cover
Contact Name
Sukardi
Contact Email
svkardi@gmail.com
Phone
+6281287836343
Journal Mail Official
svkardi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sungai Tiram No.47, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, DKI Jakarta
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurna Pendidikan Manajemen Transportasi
Published by STMT Malahayati
ISSN : 29633362     EISSN : 30891620     DOI : 10.63352
Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi, Ini adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT Malahayati Jakarta), menyajikan wawasan mendalam mengenai praktik, teori, dan inovasi dalam manajemen transportasi. Fokus utamanya meliputi analisis kurikulum pendidikan, manajemen operasional, kebijakan dan regulasi, keberlanjutan, serta tantangan dan peluang dalam industri. Jurnal ini bertujuan menjadi referensi bagi akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan sistem transportasi secara global. Jurnal ini terbit 1 tahun 3 kali (Januari, Mei, dan September).
Arjuna Subject : -
Articles 66 Documents
ANALISIS KEGAGALAN START PADA MAIN GENERATOR TERHADAP SISTEM NAVIGASI DAN POTENSI RESIKO NAVIGASI DI MV. SEAGREEN NO. 5 Arief Supriatna; Octi Avriani; Aries Sumantri Simaremare
Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT Malahayati Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63352/jpmt.v5i1.114

Abstract

Kegagalan start pada main generator kapal merupakan masalah serius yang dapat mengganggu operasi pelayaran dan meningkatkan risiko kecelakaan di laut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam terhadap faktor-faktor penyebab kegagalan start pada Main Generator di MV Seagreen No. 5, serta untuk memahami dampaknya terhadap fungsi sistem navigasi dan potensi risiko navigasi. Selain itu, kami menyelidiki dampak langsung dari kegagalan start Main Generator terhadap operasi sistem navigasi kapal, seperti gangguan pada radar, GPS, dan peralatan navigasi lainnya, serta potensi risiko navigasi seperti penurunan kemampuan manuver kapal dan peningkatan risiko tabrakan dengan objek lain di laut
KEWAJIBAN PERWIRA NAVIGASI KAPAL DALAM MEMBANTU NAHKODA KAPAL SAAT BERLAYAR UNTUK MENJAMIN TERCIPTANYA KESELAMATAN TRANSPORTASI LAUT SE, MM, M.Mar, Capt. Pantjadjatmika R
Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT Malahayati Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63352/jpmt.v5i1.115

Abstract

Transportasi laut merupakan kegiatan pengangkutan orang atau barang melalui jalur laut menggunakan yang menggunakan moda transportasi sebagai alat angkut tersebut dan juga beberapa fasilitas Pelabuhan untuk menunjang kegiatan tersebut. Transportasi laut memiliki peran penting dalam perekonomian nasional dan juga Internasional, dan tyransportasi laut tidak hanya untuk mengangkut penumpang, tetapi juga untuk mengangkut barang dan ternak, dimana pada saat ini sekitar 80% dari volume perdagangan internasional diangkut melalui laut, lalu untuk menunjang kelancaran transportasi laut tersebut dibutuhkan alat angkut atau moda transportasi yang memadai dan tentu mendukung keselamatan penumpang dan barang barang yang diangkut. Moda transportasi laut dimaksud disebut dengan kapal, dan sebuah kapal untuk dapat menjadi sebuah alat transportasi laut haruslah diawaki oleh orang orang dengan jumlah yang cukup dan mempunyai keahlian dalam bernavigasi dikapal serta harus dipimpin oleh seorang yang mempunyai tanggung jawab penuh terhadap keselamatan kapalnya saat sedang berlayar, untuk itu pada saat kapal sedang berlayar seorang nahkoda dikapal akan dibantu oleh perwira perwira navigasi atau yang disebut mualim kapal yang dikapal terdiri dai 3 (tiga) mualim, yaitu mualim satu, mualim dua dan mualim tiga, dimana mereka semua mempunyai kewajiban untuk menjaga kapal tetap aman dan selamat selama berlayar. Kewajiban para perwira navigasi kapal (mualim) selama berlayar dilakukan antara lain dengan melaksanakan tugas jaga secara bergantian dari ketiga perwira navigasi kapal (mualim) tersebut yang mana telah diatur oleh IMO (international maritime organization) dalam salah satu pilar hukumnya yaitu pada konvensi STCW dan kode STCW (standar of training, certification and watchkeeping) 1978 as amandemen 2010 manila.
ANALISIS REKRUTMEN TERHADAP PERJANJIAN KERJA LAUT PADA KESELAMATAN KERJA ANAK BUAH KAPAL (ABK) PT RIFJALI SUKSES Mardiana, Mardiana; Kamsariyati, Kamsariyati
Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT Malahayati Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63352/jpmt.v5i1.116

Abstract

PT Rifjali Sukses Indonesia which wants to participate in development, especially in the field of sea transportation. In line with efforts to achieve development goals in the economic and social fields, namely to improve a better standard of living both materially and spiritually, special attention is needed to the human resource factor (HR), especially in the protection and welfare of the crew's labour. The crew recruitment process at PT Rifjali Sukses Indonesia is in accordance with the existing theory. The parties responsible for the recruitment process are the Crewing Division and other staff required in the recruitment section. The recruitment methods used by PT Rifjali Sukses Indonesia are internal and external methods, but the company tends to recruit internally because the cost is lower, faster and easier. The internal method uses references from current employees or crew members and the external method uses cooperation from shipping institutions. The recruitment process begins with notifying job vacancies, then using recruitment methods, and finally job applicants come to the PT Rifjali Sukses Indonesia office.
PENGARUH ROA, NPM, EPS DAN CURRENT RATIO TERHADAP HARGA SAHAM NON PERBANKAN PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI LQ 45 BURSA EFEK INDONESIA SE. MM., Adnan Genawi; Nurwulandari, Andini
Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT Malahayati Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh Return on Asset (ROA), Net Profit Margin (NPM), Earning Per Share (EPS) dan Current Ratio (CR) terhadap Harga Saham Non Perbankan pada Perusahaan yang terdaftar di LQ45 Bursa Efek Indonesia. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan model regresi Fixed Effect Model. Data diolah dengan menggunakan Eviews 10. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial ROA berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Harga Saham Non Perbankan, NPM berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Harga Saham Non Perbankan, EPS berpengaruh positif dan signifikan terhadap Harga Saham Non Perbankan, dan CR berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Harga Saham Non Perbankan
OPTIMALISASI PENERAPAN BALLAST WATER TERHADAP SISTEM BAREBOAT CHARTER PARTY PADA MV. SKOON A PANAMA SE. MM., Adnan Genawi; Algiovano
Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi Vol 3 No 3 (2023): Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT Malahayati Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa: (1) Untuk mengetahui penerapan ballast water pada MV. Skoon A Panama (2) Untuk mengetahui sistem bareboat charter party pada MV. Skoon A Panama (3) Untuk mengetahui optimalisasi penerapan ballast water terhadap sistem bareboat charter party pada MV. Skoon A Panama Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Deskriptif Kualitatif, Data yang diperoleh melalui wawancara dan observasi selanjutnya di analisis dengan menggunakan pola pikir deduktif. Data yang menjadi rujukkan penulis adalah data Dokumen Muatan pada Desember tahun 2022 Sampai Januari 2023 Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa : (1) Penerapan operasional dilakukan perbaikan management di kapal MV.Skoon A Panama, dengan mengontrol record dan kondisi alat. Dengan melakukan familirisasi Kembali kepada crew baru, serta Procedural operasional penggunaan pump ballast diberikan placard procedural yang di ketahui Chief engineer dan memberikan penjelasan pengoperasian dalam Bahasa yang dimengerti crew, dengan menggunakan Bahasa English dan Chinese. (2) Bahwa MV. Skoon A Panama merupakan Kapal yang dimiliki oleh Skoon Bulk Shipping Co.ltd, dan disewakam kepada Long Win International Shipping Co.ltd yang mana pencharterannya Melalui system bareboat charter party yang disepakati oleh kedua pihak, dan tertulis didalam The Aggrement of entrusting.(3) Bahwa penerapan ballast water management terhadap system bareboat charter pada MV.Skoon A Panama kurang optimal dikarenakan Human erorr crew tidak familiar dengan pengoperasian pompa ballast sehingga terjadi kerusakan yang kemudian kapal delay time di Pelabuhan dan harus membayarkan demurage berujung pada Cost harga yang berlaku.
UPAYA MENINGKATKAN KETEPATAN WAKTU PELAYANAN PENUNDAAN DENGAN MENGGUNAKAN KAPAL TUNDA SISTEM ASD TUG MV. TRANSKO MURAI Octy Avriani; Nurpadi, Ryan
Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT Malahayati Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin meningkatnya kegiatan Bongkar muat di pelabuhan sangat berpengaruh dengan jumlah kapal yang akan sandar dan yang akan berlayar menuntut adanya sarana pendukung salah satunya yaitu kapal tunda atau lebih sering dikenal dengan sebutan ASD TUG, kapal tunda yang merupakan tipe kapal yang di desain sedemikian rupa untuk dapat melayani kegiatan operasional pada pelabuhan secara cepat dan efisien tentunya dibutuhkan kapal ASD TUG dan sumber daya manusia yang berpengalaman pada bidang tersebut, Dengan keterbatasan jumlah kapal ASD yang tersedia juga akan sangat memungkinkan menyebabkan keterlambatan proses kapal sandar dan yang akan berlayar Lokasi penelitian dilakukan di ASD Transko Murai dengan menggunakan metode observasi, meneliti dan mengumpulkan data-data. Dari kejadian yang pernah ada terjadi saat kegiatan proses melakukan olah gerak kapal untuk membantu kapal MT. Cntic Power keluar dari dermaga, yang di lakukan oleh ASD TUG Transko Murai yang sudah memasang tali tunda di Haluan kiri dan Kapal konvensional TB. Amir Cuu memasang tali tunda di buritan kiri, setelah kedua assist tug menarik kapal secara bersamaan dengan kekuatan maksimal tersebut, TB. Amir Cuu tidak dapat mengimbangi tenaga MV. Transko Murai dan akhirnya tertinggal jauh. Melihat kejadian ini penulis berusaha mengimbangi kekuatan dari TB. Amir Cuu dengan cara mengurangi kekuatan mesin sampai posisinya seimbang dengan TB. Maung 1. Apabila MV. Transko Murai tidak melakukan hal tersebut maka buritan MT. Gentong Berkah akan merewang dan bisa membentur dermaga. Peningkatan Jumlah menggunakan ASD TUG untuk mendukung dan efisien kapal berlayar maupun kapal yang akan sandar itu, sangat berperan penting untuk kelancaran kegiatan operasional di pelabuhan.
ANALISIS OPTIMALISASI PEMUATAN LOG UNTUK MENCEGAH KETERLAMBATAN PROSES MUAT PADA KAPAL MV. COSMO GLORIA S.Pd, M.Pd, Putri Dwi Jayanti; Todingan, Ofel Yericho
Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT Malahayati Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab keterlambatan proses pemuatan log diatas kapal. Subjek penelitian ini adalah proses persiapan kru diatas kapal dalam mempersiapkan ruang muat dan kelengkapan peralatan lashing log diatas kapal MV.Cosmo Gloria. Metode yang penulis gunakan pada penyusunan skripsi ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara mengamati langsung pada objek penelitian, melakukan wawancara dengan beberapa responden di MV. Cosmo Gloria, dan dokumentasi langsung pada objek penelitian diatas kapal. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab terjadi keterlambatan pelaksanaan bongkar muat log di MV. Cosmo Gloria adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman kru kapal mengenai tentang prosedur penanganan muatan log pada saat log akan dimuat di dalam palka maupun diatas geladak dan diatas palka.Kurangnya persiapan serta pemahaman crew mengenai metode lashing log yang benar dan sesuai dengan prosedur manual lashing log diatas kapal dan kurangnya pemahaman kru diatas kapal dalam mengenali peralatan lashing log serta kurangnya perawatan peralatan lashing untuk kegiatan center lashing maupun over lashing log diatas kapal. Selanjutnya, upaya untuk mengatasi keterlambatan pemuatan log di MV. Cosmo Gloria dan upaya agar kru diatas kapal memahami dan mengenal peralatan lashing log diatas kapal, sehingga dapat tercapainya pemuatan R yang aman dan efisien.
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB NAHKODA TERHADAP KESELAMATAN KAPAL KMP. TUNA TOMINI Sukardi Sukardi; Avriani, Octi; Fauzi, Ari
Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT Malahayati Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui pelaksanaan tugas dan tanggung jawab nakhoda terhadap keselamatan kapal KMP. Tuna Tomini serta Untuk mengetahui faktor yang menyebabkan tidak terlaksananya tugas dan tanggung jawab nakhoda terhadap keselamatan kapal KMP. Tuna Tomini.. Penelitian dilaksanalan di Kapal KMP. Tuna Tomini selama 2 bulan dari bulan November - Desember 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif Deskriptif dimana peneliti mendapatkana data dari berbagai sumber melalui Penelitian Kepustakaan ( Library Research ) dan Penelitian Lapangan (Field Research). Di lapangan peneliti mengumpulkan data derngan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Jumlah Populasi yang ada di Kapal KMP. Tuna Tomini berjumlah 75 Crew. Yang diambil sebagai sample sebanyak 50 responden karena keterbatasan waktu. Hasil penelitian Hasil bahwa, Tugas dan Tanggung jawab terhadap keselamatan kapal KMP. Tuna Tomini merupakan tanggung jawab Nakhoda, Nakhoda bisa lolos dari tanggung jawab itu hanya jika bisa dibuktikan sebaliknya, seorang Nakhoda kapal juga dapat di mintai tanggung jawab perdata jika terjadi kecelakaan kapal di manapun akibat kelalaian Nakhoda, Faktor yang menyebabkan tidak terlaksananya tanggung jawab Hukum Nakhoda Kapal disebabkan oleh faktor internal meliputi kurangnya kompetensi dan skill serta mental dan disiplin yang kurang dalam melaksanakan tugasnya dan kurangnya pemahaman tentang peraturan perundang-undangan pelayaran, dan kurangnya pengawasan dari pihak yang berwenang terhadap pelanggaran keselamatan pelayaran, faktor eksternal yaitu pengaruh cuaca buruk sehingga mengakibatkan kurangnya konsentrasi nakhoda dalam mengambil keputusan.
OPTIMALISASI DALAM REKRUTMEN KAPAL JENIS AZIMUTH STERN DRIVE (ASD) TERHADAP KESELAMATAN OLAH GERAK KAPAL (JUMEIRA 10) S.M, M.M.Tr, Arief Supriatna; Avriani, Octi; Santoso, Orlando Wisnu
Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT Malahayati Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Azimuth Stern Drive atau yang sering di sebut ASD Tug yang merupakan kapal tunda dengan sistem propulsion yang dapat berputar 360° (derajat) tempat penulis bekerja sebagai Master di kapal tersebut. Propulsion utamanya terdiri dari dua unit azimuth propeller yang dapat berputar 360°, sehingga kapal memiliki olah gerak yang sangat cepat dan aman. Jenis dari sistem propulsion ini memiliki tingkat olah gerak kapal efisien yang sangat tinggi, demikian juga dengan tingkat kebisingan mesin (noise) dan getaran yang relative rendah. Sistem dari pada ASD ini menggunakan beberapa jenis sistem propulsi yang di pakai tergantung dari jenis pabrikannya, diantaranya ada yang mengunakan sistem Schottel, Aquamaster, Wartsila, Z-peller, MW Rolls-Royce dan lain sebagainya, yang mana dari semua sistem tersebut ada yang mengunakan baling-baling tetap tanpa perubahan sudut kemiringan daun baling-baling terhadap poros (Fix Propeller) dan ada yang mengunakan sistem CPP (Controllable Pitch Propeller) di mana daun baling-baling dapat dikontrol perubahan sudut kemiringan daun baling-baling terhadap poros. Kapal ASD Tug pada awalnya hanya digunakan khusus untuk bekerja di area pelabuhan untuk melayani aktifitas seperti, berthing, unberthing, docking dan undocking.
PERAN DAN TANGGUNG JAWAB NAHKODA KAPAL DALAM KEGIATAN PELAYARAN UNTUK MENJAMIN TERCIPTANYA KESELAMATAN TRANSPORTASI LAUT SE, MM, M.Mar, Capt. Pantjadjatmika R; Mardiana, Mardiana; Novianto, Anton
Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT Malahayati Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia transportasi saat ini telah berkembang dengan sangat pesat termasuk dalam transportasi laut dimana teknologi maritime mengikuti perkembangan zaman, dan dalam transportasi laut dibutuhkan moda transportasi laut yang dapat mewujudkan perpindahan barang dan penumpang dari satu tempat ke tempat lain dengan aman, selamat dan ekonomis, moda transportasi laut transportasi laut tersebut dalam dunia transportasi laut dinamakan kapal, dan sebuah kapal agar dapat menjadi alat transportasi laut yang aman harus memenuhi standara keselamatan dalam pembuatannya bergantung dari jenis kapalnya dimana hal tersebut telah diatur oleh IMO (International Maritim Organisation) yang merupakan salah satu badan PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) dimana IMO mempunyai 4 (empat) pilar utama peraturan hukum dibidang pelayaran internasional, dari keempat pilar tersebut masing masing saling berkaitan dalam menjamin keselamatan transportasi laut, khususnya dunia pelayaran, salah satu pilar IMO (International Maritim Organization) adalah yang berkaitan dengan berkaitan dengan keselamatan jiwa dilaut yang mencakup segala jenis kapal laut adalah SOLAS (Safety of Life at Sea), sebagaimana disebutkan pada awal awal kalimat bahwa kapal kapal yang melakukan pelayaran harus memenuhi standar keselamatan dan standar keselamatan tersebut diatur secara lengkap dan detail pada SOLAS (Safety of Life at Sea), namun keselamatan pelayaran bukan hanya terdiri dari standar keselamatan kapalnya saja, melainkan juga harus diikuti dengan standar keterampilan dan keahlian dari para awak kapalnya, agar merak dapat melayarkan kapal dengan aman, selamat dan ekonomis, sehingga untuk menjamin standara kesematan tersebut IMO (Intenational Maritim Organization) juga mengeluarkan peraturan hukum dibidang standar pelatihan awak kapal dan ini juga merupakan salah satu dari 4 pilar utama dari IMO yaitu STCW (Standar of Training, Certification and Watchkeeping) yang merupakan konvensi internasional yang mengatur standar pelatihan, sertifikasi, dan dinas jaga bagi pelaut, tujuannya adalah untuk memastikan keselamatan seluruh awak kapal saat bekerja dikapal, ternasuk Nahkoda kapal, yang mana dalam sebuah kapal keberadaan Nahkoda adalah sebagai pemimpin tertinggi diatas kapal, sehingga Nahkoda harus mampu dan cakap dalam menjamin keselalamatn pelayaran, dengan demikian peran seorang Nahkoda sangat penting dalam menjaga keselamatan kapalnya dalam setiap pelayaran, antara lain adalah Nahkoda mampu berperan sebagai penentu kebijakan dikapal, nahkoda harus mampu berperan sebagai pembuat keputusan yang benar dan tepat selama dalam pelayaran dan nahkoda juga harus mampu berperan sebagai penjaga kedamaian atau situasi kondusif dikapal, sehingga dalam setipa pelayaran kapal Nahkoda kapal dapat menjamin terciptanya keselamatan transportasi laut.