cover
Contact Name
Bayu Anggileo Pramesona
Contact Email
bayu.pramesona@fk.unila.ac.id
Phone
+6281274004767
Journal Mail Official
jka@fk.unila.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumantri Brojonegoro No.1 Gedung C FK Unila lt. 1 Ruang Jurnal Lakuna Rajabasa Bandar Lampung Kode Pos 35145 Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Published by Universitas Lampung
ISSN : 26557800     EISSN : 2356332X     DOI : https://doi.org/10.23960/jka
Core Subject : Health,
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles 565 Documents
Pengaruh Perlakuan Treadmill terhadap Jumlah dan Motilitas Sperma Mencit (Mus musculus L.) Obesitas Tiwuk Susantiningsih; Lana Asfaradilla
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini masih banyak masalah gizi yang dapat memengaruhi kualitas kesehatan salah satunya yaitu masalah kegemukan. Pencegahan epidemi kegemukan merupakan salah satu tantangan besar gizi dan kesehatan masyarakat baik di negara maju maupun negara berkembang. Terjadinya obesitas lebih ditentukan oleh terlalu banyaknya makan, terlalu sedikitnyaaktivitas atau latihan fisik, maupun keduanya. Latihan Treadmill selain meningkatkan kekuatan otot dan memperbaiki metabolisme tubuh, juga dapat meningkatkan penyerapan oksigen pada darah serta melatih otot jantung dan paru-paru). Penelitian tentang pelatihan fisik yang berlebihan (stres fisik) dengan penurunan kualitas spermatozoa menunjukkan bahwaterjadi peningkatan Reactive Oxygen Species (ROS) dalam seminal plasma dan penurunan perlindungan oleh antioksidan. Pelatihan fisik memulai respon fisiologis dan biokimia yang kompleks. Setiap gerakan otot yang cepat dimulai dengan metabolisme anaerobik. Tenaganya berasal dari pemecahan Adenosin Triphosphate (ATP) dengan hasil Adenosin Diphosphate (ADP) dan berlangsung di mitokondria. Jumlah sperma atau konsentrasi sperma dari spesies uji dapat ditentukan dari sampel ejakulat, epididimis, atau testis. Penentuan jumlah sperma epididimis biasanya hanya menggunakan sperma dari bagian kauda. [J Agromed Unila 2015; 2(3):343-346]Kata kunci: jumlah sperma, motilitas sperma, obesitas, treadmill
Kecacingan Pada Anak Nahdia Fadhila
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lebih dari 1,5 miliar orang atau sekitar 24% dari populasi manusia di dunia terinfeksi kecacingan, khususnya usia anak pra sekolah sebesar 270 juta anak dan usia anak sekolah dasar sebesar lebih dari 600 juta anak. Prevalensi kecacingan masih relatif tinggi yaitu sebesar 32,6% dan di dominasi oleh Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, Hookworm, Strongyloides, Necator americanus. Penyakit yang sering terjadi ini sangat mengganggu tumbuh kembang anak. Sehingga sangat pentinguntuk mengenali dan mencegah penyakit kecacingan pada anak sejak dini. Gangguan yang ditimbulkan mulai dari yang ringan tanpa gejala hingga sampai berat bahkan sampai mengancam jiwa. Adanya Ascaris lumbricoides dalam usus halus dapat menyebabkan kelainan mukosa usus, berupa proses peradangan pada dinding usus, pelebaran dan memendeknya villi, bertambah panjangnya kripta, menurunnya rasio villus kripta dan infiltrasi sel bulat ke lamina propria, yang berakibatpada gangguan absorpsi makanan. Sebagian kelainan ini dapat kembali normal bila cacing dikeluarkan. Upaya pencegahannya bisa dilakukan dengan penyuluhan dan pemberian pengobatan kepada penderita. [J Agromed Unila 2015;2(3):347-350]Kata kunci: antihelminth, Ascaris lumbricoides, kecacingan, sanitasi
Rhabdomyolisis dan Gagal Ginjal Akut pada Intoksikasi Karbon Monoksida Radian Pandhika
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intoksikasi karbon monoksida(CO) merupakan salah satu penyebab keracunan utama di Eropa dan Amerika Serikat. Karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna, tidak mengiritasi, tidak berbau, dan hambar yang terbentuk ketika karbon pada bahan bakar tidak terbakar secara sempurna. Intoksikasi CO dapat menginduksi gejala klinis yang ringan atau berat tergantung pada konsentrasi dan durasi paparan CO. Gejala akut yang muncul seperti sakit kepala, pusing, kelelahan, palpitasi, mual, muntah, sulit untuk bernapas, gangguan mental, gangguan penglihatan, dan kejang otot. Efek paparan jangka panjang CO dengan level rendah dapat menyebakan kumpulan gejala yang menyerupai penyakit flu seperti sakit kepala, kelelahan, nyeri otot, mual, muntah, dan perubahan sensitivitas terhadap cahaya, bau, dan rasa.Intoksikasi CO yangberatjuga dapat menyebabkan rhabdomyolisis. Rhabdomyolisis yang meluas dapat menyebabkan kerusakan ginjal jika tidak diterapi dengan segera, bahkan bisa menyebabkan gagal ginjal akut. Oleh karena itu, semua pasien yang mengalami intoksikasi CO berat perlu dilakukan pemeriksaan level enzim penanda kerusakan otot danjuga dimonitor fungsi ginjalnya. [J Agromed Unila 2015; 2(3):351-356]Kata kunci: gagal ginjal akut, intoksikasi co, rhabdomyolisis
Riwayat ASI Ekslusif terhadap Dermatitis Atopi Rana Mufidah Raydian
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis Atopi (DA) menjadi masalah kesehatan terutama pada balita dikarenakan sifatnya yang cenderung mengalami kekambuhan jika terpapar faktor risiko. Dermatitis atopi biasanya muncul dimasa kecil, DA dapat terjadi jika terjadi diseregulasi pada IgE yang mengakibatkan kerusakan epidermal barrier, salah satu faktor yang dapat mencega terjadinya DA adalah ASI. ASI eksklusif dapat melindungi anak dari penyakit DA karena kandungan antibodi Th1 and asam lemak esensial yang ada dalam ASI yang dapat melindungi bayi baru lahir dan mencegah timbulnya resiko alergi terutamadermatitis atopik. Sehingga riwayat pemberian ASI yg baik mampu mengurangi dari DA. [J Agromed Unila 2015; 2(3):357-359]Kata kunci: ASI eksklusif, dermatitis atopi, penyakit kulit
Tatalaksana Syok Hipovolemik Et Causa Suspek Intra Abdominal Hemorrhagic Post Sectio Caesaria Muhamad Iqbal Tafwid
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syok adalah suatu sindrom klinis yakni terdapat kegagalan dalam pengaturan peredaran darah sehingga terjadi kegagalan untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Dengan demikian, syok dapat terjadi oleh berbagai macam sebab dan dengan melalui berbagai proses. Seorang perempuan, 38 tahun, dengan keluhan utama penurunan kesadaran setelah menjalani operasi Sectio Cesaria (SC) atas indikasi pre eklampsia berat. Sebelumnya pasien telah menjalani persalinan dengan operasi SC ± 4 jam sebelum dirujuk ke rumah sakit Ahmad Yani Metro. Berdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tampak sakit berat, kesadaran apatis, skor GCS (Glasgow Coma Scale) 10, tekanan darah 80/50 mmHg, nadi 120x/menit teraba reguler, isi kurang ,dan tegangan lemah, pernapasan 32 x/menit, suhu 35,7oC, CRT (Capilary Refill Time)memanjang. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan shifting dullnes. Pada ekstrimitas superior dan inferior akral teraba dingin. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil Hb 7,6 g/dl. Pada pemeriksaan urine lengkap didapatkan hasil darah samar (++), keton (+++). Pada pemeriksaan radiologis foto cardiomegali dan edema pulmo, sedangkan hasil USG abdomen ditemukan gambaran asites di cavum pelvis. Terapi yang diberikan pada pasien yaitu pemberian cairan infusringer laktat 500 cc, dan fimahes 500 cc serta pemantauan urine output, pemberian O2 sungkup 3-5L/menit, injeksi dobutamin 10, injeksi lasix 20mg/24 jam, injeksi oksitosin 10 IU/8 jam, dan transfusi PRC (Packet Red Cell) 2 kolf. Syok hipovolemik yang terjadi pada pasien ini disebabkan oleh adanya suatu perdarahan, oleh karena itu dibutuhkan diagnosis yang cepat dan tepat serta tatalaksana yang sesuai untuk memperbaiki kondisi dan mencegah komplikasi lebih lanjut.[J Agromed Unila 2015; 2(3):203-210]Kata kunci: perdarahan post partum, syok hipovolemik, wanita
Malaria Falciparum Pada Anak Fani Nur Fajri Fauzi
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria merupakan infeksi Plasmodiumyang ditransmisikan oleh nyamuk Anopheles.Angka kejadian dan kematian akibat malaria masih sangat tinggi di dunia khususnya pada daerah tropis. Plasmodiumfalciparum merupakan jenis yang paling berbahaya dibanding dengan spesies plasmodium yang lain. Manifestasi klinis demam malaria yang khas berupa trias malaria. Penegakkan diagnosa dilakukan dengan ditemukannya plasmodium pada pemeriksaan mikroskopik. Seorang anaklaki-laki 11 tahun dengan demam selama 3 hari. Demam sifatnya hilang timbul, meningkat terutama malam hari dan disertai dengan keluhan menggigil dan kemudian berkeringat banyak saat suhu tubuh pasien mulai turun. Pasien juga mengeluh nyeri perut kanan atas dan BAB cair. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan kuadran kanan atas,hepatomegali dan splenomegali schuffner I. Dari pemerikaan laboratorium dengan mikroskpis sediaan darah ditemukan malaria falciparum. Pasien didiagnosa malaria falciparum. Terapi farmakologis berupa antimalaria (kombinasi dehidroartemisinin dan piperakuin selama tiga hari dan primakuin pada hari pertama). Tatalaksana disesuaikan denganpedoman tatalaksana malaria yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. [J Agromed Unila 2015;2(3):211-216]Kata kunci: demam, malaria, Plasmodium falciparum
Sindrom Nefrotik Kasus Baru Pada Anak Usia 2 Tahun Rosdiana Elizabeth
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sindrom nefrotik merupakan kumpulan manifestasi klinis yang ditandai dengan albuminuria, hipoalbuminemia dan edema. Sindrom nefrotik pada anak dapat terjadi pada semua usia, tetapi lebih banyak terjadi pada usia 1-2 tahun dan 8 tahun. Anak S, usia 2 tahun datang dengan keluhan bengkak pada seluruh tubuh sejak kurang lebih 2 minggu sebelum masukrumah sakit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi nadi 132x/menit, frekuensi pernafasan 38x/menit, suhu 36,80C, BB 13,5 kg, TB 86 cm, edema palpebra, asites, pitting edema, dan edema pada skrotum. Pemeriksaan penunjang didapatkan: total protein 3,8 g/dl, albumin 1,2 g/dl, globulin 2,7 g/dl, ureum 14 mg/dl, kreatinin 0,2 mg/dl, kolesterol total 659 mg/dl, protein urin 500 mg/dl. Pasien didiagnosa sebagai sindrom nefrotik kasus baru dan diberi tatalaksana prednison,furosemid, diet karbohidrat 35 kal/kgbb/hari, diet rendah garam (1-2 gr/hari), diet protein 0,8-1 gr/kgbb/hari dan rendah lemak, dan kebutuhan cairan dibatasi sebanyak 1400 cc per hari. Pasien dirawat inap selama lima hari dan membaik, terlihat dari penurunan berat badan menjadi 12 kg dan protein urin menjadi 150 mg/dl. [J Agromed Unila 2015; 2(3):217-221]Kata kunci: edema, hipoalbunemia, oligouria, sindrom nefrotik
Kesesuaian Peresepan Penyakit Faringitis Akut terhadap Standar Pengobatan di Puskesmas Rawat Inap Simpur Bandar Lampung Tahun 2013 Liana Sidharti; Giok Pemula; Rika Lisiswanti; Tri Umiana Soleha
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faringitis akut adalah infeksi faring yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, kasus faringitis akut masuk dalam urutan penyakit sepuluh besar terbanyak dan menduduki urutan ke lima pasien rawat jalan di Puskesmas Simpur Kota Bandar Lampung periode Januari-Desember 2013. Peresepan obatrasional merupakan peresepan obat yang jelas dan sesuai dengan kebutuhan pasien. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kesesuaian peresepan penyakit faringitis akut dengan Standar Pengobatan Dasar di Puskesmas tahun 2007. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan menggunakan data sekunder berupa rekam medik. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Simpur Bandar Lampung dan subjek penelitian ini adalah seluruh data peresepan penyakit faringitis akut dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling (non probability sampling) dengan jumlah sampel sebanyak 96 peresepan dan dilaksanakan pada bulan Oktober-November tahun 2014.Hasil penelitian terdapat kesesuaian jenis obat antibiotik dan simptomatik 100%, kesesuaian dosis obat antibiotik 66,7%, kesesuaian dosis obat simptomatik 67,1%, serta kesesuaian lama pemberian obat antibiotik 0% dan kesesuaian lama pemberian obat simptomatik 100%. Simpulan, didapatkan ketidaksesuaian dosis obat antibiotik dan simptomatik, sertaketidaksesuaian lama pemberian obat antibiotik dan kesesuaian lama pemberian obat simptomatik. [J Agromed Unila 2015;2(3):196-202]Kata kunci: faringitis akut, peresepan obat, standar pengobatan
Cover Agromedicine Admin Agromedicine
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Agromedicine
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pedagang Jajanan Anak Sekolah Dasar terhadap Penggunaan Pewarna Metanil Yellow di Kecamatan Sukarame Bandar Lampung Tahun 2015 Reni Zuraida; Oktadoni Saputra; Zamahsjari Sahli; Ayu Aprilia
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini pewarna metanil yellow banyak disalahgunakan dalam pembuatan makanan dan minuman. Metanil yellow banyak ditemukan pada jajanan seperti kerupuk, terasi, kembang gula, sirup, biskuit, sosis, makaroni goreng, minuman ringan, cendol, manisan, jipang dan ikan asap. Metanil yellow akan menyebabkan iritasi saluran cerna, perubahan histopatologi lambung, usus, hati, dan ginjal serta neurotoksisitas. Kurangnya pengetahuan dan sikap pedagang jajanan sekolah dasar menyebabkan masih tingginya penggunaan metanil yellow. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pedagang jajanan yang memakai metanil yellow akan dilakukan wawancara mendalam. Hasil wawancara diketik dan akan disortir selanjutnya akan dilakukan coding sehingga dapat menentukan tema. Berdasarkan data kualitatif didapatkan alasan ekonomi, pengalaman dari pedagang sebelumnya, akses mendapatkan perwarna yang mudah dan kurangnya pengawasan Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan dan BPOM merupakan faktor yang mempengaruhi pedagang dalam penggunaan Metanil Yellow. Kata kunci:  metanil yellow, pedagang jajanan, pengetahuan, sikap