cover
Contact Name
Bayu Anggileo Pramesona
Contact Email
bayu.pramesona@fk.unila.ac.id
Phone
+6281274004767
Journal Mail Official
jka@fk.unila.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumantri Brojonegoro No.1 Gedung C FK Unila lt. 1 Ruang Jurnal Lakuna Rajabasa Bandar Lampung Kode Pos 35145 Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Published by Universitas Lampung
ISSN : 26557800     EISSN : 2356332X     DOI : https://doi.org/10.23960/jka
Core Subject : Health,
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles 565 Documents
Kejadian Dermatitis Kontak Iritan pada Penata Rambut Sevfianti Sevfianti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penata rambut merupakan pekerjaan yang lazim dilakukan oleh pekerja-pekerja di sebuah salon. Penata rambut selalu berkontak dengan bahan-bahan yang dapat bersifat sebagai alergen ataupun sebagai iritan. Bahan-bahan tersebut dapat menyebabkan suatu penyakit kulit yang disebut dermatitis. Terdapat dua jenis dermatitis, yaitu dermatitis kontak iritandan dermatitis kontak alergi. Dermatitis kontak iritan merupakan respon nonspesifik kulit yang mengarah pada kerusakan kimia yang melepaskan mediator inflamasi selanjutnya meyebabkan kematian langsung sel-sel epidermis. Sedangkan dermatitis kontak alergi merupakan suatu jenis hipersensitivitas tipe lampat yang dihasilkan dari kontak kulit denganalergen tertentu yang menyebabkan inflamasi pada kulit. Menurut penelitian, 85,58% bahaya kulit utama yang muncul pada penata rambut adalah dermatitis tangan yang berkaitan dengan pekerjaan basah dan menggunakan bahan kimia (dermatitis kontak iritan). [J Agromed Unila 2015; 2(3):237-241]Kata kunci: dermatitis kontak iritan, penata rambut, penggunaan alat pelindung diri
Chronic Kidney Disease pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Martin Paskal Giovani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. DM merupakan penyakit kronis yang masih menjadi masalah utama dalam dunia kesehatan di Indonesia. Peningkatan jumlah pasien diabetes yang cukup besar pada tahun-tahunmendatang dengan kenaikan jumlah penyandang DM di Indonesia dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. Angka kesakitan dan kematian pada DM meningkat di berbagai negara, hal ini selain dikaitkan dengan insidensi yang sangat cepat meningkat dan progresivitas penyakitnya juga disebabkan faktor ketidaktahuan baik penderita maupun dokter sendiri, atau penderita pada umumnya datang sudah disertai dengan komplikasi yang lanjut dan berat. Hiperglikemia ini dihubungkan dengan kelainan pada disfungsi endotel, sebagai cikal bakal terjadinya mikroangiopati maupun makroangiopati. Komplikasi makrovaskuler antara lain yaitu penyakit jantung koroner/stroke/ dislipidemia, penyakit pembuluh darah perifer, dan hipertensi. Kompilasi mikroangiopati antara lain yaitu retinopati, nefropati, dan neuropati. Nefropati diabetik DM tipe 2, merupakan penyebab nefropati paling banyak sebagai penyebab terjadinya Chronic Kidney Disease (CKD). Kerusakan ginjal yang spesifik pada DM mengakibatkan perubahan fungsi penyaring, sehingga molekul-molekul besar seperti protein dapat lolos ke dalam kemih (albuminuria). Simpulan, diabetes mellitus dapat berkomplikasi menjadi nefropati diabetika hingga berakhir menjadi kegagalan ginjal. [J Agromed Unila 2015;2(3):242-247]Kata kunci: chronic kidney disease, diabetes mellitus, nefropati diabetikum
Efektivitas Bakteri Asam Laktat dalam Fermentasi Susu Kedelai terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Sefira Dwi Ramadhany
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan suatu ganguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol dalam darah yang melebihi dari nilai normal. Jantung koroner, obesitas dan kanker payudara adalah salah satu penyakit yang disebabkan karena keadaan hiperkolesterolemia. Perubahan gaya hidup dan pola makan masyarakat yang tidak terkontrol menyebabkan timbulnya penyakit hiperkolesterolemia yang juga dipicu oleh makanan cepat saji. Konsumsi fermentasi susu kedelai bermanfaat pada saluran intestinal dengan meningkatkan populasi probiotik dan menurunkan populasi bakteripathogen. Kandungan fermentasi susu kedelai berupa isoflavin dapat menurunkan kolesterol total dan akumulasi trigliserida hati pada proses stress oksidatif. Susu kedelai merupakan salah satu produk susu fermentasi yang dibuat dengan melibatkan bakteri asam laktat seperti penambahan bakteri Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus, memiliki pengaruh terhadap kadar kolesterol di dalam darah mencit, manusia dan babi. Mekanisme penurunan kadar kolesterol adalah karena bakteri asam laktat dapat mengikat atau memasukkan kolesterol ke dalam membran sitoplasmanya, akibatnya akan terjadi penurunan kadar kolesterol di dalam tubuh. Konsumsi probiotik seperti bakteri asamlaktat adalah metoda alami yang potensial untuk mengobati dan mencegah hiperkolesterolemia. [J Agromed Unila 2015;2(3):248-251]Kata kunci: bakteri asam laktat, kedelai, kolesterol
Tempe Kedelai sebagai Antihiperglikemik Tri Suhanda
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperglikemia merupakan kondisi kadar gula darah tubuh yang tinggi, ditandai dengan peningkatan kadar gula darah melebihi 200 mg/dl pada 2 jam setelah makan. peningkatan kadar gula darah dapat di akibatkan karena kondisi kegemukan dan obesitas. Kegemukan dan obesitas terjadi akibat asupan energi lebih tinggi daripada energi yang dikeluarkan. Obesitas dapat di hindari dengan mengatur gaya hidup, salah satunya adalah mengatur pola diet. Tempe tergolong sumber makanandengan kandungan asam amino esensial dan non esensial yang lengkap, kadar lemak jenuh rendah,isoflavon tinggi, serat tinggi, indeks glikemik rendah (glycemic index <55), dan mudah dicerna. Protein pada tempe tinggi kandungan arginin dan glisin, yang meningkatkan sekresi insulin dan glukagon dari pankreas. Kandungan isoflavon berupa Genistein dan Dadzein berperan sebagai antihiperglikemik melalui mekanisme aktivasi glukokinase, penghambatan glukosa-6-fosfatase, phospoenol pyruvate carboxykinase, fatty acid synthase, βoxidation dan Carnitine Palmitoyltransferase di hati. Selain itu Serat tinggi pada tempe dapat mempengaruhi kadar glukosa darah karena memperlambat absorbsi glukosa sehingga mempengaruhi penurunan glukosa. Indeks glikemik tempe yang rendah menjadikan respon glukosa darah tubuh rendahsehingga peningkatan kadar glukosa darah relatif kecil. Simpulan tempe memiliki sifat antihiperglikemik. [J Agromed Unila 2015; 2(3):252-256]Kata kunci: antihiperglikemik, obesitas, tempe kedelai
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Nyeri Leher pada Operator Komputer Airi Firdausi Kudsi
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi menuntut manusia untuk bekerja dengan mengandalkan mesin seperti komputer. Nyeri leher adalah gangguan muskuloskeletal kedua yang paling sering muncul setelah nyeri punggung bagian bawah. Nyeri leher dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor individu dan faktor ergonomi. Faktor individu meliputi jenis kelamin, ras,sosial ekonomi, dan lain lain. Ergonomi adalah aturan atau hukum dalam bekerja agar dapat mengeluarkan modal sekecilkecilnya dengan hasil sebesar-besarnya. Faktor ergonomi meliputi banyak aspek dalam pekerjaan yaitu desain pekerjaan, lama bekerja, postur bekerja, lingkungan kerja, dan beberapa hal lainnya. Nyeri leher yang timbul pada pekerja operator komputer diakibatkan oleh ketidakseimbangan antara faktor ergonomis dengan faktor nonergonomis. [J Agromed Unila2015; 2(3):257-262]Kata kunci: ergonomi, indeks massa tubuh, lama kerja, operator komputer, nyeri leher
Manfaat Buah Apel (Malus domestica) untuk Pencegahan Stroke pada Pasien Kolestrol Tinggi Andhika Mahatidanar H
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolesterol adalah suatu molekul lemak di dalam sel dibagi menjadi LDL, HDL, total kolesterol dan trigliserida. Kolesterol sebenarnya merupakan salah satu komponen lemak. Seperti kita ketahui, lemak merupakan salah satu zat gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh kita disamping zat gizi lain seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Lemak merupakan salah satu sumber energi yang memberikan kalori paling tinggi tetapi bila di dalam tubuh kita terdapat kadar kolestrol yang tinggidapat meningkatkan resiko terkena stroke semakin besar. Stroke atau cedera serebrovaskular (CVA) adalah berhentinya suplai darah ke bagian otak sehingga mengakibatkan hilangnya fungsi otak. Hal ini dapat terjadi karena pecahnya pembuluh darah atau terhalanginya asupan darah ke otak oleh gumpalan. Terhambatnya penyediaan oksigen dan nutrisi ke otak menimbulkan masalah kesehatan yang serius karena dapat menimbulkan kecatatan fisik mental bahkan kematian. Apel merupakan buah diketahui memiliki kandungan senyawa bioaktif yaitu quercetin, Quercetin dipercaya dapat melindungi tubuh dari beberapa jenis penyakit degeneratif dengan cara mencegah terjadinya proses peroksidasi lemak. Quercetin memperlihatkan kemampuan mencegah proses oksidasi LDL dengan cara menangkap radikal bebas dan menghelat ion logam transisi. [J Agromed Unila 2015; 2(3):263-266]Kata kunci: apel, kolesterol, quercetin, stroke
Tempe sebagai Alternatif Terapi Penderita Obesitas Eduard Eduard
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas masih menjadi masalah kesehatan yang cukup serius bagi masyarakat. Obesitas didefinisikan sebagai kelebihan berat badan akibat terjadinya penimbunan lemak berlebih. Pada penderita obesitas akan didapat suatu kondisi dislipidemia. Dislipidemia merupakan kelainan dari metabolisme lemak yang ditandai dengan peningkatan maupun penurunan fraksi lemak darah dalam plasma. Senyawa yang berperan untuk menormalkan fraksi lemak darah adalah protein, asam lemaktidak jenuh tunggal dan majemuk, anthosianin, dan isoflavon. Terapi untuk menormalkan fraksi lemak darah pada penderita obesitas sangat beragam. Akan tetapi alternatif terapi yang aman dan tidak beresiko salah satunya adalah dengan mengkonsumsi tempe. Tempe merupakan makanan tradisional yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia. Berdasarkan beberapa penelitian, tempe mampu menormalkan fraksi lemak darah pada penderita obesitas. [J AgromedUnila 2015; 2(3):267-271]Kata kunci: fraksi lemak darah, obesitas, tempe
Pengaruh Asupan Asam Folat Serum Maternal terhadap Kejadian Preeklampsia Berat Amri Yusuf
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, preeklampsia dan eklampsia merupakan salah satu penyebab utama dari tingginya kematian maternal dan perinatal. Kasus preeklampsia terjadi sekitar 30% - 40% menyebabkan kematian ibu dan 30% - 50% menyebabkan kematian perinatal. Preeklampsia berat adalah suatu keadaan dimana didapat peningkatan tekanan darah sistolik ≥ 160 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 110 mmHg disertai dengan adanya proteinuria ≥ +3 pada kehamilan lebih dari 20 minggu. Penyebab yang pasti dari preeklampsia masih belum diketahui. Menurunnya kadar asam folat serum mempunyai arti penting dalam patogenesis preeklampsia, karena asam folat berperan dalam metabolisme homosistein. Asam folatbertindak sebagai donor metil dalam reaksi remetilasi pada metabolisme homosistein. kelebihan homosistein tersebut menyebabkan terjadinya peningkatan radikal bebas dan proses otooksidasi yang menghasilkan gugus oksigen reaktif yaitu superoksida dan hidrogen peroksida, dimana keadaan ini menyebabkan terjadinya kerusakan sel endotel, yang merupakan titik sentral munculnya gejala dan tanda klinik preeklampsia berat, yaitu hipertensi, edema, dan proteinuria. [J Agromed Unila 2015; 2(3):272-277]Kata kunci: asam folat, homosistein, preeklampsia, proteinuria
Korelasi antara Pemakaian Oksitosin Drip pada Ibu dengan Angka Kejadian Hiperbilirubinemia Neonatal Andhika Razannur Harjanto; Muhartono Muhartono
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemakaian oksitosin drip dalam menginduksi kelahiran sudah menjadi hal yang lumrah dalam ilmu kedokteran obstetrik. Oksitosin merupakan suatu hormon yang diproduksi pada bagian supraoptik dan paraventrikuler dari hipotalamus yang memiliki peran utama sebagai neuromodulator di otak. Salah satu fungsi dari oksitosin adalah untuk menginduksi kelahirandengan cara menimbulkan atau meningkatkan kontraksi/his dari uterus. The Institute for Safe Medication Practices menyatakan oksitosin sebagai obat dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi. Terdapat beberapa kekhawatiran bahwa pemakaian dosis tinggi memiliki potensial untuk menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan, salah satunya adalahterjadinya hiperbilirubinemia neonatal seperti yang diungkapkan oleh penelitian Sunit Singhi dan Merhaban Singh dari Department of Paediatrics, All-India Institute of Medical Sciences. Hiperbilirubinemia neonatal adalah istilah yang dipakai untuk ikterus neonatorum setelah ada hasil laboratorium yang menunjukkan peningkatan kadar serum bilirubin danmerupakan salah satu penyebab utama dari kerusakan otak pada neonatus yang dapat dicegah. [J Agromed Unila 2015;2(3):278-283].Kata kunci: hiperbilirubinemia neonatus, jaundice, oksitosin
Efektivitas Buah Tomat sebagai Penghambat Kerusakan Hepar Akibat Boraks Andika Yusuf Ramadhan; Khairunissa Berawi
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengguna bahan additive pada makanan masih sering dilakukan oleh penjual makanan baik berupa jajanan sekolah, jajanan pasar atau pedagang makanan di pasar. Tujuan penggunaannya pun berbeda-beda baik sebagai penguat rasa, pewarna makanan, serta mengawetkan makanan. Pedagang Jajanan Sekolah (PJAS) merupakan produsen yang paling banyak menggunakan bahan additive. Bahan additive yang paling banyak digunakan sendiri adalah formalin, borax, rhodamin B, methanyl yellow, dan benzoat. Pada kelompok makanan utama didapat 9,74% dari total keseluruhan sampel mengandung boraks. Boraks merupakan bahan additive yang penggunaannya terbatas pada pembersih ruangan, antimikroba ruangan dan lain lain. Uji toksikologi sendiri telah dilakukan untuk melihat efek samping dari terkonsumsinya boraks seperti nekrosisliver, acute kidney injury, gangguan neurologis, genotoxicity, nephrotoxicity dan gangguan fungsi testis. Tomat merupakan suatu jenis sayuran yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Hal tersebut terlihat dari terjadinya peningkatan konsumsi dan produksi tomat dari tahun 2012 hingga 2013. Tomat sendiri memiliki kandungan yang penting bagi tubuh manusia.Kandungan tersebut terdiri atas lycopen, flavonoid, lutein dan isoflavon. Senyawa-senyawa tersebut sudah terbukti memiliki efek antioksidan yang dapat bereaksi dengan hasil metabolisme senyawa boraks yaitu boron. Boron yang terakumulasi di dalam hati akan menyebabkan reaksi oksidatif dan meningkatkan jumlah radikal bebas di dalam tubuhkhususnya di hati. Senyawa likopen, flavonoid, lutein dan isoflavon berperan dengan mereduksi jumlah reactive oxygen species (ROS) yang ditimbulkan oleh metabolisme senyawa boron. [J Agromed Unila 2015; 2(3):284-289]Kata kunci: boraks, tomat, kerusakan hepar, xenobiotics, stress oksidatif