cover
Contact Name
Widhi Kurniawan
Contact Email
kurniawan.widhi@uho.ac.id
Phone
+62 813-1023-6923
Journal Mail Official
jipho@uho.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo. Kampus Hijau Bumi Tridharma Jl. H.E.A. Mokodompit, Anduonohu, Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia 93232.
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25481908     DOI : https://doi.org/10.56625
Fokus JIPHO mempublikasikan hasil penelitian original dan artikel tentang peternakan tropis seperti sapi, kambing, kerbau, babi, domba, kelinci, kuda, ayam, itik, angsa, puyuh, dan aneka ternak lainnya. Ruang lingkup Ruang lingkup JIPHO meliputi pemuliaan dan genetika, reproduksi, fisiologi, nutrisi, teknologi pakan, hijauan pakan, produksi ternak, bioteknologi, tingkah laku, kesehatan, sistem peternakan, sosial ekonomi, kebijakan, dan teknologi hasil ternak.
Articles 312 Documents
Kualitas Spermatozoa Sapi Bali Setelah Preservasi Menggunakan Pengencer Tris Kuning Telur dan Madu Dengan Level Berbeda Andi Dzulqarnain; Takdir Saili; Muh Rusdin
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 4, No 3 (2022):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v4i3.27026

Abstract

Madu sebagai tambahan bahan pengencer pada semen sapi Bali berpotensi dapat mempertahankan kualitas spermatozoa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas spermatozoa sapi Bali setelah diencerkan mengandung tris kuning telur dan madu dengan level berbeda, sebelum dan sesudah equilibrasi. Materi yang digunakan adalah semen segar sapi bali jantan dan madu.. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga terdapat 16 unit satuan percobaan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian pengencer tris kuning telur dan madu dengan konsentrasi berbeda yang terdiri atas P0 (Tris kuning telur  + Gliserol 6%), P1 (Tris kuning telur + Gliserol 4% + madu lebah hutan 2%, P2 (Tris kuning telur + Gliserol 2% + madu lebah hutan 4%), dan P3 (Tris kuning telur + Madu lebah hutan 6%). Parameter yang dievaluasi adalah persentase motilitas dan viabilitas spermatozoa setelah pengenceran, persentase motilitas dan viabilitas spermatozoa setelah equilibrasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rataan nilai persentase motilitas spermatozoa setelah diencerkan berkisar antara (70,0 – 72,5%), dan viabilitas spermatozoa (79,4 – 86,6%). Sedangkan rataan nilai persentase motilitas spermatozoa setelah equilibrasi berkisar antara (12,5 – 70,3%), dan viabilitas spermatozoa (44,1 – 76,4). Kesimpulan hasil penelitian ini adalah penggunaan madu sebagai bahan pengencer spermatozoa sapi bali pengganti gliserol tidak berpengaruh terhadap motilitas spermatozoa setelah diencerkan, tetapi berpengaruh nyata terhadap viabilitas spermatozoa dengan tren menurun dan penggunaan madu sebagai bahan pengencer spermatozoa sapi bali pengganti gliserol setelah equilibrasi berpengaruh nyata menurunkan presentase motilitas dan viabilitas spermatozoa. Perlakuan terbaik yaitu pada P0 dengan Tris kuning telur  + Gliserol 6%. Pemanfaatan madu sebagai tambahan bahan pengencer dalam proses pengenceran semen sapi bali dapat mempertahankan kualitas spermatozoa setelah preservasi.
Pengaruh Penambahan Ramuan Herbal dan Ekstrak Kerang Bakau (Polymesoda erosa) dalam Pakan Ayam Buras Terhadap Bobot Akhir, Bobot Karkas dan Persentase Karkas yuniati yuniati; Astriana Napirah; Takdir Saili
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 3, No 2 (2021): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v3i2.18021

Abstract

Feed aditif merupakan salah satu bahan yang dapat memacu produktivitas ayam buras.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ramuan herbal dan ekstrak kerangbakau (Polymesoda erosa) terhadap bobot akhir, bobot karkas dan persentase karkas ayam buras danpenambahan dosis ramuan herbal dan ekstrak kerang bakau (Polymesoda erosa) yang tepat padapakan untuk menghasilkan bobot akhir, bobot karkas dan persentase karkas yang optimal. Sebanyak60 ekor DOC ayam buras dibagi dalam 16 unit cage berdasarkan rancangan acak lengkap (RAL)dengan 5 perlakuan 4 ulangan dan dipelihara selama 16 minggu. Perlakuan yang diterapkan yaitu R0(0% ramuan herbal + 0% ekstrak kerang bakau), R1 (0,75% ramuan herbal + 1,5% ekstrak kerangbakau), R2 (1,5% ramuan herbal + 3% ekstrak kerang bakau) R3 (2,25% ramuan herbal + 4,5%ekstrak kerang bakau) dan R4 (3% ramuan herbal + 6% ekstrak kerang bakau). Setiap unit cage diisi 3ekor ayam dan diakhir penelitian, setiap cage disembelih 2 ekor ayam sebagai sampel. Parameter yangdiukur mengenai bobot akhir, bobot karkas dan persentase karkas. Data hasil pengamatan dianalisisragam dan uji wilayah berganda Duncan untuk melihat pengaruh antara perlakuan terhadap bobotakhir, bobot karkas dan persentase karkas ayam buras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuanberpengaruh sangat nyata (P˂0,01) terhadap bobot akhir dan bobot karkas ayam buras. Rataan bobotakhir adalah 365,6±43,1 (R0), 471,2±165,6 (R1), 1105,0±88,7 (R2), 971,5±395,6 (R3), 500,1±252,9(R4) dan rataan bobot karkas adalah 196,1±15,0 (R0), 287,8±100,9 (R1), 665,6±68,2 (R2),608,1±257,4 (R3), 299,5±178,3 (R4), serta perlakuan memberi pengaruh yang nyata (P˂0,05) terhadappersentase karkas ayam buras, rataan persentase karkas adalah 53,8±2,5% (R0), 61,0±5,2% (R1),60,2±1,4% (R2), 62,0±2,1% (R3), 58,2±4,5% (R4). Perlakuan R2 menunjukkan bobot akhir dan bobotkarkas yang paling optimal.Kata Kunci : Ramuan Herbal, Ekstrak
Pemberian Tepung Sawi Putih (Brassica pekinensia L) Meningkatkan Persentase Bagian Karkas Ayam Broiler Purnaning Dhian Isnaeni; Rusli Badaruddin; Fuji Astuty Auza; Putu Nara Kusuma Prasanjaya; Asma Bio Kimestri; Fadli Ma’mun Pancar; Hamdan Has
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 5, No 1 (2023):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v5i1.29942

Abstract

Ayam broiler merupakan ternak penghasil daging yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Salah satu permasalahan yang sering dihadapi peternak adalah mahalnya harga pakan. Tepung sawi putih merupakan salah satu limbah yang dapat dijadikan sebagai alternatif pakan karena mengandung protein sekitar 26,33% yang mampu meningkatkan produktivitas karkas ayam broiler. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan level tepung hasil samping sawi putih yang sesuai untuk mendukung produktivitas ayam broiler. Seratus ekor ayam broiler digunakan dalam penelitian ini, pakan yang digunakan terdiri dari jagung, konsentrat, dedak, dan tepung hasil samping sawi putih (TSP). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan dengan level P1= 0% TSP, P2= 5% TSP, P3= 10% TSP, dan P4= 15% TSP. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan pada persentase karkas broiler yang diberi pakan tepung sawi putih, tetapi terjadi peningkatan signifikan perlakuan P4 terhadap berat bagian sayap, persentase paha, dan persentase sayap, serta perlakuan P3 terhadap persentase punggung. Pemberian tepung sawi putih belum mampu meningkatkan kuantitas karkas, tetapi terbukti dapat dijadikan alternatif bahan pakan pada level 15% tanpa menurunkan produktifitas ayam broiler
Pengaruh Pemberian Temulawak (Curcuma xanthoriza,roxb) dalam Pakan terhadap Penampilan Produksi Ayam Broiler Sariati Sariati; Nuraini Nuraini; Muh Amrullah Pagala
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 1 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v2i1.11171

Abstract

Produktivitas ayam broiler ditentukan oleh kuantitas dan kualitas pakan yang dikonsumsi, termasuk bahan-bahan yang ditambahkan dalam pakan seperti temulawak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temulawak dalam pakan terhadap penampilan produksi ayam broiler. Penelitian menggunakan 80 ekor ayam broiler yang dipelihara selama 5 minggu dengan pakan komersial BP11 dan temulawak. Penelitian  menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yakni P0 (BP11 tanpa temulawak), P1 (BP11 + temulawak 1%), P2 (BP11 + temulawak 2%), P3 (BP11 + temulawak 3%) dengan 4 ulangan. Variabel yang diteliti adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan (PBB), dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian temulawak 1-3% pada pakan ayam broiler menunjukkan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, PBB, dan konversi pakan  ayam  broiler
Kualitas Fisik Daging Kambing Asap Dengan Jenis Serbuk Gergaji Kayu Dan Lama Pengasapan Berbeda Ahmad Bayu Ariawan; Fitrianingsih Fitrianingsih; Harapin Hafid
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 3, No 3 (2021): JIPHO (JURNAL ILMIAH PETERNAKAN HALU OLEO)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v3i3.19689

Abstract

Daging kambing merupakan salah satu daging ruminansia kecil yang dihasilkan dari sistimpemeliharaan yang cepat dengan waktu penggemukan intensif. Namun, daging ini memiliki kelemahanpada bau dan tekstur yang tidak disukai, sehingga dapat diatasi dengan metode pengasapan yangmenggunakan berbagai serbuk gergaji kayu untuk menghasilkan aroma dan cita rasa khas. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik daging kambing asap dengan pemberian berbagai serbukgergaji kayu dan waktu pengasapan berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap(RAL) faktorial 4x3 yang terdiri dari 4 jenis serbuk gergaji kayu (kayu jati, sengon, meranti, damar)dan 3 waktu pengasapan (2, 3, 4 jam). Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian serbuk gergajiberbagai jenis kayu dengan lama pengasapan berbeda menunjukkan berpengaruh sangat nyata (p <0.01) terhadap pH dan susut masak, namun tidak berpengaruh nyata (p > 0.05) terhadap daya ikat airdaging kambing asap. Nilai rendemen paling tinggi adalah perlakuan kayu damar dengan lamapengasapan 3 jam sebesar 95,98%. Secara mandiri, jenis serbuk gergaji kayu menunjukkanberpengaruh sangat nyata (p < 0.01) terhadap pH, namun tidak berpengaruh nyata (p > 0.05) terhadapdaya ikat air dan susut masak daging kambing asap. Lama pengasapan menunjukkan berpengaruhsangat nyata (p < 0.01) terhadap pH dan susut masak, tetapi tidak berpengaruh nyata (p < 0.05)terhadap daya ikat air daging kambing asap
Produktivitas dan Kualitas Galur Mutan Sorgum Bmr Pada Aplikasi Pupuk Organik Kelompok Tani Sumber Sari Desa Aunupe Sebagai Pakan Ternak La Jia; Natsiri Sandiah; Rahim Aka; Widhi Kurniawan
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 5, No 4 (2023):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v5i4.40025

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan pupuk organik kelompok tani Desa Aunupe terhadap produktivitas dan kualitas sorgum mutan brown midrib sebagai pakan ternak. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok yang terdiri dari 4 kelompok dan 5 ulangan, sehingga diperoleh 20 satuan percobaan. Perlakuan yang digunakan yaitu P1 (Kontrol), P2 (Dosis Pupuk 5 ton/ha), P3 (Dosis Pupuk 10 ton/ha), P4 (Dosis Pupuk 15 ton/ha), dan P5 (Dosis Pupuk 20 ton/ha). Variabel yang diamati adalah produksi dan kualitas tanaman yang meliputi: tinggi tanaman, diameter batang, rasio daun/batang, biomassa segar individu, kadar gula (brix), kandungan bahan kering dan produksi bahan kering (ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik dari Desa Aunupe dengan dosis yang berbeda tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap rasio daun/batang, biomassa segar individu, kadar gula, kandungan dan produksi BK, tetapi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman dan diameter batang tanaman sorgum BMR yang dipanen pada umur 70 HSTdengan hasil terbaik dari keduanya terdapat pada perlakuan dosis pupuk 10 ton/ha, yakni tinggi tanaman 141,64 cm dan diameter batang 2,19 cm.    Kata Kunci: sorgum BMR, pupuk organik, produktivitas, pakan ternak Abstract. This study aims to determine the effectiveness of the use of organic fertilizer by farmer groups in Aunupe Village on the productivity and quality of brown midrib mutant sorghum as animal feed. The design used was a randomized block design consisting of 4 groups and 5 replications, so that 20 experimental units were obtained. The treatments used were P1 (Control), P2 (Fertilizer Dosage 5 tonnes/ha), P3 (Fertilizer Dosage 10 tonnes/ha), P4 (Fertilizer Dosage 15 tonnes/ha), and P5 (Fertilizer Dosage 20 tonnes/ha). The variables observed were plant production and quality which included: plant height, stem diameter, leaf/stem ratio, individual fresh biomass, sugar content (brix), dry matter content and dry matter production (tonnes/ha). The results showed that the use of organic fertilizer from Aunupe Village at different doses had no significant effect (P>0.05) on leaf/stem ratio, individual fresh biomass, sugar content, content and dry matter production, but had a significant effect (P<0 .05) on plant height and stem diameter of BMR sorghum plants which were harvested at the age of 70 days after planting (HST) with the best results of the two at a fertilizer dose of 10 tonnes/ha, i.e. plant height 141,64 cm and stem diameter 2,19 cm. Keywords: BMR sorghum, organic fertilizer, productivity, animal feed
Potensi Pengembangan Usaha Sapi Bali di Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan Hijrawati Hijrawati; Takdir Saili; Musram Abadi
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 4, No 1 (2022): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v4i1.23534

Abstract

Penelitain ini bertujuan untuk mengkaji potensi pengembangan usaha sapi Bali di Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan. Responden adalah peternak sapi Bali yang memiliki ternak 2 ekor atau lebih. Sampel yang dipilih dari populasi dengan cara acak (simple random method), dari 10 desa/kelurahan yang ditentukan maka dipilih responden dengan menggunakan rumus Slovin dengan jumlah rumah tangga peternak (RTP) 1.009 dan diperoleh hasil 91  orang yang kemudian disesuaikan oleh peneliti menjadi 100 orang. Hasil penelitian dilakukan menunjukkan bahwa Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan sangat berpotensi untuk dilakukan pegembangan usaha sapi Bali yang didukung oleh keberadaan dan kelengkapan aspek fisik (perkandangan, poskeswan, pos IB, RPH, sumber air, transportasi dan telekomunikasi) dan aspek non fisik yang meliputi sistem pemeliharaan dan pola pemeliharaan, penaganan dan pengendalian penyakit, sumber pakan, sistem perkawinan, pengolahan hasil ikutan ternak, karakteristik peternak, dokterhewan, petugas lapangan/penyuluh, tenaga inseminator dan aspek kelembagaan.
Sifat Fisik dan Organoleptik Mayonnaise Berbahan Dasar Telur Puyuh dengan Konsentrasi yang Berbeda Yusni Fatimah; Fitrianingsih Fitrianingsih; Ali Bain
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 6, No 1 (2024):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v6i1.47126

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menguji sifat fisik dan organoleptik mayonnaise dengan penambahan kuning telur puyuh sebagai bahan pengemulsi. Penelitian ini menggunakan 90 butir telur puyuh dan minyak mozola dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan yaitu: P0 : 25 gram kuning telur puyuh + 75 ml minyak jagung, P1 : 30 gram kuning telur puyuh + 70 ml minyak jagung, P2 : 35 gram kuning telur puyuh + 65 ml minyak jagung, P3 : 40 gram kuning telur puyuh + 60 ml minyak jagung. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah kestabilan emulsi, aroma, rasa, warna dan tekstur mayonnese. Hasil penelitian menunjukan bahawa penggunaan telur puyuh dan minyak jagung dengan imbangan berbeda berpengaruh nyata (P0,05) terhadap warna dan tekstur mayonnaise. Kestabilan emulsi terbaik terdapat pada perlakuan P3 dengan nilai 90,50%. Aroma dan rasa menghasilkan nilai tertinggi beraroma dan tidak amis (5) pada perlakuan 35gram kuning telur puyuh dan 65 ml minyak jagung serta rasa hambar (5,20) pada perlakuan 25gram kuning telur puyuh dan 75 ml minyak jagung. Kata Kunci: Mayonnese, Minyak jagung, Organoleptik, Sifat fisik, Telur puyuh
Penampilan Produksi Burung Puyuh (Coturnix-Coturnix Japonica) Umur 2 – 7 Minggu yang Diberi Tepung Daun Katuk Mar wati; La Ode Ba&#039;a; Achmad Selamet Aku
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 2 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v2i2.16840

Abstract

Penampilan Produksi Burung puyuh dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satu diantaranya adalah pakan. Pakan tambahan (feed additive) berupa herbal seperti daun katuk diduga dapat menunjang produktivitas puyuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penampilan produksi burung puyuh (Coturnix-coturnix japonica) umur 2-7 minggu yang diberi tepung daun katuk. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 (empat) perlakuan dan 5 (lima) ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian tepung daun katuk tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan puyuh umur 2 – 7 minggu. Puyuh perlakuan dalam penelitian ini memiliki konsumsi pakan 11,96 gr/hari, PBB yaitu 2,68 gr/hari, dan konversi pakan 4,59. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Pemberian tepung daun katuk hanya efektif pada level 5%, karena menunjukan produktivitas yang lebih baik dibandingkan dengan pemberian diatas 5% maupun tanpa pemberian tepung daun katuk.
Kualitas Fisik dan Kimia Silase Kombinasi Rumput Odot (Pennisetum Purpureum Cv. Mott) dan Lamtoro (Leucaena Leucocephala) dengan Penambahan Berbagai Level Asam Asetat Astati Astati; Widhi Kurniawan; Natsir Sandiah
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 4, No 3 (2022):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v4i3.27017

Abstract

. Silase merupakan upaya pengawetan hijauan segar dengan metode fermentasi dan dalam kondisi keadaan anaerob. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas fisik dan kimia silase kombinasi rumput odot dan lamtoro dengan penambahan berbagai level asam asetat. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan yaitu pada bulan Mei sampai Juli 2021. Pembutan silase dilakukan di Laboratorium Unit Pabrikasi Pakan Ternak dan pengujian kualitas fisik dan kualitas kimia dilaksanakan di Laboratorium Unit Analisis Pakan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Halu Oleo, Kendari. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah  rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu (P1),70% rumput odot+30% lamtoro tanpa asam asetat, (P2)70% rumput odot+30% lamtoro+1% asam asetat, (P3), 70% rumput odot+30% lamtoro+1,5% asam asetat(P4),70% rumput odot+30% lamtoro+2% asam asetat (P5), 70% rumput odot+30% lamtoro+2,5% asam asetat. Variabel pengamatan yaitu uji kualitas fisik meliputi warna, aroma, dan tekstur serta kualitas kimia yang meliputi pH, Bahan Kering (BK), Bahan Organik (BO), Protein Kasar (PK), Nilai Fleigh (NF). Hasil penelitian ini menunjukkan penambahan asam asetat tidak berpengaruh terhadap bahan kering, bahan organik, protein kasar, tetapi bepengaruh terhadap pH dan nilai fleigh, pH silase hasil terbaik pada  P5 (4,28) dengan penambahan asam asetat sebesar 2,5%, nilai fleigh yang baik pada P5(74,25) dengan penambahan asam asetat sebesar 2,5%.