cover
Contact Name
Syarifah Asyura
Contact Email
dppm@uui.ac.id
Phone
+6282367548500
Journal Mail Official
dppm@uui.ac.id
Editorial Address
Jln. Alue Naga. Kec. Syiah Kuala, Desa Tibang, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan
ISSN : 30314062     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat bidang Kesehatan (JPKMK)Â merupakan kumpulan tulisan ilmiah yang fokus pada kegiatan kontribusi dan pelayanan kepada masyarakat dalam konteks kesehatan. Jurnal ini bertujuan untuk mendokumentasikan, menganalisis, dan menyebarkan informasi terkait upaya pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh para profesional kesehatan, peneliti, dan praktisi lainnya.
Articles 360 Documents
REMAJA CERDAS TANPA DRAMA: EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI, MENTAL, DAN GIZI SEIMBANG DI SMA NEGERI 1 SUKA MAKMUR Fitriyanti Fitriyanti; Rouzatun Nisa; Raudhatun Nuzul ZA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The adolescent period constitutes a critical and multidimensional developmental stage, characterized by simultaneous transformations across biological, psychological, and social domains, necessitating structured and evidence-based health education responses. This community service program was designed to enhance the knowledge, attitudes, and health literacy of grade XI students at SMA Negeri 1 Suka Makmur across three principal domains: reproductive health, mental health, and balanced nutrition, through the implementation of an integrated, evidence-based educational intervention. The program employed a Participatory Learning and Action (PLA) methodology, integrating multimedia-based interactive lectures, Focus Group Discussions (FGD), case simulations, and structured educational games. The program was conducted over two days in March 2026, involving 120 student participants. Program effectiveness was assessed using validated pre-test and post-test questionnaire instruments. Data analysis revealed statistically significant improvements in mean knowledge scores across all domains: reproductive health increased from 58.4 to 82.1 (delta 40.6%), mental health from 55.7 to 79.8 (delta 43.3%), and balanced nutrition from 61.2 to 83.6 (delta 36.6%). Furthermore, 91.7% of participants reported high levels of satisfaction with the overall program. These findings consistently demonstrate that integrated and participatory health education interventions constitute an effective strategy for holistically improving adolescent health literacy. Accordingly, replication and institutionalization of similar programs within school settings are strongly recommended as a component of national health education policy. Keywords: Adolescent Reproductive Health, Mental Health, Balanced Nutrition, Health Education, Senior High School
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU BERESIKO DI SMAN 11 KOTA BANDA ACEH Nuzulul Rahmi; Asmaul Husna; Hidayatul Makwa; Santina Fitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan reproduksi akibat rendahnya akses informasi dan edukasi yang memadai. Di Indonesia, khususnya di Banda Aceh, tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi masih tergolong rendah dan berpotensi meningkatkan perilaku berisiko seperti kehamilan tidak diinginkan dan infeksi menular seksual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai kesehatan reproduksi melalui penyuluhan di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan dalam bentuk penyuluhan kepada 88 siswa kelas III SMAN 11 Kota Banda Aceh pada tanggal 20 Desember 2025. Kegiatan dilakukan selama 90 menit dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, serta evaluasi melalui kuis. Media yang digunakan meliputi laptop, infocus, powerpoint, dan brosur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti penyuluhan dengan antusias, aktif dalam sesi diskusi, serta mampu menjawab pertanyaan pada tahap evaluasi, yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman terhadap materi yang diberikan. Penyuluhan kesehatan reproduksi terbukti efektif sebagai upaya preventif dalam meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif remaja. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung terbentuknya generasi muda yang sehat dan berperilaku bertanggung jawab terhadap kesehatan reproduksi.
KEGIATAN SKRINING GIZI MELALUI PENGUKURAN ANTROPOMETRI PADA ANAK USIA DINI DI TPA ISLAM BUSTAN ASSOFA BANDA ACEH Chairanisa Anwar; Finaul Asyura; Said Ashlan; Taufik Hidayat
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masalah gizi pada anak usia dini masih menjadi isu penting dalam kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Banda Aceh. Anak usia dini merupakan kelompok rentan karena berada pada masa pertumbuhan yang pesat, sehingga memerlukan pemantauan status gizi secara berkala. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining gizi melalui pengukuran antropometri serta meningkatkan kesadaran guru dan orang tua mengenai pentingnya pemantauan status gizi anak. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan partisipatif, dengan sasaran seluruh anak usia dini di TPA Islam Bustan Assofa Banda Aceh yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri meliputi berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atas, serta didukung oleh observasi dan wawancara. Data kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan indeks antropometri sesuai standar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya variasi status gizi pada anak, baik dalam kategori normal maupun berisiko mengalami masalah gizi. Pengukuran antropometri terbukti efektif dalam mendeteksi kondisi seperti underweight, stunting, dan wasting secara dini. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan pengetahuan dan kesadaran guru serta orang tua terkait pentingnya gizi seimbang dan pemantauan pertumbuhan anak. Faktor yang mempengaruhi status gizi meliputi pola makan, kebiasaan konsumsi, serta kurangnya pemantauan pertumbuhan. Kesimpulannya, skrining gizi melalui pengukuran antropometri merupakan metode yang efektif dalam deteksi dini masalah gizi pada anak usia dini. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan dapat menjadi dasar intervensi kesehatan. Oleh karena itu, skrining gizi secara rutin sangat dianjurkan sebagai upaya promotif dan preventif. Kata kunci: skrining gizi, antropometri, anak usia dini, status gizi, pengabdian masyarakat. Abstract Nutritional problems among early childhood children remain an important public health issue in Indonesia, including in Banda Aceh. Early childhood is a vulnerable group due to rapid growth and development, requiring regular monitoring of nutritional status. This community service activity aims to conduct nutritional screening through anthropometric measurements and to increase the awareness of teachers and parents regarding the importance of monitoring children’s nutritional status. The method used was descriptive with a participatory approach, targeting all early childhood children at TPA Islam Bustan Assofa Banda Aceh, selected using a total sampling technique. Data were collected through anthropometric measurements including body weight, height, and mid-upper arm circumference, supported by observation and interviews. The data were then analyzed descriptively based on standard anthropometric indices. The results showed variations in children’s nutritional status, ranging from normal to those at risk of nutritional problems. Anthropometric measurements proved effective in early detection of conditions such as underweight, stunting, and wasting. In addition, this activity improved the knowledge and awareness of teachers and parents regarding the importance of balanced nutrition and growth monitoring. Factors influencing nutritional status included dietary patterns, consumption habits, and lack of regular growth monitoring. In conclusion, nutritional screening through anthropometric measurement is an effective method for early detection of nutritional problems in early childhood. This activity also contributes to increasing community awareness and can serve as a basis for health interventions. Therefore, routine nutritional screening is highly recommended as a promotive and preventive effort. Keywords: nutritional screening, anthropometry, early childhood, nutritional status, community service.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMBUATAN REPELAN HERBAL BUNGA KECOMBRANG UNTUK PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI DESA LAM GAPANG ACEH BESAR Siti Samaniyah; Finaul Asyura; Syarifah Asyura; Chairanisa Anwar; Fitria Fitria
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Aceh Besar. Tingginya populasi nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama DBD memerlukan upaya pencegahan yang efektif, aman, dan ramah lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan adalah penggunaan repelan herbal berbahan alami, seperti bunga kecombrang (Etlingera elatior) yang diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder berpotensi sebagai penolak nyamuk. Tim dosen Ilmu Kesehatan dan mahasiswa Universitas Ubudiyah Indonesia melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Lam Gapang, Aceh Besar melalui program pemberdayaan masyarakat dalam pembuatan repelan herbal bunga kecombrang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman lokal sebagai upaya pencegahan DBD serta mendorong perilaku hidup sehat berbasis kearifan lokal. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi pembuatan repelan herbal, pelatihan praktik langsung, dan evaluasi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya DBD dan manfaat bunga kecombrang sebagai bahan alami penolak nyamuk. Selain itu, masyarakat mampu mempraktikkan secara mandiri proses pembuatan repelan herbal sederhana yang aman digunakan di lingkungan rumah tangga. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan DBD secara berkelanjutan serta meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam lokal yang bernilai kesehatan dan ekonomis bagi masyarakat Desa Lam Gapang. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat, repelan herbal, bunga kecombrang, Demam Berdarah Dengue, pencegahan DBD. Abstract Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the environmental-based diseases that remains a public health problem in Aceh Besar Regency. The high population of Aedes aegypti mosquitoes as the primary vector of DHF requires prevention efforts that are effective, safe, and environmentally friendly. One alternative that can be developed is the use of herbal repellents made from natural ingredients, such as torch ginger (Etlingera elatior), which is known to contain secondary metabolites with potential mosquito-repellent activity. A team of lecturers conducted a community service program in Lam Gapang Village, Aceh Besar through a community empowerment initiative focused on the production of herbal torch ginger repellent. This activity aimed to improve community knowledge and skills regarding the utilization of local plants as an effort to prevent DHF and to promote healthy living behaviors based on local wisdom. The implementation methods included health education, demonstrations of herbal repellent preparation, hands-on practical training, and evaluation of participants’ understanding. The results of the activity showed an increase in community knowledge regarding the dangers of DHF and the benefits of torch ginger as a natural mosquito repellent. In addition, community members were able to independently practice the process of making simple herbal repellents that are safe for household use. This activity is expected to support sustainable DHF prevention efforts and enhance the utilization of local natural resources with health and economic value for the people of Lam Gapang Village. Keywords: community empowerment, herbal repellent, torch ginger, Dengue Hemorrhagic Fever, DHF prevention
PENGUATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA MASYARAKAT TERDAMPAK BANJIR DI GAMPONG BLANG PIDIE JAYA Asmaul Husna; Nuzulul Rahmi; Ratna Willis
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi pendekatan strategis dalam upaya promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan masyarakat. PHBS tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan individu, tetapi juga mencerminkan kondisi sosial, budaya, dan lingkungan masyarakat. Program PHBS yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menekankan pentingnya perubahan perilaku melalui edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta dukungan lingkungan yang sehat (Kemenkes RI, 2024). Bencana banjir merupakan salah satu ancaman utama dalam konteks bencana hidrometeorologi di Indonesia yang terus mengalami peningkatan frekuensi dan intensitas dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini tidak terlepas dari dampak perubahan iklim global, urbanisasi yang tidak terkontrol, serta degradasi lingkungan seperti deforestasi dan alih fungsi lahan. Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan bahwa banjir menjadi bencana paling dominan di Indonesia dengan persentase kejadian tertinggi dibandingkan jenis bencana lainnya (BNPB, 2025). Kata kunci : Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM EDUKASI GIZI DAN INOVASI JELI DAUN KELOR DI GAMPONG TIBANG Fauziah Andika; Faradilla Safitri; Yeltisa Melani; Desi Desi; Irwan Syahputra; Fadil Irfan; M. Dzaky Arkan
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman lokal yang kaya akan nutrisi seperti protein, vitamin, mineral, dan antioksidan yang bermanfaat dalam meningkatkan status gizi masyarakat. Pemanfaatannya yang masih terbatas mendorong perlunya upaya edukasi dan inovasi pengolahan pangan berbasis kelor. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui program edukasi gizi dan inovasi jeli daun kelor di Gampong Tibang. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 13 Januari 2026 dengan melibatkan 30 orang masyarakat, khususnya ibu rumah tangga. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan gizi, pelatihan pembuatan jeli daun kelor, serta diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang gizi seimbang serta keterampilan dalam mengolah daun kelor menjadi produk inovatif yang menarik dan bernilai ekonomis. Program ini juga mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai upaya peningkatan kesehatan dan kemandirian masyarakat.
PENGABDIAN MASYARAKAT MELALUI PELAYANAN INFORMASI OBAT DAN BANTUAN KESEHATAN BAGI KORBAN BANJIR DI PIDIE JAYA Fitria Fitria; Silmi Kaffah; Finaul Asyura; M. Deddy Harfiansyah; Siti Samaniyah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis. Kondisi pascabanjir dapat meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan, pembatasan akses layanan kesehatan, serta penggunaan obat yang tidak tepat karena kurangnya informasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelayanan informasi obat dan bantuan kesehatan kepada korban banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Metode kegiatan dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan sederhana, pemberian obat sesuai keluhan, edukasi penggunaan obat yang aman dan rasional, serta konseling singkat mengenai penyimpanan obat, pemenuhan minuman obat, dan pencegahan penyakit pascabanjir. Sasaran kegiatan adalah warga yang terdampak banjir di wilayah Pidie Jaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat sangat membutuhkan layanan kesehatan dasar dan informasi obat, terutama terkait penggunaan obat demam, batuk, diare, gatal-gatal, vitamin, serta obat penyakit kronis. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat yang benar serta membantu pemulihan kesehatan warga yang terdampak banjir. Pelibatan tenaga farmasi dalam kegiatan tanggap darurat bencana penting dilakukan untuk menjamin keamanan penggunaan obat dan mendukung pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif.
PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI PLKB MEURAXA Safrizan Safrizan; Rahmat Akbar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi melalui penyuluhan kesehatan di PLKB Meuraxa. Metode kegiatan dilakukan menggunakan ceramah, presentasi materi, leaflet edukasi, dan diskusi interaktif. Materi yang diberikan meliputi kesehatan reproduksi, pubertas, kebersihan organ reproduksi, serta pencegahan perilaku seksual berisiko dan penyakit menular seksual. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan antusiasme peserta terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Kegiatan ini diharapkan menjadi upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesadaran remaja terhadap kesehatan reproduks
EDUKASI PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PASCA BANJIR MELALUI PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DI GAMPONG MEUNASAH LHOK, KABUPATEN PIDIE JAYA Finaul Asyura; Chairanisa Anwar; Fitria Fitria; Siti Samaniyah; Rahmat Akbar; Syarifah Asyura; Rouzatun Nisa; Ulfa Husna Dhirah; Nurdin Nurdin; Ratna Wilis
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit infeksi yang ditularkan melalui gigitan nyamuk dan masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di daerah tropis, termasuk Indonesia. Kondisi pasca banjir dapat meningkatkan risiko penularan DBD karena adanya genangan air, sampah, barang bekas, dan tempat penampungan air yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai cara penularan dan pencegahan DBD dapat menyebabkan rendahnya kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama setelah banjir. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan DBD pasca banjir di Gampong Meunasah Lhok, Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, tanya jawab, serta pembagian media edukasi mengenai pencegahan DBD dan penerapan 3M Plus. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat antusias dan aktif mengikuti edukasi. Peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai penularan DBD, tanda dan gejala, tempat perkembangbiakan nyamuk, pentingnya kebersihan lingkungan, serta upaya pencegahan DBD setelah banjir. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan 3M Plus secara rutin, menjaga kebersihan lingkungan, memberantas sarang nyamuk, serta berperan aktif dalam mencegah penularan DBD pasca banjir secara berkelanjutan.
PENDAMPINGAN PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DI POSKO KESEHATAN PASCA BENCANA DI DESA MEURAH DUA KABUPATEN PIDIE JAYA Raudhatun Nuzul ZA; Sahbainur Rezeki; Fitriyanti Fitriyanti; Rizky Swastika Renjani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana alam dapat menimbulkan gangguan terhadap akses pelayanan kesehatan dasar, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu nifas, bayi, balita, dan anak-anak. Kondisi pascabencana sering menyebabkan keterbatasan fasilitas kesehatan, terganggunya transportasi, meningkatnya kebutuhan layanan, serta risiko terjadinya masalah kesehatan pada ibu dan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan pelayanan kesehatan ibu dan anak di Posko Kesehatan Pascabencana di Desa Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya. Metode kegiatan menggunakan pendekatan pendampingan langsung yang dilaksanakan selama tiga hari, yaitu pada tanggal 8–10 Januari 2026, dengan melibatkan tenaga kesehatan seperti dokter umum, dokter spesialis THT, apoteker, dan tim pelaksana kesehatan. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil, bayi, balita, anak-anak, serta masyarakat Desa Meurah Dua dan desa-desa terdekat dengan jumlah sasaran sebanyak 170 orang. Kegiatan yang dilakukan meliputi pendataan sasaran, pemeriksaan kesehatan dasar, edukasi kesehatan keluarga, deteksi dini risiko kesehatan ibu dan anak, pelayanan kesehatan di posko, serta koordinasi rujukan apabila ditemukan kasus yang membutuhkan penanganan lanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan pelayanan kesehatan ibu dan anak di posko pascabencana membantu meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar, memperkuat edukasi keluarga mengenai kebersihan, gizi, dan pencegahan penyakit, serta mendukung deteksi dini risiko pada kelompok rentan. Kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya koordinasi antara pemerintah desa, puskesmas, tenaga kesehatan, kader, relawan, dan masyarakat dalam pelayanan kesehatan pascabencana. Pendampingan pelayanan kesehatan ibu dan anak di posko kesehatan pascabencana perlu dilakukan secara berkelanjutan agar risiko komplikasi, kesakitan, dan keterlambatan penanganan pada ibu dan anak dapat dicegah sedini mungkin.