cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@univbinainsan.ac.id
Phone
+6282177479300
Journal Mail Official
lppm@univbinainsan.ac.id
Editorial Address
Jendral Besar Moh. Soeharto KM. 13, Kel. Lubuk Kupang, Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan.
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP)
ISSN : -     EISSN : 27763188     DOI : https://doi.org/10.32767/jpdp.v6i1.264
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) membahas tentang penelitian di bidang ilmu perikanan budidaya, manajemen sumber daya perikanan /Perairan dan teknologi hasil perikanan. Jurnal ini dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran, pengkajian, dan pengembangan mengenai ilmu perikanan. Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) menyediakan artikel-artikel jurnal untuk diunduh secara gratis, berskala nasional, dan sumber referensi bagi akademisi. Editor menerima kiriman artikel yang sudah disesuaikan dengan template dan belum pernah diterbitkan atau dipublikasi pada jurnal lain. Setiap artikel yang masuk sebelum diterbitkan akan melalui proses cek plagiat melalui alat bantu turnitin.
Articles 32 Documents
LITERATURE REVIEW: EKOBIOLOGI IKAN SEMBILANG (Plotosus sp.) Anna Heirina
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) April 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan sembilang (Plotosus sp.) merupakan Family Plotosidae yang banyakterdapat di perairan estuari dan merupakan salah satu sumber daya ikan di perairanestuaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekobiologi ikan sembilang.Penelitian ini menggunakan metode literature review menggunakan database dariartikel-artikel dalam bentuk jurnal. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahuiOrganisme yang ditemukan dalam saluran pencernaan terdiri atas lima jenis yaitupotongan kepiting, udang, ikan, cacing dan keong, sehingga ikan sembilang dapatdigolongkan sebagai ikan karnivora. Ikan sembilang memiliki warna yang sangatbervariasi seperti abu-abu pucat, coklat kekuningan sampai coklat tua, hampirkehitaman dan terkadang ditemukan dengan bintik-bintik gelap. Umumnya, perut ikansembilang berwarna keputihan dan ventral bagian kepala, sirip berwarna coklat sampaikehitaman atau lebih gelap dari warna tubuhnya. Pada umumnya ikan sembilang betinabertingkah seperti mengerami telur-telurnya dan menutupi telur-telur tersebut denganperutnya hingga menetas.
LITERATURE REVIEW: RUAYA IKAN OSEANODROMUS Anna Heirina; Sri Murtini; Rudiansyah Rudiansyah; Neksidin Neksidin; Sunardi Sunardi; Eva Muhajirah; Adiara Firdhita Alam Nasyrah
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) April 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan oseanodromus merupakan ikan yang hidup dilaut dan beruaya di laut. Ruaya ikan oseanodromus sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor eksternal seperti fisika kimia perairan. Adapun faktor lingkungan perairan yang sangat berpengaruh terhadap ruaya ikan oseanodromus yakni suhu, arus serta adanya klorofil-a. Faktor internal yakni adanya faktor genetik dan keseimbangan metabolik serta naluri ikan yang mendorong untuk melakukan ruaya untuk mencari makan, pemijahan dan menemukan tempat tinggal baru. Sebagian besar ikan oseanodromus melakukan ruaya jauh hingga melintasi laut lepas dan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) bahkan melintasi batas administrasi suatu negara. Pola ruaya ikan dapat bervariasi antar populasi dan antar individu dalam suatu populasi. Ruaya ikan sulit diamati serta individu sangat sulit dilacak karena sebagian sering beruaya jauh di bawah permukaan air. Pada ikan oseanodromus yang melakukan ruaya dengan menempuh jarak yang jauh untuk melakukan pemijahan. Berdasarkan tujuannya ruaya terbagi beberapa tipe yakni pertama ruaya mencari makan. Ruaya ke daerah pencarian makanan umumnya dilakukan oleh ikan kecil atau oleh ikan dewasa yang dilakukan secara vertikal atau horizontal. Kedua, ruaya pemijahan yang cenderung dilakukan dari ruaya pemijahan yakni reproductive homing yaitu kembalinya ikan ke daerah asal kelahiran sebelum melakukan reproduksi. Ketiga ruaya pengungsian merupakan ruaya yang dilakukan untuk menghindar dari tempat yang kondisinya tidak baik atau tercemar.
Hubungan Panjang Bobot dan Faktor Kondisi Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) yang didaratkan di TPI Majene, Sulawesi Barat Adiara Firdhita Alam Nasyrah; Zulfiani Zulfiani; Dewi Yuniati; Eva Muhajirah; Anna Heirina; Anisa Aulia Sabilah
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) April 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan cakalang merupakan ikan pelagis besar dari famili Scombridae, satu-satunya spesies dari genus Katsuwonus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan cakalang. Pengambilan sampel ikan dilakukan pada bulan November 2022 hingga Januari 2023 di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Majene dengan frekuensi pengambilan sampel satu kali sebulan. Pengukuran panjang total ikan menggunakan penggaris berketelitian 1 mm dan penimbangan bobot ikan menggunakan timbangan digital berketelitian 0.01 g. Total ikan yang diperoleh selama penelitian yaitu 54 ekor terdiri atas 44 ekor ikan jantan dan 10 ekor ikan betina. Kisaran panjang total ikan yang ditemukan yaitu sebesar 21.6 – 44,3 cm, sedangkan kisaran bobot ikan yaitu sebesar 120.8 – 1.070 g. Berdasarkan hasil analisis hubungan panjang bobot diperoleh persamaan W = 0.00004 L3.20 pada ikan jantan, W = 0.00001 L3.41 pada ikan betina. Hasil nilai b yang diperoleh menunjukkan pola pertumbuhan ikan cakalang didaratkan di TPI Majene bersifat alometrik positif. Kisaran faktor kondisi ikan cakalang selama penelitian berkisar 1.0963 – 1.5120 dengan rata-rata sebesar 1.2575. Hal ini mengindikasikan bahwa ikan cakalang dalam kondisi baik.
Struktur Ukuran dan Rasio Jenis Kelamin Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) yang tertangkap di TPI Majene Sulawesi Barat Zulfiani Zulfiani; Dewi Yuniati; Adiara Firdhita Alam Nasyrah; Darsiani Darsiani; Ady Jufri; Nurul Mutmainnah
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) April 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan cakalang merupakan salah jenis ikan hasil tangkapan yang potensial di Kabupaten Majene. Sebagian besar nelayan menjadikan ikan cakalang ini sebagai fokus penangkapan. pemanfaatan ikan cakalang yang tidak terkontrol dikhawatirkan dapat terjadi penangkapan/eksploitasi berlebih oleh nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur ukuran dan rasio kelamin ikan cakalang yang di didaratkan di TPI Majene. Pengambilan sampel ikan dilakukan pada bulan November 2022 hingga Januari 2023 di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Majene dengan frekuensi pengambilan sampel satu kali sebulan. Pengukuran panjang total ikan menggunakan penggaris berketelitian 1 mm. Hasil penelitian menunjukkan kisaran panjang total ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) yang tertangkap diperairan Majene berkisar antara 21,0 – 45,5 cm. Struktur ukuran didominasi oleh kelas interval 21,0 – 24.5 cm. Jumlah ikan yang diamati sebanyak 54 ekor yang terdiri dari 44 ekor jantan dan 10 ekor betina dengan rasio kelamin jantan dan betina 4:1. Hal ini mengindikasikan kondisi perairan dalam keadaan tidak seimbang.
Glukosa Darah dan Indeks Hepatosomatik (HSI) Ikan Patin Pangasianodon sp. Diberi Pakan Eceng Gondok dengan Jumlah Berbeda Dewi Yuniati
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eceng gondok diperairan lebih sering dianggap sebagai gulma air yang sangat merugikan. Eceng gondok memiliki kemampuan untuk bersaing dengan tanaman lainnya di perairan dan memiliki laju pertumbuhan yang cepat, serta mengandung nutrisi yang cukup baik, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan tepung eceng gondok terhadap glukosa darah dan indeks hepatosomatik (HSI) ikan patin. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu subtitusi pollard dengan eceng gondok masing-masing (A) tanpa eceng gondok (0%); (B) 25% eceng gondok; (C) 50% eceng gondok; (D) 75% eceng gondok; dan (E) 100% eceng gondok. Padat tebar ikan yaitu 70 ekor/akuarium dengan bobot rata-rata 2,45±0,15 g/ekor. Ikan dipelihara selama 60 hari dengan frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari secara at satiation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar glukosa darah mengalami peningkatan pada jam ke-1 untuk perlakuan A – D, sedangkan pada perlakuan E pada jam ke-3.Nilai HSI tidak berbeda nyata (P>0,05) pada semua perlakuan.
Analisis Kesesuaian Lahan Budidaya Kappaphycus alvarezii Menggunakan Aplikasi GIS Berdasarkan Parameter Fisika dan Kimia di Perairan Majene Sulawesi Barat Chairul Rusyd Mahfud; Zulfiani Zulfiani; Saharuddin Saharuddin; Adiara Firdhita Alam Nasyrah; Etika Ariyanti Hidayat; Reski Fitriah
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan Kabupaten Majene memiliki potensi pesisir yang cukup beragam, salah satunya ialah budidaya rumput laut. Akan tetapi terbatasnya informasi terkait kualitas perairan di pesisir Kabupaten Majene sehingga inisiasi budidaya rumput laut sulit untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji wilayah perairan yang sesuai untuk budidaya rumput laut di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat khususnya jenis Kapppaphycus alvarezii. Analisis kesesuaian lahan dimaksudkan untuk mengetahui kesesuaian lahan budidaya laut secara spasial dengan menggunakan konsep evaluasi lahan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai September di daerah pesisir pantai Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Kecamatan Tapalang, Kecamatan Somba, dan Kecamatan Banggae Timur). Data yang diekstrak meliputi suhu, salinitas, kecepatan arus, kecerahan, kedalaman air, nitrat dan fosfat. Prosedur analisis data dengan metode Geographic Information System (GIS) melalui beberapa tahapan yaitu penyusunan peta parameter kualitas air, penggabungan (overlay) dengan peta penggunaan lahan, dan penilaian kesesuaian lahan. Hasil analisis kesesuaian perairan menunjukkan bahwa pada perairan Kecamatan Tapalang, Kecamatan Somba, dan Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene bulan Mei dan September masuk dalam kategori tidak sesuai sampai cukup sesuai.
KOMPOSISI JENIS DAN STRUKTUR UKURAN IKAN HASIL TANGKAPAN PUKAT CINCIN (Purse seine) YANG DI DARATKAN KAB. MAMUJU PROV. SULAWESI BARAT Muhammad Nur Ihsan
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan ukuran ikan yang di daratkan di TPI Desa Taan Kab. Mamuju Prov. Sulawesi Barat. Penelitian ini dilaksanakan di TPI Desa Taan dengan menggunakan metode deskriptif yaitu membuat gambaran atau deskripsi mengenai komposisi dan ukuran ikan. Data penelitian berupa identifikasi jenis ikan dan ukuran panjang ikan baik ukuran yang layak tangkap maupun ukuran yang belum layak tangkap yang diperoleh dengan cara survei langsung dan wawancara mendalam dengan nelayan. Hasil pengamatan penelitian yang berlangsung selama 30 trip didapatkan Volume persentase hasil tangkapan tertinggi yaitu 53 % jenis ikan Tongkol Komo (Eutynnus affinis) dan terendah yaitu ikan Ayam-Ayam 0,095 %. Analisa ukuran layak dan tidak layak tangkap menunjukkan: Cakalang 84 % tidak layak tangkap dan 16 % layak tangkap. Ikan Layang Biru 100 % layak tangkap. Tongkol Komo 77 % tidak layak tangkap dan 23 % layak tangkap. Sedangkan untuk ikan Tuna Sirip Kuning, Selar Kuning, Tongkol Abu-abu, Sunglir, Kuwe, Ayam-ayam dan Ilak 100 % tidak layak tangkap karena belum memenuhi ukuran Lm jenis untuk kelayakan tangkap tersebut.
Efektivitas Ekstrak Daun Mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap Performa Kesehatan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang Terinfeksi Bakteri Streptococcus agalactiae Adiara Firdhita Alam Nasyrah; Muh. Ansar
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Oktober 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun mengkudu mengandung saponin sebagai antibakteri yang dapat digunakan dalam mengatasi serangan bakteri Streptococcus pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian ekstrak Daun Mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap penanganan penyakit pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang terinfeksi bakteri Streptococcus agalactiae sehingga dapat meningkatkan kelangsungan hidup. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Basah SMK-PP Negeri Rea Timur, Kec. Binuang, Kab. Polewali Mandar selama 30 hari mulai tanggal 7 Agustus sampai 7 September 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah perendaman dengan ekstrak daun mengkudu pada konsentrasi A (Kontrol), B (3 g/L), C (6 g/L), D (9 g/L). Parameter yang diamati adalah Survival Rate (SR), Relative Percentage Survival (RPS) yang diamati pada akhir penelitian menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dengan bantuan aplikasi SPSS versi 16.0, sedangkan gejala klinis, pengamatan organ dalam dan kualitas air diamati secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik adalah perlakuan B, yaitu nilai SR sebesar 80%, kemudian perlakuan C sebesar 60%, dan perlakuan D sebesar 53,3%, dan terendah terdapat pada perlakuan A sebesar 40% dengan nilai RPS tertinggi pada perlakuan B yaitu 88,89%, perlakuan C (77,78%) dan perlakuan D (74,07%). Kelangsungan hidup dan efektivitas terbaik pada pemberian 3 g/L ekstrak daun mengkudu. Parameter kualitas air selama percobaan seperti pH, suhu dan DO masih dalam batas optimal untuk ikan nila.
The PEMETAAN POTENSI CARBON STOCK MANGROVE MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL 2A DI KAWASAN SILVO EKOWISATA, TANJUNGPIAYU Azzahra Maulidina; Febrianti Lestari; Diana Azizah; Deni Sabriyati; Andi Zulfikar; Esty Kurniawati
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Oktober 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanasan Global merupakan fenomena meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, daratan, dan laut. upaya mitigasi yang dapat dilakukan ialah dengan cara penyerapan karbon dari vegetasi mangrove. Untuk itu tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui estimasi stok karbon mangrove pada Kawasan Silvo ekowisata Tanjungpiayu. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah citra sentinel 2a dan data karbon setinggi dada (DBH). Analisis yang digunakan adalah alometrik, regresi, dan indeks NDVI. Hasil penelitian didapatkan luasan mangrove Kawasan silvoekowisata adalah 214 Ha dan terbagi atas 4 kategori; non vegetasi (8 Ha), kerapatan jarang (28 Ha), kerapatan sedang (41 Ha), dan Kerapatan Lebat (137 Ha). Sedangkan data stok karbon didapatkan hasil rata-rata 17,24 Ton/Ha, dengan stok karbon tertinggi berada pada 52,97 Ton/Ha dan nilai stok karbon terendah berada pada plot 7 sebesar 8,8 Ton/Ha. Untuk itu diperlukan penelitian lebih lanjut dengan indeks vegetasi lainnya pada lokasi yang sama ataupun berbeda.
The Kesesuaian Dan Daya Dukung Kawasan Silvo Ekowisata Mangrove Di Perairan Kampung Bagan Kota Batam,Kepulauan Riau Mala Kurnia; Febrianti Lestari; Deni Sabriyanti Deni Sabriyanti; Susiana Susiana; Winny Retna Melani Winny Retna Melani; KHODIJAH ISMAIL KHODIJAH ISMAIL; Diana Azizah Diana Azizah
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) April 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekowisata merupakan salah satu upaya yang dapat dikembangkan untuk melestarikan ekosistem mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesesuaian dan daya dukung kawasan ekosistem mangrove Silvo sehingga dapat dijadikan bahan acuan dalam pengambilan kebijakan pengelolaan ekosistem mangrove. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November – Januari 2023 di Kampung Bagan, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Data dianalisis menggunakan matriks analisis Indeks Kesesuaian Wisata (IKW), analisis spasial menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dilanjutkan dengan penilaian Daya Dukung Daerah (DDK) untuk mengetahui jumlah pengunjung maksimal yang dapat ditampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IKW di lokasi penelitian berada pada kategori sangat sesuai seluas 6,73 ha dan 22,03 ha berada pada kategori sesuai sehingga total IKW yang diperoleh adalah 28,76 ha. Panjang areal yang dapat digunakan untuk kegiatan tracking adalah 1793,45 m dan daya dukung ekowisata mangrove sebanyak 287 orang/hari dengan memperhitungkan waktu tempuh setiap pengunjung (buka 8 jam/hari). Kampung Bagan secara keseluruhan masuk dalam kategori layak untuk dijadikan kawasan silvo ekowisata dengan kapasitas wisatawan dalam kategori baik dan tidak melebihi ambang batas maksimal yang diperbolehkan. Oleh karena itu, pengambilan kebijakan yang disarankan adalah dengan membuat peraturan terkait pengelolaan ekosistem mangrove.

Page 2 of 4 | Total Record : 32