cover
Contact Name
Ferdinan Bashofi
Contact Email
ferdinanbashofi@uibu.ac.id
Phone
+6285755554384
Journal Mail Official
maharsi@uibu.ac.id
Editorial Address
Jl. Citandui No.46, Purwantoro, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur 65126
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
ISSN : 26562499     EISSN : 26848686     DOI : https://doi.org/10.33503/maharsi.v7i2
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sociologi contains scientific articles, theoretical and empirical studies resulting from research by students, academics, and practitioners in the field of Science and Applied Science Education which can be implemented in the context of science learning. The scope of science in this journal includes but is not limited to Sociology, and History. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments, and simulation, as well as applications. Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sociologi  is a multidisciplinary journal committed to no single approach, discipline, methodology, or paradigm. This journal welcomes a variety of approaches (qualitative, quantitative, and mixed methods) to empirical research; and also publishes high-quality systematic reviews and meta-analyses.
Articles 143 Documents
Strategi Nafkah Ganda Keluarga Nelayan Desa Karangantu Kecamatan Kasemen Kota Serang dalam Menghadapi Tantangan Ekonomi untuk Bertahan Hidup Khilda Mafaza; Wahid Abdul Kudus
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 1 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i1.1341

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi nafkah ganda yang diterapkan oleh keluarga nelayan di Desa Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, dalam menghadapi tantangan ekonomi lokal. Metode studi kasus digunakan untuk memahami bagaimana keluarga nelayan mencari sumber pendapatan tambahan di luar kegiatan melaut, faktor-faktor yang mendorong penerapan strategi tersebut, dan dampaknya terhadap keberlanjutan hidup mereka. Informan utama adalah ketua RT, mantan ketua RT, dan warga setempat. Penelitian ini difokuskan pada konteks lokal Desa Karangantu, sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasi untuk wilayah lain. Pertimbangan etis dijaga untuk melindungi hak dan martabat partisipan, serta membangun kepercayaan dengan masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara. Hasil penelitian diharapkan memberikan wawasan tentang strategi adaptasi keluarga nelayan, kontribusi bagi kebijakan lokal, dan dukungan untuk keberlanjutan ekonomi keluarga nelayan. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya memahami dan mendukung strategi nafkah ganda dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi di komunitas nelayan.
Persepsi Mahasiswa Pendidikan Sosiologi pada Dominasi Perempuan dalam Pembuatan Tren "Marriage is Scary" Dahlia Bela Novanza; Stevany Afrizal
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 1 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i1.1418

Abstract

Persepsi sebagai suatu proses penginterpretasian informasi dapat memberikan arti pada suatu tren atau fenomena yang terjadi dalam kehidupan manusia. Penelitian ini mengkaji persepsi mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sebagai generasi z yang diindikasikan mampu memberikan gambaran dan informasi guna membangun pengetahuan terkait fenomena dominasi perempuan dalam pembuatan tren “Marriage is Scary”. Secara sosiologis kemajuan teknologi yang terjadi dalam kehidupan manusia mendorong terjadinya perubahan makna pernikahan. Gambaran kelam pernikahan yang banyak ditampilkan di media sosial memiliki keterkaitan dengan tren “Marriage is Scary”. Tren tersebut merupakan tren yang didominasi oleh generasi z berjenis kelamin perempuan dengan muatan-muatan konten yang menunjukkan bahwa kehidupan pernikahan dipahami sebagai ritual sakral perempuan untuk melepaskan setengah hidupnya untuk anak dan suami serta memberikan gelar baru sebagai pekerja domestik. Meskipun bias gender dalam pernikahan banyak memuat perempuan, namun hubungan yang dijalin tanpa ikatan pernikahan lebih banyak merugikan perempuan. Penelitian ini dilakukan untuk memahami dan mendalami persepsi sehingga dapat membangun pengetahuan serta memperkaya literatur mengenai dinamika gender dalam perspektif sosiologis. Penelitian ini merupakan penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus. Berdasarkan pengumpulan data yang diperoleh dari hasil wawancara diperoleh hasil bahwa dominasi perempuan dalam pembuatan tren tersebut terjadi karena perempuan cenderung ditekan oleh apa yang dikonstruksikan masyarakat sehingga menimbulkan ketidaksetaraan, termasuk ketidaksetaraan perempuan dalam pernikahan.
Analisis Kesetaraan Gender: Peran Domestik Mahasiswa Pendidikan Sosiologi dalam Keluarga Rita Nur Sabilla; Nurul Hayat; Yustika Irfani Lindawati
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 1 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i1.1430

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesetaraan gender dalam pembagian peran domestik di kalangan mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Fokus penelitian ini adalah bagaimana mahasiswa, khususnya perempuan, menyeimbangkan tanggung jawab akademik dan pekerjaan rumah tangga. Mengginakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi, penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa perempuan sering mengalami beban ganda, di mana mereka harus menyelesaikan tugas akademik sambal tetap menjalankan peran domestik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma gender tradisional masih mempengaruhi pembagian peran domestik, yang berdampak pada stress psikologis dan kesenjangan dalam kinerja akademik. Namun, beberapa mahasiswa mengembangkan strategi adaptasi, seperti manajemen waktu yang lebih baik, untuk menghadapi tantangan ini. Studi ini menyoroti pentingnya kesadaran gender dalam pola asuh keluarga dan kebijakan Pendidikan guna mendorong pembagian yang lebih adil dalam rumah tangga.
Pemanfaatan Situs Cagar Budaya Singa Ngenuh sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa di Kelas XI SMKN 1 Gunung Timang Sartika Leluni; Yudi Susanto; Karso Karso; Silvia Arianti; Murae Murae
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 1 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i1.1457

Abstract

Rendahnya minat siswa SMKN 1 Gunung Timang dalam mengikuti pembelajaran sejarah mengakibatkan tujuan pembelajaran sejarah tidak tercapai. Hal ini disebabkan karena rendahnya kemampuan peserta didik di mata pelajaran sejarah, peserta didik kurang menyenangi pembelajaran sejarah karena peserta didik merasa jenuh dengan metode pembelajaran yang disampaikan guru kepada peserta didik. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan di sekolah SMKN 1 Gunung Timang di atas, urgensi penelitian ini mengacu kepada pentingnya penggunaan materi sejarah lokal dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui penggunaan Situs Cagar Budaya Singa Ngenuh sebagai sumber pembelajaran Sejarah Indonesia materi perang melawan kolonialisme di kelas XI SMKN 1 Gunung Timang, apa saja kendala yang dihadapi guru dalam pemanfaatan situs cagar budaya Singa Ngenuh sebagai sumber pembelajaran sejarah, upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut dan untuk mengetahui relasi antara pemanfaatan situs sebagai sumber pembelajaran dengan pemahaman siswa. Penelitian dilakukan di SMKN 1 Gunung Timang yang berada di Desa Ketapang. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif dan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan angket penelitian. Hasil dari penelitian diperoleh data bahwa situs cagar budaya Singa Ngenuh layak digunakan sebagai sumber pembelajaran sejarah, sarana dan prasarana pendukung serta materi terkait Singa Ngenuh masih minim, pemanfaatan situs cagar budaya Singa Ngenuh sebagai sumber pembelajaran sejarah dapat meningkatkan pemahaman siswa.
Pendidikan Karakter Berbasis Toponimi: Studi Relasi Budaya pada Pemukiman Etnis di Banten Lama Tubagus Umar Syarif Hadi Wibowo; Nurul Hayat; Abdul Malik Ridwan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 1 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i1.1476

Abstract

Peneltian ini mengulas toponimi di Kawasan Banten Lama yang mencerminkan hubungan budaya antar berbagai etnis, serta proses asimilasi dan interaksi budaya yang terjadi sepanjang sejarah. Toponimi, atau kajian tentang nama-nama tempat, tidak hanya mencerminkan aspek geografis, tetapi juga menggambarkan nilai-nilai budaya, sejarah, dan identitas masyarakat yang mendiami wilayah tersebut. Melalui pendekatan ini, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana nama-nama tempat di Kawasan Banten Lama dapat menjadi sarana dalam membangun kesadaran akan keberagaman budaya, toleransi, dan identitas kolektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnohistoris. Analisis toponimi dilakukan dengan memetakan nama-nama tempat yang memiliki keterkaitan budaya dan sejarah dari suatu etnis, serta mengkaji simbolisme yang terkandung di dalamnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa toponimi di Kawasan Banten Lama, seperti Kampung Bugis, Dermayon, Kebalen, (bekas) Pecinan, dan (bekas) Pekojan mencerminkan hubungan lintas budaya antar etnis yang berbeda, serta proses asimilasi dan integrasi yang telah berlangsung selama berabad-abad. Nama-nama tempat yang bersifat etnik atau historis memiliki nilai edukasi yang dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam pendidikan karakter. Dengan menganalisis contoh-contoh toponimi etnik dari berbagai daerah di Banten Lama, penelitian ini menunjukkan bahwa nama-nama tempat memiliki makna simbolik yang berpotensi memperkuat nilai-nilai karakter seperti kebersamaan, saling menghormati, dan keberagaman. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya mengintegrasikan toponimi ke dalam kurikulum pendidikan sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang mendukung pembentukan karakter peserta didik yang dapat dikembangkan melalui pendekatan sosio-historis, yang menggabungkan pemahaman sosial dan sejarah, memberikan wawasan tentang keragaman, sejarah lokal, dan identitas sosial. Pendekatan ini memperkuat kesadaran kritis, empati, dan penghargaan terhadap perbedaan.
Pergeseran Interaksi Sosial dalam Keluarga di Era Digital pada Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Qorin Mailani Rahayu; Subhan Widiansyah
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 1 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i1.1477

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pada interkasi sosial di kalangan keluarga. Pada era digital, penggunaan perangkat seperti smartphone, tablet, dan laptop semakin meningkat, akibatnya terjadi pergeseran dalam cara anggota keluarga berinteraksi satu sama lain. Salah satunya adalah mahasiswa, menjadi kelompok yang terpengaruh oleh digital. Fenomena ini dapat dilihat pada mahasiswa diberbagai kampus, khususnya pada mahasiswa Pendidikan Sosiologi dimana mereka menggunakan perangkat digital tidak hanya untuk mengakses informasi akademik tetapi juga untuk menjaga hubungan sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pergeseran interaksi sosial dalam keluarga pada mahasiswa Pendidikan Sosiologi angkatan 2022 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yaitu untuk memahami secara mendalam terkait penelitian tersebut dengan melakukan observasi dan wawancara. Hasil penelitian mengemukakan, interaksi sosial dalam keluarga mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa khususnya Angkatan 2022 telah secara signifikan bergeser karena kemajuan teknologi digital. Ditandai dengan pergeseran komunikasi dari tatap muka ke digital, perubahan intensitas dan kualitas interaksi, dan pergeseran kebiasaan keluarga. Penelitian ini juga menggunakan teori interaksionisme simbolik George H. Mead, ditunjukkan bahwa teknologi digital tidak hanya mengubah perilaku komunikasi tetapi juga mengubah makna dan konstruksi sosial dalam keluarga. Interaksi keluarga sekarang lebih fleksibel, kondisional, dan dihubungkan oleh perangkat digital. Kata Kunci Interaksi Sosial; Era Digital; Mahasiswa
Toleransi Antaragama dalam Perspektif Civil Sphere : Membangun Keberagaman Harmonis di Kota Kupang Justine Saudale; Izak Y.M. Lattu; Irene Ludji
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 1 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i1.1587

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi toleransi antar-agama dalam menjaga harmoni sosial serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat Kota Kupang dalam perspektif Civil Sphere. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik toleransi di Kota Kupang terwujud melalui dialog antar-agama, keterlibatan aktif komunitas dalam perayaan keagamaan, serta tindakan simbolik yang mencerminkan solidaritas sosial. Dalam perspektif Jeffrey Alexander, Kota Kupang mencerminkan ruang sipil yang memungkinkan integrasi sosial melalui simbol-simbol yang membangun narasi kebersamaan. Sementara itu, dalam pandangan George Herbert Mead, makna toleransi terbentuk melalui interaksi sosial yang memungkinkan individu dari berbagai latar belakang agama menginternalisasi nilai-nilai kebersamaan. Praktik seperti keterlibatan pemuda Kristen dalam membantu perayaan Idul Fitri dan partisipasi umat Muslim dalam menghias pohon Natal menjadi contoh nyata bagaimana simbol dan interaksi sosial memperkuat kohesi masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa harmoni dalam keberagaman tidak terjadi secara alami, melainkan merupakan hasil dari upaya kolektif berbagai pihak dalam membangun ruang publik yang inklusif dan toleran. Kata Kunci: Toleransi Antar-agama, Civil Sphere, Interaksi Simbolik, Simbol Keagamaan.
Menggali Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sebagai Identitas Budaya Riau Nur Ishami; Azura Azura; Ayu Nurkhasanah; Nurjanah Nurjanah; Sonia Sonia; Cut Raudhatul Miski
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 2 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i2.1618

Abstract

Penelitian ini membahas peran kearifan lokal sebagai warisan budaya yang memperkuat identitas masyarakat di Provinsi Riau. Kearifan lokal dipahami sebagai nilai-nilai, norma, dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian integral dari kehidupan sosial, budaya, dan spiritual masyarakat. Melalui pendekatan deskriptif- kualitatif, kajian ini menggali beragam bentuk kearifan lokal di Riau, seperti Nyanyi Panjang, Besesombau, Manolam, Gurindam Dua Belas, Pacu Jalur, Mandi Balimau, Ritual Tolak Bala, dan Festival Lampu Colok. Setiap tradisi mengandung nilai-nilai luhur seperti gotong royong, religiusitas, solidaritas, estetika, serta pelestarian lingkungan dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal tidak hanya berfungsi sebagai identitas budaya, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter, ketahanan sosial, dan penolak dampak negatif globalisasi. Oleh karena itu, pelestarian dan penguatan kearifan lokal menjadi penting dalam menjaga ati diri budaya dan membangun masyarakat yang berkarakter.
Makam Mahligai di Barus: Jejak Sejarah dan Peradaban Islam di Nusantara Siti Zahara; Della Delvira; Lisa Septiani; Nurhaliza Nurhaliza; Umi Rahmi
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 2 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i2.1619

Abstract

Konsep "Makam Mahligai" merupakan simbol dari nilai-nilai budaya dan spiritual yang mendalam di Indonesia. Artikel ini mengkaji makna historis dan budaya dari makam kuno di Barus, khususnya dalam konteks pengaruh peradaban Islam di nusantara. Penelitian ini fokus pada bagaimana desain arsitektur dan simbolisme makam tersebut menjadi jembatan antara dunia fisik dan spiritual, mencerminkan keyakinan masyarakat lokal mengenai kehidupan setelah kematian. Melalui analisis hermeneutik dan semiotik, penelitian ini menggali elemen-elemen arsitektur makam sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan pelestarian warisan budaya. Hasil penelitian ini menyoroti relevansi "Makam Mahligai" dalam konteks Indonesia kontemporer, dengan menekankan peran makam sebagai pemelihara identitas spiritual, budaya, dan sejarah. Temuan ini menunjukkan pentingnya makam tidak hanya sebagai tempat peristirahatan fisik, tetapi juga sebagai simbol keabadian dan status sosial, yang berkontribusi pada memori kolektif dan identitas masyarakat. Seiring dengan modernisasi yang mempengaruhi praktik pemakaman tradisional, artikel ini membahas pentingnya makam monumental sebagai penanda warisan budaya dan kelanjutan spiritual, terutama di daerah seperti Barus, di mana warisan Islam bertemu dengan tradisi lokal.
Keterwakilan Perempuan di Lembaga Legislatif DPRD Kabupaten Lebak Banten Nurul Safitri; Wahid Abdul Kudus
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 2 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i2.1627

Abstract

Keterwakilan Perempuan pada bidang politik menjadi salah satu hal yang banyak diperbincangkan khalayak publik. Banyaknya stereotipe mengenai perempuan, menjadikan perempuan dipandang sebagai aktor yang lemah jika turut serta dalam berkontribusi di dunia politik. Stigma masyarakat yang mengatakan bahwa perempuan termasuk makhluk perasa dan akan lebih baik jika perempuan hanya ditempatkan sebagai orang rumahan saja tak serta merta membuat perempuan berdiam diri dan menerima. Banyak perempuan yang sekarang dapat menunjukkan kualitas diri mereka yang memang mumpuni dalam dunia pekerjaan dan memiliki tingkat kreativitas yang tinggi sehingga dapat ikut bersaing dengan kaum laki-laki, begitupun dalam dunia politik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peran perempuan mewakili struktur keorganisasian di lembaga legislatif Kabupaten Lebak Banten. Penelitian ini ditulis menggunakan metode penelitian berupa kualitatif desktiptif. Berdasarkan data yang diperoleh oleh peneliti, terdapat sebanyak 147 bakal calon legislatif pada pemilu 2024 yang mencakup 95 orang laki-laki dan 52 orang perempuan. Jika dilihat dari peraturan Undang-Undang No. 7 Tahun 2017 mengenai keterwakilan perempuan pada lembaga legislatif, maka dapat disimpulkan bahwa keterwakilan perempuan pada sebelum pemilu mencapai 36%. Namun, keterwakilan sebanyak 36% tersebut hanya berlaku saat pemilu yang mengharuskan masyarakat memilih bakal calon legislatif yang menurut mereka pantas untuk menduduki bangku legislatif DPRD Kabupaten Lebak Banten.