cover
Contact Name
ANDY RISKI PRATAMA
Contact Email
andyrezky24@gmail.com
Phone
+6283801672042
Journal Mail Official
andyrezky24@gmail.com
Editorial Address
Jln. Kesuma Bhakti. No 32
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 31097634     DOI : 10.0111
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam adalah jurnal ilmiah yang didedikasikan untuk menggali, mengembangkan, dan menyebarluaskan kajian-kajian ilmiah dalam bidang pemikiran Islam dan pendidikan Islam. Jurnal ini lahir dari kesadaran akan pentingnya ruang akademik yang mampu menampung berbagai pemikiran kritis, progresif, dan transformatif dalam khazanah keilmuan Islam, terutama yang berkaitan dengan pembaruan gagasan dan praksis pendidikan. Dalam konteks perkembangan zaman yang begitu dinamis, tantangan terhadap eksistensi dan relevansi pendidikan Islam menuntut adanya kontribusi nyata dari para akademisi, peneliti, dan praktisi melalui pemikiran yang berbasis pada integritas ilmiah dan nilai-nilai keislaman. Melalui pendekatan interdisipliner dan kontekstual, Al-Afkar membuka ruang bagi publikasi hasil-hasil penelitian, telaah konseptual, studi kritis, dan analisis kebijakan yang berorientasi pada penguatan pendidikan Islam secara teoretis maupun praktis. Ruang lingkup kajian yang diangkat dalam jurnal ini mencakup, namun tidak terbatas pada, isu-isu filsafat pendidikan Islam, metodologi pembelajaran berbasis nilai-nilai Islam, pengembangan kurikulum pendidikan Islam, studi kebijakan pendidikan keislaman, serta pembacaan kritis terhadap pemikiran tokoh-tokoh Islam klasik dan kontemporer. Selain itu, jurnal ini juga menerima tulisan yang membahas integrasi ilmu dan agama, dinamika lembaga pendidikan Islam, serta respons pendidikan Islam terhadap isu-isu sosial keagamaan dan kemanusiaan global. Dengan konsistensi dalam menjaga mutu ilmiah dan orisinalitas karya, Al-Afkar diharapkan dapat menjadi referensi akademik yang kredibel dan strategis dalam membentuk wacana keilmuan Islam yang adaptif terhadap perubahan, namun tetap berakar pada nilai-nilai dasar Islam. Jurnal ini terbit secara berkala dan menggunakan sistem review sejawat (peer-reviewed) untuk menjamin kualitas setiap artikel yang dipublikasikan, serta terbuka bagi penulis dari berbagai latar belakang institusi, baik dalam maupun luar negeri, yang memiliki perhatian pada pengembangan pemikiran dan pendidikan Islam.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 62 Documents
Implementasi Kultur Pesantren dalam Membentuk Karakter Santri di Pesantren Daaru Tahfiz Ampek Angkek Kabupaten Agam Irfan Asy’ari; Oktarina Yusra; Januar Januar; Eka Rizal
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2026): Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : PT. AKSARA AKADEMIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0111/afkar.v2i1.198

Abstract

Pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter santri yang tidak hanya religius, tetapi juga berakhlak mulia. Kultur pesantren yang khas mencerminkan pola hidup berbasis nilai-nilai Islam melalui kebiasaan ibadah, kedisiplinan, tanggung jawab, serta pembentukan kebersamaan antaranggota pesantren. Pondok Pesantren Daaru Tahfiz Ampek Angkek Kabupaten Agam merupakan salah satu pesantren yang mengedepankan nilai-nilai tersebut dalam proses pendidikan santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kultur pesantren di Daaru Tahfiz dan bagaimana implementasinya dalam membentuk karakter santri yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap aktivitas santri, wawancara mendalam dengan pengasuh dan santri, serta dokumentasi terkait kegiatan di pesantren. Teknik analisis data melibatkan proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultur pesantren di Daaru Tahfiz berperan signifikan dalam membentuk karakter santri melalui berbagai kegiatan berbasis nilai-nilai Islam. Program tahsin berperan dalam membentuk kemampuan baca Al-Qur'an yang baik dan benar, disertai pembiasaan disiplin dalam mematuhi jadwal pembelajaran. Kegiatan tahfiz tidak hanya meningkatkan hafalan Al-Qur'an, tetapi juga membentuk karakter santri yang tekun dan bertanggung jawab. Kegiatan muhadhoroh melatih keberanian berbicara dan meningkatkan rasa percaya diri santri. Debat keilmuan mendorong kemampuan berpikir kritis, argumentasi yang santun, dan kebersamaan dalam diskusi. Sementara itu, storytelling membantu santri mengasah kreativitas dan komunikasi efektif. Implementasi kultur pesantren ini diperkuat dengan lingkungan yang kondusif dan peran pengasuh, meskipun terdapat beberapa kendala seperti kejenuhan santri, keterbatasan tenaga pendidik, dan perbedaan latar belakang budaya. serta menjelaskan penerapan syirkah dalam Bank Syariah dan Lembaga Keuangan Syariah (LKS).
Zakat Digital Di Era Financial Technology (Fintech): Analisis Peluang, Tantangan, Dan Keabsahannya Dalam Perspektif Fiqh Ibadah Maya Sari; Nurasiah Ahmad
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2026): Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : PT. AKSARA AKADEMIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0111/afkar.v2i2.199

Abstract

Perkembangan Financial Technology (FinTech) telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pengelolaan dan pembayaran zakat. Zakat digital hadir sebagai inovasi yang memudahkan umat Islam dalam menunaikan kewajiban zakat melalui berbagai platform digital seperti mobile banking, QRIS, dompet digital, dan aplikasi zakat daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi zakat digital di era FinTech, mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi, serta mengkaji keabsahannya dalam perspektif fiqh ibadah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, artikel, dan karya ilmiah yang relevan dengan tema zakat digital dan hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zakat digital memiliki berbagai peluang, seperti kemudahan akses, efisiensi pengelolaan, transparansi, serta peningkatan penghimpunan zakat. Di sisi lain, terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, antara lain rendahnya literasi digital masyarakat, risiko keamanan transaksi, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap platform digital, dan kebutuhan pengawasan yang lebih optimal. Ditinjau dari perspektif fiqh ibadah, zakat digital dinilai sah selama memenuhi syarat dan rukun zakat, termasuk adanya niat, tamlik, wakalah, dan qabḍ hukmi yang diakui dalam fiqh muamalah kontemporer. Selain itu, zakat digital juga sejalan dengan maqāṣid al-syarī‘ah karena mendukung kemaslahatan umat melalui peningkatan efektivitas dan pemerataan distribusi zakat.
Penguatan Nilai Moderasi Beragama Sebagai Upaya Mencegah Kekerasan di Lingkungan Pendidikan Pondok Pesantren Al-Ihsan Riau Fajar Illahi
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2026): Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : PT. AKSARA AKADEMIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0111/afkar.v2i2.147

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penguatan nilai moderasi beragama sebagai upaya mencegah kekerasan di Pondok Pesantren Al-Ihsan Riau. Penelitian dilatarbelakangi meningkatnya intoleransi dan potensi kekerasan berbasis agama, sehingga diperlukan pembinaan karakter yang sistematis. Pesantren berperan penting menanamkan nilai tawassuth (jalan tengah), tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), dan i’tidal (keadilan). Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket kepada 41 santri SMP IT IBS Riau. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama telah diterapkan melalui kurikulum, pembelajaran, budaya asrama, keteladanan ustadz, musyawarah, dan pembinaan karakter. Mayoritas responden memiliki pemahaman baik tentang toleransi, keadilan, keseimbangan, dan hidup damai. Nilai moderasi beragama berkontribusi membentuk sikap sabar, menghargai perbedaan, serta menyelesaikan konflik melalui dialog. Namun, masih ditemukan potensi kekerasan verbal ringan sehingga diperlukan penguatan aturan, pengawasan, dan pembinaan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan moderasi beragama efektif menciptakan lingkungan pesantren yang aman, harmonis, dan minim kekerasan serta dapat menjadi model bagi lembaga pendidikan Islam lainnya.
Integrasi Hermeneutika Hans-Georg Gademer dalam pembelajaran Al-Qur’an dan Hadist: Studi Metodologi di Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi Fajar Illahi; Muhammad Farhan Firas; Saifullah
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2026): Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : PT. AKSARA AKADEMIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0111/afkar.v2i2.165

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi hermeneutika filosofis yang dikembangkan oleh Hans-Georg Gadamer dalam pembelajaran Al-Qur’an dan Hadis di Pesantren Sumatera Thawalib Parabek. Studi ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pengembangan pendekatan metodologis dalam studi Al-Qur’an dan Hadis yang berorientasi pada transmisi makna tekstual, dan konteks sosial yang terus berkembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan angket yang melibatkan 41 responden yang terdiri dari santri dan tenaga pendidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi hermeneutika Gadamer dalam pembelajaran Al-Qur’an dan Hadis berlangsung secara substantif. Pembelajaran tetap bertumpu pada metodologi tafsir klasik melalui penggunaan kitab turats dan qawā‘id lughawiyyah. Namun demikian, proses pembelajaran juga memberikan ruang dialog antara warga pesantren terhadap makna teks dalam konteks kehidupan kontemporer. Temuan penelitian menunjukkan adanya perjumpaan antara. horizon tradisi keilmuan pesantren, dan horizon pengalaman aktual santri yang mencerminkan konsep fusion of horizons dalam hermeneutika Gadamer. Selain itu, kesadaran terhadap kesinambungan tradisi keilmuan juga mencerminkan konsep Wirkungsgeschichte, sementara pengalaman dan latar belakang santri dalam memahami teks menunjukkan adanya dimensi Vorverständnis. Integrasi tersebut menghasilkan model pembelajaran yang menekankan transmisi pengetahuan normatif, serta terbentuknya kesadaran interpretatif yang reflektif, dan mampu menghadirkan pemahaman keagamaan yang tetap berakar pada turats juga relevan dengan dinamika masyarakat modern
Analisis Implementasi Kebijakan Pendidikan Karakter Religius dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MTs Bahrul Ulum Rokan Hulu Ahmad Syaefullah; Ira Azrina Anggraini; Lailan Rafiqah; Sri Yudia Prapti Dina Putri
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2026): Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : PT. AKSARA AKADEMIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0111/afkar.v2i2.179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pendidikan karakter religius dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MTs Bahrul Ulum Rokan Hulu, mengkaji dampaknya terhadap karakter religius peserta didik, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, wakil kepala bidang kesiswaan, dan peserta didik sebagai informan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pendidikan karakter religius dilaksanakan melalui integrasi nilai-nilai religius dalam pembelajaran, program pembiasaan keagamaan, keteladanan guru, dan penguatan budaya religius madrasah. Kebijakan tersebut memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter religius peserta didik yang ditunjukkan melalui meningkatnya kedisiplinan beribadah, tanggung jawab, kesantunan, dan kepedulian sosial. Faktor pendukung meliputi komitmen pimpinan madrasah, peran aktif guru, serta dukungan sarana keagamaan, sedangkan faktor penghambat berasal dari pengaruh media digital, lingkungan pergaulan, dan perbedaan latar belakang keluarga peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi kebijakan pendidikan karakter religius berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter religius peserta didik di MTs Bahrul Ulum Rokan Hulu.
Eksistensi Perempuan dalam Pendidikan Pesantren: Analisis Pemikiran Simone de Beaouvoir di Lingkungan Asrama UIN Bukittinggi Fajar Illahi; Andri Umar Soleh; Ridha Ahida
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2026): Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : PT. AKSARA AKADEMIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0111/afkar.v2i2.197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi perempuan dalam pendidikan pesantren melalui perspektif pemikiran Simone de Beauvoir di lingkungan Asrama UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Kajian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya partisipasi perempuan dalam pendidikan Islam yang diiringi dengan berbagai dinamika terkait identitas, kebebasan, kesetaraan, dan konstruksi gender. Meskipun perempuan telah memperoleh akses pendidikan yang lebih luas, berbagai stereotip dan ekspektasi sosial masih memengaruhi posisi serta peran mereka dalam kehidupan sosial dan akademik. Oleh karena itu, pemikiran Simone de Beauvoir digunakan untuk memahami bagaimana perempuan membangun eksistensinya sebagai subjek yang bebas dan mandiri dalam lingkungan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Lokasi penelitian berada di Asrama UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Informan penelitian terdiri atas mahasiswi, pengurus asrama, musyrifah, dan pembina asrama yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahap kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan konsep the Other, kebebasan eksistensial, dan becoming woman dari Simone de Beauvoir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asrama berfungsi sebagai ruang pembentukan identitas perempuan yang mendorong berkembangnya kemandirian, kepemimpinan, kepercayaan diri, dan partisipasi sosial. Mahasiswi memiliki kesempatan yang luas untuk berorganisasi, menyampaikan pendapat, serta mengembangkan potensi akademik dan keagamaan. Konsep becoming woman tampak dalam proses pembentukan identitas perempuan melalui pendidikan dan pengalaman sosial, sedangkan konsep the Other masih ditemukan dalam bentuk stereotip gender yang tidak lagi dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan pesantren modern di lingkungan Asrama UIN Bukittinggi berkontribusi signifikan dalam memperkuat eksistensi perempuan sebagai individu yang bebas, mandiri, dan berdaya tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
The Students’ Difficulties In Speaking English at Eleventh Grade Of PPTQ Muallimin Muhammadiyah Pakan Sinayan Indria Nofitri; Syahrul Syahrul; Eliza Eliza; Hilma Pami Putri
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2026): Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : PT. AKSARA AKADEMIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0111/afkar.v2i2.211

Abstract

This research was done related to the problem that happen at most the eleventh grade students at PPTQ Mu’allimin Muhammadiyah Pakan Sinayan. The problem was most of students difficult to practice speaking English in front of the class. In addition the students were too shy to make permission by using English and speak with friends that reflexively would laughed to them if they make a mistake. Furthermore, this research is conducted to described that factor affecting of the students’ difficulties in speaking English at Eleventh grade of PPTQ Mu’allimin Muhammadiyah Pakan Sinayan. The type of the research was descriptive qualitative approach. The data was collected from the interview to the informants. The source of the research was the eleventh grade students, the informant based on the teacher who determines the students who have problems. The technique of data analysis used Miles and Huberman’ Model, consisted of : data collection, data reduction, display the data, and conclusion. Based on analysis of the data, it was found that the factor affecting of students’ difficulties in speaking English are lack of vocabulary, lack of competence in writing sentences, when the students perform speaking English they are nervous and stutter in expressing the sentences, lack ideas to create and develop the sentences, and lack of interest in learning English. The main factor affecting of the students’ difficulties are lack of interest in learning English. In addition, they are given a few minutes to understand the topic that is given by the teacher, and suggest them to the English media that have the easier vocabularies to be understood by the students.
The Correlation Between Students’ Prior Knowledge And Students’ Listening Comprehension Of The Second Grade Students Of MAN 2 Padang Panjang Nella Fatrisia; Loli Safitri; Syahrul Syahrul; Widya Syafitri
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2026): Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : PT. AKSARA AKADEMIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0111/afkar.v2i2.212

Abstract

This research was conducted since there were many problems in listening comprehension which were correlated with students’ prior knowledge. There were some problems related to the students’ prior knowledge in comprehending the spoken text. Most of students were difficult to comprehend the spoken text. Some of students are not able to comprehend what the speaker said, although they have prior knowledge about the topic of spoken text. This research aimed to discover the correlation between students’ prior knowledge and listening comprehension. This research was a correlational research. The total of population was 310 students, the sample was 31 students which consisted of 3 or 2 students per class and the researcher used simple random sampling in determining the sample. The data were gotten from test about students’ prior knowledge and listening comprehension that the researcher distributed to students. To analyze the data, product moment Coefficient Correlation ( ρ ) was used to test the Hypothesis, this research used r-hitung formula and consult the result into r-table with α =0,05. From the analysis of the data, it was found that the coefficient of correlation gotten was 0.771 in the range 0.70-0.90 or was in high correlation. It means there was a positive correlation between students’ prior knowledge and their listening comprehension. In other words, the Ha which stated that there is significant correlation between students’ prior knowledge and their listening comprehension was accepted. In conclusion, there was high correlation between students’ prior knowledge and their listening comprehension, if the students had good prior knowledge it will increase their listening comprehension.
The Correlation Between Self-Efficacy And English Achievement At Eleventh Grade Of MAN 2 Padang Panjang Maslinda Jasra; Syahrul Syahrul; Veni Roza; Genta Sakti
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2026): Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : PT. AKSARA AKADEMIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0111/afkar.v2i2.213

Abstract

This research aims to determine the correlation between Self efficacy and English achievement at eleventh grade of MAN 2 Padang Panjang. Most of the students’ there still encounter problems in mastering English achievement. Some students’ English achievement were not satisfying yet, it was supported by the score of English test result. There were some of students had high Self efficacy in learning English. They felt confident and able to handle a task given by the teacher. However, their English achievement were still low from standardization of minimum criteria. It means some of them have high self efficacy but low in English achievement. Then the researcher was interested in doing research about The Correlation between Self Efficacy and English Achievement. This research used correlational reseach. The total population was 310 students, the sample was taken from 49 students who divided into two classes of XI IPS 1 and XI IPS 2. Data obtained through a questionnaire about self efficacy that researcher distributed to students, while the students’ English achievement was collected from the English teacher’ document. Furthermore, the data collected will be processed using Pearson product moment formula and SPSS program. To test the hypothesis, researchers used the r-test and consulted the results with a t-table with ɑ = 0.05. Based on the result of the research, the correlation coefficient (rxy) between self efficacy and English achievement was 0.655. It means there was a positive direction between two variables. Then, the correlation between Self efficacy and English achievement is in the enough category. This can be seen from the calculated r value of 0.655 which is in the range of 0.40 – 0.70 with a enough category. In addition to test hypothesis, r-test is 0.655, while the r-table on df = 47 and ɑ = 0.05 is 0.288. It means that the r-test was bigger than the r-table. In other words, Ha is accepted, which states that there is a significant correlation between students’ Self efficacy and their English achievement at eleventh grade of MAN 2 Padang Panjang.
Digital Minimalism dan Zuhud: Analisis Komparatif Perspektif Maqasid Syariah di Era Digital Faza Firdaus
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2026): Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : PT. AKSARA AKADEMIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0111/afkar.v2i2.216

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, bekerja, dan memperoleh informasi, namun penggunaannya yang tidak terkendali memunculkan persoalan seperti ketergantungan media sosial, banjir informasi, dan menurunnya konsentrasi. Digital Minimalism hadir sebagai pendekatan yang menempatkan nilai dan tujuan hidup sebagai dasar penggunaan teknologi, sejalan dengan konsep zuhud dalam Islam yang mengajarkan sikap tidak berlebihan terhadap dunia. Penelitian kualitatif berbasis kepustakaan ini mengkaji hubungan kedua konsep tersebut melalui pendekatan Maqasid Syariah. Hasilnya menunjukkan bahwa keduanya sama-sama menekankan pengendalian diri dan proporsionalitas, namun berbeda pada tujuan akhir: Digital Minimalism berorientasi pada produktivitas dan kesejahteraan individu, sedangkan zuhud diarahkan pada keridaan Allah ﷻ dan keseimbangan dunia-akhirat. Dalam perspektif Maqasid Syariah, praktik Digital Minimalism dapat mendukung perlindungan agama, akal, jiwa, dan harta apabila diterapkan sesuai prinsip syariat Islam.