cover
Contact Name
Edwin Nurdiansyah
Contact Email
edwin@unsri.ac.id
Phone
+6285268434738
Journal Mail Official
jbti@unsri.ac.id
Editorial Address
Jl. Palembang-Prabumulih, Km. 32 Indralaya, Kab. Ogan Ilir.
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23557265     EISSN : 26146134     DOI : https://doi.org/10.36706/jbti.v11i02.4
The scope of the study in this journal are: Approaches, Strategies, Models and Evaluation of Pancasila & Citizenship Education Media and Learning Resources for Pancasila & Citizenship Education Pancasila & Citizenship Education Policy and Curriculum Value/Moral/Character Education Social and Political Education Legal Education (National and International)
Articles 99 Documents
KAMPANYE KEWARGANEGARAAN SEBAGAI PENDIDIKAN POLITIK UNTUK PENGUATAN KETERLIBATAN WARGA NEGARA Yudha Pradana
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v12i2.220

Abstract

Tulisan ini berusaha untuk mengungkapkan bagaimana kampanye kewarganegaraan dapat dilakukan sebagai pendidikan politik untuk menguatkan keterlibatan warga negara. Rumusan masalah dalam penelitian ini ialah: (1) bagaimana penguatan keterlibatan warga negara yang dilakukan melalui kampanye kewarganegaraan sebagai pendidikan politik?, dan (2) bagaimana atribut kewarganegaraan melalui kampanye kewarganegaraan sebagai pendidikan politik?. Metode yang digunakan ialah literature review untuk mengkaji kampanye kewarganegaraan sebagai pendidikan politik dalam menguatkan keterlibatan warga negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye kewarganegaraan sebagai strategi komunikasi persuasif dapat menjadi sarana pendidikan politik dalam menguatkan keterlibatan warga negara terutama melalui framing dan priming suatu pesan yang bersifat edukatif dan mendorong keterlibatan warga negara serta tranmisi nilai-nilai kewargaan. Kampanye kewarganegaraan sebagai pendidikan politik juga dapat mengembangkan atribut warga negara, terutama dengan persona trailblazer dan sebagai dynamo dalam menjalankan kampanye kewarganegaraan yang sarat dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan politik yang mumpuni.   This paper aims to demonstrate how citizenship campaigns can serve as a form of political education to enhance civic engagement. The research addresses the following questions: (1) How is citizen involvement strengthened through citizenship campaigns as political education? and (2) How are citizenship attributes developed through these campaigns? The methodology employed is a literature review that examines the role of citizenship campaigns as political education in promoting civic engagement. The findings indicate that citizenship campaigns, as a persuasive communication strategy, can effectively function as political education, particularly by framing and priming educational messages to encourage citizen participation and the transmission of civic values. Furthermore, citizenship campaigns can foster the development of citizen attributes, especially by cultivating a trailblazer persona and dynamism in executing campaigns that encompass knowledge, attitudes, and skills.
KONSEP DAN APLIKASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL ACTION LEARNING Hendri Irawan
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v12i2.225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan aplikasi pendidikan karakter di sekolah melalui pendekatan Contextual Action Learning. Latar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya fenomena degradasi moral di kalangan peserta didik, khususnya siswa SMP, yang ditandai dengan berbagai kasus kenakalan remaja, kekerasan, dan pelanggaran nilai-nilai sosial. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan telaah studi literatur yang bersumber dari publikasi ilmiah, dokumen kebijakan, dan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan karakter merupakan upaya sistematis untuk menanamkan nilai-nilai luhur bangsa yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, yang meliputi dimensi olah hati, olah pikir, olah raga, dan olah rasa/karsa. Pendekatan kontekstual dinilai efektif karena mengaitkan pembelajaran dengan situasi nyata, memadukan penguasaan kognitif dengan internalisasi nilai, serta mendorong partisipasi aktif peserta didik. Integrasi pendidikan karakter dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler memperkuat pembentukan kepribadian peserta didik secara holistik. Penerapan Action Learning melalui proyek sosial, simulasi, dan kerja sama tim terbukti mampu melatih keterampilan berpikir kritis, pengambilan keputusan etis, dan perilaku bertanggung jawab. Penelitian ini menegaskan bahwa Contextual Action Learning merupakan strategi yang relevan dan adaptif untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila yang berkarakter, kompeten, dan berdaya saing global.   This study aims to analyze the concept and application of character education in schools through the Contextual Action Learning approach. The research background is rooted in the growing phenomenon of moral degradation among students, particularly at the junior high school level, as reflected in various cases of juvenile delinquency, violence, and violations of social values. The research employed a qualitative descriptive method through a literature review based on scholarly publications, policy documents, and previous research findings. The study reveals that character education is a systematic effort to instill the nation’s noble values grounded in Pancasila and the 1945 Constitution, encompassing the dimensions of moral reasoning (olah hati), intellectual development (olah pikir), physical development (olah raga), and emotional-volitional development (olah rasa/karsa). The contextual approach is considered effective as it connects learning with real-life situations, integrates cognitive mastery with value internalization, and fosters active student participation. The integration of character education into intracurricular, co-curricular, and extracurricular activities strengthen the holistic development of students’ personalities. The implementation of Action Learning through social projects, simulations, and teamwork has been proven to cultivate critical thinking skills, ethical decision-making, and responsible behavior. This study affirms that Contextual Action Learning is a relevant and adaptive strategy to foster the Pancasila Profil Pelajar Pancasia who are of strong character, competent, and globally competitive.
UPAYA GURU PPKN DALAM MENANAMKAN KARAKTER PEDULI SOSIAL SISWA KELAS VIII A SMP NURUL ISLAM KUBU RAYA Nurhadianto; Sulha; Buhori; Hana Mauludea
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v12i2.230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru PPKn dalam menanamkan karakter peduli sosial pada siswa kelas VIII A di SMP Nurul Islam Kubu Raya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru PPKn, dan siswa kelas VIII A. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya tingkat kepedulian sosial siswa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga diperlukan peran aktif guru dalam membentuk karakter tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter peduli sosial ditanamkan melalui kegiatan seperti bakti sosial, pemberian sumbangan, dan saling tolong-menolong. Upaya guru dalam menanamkan karakter ini dilakukan melalui pembiasaan perilaku positif, penegakan disiplin, pemberian keteladanan, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Faktor penghambat dalam proses ini berasal dari aspek internal seperti kepribadian siswa, serta faktor eksternal yang meliputi pengaruh keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekolah. Kesimpulannya, peran guru PPKn sangat penting dalam membentuk karakter peduli sosial siswa melalui pendekatan yang konsisten dan dukungan dari berbagai pihak.   This study aims to describe the efforts of PPKn teachers in instilling social awareness character in class VIII A students at SMP Nurul Islam Kubu Raya. The approach used is qualitative with descriptive method. The research subjects included the principal, PPKn teachers, and class VIII A students. The background of this study is based on the low level of social awareness of students in everyday life, so that the active role of teachers is needed in shaping this character. The results of the study indicate that social awareness character is instilled through activities such as social service, giving donations, and helping each other. Teachers' efforts in instilling this character are carried out through positive behavioral habits, enforcing discipline, providing role models, and creating a conducive learning environment. Inhibiting factors in this process come from internal aspects such as student personality, as well as external factors including the influence of family, society, and the school environment. In conclusion, the role of PPKn teachers is very important in shaping students' social awareness character through a consistent approach and support from various parties.
PENGEMBANGAN MODEL RESOLUSI KONFLIK BERBASIS KOLABORASI PENTAHELIX UNTUK MEWUJUDKAN INTEGRASI SOSIAL SECARA INKLUSIF DAN BERKELANJUTAN Agil Nanggala; Bunyamin Maftuh; Elly Malihah; Dodoh Siti Saadah
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v12i2.232

Abstract

Penelitian ini dirampungkan dengan mempertimbangkan potensi konflik yang semakin dinamis dan kompleks, akibat dampak negatif globalisasi dan media sosial, serta kesenjangan dalam pendidikan. Penelitian ini didasarkan pada pendekatan kualitatif, dengan metode studi pustaka. Analisis data mengarah pada reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian: Pertama, secara konseptual berdasarkan teori kewarganegaraan komunitarian, menegaskan pentingnya kebersamaan dengan melibatkan setiap sektor yang mewakili sifat kerja sama sehingga dapat mewujudkan integrasi sosial, kesejahteraan, keadilan dan penegakan budaya politik Pancasila. Kedua, penerapan model penyelesaian konflik berbasis kolaborasi Pentahelix bersifat preventif, persuasif, inklusif, dan humanis, kemudian secara eksplisit, implementasi model tersebut, adalah: 1) integrasi program kerja, 2) implementasi kolaborasi, 3) evaluasi dan tindak lanjut, serta 4) sosialisasi masif. Kesimpulan dari penelitian tersebut, yaitu pengembangan model penyelesaian konflik berbasis kolaborasi pentahelix untuk mewujudkan integrasi sosial yang inklusif dan berkelanjutan merupakan upaya ilmiah, kolaboratif, dan inklusif untuk meminimalisir dan mengatasi berbagai konflik sosial, khususnya horizontal di masyarakat, sebagai modal sosial dalam mewujudkan visi masyarakat sipil Indonesia.   This research was completed considering the potential for increasingly dynamic and complex conflicts, due to the negative impact of globalization and social media, as well as gaps in education. This research is based on a qualitative approach, with a literature study method. Data analysis led to reduction, display, and verification. Research results: First, conceptually based on the theory of communitarian citizenship, emphasizing the importance of togetherness by involving each sector that represents the nature of cooperation so that it can realize social integration, welfare, justice and the enforcement of the political culture of Pancasila. Second, the application of Pentahelix's collaboration-based conflict resolution model is preventive, persuasive, inclusive, and humane, then explicitly, the implementation of the model, is: 1) the integration of work programs, 2) the implementation of collaboration, 3) evaluation and follow-up, as well as 4) massive socialization. The conclusion of the study, namely the development of a conflict resolution model based on pentahelix collaboration to realize inclusive and sustainable social integration is a scientific, collaborative, and inclusive effort to minimize and overcome various social conflicts, especially horizontal in society, as social capital in realizing the vision of Indonesian civil society.
DINAMIKA POLITIK PASCA-PEMILU 2024: ANALISIS POSISI INDONESIA DI TAHUN 2025-2029 Rike Erlande; Camellia; Akbar Aba; Nurul Fajariah; Nila Sari
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v12i2.233

Abstract

Pasca-Pemilu 2024, politik Indonesia berada pada titik persilangan antara peluang demokratisasi dan tantangan konsolidasi kekuasaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis telaah literatur untuk mengkaji bagaimana partisipasi politik, digitalisasi, dan kebijakan keberlanjutan membentuk arah pemerintahan 2025–2029. Temuan menunjukkan bahwa meningkatnya partisipasi generasi muda dan ekspansi ruang digital memperkuat legitimasi demokrasi, tetapi juga menimbulkan risiko polarisasi dan penyebaran disinformasi. Agenda transisi energi berkelanjutan pun menghadapi kesenjangan koordinasi antarsektor dan lemahnya implementasi kebijakan di tingkat daerah. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan, peningkatan literasi digital warga negara, serta sinergi kebijakan hijau berbasis partisipasi publik. Penelitian lanjutan disarankan berfokus pada perilaku politik generasi muda dan dinamika wacana digital untuk memperkuat pengembangan demokrasi Indonesia yang adaptif dan berkelanjutan.   After the 2024 general election, Indonesian politics stands at a crossroads between opportunities for democratization and challenges of power consolidation. This study employs a qualitative approach through an extensive literature review to examine how political participation, digitalization, and sustainability policies shape the country’s governance trajectory for 2025–2029. The findings reveal that the growing involvement of young voters and the expansion of digital spaces strengthen democratic legitimacy while also creating risks of polarization and disinformation. The sustainable energy transition agenda faces coordination gaps across sectors and weak policy implementation at the regional level. Practically, this research recommends enhancing transparent governance, improving citizens’ digital literacy, and fostering participatory green policy integration. Future studies are encouraged to focus on youth political behavior and digital discourse dynamics to strengthen the development of an adaptive and sustainable Indonesian democracy.
ANALISIS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PORTOFOLIO TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Abdul Halim; Berchah Pitoewas; Nugraha Gading Priandana; Rizky Wahyudi
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v12i2.234

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan Model Pembelajaran Portofolio (MPP) dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik di SMK 2 Mei Bandar Lampung. Aktivitas dan hasil belajar merupakan dua aspek krusial dalam proses pendidikan yang seringkali menjadi tantangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian tindakan atau kuasi-eksperimen untuk mengukur dampak implementasi model terhadap variabel terikat. Temuan menunjukkan bahwa MPP secara signifikan meningkatkan rata-rata skor aktivitas belajar siswa, terutama dalam aspek disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian, yang merupakan ciri khas pendidikan karakter. Selain itu, terjadi peningkatan yang substansial pada hasil belajar kognitif dan keterampilan (psikomotorik) peserta didik setelah intervensi. Peningkatan ini membuktikan bahwa Model Pembelajaran Portofolio, melalui tugas dan penilaian yang bersifat otentik dan berkelanjutan, efektif untuk mengintegrasikan aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta didik. Hasil penelitian ini merekomendasikan agar MPP dapat dipertimbangkan sebagai salah satu model utama dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) untuk menguatkan kompetensi abad ke-21.   Abstract This study aims to analyze the effectiveness of the implementation of the Portfolio Learning Model (MPP) in improving student activities and learning outcomes at SMK 2 Mei Bandar Lampung. Activities and learning outcomes are two crucial aspects in the educational process that often pose challenges. This study uses a descriptive quantitative approach with an action research or quasi-experimental design to measure the impact of the model implementation on the dependent variable. The findings indicate that the MPP significantly increases the average score of student learning activities, especially in the aspects of discipline, responsibility, and independence, which are the hallmarks of character education. In addition, there is a substantial increase in students' cognitive learning outcomes and skills (psychomotor) after the intervention. This increase proves that the Portfolio Learning Model, through authentic and continuous tasks and assessments, is effective in integrating aspects of student knowledge, attitudes, and skills. The results of this study recommend that the MPP can be considered as one of the main models in Pancasila and Citizenship Education (PPKn) learning to strengthen 21st-century competencies.
STRATEGI INOVATIF GURU DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK PENDIDIKAN PANCASILA DI SEKOLAH DASAR Muspardi; Neviyarni; Yusmanila; Afdal
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v12i2.237

Abstract

Pengembangan kreativitas peserta didik merupakan salah satu kompetensi utama yang ditekankan dalam Kurikulum Merdeka, termasuk pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Namun, praktik pembelajaran di Sekolah Dasar masih cenderung menekankan hafalan nilai-nilai moral tanpa memberi ruang bagi peserta didik untuk berpikir kreatif dan reflektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam upaya pendidik dalam mengembangkan kreativitas peserta didik selama proses pembelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di dua sekolah dasar di Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam terhadap enam guru, dan analisis dokumen perencanaan pembelajaran. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kreativitas peserta didik dilakukan melalui tiga strategi utama: (1) Penerapan model pembelajaran berbasis proyek dan berbasis masalah, (2) Pemanfaatan media inovatif seperti video animasi dan permainan edukatif, serta (3) Pemberian tugas terbuka yang mendorong ekspresi ide dan penciptaan karya orisinal. Strategi tersebut terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kreatif sekaligus memperdalam pemahaman nilai-nilai Pancasila secara kontekstual. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelatihan guru untuk merancang pembelajaran yang mengintegrasikan penguatan karakter dengan stimulasi kreativitas.   Developing students’ creativity is one of the core competencies emphasized in the Merdeka Curriculum, including within the subject of Pancasila Education. However, classroom practices in elementary schools still tend to emphasize rote memorization of moral values without providing sufficient space for students to think creatively and reflectively. This study aims to provide an in-depth description of teachers’ efforts in fostering students’ creativity during the learning process of Pancasila Education. The research employed a qualitative approach with a case study method conducted in two elementary schools located in Sijunjung Regency, West Sumatra. Data were collected through participant observation, in-depth interviews with six teachers, and analysis of lesson plan documents. The collected data were analyzed interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that teachers fostered students’ creativity through three main strategies: (1) Implementing project-based and problem-based learning models, (2) Utilizing innovative media such as animated videos and educational games, and (3) Assigning open-ended tasks that encouraged idea expression and the creation of original works. These strategies were proven effective in enhancing creative thinking skills while deepening students’ contextual understanding of Pancasila values. The study highlights the importance of teacher training in designing learning experiences that integrate character strengthening with creativity stimulation
IMPLEMENTASI NILAI KEBANGSAAN DI KALANGAN MAHASISWA Supriyanto; Aris Septiono
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v12i2.240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi nilai kebangsaan di kalangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang melalui pemahaman dan pengamalan konsep Darul Ahdi wa Syahadah sebagai wujud aktualisasi ideologi Pancasila. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini melibatkan mahasiswa semester satu dan tiga dari berbagai program studi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa telah berupaya mengimplementasikan nilai kebangsaan dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan organisasi melalui sikap toleransi, tanggung jawab, serta partisipasi aktif dalam pembangunan bangsa. Namun, tantangan seperti radikalisme, rendahnya pemahaman terhadap hubungan Islam dan Pancasila, serta sikap individualistik masih menjadi kendala. Upaya yang dilakukan untuk mengatasinya meliputi peningkatan pemahaman ideologi kebangsaan melalui kegiatan akademik dan organisasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya internalisasi nilai Darul Ahdi wa Syahadah dalam membentuk karakter mahasiswa yang religius, nasionalis, dan berintegritas tinggi di tengah masyarakat multikultural.   This research aims to examine the implementation of national values among students of the University of Muhammadiyah Semarang through the understanding and practice of the concept of Darul Ahdi wa Syahadah as a form of actualization of the Pancasila ideology. Using a qualitative approach with observation, interview, and documentation techniques, this study involved 2nd and 4th semester students from various study programs. The results of the study show that students have tried to implement national values in social, educational, and organizational life through tolerance, responsibility, and active participation in nation building. However, challenges such as radicalism, low understanding of the relationship between Islam and Pancasila, and individualistic attitudes are still obstacles. Efforts made to overcome this include increasing the understanding of national ideology through academic and organizational activities. This research emphasizes the importance of internalizing the values of Darul Ahdi wa Syahadah in shaping the character of students who are religious, nationalist, and have high integrity in the midst of a multicultural society.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DAN PERANANNYA DALAM MEMBENTUK PARTISIPASI SOSIAL WARGA NEGARA Mariyani; Rahmat; Rahmawati
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v12i2.243

Abstract

Pendidikan kewarganegaraan memegang peranan penting dalam menumbuhkan partisipasi sosial warga negara, khususnya generasi muda. Meskipun pendidikan kewarganegaraan telah diajarkan secara formal, tren menurunnya partisipasi sosial menjadi tantangan utama dalam konteks pembangunan budaya kewargaan yang berkelanjutan. Studi ini meninjau berbagai hasil penelitian terkait hubungan antara Pendidikan Kewarganegaraan dan partisipasi sosial, dengan fokus pada efektivitas metode pembelajaran, faktor psikososial, serta pengaruh teknologi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan yang partisipatif dan berbasis pengalaman nyata memiliki dampak lebih besar dalam membentuk sikap dan perilaku sosial positif. Selain itu, integrasi teknologi harus diiringi penguatan literasi kritis dan karakter sosial. Temuan ini menjadi dasar strategis untuk merumuskan kebijakan dan inovasi praktik pendidikan kewarganegaraan demi meningkatkan partisipasi sosial yang inklusif dan aktif. Penelitian ini penting sebagai acuan pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan yang responsif terhadap dinamika sosial dan teknologi masa kini.   Civic education plays a critical role in fostering social participation among citizens, particularly youth. Despite formal civic education being widely implemented, declining trends in social participation pose a significant challenge for sustainable civic culture development. This study reviews research findings on the relationship between civic education and social participation, emphasizing effective pedagogical methods, psychosocial factors, and the influence of digital technology. Results indicate that participatory and experiential learning approaches substantially shape positive social attitudes and behaviors. Furthermore, technological integration must be complemented by enhanced critical literacy and social character development. These findings provide strategic insights for formulating policies and innovative civic education practices aimed at promoting inclusive and active social participation. This research serves as a vital reference for developing civic education that is responsive to contemporary social and technological dynamics.

Page 10 of 10 | Total Record : 99