cover
Contact Name
Nurjannah
Contact Email
nurjannah310807@gmail.com
Phone
+6285255981301
Journal Mail Official
pedagogy@abcollab.id
Editorial Address
Jalan Cempaka Mekar Raya No. 10 Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education
ISSN : 30480604     EISSN : 30480590     DOI : https://doi.org/10.66053/pedagogy
Core Subject : Education, Social,
Education Method Innovation, including innovative instructional methods and pedagogical approaches across educational levels. Education Technology Innovation, focusing on technology-enhanced learning, digital tools, and the development and evaluation of educational media. Cultural Studies Innovation, examining education through cultural perspectives, identity, values, and socio-cultural dynamics. Learning Innovation, including learning design, learning models, and evidence-based strategies that improve learning outcomes. Training Innovation, addressing capacity-building programs, professional training models, and learning interventions in formal and non-formal settings. Teaching Innovation, covering instructional practices, classroom innovation, and teacher-led pedagogical development. Islamic Education, including curriculum, pedagogy, and learning innovations in Islamic educational contexts. Mathematics Education, focusing on teaching and learning mathematics, curriculum design, and assessment innovation. Language Education, including language teaching methodology, literacy development, and multilingual education practices. Natural Science Education, covering innovation in science teaching, inquiry-based learning, and laboratory-based learning design. Social Science Education, examining learning innovation, civic education, and socio-historical perspectives in education. Childhood Education, including early childhood pedagogy, child development, and learning innovation in primary and early years education. Informatics and Computer Education, focusing on computing education, digital literacy, programming pedagogy, and technology-related learning innovation.
Articles 32 Documents
Dikotomi Ilmu dan Agama dalam Pendidikan Islam: Kontribusi Perspektif Al-Hulul Nur Isra' Ahmad; Diarti Andra Ningsih
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : PT. Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pedagogy.v2i1.262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi dan kontribusi perspektif al-Hulul dalam kurikulum pendidikan Islam sebagai upaya mengatasi dikotomi antara ilmu dan agama. Pemilihan judul ini didasarkan pada urgensi reformasi pendidikan Islam yang menuntut integrasi ilmu agar menghasilkan sistem pembelajaran yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai ketuhanan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan sumber data berasal dari beberapa jurnal nasional dan hasil penelitian. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis isi atau content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Hulul dapat diterapkan dalam kurikulum pendidikan Islam melalui perumusan tujuan pembelajaran, perumusan materi ajar yang tidak hanya memaparkan teori ilmiah, melainkan juga menyertakan kutipan ayat Al-Qur'an yang relevan, metode pembelajaran dengan pendekatan kontemplatif dan reflektif, penilaian hasil belajar, dan pelatihan bagi guru. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi bagi pengembangan kurikulum yang lebih holistik, harmonis, dan sesuai dengan prinsip-prinsip integratif dalam Islam.
Pengaruh Kegiatan Literasi Al-Qur'an terhadap Pembentukan Karakter Religius Siswa: Studi Kuantitatif di SMK Negeri 1 Sinjai Pasta Bikul Khaerati; R. Nurhayati; Sudirman P
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : PT. Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pedagogy.v2i1.261

Abstract

Kegiatan literasi Al-Qur'an diimplementasikan sebagai agenda rutin di berbagai sekolah. Penting untuk mengkaji secara ilmiah sejauh mana kegiatan literasi Al-Qur'an berpengaruh terhadap pembentukan karakter religius siswa. Sedangkan, penelusuran literatur menunjukkan belum banyak penelitian terkait hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah kegiatan literasi Al-Qur’an berpengaruh terhadap pembentukan karakter religius siswa di kelas XI SMK Negeri 1 Sinjai. Jenis penelitian ini adalah ex post facto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMK Negeri 1 Sinjai, sebanyak 307 siswa. Penentuan sampel menggunakan rumus slovin dan diperoleh sebanyak 174 siswa sebagai sampel. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan literasi Al-Qur'an berpengaruh terhadap pembentukan karakter religius siswa di kelas XI SMK Negeri 1 Sinjai, dibuktikan dengan uji hipotesis yang menunjukkan bahwa P Value (Sig a) 0,000 < 0,05, artinya kegiatan literasi Al-Qur'an berpengaruh terhadap pembentukan karakter religius siswa di kelas XI SMK Negeri 1 Sinjai. Adapun, nilai R Square (Koefisien Determinasi) sebesar 0,648 atau jika dipresentasikan sebesar 64,8%, dengan demikian tingkat hubungan antara kegiatan literasi Al-Qur'an dan karakter religius siswa berada dalam kategori kuat. Temuan ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengembangkan kegiatan literasi Al-Qur'an sehingga dapat berpengaruh lebih maksimal terhadap karakter religius siswa.
Jejak Kebenaran Matematika Menurut Platonisme Elisa Setyaningrum; Nurhidayah; Dina Damayanti; Desi Putri Andini; Anggun Putri Handayani; Mubarik
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : PT. Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pedagogy.v2i1.260

Abstract

Platonisme dalam matematika mencerminkan keyakinan Plato bahwa ada dunia bentuk atau ide yang lebih nyata dan abadi dibandingkan dunia fisik yang kita lihat sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri kebenaran matematika dalam filsafat matematika ditinjau dari aliran Platonisme. Dalam penelitian ini, digunakan metode kualitatif dengan pendekatan study literature berdasarkan data-data referensi atau kepustakaan. Hasil pembahasan dari penelitian ini bahwa platonisme dalam matematika adalah pandangan bahwa objek-objek matematika memiliki keberadaan yang nyata dan obyektif dalam suatu alam ideal. matematika dianggap sebagai penemuan, bukan ciptaan manusia, di mana para matematikawan menemukan hubungan dan kebenaran yang sudah ada di alam ideal tersebut. Platonisme telah banyak dikritik oleh para filsuf yang disebut “nominalisme” dengan dua kelemahan utama. Pertama, Platonisme tidak dapat memberikan penjelasan yang memadai tentang bagaimana para matematikawan memperoleh akses ke pengetahuan tentang bidang yang bersifat platonis. Kedua, Platonisme tidak dapat memberikan penjelasan yang memadai tentang matematika, baik secara internal maupun eksternal. Manfaat dari penelitian ini dapat membantu pemahaman akan pandangan Platonisme terhadap kebenaran serta keberadaan matematika.
Efektivitas Penggunaan Metode Socratic Circles terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik pada Pembelajaran IPAS Kelas IV di SD Negeri 3 Sinjai Dewi Arianti; Takdir; Diarti Andra Ningsih
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : PT. Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pedagogy.v2i1.259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan metode socratic circles terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada pembelajaran IPAS Kelas IV di SD Negeri 3 Sinjai. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini terdiri dari peserta didik kelas IV di SD Negeri 3 Sinjai yang berjumlah 41 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Adapun metode pengumpulan data yaitu observasi, tes dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian ini didasarkan pada analisis t-test (paired sample t-test) dengan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0.000. Nilai signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari 0.05 atau 0.000 < 0.05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode socratic circles efektif digunakan terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada pembelajaran IPAS Kelas IV di SD Negeri 3 Sinjai.
Perbedaan Gender dalam Penggunaan Bahasa Indonesia-Bugis di Kalangan Mahasiswa Tadris Bahasa Inggris Sitti Aminah; Adzra Atifah Azhar; Sukmawati; Akmal
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : PT. Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pedagogy.v2i1.258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan penggunaan bahasa antara mahasiswa laki-laki dan perempuan dalam percakapan sehari-hari di kampus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis wacana. Data dikumpulkan melalui observasi dan perekaman percakapan di kelas tanpa intervensi topik dari peneliti sehingga percakapan yang direkam mencerminkan penggunaan bahasa yang autentik dalam situasi akademis di IAI Muhammdiyah Sinjai. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam empat aspek utama yaitu pengucapan dan intonasi, pemilihan kata, struktur kalimat, serta gaya bahasa yang terkait dengan makna langsung atau tidak langsung. Hasil analisis menunjukkan bahwa perempuan cenderung menggunakan intonasi yang lebih ekspresif dan beragam, serta memilih kata-kata yang mendukung interaksi emosional dan kolaboratif. Sebaliknya, laki-laki lebih sering menggunakan intonasi yang lebih datar dan langsung, dengan pemilihan kata yang lebih fokus pada informasi dan efisiensi. Dalam hal struktur kalimat, perempuan lebih suka menggunakan kalimat yang kompleks dan mendetail, sementara laki-laki lebih memilih kalimat yang sederhana dan jelas. Gaya bahasa perempuan sering kali bersifat implisit dan kontekstual, sedangkan laki-laki cenderung lebih eksplisit dan langsung. Penelitian ini menegaskan bahwa perbedaan dalam penggunaan bahasa ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor biologis, tetapi juga oleh norma sosial dan ekspektasi gender yang berlaku dalam masyarakat. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai dinamika komunikasi gender di lingkungan akademik, serta implikasi bagi pengembangan program pelatihan komunikasi yang lebih sensitif terhadap perbedaan gender.
Diagnostik Kesulitan Belajar Siswa Pada Materi Operasi Bilangan Bulat SMPN 7 Sinjai Nurazizah; Nurjannah
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : PT. Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pedagogy.v2i1.257

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui diagnosis kesulitan belajar siswa kelas VII SMP 7 Sinjai mengenai operasi bilangan bulat pada pelajaran matematika. Penelitian dilakukan dengan mengunakan pendekatan kualitatif. Populasi yang diteliti adalah seluruh siswa kelas VII SMP 7 Sinjai. Dua siswa, SAN dan AB, dipilih sebagai subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Dengan demikian jenis kelamin dari subjek tersebut adalah jenis kelamin perempuan dan laki-laki dan mempunyai pemahaman matematika rata-rata serta respon yang cukup baik. Teknik pengumpulan dataunakan terdiri dari dua yaitu tes diagnostik dan wawancara. Tes diagnostik berisi soal-soal matematika, soal terdiri dari empat nomor soal. Wawancara dilakukan untuk menggali informasi lebih mendalam terkait hasil jawaban tes yang telah diberikan kepada subjek. Subjek penelitian mengalami dua jenis kesulitan. Pertama, kurang teliti dalam mengerjakan soal, terutama pada operasi pengurangan. Kedua, ketergantungan pada kalkulator, yang terlihat dari hasil jawaban pada soal perkalian dan temuan dalam wawancar. Hal yang dapat mengatasi kesulitan tersebut adalah Guru sebaiknya sering memberikan latihan soal, sementara subjek perlu lebih fokus pada pemahaman proses pengerjaan daripada hanya mengejar kecepatan menyelesaikan soal.
Efektivitas Model Pembelajaran Make A Match Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran Tematik Kelas IV MIN 1 Sinjai Risky Ramadani; Takdir; Nurhasanah
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : PT. Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pedagogy.v2i1.256

Abstract

Model pembelajaran make a match merupakan model pembelajaran kooperatif yang mengutamakan pengembangan sosial, khususnya keterampilan bekerja sama, berkomunikasi, serta berpikir cepat saat bermain kartu untuk mencari pasangan. Motivasi belajar dapat didefenisikan sebagai dorongan yang mendorong seseorang untuk memulai suatu proses dan mempertahankan perilaku tersebut sampai tujuan tersebut tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model pembelajaran make a match terhadap motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran tematik kelas IV MIN 1 Sinjai. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan One Group Pretest Posttest Design dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini terdiri dari peserta didik kelas IV MIN 1 Sinjai yang berjumlah 23 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh. Adapun teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, kuesioner (angket) dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan teknik statistik inferensial. Hasil penelitian didasarkan pada analisis dari uji hipotesis yang dilakukan dengan menggunakan spss versi 25 Paired Sample T-test, data yang diuji adalah hasil pretest dan posttest yang diolah dengan aplikasi spss versi 25. Didapatkan nilai sig. (2 tailed) untuk nilainya sebesar 0,021 dengan menggunakan taraf signifikansi α = 0,05. Karena sig (2 tailed) < α = 0,05 (0,021 < 0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Atau dengan kata lain, bahwa proses pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran make a match efektif terhadap motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran tematik kelas IV MIN 1 Sinjai.
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SDN 1 Balangnipa Sajadah; Hasmiati; Laeli Qadrianti
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : PT. Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pedagogy.v2i1.255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Implementasi Kurikulum Merdeka Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Di SDN 1 Balangnipa (2) Faktor Pendukung Dan Penghambat Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan peserta didik di SDN 1 Balangnipa. Objek penelitian ini adalah Implementasi kurikulum merdeka belajar dalam pelaksanaan pembelajaran dan faktor pengdukung dan penghambat implementasi kurikulum merdeka belajar. Adapun teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan pengumpulan data (data collection), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (drawing conclusions). Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Implementasi kurikulum merdeka belajar di SDN 1 Balangnipa dilakukan melalui beberapa tahap, antara lain: a) perencanaan pembelajaran, perencanaan yang dilakukan guru yaitu dengan berkolaborasi melalui diskusi terkait capaian pembelajaran (CP), penentuan tujuan, penyusunan alur tujuan (ATP) dan modul ajar untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran, b) pelaksanaan pembelajaran, guru melaksanakan pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran berbasis simulasi dan melaksanakan pembelajaran berdeferensiasi, c) evaluasi pembelajaran, guru melakukan evaluasi secara menyeluruh, dimulai dari stuktur kurikulum, pembelajaran, assesmen, penggunaan perangkat ajar hingga Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP). (2) faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi kurikulum merdeka belajar, faktor pendukung yaitu dari penjelasan narasumber dalam temuan penelitian adanya platform merdeka mengajar sangat membatu kepala sekolah, guru dan peserta didik mengatasi permasalahan yang mereka hadapi serta adanya buku-buku kurikulum merdeka, diskusi antar guru dan webinar, selain itu faktor penghambat kurangnya waktu guru untuk belajar menggunakan platform merdeka mengajar secara optimal.
Penggunaan Anagram Games dalam Pembelajaran Kosakata Siswa Kelas X IPA 2 SMAN 12 Sinjai Asrini; Harmilawati; Sudirman
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : PT. Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pedagogy.v2i1.254

Abstract

Penguasaan kosakata merupakan komponen mendasar dalam pembelajaran Bahasa Inggris, namun masih menjadi tantangan bagi siswa di tingkat sekolah menengah. Di SMAN 12 Sinjai, rendahnya pencapaian siswa dalam penguasaan kosakata menunjukkan perlunya inovasi dalam strategi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Anagram Games terhadap peningkatan penguasaan kosakata Bahasa Inggris siswa kelas X IPA 2. Pertanyaan utama yang ingin dijawab adalah: Apakah penggunaan Anagram Games berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kosakata siswa? Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experimental berupa pretest-posttest without control group. Data dikumpulkan melalui tes penguasaan kosakata sebelum dan sesudah perlakuan, lalu dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam penguasaan kosakata siswa setelah diterapkannya anagram game, dengan rata-rata peningkatan berada dalam kategori sedang dengan nilai signifikansi p < 0,05. Temuan ini mengonfirmasi bahwa Anagram Games dapat menjadi metode alternatif yang efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata siswa SMA. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan strategi pembelajaran berbasis permainan yang menyenangkan dan partisipatif. Disarankan agar penelitian selanjutnya mengeksplorasi implementasi metode ini dalam durasi lebih panjang dan pada populasi yang lebih luas.
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Sinjai: Peran Guru dan Tantangannya Magfira Urva; Jamaluddin; R. Nurhayati
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : PT. Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pedagogy.v2i1.253

Abstract

Hadirnya pembelajaran berdiferensiasi menjadi jawaban dari kesenjangan belajar yang terjadi sehingga dibutuhkan model pembelajaran yang mampu mengakomodasi hal tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan keabsahan data dilakukan dengan; triangulasi sumber, teknik dan waktu. Subjek pada penelitian ini sebanyak 7 orang meliputi wakasek kurikulum, guru PAI, dan peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Peran guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi dilakukan guru dengan modifikasi kurikulum, bahan ajar bervariasi, materi yang selaras dengan gaya dan kebutuhan belajar, keaktifan, pertanyaan pemantik, assessment diagnostik, kebebasan berinovasi dan suasana kelas yang nyaman dan 2) Faktor pendukung berupa guru berkualitas, dukungan kepala sekolah, fasilitas, kolaborasi antara guru, orang tua dan peserta didik terjalin baik, dan lingkungan belajar sedangkan faktor penghambat meliputi waktu terbatas, psikologis, keterbatasan LCD, workshop berkelanjutan, jaringan internet, dan ketidakselarasan diferensiasi dengan keinginan peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi menjadi solusi dalam menyelaraskan kesenjangan dalam kegiatan pembelajaran yang memberikan dampak pada keberagaman yang dimiliki oleh setiap peserta didik karena guru menjadi pemeran utama tercapainya keberhasilan dalam pembelajaran.

Page 2 of 4 | Total Record : 32