cover
Contact Name
Bayu Anggileo Pramesona
Contact Email
bayu.pramesona@fk.unila.ac.id
Phone
+6281274004767
Journal Mail Official
jka@fk.unila.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumantri Brojonegoro No.1 Gedung C FK Unila lt. 1 Ruang Jurnal Lakuna Rajabasa Bandar Lampung Kode Pos 35145 Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Published by Universitas Lampung
ISSN : 26557800     EISSN : 2356332X     DOI : https://doi.org/10.23960/jka
Core Subject : Health,
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles 565 Documents
Glomerulonefritis Akut Pasca Streptokokal dengan Hipertensi pada Anak Ria Rizki Jayanti; Etty Widyastuti; Betta Kurniawan
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Glomerulonefritis akut merupakan suatu reaksi imunologis pada ginjal terhadap bakteri atau virus tertentu yang dengan karakterisitik berupa cedera glomerular yang onsetnya mendadak. WHO mempekirakan 472.000 kasus glomerulonefritis akut pasca streptokokal (GNAPS) terjadi setiap tahunnya secara global dengan 5.000 kematian setiap tahunnya. Di Indonesia pengamatan mengenai GNA pada anak di sebelas universitas di Indonesia pada tahun 1997-2002, lebih dari 80% dari 509 anak dengan GNA mengalami efusi pleura, kardiomegali serta efusi perikardial, dan 9,2% mengalami ensefalopati hipertensi. An. B, 11 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan buang air kecil berwarna kemerahan, bengkak pada wajah terutama disekitar mata dan saat bangun disertai nyeri ulu hati. Riwayat demam, batuk dan sakit tenggorokan dua minggu sebelumnya. Pemeriksaan fisik ditemukan tekanan darah 150/110 mmHg. Hasil urinalisis didapatkan warna merah, kejernihan keruh, protein 500 mg/dl, darah samar 300 Ery/μi, sedimen eritrosit 20-30/LP 400 x/LBP. Pemeriksaan kimia darah albumin 2,2 gr/dL, ureum 122 mg/dL, kreatinin 1,80 mg/dL, pemeriksaan ASTO (-), dan CRP (+). Berdasarkan klinik tersebut pasien didiagnosis GNAPS dengan hipertensi grade II.Kata kunci: edema, glomerulonefritis, hipertensi
Cover Agromedicine Admin Agromedicine
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Agromedicine
Hubungan Coping Mechanism dengan Hasil Ujian Akhir Blok Basic Science 1 pada Mahasiswa Angkatan 2015 Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Galih Prasetio Ekin Basuki Utomo; Oktadoni Saputra; Merry Indah Sari
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coping mechanism dapat diartikan sebagai perilaku yang digunakan oleh individu dalam mengatasi masalah yang dapat menimbulkan stress dengan menghindari, menjauhi dan mengurangi stress atau dengan menyelesaikan dan mencari dukungan sosial. Coping mechanism terdapat dua macam, yaitu problem solving focused coping dan emotion focused coping. Problem solving focused coping adalah strategi koping yang berfokus pada penyelesaian masalah (stressor), sedangkan emotion focused coping mengabaikan stressor untuk mengatasinya secara sementara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada dan tidaknya hubungan antara coping mechanism dengan hasil belajar pada mahasiswa angkatan 2015 Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Terdapat 190 responden yang didapatkan menggunakan metode total sampling.Data dianalisa dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan p=<0,05. Kuesioner yang digunakan adalah Ways of Coping Checklist terdiri atas 32 pertanyaan, yaitu 16 pertanyaan mengenai problem solving focused coping dan 16 pertanyaan mengenai emotion focused coping. Hasil belajar mahasiswa diukur dengan nilai Ujian Akhir Blok (UAB) Basic Science 1. Mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2015 menggunakan strategi coping mechanism yang hampir sama banyak antara problem solving focused coping (59,5%) dan emotion focused coping (40,5%). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara strategi coping mechanism dengan hasil UAB Basic Science 1 dengan nilai p=0,476.Kata kunci:Mekanisme koping,Emotion focused coping, Problem solving focused coping
Hubungan Efikasi Diri terhadap Self Directed Learning Readiness Mahasiswa Tingkat Pertama Fahrezi Fathilla; Merry Indah Sari; Susianti Susianti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self Directed Learning Readiness (SDLR) atau yang sering disebut kesiapan belajar mandiri merupakan suatu cara individu dalam mengatur aktivitas belajarnya secara mandiri sesuai dengan pemikiran yang dianggap mampu untuk dilakukan. Tingkat self directed learning individu dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah efikasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri terhadap self directed learning readiness mahasiswa tingkat pertama Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik kategorik tidak berpasangan dengan pendekatan cross sectional. Pada penelitian ini hanya 214 responden yang masuk dalam kriteria inklusi. Nilai efikasi diri diukur dengan kuesioner GSE sedangkan nilai self directed learning readiness mahasiswa diukur dengan menggunakan kuesioner Self Directed Learning Readiness Scale (SDLRS). Data dianalisis dengan uji Chi square. Efikasi diri mahasiswa yang dominan yakni pada kategori sedang 159 orang (74,3%) diikuti kategori tinggi 33 orang (15,4%). Nilai self directed learning readiness mahasiswa paling banyak terdapat pada kategori tinggi sejumlah 123 orang (57,5%). Berdasarkan uji statsistik chi square didapatkan adanya hubungan yang bermakna (p=0,023) antara efikasi diri terhadap self directed learning readiness. Efikasi diri berpengaruh positif terhadap self directed learning readiness mahasiswa tingkat pertama Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.Kata kunci: efikasi diri, problem based learning, self directed learning readiness.
Tingkat Depresi dan Kontrol Kadar Gula Darah Puasa pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Bandar Lampung Mutiara Kartiko Putri; TA Larasati; Dian Isti Angraini
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit yang ditandai dengan kenaikan kadar gula darah. Bandar Lampung menjadi kota dengan penderita diabetes melitus tipe 2 terbanyak di Provinsi Lampung, yaitu sebanyak 1.063 orang. Banyak faktor yang mempengaruhi pengendalian diabetes melitus tipe 2, salah satunya adalah tingkat depresi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran tingkat depresi dan control kadar gula darah puasa pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian telah dilakukan pada 115 responden sejak bulan September hingga Desember 2017, di beberapa Puskesmas di Bandar Lampung. Penentuan puskesmas yang diteliti menggunakan teknik cluster sampling dengan kriteria jumlah penderita diabetes melitus tipe 2 terbanyak. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling. Sebelum dilakukan pengukuran kadar gula darah puasa, peneliti menginformasikan kepada responden untuk berpuasa sejak pukul 10 malam selama 8 jam. Pengukuran kadar gula darah puasa dilakukan setelah memastikan responden sedang berpuasa. Gula darah puasa diukur menggunakan glukometer melalui pengambilan darah perifer. Tingkat depresi responden dinilai melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner Beck Depresson Inventory-II dalam bahasa Indonesia. Kuesioner tersebut telah diuji validitas kembali dengan nilai Chronbach alfa 0,845. Hasil penelitian terdapat 90 responden (78,26%) mengalami depresi minimal, 11 responden (9,57%) mengalami depresi ringan, 8 responden (6,95%) mengalami depresi sedang dan hanya 6 responden (5,22%) mengalami depresi berat. Sebanyak 62 responden memiliki kadar gula darah puasa tidak terkontrol (53,9%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagian besar penderita diabetes melitus tipe 2 di Bandar Lampung mengalami depresi minimal ringan dan memiliki kadar gula darah yang tidak terkontrol.Kata kunci: diabetes melitus tipe 2, kontrol kadar gula darah puasa, tingkat depresi
Hubungan Durasi Penggunaan Etambutol Fase Intensif Kategori 1 terhadap Gangguan Persepsi Warna dan Penurunan Tajam Penglihatan pada Penderita Tuberkulosis di Puskesmas Rawat Inap Panjang Kota Bandar Lampung Fernadya Sylvia Nurindi; Rani Himayani; Arif Yudho Prabowo; M. Yusran
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etambutol merupakan salah satu jenis obat yang digunakan dalam pengobatan tuberkulosis. Etambutol memiliki efek samping yaitu neuropati optik toksik yang bermanifestasi pada gangguan persepsi warna dan penurunan tajam penglihatan. Efek samping tersebut berkaitan dengan durasi penggunaan etambutol. Metode penelitian observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan Snellen chart dan Farnsworth D-15 Arrangement Test Online. Subjek penelitian berjumlah 41 orang penderita tuberkulosis dewasa yang mendapatkan penatalaksanaan tuberkulosis kategori 1 selama 2 bulan di Puskesmas Rawat Inap Panjang Kota Bandar Lampung. Analisis hubungan antara variabel pada penelitian ini menggunakan uji statistik Fisher. Terdapat 17,0% responden yang mengalami gangguan persepsi warna dan 24,4% responden mengalami penurunan tajam penglihatan. Hasil dari uji statistik durasi penggunaan etambutol dengan persepsi buta warna didapatkan p value 0,586. Hasil dari uji statistik antara durasi penggunaan etambutol dengan penurunan tajam penglihatan memiliki p value 0,058. Tidak terdapat hubungan antara durasi penggunaan etambutol terhadap gangguan persepsi warna dan penurunan tajam penglihatan pada penderita tuberkulosis di Puskesmas Rawat Inap Panjang Kota Bandar Lampung.Kata kunci: durasi penggunaan etambutol, persepsi warna, tajam penglihatan, tuberkulosis
Pengaruh Jenis Pekerjaan Guru Wanita di SMKN 4 Bandar Lampung dan Perawat Wanita di RSUD DR. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Terhadap Fungsi Seksual M. Nikola Risol; Sutyarso Sutyarso; Soraya Rahmanisa; Efrida Warganegara
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Atifitas seksual merupakan suatu bagian penting yang dimiliki dalam kehidupan seorang wanita, sehingga disfungsi seksual wanita dapat mengakibatkan terjadinya distress personal dan anxietas. Penelitian mengemukakan terdapat hubungan antara pekerjaan dengan fungsi seksual. Dalam beberapa penelitian ditemukan bahwa terdapat perbedaan fungsi seksual antara tenaga medis dan bukan tenaga medis yang bekerja di rumah sakit. Fungsi seksual wanita dapat diukur menggunakan kuesioner Female Sexual Function Index (FSFI). Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Analisis data bivariat penelitian ini menggunakan analisis independent t-test. Penelitian ini dilakukan terhadap 82 responden (41 orang perawat wanita dan 41 orang guru wanita). Skor FSFI profesi guru menunjukkan persentase terbesar pada skor <20 (46,34%) dan terkecil pada skor >20 (9,75%). Pada Skor FSFI profesi perawat menunjukkan persentase terbesar pada skor 20-26 (58,54%) dan terkecil pada skor >26 (14,63%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa kelompok guru memiliki rata-rata usia 36,73±1,147 dan rata-rata skor FSFI 20,742±0,571 sedangkan perawat memiliki rata-rata usia 36,66±1,121 dan rata-rata skor FSFI 22,356±0,573. Simpulan, analisis bivariat menunjukkan adanya pengaruh jenis pekerjaan (guru-perawat) terhadap fungsi seksual wanita (p= 0,049).Kata kunci: fungsi seksual, female sexual function index (FSFI), guru, perawat.
Efektifitas Pelatihan Kader Posyandu Dalam Peningkatan Cakupan Imunisasi Di Desa Gunungtiga, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Lampung Rika Rahmawati; Charisatus Sidqotie; Alvin Widya Ananda; Yogi Maryadi; Fitria Saftarina
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi merupakan suatu tindakan efektif pencegahan penyakit dan kematian balita di Indonesia. Kebijakan penyelenggaraan imunisasi ini dilaksanakan oleh semua sektor, terutama posyandu. Posyandu merupakan pelayanan kesehatan utama ibu dan anak bersumber daya masyakarat yang tenaga utama pelaksana posyandu adalah kader posyandu. Pelatihan kader posyandu di Desa Gunungtiga perlu dilakukan karena kurangnya keterampilan dan pengetahuan, serta jauhnya akses pelayanan kesehatan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh pelatihan kader posyandu terhadap kemampuan dan pengetahuan kader mengenai cakupan imunisasi di Desa Gunungtiga, Tanggamus, Lampung. Penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan menggunakan desain One group Pretest Posttest. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner pengetahuan. Rerata nilai pre-test kader sebelum pelatihan adalah 37,03 dan rerata nilai post-tes adalah 79,62. Hasil uji paired t test menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan ini secara statistik signifikan dengan nilai p = 0,000 ( α<0,05). Kesimpulan, terdapat pengaruh yang signifikan dari adanya pelatihan terhadap kemampuan dan pengetahuan kader mengenai cakupan imuNisasi di Desa Gunungtiga.Kata kunci: imunisasi, kader posyandu, pelatihan.
Efektivitas Kulit Batang Bakau Minyak (Rhizopora apiculata) sebagai Antioksidan Khairun Nisa Berawi; Desty Marini
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senyawa antioksidan adalah senyawa pemberi elektron (elektron donor) yang dapat menurunkan kadar radikal bebas dan membantu mengurangi atau mencegah dampak stress oksidatif akibat radikal bebas. Banyak bahan alam asli Indonesia mengandung antioksidan yang belum diketahui oleh masyarakat. Penggunaan bahan alam yang mengandung antioksidan membantu meningkatkan kualitas kesehatan individu dengan biaya relatif lebih terjangkau. Tumbuhan bakau minyak (Rhizopora apiculata) merupakan salah satu tanaman di Indonesia, sumber alami kaya antioksidan. Tumbuhan ini memiliki kandungan banyak antioksidan seperti senyawa alkaloid, flavonoid, triterpenoid, steroid, saponin dan tanin. Metode Penangkapan Radikal Bebas dengan metode 2,2’-Difenil-1-pikrilhidrasil (DPPH) ekstrak metanol kulit batang bakau menghasilkan IC50: 3,31 μgmL-1, pada ekstrak metanol batang didapatkan IC50: 30 μgmL-1, nilai terendah terdapat pada ekstrak metanol akar didapatkan IC50: 53,2 μgmL-1. Penangkapan radikal bebas dengan metode Asam 2,2-Azinobis(3-etilbenzatiazolin)-6-sulfonat (ABTS) pada kulit batang menghasilkan IC50: 18,47 3 μgmL-1. Nilai IC50 pada ekstrak metanol akar adalah 55,54 μgmL-1. Nilai IC50 terendah adalah ekstrak metanol batang dengan nilai IC50 sebesar 77.12 μgmL-1. Metode Penangkapan Radikal Bebas 2,2’-Difenil-1-pikrilhidrasil (DPPH) dan Metode Penangkapan Radikal Bebas Asam 2,2-Azinobis(3-etilbenzatiazolin)-6-sulfonat (ABTS) menunjukkan ekstrak kulit batang bakau merupakan bagian yang paling potensial sebagai antioksidan. Aktivitas antioksidan tertinggi pada kulit batang Rhizopoda apiculata dapat mengangkap radikal bebas adalah senyawa tanin.Kata kunci: antioksidan, radikal bebas, tanaman bakau minyak (Rhizopora apiculata), tanin
Pemanfaatan Imunisasi sebagai Upaya Pencegahan Difteri Ani Purwati; Minerva Nadia Putri A T
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus difteri tidak pernah mereda sejak 2006. Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Difteri terutama menginfeksi tenggorokan dan saluran napas bagian atas, dan menghasilkan toksin yang mempengaruhi organ lainnya. Berdasarkan panduan WHO, definisi kasus klinis pada KLB difteri adalah laringitis, faringitis atau tonsilitis disertai pseudomembran di tonsil, faring, dan/atau hidung. Sedangkan berdasarkan buku pedoman Penanggulangan KLB Difteri Provinsi Jawa Timur menjadi kasus suspek, kasus probable, dan kasus konfirmasi. Kasus suspek difteri adalah orang dengan gejala laringitis, nasofaringitis atau tonsilitis ditambah pseudomembran putih keabuan yang tak mudah lepas dan mudah berdarah di faring, laring, tonsil. Kasus probable difteri adalah suspek difteri ditambah dengan riwayat kontak, bullneck, riwayat kontak daerah endemis, gagal jantung, atau mati. Kasus konfirmasi difteri adalah kasus probable yang hasil isolasi ternyata positif C. difteri. Imunitas terhadap penyakit tergantung pada adanya antibodi anti-toksik difteri (IgG). Vaksinasi terhadap difteri telah mengurangi angka kematian dan morbiditas difteri secara dramatis. WHO merekomendasikan seri vaksinasi primer tiga dosis dengan toksoid difteri, diikuti oleh dosis booster. Tingkat seroproteksi yang dihasilkan pada toksoid difteri (≥0,1 IU/mL) masing-masing DT 95,1% dan DPaT 90,3%. Untuk memutuskan rantai penularan, seluruh anggota keluarga serumah harus segera diperiksa oleh dokter dan diperiksa apus tenggorok untuk menentukan status mereka apakah mereka penderita atau karier difteri dan mendapat pengobatan eritromisin. Imunisasi merupakan cara yang paling ampuh untuk pencegahan difteri.Kata kunci: Difteri, imunisasi, KLB