cover
Contact Name
Suwandi
Contact Email
indexsasi@apji.org
Phone
+6285641386859
Journal Mail Official
indexsasi@apji.org
Editorial Address
Jl. Watunganten I No.1, Karangrawa, Batursari, Kec. Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah
Location
Kab. demak,
Jawa tengah
INDONESIA
Soko Guru: Jurnal Ilmu Pendidikan
ISSN : 28278836     EISSN : 28278844     DOI : 10.55606
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmu Pendidikan (SOKO GURU) mewadahi artikel karya ilmiah hasil penelitian para dosen, praktisi akademik, guru dan mahasiswa untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Ruang lingkup jurnal ini adalah semua penelitian yang berhubungan dengan pendidikan. Jurnal ini diterbitkan 3 (tiga) kali dalam satu tahun yaitu Edisi April, Agustus, dan Desember.
Articles 215 Documents
Pola Komunikasi Efektif dalam Pencegahan Perilaku Bullying Ditinjau dari Prophetic Parenting Risma Salsa Billah; Nazwa Zahra; Indy Auliya; Yuni Anggraeni; Hendar Riyadi; Esty Faatinisa; Silmy Halwany
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v5i2.5577

Abstract

The Importance of Family Communication in Bullying Prevention Bullying is a global social issue with negative impacts, even extending into elementary school environments. Data indicates that bullying cases, including physical, mental, and cyber violence, remain high in Indonesia. The effects of bullying are not limited to the victims but also extend to the perpetrators, who may experience deviant behavior, psychological disorders, and even suicidal ideation. There are three main contributing factors to bullying: internal factors (such as violence at home), external factors (peer groups, school, play environments), and situational factors. The family, as the smallest institution, plays a significant role in shaping a child's social interactions and character. Poor communication within the family can contribute to bullying behavior. Conversely, effective communication can prevent bullying, especially when implemented within a prophetic parenting style that emulates the educational methods of the Prophet.
Perbedaan Metode Make A Match Dan Index Card Match Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPS Kelas VIII SMP Negeri 4 Pantai Labu Alexander Samosir; Mindo Sinaga
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v5i2.5578

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang bervariasinya metode pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran IPS dan motivasi belajar siswa yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan metode make a match dan metode index card match dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran IPS kelas VIII 2024/2025 SMP Negeri 4 Pantai Labu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain Pretest-Postest, Nonequivalent Multiple-Group Design, menggunakan dua kelas eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMP Negeri 4 Pantai labu, sedangkan sampelnya yaitu kelas VIII A dan VIII B. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket motivasi belajar siswa dan lembar observasi pelaksanaan pembelajaran. Instrumen angket divalidasi oleh exspert judgement dan reabilitas angket dihitung dengan rumus Alpha Cronbach. Pengujian prasyarat analisis meliputi uji normalitas dan homogenitas, sedangkan pengujian hipotesis menggunakan uji-t (independent sample t-tes).Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan penggunaan metode make a match dibandingkan metode index card match dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Perbedaan motivasi belajar siswa yang signifikan ditunjukkan dari hasil uji-t diperoleh nilai
Efektifitas Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas XI SMA Istiqamah Muhammadiyah Samarinda Tahun Ajaran 2025/2026 Kasri; Yasintha Sari Pratiwi; Rury Muslifar
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v5i2.5591

Abstract

The purpose of this study was to determine the effectiveness of group guidance services using discussion techniques in increasing the motivation to learn mathematics for class XI students at SMA Istiqamah Muhammadiyah. The background of this study was the low motivation to learn mathematics for students, characterized by a lack of interest and enthusiasm in following mathematics lessons, as well as low student learning outcomes. Group guidance services using discussion techniques were chosen as an intervention because this method is believed to increase motivation through discussion, interaction, and support between students. The following study used an experimental method with a pretest-posttest design, with subjects from class XI students, selected by purposive sampling. The data collection instrument was a learning motivation questionnaire given before and after the implementation of group guidance services using discussion techniques. Data were analyzed using the N-Gain test to measure the increase in student learning motivation after participating in the service. The results showed that group guidance services using discussion techniques had a significant influence on increasing student motivation to learn mathematics. The results of the N-Gain test showed a significant increase in student learning motivation after being given group guidance services using discussion techniques. Based on these findings, group guidance services using discussion techniques were proven to be effective in increasing student learning motivation, especially in mathematics.
KESALAHAN BERBAHASA PADA UNGGAHAN PAMFLET MEDIA SOSIAL TIK TOK Elza Leyli Lisnora Saragih; Oki Helena Mandari Saragih; Laura Junima Silalahi; Yusnita Situmeang
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v5i2.5592

Abstract

Penelitian ini membahas kesalahan berbahasa pada pamflet yang diunggah di media sosial TikTok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan dan penyebabnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan mengamati 15 pamflet. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 34 kesalahan berbahasa, yang terdiri dari kesalahan fonologi, morfologi, sintaksis, dan ejaan. Kesalahan ini terjadi karena kurangnya pemahaman terhadap bahasa Indonesia, pengaruh bahasa pertama, dan cara pengajaran yang kurang tepat. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran berbahasa yang baik di media sosial.
Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Pada Siswa Kelas IIA SD Katolik 02 Don Bosco Paniki-Bawah Eunike Mandolang; Patrisia. H. Supit; Orchidea Marentek
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v5i2.5684

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila melalui penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) pada siswa Kelas IIA SD Katolik 02 Don Bosco Paniki Bawah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya prestasi belajar siswa pada materi “Menggambarkan Ciri-ciri Fisik Manusia” dan terbatasnya variasi model pembelajaran yang digunakan guru. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Pada tahap prasiklus tingkat ketuntasan sebesar 43%. Pada Siklus I penguasaan turun sedikit menjadi 36%, dan setelah dilakukan perbaikan, Siklus II menunjukkan peningkatan menjadi 79%. Selain itu, aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran juga mengalami peningkatan dari kategori “baik” menjadi “sangat baik”. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Pembelajaran Kontekstual efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas IIA di SD Katolik 02 Don Bosco Paniki Bawah.
Efektivitas Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia: Studi Evaluatif Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kabupaten Minahasa Utara Evi Martika D. Kasiahe; Fabyana I. Tamboto; Stief A. Walewangko; Anggraini Putri Goni; Agustina Regina Banua
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v5i2.5685

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya pembelajaran berdiferensiasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar swasta di Kabupaten Minahasa Utara. Pembelajaran berdiferensiasi sebagai wujud nyata konsep Merdeka Belajar penting diterapkan untuk memerdekakan siswa melalui pendekatan yang memperhatikan minat, kebutuhan, dan tingkat kesiapan mereka. Sekolah swasta dipilih karena memiliki tantangan tersendiri seperti keterbatasan dana, sarana prasarana, serta jumlah siswa dan guru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan empat tahapan: persiapan, pengumpulan data, pengolahan data, dan penyusunan laporan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan prinsip diferensiasi secara intuitif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, namun masih menghadapi hambatan dalam hal sumber daya, kompetensi, serta kesenjangan kemampuan literasi siswa. Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan kapasitas guru dan dukungan sistemik agar implementasi Kurikulum Merdeka berjalan efektif.
Penggunaan Google Form Sebagai Alat Evaluasi Pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama Negeri 36 Sarolangun Wildan Ahmad Rauf; Shalahudin Shalahudin; Sodiah Sodiah
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v5i2.5761

Abstract

This study aims to analyze the use of Google Forms as a learning evaluation tool at State Junior High School 36 Sarolangun. It also aims to identify obstacles to using Google Forms as a learning evaluation tool and to identify solutions to overcome these obstacles. This study used a descriptive qualitative approach at State Junior High School 36 Sarolangun. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Forecasting sampling was used as a method for selecting informants. The results indicate that the use of Google Forms as a learning evaluation tool has been well-used by teachers, although implementation challenges exist, such as limited features, potential cheating, technical issues, and data privacy. Solutions to overcome these obstacles include ensuring a stable internet connection, providing alternatives for students without internet access, and checking browser and device settings. To address test design, divide the questions into sections, set time limits, use the random question feature, provide clear feedback, and involve students in the evaluation process.
Asal-usul dan Transformasi: Pencak Dor dari Latihan Santri hingga Hiburan Rakyat Rifiy Qomarrullah; Fredrik Sokoy
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v5i2.5765

Abstract

Pencak Dor is a traditional martial art rooted in Islamic boarding schools (pesantren) in Java, originally serving as physical training and discipline-building for students (santri). Over time, Pencak Dor has undergone a transformation from an internal pesantren activity into a popular form of public entertainment. This study aims to explore the origins of Pencak Dor and analyze its transformation from a socio-cultural perspective. The research employs a literature review method combined with content analysis of secondary sources, including books, scholarly articles, historical archives, and online media. The findings reveal that the transformation of Pencak Dor is driven by internal factors such as the adaptation of pesantren cultural values, as well as external influences like the development of mass media and the commercialization of performing arts. Despite changes in form and function, values such as sportsmanship, togetherness, and local wisdom have been preserved. This study highlights the importance of preserving Pencak Dor as a cultural heritage that remains adaptive to the dynamics of time.
Deconstruction Powers Of Relations Behind The Shadow Puppet Performance For Tourism In Ubud Village Bali Gede Yoga Kharisma Pradana
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v5i2.5768

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami konstruksi hubungan kekuasaan di balik pertunjukan Wayang Kulit dalam konteks pariwisata di Desa Ubud, Bali. Penelitian ini dilakukan karena ada ketimpangan antara asumsi dan fakta di lapangan. Sebagai salah satu seni pertunjukan tradisional, Wayang Kulit jarang dapat disajikan secara berkelanjutan sebagai seni pertunjukan pariwisata di Bali. Namun kenyataannya berbeda. Pertanyaannya adalah: (1) bagaimana bentuk pertunjukan Wayang Kulit untuk pariwisata di Desa Ubud?; (2) Mengapa Wayang Kulit dapat dikembangkan terus menerus sebagai seni pertunjukan pariwisata?. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Data primer dan data sekunder penelitian ini diperoleh dengan cara observasi dan studi pustaka. Semua data yang dikumpulkan dianalisis secara kritis dalam perspektif kajian budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk pertunjukan Wayang Kulit untuk pariwisata di Desa Ubud adalah pertunjukan Wayang Kulit Parwa. Hal ini dapat dilihat dari lakonnya, struktur pertunjukannya, tokoh-tokohnya dan iringan pertunjukannya; (2) Pertunjukan Wayang Kulit di Desa Ubud dapat dikembangkan secara berkelanjutan untuk pariwisata karena adanya hubungan kekuasaan yang bersifat negosiasi, hegemoni, oposisional antara pemilik pentas, pengelola objek wisata dan dalang.
Pengembangan Media Pembelajaran E-Komik Pada Materi Fiksi di Kelas VIII UPTD SMP Negeri 7 Gunungsitoli Harapan Zendrato; Mastawati Ndruru; Noveri Amal Jaya Harefa; Noibe Halawa
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v5i2.5799

Abstract

Pembelajaran pada hakikatnya merupakan proses interaksi antara peserta didik, pendidik, dan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai. Namun, hasil observasi di SMP Negeri 7 Gunungsitoli menunjukkan bahwa guru masih sangat bergantung pada buku teks sebagai sumber belajar utama, dengan pemanfaatan media pembelajaran yang menarik dan kontekstual masih terbatas. Kondisi ini berdampak pada rendahnya motivasi dan partisipasi siswa, khususnya dalam pembelajaran teks fiksi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengembangkan media pembelajaran berupa E-Komik untuk materi fiksi dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Media E-Komik yang dikembangkan telah divalidasi oleh ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media, dengan hasil kelayakan sangat tinggi masing-masing 90%, 90%, dan 98%. Uji kepraktisan menunjukkan hasil sangat baik dengan skor 98% pada uji perorangan, 97% pada uji kelompok kecil, dan 95% pada uji lapangan. Uji efektivitas juga memperlihatkan bahwa ketuntasan belajar siswa mencapai 91% pada uji lapangan. Temuan ini menegaskan bahwa media pembelajaran E-Komik valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran fiksi di SMP. Penelitian ini menunjukkan potensi komik digital sebagai media inovatif untuk meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran bahasa.