cover
Contact Name
Elihami
Contact Email
elihamid72@gmail.com
Phone
+6281244898011
Journal Mail Official
edumaspuljr@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman No. 17 Enrekang, Indonesia
Location
Kab. enrekang,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Edumaspul: Jurnal Pendidikan
ISSN : 25800469     EISSN : 25488201     DOI : https://doi.org/10.33487/edumaspul.v10i1
Core Subject : Education,
Edumaspul: Jurnal Pendidikan is concern in publishing the original research articles, review articles from the contributors and the current issues related to multidisipline of education. Edumaspul: Jurnal Pendidikan focuses on the following topics: Curriculum development, teacher education and professional development, teacher training, cross-cultural studies, learning, evaluation, English language teaching, counseling, management, quality of education, and the use of communication and information technology, at various levels of education and how to deliver learning. It provides an academic platform for teachers, lecturers, and researchers to contribute innovative work in the field. Edumaspul: Jurnal Pendidikan is first published in March 2017 and covers much research in all levels of education (primary, secondary, and higher education). Edumaspul: Jurnal Pendidikan become a CrossRef Member since the year 2019. Therefore, all articles published will have a unique DOI number. Beginning from Vol. 1 No. 1 (2017), all articles will be published in the English version and Indonesia version. The publication frequency is twice a year in March and October. This journal has been accredited in Grade 4 (Sinta 4) based on the Director General of Higher Education, Research and Technology No. 158/E/KPT/2021, December 27, 2021.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,423 Documents
Analisis Keterampilan Proses Sains Siswa dalam Pembelajaran Rangkaian Seri Paralel Menggunakan Metode Praktikum Restu Yudistira Putri; Sudarti Sudarti; Trapsilo Prihandono
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 1 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i1.3145

Abstract

Penggunaan metode pembelajaran yang sesuai menjadi salah satu faktor tercapainya tujuan pembelajaran. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa yaitu metode praktikum. Keterampilan proses sains dibutuhkan untuk memperoleh, mengembangkan serta menerapkan konsep, hukum dan prinsip yang ada pada sains. Metode praktikum mendorong siswa untuk memahami materi bukan hanya pada teori tetapi juga meningkatkan kemampuan proses, kemampuan menganalisis, serta kemampuan siswa dalam menyimpulkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian one group pretes-posttest. Berdasarkan hasil observasi didapatkan presentase keterampilan proses sains siswa pada setiap indikator, yaitu mengamati 51,56%, mengklasifikasi 45,31%, mengkomunikasikan 43,75%, menarik kesimpulan 48,44%, dan memprediksi 45,31%. Pada saat menggunakan metode praktikum terdapat peningkatan keterampilan proses sains yaitu mengamati 64,06%, mengklasifikasi 59,38%, melakukan percobaan 73,44%, mengkomunikasikan 54,69%, menarik kesimpulan 53,13%, dan memprediksi 60,94%. Metode praktikum terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa yaitu dengan perolehan N-gain 0,31 .
Analysis of Reading Interest of English Education of Students on Scientific Articles Feby Alifia Fitriyanti; Yuna Tresna Wahyuna; Nina Puspitaloka
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 1 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i1.3152

Abstract

This study aims to determine how interested students are in reading scientific articles in the English Education Department and to find out what factors make students interested in reading scientific articles in the English Education Department. The research method used in this study is a qualitative research method. The results showed that the reading interest of English education students towards scientific articles was quite good. Reading interest arises from within students because of the demands of academics to achieve educational goals and ideals. The factors that make students interested in reading scientific articles are educational. The lecture material and the completion of final assignments require students to read many references to scientific articles. Then there is the motivation factor, where the motivation comes from the lecturer who always provides support so that students read more scientific articles to increase knowledge and insight and motivation from within because of the demands of lecture material or completion of final assignments to achieve their goals.
Evaluasi Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Satuan Pendidikan Sekolah Dasar Terbatas di Kabupaten Enrekang Masnur Masnur; Aminullah Aminullah; Muh Idham Haliq; Elihami Elihami; Rahmat Rahmat
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virus corona atau covid 19 memberikan dampak pada seluruh aspek kehidupan manusia, baik segi ekonomi, sosial, kesehatan, bahkan pendidikan. Hampir seluruh negara terdampak pandemi mengambil kebijakan menutup sekolah, termasuk juga di Indonesia. Namun, anak harus tetap mendapatkan haknya memperoleh layanan pendidikan. Oleh karena itu, Pemerintah mengeluarkan ketetapan melalui Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020, yang salah satu isinya tentang Belajar Dari Rumah (BDR) selama Pandemi Covid-19 melalui pembelajaran jarak jauh. Untuk memberikan layanan pendidikan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan warga satuan pendidikan serta mencegah penyebaran Covid-19 yang masif, Mendikbud menghimbau agar semua lembaga pendidikan tidak melakukan proses belajar mengajar secara langsung atau tatap muka, melainkan harus dilakukan secara tidak langsung atau jarak jauh. Dengan adanya surat edaran dari kemendikbud mengenai pembelajaran tatap muka terbatas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atau evaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas di masa pandemic. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan model CIPP. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap penilaian pelaksanaan PTM terbatas pada aspek context diperoleh nilai rata-rata sebesar 5,23 termasuk dalam kategori “Baik”, pada aspek input sebesar 6,73, termasuk dalam kategori “Sedang”, pada aspek process sebesar 3,10 termasuk dalam kategori “Baik” dan pada aspek product sebesar 3,08, termasuk dalam kategori “Sedang”. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas pada satuan Pendidikan sekolah dasar di kabupaten enrekang tergolong “baik”, Disarankan dalam pembelajaran tatap muka terbatas, guru dituntut mampu merancang kegiatan pembelajaran dari perencanaan hingga evaluasi dengan cara yang lebih sederhana, lebih kreatif dan efektif dengan tetap mamatuhi protocol Kesehatan.
Identifikasi Miskonsepsi Peserta Didik Pada Pembelajaran Fisika di SMA N 8 Kota Jambi Fauziah Yolviansyah; Maison Maison; Dwi Agus Kurniawan
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 1 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i1.3164

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui miskonsepsi peserta didik di sekolah menegah Atas Negeri 8 Kota Jambi terhadap Pembelajaran Fisika. Jenis penelitian yang digunakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini melibatkan 80 peserta didik Sekolah Menengah Atas Negeri 8 Kota Jambi. Data dikumpulkan melalui kuisoner sebanyak 11 pernyataan. Analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif. Hasil analisis yang diperolah sebesar 50% berkategori sedang. Berdasarkan hasil tersebut sebagian di Sekolah Menengah Atas Negeri 8 Kota Jambi peserta didik mengalami miskonsepsi yang tergolong sedang terhadap Pembelajaran Fisika.
Implementasi Model, Nilai dan Keterlibatan Santri dalam Pendidikan Karakter di Pesantern Salafiyah Sukari Sukari
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 1 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i1.3170

Abstract

Implementasi model, nilai dan keterlibatan santri dalam pendidikan karakter yang utama adalah keteladanan. Orang tua memberikan contoh perilaku yang positif kepada anaknya, guru memberi contoh kepada siswa. Sementara itu, para pemimpin memberikan teladan karakter yang baik kepada masyarakat. Model pendidikan karakter di pondok pesantren Salafiyah lebih banyak mengembangkan model pendidikan keterpaduan yang mengoptimalkan seluruh komponen baik keluarga dalam hal ini adalah lingkungan asrama, kegiatan pembelajaran di pondok, dan masyarakat, serta pendidikan yang mengintegrasikan pengoptimalan potensi hati, akal, jiwa, dan fisik anak. Nilai-nilai karakter di pesantren salafiyah yang ditanamkan antara lain: a) iman, takwa, dan ikhlas merupakan nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan; b) kejujuran, tanggung jawab, kemandirian, kerja keras, disiplin, percaya diri, kreativitas, dan rasa ingin tahu merupakan nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri; c) mentaati aturan, kerjasama, dan sopan santun merupakan nilai karakter dalam hubungannya dengan orang lain; d) kepedulian sosial dan cinta lingkungan merupakan nilai-nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan; e) menghargai keragaman pemahaman merupakan nilai karakter dalam kaitannya dengan budaya dan adat istiadat tradisional. Selain itu keterlibatan santri dalam mewujudkan tujuan pendidikan karakter di pondok pesantren, dianggap satu hal yang tidak kalah penting. Santri sebagai salah satu aktor utama dalam pelaksanaan pendidikan karakter di pondok pesantren. Implementasi model, nilai dan keterlibatan santri dalam pendidikan karakter yang utama adalah keteladanan. Orang tua memberikan contoh perilaku yang positif kepada anaknya, guru memberi contoh kepada siswa. Sementara itu, para pemimpin memberikan teladan karakter yang baik kepada masyarakat. Model pendidikan karakter di pondok pesantren Salafiyah lebih banyak mengembangkan model pendidikan keterpaduan yang mengoptimalkan seluruh komponen baik keluarga dalam hal ini adalah lingkungan asrama, kegiatan pembelajaran di pondok, dan masyarakat, serta pendidikan yang mengintegrasikan pengoptimalan potensi hati, akal, jiwa, dan fisik anak. Nilai-nilai karakter di pesantren salafiyah yang ditanamkan antara lain: a) iman, takwa, dan ikhlas merupakan nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan; b) kejujuran, tanggung jawab, kemandirian, kerja keras, disiplin, percaya diri, kreativitas, dan rasa ingin tahu merupakan nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri; c) mentaati aturan, kerjasama, dan sopan santun merupakan nilai karakter dalam hubungannya dengan orang lain; d) kepedulian sosial dan cinta lingkungan merupakan nilai-nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan; e) menghargai keragaman pemahaman merupakan nilai karakter dalam kaitannya dengan budaya dan adat istiadat tradisional. Selain itu keterlibatan santri dalam mewujudkan tujuan pendidikan karakter di pondok pesantren, dianggap satu hal yang tidak kalah penting. Santri sebagai salah satu aktor utama dalam pelaksanaan pendidikan karakter di pondok pesantren.
The Perception of Female Students towards Multicultural Education at Muhammadiyah Sidenreng Rappang University Andi Dwi Resqi Pramana; Nurlaelah Nurlaelah; Yusmah Yusmah
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 1 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i1.3173

Abstract

Indonesia memiliki budaya yang beraneka ragam, sehingga masyarakatnya sangat multikultur. Multikultural tidak hanya dirasakan masyarakat di perkotaan tetapi juga dialami oleh masyarakat daerah Kab. Sidenreng Rappang tepatnya pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang. Dari keanekaragaman budaya tersebut menimbulkan peluang terjadinya konflik sangat besar, sehingga dibutuhkan Pendidikan Multikulrutal untuk membendung konfilk yang terjadi. Begitu pula terjadi di Universitas yang banyak memiliki mahasiswa dari berbagai daerah. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui persepsi mahasiswa perempuan di Universitas Muhammadiyah Sideneng Rappang terkait Pendidikan Multikultural yang mereka rasakan selama menjadi mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini Kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para mahasiswa perempuan lebih terbuka dengan adanya multikultural di kampus sehingga merasa baik-baik saja terkait beraneka ragam ras, suku, budaya, asal, dan usia pada mahasiswa perempuan dilingkungan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang.
Strategi Internalisasi Nilai-nilai Akhlak dalam Upaya Membentuk Kepedulian Sosial Siswa Hery Susanto; Aji Setiaji; Neneng Sulastri
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 1 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i1.3178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis strategi internalisasi nilai-nilai akhlak dalam upaya membentuk kepedulian sosial siswa SMKN 1 Majalaya Kabupaten Bandung. Metode Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan okumentasi. Adapun hasil dari penelitian antara lain: (1) Perencanaan, melakukan pengamatan kondisi dan situasi sekolah, membuat konsep internalisasi nilai-nilai akhlak dalam setiap pembelajaran, mengorganisasikan sumber-sumber belajar, dan menetapkan evaluasi pembelajaran. (2) Pelaksanaan, di dalam kelas dengan pemberian motivasi dan nasehat-nasehat dan di luar kelas dengan kegiatan keagamaan yaitu Pembiasaan shalat dhuha berjama’ah melalui Ekskul Ikatan Remaja Mesjid, Tahfidz Qur’an, Bakti Sosial, Mengadakan pengajian dengan mendatangkan penceramah dari luar, Memperdengarkan bacaan murotal sebelum KBM. (3) Evaluasi, penilaian konteks evaluasi, penilaian tentang masukan, penilaian tentang proses, penilaian tentang produk/hasil. Adapun Implikasinya terhadap pembentukan sikap kepedulian siswa ialah terbiasa melaksanakan ibadah, menghormati guru, keakraban dengan teman yang lain, memiliki kepedulian terhadap orang lain yang terkena musibah, bersikap toleran, dan taat peraturan.
The Use of Spelling Bee to Improve Students’ English Vocabulary Mastery at SMP Negeri 11 Makassar Sulviana Sulviana; Ichsan Mahendra
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v5i2.3193

Abstract

This research discussed about “The Use of Spelling Bee to Improve Students’ English Vocabulary Mastery at SMPN 11 Makassar”. The objectives of this research are to find out the improvement and interest of the students’ English vocabulary after using spelling bee. The researcher used quasi-experimental design with non-equivalent control group design. The population of this research of the seventh year students at SMPN 11 Makassar. It consisted of 40 students which divided into two group of class where 20 students from VII A as experiment class and 20 students from VII B as a control class. The independent variable of this research is spelling bee and the dependent variable of this research was students’ vocabulary mastery. The instrument of this research was vocabulary test used pre-test and post-test. This research used purposive sampling technique. The results of the research showed that score test spelling bee on pre-test in experiment class is 64.80 and score test pre-test in control class is 53.55. The score post-test in experiment class is 78.85 and score post-test in control class is 50.75. Based on the result of the questionnaire, the researcher concluded that H1 was accepted and H0 is rejected it means that using spelling bee was affective to improve the students English vocabulary of the seventh grade students at SMPN 11 Makassar. Therefore, the rating mean score questionnaire is 62.75, put in the category fairly
Membangun Kepercayaan dalam Lingkungan Belajar Online di Masa Pandemi Covid-19 Kokoh Sabila, Nanda Putri Khafifah, Riska Alfani, Suci Rahmaida Sihombing
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 1 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i1.3200

Abstract

The purpose of this study was to analyze the impact of COVID-19 on students' confidence in online-based learning during the pandemic. The subject of this research is for elementary school students. The research method is based on a qualitative descriptive research model. The collected data used in this research is a method that is carried out by interviewing and collecting factual information and data from the relevant sources.
Penerapan Pembelajaran PKn untuk Meningkatkan Minat Belajar pada Siswa SD Ai Lisnawati; Yayang Furi Furnamasari; Dinie Anggraeni Dewi
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 1 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i1.3206

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk membahas penerapan pembelajaran PKn untuk meningkatkan minat belajar pada siswa sekolah dasar. Sekolah adalah lembaga yang melatih siswa dibawah pengawasan guru. Dengan hadirnya Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar, diharapkan mampu membentuk karakter murid dan mampu membantu murid memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara yang baik, cerdas, terampil, dan bertanggung jawab. Dengan terbentuknya karakter siswa diharapkan mampu mengatasi masalah yang di hadapi. Namun masih banyak masalah pembelajaran PKn di Sekolah Dasar yang harus segera diatasi.

Page 51 of 243 | Total Record : 2423