Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan fokus dan scope meliputi Ilmu Kesehatan Masyarakat yakni Epidemiologi, Biostatistik, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi serta Ilmu Keperawatan yakni Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Keperawatan Gerontik.
Articles
73 Documents
PEMBERIAN MP-ASI PADA USIA 6 BULAN MELALUI PENYULUHAN DI POSYANDU SARROANGING DESA BONTORAPPO
Aminullah;
Nurleli;
Esse Puji Pawenrusi;
Nur Alfiana Damayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51171/jgs.v3i2.383
Latar belakang: Makanan Tambahan ASI (MP-ASI) adalah makanan yang mudah dicerna untuk bayi. MP-ASI yang diberikan harus memberikan nutrisi tambahan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi yang sedang tumbuh. Meskipun ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi, bayi yang berusia di atas 6 bulan membutuhkan lebih banyak vitamin, mineral, protein, dan karbohidrat. Tujuan: Untuk mengetahui pemahaman terkait pemberian MP-ASI pada usia 6 bulan. Metode: Metode dari pengabdian masyarakat ini yaitu metode penyuluhan berupa pemaparan materi ceramah dan menggunakan kuesioner yang di berikan kepada ibu yang memiliki balita, sebanyak 15 orang dengan menggunakan Media lembaran kuesioner dan brosur Hasil: Edukasi terdapat tingkat pengetahuan ibu yang masih kurang sebanyak 9 orang (60%) sedangkan yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 4 orang (40 %). Maka penyuluhan tentang pemberian MP-ASI kepada ibu sangat penting dilakukan dan setelah dilakukan penyuluhan tersebut maka didapatkan hasil pengetahuan ibu yang masih kurang sebanyak 4 orang (26,7%) sedangkan ibu yang memiliki peningkatan pengetahuan yang baik sebanyak 11 orang (73,3%). Maka dapat disimpulkan adanya peningkatan pengetahuan yang didapat ibu setelah penyuluhan tentang pemberian MP- ASI. Kesimpulan: Pengabdian masyarakat ini secara keseluruhan sangat efektif, sehingga diperoleh peningkatan pengetahuan sesudah dilakukan penyuluhan tentang pemberian MPASI pada bayi.
PENERAPAN POTATO (PROGRAM KEGIATAN TANAMAN OBAT KELUARGA) DI AREA PUSKESMAS BELAWA
Andi Tilka Muftiah Ridjal;
Suarni;
Musliyati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51171/jgs.v3i2.384
Latar belakang: Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. TOGA pada hakekatnya adalah sebidang tanah, baik di halaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan. Tujuan: kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan memberikan contoh pada instansi-instansi lain (kantor camat, pemadam kebakaran, dan koramil) dan kelompok masyarakat dalam bentuk kegiatan penanaman TOGA di area Puskesmas Belawa. Metode: Metode Service Learning (SL) diterapkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, yakni metode pembelajaran yang memberikan penekanan pada aspek praktis dengan mengacu pada konsep Experiental Learning, yaitu penerapan pengetahuan perkuliahan dan interaksi di masyarakat untuk memecahkan masalah. Hasil: Hasil kegiatan ini ditunjukkan dengan tertanamnya TOGA di area Puskesmas Belawa, sehingga setiap pengunjung puskesmas dapat tersosialisasikan dan memanfaatkan TOGA. Kesimpulan: Adanya pusat TOGA dapat mendorong masyarakat untuk mencontoh dan memanfaatkan tanaman tersebut sebagai upaya dalam meningkatkan kesehatan dan melestarikan lingkungan hidup.
EDUKASI KANDUNGAN GIZI BAHAN PANGAN LOKAL UNTUK MEMBUAT MPASI DI DUSUN TOMPO BALANG, DESA JOMBE, KEC.TURATEA, KAB. JENEPONTO
Suarni;
Kamariana;
Esse Puji Pawenrusi;
Marice Popla
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51171/jgs.v3i2.385
Latar Belakang; Stunting adalah kondisi gagal tumbuh dan berkembang yang dialami oleh anak. MP ASI adalah makanan yang diberikan kepada bayi sejak usianya 6 bulan sebagai pelengkap ASI. Pembuatan MP ASI dapat menggunakan bahan pangan local yang dihasilkan dari hasil pertanian keluarga karena lebih murah dari segi biaya. Olehnya itu Ibu perlu diberikan edukasi tentang pengolahan dan kandungan gizi pangan local yang dapat digunakan dalam pembuatan MP ASI. Tujuan; Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman ibu tentang pentingnya MPASI, dan cara pembuatan MPASI yang tepat, murah, dan bergizi berbasis pangan lokal untuk mencegah terjadinya stunting pada anak. Metode; Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode penyuluhan, yang diberikan kepada 16 orang ibu di dusun Tompobalang, desa Jombe. Sebelum kegiatan ibu diberikan pre test, kemudian ibu diberikan edukasi tentang MP ASI dan pemanfaatan pangan lokal dalam membuat MP ASI. Setelah penyuluhan, dilakukan evaluasi post-tes. Hasil; Evaluasi pre test menunjukkan ibu dengan pengetahuan cukup sebanyak 14 0rang (75 %) dan ibu dengan pengetahuan baik sebanyak 4 orang (25 %). Setelah penyuluhan dilakukan terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman ibu yaitu ibu dengan pengetahuan baik sebanyak 14 orang (85 %) dan ibu dengan pengetahuan kurang 2 orang (15 %). Simpulan; Edukasi tentang MP ASI dan pengolahan MP ASI dari bahan local perlu dilakukan secara rutin untuk menambah pengetahuan ibu dalam memilih dan memanfaatkan bahan pangan local yang tepat dalam menyiap kan MP ASI yang bergizi bagi anak.
EDUKASI STUNTING DAN PEMBUATAN PUDING DAUN KELOR PADA IBU BADUTA DAN IBU HAMIL
Sri Syatriani;
Hardianti;
Wahyu Suciati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51171/jgs.v3i2.386
Latar belakang: Stunting diakibatkan karena kurangnya asupan zat gizi maupun penyakit infeksi yang berlangsung kronis. Salah satu upaya dalam pencegahan Stunting adalah dengan pemanfaatan tanaman lokal sebagai bahan pangan. Tanaman Kelor (Moringa Oleifera) merupakan salah satu bahan pangan yang banyak ditemukan termasuk di desa Tanammawang dan memiliki sejuta manfaat untuk kesehatan. Upaya penanggulangan stunting di Provinsi Sulawesi Selatan belum mencapai target penurunan stunting. Anak yang kekurangan asupan gizi akan berdampak pada keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan otak, tulang, dan gangguan emosi. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang stunting dan upaya pencegahannya melalui edukasi dan praktek pembuatan olahan daun kelor dengan pudding. Metode: Kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah edukasi tentang pencegahan stunting dan pembuatan pudding daun kelor pada ibu baduta. yang dilakukan di Desa Tanammawang Dusun Sarroanging 1 Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jenepoonto Sulawesi Selatan. Hasil: Kegiatan ini dilakukan di Dusun Sarroanging 1 Desa Tanammawang adalah kegiatan edukasi, cara pembuatan, dan pembagian pudding daun kelor dengan sasaran objek kegiatan ini adalah ibu dan anak baduta dan balita. Kegiatan ini dihadiri 16 ibu beserta baduta dan balita. Kesimpulan: Kegiatan edukasi, cara pembuatan, dan pembagian pudding daun kelor dengan sasaran objek kegiatan ini adalah ibu, anak baduta dan ibu hamil. Setelah pelaksanaan sosialisasi pada kegiatan pengabdian masyarakat maka terjadi peningkatan pemahaman dan pengetahuan ibu baduta dan ibu hamil tentang manfaat daun kelor untuk pencegahan stunting pencegahan stunting dengan perbaikan gizi untuk baduta dan ibu hamil serta peningkatan keterampilan ibu baduta dan ibu hamil membuat pudding daun kelor.
EDUKASI GENERASI BERENCANA (GenRe) DALAM MENGATASI PERNIKAHAN DINI DI DESA BULUSUKA KECAMATAN BONTORAMBA KABUPATEN JENEPONTO
Ilham Syam;
Andi Wahyuni;
Ayu Annisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51171/jgs.v3i2.387
Latar belakang: Remaja Indonesia masih belum merencanakan kehidupan berkeluarga dengan baik, karena masih banyaknya perilaku remaja yang tidak sehat dan tingginya persentase remaja putri yang menikah. Di Desa Bulusuka juga banyak dijumpai remaja yang belum mempunyai rencana hidup dan yang terjadi remaja tersebut menikah pada usia dini. Usia ideal untuk menikah adalah 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik dan pengetahuan Remaja Mts Babul Rajab Bulusuka tentang generasi berencana. Metode: Tahap pertama memberikan angket Pra kepada remaja putri, tahap kedua memberikan program pendidikan generasi berencana dalam mempersiapkan keluarga berencana dan sejahtera bagi remaja dan tahap ketiga memberikan angket Post kepada remaja putri. Hasil: Berdasarkan hasil Pra terdapat 13 orang (76,4%) yang berpengetahuan baik dan terdapat 4 orang (23,6%) yang berpengetahuan kurang, sedangkan berdasarkan hasil post terdapat 17 orang (100%) yang berpengetahuan baik. Kesimpulan: Faktor yang mempengaruhi pernikahan dini adalah sosial ekonomi, budaya yang telah melekat erat selama beberapa generasi, pendidikan dan pekerjaan. Pernikahan terjadi karena kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja dan kuatnya keyakinan agama masing-masing mengenai hukum pernikahan.
EDUKASI DAN GERAKAN MAKAN IKAN DENGAN OLAHAN BAKSO UNTUK MENCEGAH STUNTING DI DESA BULULOE KABUPATEN JENEPONTO
Esse Puji Pawenrusi;
Kamariana;
Suarni;
Andi Indah Fajrina;
Viralin Abas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51171/jgs.v3i2.388
Latar belakang: Gerakan makan ikan merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan konsumsi ikan Indonesia. Konsumsi ikan dengan kandungan protein merupakan upaya untuk pencegahan stunting. Tujuan: kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait pentingnya konsumsi ikan dan Gerakan makan ikan dengan olahan bakso dalam upaya pencegahan stunting. Metode: kegiatan berupa pemberian edukasi melalui penyuluhan pada ibu yang memiliki anak usia sekolah Dasar dan pemberian olahan bakso berbahan dasar ikan sebanyak 14 ibu di Desa Bululoe kabupaten Jeneponto. Hasil: menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan ibu setelah diberikan penyuluhan. usia anak mulai diberi makan ikan paling banyak kategori usia 1-3 tahun sebanyak 6 orang (43%), Sebagian besar ibu tidak pernah mengolah ikan dalam bentuk camilan sebanyak 12 orang (85.7%), anak yang tidak gemar makan ikan Sebagian besar disebabkan karena tidak suka baunya dan tidak suka rasanya masing-masing 5 orang (35.7%) dan semua responden dan anak menyukai rasa olahan bakso dari ikan (100%). Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan setelah pemberian edukasi berupa penyuluhan, serta semua menyukai olahan bakso berbahan dasar ikan.
PENINGKATAN MINAT ANAK MENGKONSUMSI MAKANAN TINGGI PROTEIN MELALUI PROGRAM “KREASI PANGAN LOKAL” DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
Nurfitri;
Muh. Hatta;
Renaldi M;
Jufri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51171/jgs.v3i2.389
Latar belakang: Pengurangan stunting pada anak merupakan tujuan pertama dari enam tujuan dalam target gizi global untuk tahun 2025. Prevalensi stunting secara global pada tahun 2022 pada semua anak yang berusia kurang dari 5 tahun berkisar 22.3% Prevalensi stunting pada anak di Indonesia masih tetap tinggi selama satu dekade terakhir, dan pada tingkat nasional adalah sekitar 37%. Edukasi dan pemilihan pangan yang tepat sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak pada masa ini guna mencegah terjadinya stunting. Tujuan: kreasi pakan lokal untuk meningkatkan minat anak mengonsumsi makanan tinggi protein dalam upaya pencegahan stunting Metode: yang digunakan pada program kreasi makanan lokal yaitu metode demonstrasi pembuatan makanan berupa puding daun kelor, bubur jagung manis, bakso ikan tenggiri dan puding kacang hijau. Hasil: kegiatan yaitu kreasi pangan lokal dilakukan di empat wilayah kerja puskesmas tamalatea kabupaten jeneponto, demonstrasi kreasi pangan lokal meliputi pembuatan makanan berupa puding daun kelor, bubur jagung manis, bakso ikan tenggiri dan puding kacang hijau yang dihadiri oleh para kader, ibu hamil dan ibu yang memiliki bayi dan balita. Kreasi bentuk makanan sangat efektif untuk meningkatkan pemahaman gizi seimbang anak. Bekal kreasi membentuk makanan yang terdiri menu-menu dengan gizi yang seimbang, akan menambah pengetahuan dan pemahaman anak, sehingga anak akan lebih senang memakan makanan sehat serta menghindari makanan yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Selain itu, implementasi pengenalan gizi seimbang melalui kreasi bentuk makanan menunjukkan dampak baik pada perkembangan dan pertumbuhan anak Kesimpulan: Para kader dan ibu berpartisipasi aktif dalam pembuatan kreasi pangan lokal ini dan menjadi lebih sadar akan manfaat pangan lokal untuk diolah makanan untuk meningkatkan minat anak mengonsumsi makanan tinggi protein dalam upaya pencegahan stunting.
PENYULUHAN PENCEGAHAN STUNTING (PENTING) SEBAGAI UPAYA UNTUK MENURUNKAN KEJADIAN STUNTING DI KELURAHAN PABIRINGA
Chitra Dewi;
Andi Arnoli;
Andi Ayumar;
Fadilah Putriana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51171/jgs.v3i2.391
Latar belakang: Stunting merupakan bentuk kekurangan gizi yang diakibatkan karena efek jangka panjang karena konsumsi yang tidak mendukung perkembangan tubuh dan menyebabkan anak menderita penyakit infeksi. Indonesia termasuk dalam negara yang memberikan kontribusi masalah gizi dunia sebesar 90%. Masalah gizi yang terjadi dapat menyebabkan rendahnya kualitas pendidikan, tingginya angka absensi dan tingginya angka putus sekolah. Sulawesi Selatan yang dikenal dengan lumbung pangan justru memiliki angka stunting yang lebih tinggi dari angka nasional dan cenderung meningkat setiap periode. Tujuan: Untuk memberikan pengetahuan kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita tentang pencegahan stunting (penting) sebagai upaya untuk menurunkan kejadian stunting di Kelurahan Pabiringa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Metode: Ceramah dengan memberikan penjelasan tentang bagaimana stunting yang kemudian dibagi menjadi beberapa tahapan, yakni tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Proses persiapan dimulai dengan membentuk tim pelaksana kegiatan, melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat, pelaksanaan dengan pemberian kuesioner pre posttest, dan pemberian penyuluhan dengan metode ceramah interaktif. Jumlah responden yang mengikuti penyuluhan sebesar 20 orang. Hasil: Menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan ibu setelah mengikuti penyuluhan pencegahan stunting sebesar 60% yang ditunjukkan dengan meningkatnya pemahaman terhadap pengetahuan dengan kategori cukup dari 15% menjadi 75%. Kesimpulan: Penyuluhan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pengetahuan ibu terhadap pencegahan stunting sebagai langkah nyata untuk mendukung perubahan kebiasaan dalam mengoptimalkan pencegahan stunting. Saran, diperlukan pemberian informasi yang lebih masif, edukasi tentang makanan yang dapat meningkatkan status gizi anak dan ibu hamil, serta kolaborasi lintas sektor.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG PENTINGNYA MERAWAT KESEHATAN GIGI DAN MULUT ANAK SEJAK USIA DINI
Pariati;
Faradillah Usman;
Dwi Rezky Aulyah;
Suciyati Sundu;
Dewi Sartika;
Arfiah Jauharuddin;
Rumaisha Soemena;
Asmiana Saputri Ilyas;
Nanang Rahmadani;
Nelly Nugrawati;
Ayu Wijaya;
Andi Muhammad Adam Aminuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51171/jgs.v4i1.417
Latar belakang: Kesehatan gigi dan mulut berkaitan erat dengan kesehatan tubuh. Keadaan gigi dan mulut yang tidak terawat akan menimbulkan banyak masalah serta rasa tidak nyaman. Tindakan pencegahan yang dimulai sedini mungkin dibutuhkan agar tidak terjadi peningkatan prevalensi karies. Kesadaran dini sangat menentukan keberhasilan dalam mempertahankan kesehatan gigi dan mulut. Kesadaran dini dapat dimulai pada anak pra-sekolah. Tujuan: Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat mengenai pendidikan kesehatan yaitu penyuluhan kesehatan ditujukan bagi masyarakat wilayah Posyandu Tamarunang Makassar. Metode: Kegiatan ini merupakan pengadian masyarakat yang terdiri dari sebanyak 32 orang warga dan tamu undangan terlibat dalam kegiatan ini. Metode yang digunakan yaitu berupa penyuluhan dengan menggunakan Banner. Hasil: Hasil pengabdian masyarakat bahwa Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai pendidikan kesehatan (penyuluhan) tentang “Upaya Peningkatan Pengetahuan Orang Tua Tentang Pentingnya Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Sejak Usia Dini” Posyandu Tamarunang, terlaksana dengan lancar. Kesimpulan: kegiatan ini adalah masyarakat mengharapkan ada kegiatan penyuluhan lanjutan berkaitan pengetahuan meningkatkan kesehatan gigi dan mulut warga.
PENYULUHAN TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK) DI PUSKESMAS ANDALAS KOTA MAKASSAR
Abdul Herman Syah Thalib;
Rusli Abdullah;
Yantimala;
Nurbaiti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51171/jgs.v4i1.418
Latar Belakang: Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian utama di Indonesia dengan angka kematian (death rate) 37% di tahun 2013. Tahun 2030 diprediksi akan tetap sebagai penyebab utama kematian di dunia (23.3 juta orang). Negara dengan pendapatan rendah seperti Indonesia memiliki kontribusi terbesar, sekitar 80%. Data WHO 2015 menunjukkan 70% kematian di dunia disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular, 45% nya disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah, yaitu 17.7 juta dari 39,5 juta kematian. Prevalensi Penyakit Jantung Koroner (PJK) Nasional berdasarkan Riskesdas 2013 sebesar 1,5%. Sample Registration System (SRS) Indonesia tahun 2014 PJK merupakan penyebab kematian tertinggi kedua setelah stroke, 12,9% dari seluruh penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Pencegahan atau Prevensi Kardiovaskular mengurangi risiko kejadian jantung di masa depan dengan menstabilkan, memperlambat atau bahkan membalikkan perkembangan penyakit kardiovaskular (PKV). Memberikan pertolongan pertama pada penyakit kardiovaskular (PKV) semata-mata bukan hanya menjadi tanggung jawab sepenuhnya tenaga kesehatan saja, akan tetapi masyarakat perlu diberdayakan dan berperan aktif dalam rangka memberikan pertolongan pertama penyakit tersebut. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan tentang pertolongan pertama pada penyakit jantung koroner (PJK) di Puskesmas Andalas Kota Makassar. Tujuan: untuk meningkatkan pemahaman warga dalam memberikan pertolongan pertama pada penyakit jantung koroner (PJK). Metode: pengabdian masyarakat dilakukan dengan, ceramah, dan diskusi. Hasil: masyarakat mampu memahami tentang pertolongan pertama pada penyakit jantung coroner (PJK). Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan ini memberikan pengalaman yang baik kepada para masyarakat di puskesmas andalas Kota Makassar agar lebih meningkatkan pemahaman dalam dalam memberikan pertolongan pertama pada pada penyakit jantung koroner (PJK).