cover
Contact Name
Bayu Anggileo Pramesona
Contact Email
bayu.pramesona@fk.unila.ac.id
Phone
+6281274004767
Journal Mail Official
jka@fk.unila.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumantri Brojonegoro No.1 Gedung C FK Unila lt. 1 Ruang Jurnal Lakuna Rajabasa Bandar Lampung Kode Pos 35145 Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Published by Universitas Lampung
ISSN : 26557800     EISSN : 2356332X     DOI : https://doi.org/10.23960/jka
Core Subject : Health,
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles 565 Documents
Retinoblastoma: Diagnosis dan Tatalaksana Terkini Nahrassyiah Rahma Putri; Zheva Aprillia Yozevi; Rani Himayani; Putu Ristyaning Ayu Sangging
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retinoblastoma merupakan tumor malignan pada retina yang biasanya terjadi pada anak berusia dibawah lima tahun. Tumor ini dapat berupa tumor endofitik (di dalam vitreous), eksofitik (di dalam ruangsubretinal), atau campuran dari keduanya. Retinoblastoma merupakan tumor intraokuler primer yang paling banyak ditemui pada masa kanak-kanak dan menempati 3% dari seluruh tumor pada anak. Manifestasi klinis retinoblastoma bergantung pada stadium penyakitnya. Lesi awal seringkali terlewatkan tanpa terdiagnosis, kecuali oftalmoskopi indirek dilakukan. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk membantudiagnosis retinoblastoma, yaitu pemeriksaan mata, ocular ultrasonography dan Magnetic Resonance Imaging (MRI), oftalmoskopi direk, CT scan, pemeriksaan sistemik, dan pemeriksaan genetik. Tujuan primertatalaksana retinoblastoma adalah untuk menyelamatkan nyawa pasien. Terdapat beberapa metode untuk mengatasi retinoblastoma – fokal (cryotherapy, laser photocoagulation, transpupillary thermotherapy,transscleral thermotherapy, plaque brachytherapy), lokal (external beam radiotherapy, enukleasi), dan sistemik (kemoterapi).Kata kunci: Retinoblastoma, Diagnosis, Tatalaksana
PENGARUH HEPATOPROTEKTIF BAWANG HITAM (BLACK GARLIC) TERHADAP INTOKSIKASI ALKOHOL Ni Made Karenina Rini Dwi Cintawan; Anggraeni Janar Wulan; Rani Himayani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hepatoprotektif dari bawang hitam (black garlic)  terhadap intoksikasi alkohol. Penelitian ini menggunakan metadata analisis dengan tinjauan literatur (literature review)  yang menjelaskan mengenai pengaruh hepatoprotektif dari bawang hitam (black garlic) terhadap efek intoksikasi alkohol pada hati. Intoksikasi alkohol menimbulkan gejala kesehatan dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan bahkan kematian. Data World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa sebanyak 320 ribu orang pada usia 15-29 tahun meninggal dunia setiap tahunnya terkait dengan intoksikasi alkohol. Hasil literatur menunjukkan bawang hitam dapat mengurangi aktivitas enzim hepatic, meningkatkan aktivitas antioksidan dan menurunkan stress oksidatif akibat intoksikasi alkohol sehingga mengurangi kerusakan pada hati. Kata Kunci: hepatoprotektif, bawang hitam, intoksikasi alkohol
Etiologi, Diagnosis, Prognosis, dan Tatalaksana Nurul Fadhilah Az-zahro; Rani Himayani; Putu Ristyaning Ayu Sangging
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tonsilitis atau umum dikenal sebagai radang amandel adalah peradangan pada tonsil tepatnya di bagian cincin waldayer. Etiologi dari tonsilitis dapat disebabkan oleh virus dan bakteri. Prevalensi tonsilitis di Indonesia mencapai 3,8% dan lebih sering terjadi pada anak-anak usia lima sampai lima belas tahun. Penegakan diagnosis dari tonsilitis dapat dilakukan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik. Anamnesis dilakukan untuk menggali riwayat dari berbagai keluhan pasien, berupa keluhan lokal dan keluhan sistemik. Pemeriksaan fisik tonsil dilakukan dengan bantuan spatula lidah, salah satu hal yang perlu dinilai adalah besarnya tonsil.Besar tonsil dibagi menjadi T0, T1, T2, T3, dan T4. Secara umum, prognosis dari tonsilitis adalah baik dan jarang terdapat komplikasi. Tatalaksana pada pasien dengan tonsilitis dapat dilakukan secara operatif dan non-operatif. Pada sebagian besar pasien, tonsilitis adalah penyakit yang dapat sembuh sendiri atau self limiting disease. Artikel ini menggunakan metode literature review dari berbagai rujukan jurnal nasional dan internasional dengan kata kunci pencarian berikut: diagnosis, etiologi, prognosis, dan tatalaksana.  Kata Kunci:  Diagnosis, Etiologi, Prognosis, Tatalaksana.
Potensial Ekstrak Herbal Kunyit (Curcuma Longa) Sebagai Anti Bakteri dan Anti Inflamasi Regi Afriyana; Mirza Junando; Nurmasuri Nurmasuri
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kunyit (Curcuma longa) merupakan salah satu tanaman herbal  yang sangat dikenal berkhasiat terutama bagian rimpangnya. Kunyit dibudidayakan secara luas di India, Cina, Indonesia, dan negara-negara tropis lainnya. Senyawa aktif yang terkandungdalam rimpang kunyit antara lain yaitu Kurkuminoid, Minyak atsiri, Resin (termasuk terpenoid, triterpenoid, fenilpropena),lemak, Karbohidrat, vitamin dan sebagainya. Kurkumin dipercaya mampu bekerja sebagai anti bakteri diantaranya sepertibakteri Staphylococcus.aureus dan Escherichia coli yang diharap dapat menjadi alternatif untuk mengatasi infeksi dan dapatmengurangi terjadinya resistensi dari penggunaan antibiotik. Mekanisme Kurkumin sebagai zat anti bakteri adalah denganmenghancurkan dinding sel dan menyebabkan kematian pada sel bakteri. Selain sebagai anti bakteri, Kunyit jugaidipercayamemiliki efek farmakologis sebagai  anti inflamasi atau peradangan dalam tubuh dengan mekanisme menghambat berbagaimolekul yang terlibat dalam dalam proses inflamasi. Tujuanipenulisan dari artikel ini adalah untuk mengetahui potensiekstrak herbal Kunyit (Curcuma Longa) sebagai anti bakteri dan anti inflamasi. Metode penelusuran sumber dilakukan melaluimesin pencarian Google Scholar,Pubmed,idan Elsevier. Hasil penelusuran ditemukan bahwa ektrak Kunyit memiliki potensisebagai anti bakteri dan anti inflamasi secara efektif. Semakin besar konsentasi pada ekstrak maka efek farmakologis yangditimbulkan semakin besar. Kata Kunci: Kunyit (Curcuma Longa), Antibakteri, Anti Inflamasi.
Konjungtivitis: Etiologi, Klasifikasi, Manifestasi Klinis, Komplikasi, dan Tatalaksana Rifka Putri Dewi; Putu Ristyaning Ayu Sangging; Rani Himayani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konjungtivitis adalah penyakit yang mengacu pada peradangan konjungtiva, pembengkakan pembuluh darah, nyeri, gatal, dan cairan yang keluar dari mata. Konjungtivitis dapat menyerang semua kalangan masyarakat dari usia, demografis, atau status sosial ekonomi. Meskipun biasanya sembuh sendiri dan jarang menyebabkan kehilangan penglihatan, penting untuk menyingkirkan penyebab mata merah yang mengancam penglihatan. Etiologi konjungtivitis dapat dibedakan menjadi menular dan tidak menular. Manifestasi klinis pada konjungtivitis berbeda sesuai dengan etiologinya. Komplikasi pada konjungtivitis akutjarang terjadi. Namun, pasien yang tidak menunjukkan perbaikan dalam 5-7 hari harus dirujuk ke dokter mata untuk evaluasi lebih lanjut. Tatalaksana pada konjungtivitis harus tepat dan sesuai berdasarkan penyebab dan gejalanya. Terapi yang diberikan berbeda-beda antara setiap jenisnya. Terapi spesifik konjungtivitis tergantung pada temuan antigen mikrobiologisnya. Terapi dapat dimulai dengan antibiotik topikal spektrum luas. Artikel ini menggunakan metode literature review dari berbagai rujukan jurnal nasional dan internasional dengan kata kunci pencarian berikut: etiologi, klasifikasi, komplikasi, konjungtivitis, manifestasi klinis, tatalaksana. Kata Kunci:  Etiologi, Klasifikasi, Komplikasi, Konjungtivitis, Manifestasi Klinis, Tatalaksana
COVID-19 PADA ANAK (LITERATURE REVIEW) Sultan Mahathir Bastha; Asep Sukohar; Evi Kurniawaty; TA Larasati
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus disease 2019 atau yang disebut COVID-19 disebabkan oleh SARS CoV-2 ini berawal dari Wuhan, China, menyebar ke lebih dari 200 negara. Sejak awal pandemi COVID-19, jelas bahwa anak-anak yang terinfeksi sindrom pernapasan akut coronavirus 2 atau SARS-CoV-2 sebagian besar tetap tanpa gejala atau gejala ringan. Secara umum, anak- anak dengan COVID-19 memiliki risiko lebih rendah untuk dirawat di rumah sakit dan komplikasi yang mengancam jiwa. Namun demikian, kasus penyakit parah atau sindrom hiperinflamasi multisistem pasca infeksi bernama sindrom inflamasi  multisistem pada anak-anak telah dijelaskan. Jarang anak-anak dengan COVID-19 yang parah mengalami komplikasi neurologis. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa penutupan sekolah memiliki dampak terbatas pada penularan SARS-CoV-2, jauh lebih sedikit daripada tindakan jarak sosial lainnya. Beberapa bulan terakhir, varian baru SARS-CoV-2 muncul dengan penularan yang lebih tinggi dan peningkatan dampak pada morbiditas dan kematian. Hingga saat ini, belum banyak data yang solid mengenai dampak COVID-19 pada anak-anak. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui update baru terkait COVID-19 pada anak. Dari literature review 40 artikel yang terdapat di database NCBI, PubMed, dan Google Scholar,hanya 37 artikel yang dipilih untuk disertakan. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menggambarkan data terbaru tentangperkembangan COVID-19 pada anak-anak. Kata Kunci: Anak-anak,COVID-19, COVID-19 pada anak
Literature Review : Faktor Penyebab Kejadian Anemia pada Remaja Putri Syavira Elisa; Oktafany Oktafany; Rasmi Zakiah Oktarlina
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja khususnya remaja putri  ialah anemia. Anemia merupakan  suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (Hb) seseorang kurang dari normal. Anemia adalah salah satu kelainan darah yang umum terjadi saat kadar sel darah (eritrosit) dalam darah terlalu rendah. Angka kejadian anemia pada remaja di Indonesia sebesar 32%, Provinsi Lampung menduduki peringkat pertama prevalensi a nemia tertinggi yaitusebesar 63%. Deteksi anemia dapat dilakukan dengan cara memeriksakan kadar hemoglobin (Hb) atau dengan Packed CellVolume (PCV). Dampak dari anemia dapat menimbulkan berbagai masalah serius pada remaja. Remaja yang menderita anemia akan mengalami kondisi lemah, letih, lesu, muka tampak pucat, pusing, hingga terjadinya penurunan konsentrasi, menghambat pertumbuhan fisik dan kercedasan otak, penurunan produktivitas kerja. Dalam review ini masalah terkait anemia dikumpulkan dan kemudian dianalisis untuk melihat faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya anemia pada remaja putri. Metode yang digunakan dalam studi pustaka ini menggunakan database elektronik. Fakto r-faktor penyebab anemia pada remaja putri meliputi pola menstruasi, pola makan yang kurang baik, infeksi cacingan, kebiasaan mengkonsumsi teh atau kopi setelah makan, durasi tidur, kurangnya asupan vitamin C dan faktor ekonomi. Kata Kunci: Anemia, Faktor Penyebab, Remaja Putri
KONTAMINASI LOGAM BERAT (Cd, Pb, DAN Hg) PADA IKAN TERI (STOLEPHORUS INDICUS) Vadiyani Fricillya Puteri; Ramadhan Triyandi; Ihsanti Dwi Rahayu; Muhammad Iqbal
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran logam lingkungan adalah salah satu masalah global yang serius dengan efek kesehatan yang parah karena persistensi dan akumulasinya dalam organisme hidup. Ikan adalah makanan laut yang paling umum dikonsumsi secara global. Konsumsi ikan merupakan jalur utama paparan logam berat, seperti kadmium (Cd), timbal (Pb), dan merkuri (Hg) pada manusia. Ikan teri (Stolephorus indicus) adalah ikan tingkat trofik rendah yang memakan zooplankton, udang, udang, dan amphipoda. Ikan teri merupakan salah satu komoditas perikan lauttertinggi di bandarlampung pada tahun 2021 yaitu sebesar Rp 5.084.122.700 dengan volume penangkapan mencapai 237.552 kg. Pemantauan konsentrasi logam dalam ikan penting sebagai  bioindikator pencemaran lingkungan laut, menilai risiko kesehatan konsumsi ikan yang telah terkontaminasi, dan memastikan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan keamanan pangan.Kata kunci: Ikan teri, Kontaminasi, Logam berat, Stolephorus indicus
Potensi Minyak Atsiri Jeruk Kalamansi (Citrus microcarpa Bunge) Sebagai Antibakteri Alami: Tinjauan Pustaka. Afna Nur Afni Palogan; Mutiara Nauli Br. Sitinjak; Andi Nafisah Tendri Adjeng; Citra Yuliyanda Pardilawati; Rasmi Zakiah Oktarlina
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit infeksi merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh mikroorganisme yang bersifat patogen sehingga menjadi penyebab penurunan kualitas kesehatan secara global. Pada tahun 2019, terdapat lima bakteri patogen yang menjadi penyebab kematian yaitu S. aureus, E.coli, S. pneumonia, K. pneumonia, dan P. aeruginosa. Penggunaan antibiotik yang tepat dapat digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Selain dengan pengobatan medis, pengobatan infeksi bakteri dapat dilakukan melalui pengobatan herbal. Minyak atsiri jeruk kalamansi merupakan senyawa bioaktif alami yang memiliki senyawa limonene,carvacrol, timol, terpenoid, dan senyawa lainnya. Senyawa tersebut bersifat antiseptik dan antibakteri alami yang dapat berikatan dengan protein transmembran pada dinding sel bakteri seperti S. typhimurium, L. Monocytogenes, S. aureus, P. aeruginosa, E. coli, MRSA dan S. mutans, sehingga menyebabkan sel membran bakteri akanmengembang hingga rusak. Akhirnya bakteri tersebut kekurangan nutrisi dan lisis (mati).Kata Kunci: Infeksi bakteri, Minyak atsiri, Jeruk kalamansi, Antibakteri alami
Talasemia Beta: Etiologi, Klasifikasi, Faktor Risiko, Diagnosis, dan Tatalaksana Faisol Rohmadhiyaul Haq; Syazili Mustofa; Rani Himayani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Talasemia beta merupakan penyakit hemoglobinopati yang disebabkan oleh gangguan sintesis rantai beta globin akibat kelainan genetik pada kromosom 11. Prevalensi talasemia beta di Indonesia mencapai 3% dari penduduk yang merupakan salah satu tertinggi di asia tenggara. Diagnosis talasemia didasarkan pada kriteria klinis, kriteria hematologi, dan kriteria DNA. Pasien talasemia beta dapat mengalami gejala yang sama dengan anemia, seperti lemas, mudah lelah, dan mengantuk. Pemeriksaan laboratorium darah lengkap dan hitung darah, disertai pemeriksaan elektroforesis Hb digunakan untuk menegakkan diagnosis talasemia beta.  Penatalaksanaan talasemia saat ini difokuskan pada transfusi darah. Tindakan splenektomi, Hematopoietic Stem Cell Transplantation (HSCT), dan induksi produksi hemoglobin fetal (HbF) juga dapat dipertimbangkan dalam tatalaksana talasemia. Tatalaksana biomolekuler berupa terapi genetik sedang dalam masa uji coba dan beberapa menunjukkan keberhasilan dengan bebasnya penderita talasemia beta dari ketergantungan transfusi darah.Kata kunci: Hemoglobinopati, Penyakit Genetik, Talasemia beta. tatalaksana