Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sociologi contains scientific articles, theoretical and empirical studies resulting from research by students, academics, and practitioners in the field of Science and Applied Science Education which can be implemented in the context of science learning. The scope of science in this journal includes but is not limited to Sociology, and History. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments, and simulation, as well as applications. Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sociologi is a multidisciplinary journal committed to no single approach, discipline, methodology, or paradigm. This journal welcomes a variety of approaches (qualitative, quantitative, and mixed methods) to empirical research; and also publishes high-quality systematic reviews and meta-analyses.
Articles
143 Documents
Tanggung Jawab Hukum Dan Dinamika Sosial Mantan Karyawan Notaris Sebagai Saksi Akta Terhadap Kerahasiaan Isi Akta
Andi Muhammad Irfan;
Andi Intan Purnamasari;
Supriyadi Supriyadi
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.463
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggung jawab mantan karyawan notaris yang membocorkan rahasia akta, dan untuk menganalisis perlindungan hukum bagi mantan karyawan notaris sebagai saksi terhadapkerahasiaan isi akta. Penelitian ini juga mengkaji aspek sosiologis dari hubungan kerja antara notaris dan mantan karyawannya, serta dampak sosial dari pelanggaran kerahasiaan akta terhadap kepercayaan masyarakat pada profesi notaris. Fenomena sosial ini menarik untuk dikaji mengingat adanya pergeseran nilai loyalitas dalam hubungan kerja di era modern. Tipe penelitian ini merupakan penelitian hukum Social Jurisprudence. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu Mix Methode dan pendekatan undang-undang (statute approach) serta pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan yang diperoleh baik bahan hukum primer maupun bahan hukum sekunder. Kemudian dianalisis secara kualitatif berdasarkan teori-teori hukum yang ada, untuk selanjutnya dideskripsikan lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tanggung Jawab Mantan Karyawan Notaris Dalam Kerahasiaan isi akta yaitu memiliki tanggung jawab secara pribadi dalam menjaga kerahasiaan isi akta yaitu berperan sebagai saksi instrumentair, namun dalam hal ini hanya sebatas formalitas yang dijalankan dalam proses pembuatan atau peresmian suatu akta karena didasari oleh perjanjian kerja yang telah dibuat antara notaris dan mantan karyawan notaris sebelum bekerja pada kantor notaris. Mantan karyawan Notaris yang tidak menjaga kerahasiaan atau membocorkan kerahasiaan akta dengan sengaja maka mantan karyawan notaris tersebut dapat dikenakan sanksi berdasarkan Pasal 1365 KUH Perdata yang menjelaskan bahwa tiap perbuatan melanggar hukum yang membawa dampak kerugian pada orang lain, mengharuskan orang yang membuat kerugian tersebut untuk mengganti kerugian tersebut. Dan Perlindungan hukum terhadap mantan karyawan notaris adalah Akta autentik yang merupakan bukti yang lengkap (mengikat) berarti kebenaran dari hal-hal yang tertulis dalam akta tersebut harus diakui oleh Hakim, yaitu akta tersebut dianggap sebagai benar, selama kebenarannya itu tidak ada pihak lain yang dapat membuktikan sebaliknya. Artinya pihak yang mendalilkan ketidakbenaran atau keautentikan akta tersebut maka ia wajib membuktikan ketidakbenarannya.
Peran Pendidikan Sejarah Dalam Mempertahankan Identitas Dan Budaya Lokal Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Waibakul Sumba Tengah
Ari Rambu Ata;
Sari mellina Tobing;
Donna Avianty
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.473
Pembelajaran sejarah sebagai penguatan rasa cinta tanah air dalam kebangsaan dan menjadikan warga negara yang baik. Pembelajaran sejarah dapat memberikan manfaat serta makna dalam kehidupan apabila bisa memplejari sejarah dengan kritis dan mampu menumbuhkan wawsaannya dalam mengambil keputusan (Purwanta dkk, 2015). Bahkan dalam kehidupan nilai sejarah ini dapat membentuk ataupun merubah siswa yang bisaanya tidak menghargai waktu hingga bisa menghargai waktu, akrena sejarah tidak jauh dari waktu. Sejarah juga membantu menumbuhkan dan memperkuat karakter bangsa (Putri dkk, 2017: 69). Pendidikan sejarah memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan identitas nasional dan pemahaman tentang jati diri bangsa. Sejarah bukan hanya sekadar rangkaian peristiwa masa lalu, melainkan merupakan cermin perjalanan panjang sebuah bangsa dalam menghadapi tantangan dan membentuk karakter masyarakatnya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pendidikan sejarah dalam mempertahankan identitas dan budaya lokal pada siswa kelas X1 SMA Negeri 1 Waibakul Sumba Tengah dan Untuk mengetahui kendala apa serta upaya yang dilakukan dalam mempertahankan identitas dan budaya lokal pada siswa kelas X1 SMA Negeri 1 Waibakul Sumba Tengah. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini memberikan gambaran dan penjelasan yang tepat mengenai keadaan atau gejala yang dihadapi. Hasil penelitian adalah peran pelajaran dalam mempertahankan identitas dan budaya lokal siswa melalui pembelajaran berbasis sejarah lokal di SMA Negeri 1 Waibakul Sumba Tengah dapat dijabarkan sebagai berikut : Sebagai komponen yang memiliki posisi strategis dalam mempertahankan identitas dan budaya lokal pada siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Waibakul Sumba Tengah, Sebagai media pewarisan nilai sejarah lokal kepada siswa, Sebagai jembatan penghubung antara dunia nyata dan dunia sekolah dengan membawa siswa kedalam situasi riil di masyarakat, Sebagai fasilitator siswa dalam mengimplementasikan nilai-nilai budaya yang mereka peroleh.
Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Film terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri 4 Probolinggo
Yoga Wahyu Ferniawan;
Faizah Ulumi Firdausi;
Winin Maulidya Saffanah
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 2 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33503/maharsi.v7i2.642
Media Pembelajaran Movie memiliki Banyak keunggulan diantaranya; tidak menggunakan waktu yang terlalu lama, tidak memerlukan jarak, bisa diakses kapanpun dan dimanapun, dapat memberikan pengalaman belajar yang realistis, menyampaikan pesan dan emosi yang jauh lebih baik, dapat diulang kapan saja, serta dapat memotivasi siswa dalam belajar. Berdasarkan paparan di atas dapat dipahami bahwa media sangat berperan penting dalam kegiatan belajar mengajar.. Pemanfaatan media pembelajaran berbasis Movie di SMA Negeri 4 Probolinggo merupakan upaya sekolah dalam menginovasi pembelajaran agar lebih menarik minat siswa dan menjadikan salah satu ciri khas dari SMA N 4 Probolinggo. Penelitian ini bertujuan untuk :1) Mengetahui bagaimana pemanfaatan media pembelajaran berbasis movie yang digunakan oleh guru Sejarah di kelas IX A SMA N 4 Probolinggo. 2) 2. Bagaimana Hasil Belajar Sejarah Indonesia siswa SMA N 4 Probolinggo dengan media pembelajaran berbasis Movie. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukan bahwa pemanfaatan media berbasis movie dalam penggunaannya diawali dengan proses perencanaan yang dilakukan oleh guru, seperti menyiapkan alat proyektor, dan proses penggunaan media movie yang melibatkan guru dan siswa, serta suasana belajar yang menyenangkan yang ditandai dengan minat belajar siswa yang meningkat. Pada hasil belajar siswa SMA N 4 Probolinggo diketahui mengalami peningkatan dengan menggunakan media berbasis movie dalam pembelajaran Sejarah.
Eksistensi Tradisi Selapan Bagi Bayi Baru Lahir di Desa Dukuhsari Sukorejo Pasuruan
Miladia Mukrimmah;
Winin Maulidya Saffanah;
Faizah Ulumi Firdausi
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.643
Tradisi selapan merupakan suatu tradisi atau adat atau dikenal dengan sebutan selamatan yang dilakukan Ketika bayi berumur 35-40 hari. Tradisi ini dilakukan dengan tujuan agar si bayi dijauhkan dari mara bahaya, menjadi anak soleh dan solehah dan sebagai bentuk rasa syukur orang tua kepada Allah. Di Desa Dukuhsari tradisi atau selamatan ini masih terus dilakukan dan dijalankan oleh semua masyarakatnya. Tradisi selapan di Desa Dukuhsari dilakukan dengan berbagai macam tradisi upacara yaitu dengan pembacaan maulid diba’, upacara potong rambut dan kuku, upacara mandi kembang, upacara lingkah menyan, dan disertai dengan barbagai macam hidangan untuk para tamu undangan. Eksistenasi tradisi selapan di Desa Dukuhsari merupakan peneliatian kuantitatif berdasarkan pengamatan peneliti dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara terhadap Sebagian masyarakat dari berbagai upacara tradisi selapan yang ada di Desa Dukuhsari tidak semua masyarakat melakukannya, ada yang melakukan beberapa upacara saja dan ada juga yang melakukan semua upacara yang ada. Hal ini dikarenakan seiring perubahan zaman yang ada dari yang dulunya percaya akan kepercayaan dinamisme dan animisme dan sekarang semakin memudar
Analisis Perbandingan Kurikulum 2013 dengan Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Tingkat Satuan Pendidikan Menengah
Samudra Eka Cipta;
Riris Sapitri;
Pendik Kurniawan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.807
Kajian ini membahas tentang perbandingan Kurikulum 2013 dengan Kurikulum Merdeka dalam mengimplementasikan mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam khususnya pada jenjang pendidikan menengah di Indonesia. Dalam proses penyusunannya, penelitian ini menggunakan metode kajian literatur berupa sumber – sumber data sekunder. Hasil kajian ini menyatakan bahwa 1) Kurikulum 2013 pada mata pelajaran Sejarah Kebudyaan Islam terdapat kompetensi inti dan kompetensi dasar sebagai indikator kelulusan peserta didik, 2) sedangkan pada kurikulum merdeka terdapat capaian peserta didik dan alur tahapan pembelajaran sebagai salah satu indikator dari ketercapaian proses belajar peserta didik dalam memahami materi pada pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, 3) keduanya memiliki persamaan yakni mengedepankan kemampuan soft skills dan hard skills dalam proses pembelajaran, yang menjadi perbedaannya adalah jika Kurikulum 2013 diimplementasikan dalam bentuk portofolio, sedangkan Kurikulum Merdeka diintegrasikan dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sebagai hasil dari pembelajaran materi Sejarah Kebudayaan Islam di satuan pendidikan menengah.
Kesetaraan Gender untuk Menghadirkan “Ordinary People” dalam Narasi Buku Teks Sejarah SMA
Debi Setiawati;
Fatmawati Fatmawati;
Faisal Kurniawan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.826
Analisis kritis terhadap dinamika historiografi dalam buku teks sejarah Indonesia menunjukkan pergeseran signifikan dari era Orde Baru ke masa Reformasi. Pada masa Reformasi membawa revisi dan dekonstruksi narasi-narasi mengarah pada representasi sejarah yang lebih beragam dan inklusif, yang disesuaikan dengan kebutuhan sosial dan politik yang berubah. Untuk itu narasi berupa kesetaraan gender dengan menghadirkan tokoh – tokoh perempuan dari kelompok bawah dalam sejarah dengan menampilkan ordinary people dapat menambah wawasan siswa menjadi lebih luas. Metode yang digunakan berupa analisis deskriptif dengan pendekatan content Literatur. Sumber pustaka yang digunakan berupa buku, jurnal dan prosiding yang dianalisis dengan menggunakan pendekatan multidimensional. Pengembangan buku teks sejarah yang berfokus pada masyarakat awam dan berperspektif gender dapat meningkatkan literasi sejarah dengan menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, empati, dan pemahaman yang lebih mendalam terhadap proses sejarah. Hal ini dapat mendorong siswa dapat memahami narasi dari berbagai perspektif yang berbeda, dan mengenali peran individu serta kelompok dalam membentuk sejarah, sehingga dapat menjadikan pembelajaran sejarah lebih relevan dan menarik
Dinamika Sosial Ekonomi Pedagang Warung Kelontong Madura di Kota Malang
Abd. Wafi;
Ferdinan Bashofi;
Hendri Setiawan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.856
Hadirnya toko sembako Madura di masyarakat Malang mendapatkan banyak persepsi salah satunya toko Alfaduro. Masyarakat menilai bahwa warung sembako Madura dapat memberi manfaat kepada siapa saja yang membutuhkan kebutuhan pokok. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan persepsi masyarakat Kota Malang terhadap keberadaan warung sembako Madura di lingkungan sekitar dan untuk mengamati beberapa respons para pedagang mengenai kecocokan penjualan yang ada di kota Malang, serta peneliti ingin medapatkan beberapa jawaban dari Toko Kelontong terhadap penjualan modern yang terdapat di kota Malang pada tahun 2024. Kegiatan dalam segi ekonomi yaitu usaha untuk daya dan tarif hidup di Masyarakat, karena dengan semakin meningkatkan usaha di toko kelontong madura, dan semakin meningkatnya suatu dalam pertumbuhan dalam ekonomi dan kebutuhan di Masyarakat. Dalam penelitian ini, peeneliti mengunakan pendekatan sosiologi yang terdiri dari penelitian kualitatif deskriptif dengan metode wawancara yang dilakukan oleh peneliti menggunakan pendekatan secara langsung terhadap masyarakat di Kota Malang dengan objek penelitian yang terdiri dari 5 orang. Dari beberapa objek yang di ambil oleh peneliti dalam penelitian ini menggunakan sumber data yang diperoleh dari hasil wawancara yang dilakukan dengan berbagai pengamatan baik melakukan wawancara seacara langsung atau dengan mengunakan alat bantu yang beupa pencatatan, perekaman maupun camera. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan berbagai temuan yang terdiri dari tanggapan maupun jawaban para pedagang terhadap keberadaan barang dagangan toko kelontong yang berada di kota Malang.
Tarian Huda-huda/toping-toping sebagai Pendampingan Kedukaan bagi Masyarakat Simalungun
Riahta Saragih;
Tony Tampake;
Agus Supratikno
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 1 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33503/maharsi.v7i1.1195
Masyarakat Simalungun memiliki praktik budaya yang beragam dalam setiap tahapan kehidupan, mulai dari upacara adat kelahiran sampai kematian. Ada beberapa jenis kematian di Simalungun dan artikel ini berfokus pada kematian “sayur matua” (meninggalnya seseorang setelah menikah, mempunyai anak, cucu, dan cicit). Sayur Matua ialah kematian ideal bagi masyarakat Simalungun dan dipestakan secara besar-besaran. Meskipun demikian rasa sedih dan kehilangan akan tetap ada pada keluarga yang berduka. Biasanya pendampingan yang diberikan oleh gereja berfokus kepada keluarga inti dari yang berduka, sementara perlu dilakukan pendampingan kepada setiap orang yang merasa kehilangan pada kematian sayur matua. Pada upacara sayur matua biasanya menampilkan tarian huda-huda/toping-toping untuk menghibur keluarga yang berduka. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan tarian ini dan melestarikan budaya Simalungun. Tulisan ini menggunakan studi kepustakaan untuk mempelajari budaya Simalungun mengenai kematian yang di dapat melalui jurnal, buku dan wawancara dari informan penari setempat Melalui tulisan ini akan terlihat bahwa tari huda-huda/toping-toping tidak hanya untuk menghibur tetapi juga mengedepankan nilai-nilai seperti saling mendukung, persahabatan, berbagi rasa, penerimaan, persaudaraan, dan solidaritas yang dapat dijadikan sebagai bentuk pendampingan bagi masyarakat Simalungun dengan menggunakan teori Pendampingan Keindonesia dari Jacob Daan Engel. Tujuan penulisan ini untuk menghidupkan Kembali budaya Simalungun terkhusus pada tarian ini yang sudah jarang sekali dilakukan baik di pedesaan maupun di perkotaan. Tarian ini dapat menjadi bantuan kepada gereja melalui nilai-nilai pendampingan Keindonesiaan.
Tradisi Bhubhuwen sebagai Hubungan Timbal Balik pada Masyarakat Desa Ponjanan Barat Batu Mar-Mar Kabupaten Pamekasan
Sulaiman Sulaiman;
Septa Rahadian
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 1 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33503/maharsi.v7i1.1217
Masyarakat desa tidak akan pernah terlepas dari yang namanya tradisi, khusus nya di desa ponjanan barat batu marmar berupa tradisi bhubhuwen dari dulu hingga sampai sekarang tradisi tersebut terjaga dengan baik tidak pernah hilang, dikarenakan tradisi tersebut sebagai hubungan timbal balik pada saat melakukan resepsi pernikahan yang artinya saling bantu membantu secara finansial. Penelitian ini mengadopsi metode penelitian kualitatif untuk mengungkapkan serta menjelaskan implementasi sebenarnya dari tradisi bhubhuwen di desa Ponjanan Barat Batu Marmar Pamekasan. Pendekatan pengumpulan data melibatkan teknik wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan mengorganisir data secara sistematis dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, serta menyoroti aspek yang signifikan untuk ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi bhubhuwen di desa Ponjanan Barat Batu Marmar Pamekasan menggambarkan praktik kontribusi dalam acara pernikahan, di mana kontribusi tersebut berbentuk utang yang harus dikembalikan dengan jumlah yang sama.
Peranan Perdagangan Antarbangsa dalam Membentuk Masyarakat Kosmopolitan di Kota Banten pada Masa Sultan Abul Mafakhir Mahmud Abdul Kadir (1624-1651 M)
Sekar Apriani Pithaloka;
Tubagus Umar Syarif Hadiwibowo;
Rikza Fauzan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 1 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33503/maharsi.v7i1.1230
Perdagangan menjadi salah satu pilar utama dalam membangun peradaban sejak zaman kuno. Sebagai salah satu pusa perdagang utama di Asia Tenggara, Kota Banten memiliki posisi strategos yang memungkinkan terjadinya interaksi intensif antara pedagang lokal dan mancanegara. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kebijakan sosial-ekonomi pada masa Sultan Abul Mafakhir Mahmud Abdul Kadir (1624-16561 M) dalam mendukung perkembangan perdagangan internasional serta dampaknya terhadap pembentukan masyarakat cosmopolitan di Kota Banten pada abad ke 16-17 M. Metode penelitian yang digunakan adalah metode historis, meliputi tahapan heuristic, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh dari berbagai sumber baik primer maupun sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama menjalankan pemerintahannya, Sultan Abul Mafakhir (1624-1651 M) menerapkan kebijakan progresif seperti membuka kembali jalinan hubungan perdagangan dengan para pedagang asing, menigkatkan produksi utama seperti lada dan memperkenalkan gula sebagai komoditas perdagangan baru di Banten, serta membuka lahan-lahan pertanian, pembuatgan irigasi dan lumbung padi. Kebijakan tersebut tidak hanya memperkuat kembali perekonomian Kesultanan Banten, tetapi juga menicptakan ruang bagi interaksi budaya yang menghasilkan masyarakat cosmopolitan yang toleran dan insklusif sehingga menjadikannya sebagai salah satu kota tamadun Islam di Nusantara.