cover
Contact Name
Hilalludin
Contact Email
hilalluddin34@gmail.com
Phone
+6281999248333
Journal Mail Official
hilalluddin34@gmail.com
Editorial Address
Bantek, Desa Bagik Payung, Suralaga, Lombok Timur, NTB
Location
Kab. sumbawa barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
ISSN : 31235522     EISSN : 31235522     DOI : -
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora [ISSN 3123-5522] adalah jurnal akses terbuka yang diterbitkan oleh PT RisTekUtama (Riset Cendikia Teknologi Utama). Jurnal ini menjadi wadah untuk menyebarluaskan hasil penelitian ilmiah, kajian konseptual, serta pemikiran kritis di bidang ilmu sosial, humaniora, dan pengembangan masyarakat. Artikel-artikel yang diterbitkan dapat berasal dari akademisi, peneliti, pendidik, dan praktisi yang relevan dengan fokus kajian jurnal. SciNusa menerima naskah berupa artikel hasil penelitian, tinjauan pustaka, dan diskusi ilmiah. Semua naskah yang masuk akan melalui proses tinjauan sejawat (peer-review) secara double-blind oleh reviewer nasional maupun internasional yang kompeten di bidangnya. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, Juli, Oktober, dan januari. Artikel yang telah dinyatakan diterima akan ditampilkan terlebih dahulu pada bagian In-Press sebelum diterbitkan secara resmi. Seluruh proses penerbitan dilakukan secara daring.
Articles 40 Documents
Evaluasi Kualitas Pelayanan Administrasi Kependudukan Berbasis E-Governance Melalui Aplikasi SIAPEL di Kelurahan Lowokwaru Kota Malang Intan Daud Nuraini; Nadiah Jovita Wahyudi; Nayla Nur Syahrani Nasution; Nicholas Marisi Advensius Silalahi; Yosefa Alvita Damayanti; Prisca Kiki Wulandari
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 04 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan administrasi kependudukan merupakan salah satu layanan publik yang berperan penting dalam pemenuhan hak-hak sipil masyarakat. Seiring perkembangan teknologi informasi, pemerintah menerapkan konsep e-governance untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, salah satunya melalui aplikasi SIAPEL (Sistem Informasi Administrasi Pelayanan Elektronik) di Kelurahan Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas pelayanan administrasi kependudukan melalui SIAPEL, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya, serta menganalisis kontribusinya terhadap peningkatan efektivitas pelayanan publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan lurah, operator SIAPEL, pegawai pelayanan, dan masyarakat pengguna layanan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SIAPEL telah meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Kelurahan Lowokwaru. Berdasarkan dimensi SERVQUAL, indikator reliability dan responsiveness menjadi aspek yang paling berpengaruh karena mampu mempercepat proses pelayanan, meningkatkan ketepatan administrasi, serta memperkuat respons petugas terhadap kebutuhan masyarakat. Sementara itu, aspek tangibles, assurance, dan empathy turut mendukung kualitas pelayanan melalui kemudahan penggunaan aplikasi, jaminan keamanan data, dan pendampingan bagi pengguna yang mengalami kesulitan dalam mengakses layanan digital. Keberhasilan implementasi SIAPEL didukung oleh komitmen pemerintah daerah, ketersediaan infrastruktur digital, koordinasi antar lembaga yang baik, serta meningkatnya penerimaan masyarakat terhadap layanan digital. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa rendahnya literasi digital sebagian masyarakat, keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, dan gangguan jaringan internet. Secara keseluruhan, SIAPEL berhasil mendukung penerapan e-governance yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel sehingga berpotensi menjadi model pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.
Analisis Kualitas Transportasi Publik Suroboyo Bus Berdasarkan Pengalaman Pengguna di Kota Surabaya Zuhrynda Nawang Maharanie; Kayla Shiva Andhini; Zakaria Ifki Setiawan; Marsha Ajeng Rachmaningrum; Muhammad Khikam Firdausy; Prisca Kiki Wulandari
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 04 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi publik memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat perkotaan sekaligus mengurangi kemacetan dan dampak negatif penggunaan kendaraan pribadi. Salah satu inovasi transportasi publik di Kota Surabaya adalah Suroboyo Bus yang menawarkan layanan transportasi modern dengan konsep ramah lingkungan melalui sistem pembayaran menggunakan sampah plastik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan Suroboyo Bus berdasarkan pengalaman pengguna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kerangka analisis yang digunakan mengacu pada model SERVQUAL yang meliputi dimensi reliability, tangibles, responsiveness, assurance, dan empathy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan Suroboyo Bus secara umum dinilai baik oleh pengguna. Aspek yang memperoleh penilaian positif meliputi kenyamanan dan kebersihan armada, keramahan petugas, keamanan perjalanan, serta kemudahan sistem pembayaran. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti ketidakkonsistenan jadwal kedatangan bus, keterbatasan fasilitas halte, kurang optimalnya penyediaan informasi layanan secara real-time, serta kepadatan penumpang pada jam tertentu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas infrastruktur halte dan keandalan operasional perlu menjadi prioritas untuk meningkatkan kepuasan pengguna dan mendorong penggunaan transportasi publik secara berkelanjutan.
Peran Masyarakat Adat dalam Mitigasi Bencana Alam melalui Kearifan Lokal:  Studi Kasus Suku Tengger Ahmad Farhan; Shafana Alifah Yuseno; Renita Naila Fajriah; Dahlia Najatul Khilda; Abimanyu Abimanyu; Prisca Kiki Wulandari
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 04 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran masyarakat adat Suku Tengger dalam mengurangi dampak bencana alam melalui kearifan tradisional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi, yang bertujuan untuk memahami budaya dan struktur sosial dalam menghadapi ancaman bencana. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa kearifan lokal Suku Tengger, seperti norma menjaga alam, kerja sama, serta pelaksanaan ritual tradisi, memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat terhadap bencana. Kearifan lokal ini tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai cara adaptasi antara manusia dan alam. Oleh karena itu, penting untuk menggabungkan pengetahuan lokal dari masyarakat adat dengan strategi mitigasi modern demi terciptanya pengurangan risiko bencana yang berkelanjutan.
Implementasi Good Governance Pada Pendidikan Sekolah Dasar Kota Malang Sabrina Aulya; Karimah Safinatuzzahiroh; Muhammad Hali Shaquille; Insan Kamil Fathurrizqi; Septian Ananda Prasetya; Prisca Kiki Wulandari
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 04 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi prinsip-prinsip good governance berdasarkan kerangka United Nations Development Programme (UNDP) pada pendidikan sekolah dasar di Kota Malang. Tujuan penelitian adalah menganalisis penerapan tujuh prinsip good governance transparansi, akuntabilitas, partisipasi, rule of law, efektivitas dan efisiensi, responsivitas, serta visi strategis, sekaligus mengidentifikasi kendala dan merumuskan rekomendasi strategis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur, dengan analisis data secara induktif menggunakan triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDN Kauman 1 telah menerapkan ketujuh prinsip tersebut pada tataran prosedural dengan komitmen yang nyata, namun tingkat implementasinya masih bervariasi dan belum sepenuhnya optimal. Transparansi telah diwujudkan melalui mekanisme komunikasi multi saluran, akuntabilitas dijalankan melalui sistem pelaporan berjenjang dan manajemen berbasis tim, sementara partisipasi orang tua difasilitasi melalui mitra kelas yang terbukti lebih efektif daripada komite sekolah formal. Disisi lain, terdapat sejumlah hambatan struktural yang signifikan, di antaranya inkonsistensi kebijakan pendidikan nasional, rigiditas sistem penganggaran ARKAS dan SIPD, kesenjangan antara regulasi dan kebutuhan tenaga pendidik, serta ketimpangan akses teknologi di kalangan peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan sinergi antara penguatan kapasitas kelembagaan internal sekolah dan reformasi kebijakan pendidikan nasional yang lebih adaptif, kontekstual, dan konsisten demi terwujudnya tata kelola pendidikan dasar yang bermakna dan berkelanjutan.
Representasi Figur Reformis Purbaya pada Program Lapor "Pak Purbaya" di Pemberitaan Portal Media Meri Sariningsih; Dewi Anggrayni
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 04 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Framing media berupaya menonjolkan aspek tertentu guna menciptakan narasi politik secara spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis framing figur reformis Menteri Keuangan Purbaya dalam program “Lapor Pak Purbaya” di media online. Dengan pendekatan analisis framing, penelitian ini meggunakan Teori Framing Robert Entman, penelitian ini mengkaji enam artikel berita dari berbagai portal media yaitu kompas.com, idntimes.com,bicaranetwork.com, ntvnews.id, malang disway.id dan sultra.antaranews.com. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media secara konsisten membingkai purbaya sebagai figur reformis melalui empat indikator utama Entman yaitu : Identifikasi Masalah, Atribusi Penyebab, Evaluasi Moral dan Rekomendasi penanganan. Representasi ini mengukuhkan citra purbaya sebagai pemimpin yang proaktif, berintegritas dan berkomitmen terhadap reformasi. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang konstruksi citra pemimpin di ruang publik melalui media massa.
Komunikasi Risiko Kebakaran Pada Fase Pra-Bencana Melalui Edukasi dan Simulasi Di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Banda Aceh Muhammad Nur Akmal; Annisa Sri Sugiarti; Risma Sunarty; Widya Soviana; Veri Yanti; Haya Atiqah
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 04 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran merupakan bencana nonalam yang umumnya dipicu oleh human error dan berpotensi menimbulkan korban jiwa serta kerugian ekonomi terutama pada hunian vertikal seperti Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa). Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pengetahuan dan kesiapsiagaan penghuni Rusunawa terhadap kebakaran serta mengevaluasi komunikasi risiko melalui edukasi dan simulasi pada fase pra-bencana. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan observasi kualitatif di Rusunawa Peulanggahan Kota Banda Aceh melibatkan 51 responden. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan penghuni berada pada kategori cukup dengan rata-rata jawaban benar sebesar 55,5%. Pengetahuan mengenai bahaya kebakaran relatif baik namun aspek kelembagaan dan pengalaman mengikuti edukasi masih rendah. Komunikasi risiko melalui edukasi dan simulasi berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman masyarakat tetapi penguatan kesiapsiagaan tetap memerlukan penyusunan SOP kebakaran, jalur evakuasi, tim tanggap darurat berbasis komunitas serta pelaksanaan edukasi dan simulasi secara berkala.
Pengaruh Intensitas Penggunaan Gadget Terhadap Interaksi Belajar Siswa SDN 1 Kidangbang Arryeva Elleina Izra P; Farrel Abhinaya Taro; Kayla Adzkia D; Keisha Kirania S; Livia Rachel L; Muhammad Tajul A; Revinda Putri R; Sabrina Septiani Setyawan
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 01 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh intensitas penggunaan gadget terhadap interaksi belajar siswa di SDN 1 Kidangbang. Berlatar belakang fenomena digitalisasi Generasi Alpha dan penurunan interaksi kelas, studi kuantitatif eksplanatori ini melibatkan 54 siswa kelas 5 dan 6 yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan via kuesioner, observasi, serta dokumentasi, lalu dianalisis dengan regresi linear sederhana. Instrumen terbukti valid dan reliabel, serta data berdistribusi normal. Hasil regresi menghasilkan persamaan Y = 16,083 − 0,080X dengan nilai t-hitung sebesar -0,621 (Sig. = 0,538) dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,007, sehingga H0 diterima dan Ha ditolak. Secara statistik, tidak terdapat pengaruh signifikan intensitas penggunaan gadget terhadap interaksi belajar, dengan kontribusi variabel hanya 0,7% sementara 99,3% dipengaruhi faktor lain. Melalui Social Cognitive Theory (konsep Triadic Reciprocal Determinism), temuan ini menunjukkan bahwa hubungan antara lingkungan, personal, dan perilaku bersifat resiprokal, sehingga ketiadaan pengaruh langsung tidak menafikan peran gadget dalam dinamika interaksi belajar.
Implementasi Edukasi Remaja Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Terhadap Perencanaan Masa Depan Remaja di Desa Ngadipuro Ariella Alycia Hardyananda; Mukhamat Ferdy Ardhana; Yohanes Ariel Harsono; Kayla Shiva Andhini
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 01 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan generasi penerus yang berperan penting dalam mewujudkan bonus demografi Indonesia, sehingga penguatan kesadaran mereka terhadap perencanaan masa depan menjadi kebutuhan mendesak. Namun, program pembinaan remaja di Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, masih berfokus pada kegiatan sosial dan keagamaan, sementara edukasi mengenai perencanaan pendidikan, karier, dan kesiapan berkeluarga belum dilaksanakan secara terstruktur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran remaja terhadap perencanaan masa depan melalui Program Sosialisasi Remaja yang dilaksanakan selama satu bulan sebagai bagian dari FISIP Bakti Desa, menyasar siswa kelas VII, VIII, dan IX SMP Satu Atap Wonotirto dengan materi yang disesuaikan pada setiap jenjang, yaitu Pergaulan Sehat dan Kesehatan Mental Remaja, Perencanaan Pendidikan dan Karier, serta Pencegahan Pernikahan Dini dan Kesehatan Reproduksi Remaja. Metode pengabdian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pemaparan materi interaktif, ice breaking, dan Focus Group Discussion, dengan data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan lembar refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa remaja telah memiliki pengetahuan dasar pada ketiga topik tersebut, tetapi belum mendalam dan belum sepenuhnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta menunjukkan partisipasi dan antusiasme yang baik, ditandai keaktifan bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan pengalaman pribadi, yang menjadi indikator keterlibatan dan penerimaan terhadap materi, meskipun perubahan kesadaran belum dapat diukur secara kuantitatif karena tidak digunakan instrumen pretest-posttest. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi partisipatif dapat menjadi langkah awal membangun orientasi masa depan remaja desa, sehingga keberlanjutan program dan evaluasi yang lebih terukur tetap diperlukan agar kesadaran yang terbentuk dapat berkembang menjadi kemampuan nyata dalam merencanakan masa depan.
Sinergi KKN FBD 15 dalam Mewujudkan Desa Ngawonggo Mandiri  dan Berkelanjutan melalui Penguatan Sektor Ekonomi, Pendidikan, dan Lingkungan Vaira Nursyafni Az-Zahra Thamrin; Salma Masrur; Elianne Felicia Gunawan; Nabila Ghaisani Azizah
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 01 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) FBD (FISIP Bakti Desa) Arcapada Kelompok 15 dilaksanakan di Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam menjawab permasalahan masyarakat pada tiga sektor, yaitu ekonomi, pendidikan, dan lingkungan. Permasalahan tersebut meliputi minimnya identitas merek dan pemasaran digital pada usaha rumahan, rendahnya kemampuan anak dalam mengatur waktu penggunaan gawai, serta minimnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan penghijauan lingkungan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui pendekatan participatory action research, meliputi observasi, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Pada sektor ekonomi, kelompok melaksanakan program “NgawongGO Entrepreneur” berupa rebranding produk tahu-tempe mitra usaha menjadi “Tahu Goreng Ngawonggo”, disertai pendampingan pemasaran digital dan pembuatan katalog produk. Pada sektor pendidikan, program “SIGAP DIGITAL” dilaksanakan melalui sosialisasi manajemen waktu bermain gawai serta produksi video edukasi literasi digital bagi siswa dan orang tua. Pada sektor lingkungan, dilaksanakan sosialisasi pengelolaan sampah berbasis 3R, produksi video edukasi, serta program penghijauan di Dusun Nanasan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kesadaran dan keterampilan pada masing-masing sasaran penerima, mulai dari pelaku usaha, siswa, orang tua, hingga warga desa. Program-program ini diharapkan dapat terus berkelanjutan setelah masa KKN berakhir sehingga memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat Desa Ngawonggo.
Pemahaman Petambak Mengenai Pengelolaan Keuangan Usaha Sebagai Dasar Penyusunan Format Pembukuan Sederhana di Desa Sumberdem Khansa Raisya Adiva; Azriel Raffi Putra Setyawan; Charissa Ahavya Lau; Ghaziyah Faizah Adzimah; Ibtisam Rahma Asmita; Nabila Refina Lestari; Ilhamuddin Nukman
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 01 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Structured business financial management is a crucial factor for the sustainability of fish farming groups, particularly for groups receiving government assistance that are required to submit periodic accountability reports. This study aims to describe and analyze fish farmers' understanding of financial management in tilapia aquaculture in Sumberdem Village, Malang Regency, as a basis for designing a simple bookkeeping format. This study employed a qualitative approach using Robert E. Stake's instrumental case study design and Max Weber's Social Action Theory. Data were collected through observation, in-depth interviews with board members and active members of Pokdakan Sumber Gelang, and documentation, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings reveal that the fish farmers' understanding is oriented toward instrumentally rational action (zweckrational). This is demonstrated through cost-benefit calculations during the commodity transition from catfish to tilapia, efficiency considerations in selecting the treasurer, the use of market price information in seeking alternative buyers, and compliance with reporting evaluations to members and the Fisheries Office. However, technical capacity limitations result in field recording practices remaining informal and mixing income and expense transactions in a single logbook, while technical data for each pond remain undocumented. In conclusion, fish farmers possess a strong foundation of rational awareness but face constraints in technical execution, making their rationality bounded in practice. These findings emphasize the necessity of developing a simplified bookkeeping format that separates cash flows and includes pond monitoring sheets to bridge the gap between rational understanding and daily financial management practices.

Page 4 of 4 | Total Record : 40