cover
Contact Name
Moh Fikri Septiono
Contact Email
jurnalstfypibcirebon@yahoo.com
Phone
+6285136480215
Journal Mail Official
jurnalstfypibcirebon@yahoo.com
Editorial Address
Fakultas Farmasi, Universitas YPIB Majalengka Kampus 2 Cirebon Jl. Perjuangan Jl. Majasem No. 10a, Kota Cirebon – 45131 Indonesia
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Praeparandi: Jurnal Farmasi dan Sains
ISSN : 26861062     EISSN : 25982583     DOI : https://doi.org/10.51997
Core Subject : Health,
Praeparandi Journal, Journal of Pharmacy and Science (ISSN print 2598-2583, e-ISSN: 2686-1062) is a scientific publication covering pharmacology and clinical pharmacy, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmaceutical and pharmaceutical preparation technology, social pharmacy, and pharmaceutical services . published by the YPIB Cirebon College of Pharmacy twice a year, namely in July-August and January-February. This praeparandi is intended as a publication medium to display quality research articles in the categories of original research articles, scientific views/literature reviews, reviews, and case reports related to the health sector, especially pharmaceutical science. All submissions will be reviewed by experts
Articles 139 Documents
HUBUNGAN POLA TIDUR TERHADAP ANGKA KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM 45 KUNINGAN Ade Joharudin; Ahmad Azrul Zuniarto; Aulia Pebriyanti
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 1 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/08ydnr96

Abstract

Tidur adalah fenomena alam kebutuhan manusia untuk menyeimbangkan metabolisme dan biokimia tubuh. Namun pola tidur yang buruk dapat menyebabkan hormon yang mengatur tekanan darah tidak bekerja dengan baik sehingga berdampak terjadinya hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola tidur terhadap angka kejadian hipertensi pada pasien di Rumah Sakit Umum 45 Kuningan. Penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik menggunakan desain crosssectional dengan cara menghimpunkan semua data serentak pada saat bersamaan. Polulasi penelitian ini merupakan pasien rawat jalan dengan diagnosis hipertensi pada bulan Juni sampai Oktober 2023 dengan jumlah responden yaitu 39 orang menggunakan kuesioner Pittsburgh sleep quality index (PSQI) yang dilakukan dengan mewawancara langsung pasien dan hasilnya dikategorikan menjadi pola tidur baik dan buruk serta tekanan darah pasien dilihat dari data rekam medis di kategorikan menjadi hipertensi stadium I dan hipertensi stadium II. Teknik analisis data yaitu menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat memakai uji statistik korelasi spearman melalui derajat kemaknaan 5%. Distribusi frekuensi tekanan darah responden mengalami hipertensi stadium I sebanyak 23 orang (59,0%). Responden lebih banyak mengalami pola tidur buruk sebanyak 24 orang (61,5%). Berdasarkan hasil uji korelasi spearman diperoleh p value sebesar 0,001 (p value <0,05) dapat dinyatakan terdapat hubungan pola tidur terhadap angka kejadian hipertensi pada pasien di Rumah Sakit Umum 45 Kuningan dan didapatkan hasil correlation coefficient (r) sebesar 0,519 yang dapat dinyatakan adanya hubungan yang sangat kuat 
TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENGELOLAAN PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE- 2 DI PADUKUHAN KEPUH MULYODADI BANTUL YOGYAKARTA Fitria Dhirisma; Vivi Fatmawati; Danang Yulianto
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 1 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/cbbw7j57

Abstract

Peningkatan kadar glukosa dalam darah pada penderita diabetes melitus (DM) yang tidak terkendali dapat mengakibatkan komplikasi dan kematian. Pengelolaan diabetes melitus merupakan bagian penting dalam penatalaksanaan penyakit tersebut. Pengetahuan dan sikap merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kejadian diabetes melitus. Pengetahuan yang baik akan membawa penderita untuk menentukan sikap dalam upaya pengendalian diabetes melitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap terhadap pengelolaan penyakit diabetes melitus tipe-2 (dua). Penelitian ini merupakan penelitian observasi deskriptif. Sampel adalah masyarakat yang memiliki faktor resiko penyakit diabetes melitus tipe-2 (dua) di Padukuhan Kepuh Mulyodadi Bantul berjumlah 45 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner tentang pengetahuan dan sikap terhadap pengelolaan penyakit diabetes melitus. Data demografi dianalisis secara deskriptif, dilakukan skoring untuk aspek pengetahuan dan sikap yakni baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian menyatakan bahwa tingkat pengetahuan terhadap pengelolaan diabetes melitus pada pengaturan pola makan lebih dari setengah dengan kategori baik, aktivitas fisik dengan kategori baik lebih dari 50%, dan terapi farmakologi kategori baik lebih dari setengahnya. Sikap responden terhadap pola makan berkategori baik lebih dari setengah dan aktivitas fisik berkategori cukup sebesar 60%. 
PENGARUH EDUKASI DAGUSIBU TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT TERKAIT ANTIBIOTIKA DI KELURAHAN PARUNG SUBANG Ahmad Azrul Zuniarto; Aman Budi Santoso; Deby Sri Virgianti
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 1 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/mdaf3x47

Abstract

Berbagai studi menunjukkan bahwa 40-62% penggunaan antibiotik di Indonesia tidak tepat sehingga menimbulkan penyebaran resistensi antibiotik. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan DAGUSIBU (DApatkan, GUnakan, SImpan, dan BUang) antibiotik yang berdampak terhadap sikap dan perilaku masyarakat. Berdasarkan hasil pra-survei yang dilakukan peneliti, masyarakat Kelurahan Parung Subang menunjukkan perilaku penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh edukasi DAGUSIBU terhadap tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat terkait antibiotika di Kelurahan Parung Subang. Metode penelitian ini menggunakan metode quasy experimental design dengan rancangan one group pre-test dan post-test. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel sebanyak 88 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner pre-test dan post-test serta leaflet sebagai media untuk melakukan edukasi. Hasil pengujian dianalisis secara statistik menggunakan t paired sample test. Tingkat pengetahuan meningkat setelah dilakukannya edukasi dengan persentase tertinggi berada di kategori kurang (64,77%) menjadi kategori baik (60,23%). Adapun perilaku meningkat setelah dilakukannya edukasi dengan persentase tertinggi berada di kategori baik (95,45%) menjadi kategori sangat baik (100,00%). Dari hasil uji statistik diperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar (0,00) < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi dengan media leaflet memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang DAGUSIBU antibiotik diKelurahan Parung Subang. 
HUBUNGAN PENGGUNAAN NON STEROID ANTI-INFLAMMATORY DRUG (NSAIDS) PADA PENGOBATAN DISMENORE DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA PADA MAHASISWI FARMASI UNIVERSITAS YPIB MAJALENGKA Bambang Karsidin; Siti Pandanwangi TW; Dwi Lestari Suryaningrum; Ross Puspita Ayu; Iid Nurdiansyah; Dwi Meiria Andriswana
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 1 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/tcb3ta45

Abstract

Dismenorea atau kram menstruasi dipicu oleh kontraksi otot rahim yangsangat kuat. Salah satu alternatif untuk mengurangi rasa nyeri adalah penggunaan. Non Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAIDs). NSAIDs dapat mengakibatkan efek samping pada saluran cerna dengan gejala klinis berupa dispepsia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan NSAIDs pada pengobatan dismenorea dengan kejadian dispepsia pada mahasiswi farmasi Universitas YPIB Majalengka. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan menggunakan desain cross sectional (potong silang). Subjek penelitian berjumlah 60 orang yang diambil dengan menggunakan metode simple rondom sampling dengan kriteria inklusi mengalami dismenorea selama menstruasi dan bersedia menjadi subjek penelitian. Instrumen penelitian ini berupa kuisioner yang meliputi penggunaan obat, dosis, waktu penggunaan, dan jangka waktu penggunaan NSAIDs pada pengobatan dismenorea yang dihubungkan dengan kejadian dispepsia. Data hasil kuisioner dianalisis dengan uji statistik chi square. Hasil uji chi square antara penggunaan jenis obat NSAIDs dengan kejadian dispepsia diperoleh nilai p-value = 8,403 dan nilai α-sig = 0,078. Hasil uji chi square antara dosis NSAIDs dengan kejadian dispepsia diperoleh nilai p-value = 4,96 dan nilai  α sig = 0,291. Hasil uji chi square antara waktu penggunaan NSAIDs dengan kejadian dispepsia diperoleh nilai p-value = 6,969 dan nilai α-sig = 0,138. Hasil uji chi square antara jangka waktu penggunaan NSAIDs dengan kejadian dispepsia diperoleh nilai pvalue = 3,365 dan nilai α-sig = 0,499. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa tidak terdapat hubungan antara jenis obat, dosis, waktu penggunaan, jangka waktu penggunaan NSAIDs dengan kejadian dispepsia pada pengobatan dismenorea. 
SKRINING FITOKIMIA SENYAWA METABOLIT SEKUNDER PADA EKSTRAK KLOROFORM DAUN KELOR Fadilah Qonitah; Deby Mariska Sune; Reni Ariastuti
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 1 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/4vvh1m27

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera L.) merupakan tanaman yang banyak dikenal masyarakat Indonesia. Daun kelor dikenal sebagai tumbuhan yang kaya akan manfaat seperti antioksidan, antikanker, anti-inflamasi, antidiabetes, dan agen antimikroba. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam suatu tanaman sehingga tanaman tersebut dapat dimanfaatkan sebagai obat adalah skrining fitokimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak kloroform daun kelor. Metode yang digunakan untuk mengekstraksi daun kelor pada penelitian ini adalah metode maserasi menggunakan pelarut kloroform dengan perbandingan 1:5 (b/v). Senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak kloroform daun kelor dianalisis secara kualitatif menggunakan pereaksi FeCl3 untuk uji fenolik, uji taubeck untuk flavonoid, pereaksi dragendorf dan mayer untuk uji alkaloid, uji busa untuk alkaloid, dan pereaksi FeCl3 1% untuk uji tanin. Uji fenolik menghasilkan larutan hitam pekat, uji flavonoid menghasilkan floresensi kuning, uji alkaloid tidak menghasilkan endapan, uji saponin tidak terbentuk busa stabil, dan uji tannin menghasilkan warna hijau kehitaman. Berdasarkan hasil skrining fitokimia tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak kloroform daun kelor positif mengandung senyawa fenolik, flavonoid dan tanin. 
LITERATURE REVIEW: POTENSI ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium Guajava L.) DAN DAUN KEMANGI (Ocimum Basilicum L.) DALAM SEDIAAN KOSMETIK Fariha Ais Aliya; Ihsanti Dwi Rahayu; Nurma Suri; Zulpakor Oktoba
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 1 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/d1c59684

Abstract

Berdasarkan pengalaman secara turun temurun, jambu biji (Psidium guajava L.) dan Kemangi (Ocimum basilicum L) sering dimanfaatkan sebagai bagian dari makanan, pengobatan tradisional, wewangian, dan alternatif aromaterapi. Daun jambu biji dan daun kemangi diketahui mengandung senyawa fenolik, flavonoid, alkaloid, dan saponin yang dapat berperan dalam menjaga kesehatan kulit. Senyawa fenolik yang berperan sebagaiantibakteri dan antioksidan. Oleh karena itu, kedua tanaman ini memiliki potensi besar yang dapatdimanfaatkan sebagai bahan utama dalam formulasi sediaan kosmetik. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi daun jambu biji dan daun kemangi sebagai bahan alami dalam pembuatan kosmetik. Literatur review ini dilakukan dengan mencari artikel terkait melalui penggunaan kata kunci yang relevan pada situs database seperti google scholar, PubMed, dan researchgate dengan jumlah artikel jurnal yang digunakan sebanyak 13 artikel. Berdasarkan hasil tinjauan pustaka menunjukkan bahwa daun jambu bijimemiliki khasiat yang dapat dibuat dalam berbagai produk kosmetik seperti body scrub, serum, bedak tabur tabir surya, acne patch, deodorant, gel facial wash, dan masker peel off. Sementara itu, daun kemangi juga memiliki manfaat yang signifikan dalam formulasi kosmetik, seperti digunakan dalam body lotion, serum, masker peel off, gel, dan krim. 
LITERATURE REVIEW : AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper Betle L.) DENGAN BERBAGAI JENIS TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus Aureus Jazaul Fariha Al Hanif; Ihsanti Dwi Rahayu; Afriyani; Tri Umiana Soleha
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 1 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/e863b469

Abstract

Infeksi bakteri merupakan penyebab utama penyakit menular yang sampai kini masih menjadi perhatian serius untuk segera ditindaklanjuti penanganannya. Salah satu bakteri penyebab infeksi yang sering ditemui yaitu Staphylococcus aureus. Bakteri ini dapat mengembangkan kasus resistensi terhadap antibiotik. Pengobatan alternatif dibutuhkan untuk menekan kasus resistensi bakteri. Berbagai tanaman telah diketahui memiliki aktivitas antibakteri dan salah satu tanaman yang sudah dikenal secara luas akan khasiatnya yaitu daun sirih hijau (Pipe betle L.). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi melalui telaah kajian pustaka terkait potensi aktivitas antibakteri dari daun sirih hijau (Piper betle L.) yang dikombinasikan dengan tanaman lain terhadap Staphylococcus aureus. Studi ini menggunakan metode literature review dengan memanfaatkan data sekunder berupa jurnal dan artikel yang diterbitkan pada rentang tahun 2014-2024, yang diperoleh melalui pencarian menggunakan database ResearchGate dan Google Scholar. Pencarian ini menggunakan beberapa kriteria inklusi serta kata kunci yang sesuai, sehingga diperoleh 9 artikel yang topik pembahasannya sesuai dengan kriteria Hasil review 9 artikel yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) yang dikombinasikan dengan jahe merah, lemon, daun basil, daun legundi, batang serai, daun mint, daun pepaya, daun lidah buaya, dan daun kelor, menghasilkan daya hambat yang bervariasi terhadap jenis bakteri Staphylococcus aureus dimana daya hambat terbesar yaitu 31,3 mm yang diperoleh dari pengombinasian daun sirih hijau dan daun basil. Berdasarkan literature review ini diperoleh kesimpulan bahwa konsentrasi ekstrak yang tinggi tidak selalu memberikan efek daya hambat yang tinggi pula. 
INTERAKSI KONJUGASI DIBENZOCYCLOOCTYNE DAN MALEIMIDE TERHADAP TRANSTUZUMAB PADA LYS SITE SEBAGAI LINKER ANTIBODY DRUG CONJUGATE MENGGUNAKAN PENDEKATAN MOLECULAR DOCKING Syifa Intan Ratiani; Neng Risanti Al-Ma’sum; Kon Yohanes; Fahroza Bintang Sumarno; Syahla Azaera Zabrina; Aden Dhana Rizkita
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 1 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/vfdp1330

Abstract

Salah satu penyebab terjadinya kanker adalah ekspresi berlebih dari HER-2 yang dapat menginduksi dimerisasi sehingga mengakibatkan metastasis pada sel kanker. Antibodi transtuzumab memiliki potensi interaksi pada lys site dengan gugus fungsi azida pada linker dibenzocyclooctyne (DBCO) dan malemeide. Tujuan penelitian ini adalah untuk memprediksikan interaksi konjugasi DBCO dan maleimide terhadap transtuzumab pada lys site sebagai linker antibody drug conjugate menggunakan pendekatan molecular docking. Metode docking digunakan untuk mengetahui konformasi dan binding affinity yang terlibat dalam interaksi antara makromolekul (transtuzumab) dan ligannya (DBCO dan maleimide). Molecular docking dilakukan dengan preparasi ligan, preparasi makromolekul, validasi metode molecular docking, docking DBCO dan maleimide dengan protein transtuzumab, serta visualisasi dan analisa data hasil docking. Berdasarkan hasil molecular docking, DBCO linker dan maleimide mampuberinteraksi konjugasi secara identik dengan antibodi transtuzumab melalui ikatan hidrogen (treonin dan serin) serta interaksi hidrofobik (valin, alanin, dan lisin) dengan nilai binding affinity yang baik pada lys site yaitu sebesar -8,5 kkal/mol untuk DBCO dan -5,1 kkal/mol untuk maleimide. Oleh karena itu, diprediksi senyawa DBCO dan maleimide dapat berikatan dengan transtuzumab dan memiliki potensi sebagai antibodi drug conjugate (ADC) yang menargetkan kanker. 
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN E TERHADAP GAMBARAN FRAGILITAS ERITROSIT PADA MENCIT (Mus musculus) YANG DIPAPARI TUAK Siti Pandanwangi; Dwi Meiria Andriswana; Miah Androeni; Neysa Zahra N
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 1 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/qfxqqc24

Abstract

Tuak adalah hasil sadapan yang diambil dari mayang enau atau aren (Arenga pinnata) sejenis minuman yang merupakan hasil dari fermentasi dari bahan minuman atau buah yang mengandung gula. Tuak menyebabkan kerusakan pada eritrosit. Vitamin E adalah antioksidan yang dapat melindungi membran sel dari radikal bebas. Fragilitas eritrosit adalah kemampuan membran eritrosit untuk melawan tekanan osmosis di sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran fragilitas eritrosit pada mencit (Mus musculus) yang dipapari tuak dan vitamin E serta untuk mengetahui perbedaan fragilitas eritrosit pada setiap kelompok perlakuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental.Penelitian ini menggunakan 27 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi 3 kelompok dan diberi perlakuan berbeda selama 15 hari. Kelompok pertama adalah kontrol positif yang diberi vitamin E 0,25mg/20gBB secara oral. Kelompok kedua diberi vitamin E 0,25mg/20gBB dan tuak 0,5ml/hari/ekor secara oral. Kelompok ketiga sebagai kontrol negatif diberi tuak 0,5ml/ekor/hari secara oral. Pada penelitian ini menggunakan uji parametrik. Pemberian vitamin E pada mencit yang dipapari tuak dapat melindungi eritrosit dari kerusakan akibat radikal bebas yang dihasilkan oleh alkohol dalam minuman tuak. 
PENGARUH VIDEO SWAMEDIKASI ANALGETIK TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DISMENORE PADA SISWI MULTIMEDIA SMK NEGERI 1 ANJATAN Dosi Ahmad Yani; Ahmad Azrul Zuniarto; Panisa Mega Amelia
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 1 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/q34aee11

Abstract

Swamedikasi adalah perilaku pengobatan sendiri berdasarkan diagnosis dari gejala sakit yang dialami. Namun, pengobatan sendiri dapat menyebabkan kerugian jika terjadi kesalahan dalam penggunaan obat yang tidak sesuai dengan informasi dan jika pengobatan sendiri dilakukan tidak secara rasional maka dapat menyebabkan reaksi obat yang tidak diinginkan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan swamedikasi analgetik dismenorea sebelum dan sesudah pemutaran video edukasi, mengetahui pengaruh pengetahuan antara sebelum dan sesudah pemutaran video swamedikasi analgetik dismenorea, dan mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan berdasarkan sosiodemografi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode preexperimental design tipe one group pretest-posttest. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah sampel sebanyak 67 orang. Data hasil kuisioner dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Chi Square. Rata-rata tingkat pengetahuan pretest sebesar 92,86% (kategori baik) dan posttest sebesar 95,20% (kategori baik). Dari hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0.036 ≤ 0.05, yang berarti ada pengaruh terhadap tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pemutaran video pada siswi multimedia SMKN 1 Anjatan. Sedangkan dari hasil uji Chi Square menunjukan adanya pengaruh sosiodemografi terhadap tingkat pengetahuan sebelum pemutaran video yaitu riwayat menstruasi nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0.014 (0.014 ≤ 0.05) dan riwayat dismenorea nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0.005 (0.005 ≤ 0.05). Setelah pemutaran video faktor sosiodemografi yang berpengaruh adalah usia nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0.000 (0.000 ≤ 0.05) dan riwayat menstruasi nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0.043 (0.043 ≤ 0.05). 

Page 11 of 14 | Total Record : 139