cover
Contact Name
Syarifah Asyura
Contact Email
dppm@uui.ac.id
Phone
+6282367548500
Journal Mail Official
dppm@uui.ac.id
Editorial Address
Jln. Alue Naga. Kec. Syiah Kuala, Desa Tibang, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan
ISSN : 30314062     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat bidang Kesehatan (JPKMK)Â merupakan kumpulan tulisan ilmiah yang fokus pada kegiatan kontribusi dan pelayanan kepada masyarakat dalam konteks kesehatan. Jurnal ini bertujuan untuk mendokumentasikan, menganalisis, dan menyebarkan informasi terkait upaya pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh para profesional kesehatan, peneliti, dan praktisi lainnya.
Articles 360 Documents
PEMANFAATAN LIMBAH AIR KELAPA (Cocos nucifera L.) SEBAGAI PEMBUATAN KECAP MANIS RUMAHAN Rina Kurniaty; Risa Nursanty
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limited public awareness regarding the potential of coconut water as a raw material for food products has resulted in this waste not being utilized optimally. Meanwhile, sweet soy sauce is a popular food product in Indonesia, typically made from soybeans. However, the availability of soybeans as a raw material is often constrained by competition with the tofu and tempeh industries, as well as relatively high costs. This community service activity aimed to introduce the utilization of coconut water waste for producing homemade sweet soy sauce, a project carried out by housewives in Gampong Sukaramai, Baiturrahman District, Banda Aceh. The implementation involved demonstrating the process of making homemade sweet soy sauce from coconut water. This initiative serves as a means to support the livelihoods of low-income community members and to enhance the knowledge of housewives regarding the processing and utilization of coconut water waste obtained from local coconut vendors in the Gampong Sukaramai area. Furthermore, the activity aims to foster interest among housewives in independently producing homemade sweet soy sauce using affordable and easily accessible local ingredients. Keywords: Waste coconut water, cocos nucifera, sweet soy sauce, home-based product
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN SPRAY ANTINYAMUK BERBAHAN ALAMI DARI DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN GIGITAN Aedes aegypti DI DESA KLIENG MEURIA, KABUPATEN ACEH BESAR Kesumawati Kesumawati; Rulia Meilina; Syarifah Asyura; Ismiati Ismiati; Fitriliana Fitriliana; Eva Susanna; Rouzatun Nisa; Silmi Kaffah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Salah satu upaya pencegahan gigitan nyamuk adalah penggunaan repelan berbahan alami yang lebih aman dan ramah lingkungan. Daun kemangi (Ocimum basilicum) merupakan tanaman obat keluarga (TOGA) yang mengandung senyawa aktif seperti linalool, eugenol, dan metil chavicol yang berpotensi sebagai repelan alami terhadap nyamuk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan daun kemangi sebagai bahan pembuatan spray antinyamuk alami. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik pembuatan spray antinyamuk berbahan minyak atsiri daun kemangi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Klieng Meuria, Kabupaten Aceh Besar, dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, kader PKK, kader Posyandu, dan masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata nilai pre-test sebesar 47% menjadi 94% pada post-test. Seluruh peserta juga mampu mempraktikkan pembuatan spray antinyamuk secara mandiri sesuai dengan prosedur yang telah diberikan. Antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai bahan antinyamuk alami dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan DBD melalui pemanfaatan tanaman lokal. Spray antinyamuk berbahan daun kemangi dapat menjadi salah satu alternatif repelan alami yang aman, mudah dibuat, ekonomis, serta ramah lingkungan untuk membantu mengurangi risiko gigitan nyamuk Aedes aegypti.   Kata kunci: Aedes aegypti; daun kemangi (Ocimum basilicum), Demam Berdarah Dengue, pengabdian kepada masyarakat, spray antinyamuk.   Abstract Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains one of the major public health problems in Indonesia. The disease is caused by the dengue virus and transmitted through the bites of Aedes aegypti mosquitoes. One preventive approach to reduce mosquito bites is the use of natural repellents that are safer and more environmentally friendly than synthetic products. Basil (Ocimum basilicum) is a medicinal plant containing essential oil compounds such as linalool, eugenol, and methyl chavicol, which have the potential to act as natural mosquito repellents. This community service program aimed to improve community knowledge and skills in utilizing basil leaves as a natural mosquito repellent spray. The program employed educational counseling, demonstrations, hands-on training in preparing basil essential oil-based mosquito repellent spray, and evaluation through pre-test and post-test questionnaires. The activity was conducted at the Klieng Meuria Village Hall, Aceh Besar Regency, involving 30 participants consisting of housewives, PKK members, Posyandu cadres, and local community members. The results showed a significant improvement in participants' knowledge, with the average pre-test score increasing from 47% to 94% in the post-test. In addition, all participants were able to independently prepare the mosquito repellent spray according to the demonstrated procedure. The high level of participant engagement indicated that the utilization of medicinal plants as natural mosquito repellents was well accepted by the community. This community service activity successfully enhanced participants' knowledge, practical skills, and awareness regarding dengue prevention through the utilization of local medicinal plants. Basil leaf-based mosquito repellent spray can serve as a safe, economical, environmentally friendly, and easy-to-prepare natural alternative to help reduce the risk of Aedes aegypti mosquito bites.   Keywords: Aedes aegypti; basil (Ocimum basilicum); community service; Dengue Hemorrhagic Fever; natural mosquito repellent spray.
EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN FOOD BAR BERBASIS LABU KUNING DAN BERAS MERAH SEBAGAI SNACK SEHAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN HIPERTENSI Rouzatun Nisa; Fitriyanti; Finaul Asyura; Silmi Kaffah; Kesumawati; Ismiati; Syarifah Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia dan menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi hipertensi pada penduduk usia ≥18 tahun berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah mencapai 30,8%. Salah satu upaya pencegahan non-farmakologis adalah melalui modifikasi pola makan dengan memanfaatkan pangan lokal tinggi kalium, serat, dan antioksidan seperti labu kuning dan beras merah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan food bar berbasis labu kuning dan beras merah sebagai snack sehat dalam upaya pencegahan hipertensi. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif dengan desain one group pretest-posttest, meliputi tahap persiapan, edukasi kesehatan, pelatihan pembuatan food bar, dan evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta ibu-ibu kader kesehatan. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest menggunakan kuesioner pengetahuan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan nilai rata-rata pengetahuan dari 55,4 menjadi 86,7 dengan p-value 0,000. Peserta juga mampu mempraktikkan pembuatan food bar secara mandiri dengan tingkat penerimaan yang baik pada uji organoleptik. Program pemberdayaan ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sehingga diharapkan dapat mendorong perubahan pola konsumsi ke arah snack yang lebih sehat sebagai upaya pencegahan hipertensi secara berkelanjutan. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Food Bar, Labu Kuning, Beras Merah, Hipertensi
EDUKASI DAN PELATIHAN REED DIFFUSER AROMATERAPI MINYAK ATSIRI LEMON RELAKSASI KONSENTRASI BELAJAR SISWA SMK FARMASI Silmi Kaffah; Fitria; Rulia Meilina; Siti Samaniyah; Rina Kurniaty; Syarifah Yanti Astrina; Nurhayati; Syarifah Asyura; Kesumawati; Rouzatun Nisa; Muhammad Rizki; Syafriadi; Ulla Putri Safrina
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan gaya hidup sehat dan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental mendorong meningkatnya minat masyarakat terhadap aromaterapi berbahan alami. Lemon (Citrus limon) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang kaya akan senyawa limonene, sitral, dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan sekaligus agen penenang (relaksan) susunan saraf pusat. Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Farmasi merupakan kelompok usia produktif yang rentan mengalami kejenuhan dan penurunan konsentrasi belajar akibat padatnya kurikulum teori dan praktikum. Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pembuatan Reed Diffuser aromaterapi berbahan dasar minyak atsiri lemon sebagai media relaksasi dan peningkatan konsentrasi belajar. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif yang meliputi penyuluhan materi, demonstrasi formulasi, praktik langsung pembuatan Reed Diffuser, uji coba penggunaan produk di ruang kelas, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Sasaran kegiatan adalah 32 siswa SMK Farmasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari rata-rata 54 menjadi 86 (peningkatan 79%). Produk Reed Diffuser yang dihasilkan memiliki aroma segar khas jeruk lemon, warna bening kekuningan, laju difusi aroma yang stabil melalui batang rotan, serta tidak mengalami perubahan warna maupun bau tengik selama dua minggu penyimpanan. Sebanyak 84% peserta melaporkan perasaan lebih rileks dan 78% peserta merasa lebih mudah berkonsentrasi setelah menggunakan Reed Diffuser lemon selama sesi belajar di kelas. Kegiatan ini efektif meningkatkan literasi aromaterapi alami, memperkuat keterampilan formulasi sediaan farmasi sederhana, serta membuka wawasan kewirausahaan berbasis produk kesehatan alami bagi siswa SMK Farmasi. Kata Kunci: minyak atsiri lemon, Reed Diffuser, aromaterapi, relaksasi, konsentrasi belajar
PENCEGAHAN BULLYING UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL REMAJA DI SEKOLAH MTsN 6 ACEH BESAR Melda Sofia; Kurnia Rahmayanti; Mawarnis
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental remaja sering kali terganggu akibat maraknya kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, termasuk yang rentan terjadi pada usia sekolah menengah pertama. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi siswa mengenai bahaya bullying serta memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga kesehatan mental melalui metode psikoedukasi. Kegiatan dilaksanakan di MTsN 6 Aceh Besar yang berlokasi di Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu pemberian pre-test untuk mengukur pemahaman awal, penyampaian materi interaktif mengenai jenis-jenis bullying, dampak psikologis, dan cara pencegahannya, serta diakhiri dengan post-test dan sesi konseling kelompok singkat. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa yang signifikan mengenai dampak buruk perilaku bullying terhadap kesehatan jiwa korban maupun pelaku. Melalui psikoedukasi ini, tercipta kesadaran baru di kalangan remaja untuk membangun lingkungan madrasah yang ramah, saling mendukung, serta berani melaporkan segala bentuk tindakan intimidasi kepada guru bimbingan konseling. Kesimpulannya, intervensi psikoedukasi terbukti efektif sebagai langkah preventif dalam meminimalkan angka bullying sekaligus menguatkan ketahanan mental remaja di sekolah.
ANALISIS RESPON DAN EFEKTIVITAS STRATEGI PEMBELAJARAN KEBENCANAAN PADA MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM MENGHADAPI BENCANA: STUDY LITERATURE REVIEW Erlia Rosita; Hafizul Makruf; Dikki Saputra; Rika Andriani; Cut Oktaviyana; Syarifah Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon mahasiswa keperawatan dalam menghadapi bencana, mengevaluasi pengaruh strategi pembelajaran kebencanaan terhadap kesiapan mahasiswa, serta mengidentifikasi kesenjangan penelitian terdahulu terkait respon dan pembelajaran mahasiswa keperawatan dalam menghadapi bencana. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menganalisis 23 artikel ilmiah yang relevan mengenai pendidikan kebencanaan dalam keperawatan. Data dikumpulkan melalui identifikasi, seleksi, ekstraksi, dan sintesis artikel berdasarkan tema utama, yaitu bentuk respon mahasiswa, strategi pembelajaran kebencanaan, dan kesenjangan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon mahasiswa keperawatan dalam menghadapi bencana mencakup aspek kognitif, afektif, psikomotor, dan psikologis. Strategi pembelajaran seperti simulasi terintegrasi, virtual reality, integrasi kurikulum, dan pengalaman lapangan terbukti meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kepercayaan diri, dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi situasi bencana. Namun, masih ditemukan kesenjangan antara penguasaan teori dan kesiapan praktik mahasiswa, serta keterbatasan penelitian yang secara khusus membahas respon mahasiswa terhadap proses pembelajaran kebencanaan. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pembelajaran kebencanaan yang aktif, terstruktur, dan berbasis pengalaman berperan penting dalam membentuk kesiapsiagaan mahasiswa keperawatan menghadapi bencana. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam pengembangan strategi pembelajaran kebencanaan yang lebih efektif dalam pendidikan keperawatan. Kata kunci: respon mahasiswa, pembelajaran kebencanaan, kesiapsiagaan bencana
MEWUJUDKAN SANTRI SEHAT HOLISTIK MELALUI PEMERIKSAAN KESEHATAN, EDUKASI PERILAKU HIDUP SEHAT, DAN PENGUATAN KESEHATAN MENTAL REMAJA DI DAYAH DARUL HIKMAH KABUPATEN ACEH BESAR Ulfa Husna Dhirah; Mutiawati; Fitriyanti; Rizka Amalia Putri; Finaul Asyura; Kurnia Rahmayanti; Rossi Aulia Pratiwi; Alfitri Wahyuni; Ferali Suci
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai permasalahan kesehatan fisik maupun kesehatan mental akibat perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang terjadi selama masa pertumbuhan. Lingkungan dayah memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku hidup sehat sekaligus mendukung kesehatan mental santri melalui pendekatan promotif dan preventif. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan santri melalui pemeriksaan kesehatan dasar, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta seminar kesehatan mental remaja. Kegiatan dilaksanakan di Dayah Darul Hikmah Kabupaten Aceh Besar pada Selasa, 14 Juli 2026 mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Sasaran kegiatan meliputi santri kelas VII, VIII, dan IX SMP, kelas X, XI, dan XII SMA, serta dewan guru. Metode kegiatan terdiri atas pemeriksaan kesehatan dasar berupa pengukuran tekanan darah, frekuensi nadi, suhu tubuh, frekuensi pernapasan, dan Lingkar Lengan Atas (LILA), dilanjutkan dengan edukasi perilaku hidup sehat serta seminar kesehatan mental menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias. Pemeriksaan kesehatan memberikan gambaran awal mengenai kondisi kesehatan santri serta membantu mengidentifikasi peserta yang memerlukan pemantauan lebih lanjut. Edukasi kesehatan dan seminar kesehatan mental meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik, menerapkan perilaku hidup sehat, serta membangun kemampuan mengelola stres dan emosi secara positif. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan dayah melalui kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga pendidikan. Kata kunci: pemeriksaan kesehatan, perilaku hidup sehat, kesehatan mental, remaja, santri     sehat Abstract Adolescents are an age group vulnerable to various physical and mental health issues due to the biological, psychological, and social changes occurring during their growth period. Dayah (Islamic boarding school) environments play a strategic role in shaping healthy lifestyle behaviors and supporting the mental health of santri (students) through promotive and preventive approaches. This community service initiative aims to improve the health status of santri through basic health screenings, education on Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), and adolescent mental health seminars. The activity was conducted at Dayah Darul Hikmah in Aceh Besar Regency on Tuesday, July 14, 2026 starting at 09:00 WIB. The target participants included santri from junior high (SMP) grades VII, VIII, and IX, senior high (SMA) grades X, XI, and XII, as well as the teaching staff. The activity methods comprised basic health screenings—specifically measurements of blood pressure, pulse rate, body temperature, respiratory rate, and Mid-Upper Arm Circumference (MUAC)—followed by healthy lifestyle education and mental health seminars utilizing interactive lectures, discussions, and Q&A sessions. The results showed that participants engaged enthusiastically throughout the entire program. The health screenings provided an initial overview of the santri's health status and helped identify participants requiring further monitoring. The health education and mental health seminars enhanced participants' understanding of the importance of maintaining physical health and adopting healthy lifestyle behaviors, while also fostering skills to manage stress and emotions positively. This activity is expected to serve as a first step toward establishing a culture of healthy living within the dayah environment through collaboration between higher education institutions and educational establishments.   Keywords: health screening, healthy lifestyle behavior, mental health, adolescents,santri
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH KAKAO MENJADI PRODUK HERBAL BERNILAI EKONOMI Syarifah Yanti Astryna; Nurhayati; Maulidella
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit buah kakao merupakan salah satu limbah pertanian yang jumlahnya cukup melimpah, tetapi pemanfaatannya di tingkat masyarakat masih terbatas. Limbah tersebut umumnya dibuang atau dibiarkan menumpuk sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan. Kulit buah kakao diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif, terutama senyawa fenolik, flavonoid dan komponen fitokimia lainnya yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku produk herbal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah kulit buah kakao menjadi bahan herbal yang memiliki nilai tambah ekonomi. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan observasi, penyuluhan, pelatihan pengolahan bahan baku, praktik pembuatan produk, pengemasan, pelabelan dan pendampingan pemasaran. Produk yang diperkenalkan berupa serbuk kulit kakao. Peserta juga diharapkan mampu melakukan sortasi, pencucian, pengeringan, pengecilan ukuran, pengemasan dan pelabelan produk secara mandiri. Kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah kulit buah kakao dapat menjadi salah satu alternatif pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal sekaligus mendukung penerapan ekonomi.  
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS ZERO WASTE MELALUI INOVASI PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KAKAO MENJADI PRODUK TEH HERBAL BERNILAI EKONOMI Nurhayati; Syarifah Yanti Atsryna; Silmi Kaffah; Syarifah Asyura; M.Rizal . K
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah kulit kakao merupakan hasil samping perkebunan yang masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, dan kemandirian ekonomi anggota kelompok tani melalui pemanfaatan kulit kakao menjadi teh herbal berbasis prinsip zero waste dan ekonomi sirkular, sekaligus meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan keuangan usaha. Kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, melalui sosialisasi, pre-test dan post-test, pelatihan, serta pendampingan langsung dalam proses pengeringan, penyangraian, pengemasan, dan pembuatan teh celup kulit kakao. Peserta kegiatan berjumlah sekitar 30 orang anggota kelompok tani perempuan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai potensi kulit kakao sebagai bahan baku produk bernilai ekonomi. Setelah sosialisasi, sebanyak 26 peserta (86,7%) memahami bahwa kulit kakao dapat diolah menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi. Kemampuan pengelolaan keuangan juga meningkat, ditandai dengan bertambahnya peserta yang melakukan pencatatan keuangan secara rutin dari 3 menjadi 12 orang. Selain itu, motivasi pengembangan produk olahan perkebunan dan komitmen penerapan prinsip zero waste mengalami peningkatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan kulit kakao menjadi teh herbal dapat menjadi alternatif pengurangan limbah perkebunan sekaligus meningkatkan nilai tambah dan peluang ekonomi masyarakat. Pendampingan berkelanjutan serta pengujian mutu dan stabilitas produk diperlukan untuk mendukung pengembangan usaha secara lebih luas.
PEMBERDAYAAN LANSIA MELALUI PROGRAM TERPADU SKRINING KESEHATAN, SENAM LANSIA, SENAM KAKI DIABETES, DAN EDUKASI KESEHATAN DI POSYANDU LANSIA devi darliana; arifafathia delvina
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Lansia merupakan kelompok yang rentan mengalami penyakit degeneratif dan penurunan kemampuan fungsional sehingga memerlukan upaya promotif dan preventif yang berkelanjutan. Posyandu lansia berperan penting dalam mendukung pemantauan kesehatan dan penerapan perilaku hidup sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan lansia melalui program terpadu yang meliputi skrining kesehatan, senam kaki diabetes, senam lansia, dan edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Januari dan Februari 2026 di Posyandu Lansia Desa Dham Pulo, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar dengan melibatkan 45 orang lansia. Program diawali dengan skrining kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah, denyut nadi, berat badan, tinggi badan, serta identifikasi riwayat penyakit kronis untuk menentukan kelayakan mengikuti aktivitas fisik. Selanjutnya dilakukan edukasi kesehatan mengenai healthy ageing, pengendalian penyakit kronis, aktivitas fisik, dan pencegahan risiko jatuh. Lansia dengan diabetes melitus mengikuti senam kaki diabetes, sedangkan peserta yang memenuhi kriteria kesehatan mengikuti senam lansia. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan baik dan mendapat partisipasi aktif dari peserta. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan terpadu melalui skrining kesehatan, edukasi, dan aktivitas fisik dapat dilaksanakan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam mendukung penuaan sehat serta memperkuat pelayanan promotif dan preventif di Posyandu Lansia. Kata kunci: edukasi kesehatan; lansia; pemberdayaan masyarakat; posyandu lansia; senam kaki diabetes; senam lansia   Abstract Older adults are vulnerable to degenerative diseases and functional decline associated with the aging process, highlighting the need for sustainable health promotion and preventive interventions. Integrated Health Posts for Older Adults (Posyandu Lansia) play an important role in supporting health monitoring and promoting healthy lifestyles. This community service program aimed to empower older adults through an integrated intervention comprising health screening, diabetic foot exercises, elderly exercises, and health education. The program was conducted from January to February 2026 at the Older Adults Integrated Health Post in Dham Pulo Village, Ingin Jaya District, Aceh Besar Regency, involving 45 older adults. Activities began with health screening, including blood pressure, pulse rate, body weight, height, and identification of chronic disease history to determine participants' fitness for physical activity. Health education was subsequently provided on healthy ageing, chronic disease management, physical activity, and fall prevention. Older adults with diabetes mellitus participated in diabetic foot exercises, while eligible participants joined elderly exercise sessions. The program was successfully implemented with active participation from all participants. This integrated approach demonstrates that combining health screening, health education, and structured physical activity is a feasible community empowerment strategy to support healthy ageing and strengthen promotive and preventive services at the community level. Keywords: community empowerment; diabetic foot exercise; elderly exercise; health education; Posyandu Lansia