cover
Contact Name
Renaldi M
Contact Email
renaldimumar11@gmail.com
Phone
+6285241067888
Journal Mail Official
lppmstikmakassar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Maccini Raya No. 197 Panakukang Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
ISSN : 26218364     EISSN : 26231972     DOI : 10.51171
Core Subject : Health,
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan fokus dan scope meliputi Ilmu Kesehatan Masyarakat yakni Epidemiologi, Biostatistik, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi serta Ilmu Keperawatan yakni Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Keperawatan Gerontik.
Articles 73 Documents
SOSIALISASI PENTINGNYA IMUNISASI LENGKAP DI POSYANDU MEKAR 1 DUSUN PACCINONGAN DESA TINO KABUPATEN JENEPONTO Andi Rizky Amaliah; Muh. Sahlan Zamaa; Renaldi M; Putri Priscilia Ratsina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i1.419

Abstract

Latar Belakang : Imunisasi melindungi anak terhadap beberapa Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Setiap tahun lebih dari 1,4 juta anak di dunia meninggal karena berbagai penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi. Meskipun pada kenyataannya sekarang telah banyak ibu yang membawa bayinya ke tenaga kesehatan untuk mendapatkan imuniasi, namun hanya sebagian kecil dari mereka yang diberikan konseling. Tujuan : sosialisasi ini untuk memberitahukan masyarakat khususnya ibu yang mempunyai balitan bahwa imunisasi lengkap dapat membentuk kekebalan tubuh agar tidak mudah terinfeksi virus penyebab penyakit. Metode : Metode yang digunakan adalah metode diskusi dan Tanya jawab. Sedangkan Media yang digunakan dalam sosialisasi yaitu berupa leaflet pentingnya imunisasi lengkap, Sebanyak 20 ibu dan anak hadir dan mengikuti kegiatan ini dengan baik. Hasil : Pada pengabdian ini terdapat peningkatan pengetahuan dan kesadaran ibu untuk membawa anaknya mendapatkan imunisasi dalam upaya pencegahan penyakit. Kesimpulan : Dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya ibu-ibu yang mempunyai anak balita terkait dengan pentingnya imunisasi lengkap dan diharapkan juga para tokoh masyarakat dapat mendukung kegiatan-kegiatan penyuluhan mengenai kesehatan masyarakat.
TIPS CEGAH STUNTING DENGAN ABCDE DI DESA LENTU KECAMATAN BONTORAMBA Andi Wahyuni; Ilham Syam; Ayu Annisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i1.422

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan akar penyebab kegagalan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan, sehingga anak tumbuh lebih pendek dibandingkan anak normal seusianya dan mengalami keterlambatan berpikir. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi balita stunting di Sulawesi Selatan mencapai 27,2% pada tahun 2022. Kabupaten Jeneponto merupakan wilayah dengan prevalensi balita stunting tertinggi di Sulawesi Selatan. Sulawesi pada tahun 2022 mencapai 39,8%. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik masyarakat, b) Untuk mengetahui pengetahuan masyarakat tentang tips mencegah stunting. Metode: ABCDE: Tahap pertama memberikan kuesioner Pra kepada masyarakat, tahap kedua melakukan penyuluhan tips mencegah stunting dengan ABCDE dan tahap ketiga adalah pemberian kuesioner Post kepada masyarakat. Kesimpulan: Berdasarkan hasil Pra, pengetahuan baik sebanyak 8 orang (76,4%) dan pengetahuan kurang sebanyak 12 orang (23,6%), sedangkan berdasarkan hasil pos, pengetahuan baik sebanyak 20 orang (100%) yang mempunyai pengetahuan baik.
PROGRAM KELUARGA SADAR GIZI SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DI KELURAHAN BALANG TOA KECAMATAN BINAMU Chitra Dewi; Andi Arnoli; Andi Ayumar; Renaldi M; Fadilah Putriana; Muhammad Syahrir
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i1.423

Abstract

Latar belakang: Seribu hari pertama kehidupan menjadi periode emas untuk pembangunan kecerdasan dan kesehatan anak melalui nutrisi yang diterima. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan stunting melalui penyuluhan 1000 Hari Pertama Kehidupan di Kelurahan Balang Toa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Metode: Kegiatan ini menggunakan penyuluhan dengan mtode ceramah yang disertai dengan pre dan post test responden untuk mendapatkan gambaran pengetahuan sebelum dan setelah penyuluhan dilaksanakan. Sasaran dalam penyuluhan ini adalah wanita usia subur, ibu hamil dan ibu yang memiliki anak balita sebanyak 18 orang. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa pada pre test, sebanyak 12 orang (66,7%) yang memiliki pengetahuan kurang tentang 1000 hari pertama kehidupan. Sedangkan, jumlah responden yang memiliki pengetahuan kurang pada saat post test menjadi 1 orang (5,6%). Artinya, terjadi penurunan jumlah responden yang memiliki pengetahuan kurang sebesar 61,1%. Kesimpulan: Masih rendahnya pemahaman responden menjadi tantangan untuk peningkatan pengetahuan masyarakat untuk mendukung peningkatan status gizi dan perbaikan gizi terutama bagi kelompok rentan. Hal ini dikarenakan masih kurangnya pemahaman wanita dalam pemenuhan nutrisi bagi dirinya, baik sebelum masa kehamilan, pada saat hamil akan memberikan dampak bagi peningkatan kejadian stunting, yang akhirnya berdampak panjang bagi tumbuh kembang anak dan masa depan generasi selanjutnya.
PEMBUATAN TAMAN TOGA (TANAMAN OBAT KELUARGA) DI PUSKESMAS BARANA KECAMATAN BANGKALA BARAT KABUPATEN JENEPONTO Muhammad Sahlan Zamaa; Sulaiman; Iqbal Maban RM; Afini Nugrah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i1.424

Abstract

Latar Belakang : Tanaman bisa hidup di mana saja, baik di lingkungan rumah, taman, tanah terbuka, kebun atau hutan. Berbagai pengobatan menggunakan bahan dasar tanaman telah dikenal sejak lama oleh masyarakat di Indonesia. Itulah sebabnya kita dengan mudah dapat menemukan berbagai tanaman obat di sekitar tempat pemukiman warga. Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan salah satu upaya untuk menyediakan tumbuhan obat di sekitar pemukiman warga agar bisa digunakan kapan saja, terutama jika ada anggota keluarga yang sakit. Tujuan : Tujuan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan minat dan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan TOGA Metode :Kegiatan ini terbagi atas dua, yaitu renovasi taman TOGA dan edukasi pemanfaatan TOGA. Renovasi taman toga dilakukan dengan menambah jenis tanaman TOGA dan memasang pagar pengaman. Edukasi dilakukan dengan metode penyuluhan, evaluasi dilakukan secara lisan serta dilakukan demonstrasi pengolahan TOGA menjadi obat siap minum. Hasil : Taman TOGA tampak lebih rapi dan indah setelah renovasi dan pemberian edukasi terbukti mampu meningkatkan motivasi dan pengetahuan masyarakat terkait pemanfaatan TOGA Simpulan : Pemanfaatan TOGA bisa menjadi solusi dalam mengatasi berbagai penyakit dengan gejala ringan. Petugas kesehatan dapat memberikan edukasi secara rutin agar pemanfaatan TOGA di masyarakat bisa meningkat.
RATU CERIA (REMAJA TANGGUH CEGAH ANEMIA) UPT SMP NEGERI 1 KELARA Dewi Purnama Windasari; Iskandar Zulkarnaen; Esse Puji Pawenrusi; Gresina Kabinubun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i1.427

Abstract

Latar belakang: Anemia merupakan suatu keadaan dengan kadar hemoglobin dan eritrosit yang lebih rendah dari normal. Anemia gizi besi pada remaja putri beresiko lebih tinggi karena menyebabkan seseorang mengalami penurunan daya tahan tubuh sehingg amudah terkena masalah Kesehatan. Tujuan: untuk meningkatkan kesadaran remaja dalam mencegah terjadinya anemia. Metode: Metode yang digunakan adalah intervensi berupa penyuluhan yang di bawakan oleh narasumber dan pembentukan Ratu Ceria (Remaja Tanggu Cega Anemia). Program RATU CERIA (Remaja Tangguh Cegah Penderita Anemia) sebagai pendukung pencegahan stunting melalui sekolah anak dilakukan dengan 5 tahap yaitu Penyuluhan tentang Anemia, Skrining Anemia, Pemberian Tablet Fe, Pembentukan dan pelatihan Kader RATU CERIA. Hasil: Setelah diberikan Penyuluhan mengenai Anemia pada siswa diberikan Kembali kuesioner posttest, Siswa dapat menjawab soal dengan tingkat pengetahuan cukup sebanyak 13 siswa (81,25%) dan dengan tingkat pengetahuan yang kurang sebanyak 3 siswa (5\18,75%). Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi.
PENGABDIAN MASYARAKAT CANTIK BERSIH TANPA ANEMIA (TULOLO CARADDE) DI SMK 4 TAMALATEA KABUPATEN JENEPONTO Nurfitri; Muhammad Hatta; Jufri; Nadila Bole Boly
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i1.429

Abstract

Latar belakang: Anemia merupakan indicator gizi buruk dan kesehatan yang buruk. Prevalensi anemia pada wanita 29,9% wanita usia 15-49 tahun menderita anemia pada tahun 2019. Pada tahun 2019, prevalensi anemia global adalah 29,9% (95% ketidakpastian interval (UI) 27,0%, 32,8%) pada wanita usia subur, setara dengan lebih dari setengah miliar wanita berusia 15-49 tahun. Tujuan: untuk meningkatkan pengetahuan siswa terhadap pencegahan anemia sejak dini. Metode: Pengabdian masyarakat Cantik bersih tanpa anemia (TULOLO CARADDE) dan pemberian doorprice dilakukan pada hari Selasa, 06 juni 2023 Pukul, 10:00 wita di SMP Negeri 4 Tamalatea Kab. Jeneponto. Kegiatan ini dilaksanakan bersama mahasiswa KKN tematik STIK Makassar. Peserta pada kegiatan ini adalah Siswa siswi kelas VII dan kelas VIII di SMP Negeri 4 Tamalatea sebanyak 21 orang. Metode penyuluhan yang digunakan berupa penyuluhan yang interaktif dengan menggunakan media leaflet. Hasil: Penyuluhan mulai dengan perkenalan, kemudian ice breaking sebelum memulai pemberian materi, disela-sela pemberian materi diikuti dengan pemberian pertanyaan berupa games dan yang terakhir diskusi berupa tanya jawab dan sebelum mengakhiri kegiatan dilakukan foto bersama. Penyuluhan ini meningkatkan minat dan pengetahuan siswa siswi tentang pentingnya pencegahan anemia sejak dini. Kesimpulan: Penyuluhan Cantik Bersih Tanpa Anemia (TULOLO CARADDE) mampu meningkatkan pengetahuan siswa siswi tentang pencegahan anemia.
EDUKASI TENTANG TEPUNG SELACI PUPUT (6 LANGKAH CUCI TANGAN YANG BENAR) SD INPRES KAMPUNG PARANG DI DESA PA’BENTENGANG KEC.EREMERASA KAB.BANTAENG Ilham Syam; Muhammad Sahlan Zamaa; Renaldi M; Sitti Nurhadijah; Awalia Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.454

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan salah satu cara masyarakat untuk dapat menjaga kualitas kesehatannya. Kebaruan kegiatan pengabdian ini karena memberikan pelajaran tentang pentingnya mencuci tangan pakai sabun (CTPS). Program PHBS ini terdapat beberapa indicator yang dijadikan acuan dalam pelaksanaan PHBS, salah satunya adalah cuci tangan pakai sabun (CTPS). Perilaku CTPS yang baik dapat mencegahan kejadian diare dan ISPA yang rentan dialami oleh anak-anak khususnya usia sekolah. Sehingga petingnya untuk mengajar anak sejak dini mengenai CTPS yang baik dan benar. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk melakukan penyuluhan tentang 6 langkah cuci tangan dan meningkatkan pengetahuan dengan pengisian kuesioer pre-test dan post-test untuk mengetahui pengetahuan anak sekolah dasar dengan dibantu mahasiswa dalam pengisian kuesioner mencuci tangan, kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi dengan metode yang digunakan yaitu penyuluhan, power poin, media poster, kuesioner dan gerakan lagu 6 langkah cuci tangan yang benar lalu mempraktekkan cuci tangan dibantu oleh mahasiswa. Hasil dari ini Sebelum dilakukan penyuluhan pada anak sekolah dasar yang kurang mengetahui cara mencuci tangan yang benar sebanyak 27 siswa (46,7%) sedangkan sesudah dilakukan penyuluhan berkategori baik sebanyak 44 (89,4%) dari 47 responden. Penyuluhan dilakukan pada tanggal 29 mei 2024 di SD Inpres Kampung Parang kelas 4 dan 5.Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan sebanyak 21 (44,7%) tentang 6 langkah cuci tangan yang benar.
GITA CERDIK (GERAKAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN CEGAH DIARE DAN KECACINGAN) Dewi Purnama Windasari; Esse Puji Pawenrusi; Nour Sriyanah; Renaldi M; Athira Nurul Annisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.456

Abstract

Latar Belakang : Cuci tangan pakai sabun adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari-jemari menggunakan air dan sabun oleh manusia untuk menjadi bersih dan memutuskan mata rantai kuman Hal ini dilakukan karena tangan sering kali menjadi agen yang membawa kuman dan menyebabkan patogen berpindah dari satu orang ke orang lain, baik dengan kontak langsung maupun dengan kontak tidak langsung Metode : berdasarkan penyuluhan yang dilakukan dengan pemaparan materi dan pemutaran video edukasi serta dilakukannya demonstrasi cuci tangan pakai sabun pada siswa sekolah kelas 5 dengan jumlah siswa 15 orang. Waktu pelaksanaan pada hari Sabtu 25 Mei 2024 di SDN 74 Bira-Bira. Hasil : Sebelum diberikan edukasi terdapat 10 siswa ( 66,7%) yang memiliki pengetahuan Baik dan terdapat 5 siswa (33,3%) yang memiliki pengetahuan kurang terkait Cuci Tangan Pakai Sabun. Setelah dilakukan edukasi. Terjadi peningkatan pengetahuan dengan kategori Tingkat pengetahuan baik sebanyak 14 siswa (93,3%) dan tingkat pengetahuan kategori kategori kurang sebanyak 1 siswi (6,7%). Dapat disimpulkan adanya peningkatan pengetahuan yang didapatkan oleh anak sekolah SDN 7 Bira-Bira setelah dilakukan Penyuluhan GITA CERDIK ( Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun Cegah Diare dan Kecacingan. Kesimpulan : Pengabdian Masyarakat yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan kegiatan edukasi dengan sampel 15 oorang siswa melalui pemaparan materi, pemutaran video dan demonstrasi cuci tangan pakai sabun ini secara keseluran sangat efektif, sehingga diperoleh peningkatan pengetahuan sesudah dilakukan penyuluhan pada anak sekolah dasar kelas 5 SDN 74 Bira-Bira. Keyboard : Cuci tangan, diare, kecacingan
MINUMAN SEHAT ES LUMUT KELOR (MINSET ES LUMER) DI UPT SMA NEGERI 5 BANTAENG Wina Eka Cahyani; Marisna Eka Yulianita; Kamariana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.457

Abstract

Latar belakang : Salah satu masalah kesehatan yang menjadi fokus pemerintah saat ini adalah penanggulangan anemia. Anemia ialah suatu keadaan di mana kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari kadar normal untuk kelompok orang berdasarkan usia dan jenis kelamin, pada Wanita remaja kadar Hb normal ialah 12-15 gr/dl. Daun kelor sendiri merupakan salah satu tanaman lokal yang sudah berabad-abad dikenal sebagai tanaman serbaguna, kaya nutrisi dan berkhasiat obat.Tujuan dari kegiatan ini adalah pemanfaatan daun kelor menjadi olahan es lumut kelor yang dapat diolah menjadi minuman pengganti tablet tambah darah bagi remaja putri. Fokus sasaran dari kegiatan ini adalah siswi kelas X-XI yang berjumlah 50 orang.Metode: Kegiatan Pengabdian ini di lakukan dengan menggunakan media proyektor dengan metode ceramah dan dilanjutkan dengan pembagian olahan daun kelor berupa es lumut kelor.Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian yaitu adanya peningkatan skor pengetahuan peserta sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan Minuman Sehat Es Lumut Kelor Sebagai Pengganti Tablet Fe Untuk Pemenuhan Zat Besi Dalam Mencegah Anemia Pada Remaja Putri dari rata-rata 54,0% menjadi 100%.kesimpulan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan terkait pencegahan anemia siswi SMA Negeri 5 Bantaeng sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan.
PENYULUHAN PUTRI SETIA (SEHAT TANPA ANEMIA) DAN PEMBAGIAN TABLET FE Andi Yulia Kasma; Sitti Nurhadijah; Andi Ayumar; A. Asyratul Hidayah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.458

Abstract

Young women are required to take FE tablets because they experience menstruation every month. FE tablets are also useful for replacing iron lost due to menstruation and for meeting iron needs that are not sufficient from food. In general, the symptoms of anemia that are often felt are lethargy, weakness, fatigue, negligence, frequent complaints of dizziness and dizzy eyes. Further symptoms are pale eyelids, lips, tongue, skin and palms. Treatment of anemia can be done independently by taking oral iron therapy or Fe tablets appropriately. This community service method is a counseling method in the form of lecture material and direct presentation related to loyal daughters (healthy without anemia) and direct distribution of Fe tablets. 20 female students. as a whole it was very effective, resulting in an increase in the knowledge of young women in adherence to taking iron tablets. Furthermore, it is hoped that from this activity young female students at SMP Negeri 2 Bangkala Barat can routinely consume blood-boosting tablets to prevent anemia. Keywords: blood supplement tablets, teenage girl, anemia