cover
Contact Name
Herdianty Kusuma Handari
Contact Email
kusuma.herdianty@gmail.com
Phone
+628986354939
Journal Mail Official
jurnalfisiopolkesta@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta Jl. Adi Sumarmo, Tohudan, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah 57173
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Nasional Fisioterapi
ISSN : -     EISSN : 30470927     DOI : https://doi.org/10.64974/jnf.v3i3
Core Subject : Health,
Jurnal Nasional Fisioterapi merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta yang terdaftar dengan nomor ISSN (e): 3047-0927. Jurnal ini berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian kesehatan terutama di bidang fisioterapi yang telah melalui proses peer review. Adapun cakupan bidang fisioterapi meliputi fisioterapi muskuloskeletal, neuromuskuler, kardiovaskuler, kardiopulmonal, pediatri, geriatri, kesehatan wanita, olahraga, integumen,rehabilitasi berbasis masyarakat, maupun kesehatan kerja dan ergonomi. Cakupan artikel yang dipublikasikan pada Jurnal Nasional Fisioterapi meliputi hasil penelitian eksperimen maupun non eksperiman
Articles 57 Documents
Hubungan Posisi Kerja dan Durasi Kerja dengan Keluhan Low Back Pain pada Pekerja PT. Iskandartex Surakarta Surbakti, Azra Syafa; Zuhri, Saifudin; R, Aditya Johan
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 4 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v4i1.106

Abstract

Latar Belakang: Low back pain (LBP) merupakan gangguan muskuloskeletal yang sering dialami pekerja industri akibat posisi kerja yang tidak ergonomis dan durasi kerja yang panjang. Kondisi ini dapat menurunkan produktivitas serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan kerja. Tujuan: Mengetahui hubungan posisi kerja dan durasi kerja dengan keluhan LBP pada pekerja PT. Iskandartex Surakarta. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study pada Februari 2025 pada 30 pekerja bagian produksi. Posisi kerja dinilai menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan Nordic Body Map (NBM). Durasi kerja dan keluhan LBP diukur dengan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Sebagian besar pekerja berada pada kategori risiko ergonomi sedang hingga tinggi yang mengalami keluhan LBP. Terdapat hubungan signifikan antara posisi kerja dengan keluhan LBP berdasarkan REBA (p=0,003; r=0,543) dan NBM (p=0,000; r=0,668). Terdapat hubungan signifikan juga antara durasi kerja dengan keluhan LBP (p=0,046; r=0,364). Kesimpulan: Posisi kerja dan durasi kerja berhubungan signifikan dengan keluhan LBP
Hubungan Antara Fleksibilitas Lumbal Dengan Keseimbangan Statis dan Keseimbangan Dinamis pada Lansia Meilen Sukma Cahyaningrum; Pajarharyatno Pajar; Nur Basuki
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 4 No. 2 (2026): Juni (2026)
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v4i2.103

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan angka harapan hidup di Indonesia telah menyebabkan pertumbuhan signifikan populasi lansia. Seiring bertambahnya usia, lansia mengalami penurunan fungsi fisik, termasuk fleksibilitas lumbal, yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh. Penurunan fleksibilitas lumbal dapat menyebabkan perubahan postur dan mengganggu keseimbangan, sehingga meningkatkan risiko jatuh, kecacatan, dan menurunnya kemandirian lansia. Namun, penelitian mengenai hubungan antara fleksibilitas lumbal dengan keseimbangan statis dan dinamis pada lansia masih terbatas. Tujuan: untuk mengetahui hubungan fleksibilitas lumbal dengan keseimbangan statis dan dinamis pada lansia. Metode: jenis penelitian adalah cross sectional dengan melibatkan 53 orang berusia 60-74 tahun. Alat ukur fleksibilitas lumbal menggunakan Modified-modified Schober Test, sedangkan keseimbangan menggunakan Berg Balance Scale. Hasil: uji korelasi menggunakan Spearman’s rho menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Koefisien korelasi menunjukkan nilai r = 0,810 untuk fleksibilitas lumbal pada fleksi dan r = 0,697 pada ekstensi terhadap keseimbangan statis dan keseimbangan dinamis. Kesimpulan: terdapat hubungan antara fleksibilitas lumbal dengan keseimbangan statis dan keseimbangan dinamis.
Pengaruh Square Stepping Exercise dan Tandem Walking Exercise Terhadap Peningkatan Keseimbangan Dinamis pada Lansia Widi Karunia Indarja; Mei Kusumaningtyas; Jasmine Kartiko Pertiwi
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 4 No. 2 (2026): Juni (2026)
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v4i2.108

Abstract

Latar Belakang: Lansia yaitu seseorang yang berusia 60 tahun ke atas yang akan mengalami penurunan pada sistem senso-motoris. Penurunan fungsi tersebut mengakibatkan seorang lansia mengalami penurunan kemampuan mempertahankan keseimbangan pada lansia. Square stepping exercise merupakan latihan yang melibatkan pola gerakan melangkah ke berbagai arah, yang meningkatkan fungsi motorik, sensorik, dan kognitif sehingga dapat meningkatkan keseimbangan dinamis lansia dan menurunkan resiko jatuh. Tandem walking exercise adalah latihan dengan berjalan pada satu garis lurus yang merangsang propioseptif untuk melatih posisi tubuh dan mengontrol keseimbangan, sehingga dapat meningkatkan keseimbangan dan resiko jatuh pada lansia. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara square stepping exercise dan tandem walking exercise terhadap peningkatan keseimbangan dinamis lansia. Metode: Penelitian menggunakan desain two group pre and post test yang dilakukan pada bulan Agustus-September 2024 di Gereja Kristen Jawa Susukan. Teknik pengambilan subjek dengan simple random sampling sebanyak 44 subjek. Kelompok I diberikan square stepping exercise dan kelompok II diberikan tandem walking exercise. Masing- masing kelompok mendapatkan perlakuan 3 kali dalam seminggu selama 4 minggu. Pengukuran keseimbangan diberikan sebelum perlakuan pertemuan 1 dan setelah perlakuan pertemuan 12 dengan timed up and go test (TUG Test). Hasil: Hasil uji statistic menggunakan uji t berpasangan pada kelompok I p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Pemberian tandem walking exercise terbukti dapat meningkatkan keseimbangan dinamis lansia. Namun pemberian square stepping exercise lebih efektif dalam meningkatkan keseimbangan dinamis lansia dibandingkan pemberian tandem walking exercise.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Anak Berkebutuhan Khusus Cerebral Palsy di Surakarta: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Anak Berkebutuhan Khusus Cerebral Palsy di Surakarta Sukadarwanto; Yulianto Wahyono; Nitaya Putri Nur Hidayati
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 4 No. 2 (2026): Juni (2026)
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v4i2.109

Abstract

Background : Cerebral Palsy (CP) is the leading cause of physical disability in children, with multidimensional impacts on Quality of Life (QoL). This study explores factors influencing QoL from the perspectives of children and parents in Surakarta. Objectives : (1) To describe the QoL of children with CP aged 8-12 years based on perceptions from children and parents; (2) To analyze related factors. Methods : This is a descriptive analytic study with a cross-sectional design, involving a sample of 89 pairs of children with CP (aged 8-12 years, GMFCS Level I-V) and their parents/caregivers residing in Surakarta, selected using consecutive sampling. Independent variables: child characteristics (age, gender, GMFCS Level, presence of seizures and pain) and family characteristics (parental education, occupation, family income). Dependent variable: QoL scores measured using two versions of the Cerebral Palsy Quality of Life Questionnaire for Children (CP QOL-Child): child self-report for communicative children or parent proxy-report. Data analysis: univariate (descriptive), bivariate (Spearman, and multivariate multiple linear regression. Results : The majority of subjects had moderate motor impairment (GMFCS Level III). QoL scores from parent reports were lower in the domains of social participation and emotional well-being. Significant bivariate factors: GMFCS Level (p=0.001), chronic pain (p=0.012), and family income (p=0.018). Multivariate analysis: all three factors as significant predictors, with GMFCS Level as the dominant one (β=-0.407; p<0.001). Conclusion : QoL of children with CP in Surakarta is influenced by multiple factors, with motor severity as the primary determinant. Comprehensive pain management and socio-economic support are crucial. Clinical implications: integrative family-centered care approaches.
Peningkatan Keseimbangan Lansia dengan Balance Exercise Widyawati Dwi Wulandari; Yoni Kusumawati; Arif Fadli
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 4 No. 2 (2026): Juni (2026)
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v4i2.118

Abstract

Latar belakang masalah: Lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap gangguan keseimbangan tubuh yang dapat menyebabkan risiko jatuh. Badan Pusat Statistik telah memperkirakan jumlah populasi lansia akan terus meningkat beberapa tahun kedepan. Maka, perlu kesadaran pentingnya intervensi yang mampu mempertahankan keseimbangan lansia untuk mencegah resiko jatuh. Salah satu intervensi tersebut adalah latihan keseimbangan dengan balance exercise. Tujuan: untuk mengetahui adanya pengaruh balance exercise terhadap peningkatan keseimbangan pada lansia. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian one group pre and post test dengan subjek penelitian sebanyak 30 orang. Dengan alat ukur keseimbangan menggunakan Time Up and Go Test (TUG Test). Hasil: Uji beda pre – post test menggunakan paired sample t – test didapatkan hasil p = 0,000 yang berarti terdapat pengaruh. Kesimpulan: Balance exercise berpengaruh terhadap peningkatan keseimbangan pada lansia.
Hubungan Tingtak Aktivitas Fisik dengan Keseimbangan Statis dan Dinamis pada Lansia Gasica Dwi Sandy Wiratami; Sri Sunaringsih Ika Wardojo; Nurul Aini Rahmawati
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 4 No. 2 (2026): Juni (2026)
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v4i2.121

Abstract

Latar Belakang : Penuaan menyebabkan berbagai perubahan fisiologis pada tubuh lansia seperti penurunan kekuatan otot, pembekuan sendi, dan fungsi sistem saraf yang dapat mempengaruhi kemampuan aktivitas fisik serta keseimbangan tubuh. Penurunan keseimbangan pada lansia dapat meningkatkan risiko jatuh yang berdampak pada penurunan kualitas hidup. Aktivitas yang dilakukan secara teratur dapat mempertahankan fungsi fisik dan keseimbangan statistik dan dinamis pada lansia. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik dengan keseimbangan statistik dan dinamis pada lansia di Posyandu ILP Nusa Indah. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional . Populasi oenelitian berjumlah 249 lansia, dengan sampel sebanyak 76 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran tingkat aktivitas fisik menggunakan Physical Activity Scale for the Elderly (PASE) dan pengukuran keseimbangan menggunakan Berg Balance Scale (BBS). Analisis data dilakukan menggunakan Uji Chi-Square Hasil : Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik baik sebanyak 54 responden (71,1%) dan keseimbangan baik sebanyak 37 responden (48,7%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan keseimbangan statistik dan dinamis pada lansia ( x² = 29,375; p = 0,000) . Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan keseimbangan statistik dan dinamis pada lansia. Semakin baik aktivitas fisik yang dilakukan oleh lansia, maka semakin baik pula kemampuan keseimbangan tubuhnya. Kata Kunci: Aktivitas Fisik; Lansia; Keseimbangan; PASE; BBS
Perbandingan Pengaruh Walking Exercise dan Aerobic Exercise Terhadap Kualitas Tidur Pasien Diabetes di Kota Malang Fatihah Aqso Kamilah; Nikmatur Rosidah; Safun Rahmanto
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 4 No. 2 (2026): Juni (2026)
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v4i2.123

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dan dapat menyebabkan gangguan kualitas tidur. Intervensi aktivitas fisik yang diketahui seperti olahraga jalan kaki dan olahraga aerobik dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas olahraga jalan kaki dan olahraga aerobik dalam meningkatkan kualitas tidur pasien diabetes di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan dua kelompok pre-test dan post-test. Sampel penelitian bagian menjadi dua kelompok intervensi. Intervensi diberikan selama 8 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu dan durasi 30 menit per sesi. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah intervensi serta perbandingan antar kelompok. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan adanya peningkatan kualitas tidur pada kedua kelompok serta perbedaan efektivitas antara kedua intervensi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif intervensi fisioterapi yang sederhana dan efektif untuk meningkatkan kualitas tidur pasien diabetes. Kata kunci: Diabetes Melitus, kualitas tidur, olahraga jalan kaki, olahraga aerobik