSN: 3110-4185 | P-ISSN: 3110-3995 ] adalah jurnal akses terbuka yang diterbitkan oleh PT RisTekUtama (Riset Cendikia Teknologi Utama). Jurnal ini menjadi wadah untuk menyebarluaskan hasil penelitian ilmiah, kajian konseptual, serta pemikiran kritis di bidang pendidikan Islam, studi keislaman, dan pemikiran Islam secara umum. Artikel-artikel yang diterbitkan dapat berasal dari akademisi, peneliti, pendidik, dan praktisi di bidang pendidikan dan pemikiran Islam. Ar-Ruhul Ilmi menerima naskah berupa artikel hasil penelitian, tinjauan pustaka, dan diskusi ilmiah. Semua naskah yang masuk akan melalui proses tinjauan sejawat (peer-review) secara double-blind oleh para reviewer nasional maupun internasional yang kompeten di bidangnya. Jurnal ini terbit tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret, Juli, dan November. Artikel yang telah dinyatakan diterima akan ditampilkan terlebih dahulu pada bagian In-Press sebelum diterbitkan secara resmi. Seluruh proses penerbitan dilakukan secara daring. Untuk panduan pengiriman naskah, kebijakan editorial, dan informasi penting lainnya, silakan kunjungi menu yang tersedia pada situs ini.
Articles 37 Documents
Peran Keluarga sebagai Fondasi Utama dalam Pembentukan Pendidikan Karakter Anak Mukhtar, Sa'idul; Faishol Shidiq; Haerul Kusuma; Muhammad Zahran Rafli
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 01 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan pendidikan karakter anak menjadi isu penting di tengah tantangan globalisasi, perkembangan teknologi, dan pergeseran nilai sosial yang semakin kompleks. Berbagai fenomena seperti meningkatnya kenakalan remaja, rendahnya kedisiplinan, dan menurunnya moralitas menegaskan pentingnya lingkungan terdekat dalam menginternalisasikan nilai karakter sejak dini. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam peran keluarga sebagai fondasi utama dalam pembentukan pendidikan karakter anak serta menelusuri faktor pendukung, hambatan, dan strategi optimalisasi yang dapat diterapkan di era modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling yang melibatkan orang tua dari keluarga dengan anak usia 6–18 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga, khususnya orang tua, berperan sebagai lingkungan pertama dan utama dalam menanamkan nilai moral, sosial, dan spiritual kepada anak melalui keteladanan, pembiasaan, nasihat, komunikasi, dan pengawasan. Keterlibatan aktif kedua orang tua, pola asuh demokratis, serta interaksi yang hangat terbukti efektif dalam membentuk karakter positif anak. Namun, penelitian juga menemukan sejumlah kendala, seperti keterbatasan waktu orang tua, kurangnya pemahaman pola asuh efektif, dan pengaruh teknologi digital yang tidak terkontrol. Oleh karena itu, sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi strategi penting untuk memperkuat pendidikan karakter secara berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa keluarga merupakan pusat utama pembentukan karakter anak, namun keberhasilan optimal membutuhkan pendekatan adaptif yang relevan dengan perkembangan zaman..
Pembentukan Karakter Islam Berorientasi Fitrah: Studi Komprehensif Berbasis Kepustakaan Saputra, Andi Eka; Muhammad Abid Alhafizh; Lalu M. Dendi; Abbas Albangkiy
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 01 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan karakter berbasis fitrah dalam perspektif Islam melalui pendekatan studi kepustakaan. Fitrah dipahami sebagai potensi dasar manusia yang mencakup aspek spiritual, moral, kognitif, dan sosial, sehingga menjadi landasan filosofis dan pedagogis yang kuat bagi pengembangan karakter peserta didik. Kajian literatur klasik dan kontemporer menunjukkan bahwa pendidikan berbasis fitrah tidak hanya menekankan pengajaran nilai, tetapi menyoroti pentingnya aktivasi potensi bawaan tersebut melalui proses pembelajaran yang reflektif, humanis, dan berorientasi pada pembiasaan perilaku. Studi ini menemukan bahwa integrasi nilai dalam kurikulum merupakan langkah kunci untuk memastikan pendidikan karakter berjalan secara menyeluruh di semua mata pelajaran. Selain itu, peran guru mengalami transformasi signifikan dari sekadar penyampai materi menjadi teladan moral, pendamping perkembangan fitrah, dan fasilitator pengalaman nilai yang membentuk karakter. Temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa implementasi pedagogis berbasis fitrah memerlukan strategi yang menekankan pengalaman langsung, dialog nilai, refleksi etis, dan pembiasaan karakter dalam konteks kehidupan nyata. Evaluasi karakter dilakukan secara holistik melalui observasi perilaku, portofolio nilai, dan asesmen integratif yang memadukan aspek kognitif, moral, dan spiritual. Secara keseluruhan, hasil penelitian menegaskan bahwa pendidikan karakter berbasis fitrah memiliki relevansi tinggi dalam menghadapi tantangan pendidikan modern, karena mampu menghasilkan peserta didik yang berkarakter utuh, berintegritas, serta memiliki kemampuan adaptif dan spiritual yang seimbang. Model ini memberikan kontribusi penting bagi penguatan pendidikan Islam yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan moral dan identitas manusia secara komprehensif.
Integrasi Nilai-Nilai Antikorupsi dalam Pendidikan Kewarganegaraan untuk Pembentukan Karakter di kalangan mahasiswa Akbar, Firzatullah; Akbar, Muhammad Fathir
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 01 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korupsi merupakan persoalan serius yang melemahkan kepercayaan publik dan menghambat pembangunan nasional. Rendahnya integritas moral di kalangan generasi muda menunjukkan bahwa pendidikan formal belum sepenuhnya efektif dalam menanamkan nilai antikorupsi. Penelitian ini menelaah bagaimana nilai-nilai antikorupsi dapat diintegrasikan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) guna memperkuat pembentukan karakter mahasiswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain deskriptif-eksploratif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 15 mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah PKn. Analisis tematik menghasilkan empat tema utama: pemahaman nilai antikorupsi, efektivitas pembelajaran PKn, hambatan internalisasi nilai, dan strategi penguatan budaya integritas di kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab merupakan nilai yang paling dipahami mahasiswa, sedangkan efektivitas PKn dinilai cukup tinggi pada aspek kesadaran moral, namun masih rendah pada penerapan perilaku etis. Hambatan utama terletak pada budaya permisif terhadap ketidakjujuran dan kurangnya sistem pelaporan etika yang tegas. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan antikorupsi membutuhkan sinergi antara pembelajaran, keteladanan dosen, dan sistem kampus yang berintegritas. Integrasi nilai antikorupsi dalam PKn bukan sekadar inovasi kurikulum, melainkan strategi fundamental untuk membentuk generasi berkarakter yang menjadi agen perubahan menuju masyarakat bersih dan beretika.
Mengintegrasikan Tazkiyatun Nufus Ke Dalam Budaya Kampus Untuk Mendukung Pengembangan Karakter Di Kampus STITMA Nurrahman, Muhammad; Muhammad Zaki Kurniawan; Fajar Ardiansyah; Ikhwan Fathurrahman
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 01 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses integrasi tazkiyatun nufus ke dalam budaya kampus sebagai strategi pengembangan karakter mahasiswa di STITMA. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya pembinaan akhlak dan penyucian jiwa dalam membentuk pribadi mahasiswa yang berdisiplin, berakhlak mulia, dan mampu mengendalikan diri di tengah tantangan akademik maupun sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan 15 mahasiswa yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman yang baik mengenai tazkiyatun nufus, baik dari aspek spiritual maupun aspek pengembangan karakter seperti kedisiplinan, kejujuran, dan pengendalian diri. Mahasiswa juga merasakan dampak positif dari penerapan nilai-nilai tersebut, meskipun perubahan yang terjadi masih bersifat individual. Hambatan utama yang ditemukan meliputi tekanan akademik, pengaruh lingkungan pergaulan, serta kurangnya kegiatan pembinaan spiritual yang terstruktur dan konsisten. Selain itu, mahasiswa berharap kampus menyediakan program pembinaan yang lebih aktif dan sistematis. Pembahasan model integrasi menunjukkan bahwa keberhasilan internalisasi tazkiyatun nufus memerlukan sinergi antara tiga aspek utama: pemahaman nilai, pembiasaan perilaku, dan penguatan lingkungan. Ketiga komponen tersebut membentuk proses berkelanjutan yang memungkinkan nilai-nilai spiritual berkembang dari sekadar pengetahuan menjadi budaya kolektif. Dengan demikian, integrasi tazkiyatun nufus berpotensi besar menjadi pendekatan komprehensif dalam pembentukan karakter mahasiswa apabila didukung oleh program kampus yang terstruktur dan berkelanjutan.
Penguatan Pendidikan Karakter Di Sekolah Melalui Keteladanan Guru Pada Era Digital Novanri, Al Muqni; Afif Aldyansyah; Sandi Reza Pani; Muhammad Rifki R Arfius
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 01 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas penguatan pendidikan karakter di sekolah melalui keteladanan guru pada era digital, sebuah isu penting di tengah kemajuan teknologi yang mengubah cara siswa belajar dan berinteraksi. Meskipun akses informasi semakin luas, muncul tantangan serius berupa menurunnya etika, empati, dan tanggung jawab sosial peserta didik. Dalam konteks ini, guru dituntut tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai figur moral yang mampu menjadi teladan, baik di ruang kelas maupun dunia digital. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan tujuh guru dari berbagai jenjang pendidikan sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Fokus penelitian meliputi makna keteladanan guru, bentuk penerapan di era digital, faktor pendukung dan penghambat, serta strategi menjaga etika bermedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan guru terdiri dari dua dimensi utama, yaitu keteladanan konvensional (disiplin, tanggung jawab, kesopanan) dan keteladanan digital (etika bermedia sosial, tanggung jawab informasi, dan kontrol diri). Guru berperan sebagai teladan moral di dua dunia—fisik dan digital—yang keduanya berkontribusi terhadap pembentukan karakter siswa. Hambatan utama meliputi pengaruh negatif media sosial dan beban administrasi, sementara faktor pendukungnya mencakup dukungan kepala sekolah dan kolaborasi antar guru. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa keteladanan guru adalah jantung dari pendidikan karakter di era digital. Sekolah dan pemerintah perlu memperkuat kebijakan etika digital serta pelatihan profesional guru agar nilai moral dan literasi digital dapat berjalan beriringan. Dengan demikian, guru dapat menjadi model karakter yang autentik dan berintegritas di tengah disrupsi teknologi.
Penyebaran Islam Di Indonesia Dan Pengaruhnya Sosial-Budayanya Zaidi, Zaidi; Sena Puja Kesuma; Luqman Abdul Aziz
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 01 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas proses penyebaran Islam di Indonesia dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial-budaya masyarakat, dengan fokus pada bagaimana Islam diterima secara damai dan bertransformasi menjadi kekuatan pembentuk identitas nasional. Isu ini penting karena menjelaskan bagaimana Indonesia sebuah negara kepulauan dengan keragaman etnis dan budaya dapat menjadi pusat populasi Muslim terbesar di dunia tanpa melalui penaklukan militer. Proses Islamisasi yang damai dan akomodatif menjadi cerminan keberhasilan integrasi antara ajaran agama dan nilai-nilai lokal, yang relevan untuk dipahami kembali dalam konteks meningkatnya tantangan global terhadap toleransi dan moderasi beragama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori difusi kultural dan akulturasi agama sebagai kerangka analisis. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumen sejarah di wilayah seperti Aceh, Jawa, Sumatra Barat, dan Maluku. Teknik analisis data mengikuti model interaktif yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Validitas dijaga melalui triangulasi data dan verifikasi hasil wawancara dengan sumber tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran Islam berlangsung melalui jalur perdagangan, pendidikan, perkawinan, dan budaya, bukan melalui kekerasan. Islam beradaptasi dengan tradisi lokal seperti selametan dan tahlilan, serta memperkuat sistem pendidikan dan nilai sosial masyarakat. Akulturasi ini melahirkan corak Islam yang inklusif, moderat, dan berkeadaban, yang menjadi karakter khas Islam di Indonesia. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan Islamisasi di Indonesia terletak pada kemampuan Islam untuk berinteraksi dengan budaya lokal secara harmonis, bukan pada dominasi kekuasaan. Implikasinya, pendekatan Islam yang adaptif dan berbasis kearifan lokal perlu terus dikembangkan dalam pendidikan, kebijakan, dan dakwah untuk memperkuat toleransi serta menjaga keutuhan bangsa di tengah dinamika globalisasi dan perubahan sosial.
Pengembangan Kejujuran dan Keberanian dalam Program Pendidikan Karakter di Lingkungan Kampus Muhammad Tajri; Abdurrahman Haidar; Abrar Ahmad Hafizh; Adam Albar
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 01 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji isu krusial dalam pendidikan tinggi, yaitu pengembangan nilai kejujuran dan keberanian sebagai bagian dari pendidikan karakter di lingkungan kampus. Relevansi isu ini semakin meningkat seiring pesatnya perkembangan teknologi dan tingginya kompetisi akademik yang memunculkan berbagai tantangan moral, seperti plagiarisme, manipulasi data, serta ketakutan mahasiswa untuk menyuarakan kebenaran. Meskipun pendidikan karakter dirancang sebagai benteng moral, implementasinya di banyak perguruan tinggi masih bersifat formalitas dan belum sepenuhnya membentuk budaya akademik yang menumbuhkan integritas. Karena itu, penelitian ini berupaya memahami proses internalisasi nilai kejujuran dan keberanian melalui pengalaman akademik, peran keteladanan dosen, serta dukungan institusional. Pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis digunakan untuk menggali pengalaman subjektif mahasiswa dan dosen. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 10 mahasiswa dan 6 dosen, observasi kegiatan akademik maupun organisasi kemahasiswaan, serta analisis dokumen seperti kurikulum dan pedoman etika akademik. Analisis dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang mencakup proses kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kejujuran dan keberanian moral dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yakni keteladanan dosen, pembelajaran reflektif, dan pengalaman sosial mahasiswa. Namun, penerapan nilai-nilai tersebut masih menghadapi hambatan berupa tekanan akademik dan kebijakan institusional yang belum konsisten. Penelitian ini menegaskan perlunya pendekatan integratif yang memadukan keteladanan, refleksi, dan dukungan kelembagaan agar kejujuran dan keberanian tidak sekadar diajarkan, melainkan menjadi budaya akademik yang hidup dan membentuk generasi berintegritas.
Penguatan Karakter Empati Dan Solidaritas Melalui Pemahaman Hadis Hak-Hak Muslim Tabriani, Tabriani; Tabriani, Abdillah Ma’shum; Tabriani, Mabrur Mabrur; Tabriani, Hidayat Nur Huda
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 01 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji menurunnya empati dan solidaritas di kalangan mahasiswa, yang tampak dari melemahnya kepedulian sosial, berkurangnya perhatian terhadap sesama, serta meningkatnya sikap individualistik di lingkungan akademik. Isu ini sangat penting karena empati dan solidaritas merupakan nilai moral inti dalam Islam, yang secara kuat ditekankan dalam hadis-hadis mengenai hak-hak sesama Muslim seperti membantu, memberi salam, menjenguk orang sakit, mendukung yang sedang kesulitan, serta menunjukkan kepekaan emosional. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi kelas, dan analisis dokumen pembelajaran bersama dosen dan mahasiswa, penelitian ini menggali bagaimana pemahaman terhadap hadis-hadis tersebut diterima, diinternalisasi, dan diwujudkan dalam perilaku sosial sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman yang kuat terhadap hadis hak-hak Muslim secara signifikan meningkatkan empati dan solidaritas mahasiswa. Peningkatan ini didukung oleh keteladanan moral dosen, penjelasan kontekstual mengenai makna hadis, serta ruang belajar dialogis yang mendorong mahasiswa menghubungkan teks agama dengan pengalaman hidup nyata. Mahasiswa yang memahami hadis secara lebih mendalam cenderung menunjukkan perilaku sosial yang lebih peduli, mudah membantu, peka terhadap kondisi emosional maupun fisik teman, serta mampu menjaga hubungan harmonis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan karakter berbasis hadis bukan hanya relevan, tetapi juga sangat mendesak diterapkan di perguruan tinggi Islam. Pendekatan ini dapat membentuk generasi beretika sosial kuat, memiliki kesadaran emosional tinggi, dan berkomitmen pada nilai kemanusiaan yang diajarkan Nabi Muhammad, sehingga menciptakan komunitas akademik yang lebih sehat dan penuh kepedulian.
Inovasi-Inovasi Dalam Pendidikan Islam: Analisis Kurikulum, Metodologi, Dan Digitalisasi Syahrir Syahrir; Syarifuddin Ondeng; Syahruddin Usman
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 01 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai tujuan utama, abstrak ini bertujuan menggambarkan signifikansi umum dan konsep penelitian. Pendidikan Islam menghadapi tantangan globalisasi dan kemajuan teknologi, yang menuntut adanya inovasi terus-menerus tanpa mengabaikan inti ajaran Islam. Makalah ini menganalisis konsep inovasi (tajdid dan ibtikar) dari perspektif pendidikan Islam serta mengidentifikasi bentuk-bentuk inovasi yang telah dikembangkan. Bentuk-bentuk inovasi tersebut meliputi: kurikulum integratif dan berbasis kompetensi, metodologi pembelajaran aktif seperti problem-based learning dan project-based learning, pemanfaatan teknologi digital (e-learning dan digitalisasi khazanah Islam), transformasi manajemen kelembagaan (TQM dan pesantren terpadu), serta penguatan pendidikan karakter dan spiritualitas (ESQ dan living values education). Namun, implementasinya menghadapi tantangan berupa resistensi dari tradisionalis, keterbatasan sumber daya finansial dan manusia, serta kualitas guru yang tidak merata. Keberhasilan inovasi membutuhkan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan serta penguatan ekosistem inovasi.
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Pembentukan Karakter Anti-Korupsi Pada Peserta Didik Ryan Anwar, Muhammad; Rijal Rijal; Fajar Rasyid Pano; Wisnu Adi Kurniawan
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 01 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) terhadap pembentukan karakter anti-korupsi pada peserta didik. Isu ini menjadi penting karena korupsi tidak hanya merupakan persoalan hukum dan moral, tetapi juga menunjukkan lemahnya pendidikan karakter di dunia pendidikan. Upaya menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas sejak dini menjadi langkah strategis dalam membangun generasi yang beretika dan berintegritas tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerapan PjBL dapat berkontribusi terhadap pembentukan karakter anti-korupsi di lingkungan pendidikan, khususnya di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur primer dan sekunder seperti buku, jurnal ilmiah, serta laporan penelitian yang relevan dengan topik pembelajaran berbasis proyek dan pendidikan karakter antikorupsi. Analisis dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi hubungan antara penerapan PjBL dan penguatan nilai-nilai antikorupsi, termasuk kejujuran, tanggung jawab, serta integritas akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL mampu meningkatkan kesadaran moral dan perilaku etis peserta didik. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan proyek yang menekankan transparansi, kolaborasi, dan refleksi diri menunjukkan peningkatan signifikan dalam nilai kejujuran dan tanggung jawab. Pembelajaran ini juga menciptakan lingkungan akademik yang mendorong keterbukaan dan partisipasi aktif dalam menginternalisasi nilai-nilai antikorupsi. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa PjBL merupakan strategi pembelajaran yang efektif untuk membangun karakter anti-korupsi di kalangan peserta didik. Hasilnya diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pendidik, pembuat kebijakan, dan peneliti dalam memperkuat integrasi pendidikan karakter berbasis proyek di berbagai tingkat pendidikan di Indonesia

Page 3 of 4 | Total Record : 37