cover
Contact Name
Elvaria Mantao
Contact Email
preventifjournal.fkm@gmail.com
Phone
+6282197505707
Journal Mail Official
preventifjournal.fkm@gmail.com
Editorial Address
Jl.Soekarno Hatta Km. 9. Palu City, Indonesia
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 20883536     EISSN : 25283375     DOI : https://doi.org/10.22487/preventif
Core Subject : Health,
Preventif Jurnal Kesehatan Masyarakat welcomes manuscripts that cover a broad range of topics within the public health discipline The journals scope encompasses but is not limited to the following key areas Health Administration and Policy The management organization and policy making processes within health systems including health economics and financing Epidemiology The study of the distribution patterns and determinants of health and disease conditions in defined populations Health Promotion The science and art of helping people change their lifestyle to move toward a state of optimal health including health education and behavior science Environmental Health The assessment and control of physical chemica and biological factors in the environment that can potentially affect health Occupational Health and Safety The promotion and maintenance of the highest degree of physical mental and social well-being of workers in all occupations Reproductive Health Research and policy related to reproductive processes functions and systems at all stages of life Biostatistics Family Planning and Population The application of statistics to public health along with studies on family planning methods demography and population dynamics Community Nutrition The study of nutrition and its effects on the health of populations including nutritional assessment policy and interventions at the community level
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 270 Documents
RELIGIOSITY EFFECT ON FERTILITY STUDY GROUP ON ISLAM Radhiah, Sitti; Stang, Stang; Arsi, Andi Arsunan
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v9i1.68

Abstract

Background & Objective :Modernizationis consideredby someto fail inmaintaining moral valuesandhumanity, causing increased tendency for people tobelieve inreligious values are considered able to providesolutions tovarious problems of life, so they are constantly adjusting options and decisions included indeterminings ome matters related to fertility.The aim of the research was to investigate the determinants ofwoman fertility of reproductive couples in Islamic study group in South Palu Distric of Palu City. Materialand Method : The reasearch was an observational study with cross sectional study design. The sampleswere the total population of the women of reproductive couples in Islamic study group of Soth Palu Districtconsisting of 149 people. The method of obtaining the data was interview and the data were analyzed usingpath analysis. Results: The research indicate that the variable affecting the age of the first marriage isemployment (p=0.004); the variables affecting contraception are knowledge (p=0.002) and religiosity(p=0.000); the variable affecting unmet need is religiosity (p=0.019); the variables affecting fertility areknowledge (p=0.014), employment (p=0.006), age of the first marriage (p=0.021), contraception (p=0.008),and unmet need (p=0.002), while income and breastfeeding duration do not significantly affectfertility.Conclusion : The effect on the fertility of the group is the study of Islamic knowledge, employment,age at first marriage, contraception and unmet need.
EVALUASI PROGRAM PENANGANAN GIZI KURANG MELALUI ASUHAN COMMUNITY FEEDING CENTER (CFC) PADA ANAK BALITA DI PUSKESMAS BIROBULI KECAMATAN PALU SELATAN KOTA PALU Herman, Herman; rahman, abd; Muchlis, Dilalatul Urfiah
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2016)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v7i1.70

Abstract

Pencapaian target MDG’s menurunkan angka kematian anak di Indonesia khususnya kasus gizi kurang belum maksimal khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah. Gizi kurang di Kota Palu mencapai 861 kasus dengan kasus tertinggi terdapat di wilayah Puskesmas Birobuli yaitu 183 kasus. Dalam menanggulangi gizi kurang di Kota Palu, pemerintah mengadakan program pemulihan rawat jalan yaitu Community Feeding Center (CFC) melalui pemberian makanan tambahan pada balita dan penyuluhan pada ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi input, process, output, dan outcome program penanganan gizi kurang melalui asuhan CFC pada anak balita di Puskesmas Birobuli. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian pada input menunjukkan bahwa petugas mendapatkan pelatihan khusus dan anggaran dana sudah cukup baik. Hasil penelitian pada process menunjukkan perencanaan program terstruktur dengan baik, dukungan positif dari masyarakat, ibu balita termotivasi memperbaiki gizi anaknya serta monitoring dan evaluasi CFC terlaksana setiap bulan. Hasil penelitian pada output menunjukkan perubahan status gizi kurang menjadi status gizi normal dan respon baik ibu balita. Hasil penelitian pada outcome setiap tahunnya mengalami penurunan angka gizi kurang dan peningkatan berat badan pada anak balita. Disarankan bagi petugas kesehatan, agar melaksanakan program dengan mengikuti perencanaan yang telah dibuat.
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS MABELOPURA KECAMATAN PALU SELATAN KOTA PALU hermiyanty, hermiyanty; wandira, bertin ayu; dewi, sinta
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2017)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v8i1.71

Abstract

Cakupan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Puskesmas Mabelopura tahun 2015 adabeberapa kegiatan yang tidak mencapai target, seperti cakupan pemberian MP-ASI padaanak 6-24 bulan dari keluarga miskin hanya mencapai 19,4%, Cakupan peserta KB aktifhanya mencapai 34,1 %, penemuan pasien baru TB BTA positif 10,3%, penemuanpenderita diare 44,6% dan cakupan pemeriksaan IVA 18,6%. Kinerja pegawaidipengaruhi oleh faktor Kepemimpinan dan Lingkungan Kerja. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hubungan kepemimpinan dan lingkungan kerja terhadap kinerjapegawai di Puskesmas Mabelopura Kecamatan Palu Selatan. Jenis penelitian kuantitatifdengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi yaitu 48 pegawai PNS yangsemuanya dijadikan responden (total sampling). Data dianalisis secara deskriptif yaituanalisis univariat dan bivariat, pada taraf kepercayaan 95% (ρ<0,05). Hasil uji ChiSquare, menunjukkan bahwa ada hubungan kepemimpinan (ρ=0,013) dan lingkungankerja (ρ=0,032) dengan kinerja pegawai di Puskesmas Mabelopura. Disarankan kepadakepala puskesmas agar lebih meningkatkan pengawasan dan selalu mengontrol tugastugas yang diberikan dengan melakukan pengarahan (breafing) secara rutin sertamemperhatikan lingkungan kerja agar pegawai merasa nyaman dalam melaksanakantugas sehingga dapat meningkatkan kinerja pegawai.
PROBLEMATIKA ALOKASI DAN DISTRIBUSI ANGGARAN KESEHATAN PADA DINAS KESEHATAN PROPINSI SULAWESI TENGAH MENURUT UNDANG-UNDANG KESEHATAN ANSAR, ANSAR
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2017)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v8i1.73

Abstract

Pembiayaan kesehatan sejatinya digunakan untuk sebesar-besarnya memenuhi kebutuhanmasyarakat, anggaran kesehatan dapat dikatakan sebagai intrumen pemerintah dalam halpemenuhan hak-hak kesehatan bagi warga Negara. Secara normative anggaran kesehatan telahdigaris tegaskan oleh Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dalam pasal 170tentang pembiayaan dikatakan anggaran kesehatan minimal 10% dari APBD, dan 2/3 dari danatersebut diperuntukan untuk belanja publik, kususnya untuk rakyat miskin perempian, dan anakterlantar. Penelitian ini menggunakan metode penulisan hukum normative, yaitu bagaimanamelihat implementasi anggaran kesehatan melalui norma/kebijakan anggaran di sulawesi tengah,diantaranya yaitu PERGUB/73/2015 tentang penjabaran perubahan APBD Propinsi sulawesitengahdalam menganalisis data penulis menggunakan 2 pendekatan yaitu pendekatan perundangundangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukan ketidaknyambungan antaratujuan pembiayaan yang telah dibuat melalui undang-undang kesehatan dan implementasianggran. Tujuan seharusnya untuk kesejataraan masyarakat. Anggran sebagian besar digunakanuntuk belanja aparatur bukannya belanja public. Sebagai contoh penulis kemukakan be;anjaperjalanan dinas di dinas kesehatan dengan jumlah yang tidak wajar yaiu sebesar 13 milyar lebih.Dalam implementasinya beberapa kegiatan yang satu kegiatan mendapatkan biaya perjalanandinas sebesar 1 milyar. Dilain pihak belanja modal untuk pertambahan asset bagi dinas kesehatanmendapatkan porsi yang sedikit hanya 13 peren dari total anggaran atau sekitar 6 milyar lebih.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT UMUM ANUTAPURA PALU Nur, Rosmala; Arifuddin, Adhar; Novilia, Redita
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2016)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v7i1.74

Abstract

Berat badan lahir rendah sangat menentukan kesehatan di masa dewasa bayi yang dilahirkan dengan Berat badan kurang dari 2500 gram berkorelasi erat dengan penyakit degeneratif di usia dewasa. Provinsi sulawesi tengah menjadi provinsi yang paling tinggi kejadian BBLR pada tahun 2013. Prevalensi BBLR di Sulawesi Tengah tertinggi terjadi di Kota Palu Sebesar 231 Kasus (3,2%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian BBLR Di RSU Anutapura Palu. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan case control. Sampel kasus adalah ibu yang melahirkan BBLR dan sampel kontrol adalah ibu yang melahirkan normal dengan perbandingan 1 : 2 dengan macthing umur. Data dianalisis dengan uji OR pada batas kemaknaan (alfa 5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa paritas (OR = 1,703 pada 95%, CI 0,862-3,363), jarak kehamilan (OR = 3,231pada 95% CI 1,633-6,391) cakupan penimbangan berat badan (OR = 2,519 pada 95% CI 1,261-5,031), cakupan pemeriksaan tekanan darah (OR = 2,692 pada 95% CI 1,397-5,184), dan cakupan pemeriksaan kadar Hb (OR = 3,154 pada 95% CI 1,451-6,855), merupakan faktor risiko terhadap BBLR. Disarankan kepada ibu hamil agar lebih memerhatikan kondisi kesehatan janinnya, dan rutin melakukan kunjungan antenatal care sehingga bayi yang dilahirkan tidak mengalami BBLR.
THE STUDY OF WHO’S THEORY TO NUMBER OF POSYANDU TARAP VISITS TO INCREASE D/S OF INFANT–TODDLERS COVERAGE Ifroh, Riza Hayati; Susanti, Rahmi; Winanda, Wenny
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v9i1.75

Abstract

Background & Objective: Maternal participation is one of the supporting factors and indispensable inmonitoring the growth of infants and babies. This is reflected in the comparison of the number of childrenweighed with all children in the region or called the concept of D/S and involvement of parents visitingposyandu. The purpose of this study is to analyze the factors that influence the visits of mothers who haveinfants or toddlers to Posyandu Tarap in order to increase the number D / S through the WHO theoryapproach. This research is an analytic observation research with cross sectional approach. Materials andMethods: The sample that entered as the respondent in this research is the mother who recorded in dataposyandu Year 2017-2018. Results: The number of visit to Posyandu Tarap on average 2 times during last 4months. The average of respondents knowledge is 14.95 and the average of respondents attitude is 43.45. Asmany as 90% of respondents have family support to Posyandu Tarap. In addition, 90% of respondents weremotivated to visit Posyandu Tarap to get information about infant and toddlers health, 95% of respondentsconsidered that distance of building with Posyandu Tarap is very close. Conclusion: There is 1 causalfactor from 7 research variables that influence mother visit to posyandu to weigh her baby that is mothermotivation in doing visit to Posyandu Tarap.
KEBIASAAN SARAPAN PAGI, ASUPAN ZAT GIZI, DAN STATUS GIZI MURID SDN INPRES 3 TONDO, KOTA PALU rahman, nurdin; dewi, nikmah utami; bohari, bohari
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2017)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v8i1.77

Abstract

Kekurangan dan kelebihan gizi merupakan masalah gizi kronis dan akut yangmengancam anak usia sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebiasaansarapan pagi, asupan zat gizi, dan status gizi anak usia sekolah dasar. Jenis penelitian inimerupakan analitik observasional. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas 4 SDNInpres 3 Tondo yang berjumlah 40 murid. Teknik sampling adalah total sampling. Besarsampel yang berhasil dikumpulkan adalah 30 murid, dan 10 murid tidak hadir selamapenelitian. Variabel penelitian yaitu kebiasaan sarapan pagi, asupan energi dan zat gizi,dan status gizi. Intrumen penelitian adalah form food recall 24 jam, food model,microtoise. Analisis data menggunakan aplikasi Nutrisurvey, WHO Antro Plus, danSPSS. Hasil penelitian yaitu asupan gizi yang kurang dari AKG yaitu energi (80,0%),karbohidrat (76,6%), lemak (70,0%), dan protein (63,3%). Kebiasaan sarapan pagisebesar 86,2%. Status gizi (IMT/Umur) kurus (13,3%), gizi lebih (20,0%) dan normal(66,7%). Kesimpulan yaitu murid telah memiliki kebiasaan sarapan pagi namun kualitasasupan gizinya masih kurang dari AKG dan murid memiliki masalah kekurangan dankelebihan gizi.
THE QUALITY OF BAKTERIOLOGIS STUDY AND USE OF WATER OR DUG WELLS WITH AN OCCURRENCE WATER BORNE DISEASES IN THE VILLAGE WEST PASAYANGAN Agustina, Norsita; Hayati, Ridha; Iriyanti, Hilda
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v9i1.80

Abstract

Background & Objective : Clean water which could cause bakteriologis water quality ineligible .This studyattempts to know the quality of water bakteriologis a well (the bacteria MPN coliformm and e.coli )consumed villagers west Pasayangan Kabupaten Banjar in the water borne disease and relations the behaviorof the people in the water borne disease. Materials and method: This research methods used the crosssectional. The study analyzed by the quality of bakteriologis (MPN coliform and E. Coli ) as many as 30 awell. Data obtained through observation, interview using a questionnaire and results laboratory.Resultsbakteriologis water quality a well suggests that the whole water a well ineligible clean water developed bythe minister of health no. 416 / menkes / per / ix / 1990. Result: The results showed that source of drinkingwater and management of drinking water had links scene water borne disease. Conclusion: The quality ofbakteriologis well water dig they did not qualified drinking water and there was a correlation between theclean and healthy living (PHBS) in a household with a water borne diseases .Was recommended to thecommunity to need to do and healthy patterns of living water management well with the way of chlorine inand cook water with the right way before use.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN APENDISITIS DI BAGIAN RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM ANUTAPURA PALU arifuddhin, adhar; salmawati, lusia; prasetyo, andy
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2017)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v8i1.81

Abstract

Apendisitis merupakan infeksi bakteria. Berbagai hal berperan sebagai faktorpencetusnya, antara lain sumbatan lumen apendiks, hyperplasia jaringan limfoid, tumorapendiks, cacing askaris, erosi mukosa apendiks, pola makan serat rendahmengakibatkan konstipasi serta timbulnya apendisitis. World Health Organization(WHO) menyatakan angka kematian akibat apendisitis di dunia adalah 0,2-0,8%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko usia, jenis kelamin, dan pola makandengan Kejadian Apendisitis di Bagian Rawat Inap Rumah Sakit Umum AnutapuraPalu. Jenis penelitian ini yaitu observasional analitik dengan pendekatan case controlstudy. Jumlah sampel sebesar 54 pasien apendisitis dan 108 pasien non apendisitis,diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis secaraanalisis univariat serta analisis bivariat dengan menggunakan uji Odd Ratio (OR), padataraf kepercayaan 95%. Hasil penelitianmenunjukkan usia (OR = 4,717 padaCI 95%2,331 - 9,545) dan pola makan (OR = 3,455 padaCI 95% 1,717 – 6,949) merupakanfaktor risiko terhadap apendisitis dan jenis kelamin (OR = 0,657 pada CI 95% 0,337 –1,284) bukan merupakan risiko apendisitis. Disarankan kepada masyarakat untukmenjaga pola makan serat mengingat apendisitis lebih berisiko pada usia produktif.Sebagai pencegahan yang sangat efektif untuk mengurangi kasus apendisitis.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MAKAN PADA REMAJA SMA NEGERI 1 PALU Rahman, Nurdin; Dewi, Nikmah Utami; Armawaty, Fitra
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2016)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v7i1.82

Abstract

Perilaku makan adalah suatu keadaan yang menggambarkan perilaku seseorang terhadap tata krama makan, frekuensi makan, pola makan, kesukaan makan, dan pemilihan makanan. Konsumsi zat gizi yang tidak optimal berkaitan dengan kesehatan yang buruk. Bila konsumsi zat gizi selalu kurang dari kecukupan maka seseorang akan mengalami gizi kurang, sebaliknya jika konsumsi melebihi kecukupan akan menderita gizi lebih dan obesitas. Konsumsi zat gizi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan akan membantu remaja mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku makan terbagi atas faktor eksternal dan internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku makan pada remaja SMA Negeri 1 Palu”. Jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi berjumlah 921 orang dan jumlah responden sebanyak 91 orang, menggunakan teknik proportional random sampling. Data penelitian ini diuji secara statistik dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendapatan orang tua (ρ= 0,004) dan pengetahuan gizi (ρ = 0,000) dengan perilaku makan. Dengan pendapatan yang diperoleh, keluarga dapat mengonsumsi makanan bergizi seimbang seperti tahu, tempe, ikan, sayur-sayuran yang harganya relatif terjangkau. Melalui pengetahuan gizi, responden menjadi tahu bahwa kesehatan berhubungan erat dengan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Dalam penelitian ini ditemukan pula tidak ada hubungan antara teman sebaya (ρ= 1,000) dengan perilaku makan. Mayoritas responden masih tinggal bersama orang tua sehingga orang tua masih memegang peranan penting dalam membentuk perilaku makan anak.

Page 2 of 27 | Total Record : 270