cover
Contact Name
Aulia Novemy Dhita
Contact Email
aulianovemydhita@unsri.ac.id
Phone
+6285377767024
Journal Mail Official
criksetra@fkip.unsri.ac.id
Editorial Address
Jl. Palembang-Prabumulih, km. 32. Indralaya-Ogan Ilir
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 19788673     EISSN : 26569620     DOI : https://doi.org/10.36706/jc.v13i2.13
Historiography means the writing of history based on the critical examination of sources, the selection of particular details from the authentic materials in those sources, and the synthesis of those details into a narrative that stands the test of critical examination. Historiography studies cover chronologically various themes, such as local history, social history, cultural history, economic history, political history, military history, intellectual history, environmental history, and other historical studies. History of education is a study of the past that focuses on educational issues. These include education systems, institutions, theories, themes and other related phenomena in the past. History education includes studies of how history teaches in school or society, curriculum, educational values in events, figures, and historical heritage, media and sources of historical learning, history teachers, and studies of textbooks.
Articles 186 Documents
SILOTAL: Digital Catalog Application of Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat Museum as a Kodular-Based History Learning Media Novia Faqihatun Nikmah; Aditya Nugroho Widiadi
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v13i1.1

Abstract

Abstract: This research was conducted to develop innovative and effective history learning media in the digital era. Departing from the problems experienced in class XI MAN 3 Ngawi in the form of monotonous use of history learning media so that students feel bored and more interested in learning media applications. Therefore, researchers developed innovative and interesting learning media for students. The purpose of this research is to develop and test the feasibility of the Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat Museum Digital Catalog Application (SILOTAL) as a learning media for grade XI students of MAN 3 Ngawi. The research and development method used in this research is the ADDIE model from Branch which has five stages, including analyze, design, develop, implement, evaluate. The results of this research study obtained the results of material expert validation of 90% including in the very valid category. Media expert validation of 79% is included in the valid category. The results of the small group trial of 88.6% were included in the very feasible category and the large group trial had a result of 92.0% in the very feasible category. Thus, it can be concluded that SILOTAL is very feasible to use as a history learning media for grade XI students of MAN 3 Ngawi. However, there are some shortcomings that need to be improved in further research in the form of producing media with a more attractive design and setting without internet access that can be downloaded and installed on iOS devices to maximize use. Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan media pembelajaran sejarah yang inovatif dan efektif di era digital. Berangkat dari permasalahan yang dialami di kelas XI MAN 3 Ngawi berupa penggunaan media pembelajaran sejarah yang monoton sehingga, siswa merasa bosan dan lebih tertarik dengan aplikasi media pembelajaran. Oleh karena itu, peneliti mengembangkan media pembelajaran yang inovatif dan menarik bagi siswa. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengembangkan dan melakukan uji kelayakan Aplikasi Katalog Digital Museum Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat (SILOTAL) sebagai media pembelajaran untuk siswa kelas XI MAN 3 Ngawi. Metode penelitian dan pengembangan digunakan pada penelitian ini dengan model ADDIE dari Branch yang memiliki lima tahap, meliputi menganalisa, merancang, mengembangkan, melaksanakan, evaluasi. Hasil dari penelitian penelitian ini diperoleh hasil validasi ahli materi sebesar 90% termasuk pada kategori sangat valid. Validasi ahli media sebesar 79% termasuk pada kategori valid. Hasil uji coba kelompok kecil sebesar 88,6% termasuk kategori sangat layak dan uji coba kelompok besar memiliki hasil sebesar 92,0% masuk pada kategori sangat layak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa SILOTAL sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran sejarah untuk siswa kelas XI MAN 3 Ngawi. Namun terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki pada penelitian selanjutnya berupa menghasilkan media dengan desain yang lebih menarik dan diatur tanpa akses internet yang dapat di unduh serta diinstal di gawai iOS agar lebih maksimal dalam penggunaan.
Exploring Colonial Photographs Potential as a Historical Source on Reconstructing Buleleng Maritime History Ahmad Ginanjar Purnawibawa; I Wayan Putra Yasa
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v13i1.2

Abstract

Abstract: This article explores a possible way to use historical photographs archives and their untapped potential as invaluable historical sources. Focusing on the maritime history of Buleleng from 1920 to 1940 AD, this study explores the multifaceted digitized photos. These photos offer insights into the maritime landscape of Buleleng, shedding light on its pivotal role as a thriving center of maritime commerce and cultural exchange in Bali during the early 20th century. Through a visual history approach and critical analysis of a diverse range of photographs, this research shows the potential of photographs as historical sources to reconstruct the maritime past of Buleleng. The analysis in this article showed that historical photographs could provide varied information, such as different types of boats, commodities, activities, and daily life of people in the maritime-led life of Buleleng. Abstrak: Artikel ini mengeksplorasi tahapan dalam menggunakan arsip foto sejarah dan potensinya yang belum dimanfaatkan sebagai sumber sejarah yang sangat berharga. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah foto-foto kolonial yang terkait dengan sejarah maritim Buleleng pada tahun 1920 hingga 1940 M. Foto-foto ini memberikan wawasan tentang lanskap maritim Buleleng, menyoroti peran pentingnya sebagai pusat perdagangan maritim dan pertukaran budaya yang berkembang di Bali pada awal abad ke-20. Melalui pendekatan sejarah visual dan analisis kritis terhadap foto-foto tersebut, penelitian ini menunjukkan potensi foto sebagai sumber sejarah untuk merekonstruksi sejarah maritim Buleleng. Analisis dalam artikel ini menunjukkan bahwa foto-foto sejarah dapat memberikan informasi yang beragam, seperti berbagai jenis perahu, komoditas, aktivitas, dan kehidupan sehari-hari masyarakat maritim Buleleng.
Local History Knowledge on Senior High School Students in Sukoharjo Davena Salsabilla; Nur Fatah Abidin; Isawati
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v13i1.3

Abstract

Abstrak: Local history refers to the history related to a specific region or area. This history includes events, figures, cultures, and traditions that are specific to that area. Local history is important because it helps understand the identity and cultural heritage of a society, and can be a source of inspiration and learning for future generations. The aim of this research is to determine the level of local history knowledge of students at senior high school number 2 in Sukoharjo. This research uses a combination research method (mixed method research), combining qualitative and quantitative methods. Data collection is done using observation and questionnaires. The respondents in this research are students of  grade XI social sciences program at senior high school number 2 in Sukoharjo. Purposive sampling method is used in this research. Method triangulation and source triangulation are used in data validity testing. This research uses descriptive statistics and interactive analysis as data analysis methods. The results show that the level of local history knowledge among students at students at senior high school number 2 in Sukoharjo is very low, which indicates the need for a change in the approach to teaching local history at the school. Therefore, there is a need to increase local history knowledge among at senior high school number 2 in Sukoharjo, one of which is by utilizing the web as a learning media for history. Abstrak: Sejarah lokal merujuk pada sejarah yang berkaitan dengan suatu daerah atau wilayah tertentu. Sejarah ini mencakup peristiwa, tokoh, budaya, dan tradisi yang spesifik hanya untuk daerah tersebut. Sejarah lokal penting karena membantu memahami identitas dan warisan budaya suatu masyarakat, serta dapat menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran bagi generasi selanjutnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan sejarah lokal siswa SMAN 2 Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan metode riset kombinasi (mixed method research), penggabungan antara metode kualitatif dan metode kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi dan angket. Responden dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMAN 2 Sukoharjo. Metode purposive sampling yang digunakan dalam penelitian ini. Triangulasi metode dan triangulasi sumber digunakan dalam metode pengujian keabsahan data. Penelitian ini menggunakan statistik deskriptif dan analisis interaktif sebagai metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan sejarah lokal pada siswa SMAN 2 Sukoharjo sangat rendah yang dapat mengindikasikan perlunya perubahan dalam pendekatan pengajaran sejarah lokal di sekolah tersebut. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan pengetahuan sejarah lokal pada siswa SMAN 2 Sukoharjo, salah satunya dengan memanfaatkan web sebagai media pembelajaran sejarah.
Wayang Kulit Performance as Cultural Preservation and Its Influence on Visitors at the Old Town Wayang Museum Ina Cahyani; Silvy Mei Pradita
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v13i1.4

Abstract

Abstract: This research aims to: (1) Analyze the cultural attractions of wayang kulit performances to attract the interest of visitors at the Kota Tua Wayang Museum. (2) Analyzing the role of shadow puppet performances as cultural preservation for visitors at the Kota Tua Wayang Museum. (3) Analyzing visitors' responses to the meaning conveyed in shadow puppet performances at the Kota Tua Wayang Museum. The results of this research show that the shadow puppet show at the Kota Tua Wayang Museum succeeded in attracting the interest of visitors through promotions on social media and the installation of banners, aimed at attracting people to visit the museum. This performance has a moral message and positive values by influencing visitors who feel an emotional closeness to the cultural preservation of this cultural attraction. This research uses qualitative research with a phenomenological approach. The conclusion of this research is that shadow puppet performances at the Kota Tua Wayang Museum have an important role in preserving shadow puppet culture. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis atraksi budaya pada pagelaran wayang kulit untuk menarik minat pengunjung di Museum Wayang Kota Tua. (2) Menganalisis peran pagelaran wayang kulit sebagai pelestarian budaya bagi pengunjung di Museum Wayang Kota Tua. (3) Menganalisis respon pengunjung terhadap makna yang disampaikan pada pagelaran wayang kulit di Museum Wayang Kota Tua. Hasil dari penelitian ini bahwa pagelaran wayang kulit di Museum Wayang Kota Tua berhasil menarik minat pengunjung melalui promosi di media sosial dan pemasangan spanduk, ditujukan untuk masyarakat berkunjung ke museum. Pagelaran tersebut memiliki pesan moral dan nilai positif dengan mempengaruhi pengunjung yang merasakan kedekatan emosional untuk pelestarian budaya dari atraksi budaya ini. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif pendekatan fenomenologi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pagelaran wayang kulit di Museum Wayang Kota Tua memiliki peran yang penting dalam pelestarian budaya wayang kulit.
Pepper and Power: Portuguese Influence on Spice Trade in 15th-16th Century in Aceh Cut Meurah Habibur Rahman
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v13i1.5

Abstract

Abstract: The arrival of the Portuguese in the Northern Sumatra during the 15th-16th  centuries led to substantial changes in trade dynamics, particularly impacting Aceh.  The consolidation of the Pasai and Pidie Kingdoms into the Kingdom of Aceh, coupled with diplomatic connections with the Ottoman Sultanate, strategically addressed the Portuguese presence. By using qualitative methods and adopting a chronological historiographical approach, this scholarly presentation systematically outlines the development of the trade conflict between Aceh and the Portuguese. Utilizing primary sources such as the travel accounts of Tome Pires, Fernao Pinto, and Alexander Hamilton, complemented by a range of secondary sources, the study dissects the geopolitical landscape and intricacies of conflicting interests that defined the Aceh-Portuguese relations. The analysis highlights the essential changes in trade dynamics and spice trade induced by the presence of the Portuguese, while illustrating Aceh's strategic efforts in responding to these changes. The research outcomes underscore the significance of interregional collaborations, exemplified by the unity of Aceh and diplomatic partnerships with the Ottoman Empire, as strategic measures in facing the challenges of global trade. This study not only furnishes a comprehensive understanding of Aceh's strategic positioning but also delves into the multifaceted complexities of conflicting interests during the specified historical epoch. Consequently, this research significantly contributes to our understanding of historical and geopolitical interactions in the region in the past. Lada dan Kekuasaan: Pengaruh Portugis terhadap Perdagangan Rempah pada Abad ke 15-16 di Aceh Abstrak: Masuknya Portugis ke kawasan Sumatra Timur pada abad ke-15 hingga ke-16 membawa transformasi signifikan dalam tatanan perdagangan, terutama di Aceh. Proses penyatuan Kerajaan Pasai dan Pidie menjadi Kerajaan Aceh, serta kerjasama dengan Kesultanan Ottoman, menjadi respons strategis terhadap penetrasi Portugis. Artikel ini, menggunakan metode kualitatif dan pendekatan historiografi kronologis, menguraikan perkembangan perang dagang antara Aceh dan Portugis dan keterlibatan perdagangan di Selat Malaka. Dengan memanfaatkan sumber-sumber primer seperti catatan perjalanan Tome Pires, Fernao Pinto, dan Alexander Hamilton, bersama dengan dukungan dari sumber-sumber sekunder lainnya, penelitian ini mengupas peta geopolitik dan konflik kepentingan yang menjadi ciri hubungan Aceh-Portugis. Analisis ini menyoroti esensialnya perubahan dalam dinamika perdagangan rempah yang disebabkan oleh kehadiran Portugis, sekaligus menggambarkan upaya strategis Aceh dalam menanggapi perubahan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya kerja sama antar wilayah seperti kesatuan Aceh dan kerjasama dengan Ottoman dalam merespons tantangan perdagangan global. Kajian ini menawarkan pemahaman mendalam tentang peran strategis Aceh dan kompleksitas konflik kepentingan yang terjadi selama periode tersebut. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman kita tentang interaksi sejarah dan geopolitik di kawasan tersebut pada masa lampau.
Implementation of Human Rights as a Prevention of Discrimination Against Aborigines by European Nations (1967-2022) Made Darme; Kurniawati
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v13i1.6

Abstract

Abstract: The existence of Aborigines experienced a bitter life after the arrival of Europeans in Australia. The various policies that were formed were completely controlled by white people, regardless of indigenous Australians. The purpose of this research is to find out and analyze the implementation of human rights in Australia in protecting the Aborigines from being treated by Europeans in 1967-2022. The method used in this study is the historical method, which includes heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The results of the analysis obtained the lack of attention from the Australian government towards the Aborigines as the original inhabitants who occupy the first territory of Australia. This can be seen from acts of discrimination such as race, sexuality, age, disability, and human rights which are of concern to indigenous Australians. To fight for rights and equality between white people and indigenous people (Aborogins) a referendum was formed in 1967. This effort was implemented as a form of dismissing policies that were entirely only important for Europeans. The fact is that the enactment of the policies set is still unable to protect Indigenous Australians, but the implementation of this constitution can reduce the occurrence of discriminatory acts committed by Europeans. Abstrak: Keberadaan suku Aborigin mengalami kehidupan yang pahit setelah kedatangan bangsa Eropa di Australia. Berbagai kebijakan yang dibentuk sepenuhnya dikuasai oleh orang-orang berkulit putih, tanpa menghiraukan penduduk asli Australia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan Hak Asasi Manusia yang ada di Australia dalam melindungi suku Aborigin dari perlakuan bangsa Eropa tahun 1967-2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah, yang meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil analisis diperoleh kurangnya perhatian pemerintah Australia terhadap suku Aborigin sebagai penduduk asli yang menempati pertama wilayah Australia. Hal ini terlihat adanya tindakan diskriminasi seperti ras, seksual, usia, disabilitas, dan hak asasi manusia yang memprihatikan terjadi pada warga pribumi Australia. Untuk memperjuangkan hak dan kesetaraan antara bangsa kulit putih dengan penduduk asli (Aborogin) dibentuklah referendum tahun 1967. Upaya ini diberlakukan sebagai bentuk pemberhentian kebijakan yang sepenuhnya hanya dipentingkan bagi bangsa Eropa. Faktanya pemberlakuan kebijakan yang ditetapkan masih belum mampu melindungi warga pribumi Australia, namun dengan adanya penerapan konstitusi ini mampu mengurangi terjadinya tindakan diskriminasi yang dilakukan oleh bangsa Eropa.
Prasasti Kedukan Bukit: Kajian Mengenai Peninggalan Tertua Kedatuan Sriwijaya Nadhifa Khairunnisa; Nyayu Angelica Salsabila; Hudaidah Hudaidah; Risa Marta Yati
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v13i1.7

Abstract

Sriwijaya pernah berdiri sebagai Kerajaan Bahari paling masyhur di Indonesia. Prasasti Kedukan Bukit adalah bukti tertua yang menunjukkan awal mula tegaknya kerajaan ini. Secara khusus, artikel ini akan membahas tentang lokasi penemuan, isi, serta makna yang terkandung di dalam Prasasti tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pencarian sumber melalui studi kepustakaan dan studi lapangan. Studi kepustakaan dilakukan dengan mencari sumber-sumber tertulis dari jurnal-jurnal ilmiah dan buku. Studi lapangan dilakukan untuk mencari tahu lokasi penemuan Prasasti melalui wawancara dengan narasumber. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Prasasti Kedukan Bukit ditemukan di kota Palembang, tepatnya di Tepi Sungai Tatang Kedukan Bukit. Saat ini Prasasti tersebut disimpan di Museum Nasional, Jakarta. Prasasti Kedukan Bukit sering diartikan sebagai akte pendirian Sriwijaya. Hal itu disebabkan oleh makna yang terkandung dalam prasasti tersebut yang membahas mengenai kemenangan atas perjalanan suci yang dilakukan oleh Sang Pendiri Kerajaan, Dapunta Hyang Sri Jayanasa, sehingga ia membangun sebuah wanua. Oleh para ahli, wanua itu diartikan sebagai perkampungan atau wilayah.
The 3 July Affair, 1946: Opposition Movement Against Syahrir's Cabinet Syafruddin Yusuf
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v13i1.9

Abstract

Abstract: The events of July 3 1946 are a portrait of hard-line national leaders who did not agree with the diplomatic politics of the Syahrir government. They want to replace Syahrir's cabinet with a new cabinet that they have prepared. This research aims to determine the background to the 3 July 1946 incident, the process of the 3 July 1946 incident, and the resolution of the 3 July incident. The method used in this research is the historical method with heuristic stages, source criticism, interpretation and historiography. Based on research results, it is known that the 3 July incident started with the kidnapping of Syahrir and developed into a movement that culminated in a government coup by forcing Soekarno to sign a decree to replace the government. The Syahrir opposition group's efforts failed because Soekarno refused to sign the decree. They were later arrested, tried and sentenced. President Soekarno's attitude in rejecting the opposition's desire to replace Syahrir's government shows that Syahrir received strong support from Soekarno. Soekarno's attitude shows that Sukarno was a strong and firm Republican leader who was appreciated or respected by other Indonesian leaders.   Abstrak: Peristiwa 3 Juli 1946 merupakan potret pemimpin nasional garis keras yang tidak setuju dengan politik diplomasi pemerintahan Syahrir. Mereka ingin mengganti kabinet Syahrir dengan kabinet baru yang sudah mereka siapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang  terjadi peristiwa  3 Juli 1946, proses terjadinya peristiwa  3 Juli 1946, dan penyelesaian peristiwa 3 Juli tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Berdasarkan hasil peneitian diketahui bahwa Peristiwa 3 Juli bermula dari penculikan Syahrir dan berkembang menjadi gerakan yang berujung pada kudeta pemerintahan dengan memaksa Soekarno menandatangani dekrit pengganti pemerintahan. Upaya kelompok oposisi Syahrir gagal karena Soekarno menolak menandatangani dekrit tersebut. Mereka kemudian ditangkap, diadili dan dijatuhi hukuman. Sikap Presiden Soekarno yang menolak keinginan pihak oposisi untuk menggantikan pemerintahan Syahrir menunjukkan bahwa Syahrir mendapat dukungan kuat dari Soekarno. Sikap Soekarno tersebut menunjukkan bahwa Sukarno adalah pemimpin Republik yang kuat dan tegas sehingga dihargai atau dihormati oleh para pemimpin Indonesia lainnya.
Implementation of Sociodrama Learning Method in Indonesia History Subjects Aldi Cahya Maulidan; Alex Anis Ahmad; Miftahul Habib Fachrurozi; Dede Wahyu Firdaus
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v13i2.13

Abstract

Abstract: This research is based on the curiosity of the use of sociodrama learning method. The problem of this research is how the use of sociodrama learning method in Indonesian History subject in Senior High School. This research aims to describe the use of sociodrama learning method in Indonesian History subject in Grade 10 Social Studies at Senior High School Number 5 in Tasikmalaya. This research uses qualitative method which is a case study type. The population in this study is the entire activity of social situations consisting of research location in Senior High School Number 5 in Tasikmalaya, informants, and activities of using sociodrama learning methods. Sampling used purposive sampling. Data collection was conducted using observation, interview, and documentation techniques. The analysis was conducted with three stages, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The result of the research explained that the background of using sociodrama method was the teacher wanted to increase the motivation and interest of students to learn history. The use of sociodrama method in learning can revive events that happened in the past that can help students in adding imagination, understanding, creative thinking, and students become more interactive when carrying out learning. Abstrak: Penelitian ini didasarkan atas keingin tahukan akan penggunaan metode pembelajaran sosiodrama. Permasalahan penelitian ini yaitu bagaimana penggunaan metode pembelajaran sosiodrama pada mata pelajaran Sejarah Indonesia di Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan metode pembelajaran sosiodrama pada mata pelajaran Sejarah Indonesia di kelas X IPS SMA Negeri 5 Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berjenis studi kasus. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh aktivitas situasi sosial terdiri dari tempat penelitian di kelas X IPS SMA Negeri 5 Tasikmalaya, informan, dan aktivitas penggunaan metode pembelajaran sosiodrama. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa latar belakang penggunaan metode sosiodrama adalah guru berkeinginan untuk menambah motivasi dan minat belajar peserta didik terhadap pembelajaran sejarah. Penggunaan metode sosiodrama pada pembelajaran dapat menghidupkan kembali peristiwa yang terjadi di masa lalu yang dapat membantu peserta didik dalam menambah imajinasi, pemahaman, berpikir kreatif, dan peserta didik menjadi lebih interaktif ketika melaksanakan pembelajaran.
Koto Gadang in Local History: A Nagari That Forming 20th Century Indonesian Intellectuals Budi Darmawan; Endah Regita Cahyani Nazra
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v13i1.14

Abstract

Koto Gadang is a traditional village in Minangkabau, which gave birth to and formed many Indonesian intellectuals or political figures in the period before the early days of Indonesian independence in various schools of thought, which in this article is a study of local history. This study analyzes the role of the Koto Gadang nagari from the perspective of local history studies which were the factors that shaped the birth and contribution of Indonesian intellectuals in the 20th century. The method used in this article is the historical method, namely heuristics, source verification, interpretation and historiography. This research shows that Koto Gadang was a very important nagari for the Indonesian people in the 20th century. Nagari Koto Gadang is a small village whose people live from craftsmen and agriculture. Situated in a highland area flanked by Mount Marapi and Mount Singgalang, this does not make Koto Gadang a village left behind in the 20th century. Even though there is little agricultural land and an emphasis on craftsmen, the Koto Gadang village has succeeded in providing its children with a good education. Thanks to progress in the field of education and the open attitude of society, this village has become one of the contributors to Indonesian intellectuals. Koto Gadang adalah sebuah desa tradisional di Minangkabau, yang melahirkan dan membentuk banyak cendekiawan atau tokoh perpolitikan Indonesia pada masa sebelum masa awal-awal kemerdekan Indonesia dalam berbagai aliran pemikiran, yang dalam artikel ini sebagai kajian sejarah lokal. Kajian ini menganalisis tentang peran nagari Koto Gadang dari sudut kajian sejarah lokal yang menjadi faktor pembentuk lahirnya dan penyumbang cendekiawan Indonesia pada abad ke 20. Metode yang digunakan dalam artikel ini ialah metode sejarah yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini menunjukkan bahwa Koto Gadang adalah sebuah nagari yang sangat penting bagi bangsa Indonesia pada abad ke 20-an. Nagari Koto Gadang merupakan nagari kecil yang masyarakatnya hidup dari bidang pengrajin dan pertanian. Terletak di daerah dataran tinggi yang diapit oleh Gunung Marapi dan Gunung Singgalang ini tidak membuat Koto Gadang menjadi nagari yang tertinggal pada abad ke-20. Meskipun lahan pertanian sedikit dan menitikberatkan pengrajin, nagari Koto Gadang berhasil mengiringi anak-anaknya dengan pendidikan yang maju. Berkat kemajuan bidang Pendidikan dan sikap keterbukaan masyarakat membuat nagari ini menjadi salah satu penyumbang cendekiawan Indonesia.

Page 1 of 19 | Total Record : 186