cover
Contact Name
Ishartiwi
Contact Email
-
Phone
+62274554689
Journal Mail Official
jpk_plb@uny.ac.id
Editorial Address
Department of Special Education, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta Jalan Colombo No 1 Yogyakarta, 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus)
ISSN : 18580998     EISSN : 25806475     DOI : https://dx.doi.org/10.21831/jpk
Core Subject : Education, Social,
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) is a multidisciplinary publication presenting primary research and scholarly reviews related to special education. JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) provides research articles and scholarly reviews on special education for individuals with mild to severe disabilities. The journal publishes traditional, ethnographic, and single-subject research; intervention studies, integrative reviews on timely issues, and critical commentaries; and special thematic issues.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 166 Documents
The Development Of "Remine Me" Vibrating Watch Media For Optimization Of Interaction And Communication In Deaf Students Novtasari, Rianti; Utami, Ratna Tri; Musiman, Musiman; Yansyah, Medi
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v19i2.62645

Abstract

This research was motivated by communication problems between lecturers and the subjects' peers who had difficulty calling and talking when studying offline. This happens because when you want to start communicating or simply call a subject, because the subject cannot hear you need to be approached first and "patted" so that the subject is sensitive and focused that someone wants to communicate with him. This research aims to produce a tool that can bridge communication between deaf students and stakeholders during learning. Therefore, the vibrating watch was designed to increase sensitivity in deaf students, this watch was named "Remine Me". This "Remine Me" vibrating watch works by capturing sensors with the help of a remote control, then the sensors will transmit stimulation in the form of vibrations to the hands of deaf students, so that if they want to communicate with the subject while they are still at a certain distance, this will make it easier for deaf students and lecturers. even with peers to be able to start communication without having to be "patted" first. The development in this research uses the R&D research method with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation) design. The research subject was a 3rd semester deaf student. The result of this development was a vibrating watch with remote control. The results of the development of "Remine Me" could be an alternative tool that can be used by every lecturer to make it easier to call deaf students in their class.
Intervensi Picture Exchange Communication System untuk Meningkatkan Komunikasi Anak dengan Autism Spectrum Disorder - Non Verbal Sukriananda, Riskia Ramadhina; Mangunsong, Frieda M
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v19i2.65112

Abstract

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa kesulitan komunikasi pada anak dengan autism spectrum disorder non verbal, khususnya keengganan untuk memulai komunikasi, dapat ditangani dengan progam pelatihan komunikasi alternatif menggunakan kartu bergambar, atau disebut juga dengan picture exchange communication system (PECS). Walau demikian, belum ada pelatihan yang melibatkan orang tua di dalam prosesnya. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas intervensi PECS dalam meningkatkan komunikasi anak dengan orang tua sebagai pelatih. Keberhasilan intervensi ditandai dengan peningkatan persentase anak melakukan satu siklus penggunaan kartu (mengambil kartu, menjangkau pelatih, dan meletakkan kartu bergambar kepada pelatih) dalam mengkomunikasikan keinginannya, secara mandiri. Penelitian ini menggunakan metode reversal replication strategy (ABA design) dengan subjek tunggal, yang dilakukan pada anak lelaki usia 7 tahun 6 bulan, dengan diagnosis Autistism Syndrome Disorder - non verbal. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode continuous recording. Pelatihan dilakukan selama delapan hari dengan rincian dua hari persiapan pelatihan mencakup workshop kepada orang tua sebagai pelatih, reinforcement assessment dan baseline, lima hari intervensi anak, serta satu hari evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan persentase keberhasilan anak untuk memulai komunikasi menggunakan kartu bergambar secara mandiri hingga empat puluh persen keberhasilan setelah intervensi.
Tantangan dan Kebutuhan Guru SDLB dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Di Lampung Wardany, Ossy Firstanti; Sani, Yulvia; Herlina, Heni; Setyaningsih, Septi
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v19i2.65206

Abstract

Transisi dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka bagi PDBK (Peserta Didik Berkebutuhan Khusus) diasumsikan menimbulkan tantangan baru bagi guru dalam mengimplementasikannya. Penelitian bertujuan menggali tantangan dan merumuskan kebutuhan guru Sekolah Dasar Luar Biasa (SLB) dalam implementasi Kurikulum Merdeka bagi PDBK di jenjang SD. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Responden penelitian adalah 44 guru SLB tingkat Sekolah Dasar di Provinsi Lampung yang menerapkan Kurikulum Merdeka yang dipilih secara random sampling. Pengumpulan data menggunakan penyebaran kuesioner dengan Google Form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah memiliki pemahaman yang baik, pandangan positif dan kesiapan yang cukup mengenai Kurikulum Merdeka yang didukung dari pengalaman belajar melalui berbagai kegiatan dari pemerintah, sekolah, dan pihak lain. Dari 44 guru tersebut,  55% guru merasa kekurangan waktu dalam merancang evaluasi yang sesuai dengan keragaman jenis dan fase peserta didik, 59% guru merasa pilihan keterampilan vokasional  yang ada di sekolah masih terbatas, 48% masih kesulitan dalam membuat instrumen asesmen awal, dan 45% mengalami masalah dalam melaksanakan pembelajaran yang mengakomodasi keberagaman. Tantangan ini selaras dengan kebutuhan yang diinginkan guru, di mana 3 kebutuhan teratas yakni 84% mengharapkan pelatihan mengenai metode dan media pembelajaran yang berdiferensiasi, 77% membuat asesmen dan rencana pembelajaran, 77% pelatihan program kebutuhan khusus.
Peran Orang Tua dalam Menumbuhkan Kemandirian Anak Down Syndrome Andriani, Raihan; Nurhasanah, Nurhasanah; Rosita, Dara
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v19i2.52944

Abstract

Setiap proses pertumbuhan dan perkembangan sesorang anak tidak terlepas dari peran orang tua. Orang tua adalah salah satu faktor yang dapat berpengaruh dalam menumbuhkan kemandirian anak, khususnya anak down syndrome yang mengalami hambatan pada aspek kemandiriannya. Kemandirian merupakan suatu keterampilan yang harus dilakukan secara terus menerus sehingga menjadi suatu kebiasaan dan dapat melakukan sesuatu tanpa adanya bantuan dari orang lain. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan bagaimana peran orang tua dalam menumbuhkan kemandirian anak down syndrome di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pidie Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini merupakan lima orang tua dari anak down syndrome. Objek dalam penelitian ini adalah peran orang tua dalam menumbuhkan kemandirian anak down syndrome. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua sudah menjalankan perannya sebagai: 1) teladan, 2) mentor, 3) pemberi penghargaan dan 4) pelatih bagi anak down syndrome.
Kemampuan Literasi Informasi pada Siswa Tunanetra Iranda, Agung; Ramayanti, Rory
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol. 20 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v20i1.59683

Abstract

Abstrak: Siswa tunantera memiliki keterbatasan dalam melihat, mereka sering dianggap sebagai orang yang tidak berdaya, lemah, dan sering mendapat perlakuan deskriminatif. Beberapa masalah yang dialami oleh siswa tunanetra sendiri yaitu sering merasa tidak punya harapan dalam baca dan tulis, menolak untuk meningkatkan kemampuan literasi, dan memiliki keterbatasan dalam mengembangkan potensi dan kualitas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi informasi pada siswa tunanetra. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Analisis data menggunakan Interpretative phenomenology Analysis. Partisipan yang terlibat dalam penelitian berjumlah 4 siswa tunanetra yang sekolah di SLB Prof. Sri Soedewi Masjchun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi informasi siswa tunanetra di SLB Prof. Sri Soedewi Jambi diantaranya yaitu;  pembelajaran dengan audio, mencatat, memberi tugas, belajar per kalimat secara detail. Memiliki kemampuan tulis dan baca, berhitung, serta  mengakses informasi dengan internet. Memanfaatkan fasilitas literasi khusus tunanetra. Belajar keterampilan berupa musik dan pengobatan tradisional.Kata Kunci: Literasi Informasi, siswa tunanetra, kemampuan membaca Abstract: Students with visual impairments have limited vision who are seen as helpless, weak, and often receive discriminatory treatment. Problems experienced by blind students are feeling hopeless in reading and writing, unwilling to improve literacy skills, and having limitations in further advancing academic potential and quality. This study aims to determine a information literacy skill at blind students of a special. The method used is a qualitative method with a phenomenological approach. Data analysis uses the Interpretative Phenomenology Analysis. The participants involved in the research were 4 blind students who study at SLB Prof. Sri Soedewi Masjchun. The results show that the information literacy of SLB Prof. Sri Soedewi Jambi's blind students include; learning using audios, taking notes, doing assignments, and learning sentences in detail. They have writing and reading skills, are able to count and access information on the internet. They utilize special literacy facilities for the blind. They learn musical skills and traditional medicine.Keywords: information literacy; blins student; reading skill
Modification Curriculum in Inclusive Setting: A Systematic Literature Review Nurjannah, Siti; Azizah, Nur; Rosi, Fahrur
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v19i2.80808

Abstract

This article aims to explore the implementation of modification curriculum adapted in schools in Yogyakarta. The curriculum plays a crucial role in education and serves as a fundamental guide for effective instructional practices. Ensuring the proper implementation of the curriculum in inclusive education is crucial to ensure that children with special needs receive an educational curriculum that aligns with their abilities. This study aims to systematically review articles discussing the implementation of curriculum for students with special needs in inclusive schools within the Province of D.I Yogyakarta, Indonesia. The researchers employed a systematic literature review (SLR) method by analyzing 13 relevant articles. The writing process followed the guidelines outlined by the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA). The findings indicated that not all-inclusive schools in Yogyakarta have implemented curriculum modifications for students with special needs. However, several research mentioned that certain schools have undertaken curriculum modification processes. The discussion section highlighted various obstacles hindering the implementation of curriculum modifications in schools providing inclusive education.
Pengembangan Buku Panduan Guru untuk Layanan Bimbingan Karier Siswa Tunarungu SMALB Mufidah, Akrim Ilma; Azizah, Nur
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v19i2.81113

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah menghasilkan buku panduan guru bimbingan karier untuk siswa tunarungu SMALB yang telah diuji kelayakannya berdasarkan hasil penilaian uji validasi ahli dan uji coba lapangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan Borg dan Gall yang dilaksanakan melalui  tujuh tahap: (1) penelitian dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji coba tahap awal, (5) revisi produk awal, (6) uji coba lapangan utama, (7) revisi produk akhir. Subyek uji coba terdiri dari tujuh guru kelas dari 6 SLB di Kabupaten Tulungagung. Pengumpulan data menggunakan kuisioner penilaian ahli dan  penilaian dari uji coba lapangan oleh guru. Hasil penelitian ini berupa produk buku panduan guru untuk layanan bimbingan karier siswa tunarungu SMALB. Berdasarkan hasil uji kelayakan, buku panduan ini sangat layak  digunakan  guru sebagai acuan dan pedoman dalam melaksanakan bimbingan karier siswa tunarungu SMALB.
Pengembangan Bahan Ajar Komunikasi Non Verbal Bagi Guru Dengan Peserta Didik Down Syndrome Fase A Ghazali, Zainab Al; Hermanto, Hermanto
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol. 20 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v20i1.81333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar komunikasi non verbal bagi guru yang yang efektif dalam pembelajaran peserta didik down syndrome fase A. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE, yang terdiri atas tahapan analisis kebutuhan, merancang produk, mengembangkan produk, menerapkan atau melakukan uji coba produk, dan evaluasi produk bahan ajar yang dikembangkan. Subjek penelitian ini adalah dua orang guru SLB N 1 Yogyakarta, 3 orang guru SLB N Pembina Yogyakarta, satu orang guru SLB N 1 Bantul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk bahan ajar yang dikembangkan efektif digunakan setelah dilakukan uji efektivitas melalui tes pemahaman guru yang menghasilkan rerata peningkatan sebesar 30%, dan tes unjuk kerja yang dilakukan oleh peserta didik down syndrome yang menghasilkan rerata peningkatan sebesar 42,17%. Hal ini membuktikan bahwa bahan ajar komunikasi non verbal efektif digunakan oleh guru dengan peserta didik down syndrome dalam mengajarkan komunikasi non verbal dalam kehidupan sehari-hari.
Disability Inclusive Employment Opportunity: Experiences of Deaf Young Adults Harahap, Nur Hayati; Cabatay, Mulina M; Azizah, Nur
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol. 20 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v20i1.81001

Abstract

A person with a disability has a higher risk of experiencing limited opportunities for employment and a higher rate of poverty. Deaf children are considered persons with disability, they are children with special needs characterized by loss of hearing function. In terms of deaf children's transition from school to the workplace, there's a necessity for them to gain vocational skills. Thus, teachers play an important role in providing support and mentoring to deaf children in determining their goals for college or work. This study aimed to describe how the transition process of deaf children from school to the workplace including the support they received from their teachers at school. This research used a qualitative descriptive approach. The main subjects of this research were deaf young adults who are currently employed at Sunyi Coffee. Data was collected through in-depth interviews and observations. In terms of data analysis, data reduction, data display, and generating a conclusion. The research findings showed that the two subjects have differences in the process of their transitioning from school to the workplace. The first subject received vocational training that matched his interest but applied to various types of jobs. The second subject's vocational training was not matched his interest but found a job that is suitable for his training.
THE EFFECT OF RABBIT DANCE LEARNING TO INCREASE GROSS MOTOR ABILITY OF CHILDREN WITH MILD MENTAL RETARDATION IN ELEMENTARY SPECIAL SCHOOL. Fuaida, Nadiya Sholikhatul
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol. 20 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v20i1.57411

Abstract

ABSTRACTThis research aims to find out the influence of rabbit dance learning to improve gross motor skills of children with mild mental retardation in Elementary Special School. The approachment that used in this research is a quantitative approach with a experiment Single Subject Research (SSR). The research design that used was A-B-A design with a total 3 sessions on Baseline-1 (A1), 7 sessions on intervention session (B), and 3 sessions on Baseline-2 (A2). The subjects of this research was a children with mild mental retardation in grade 4 elementary school at Elementary Special School. The data collection technique in this research was by observation, while the analysis technique that used descriptive statistical technique. The results of the research showed that rabbit dance learning can improve gross motor skills of children with mild mental retardation. The improvement was obtained from the results of the test instrument consisting of aspects strength, agility, speed, coordination and balance. The increase was shown in the change in mean level from Baseline-1, which is 50.3 to Baseline-2, which is 65.7. Based on the skor, the conclusion from this research that rabbit dance learning can improve gross motor skills of children with mild mental retardation at Elementary Special School.