cover
Contact Name
Wheny Utariningsih
Contact Email
lembagarisetm@gmail.com
Phone
+6282213200972
Journal Mail Official
lembagarisetm@gmail.com
Editorial Address
Komplek Firya Mansion, Jl Paya Billi - Panggoi, Dusun A Bahagia, Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara
ISSN : -     EISSN : 31108377     DOI : -
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin published by Lembaga Riset Mandiri Nusantara that published in multidisciplinary fields, covering the fields of Education, Psychology, Law, Economics, Religions, Education, Health, Engineering, Public Policy, Tourism, Social and Politics, Culture and Arts.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 91 Documents
Pembelajaran Pendidikan Islam Berbasis Kecerdasan Jamak (Multiple Intelligences) Nur Alim; Usman; Muljono Damopolii
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Juli 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21350257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, ragam, prinsip dasar, serta implikasi penerapan teori kecerdasan jamak (multiple intelligences) Howard Gardner dalam konteks pendidikan Islam. Menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif, data ditelusuri dari literatur primer dan sekunder yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis melalui penalaran deduktif-induktif yang dikaitkan dengan landasan ontologis pendidikan Islam, yaitu QS. Al-Mulk/67: 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sembilan jenis kecerdasan (linguistik-verbal, logis-matematis, visual-spasial, kinestetik-jasmani, musikal, interpersonal, intrapersonal, naturalis, dan eksistensial-spiritual) memiliki korelasi epistemik yang kuat dengan prinsip fitrah multidimensi dalam Islam. Penerapannya meniscayakan lima prinsip fundamental, meliputi pengakuan terhadap keberagaman potensi, student-centered learning, integrasi nilai tauhid dan adab dalam setiap aktivitas, pendekatan holistik yang memadukan kognitif-afektif-psikomotorik, serta variasi strategi dan asesmen autentik. Secara pragmatis, integrasi konsep ini berdampak pada revitalisasi kurikulum PAI yang berdiferensiasi, transformasi peran guru dari transfer of knowledge menjadi fasilitator dan kreator pengalaman belajar, serta reformasi sistem penilaian menuju portofolio dan observasi kinerja. Kajian ini menyimpulkan bahwa pengintegrasian kecerdasan jamak bukanlah sekadar alternatif teknis-metodologis, melainkan keniscayaan pedagogis untuk mengaktualisasikan tujuan final pendidikan Islam, yaitu pembentukan insan kamil yang berimbang secara intelektual, spiritual, dan sosial.
Teori Belajar Behaviorisme dan Pendidikan Islam (Hadiah dan Hukuman (Reward and Punishment); Telaah Unsur-Unsur Behaviorisme dalam Hubungannya dengan Pendidikan Islam) Nur Qalbi Fitratunnisa Bahar; Usman; Muljono Damopolii
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Juli 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21350318

Abstract

Penelitian ini membahas hubungan teori belajar behaviorisme dengan Pendidikan Islam melalui kajian konsep reward and punishment (hadiah dan hukuman) serta unsur-unsur behaviorisme yang berkaitan dengan proses pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penguatan positif, penguatan negatif, hukuman, dan pembiasaan dalam perspektif behaviorisme serta relevansinya dengan konsep pendidikan Islam seperti tsawab, targhib, ‘iqab, dan ta’zir. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menelaah berbagai literatur, buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip behaviorisme memiliki keterkaitan dengan pendidikan Islam melalui pembentukan perilaku, pembiasaan, pemberian penghargaan, dan sanksi edukatif. Namun, pendidikan Islam memiliki orientasi yang lebih luas karena tidak hanya menilai perilaku lahiriah, tetapi juga menekankan niat (niyyah), kesadaran spiritual, dan pembentukan akhlak mulia. Oleh karena itu, behaviorisme perlu diterapkan secara proporsional dan diintegrasikan dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah agar mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya memiliki perilaku baik, tetapi juga karakter Islami yang kuat.
Model ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction) Dalam Motivasi Belajar: Analisis Kritis dan Tantangan Implementasi Di Era Pembelajaran Digital Gufrah Risman; Muljono Damopolii; Usman
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Juli 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21350294

Abstract

Penelitian ini membahas Model ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction) dalam motivasi belajar dengan fokus pada analisis kritis terhadap konsep, efektivitas, serta tantangan implementasinya di era pembelajaran digital. Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran, namun kompleksitas tantangan digital menuntut adanya kerangka motivasional yang sistematis dan adaptif. Penelitian ini bertujuan menganalisis Model ARCS yang dikembangkan John M. Keller sebagai salah satu kerangka desain motivasional dalam bidang desain instruksional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan analisis deskriptif-kritis terhadap berbagai literatur primer dan sekunder terkait Model ARCS dan teori motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen Attention, Relevance, Confidence, dan Satisfaction saling berkaitan membentuk siklus motivasional yang harus diterapkan secara seimbang. Namun, penerapannya juga menghadapi berbagai tantangan, seperti cognitive overload, subjektivitas persepsi relevansi, illusory confidence, dan overjustification effect akibat penggunaan penghargaan ekstrinsik yang berlebihan. Penelitian ini menegaskan bahwa Model ARCS tidak seharusnya dipahami sebagai strategi yang kaku, melainkan sebagai kerangka adaptif yang perlu disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, konteks budaya, dan perkembangan teknologi pembelajaran agar mampu meningkatkan motivasi belajar secara efektif dan berkelanjutan.
Efektifitas Pemberian Kompres Daun Hibiscus Rosa-Sinensis Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Bayi Di TPMB AGUSTINA Kabupaten Ogan Komering Ilir Dewi Ciselia; Vika Trizelharsandi; Rani Purwani
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Juli 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21281115

Abstract

Demam adalah kondisi peningkatan suhu tubuh di atas normal (>37,5°C) yang paling sering ditemukan pada bayi dan anak akibat proses infeksi maupun respons imunisasi. Bila tidak ditangani secara tepat, demam berisiko menimbulkan dehidrasi, kejang demam, hingga gangguan neurologis. Salah satu alternatif penanganan non-farmakologis yang mudah dan murah adalah kompres daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) yang mengandung flavonoid, saponin, dan polifenol dengan efek antipiretik alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian kompres daun Hibiscus rosa-sinensis terhadap penurunan suhu tubuh bayi demam di TPMB Agustina Kabupaten Ogan Komering Ilir. Desain penelitian adalah kuasi-eksperimen (quasi experimental) dengan rancangan non-equivalent control group, melibatkan 10 bayi usia 1–12 bulan yang dipilih dengan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi (n=5) dan kelompok kontrol (n=5). Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test dan Independent Sample T-Test setelah uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan data berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan rerata suhu tubuh kelompok intervensi menurun dari 37,64°C (SD 0,17) menjadi 36,84°C (SD 0,21), sedangkan pada kelompok kontrol rerata suhu hanya menurun dari 37,56°C (SD 0,27) menjadi 37,54°C (SD 0,26). Selisih rerata antar kelompok sebesar 0,70°C dengan nilai p=0,002 (p<0,05), yang menunjukkan perbedaan signifikan. Dapat disimpulkan bahwa kompres daun Hibiscus rosa-sinensis efektif menurunkan suhu tubuh bayi demam dan dapat direkomendasikan sebagai terapi komplementer yang aman bagi ibu dan tenaga kesehatan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Tebing Bulang Tahun 2025 Desy Setiawati; Jasmin; Suprida; Rohaya
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Juli 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21281190

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan salah satu masalah gizi yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan serta berdampak pada kesehatan janin, termasuk risiko stunting. KEK ditandai dengan penurunan status gizi akibat asupan pangan yang tidak memadai dalam menyediakan energi dan zat gizi makro, yang dideteksi melalui pengukuran lingkar lengan atas (LILA) dengan ambang batas <23,5 cm. Kejadian KEK pada ibu hamil di UPT Puskesmas Tebing Bulang tahun 2024 tercatat sebesar 30%, melebihi target RPJMN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja UPT Puskesmas Tebing Bulang tahun 2025. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan case control. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 68 responden ibu hamil (34 kasus dan 34 kontrol) yang dipilih secara purposive, kemudian dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat (chi-square). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara umur dengan kejadian KEK (p=0,007) dan antara paritas dengan kejadian KEK (p=0,001), sedangkan pengetahuan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian KEK (p=0,734). Disimpulkan bahwa umur dan paritas berhubungan secara signifikan dengan kejadian KEK pada ibu hamil, sementara pengetahuan tidak. Dinas kesehatan dan puskesmas diharapkan meningkatkan upaya skrining gizi ibu hamil terutama pada kelompok usia dan paritas berisiko, serta memperkuat edukasi gizi yang berorientasi pada perubahan perilaku, bukan hanya peningkatan pengetahuan.
Etika Bermedia Sosial dalam Perspektif Hadis Nabi: Studi pada Generasi Z Alya Nabila Haleda; Tasmin Tangngareng
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Juli 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21395047

Abstract

Dinamika media sosial telah mengubah lanskap komunikasi kontemporer, khususnya di kalangan Generasi Z selaku kelompok digital natives. Pemanfaatan ruang siber yang tinggi di satu sisi mempermudah akses informasi, sosialisasi, dan ekspresi diri, namun di sisi lain melahirkan kompleksitas pelanggaran moral seperti hoaks, hate speech, ghibah digital, fitnah, perundungan siber, dan pelecehan fisik (body shaming). Riset ini diarahkan untuk menganalisis paradigma etika komunikasi digital berbasis hadis Nabi dan korelasinya dengan perilaku bermedia Generasi Z. Desain metodologis yang diterapkan adalah kualitatif berjenis riset pustaka (library research) dengan menempatkan teks hadis bertema etika komunikasi sebagai data primer, serta kitab syarah hadis dan literatur akademis sebagai data sekunder. Melalui teknik dokumentasi, data yang dihimpun dibedah dengan analisis isi (content analysis) serta pendekatan hadis tematik. Hasil analisis menunjukkan bahwa teks-teks hadis menawarkan panduan komprehensif dalam berinteraksi di dunia maya, tecermin dari prinsip kontrol ucapan, kewajiban verifikasi data (tabayyun), larangan merusak reputasi orang lain, dan sikap amanah terhadap informasi. Ajaran ini sangat responsif dalam menjawab problem siber Generasi Z. Aktualisasi nilai-nilai tersebut menuntut penguatan literasi digital Islami, komunikasi santun, budaya konfirmasi, serta tanggung jawab digital. Dengan demikian, hadis Nabi menjadi pijakan normatif penting untuk mengonstruksi budaya siber yang bijak, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.
Konflik antara Tentara Rakyat Indonesia vs Laskar Rakyat Jakarta Raya di Bekasi Tahun 1947 Muhammad Faisal Batubara; Hendi Irawan
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Juli 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21395591

Abstract

Penelitian ini mengkaji konflik antara Tentara Republik Indonesia (TRI) dan Laskar Rakyat Jakarta Raya (LRJR) di Bekasi pada 1947, dengan fokus pada struktur organisasi kedua pihak, penyebab konflik, kronologi peristiwa, penyelesaian, dan dampaknya bagi konsolidasi militer republik di wilayah tersebut. Menggunakan metode Sejarah (heuristic, kritik sumber, interpretasi, historiografi), penelitian ini menemukan bahwa konflik dipicu oleh perbedaan struktur komando, penolakan LRJR untuk berintegrasi ke TRI, kebijakan politik-militer pemerintah pusat, serta perebutan pengaruh di Bekasi yang strategis. Bentrokan April 1947 membuktikan bahwa revolusi kemerdekaan tidak hanya diwarnai perlawanan terhadap musush eksternal, tetapi juga gesekan internal antar kekuatan bersenjata republik. Peristiwa ini akhirnya memperkuat posisi TRI sebagai kekuatan militer resmi dan mempercepat sentralisasi pertahanan di Bekasi.
Intersections of Culture and Language in Students’ Writing: An Analytical Reflection on Style and Self-Perception Sri Widyarti Ali
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 6 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Juni 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21502304

Abstract

This study explores the intersection of culture, language, and identity in the academic writing of EFL students at Universitas Negeri Gorontalo. Employing a case study design, it analyzes narrative essays and questionnaire responses from twelve second-semester students to investigate how cultural backgrounds influence rhetorical style and how students perceive their writing identities. The findings reveal that students often incorporate traditional storytelling, communal perspectives, and religious or emotional expressions in their writing, reflecting deeply rooted cultural values. Despite facing challenges such as linguistic interference, limited vocabulary, and unfamiliarity with academic conventions, students creatively negotiate meaning by blending local and academic discourses. However, many express uncertainty about integrating their cultural voices due to institutional norms that prioritize standard English. This study underscores the importance of culturally responsive pedagogy in fostering inclusive writing practices that honor students’ multilingual and multicultural identities.
Ketidakjelasan Jenis Pekerjaan Alih Daya dan Implikasinya terhadap Perlindungan Hukum Pekerja Alih Daya Pasca Berlakunya Peraturan Menteri Nomor 7 Tahun 2026 Shenny Darma
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Juli 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21535627

Abstract

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 7 Tahun 2026 diterbitkan sebagai tindak lanjut Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023 untuk memberikan kepastian mengenai jenis pekerjaan yang dapat dialihdayakan. Meskipun demikian, penggunaan frasa “layanan penunjang operasional” tanpa definisi yang jelas menimbulkan potensi multitafsir dan membuka peluang pengalihan pekerjaan core business melalui mekanisme alih daya. Selain itu, ketentuan peralihan selama dua tahun juga menimbulkan persoalan mengenai perlindungan hukum bagi pekerja yang masih ditempatkan pada pekerjaan yang tidak sesuai dengan klasifikasi baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pengaturan jenis pekerjaan alih daya antara rezim Undang-Undang Cipta Kerja dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 7 Tahun 2026 serta mengkaji perlindungan hukum pekerja selama masa transisi. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus yang dianalisis secara kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Permenaker Nomor 7 Tahun 2026 telah memberikan pembatasan yang lebih jelas dibandingkan Undang-Undang Cipta Kerja, namun masih menyisakan kekaburan norma pada kategori layanan penunjang operasional. Di samping itu, ketentuan peralihan selama dua tahun belum memberikan kepastian mengenai status dan perlindungan hukum pekerja yang masih dipekerjakan pada pekerjaan core business, sehingga diperlukan penyempurnaan regulasi untuk menjamin kepastian hukum dan perlindungan pekerja secara optimal.
Perancangan Visual Display K3 untuk Meningkatkan Awareness Tentang Keselamatan Kerja di Bengkel Teknik Pemesinan SMK Salwa Aurida Tazqin; Novita Amelia; Muhammad Rizqi Ramadhan; Cahyadi Nugraha
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Juli 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21608035

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam kegiatan praktik di bengkel teknik pemesinan karena siswa berinteraksi langsung dengan mesin, alat potong, benda kerja, serta lingkungan kerja yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang visual display K3 sebagai media informasi dan pengingat keselamatan kerja di Bengkel Teknik Pemesinan SMKS Merdeka Bandung. Metode yang digunakan meliputi observasi kondisi bengkel, identifikasi potensi bahaya, analisis kebutuhan informasi K3, serta perancangan visual display berupa poster, rambu peringatan, dan instruksi keselamatan kerja. Hasil perancangan menunjukkan bahwa visual display K3 dapat membantu menyampaikan pesan keselamatan secara lebih jelas, mudah dipahami, dan mudah dilihat oleh siswa maupun pengguna bengkel. Dengan adanya visual display K3, diharapkan awareness terhadap keselamatan kerja meningkat sehingga risiko kecelakaan kerja selama kegiatan praktik dapat diminimalkan.

Page 8 of 10 | Total Record : 91