Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
The aims of this journal is to provide a venue for academicians, researchers, and practitioners for publishing the original research articles or review articles. The scope of the articles published in this journal deals with a broad interdisciplinary range of topics in the fields of Technology, Engineering, Strategy, Finance, Accounting, Marketing, Human Resources, Communications, Law, Psychology, Health, Environment, Security, Public Policy, and another section related contemporary issues in achieving United Nations Sustainable Development Goals.
Articles
50 Documents
Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (Diesel, PV Dan Mikrohidro) Terhubung Grid
Sandra Aditya Kurniawan
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 2 No. 2 (2026): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini menyajikan studi optimasi pada investasi pembangunan pembangkit listrik, dengan fokus pada tiga sumber energi: Diesel, Photovoltaic, dan Mikrohidro. Penelitian ini mengeksplorasi strategi optimal untuk investasi unit pembangkit listrik, dengan mempertimbangkan aspek tekno-ekonomi dari masing-masing sumber energi. Studi ini menggunakan Integer Programming (IP) sebagai metode untuk menemukan solusi optimal untuk aktivasi pembangkit listrik, dengan mempertimbangkan jumlah unit pembangkit listrik yang perlu diinvestasikan.Penelitian ini membahas optimasi konfigurasi dari ketiga sumber energi dalam memenuhi kebutuhan listrik dengan biaya investasi paling minimal dengan mempertimbangkan biaya Operasi dan Perawatan, serta biaya bahan bakar. Studi ini juga meneliti potensi pembangkit listrik tenaga air skala kecil (Mikrohidro), dengan menekankan pada rendahnya emisi gas rumah kaca dan investasi yang signifikan yang diperlukan untuk pembangunannya.Makalah ini diakhiri dengan diskusi komprehensif mengenai strategi optimasi untuk berinvestasi pada pembangkit listrik ini, yang memberikan tambahan pengetahuan bagi para pemangku kepentingan di sektor energi. hasil simulasi Biaya investasi paling minimal untuk memenuhi kebutuhan listrik sebesar 1,25 MW dengan biaya Rp. 153.928.000.000,-. Rincian masing-masing unit pembangkit adalah pembangkit Diesel sebanyak 10 Unit masing – masing berkapasitas 250kW, Pembangkit PV sebanyak 7 modul masing – masing berkapasitas 0.169kWp, Pembangkit Mikrohidro sebanyak 7 lokasi masing – masing berkapasitas 15kW.
Optimalisasi Kendali Desentralisasi untuk Dinamika Osilasi pada Sistem Tenaga Listrik Menggunakan Power System Stabilizer
Sandra Aditya Kurniawan
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 2 No. 2 (2026): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Stabilitas merupakan salah satu aspek penting dalam pengoperasian sistem tenaga listrik. Dinamika osilasi yang terjadi akibat gangguan pada sistem tenaga listrik yang saling terhubung dapat menyebabkan ketidakstabilan apabila tidak dikendalikan dengan baik. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penerapan sistem kendali terdesentralisasi mampu meningkatkan stabilitas sistem tenaga listrik berskala besar. Namun demikian, pada kondisi sistem yang bersifat non-linear masih dapat muncul osilasi frekuensi rendah yang berpotensi mengganggu kestabilan sistem. Penelitian ini mengusulkan optimalisasi sistem kendali terdesentralisasi dengan menambahkan parameter kecepatan sudut rotor serta mengintegrasikan Power System Stabilizer (PSS) untuk meningkatkan kemampuan redaman osilasi sistem. Sistem kendali terdesentralisasi memanfaatkan data dari Phasor Measurement Unit (PMU) dan Dynamic State Estimator (DSE), sedangkan PSS menghasilkan sinyal redaman tambahan melalui Automatic Voltage Regulator (AVR). Metode yang diusulkan bertujuan untuk meredam osilasi frekuensi rendah pada rentang 0,2–3 Hz serta meningkatkan stabilitas dinamik dan stabilitas transien sistem tenaga listrik. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi sistem kendali terdesentralisasi dan PSS mampu meningkatkan kemampuan redaman osilasi serta menjaga kestabilan sistem tenaga listrik ketika terjadi gangguan.
Analisis Perbandingan Regulasi Pengawasan Keselamatan pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel oleh Sektor Ketenagalistrikan dan Ketenagakerjaan
Angelina Ratna Kartikasari
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 2 No. 2 (2026): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengawasan keselamatan pada instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Indonesia melibatkan dua sektor regulasi utama, yaitu sektor ketenagalistrikan dan sektor ketenagakerjaan. Kedua sektor tersebut memiliki tujuan yang sama dalam menjamin keselamatan operasional pembangkit, namun menggunakan pendekatan regulasi yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kerangka regulasi pengawasan PLTD dari kedua sektor tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis komparatif terhadap peraturan perundang-undangan yang mengatur keselamatan instalasi listrik dan keselamatan kerja mesin. Analisis dilakukan dengan memetakan regulasi utama, membandingkan aspek pengawasan, serta mengidentifikasi potensi overlap dan perbedaan pendekatan regulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi ketenagalistrikan berfokus pada keselamatan instalasi tenaga listrik dan kelayakan operasi instalasi melalui mekanisme Sertifikat Laik Operasi (SLO), sedangkan regulasi ketenagakerjaan berfokus pada keselamatan mesin dan perlindungan pekerja melalui mekanisme pemeriksaan dan pengujian peralatan kerja. Selain itu, terdapat beberapa aspek yang menunjukkan potensi overlap pengawasan, khususnya pada keselamatan operasi pembangkit yang melibatkan sistem listrik dan mesin diesel secara bersamaan. Temuan penelitian ini menunjukkan pentingnya harmonisasi regulasi serta penguatan koordinasi antar instansi pengawas guna meningkatkan efektivitas pengawasan keselamatan PLTD di Indonesia.
Literature Review Faktor Faktro Yang Menyebabkan Baterai Mobil Listrik Terbakar
Muchammad Al Haffizh Ramadhani;
Nabil Fattan Almasa;
Naufal Dzaki Pratama;
Muhamad Rafi’an Nasrullah;
Muhamad Ghifari Hasnal Mahbub;
Arif Mustapa
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 2 No. 4 (2026): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penggunaan kendaraan listrik (EV) di Indonesia semakin didorong oleh pemerintah guna mengurangi emisi gas buang dan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Komponen krusial dalam pergerakan mobil listrik adalah baterai, khususnya jenis Lithium-Ion yang memiliki densitas energi tinggi. Namun, insiden kebakaran baterai mobil listrik masih sering terjadi dan menjadi perhatian utama terkait keselamatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor penyebab terbakarnya baterai mobil listrik. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa penyebab utama kebakaran adalah fenomena thermal runaway (reaksi berantai peningkatan suhu yang tidak terkendali). Kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya adalah kerusakan mekanis akibat penetrasi benda tajam saat tabrakan, malfungsi Battery Management System (BMS), overcharging atau overdischarging, korsleting internal (ISC), dan suhu lingkungan yang ekstrem. Kesimpulannya, risiko kebakaran baterai EV dapat diminimalisir melalui desain keamanan baterai yang optimal, sistem pendingin yang efektif, keandalan BMS yang berstandar, serta tindakan preventif dari pengguna dalam proses pengisian daya dan perawatan kendaraan.
Analisis Restrukturisasi Standar Perizinan Berusaha Izin Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik (IUJPTL) KBLI 43211 Pasca Pemberlakuan PP Nomor 28 Tahun 2025 dan Permen ESDM Nomor 7 Tahun 2026
Prawiraharjo Bagus Satrio Utomo;
Nugraha Rizky Adi
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 2 No. 4 (2026): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Reformasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (Risk-Based Business Licensing) mendorong perubahan berbagai regulasi sektoral, termasuk pada penyelenggaraan Izin Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik (IUJPTL). Terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 diikuti dengan penerbitan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 7 Tahun 2026 sebagai pengaturan teknis yang menggantikan Permen ESDM Nomor 5 Tahun 2021. Namun demikian, hingga saat ini belum banyak penelitian yang mengkaji perubahan standar perizinan IUJPTL, khususnya pada KBLI 43211 (Instalasi Listrik). Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan standar perizinan IUJPTL KBLI 43211, hubungan pengaturan antara PP Nomor 28 Tahun 2025 dengan Permen ESDM Nomor 7 Tahun 2026, serta implikasinya terhadap penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan statute approach dan comparative approach. Bahan hukum dianalisis melalui content analysis dan comparative legal analysis terhadap PP Nomor 28 Tahun 2025, Permen ESDM Nomor 5 Tahun 2021, dan Permen ESDM Nomor 7 Tahun 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan regulasi tidak hanya berupa penyesuaian persyaratan administratif, tetapi juga mencerminkan restrukturisasi materi muatan regulasi melalui pembagian fungsi pengaturan antara Peraturan Pemerintah sebagai kerangka umum Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Peraturan Menteri sebagai pengatur standar teknis sektoral. Restrukturisasi tersebut ditandai dengan penyederhanaan struktur pengaturan, harmonisasi norma, penguatan kepastian pelayanan perizinan, serta tetap dipertahankannya persyaratan teknis utama bagi badan usaha jasa penunjang tenaga listrik. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian reformasi regulasi sektor ketenagalistrikan sekaligus menjadi masukan bagi penyempurnaan kebijakan penyelenggaraan IUJPTL.
Analisis Kualitas Udara Ambien di Kawasan Terminal Purabaya Bungurasih pada Jam Padat Kendaraan
Sunardi Wawan
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 2 No. 4 (2026): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Peningkatan intensitas pergerakan transportasi darat di simpul transportasi utama seperti Terminal Purabaya Bungurasih berkontribusi signifikan terhadap penurunan kualitas udara ambien akibat emisi gas buang kendaraan bermotor. Konsentrasi polutan yang tinggi di area terminal tidak hanya mengancam kesehatan para pekerja transportasi, tetapi juga ribuan penumpang yang transit setiap harinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar polutan udara ambien (CO, NO2, dan PM10) serta membandingkannya dengan Baku Mutu Udara Ambien nasional pada saat jam padat kendaraan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel udara secara langsung menggunakan gas sampler dan dust sampler di titik keberangkatan dan kedatangan bus, dilanjutkan dengan analisis laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi gas CO dan PM10 pada jam puncak (07.00-09.00 dan 16.00-18.00) telah melampaui ambang batas yang ditetapkan dalam PP No. 22 Tahun 2021 (p<0.05). Disimpulkan bahwa kondisi udara di kawasan Terminal Purabaya berada pada tingkat yang tidak sehat selama jam sibuk, sehingga diperlukan langkah mitigasi berupa optimalisasi sirkulasi udara dan penambahan jalur hijau di sekitar shelter penumpang.
Strategi Bertahan Pengrajin Genteng Tradisional di Desa Karanggeneng, Kabupaten Boyolali
Kusuma Fahri Yani;
Sumarno Agung
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 2 No. 4 (2026): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Industri genteng tanah liat tradisional di wilayah pedesaan menghadapi tantangan eksistensial yang signifikan akibat penetrasi bahan bangunan fabrikasi modern yang lebih praktis dan murah. Di Desa Karanggeneng, Kabupaten Boyolali, pengrajin genteng masih berupaya mempertahankan metode produksi konvensional di tengah fluktuasi harga bahan baku dan minimnya regenerasi tenaga kerja muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi bertahan yang diterapkan oleh pengrajin genteng tradisional baik dari dimensi ekonomi maupun sosial- kultural. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus deskriptif, melibatkan 12 pengrajin sebagai informan kunci melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi bertahan pengrajin meliputi diversifikasi pola distribusi, pemanfaatan jaringan kekerabatan untuk efisiensi upah, serta adaptasi kualitas produk melalui pemilihan jenis tanah liat tertentu. Disimpulkan bahwa ketahanan industri ini sangat bergantung pada modal sosial dan identitas kultural desa yang masih menganggap pembuatan genteng sebagai warisan leluhur. Rekomendasi diberikan kepada pemerintah daerah untuk memfasilitasi modernisasi alat pembakaran guna meningkatkan efisiensi tanpa menghilangkan nilai tradisional produk.
Pola Asuh Orang Tua pada Balita Terindikasi Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Arjasa
Basuki Indah;
nugroho Sri Yani
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 2 No. 4 (2026): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masalah stunting pada balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang krusial di tingkat nasional maupun daerah, termasuk di wilayah Kabupaten Bondowoso. Penurunan prevalensi stunting sangat dipengaruhi oleh kualitas pengasuhan yang mencakup pemberian nutrisi dan stimulasi psikososial di tingkat rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua dengan status gizi balita yang terindikasi stunting di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Arjasa. Metode penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 60 ibu yang memiliki balita stunting sebagai responden melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pola asuh yang divalidasi dan pengukuran antropometri (TB/ U). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua (65%) menerapkan pola asuh kurang baik, terutama pada dimensi praktik pemberian makan dan kebersihan lingkungan (p<0.05). Disimpulkan bahwa pola asuh yang tidak adekuat menjadi faktor risiko dominan kejadian stunting pada balita, sehingga diperlukan intervensi berupa pendampingan intensif melalui program posyandu. Diperlukan penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi variabel variabel lain yang berpotensi berpengaruh.
Inovasi Teknologi Tepat Guna untuk Sistem Pengolahan Limbah Cair Industri Skala Rumah Tangga
Raharjo Lutfi;
Prakoso Rahmad Dwi;
Handoko Indah
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 2 No. 4 (2026): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pertumbuhan industri rumah tangga di sektor pangan dan batik memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan namun sering kali mengabaikan aspek pengelolaan limbah cair yang berpotensi mencemari ekosistem sungai. Karakteristik limbah cair domestik yang memiliki kadar Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) tinggi memerlukan solusi teknis yang ekonomis dan mudah dioperasikan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas inovasi teknologi tepat guna berupa sistem filtrasi bertingkat berbasis material lokal untuk menurunkan beban pencemar limbah cair industri rumah tangga. Metode penelitian menggunakan desain eksperimental laboratorium dengan pengujian parameter kimia sebelum dan sesudah filtrasi menggunakan media pasir silika, karbon aktif, dan zeolit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini mampu mereduksi kadar COD sebesar 75% dan menurunkan total zat padat terlarut (TDS) hingga 60% (p<0.05). Disimpulkan bahwa pemanfaatan teknologi filtrasi bertingkat sangat efektif sebagai solusi pre- treatment limbah cair bagi pelaku usaha mikro untuk memenuhi baku mutu lingkungan. Implementasi teknologi ini direkomendasikan sebagai standar pengelolaan limbah industri mandiri di kawasan perdesaan.
Evaluasi Kebijakan Publik Terhadap Peningkatan Aksesibilitas Transportasi Umum Ramah Lingkungan
Wahid
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 2 No. 4 (2026): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pertumbuhan urbanisasi yang tidak terkendali di kota- kota besar Indonesia memicu ketergantungan tinggi pada kendaraan pribadi yang berdampak pada kemacetan kronis dan polusi udara. Upaya pemerintah dalam menginisiasi transportasi umum ramah lingkungan sering kali terhambat oleh rendahnya tingkat aksesibilitas dan integrasi antarmoda di titik-titik krusial pemukiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan publik dalam meningkatkan aksesibilitas transportasi umum berbasis energi bersih di wilayah perkotaan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis kebijakan implementatif, melibatkan studi dokumen dan wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan transportasi daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor determinan kegagalan aksesibilitas bersumber dari lemahnya konektivitas jalur pejalan kaki menuju halte (first-mile) dan ketidakpastian jadwal moda pengumpan (p<0.05). Disimpulkan bahwa kebijakan transportasi ramah lingkungan memerlukan sinkronisasi antara penyediaan armada berbasis listrik dengan desain tata ruang kota yang humanis. Implementasi strategi integrasi tarif dan rute digital direkomendasikan sebagai langkah prioritas untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dari moda pribadi ke moda publik secara berkelanjutan.