cover
Contact Name
Abdullah Muhlis
Contact Email
abdullah.muhlis@unars.ac.id
Phone
+6285779169664
Journal Mail Official
abdullah.muhlis@unars.ac.id
Editorial Address
Kampus 2 Universitas Abdurachman Saleh Situbondo, Jl. Baluran - Sumberkolak, Situbondo, Jawa Timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Prima Eksakta
ISSN : 30631173     EISSN : 30477697     DOI : https://doi.org/10.36841/pe
Prima Eksakta menerima artikel mahasiswa dengan bidang ilmu: 1. Pertanian (Usahatani, Agroindustri, Pemasaran & Perilaku Konsumen, Kebijakan Pertanian, Penyuluhan Pertanian, Agronomi, Proteksi Tanaman) 2. Teknik Kelautan (Oseanografi, Teknologi Bangunan Sungai & Laut, Sumberdaya Perikanan, Ekonomi Kelautan, Kepelabuhanan) 3. Biologi (Botani, Zoologi, Genetika, Mikrobiologi, Bioteknologi, Konservasi) 4. Matematika (Aljabar, Graf, Komputasi, Optimasi, Pemodelan, Statistik)
Articles 30 Documents
Keanekaragaman Dan Pemanfaatan Tanaman Obat Desa Sumberkolak Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo Jawa Timur Kasih, Nurul Alifia; Fajar, M. Thoifur Ibnu; Rani, Dewi Eka Prawita
PRIMA EKSAKTA Vol 1 No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v1i1.4052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanaman obat yang masih dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur dan bagaimana cara masyarakat dalam pengolahan dan pemanfaatan tanaman obat di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis tanaman obat yang masih dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo Jawa Timur sebanyak 41 jenis. Jenis tanaman obat yang paling sering dimanfaatkan yaitu beluntas, jahe dan sirih. Cara pengolahan tanaman obat yang dilakukan oleh mayarakat Desa Sumberkolak, yaitu direbus, ditumbuk, diteteskan, dioleskan, diseduh, direndam, dan ditempelkan, dan dikonsumsi langsung. Masyarakat Desa Sumberkolak banyak memanfaatkan tanaman obat dengan cara direbus. Bagian tanaman obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat, yaitu daun sebanyak 50%, buah sebanyak 3%, bunga sebanyak 2%, rimpang sebanyak 16%, batang sebanyak 5%, dan umbi sebanyak 2%.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI DI KAMPUNG MURAM SARI DISTRIK SEMANGGA KABUPATEN MERAUKE Fitriyana, Cindy; Widyantari, Ineke Nursih; Nurliah, Nurliah
PRIMA EKSAKTA Vol 3 No 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v3i1.7619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi padi di Kampung Muram Sari secara simultan dan parsial, serta untuk mengetahui variabel yang paling dominan. Penelitian dilakukan pada Februari hingga Maret 2025 dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan jumlah sampel sebanyak 85 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan kuesioner, serta dianalisis melalui regresi linier. Hasil uji parsial (uji T) menunjukkan bahwa variabel lahan (X₁) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap produksi padi dengan sebesar 32,3%. Selanjutnya, variabel pupuk (X₂) juga berpengaruh signifikan terhadap produksi padi 55,5%. Variabel benih (X₄) memiliki pengaruh signifikan terhadap produksi sebesar 31,3%. Sementara itu, Pestisida (X₃) berpengaruh signifikan negatif terhadap produksi padi sebesar 56%, dan Tenaga kerja (X₅) tidak berpengaruh signifikan, dengan pengaruh negatif sebesar 3,9%. Di antara kelima variabel tersebut, pupuk merupakan faktor yang paling dominan dalam memengaruhi produksi padi di Kampung Muram Sari.
SALURAN DAN MARGIN PEMASARAN KOPI BUBUK LIBERIKA CAP MARWAH DI KABUPATEN SITUBONDO Aziza, Defi; Sari, Sasmita; Suryaningsih, Yasmini
PRIMA EKSAKTA Vol 3 No 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v3i1.7694

Abstract

Kopi bubuk Liberika Cap Marwah kenyataanya di Situbondo sudah banyak beredar dipasaran. Peneliti mengamati produk ini disajikan dan dipasarkan dalam bentuk kopi bubuk siap konsumsi, yang tidak hanya menyasar pasar lokal tetapi juga berpotensi menembus pasar yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan yaitu untuk mengetahui Saluran dan Margin Pemasaran KopiBubuk Liberika Cap Marwah di Kabupaten Situbondo. Penentuan daerah penelitian dilakukandengan secara sengaja atau (purposive sampling). Analisis data dan pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis Saluran Pemasaran dan Margin Pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemasaran pemasaran Kopi Bubuk Liberika Cap Marwah yang terdiri dariUMKM - pedagang pengecer -konsumen akhir. Margin pemasaran Kopi Bubuk Liberika CapMarwah pada saluran 1 adalah sebesar Rp. 38.000 per kilogram kopi marwah. Berdasarkan nilaimarjin pemasaran UMKM bubuk kopi Marwah bahwa saluran pemasaran 1 lebih eifisien Besar marjin pada saluran tersebut dipengaruhi oleh harga produk di tingkat konsumen akhir dan harga di tingkat produsen
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PEMBESARAN KEPITING BAKAU (Scylla Serrata) DI KECAMATAN PANARUKAN KABUPATEN SITUBONDO (STUDI KASUS USAHA BUDIDAYA PEMBESARAN KEPITING BAKAU DI DESA PELEYAN) Syaif, Aldi Rahman; Sari, Sasmita; Suryaningsih, Yasmini
PRIMA EKSAKTA Vol 3 No 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v3i1.7623

Abstract

Kepiting bakau memiliki populasi yang cukup banyak dalam kawasan hutan mangrove. Hal tersebut terjadi karena setiap induk betina mampu bereproduksi hingga mengahasilkan 3 – 3,5 juta butir telur dalam sekali pemijahan. Perkawinan kepiting bakau hanya terjadi pada kepiting betina dan jantan yang sudah matang kelamin. Ketersediaan yang melimpah menjadi pemasukan bagi nelayan kepiting bakau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi pemasaran usaha budidaya Kepiting bakau dan menganalisa strategi pengembangan dan peningkatan daya saing pada usaha ternak budidaya kepiitng bakau milik Bapak Sugiyono. Lokasi penelitian terletak di usaha milik Bapak Sugiyono tepatnya di Kecamatan Panarukan. Data yang dikumpulkan dianalisa secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan marketing mix dan analisa SWOT. Strategi Pengembangan kepiting bakau dengan menggunakan seluruh kekuatan dan peluang yang ada yaitu pemilik mempertahankan kualitas bibit kepiting, potensi SDM, jaringan pasar yang luas dan modal yang digunakan.
DETEKSI DAN IDENTIFIKASI JAMUR KONTAMINAN PADA PRODUK ROTI DI SITUBONDO Susita Prasati, Nur; Burhan, Syohibul; Hasanah, Muzzayanatul; Nisa, Isyaroh Khairatun; Avidhah Elhany, Nurul; Ikbal, Muhammad
PRIMA EKSAKTA Vol 3 No 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v3i1.7721

Abstract

Roti merupakan salah satu pangan berbahan dasar tepung yang populer di masyarakat. Produk ini disukai karena rasanya yang lezat serta kandungan gizinya yang cukup baik. Di pasaran tersedia berbagai jenis roti, seperti roti tawar dan roti sobek, yang sering menjadi pilihan menu sarapan bagi sebagian masyarakat Indonesia. Selama masa penyimpanan, roti sangat rentan mengalami penurunan mutu apabila disimpan dalam jangka waktu yang melebihi batas atau pada kondisi lingkungan yang tidak sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jamur kontaminan pada sampel roti yang dijual di wilayah Situbondo. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh roti kemasan yang dijual di area Situbondo Kota, dengan jumlah sampel sebanyak 20 roti yang diambil menggunakan metode total sampling. Sampel diperoleh dari beberapa warung. Media kultur yang digunakan untuk identifikasi makroskopis dan mikroskopis jamur adalah Sabouraud Dextrose Agar (SDA) dan pewarna Lactophenol Cotton Blue (LPCB). Hasil identifikasi mikroba pada beberapa sampel roti adalah Aspergillus flavus dan neurospora sp.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN BOKASHI BERBAHAN DASAR KOTORAN SAPI DI PT WAHYU UTAMA GROUP Wijayanto, Rahma Saldi; Kristiyoningsih, Kristiyoningsih; Wulandari, Kartika
PRIMA EKSAKTA Vol 3 No 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v3i1.7626

Abstract

Penelitian ini dilakukakn untuk mengetahui kelayakan usaha pengolahan kotoran sapi menjadi bokhasi di PT. Wahyyu Utama Group. Variabel yang di ukur adalah dengan menggunakan analisa pendapatan, BEP, RC Ratio dan BC Ratio sehingga mampu mewakili bahwa usaha tersebut bisa dan layah untuk dilanjutkan. Hasil penelitian tersebut adalah berdasarkan aspek produksi, usaha pembuatan bokashi di PT. Wahyu Utama Group layak untuk dijalankan karena ketersediaan bahan baku yang melimpah dan dapat dilakukan segan interval pembuatan 3-5 hari sekali. Secara teknis tidak terdapat kendala yang berarti dalam pelaksanaan produksi pupuk bokashi mulai dari pembuatan hingga pemasaran. Pupuk Bokasi buatan PT Wahyu Utama Group belum memiliki hasil uji laboratorium bahan organic yang terkandung serta belum memiliki kekuatan hukum yang pasti karena belum memiliki ijin edar dari dinas terkait. Pemasaran produk dilakukan dengan cara stok di lokasi produksi dan beberapa agen. Aspek keuangan didasarkan pada perhitungan pendapatan dalam satu kali produksi sebesar Rp. 369.000,00. B/C Ratio sebesar 1,21 yang artinya usaha layak dijalankan, BEP volume produksi 50 pcs sedangkan dalam satu kali produksi dapat menghasilkan 60 pcs. Ditinjau dari spek lingkungan, pembuatan pupuk bokashi dapat menurunkan polusi udara dan meningkatkan kesuburan tanah. Usaha pembuatan pupuk bokashi dapat memberikan peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
VALUASI EKONOMI OBJEK WISATA PANTAI SEDULUR DESA DHAJA GUDANG PLEYAN KECAMATAN PANARUKAN KABUPATEN SITUBONDO Sofia, Nur; Dwi Safitri, Lovita Lutfi; Nur Hikmawan, Ahmad Rizal; Kanzul Vikri, Mohammad Royhan; Surya Putra, Riko Rahman; Laksono, Difqi; Nicky Riadi, Moh. Nabil; Anugerah Yekti, Gema Iftitah
PRIMA EKSAKTA Vol 3 No 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v3i1.7744

Abstract

Kawasan pesisir memiliki potensi ekonomi dan lingkungan yang besar, namun sering kali belum di kelola secara optimal akibat minimnya informasi mengenai nilai ekonominya. Pantai Sedulur yang terletak di Desa Dhaja Gudang Pleyan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo merupakan salah satu destinasi wisata pesisir yang memiliki daya tarik alam, tetapi belum memiliki kajian valuasi ekonomi, objek wisata Pantai Sedulur sebagai dasa pengelolaan wisata pesisir yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah Travel Cost Method (TCM) dengan pendekatan survei terhadap 48 responden wisatawan menggunakan teknik incidental sampling. Data analisis untuk mengetahui biaya perjalanan, frekuensi kunjungan, surplus konsumen, serta estimasi nilai ekonomi total, hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Sedulur memiliki nilai ekonomi yang signifikan dengan estimasi nilai ekonomi total sebesar Rp 3.337.704.000 per tahun. Nilai surpus konsumen sebesar Rp 726.878 menunjukkan tingginya manfaat ekonomi bersih yang di terima pengunjung, meskipun fasilitas wisata wisata masih tergolong sederhana. Temuan ini menegaskan bahwa Pantai Sedulur merupakan aset ekonomi lingkungan yang penting dan berpotensi di kembangkan secara berkelanjutan berbasih masyarakat.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI ANAEROB PENGURAI BAHAN ORGANIK DARI SUNGAI TERCEMAR LIMBAH DOMESTIK RUMAH TANGGA Syarofah, Huuriyah Alfiatus; Indatun Nikmah, Firdaus Kamil; Burhan, Syohibul; Hasanah, Muzzayanatul; Nisa, Isyaroh Khairatun; Maulana, Aldy; Avidhah Elhany, Nurul
PRIMA EKSAKTA Vol 3 No 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v3i1.7657

Abstract

Pencemaran sungai akibat limbah domestik rumah tangga dapat meningkatkan kandungan bahan organik yang berdampak pada perubahan komunitas mikroorganisme perairan, termasuk bakteri anaerob. Bakteri anaerob memiliki peran penting dalam proses penguraian bahan organik serta siklus biogeokimia di lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri anaerob pengurai bahan organik dari air Sungai Patokan, Situbondo, yang tercemar limbah domestik rumah tangga. Penelitian dilaksanakan pada bulan September–Desember 2025. Isolasi bakteri dilakukan menggunakan metode cawan tuang pada media Tryptic Soy Agar (TSA) dengan tingkat pengenceran hingga 10⁻⁶ dan diinkubasi selama ±4 hari pada suhu 36°C. Identifikasi bakteri dilakukan berdasarkan pengamatan karakteristik makroskopis koloni, pewarnaan Gram, serta pengamatan mikroskopis yang selanjutnya dibandingkan dengan Bergey’s Manual of Determinative Bacteria dan Cowan and Steel’s Manual. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua isolat bakteri anaerob, yaitu isolat A1 yang teridentifikasi sebagai Clostridium sp. (bakteri Gram positif berbentuk batang dengan endospora) dan isolat A2 yang teridentifikasi sebagai Thiobacillus denitrificans (bakteri Gram negatif berbentuk batang).
PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP TAHU ALOI DI KABUPATEN SAMBAS Astrini, Astrini; Sari, Dian
PRIMA EKSAKTA Vol 3 No 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v3i1.7792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi konsumen terhadap tahu Aloi di Kabupaten Sambas. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert yang mencakup lima aspek utama, yaitu: kualitas produk, ketersediaan tahu kedelai, harga, kebiasaan konsumsi, dan citra merek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi konsumen terhadap kualitas produk berada pada kategori sangat baik dengan skor 852 (81%). Ketersediaan tahu kedelai memperoleh skor 386 (64%) dalam kategori baik, harga sebesar 456 (76%) juga dalam kategori baik, kebiasaan konsumen memperoleh skor 316 (70%) dalam kategori baik, dan citra merek mendapatkan skor 238 (79%) dalam kategori baik. Secara keseluruhan, total skor persepsi konsumen mencapai 2.249 atau 74%, yang termasuk dalam kategori baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa produk tahu kedelai, khususnya tahu Aloi, telah mendapatkan penerimaan yang cukup baik di kalangan masyarat, meskipun masih terdapat ruang untuk peningkatan dalam hal ketersediaan dan penguatan merek.
ANALISIS RISIKO PRODUKSI DAN PENDAPATAN PADA USAHATANI BAWANG MERAH (Allium Cepa Var. Ascalonicum) DI DESA WONOKOYO KECAMATAN KAPONGAN KABUPATEN SITUBONDO Shofiyantin, Maulidia; Suhesti, Endang; Untari, Wiwik Sri
PRIMA EKSAKTA Vol 3 No 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v3i1.7692

Abstract

Bawang Merah merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, namun usahatani ini menghadapi risiko produksi, harga, dan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keuntungan serta risiko produksi, harga, dan pendapatan pada usahatani bawang merah di Desa Wonokoyo, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari 23 responden petani bawang merah yang dipilih secara purposivedan dianalisis menggunakan analisis biaya, pendapatan, dan koefisien variasi (CV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani bawang merah di Desa Wonokoyo tergolong menguntungkan, dengan nilai R/C ratio sebesar 12,8. Risiko produksi memiliki nilai CV sebesar 0,66, risiko harga sebesar 0,023, dan risiko pendapatan sebesar 0,69, yang seluruhnya berada di bawah nilai 1, menunjukkan bahwa tingkat risiko tergolong rendah hingga sedang. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa data empiris dari wilayah yangbelum banyak dikaji serta menambahkan dimensi analisis risiko harga secara kuantitatif dalam usahatani bawang merah.

Page 3 of 3 | Total Record : 30