cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 591 Documents
Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau Sebagai Upaya Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Lusy Pratiwi; La Malihi; Anna Laila
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.626

Abstract

Latar Belakang : Salah satu masalah gizi utama yang sering terjadi pada usia remaja, khususnya di Indonesia, adalah anemia defisiensi besi. Remaja, terutama putri, rentan anemia karena kebutuhan zat besi yang meningkat selama masa pertumbuhan cepat dan menstruasi, ditambah pola makan yang tidak seimbang (diet ketat/kurang zat besi). Menurut data yang dirilis oleh Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 untuk kelompok usia 15-24 tahun, menyebutkan prevalensi anemia mencapai 32%, dimana prevalensi anemia putri sebesar 27,2%. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pemberian sari kacang hijau terhadap kenaikan kadar hemoglobin pada remaja putri usia 14-15 tahun. Metode penelitian: Metode quasi-experiment Pretest-Posttest with Control Group Design. Populasi penelitian adalah remaja putri usia 14-15 tahun di Bekasi selatan pada bulan juni 2025 berjumlah 28 orang. Teknik Pengambilan sampel secara purposive sampling dengan jumlah 20 orang. Instrument pengumpulan data lembar observasi. Analisa data terdiri dari univariat dan bivariat menggunakan uji Independent Sample T test. Hasil Penelitian: Terdapat perubahan kadar hemoglobin pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol setelah diberikan intervensi pada remaja putri. Berdasarkan uji statistic Independent Sample T test terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian sari kacang hijau terhadap kadar hemoglobin. Setelah perlakuan, nilai t diperoleh sebesar -2,293 dengan df = 18 dan nilai signifikansi 0,034 (p < 0,05). Simpulan: Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat pengaruh pemberian sari kacang hijau dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri usia 14-15 tahun.
Pengaruh Akupresure Titik SP6 (Sanyinjiao) Terhadap Intensitas Nyeri Menstruasi Pada Remaja Putri Di SMK Diponegoro Tumpang Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang Wanda Revana Putri Putri; Rosyidah Alfitri; Anik Purwati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.627

Abstract

Nyeri Mestruasi merupakan nyeri menstruasi tanpa kelainan patologis yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar serta kualitas hidup. Salah satu terapi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri adalah akupresure pada titik SP6 (Sanyinjiao). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh akupresure titik SP6 (Sanyinjiao) terhadap intensitas nyeri menstruasi pada remaja putri di SMK Diponegoro Tumpang Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 48 siswi, dengan sampel sebanyak 43 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intensitas nyeri menstruasi diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) Pre dan Post pemberian Perlakuan akupresure SP6. Perlakuan dilakukan pada hari pertama menstruasi selama 3 menit pada masing-masing kaki. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test dengan tingkat signifikansi α = 0,001. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pre Perlakuan sebagian besar responden mengalami nyeri sedang sebanyak 25 responden (58,1%) dan nyeri berat sebanyak 18 responden (41,9%), dengan nilai rata-rata skala nyeri sebesar 6,98. Setelah diberikan Perlakuan akupresure SP6, sebagian besar responden mengalami intenitas menjadi nyeri ringan sebanyak 28 responden (65,1%) dan nyeri sedang sebanyak 15 responden (34,9%), dengan nilai rata-rata skala nyeri menurun menjadi 3,72. Hasil uji paired t-test diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan terdapat pengaruh signifikan pemberian akupresure SP6 (Sanyinjiao) terhadap intensitas nyeri menstruasi pada remaja putri. Kesimpulan penelitian ini adalah akupresure SP6 (Sanyinjiao) efektif dalam menurunkan intensitas nyeri menstruasi dan dapat dijadikan sebagai alternatif terapi non-farmakologis yang aman, mudah, serta dapat dilakukan secara mandiri oleh remaja putri.
Pengalaman Menyusui Pada Ibu Usia Remaja Di Wilayah Pesisir Tarakan Kalimantan Utara: Studi Kualitatif Eksploratif Reza Bintangdari Johan; Mufdlilah Mufdlilah; Rizka Dita Hidayati; Teresia Suminta Rotua Situmorang; Nur Indah Noviyanti; Dessy Hertati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.628

Abstract

Setiap anak berhak mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan tanpa tambahan makanan atau minuman apapun. Cakupan ASI eksklusif di Kalimantan Utara cukup rendah belum mencapai target program nasional tahun 2024. Ini karena hambatan dan masalah masih menghalangi ibu, terutama ibu remaja untuk menyusui, yang dapat mempengaruhi pola pikirnya. Menyusui memberikan berbagai manfaat bagi ibu dan bayi. Dengan mengekplorasi pengalaman menyusui ibu usia remaja dapat membantu meningkatkan praktik pemberian ASI eksklusif. Penelitian kualitatif eksploratif yang dilakukan pada enam ibu usia remaja di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam berdasarkan pedoman wawancara dan analisis data yang dilakukan. Tiga tema utama yang ditemukan yaitu pengambilan keputusan dalam pemberian ASI eksklusif, hambatan dan tantangan dalam menyusui, dan ketidaknyamanan posisi menyusui. Namun, hanya ada dua ibu usia remaja yang berhasil ASI eksklusif. Hampir semua ibu usia remaja belum memahami dengan baik praktik pemberian ASI eksklusif, kurangnya dukungan dari pasangan, keluarga, belum dapat mengambil keputusan sendiri karena masih bergantung dengan orang tua, timbulnya hambatan menyusui dari faktor fisik dan psikologis, serta masih kesulitan memulai untuk menyusui pertama kali. Pendidikan kesehatan dan konseling menyusui dapat menjadi suatu intervensi bagi ibu menyusui usia remaja sehingga memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik. Selain itu, dukungan dari pasangan, keluarga, dan tenaga kesehatan sangat penting untuk mensukseskan keberhasilan ASI eksklusif. Adanya pemantauan pemberian ASI khususnya pada keberlanjutan pemberian ASI eksklusif.
Hubungan Status Perokok Dan Mean Arterial Pressure (MAP) Dengan Kejadian Postoperative Nausea And Vomiting (PONV) Pada Pasien Pasca Anestesi Umum Di RSI Banjarnegara Muh. Chaerul Amin; Rully Annisa
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.630

Abstract

Postoperative Nausea and Vomiting (PONV) merupakan kondisi mual, keinginan muntah, atau muntah yang terjadi dalam pascaoperatif. Penelitian ini dilakukan di RSI Banjarnegara, untuk melihat bagaimana hubungan antara status perokok dan MAP dengan kejadian PONV pada pasien pasca anestesi umum. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross- sectional, melibatkan 62 responden yang dipilih melalui consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan kuisoner. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas responden bukan perokok yaitu 35 responden, sebagian besar responden memiliki MAP dalam batas normal (34 responden), dan sebagian besar pasien menunjukkan tidak mengalami PONV (33 responden). Analisis statistik menggunakan uji chi-square dan uji spearman menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status perokok dengan kejadian PONV (5,647 > 3,481) serta terdapat hubungan antara MAP dengan kejadian PONV (p= 0,013 < 0,05) dengan correlation coefficient (-0,314). kesimpulannya terdapat hubungan signifikan antara status perokok dan kejadian ponv serta ditemukan hubungan dengan arah hubungan negatif cukup antara MAP dengan kejadian PONV, dimana semakin rendah MAP pasien maka cenderung meningkatkan kejadian PONV.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Nifas Dengan Perawatan Luka Perineum Di PMB Rita Ariyani, Amd.Keb Selviu Luvnayya; Stefanicia Stefanicia; Ana Paramita Prastiwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.631

Abstract

Latar Belakang: Luka perineum dialami oleh sebagian besar ibu bersalin pervaginam (75- 83%) di Indonesia dan dapat menyebabkan infeksi nifas jika tidak dirawat dengan benar. Pengetahuan dan sikap merupakan faktor kunci yang menentukan perilaku ibu dalam melakukan perawatan luka secara mandiri untuk mencegah komplikasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu nifas dengan perawatan luka perineum di PMB Rita Ariyani, Amd.Keb. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu nifas di PMB Rita Ariyani, dengan jumlah sampel 35 orang yang diambil melalui teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, dan analisis data dilakukan secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup (65,7%) dan sikap cukup (57,1%). Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan praktik perawatan luka perineum. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap ibu nifas dengan perawatan luka perineum di PMB Rita Ariyani, Amd.Keb. Petugas kesehatan disarankan untuk meningkatkan edukasi perawatan luka guna menekan angka infeksi masa nifas.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dalam Menghadapi Gejala Perimenopause Pada Wanita Usia 40-45 Tahun Di RT 04 Daerah Aliran Sungai Kelurahan Pahandut Seberang Kota Palangka Raya Elsa Priskila; Stefanicia Stefanicia; Ana Paramita Prastiwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.632

Abstract

Latar belakang: Masa perimenopause merupakan periode transisi alami yang dialami wanita menjelang berhentinya siklus menstruasi. Menurut data World Health Organization (WHO), lebih dari 70% wanita usia 40 tahun ke atas mengalami gejala perimenopause, dan sebagian besar di antaranya tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk menghadapinya secara adaptif. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dalam menghadapi gejala perimenopause pada wanita usia 40-45 tahun di RT 04 Daerah Aliran Sungai Kelurahan Pahandut Seberang Kota Palangka Raya. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasinya Adalah Seluruh Wanita usia 40-45 tahun di RT 04 di Daerah Aliran Sungai Kelurahan Pahandut dengan jumlah sampel 43 orang. Teknik pengambilan sampel dengan Total Sampling, Analisis data yang digunakan adalah uji Chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan gejala perimenopause (p = 0,004 < 0,05) serta antara sikap dengan gejala perimenopause (p = 0,030 < 0,05), yang berarti semakin baik pengetahuan dan semakin positif sikap responden, maka semakin baik pula kesiapan dalam menghadapi gejala perimenopause. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dalam menghadapi gejala perimenopause pada wanita usia 40–45 tahun di RT 04 Daerah Aliran Sungai Kelurahan Pahandut Seberang Kota Palangka Raya. Pengetahuan dan sikap yang lebih baik berperan dalam kesiapan wanita menghadapi gejala perimenopause secara adaptif.
Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial Tiktok Dengan Kesehatan Mental Mahasiswa Di Fakultas Keperawatan Universitas Riau Aqil Arian Hawari; Fathra Annis Nauli; Anisa Yulvi Azni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.633

Abstract

Pendahuluan: kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kesejahteraan individu, terutama pada remaja dan dewasa muda yang sedang mengalami tahap perkembangan psikologis yang kompleks. Penggunaan TikTok yang berlebihan dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental remaja dan dewasa awal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan media sosial TikTok dengan kesehatan mental mahasiswa. Metode: metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional dengan 85 sampel dengan menggunakan teknik purposive proportional random dan instrumen yang digunakan adalah MHI-38 (Mental Health Inventory-38) untuk mengukur kesehatan mental dan Kuesioner Intensitas Penggunaan Media Sosial TikTok untuk mengukur tingkat intensitas penggunaan TikTok. Hasil: analisa univariat menunjukkan mayoritas responden berusia 19 tahun sebanyak 33 orang (38,8%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 72 orang (84,7%), mayoritas responden memiliki tingkat intensitas penggunaan yang berada pada kategori tinggi sebanyak 50 orang (58,8%), mayoritas responden memiliki tingkat kesehatan mental dalam kategori Distrees sebanyak 57 (67,1%). Hasil uji Chi-Square didapatkan P-value<α (0,036<0,05) dan odds ratio 2,667. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial TikTok dengan kesehatan mental mahasiswa di Fakultas Keperawatan Universitas Riau.
Keperawatan Bencana Sebagai Bagian Dari Sistem Penanggulangan Bencana: Tinjauan Sistematis Suparman Suparman; Indiriadi Indiriadi; Dirga Dijaya Mulyadi; Juliana Novly Ratuanik
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.634

Abstract

Latar Belakang: Keperawatan bencana merupakan komponen kunci dalam sistem penanggulangan bencana karena perawat terlibat pada seluruh fase manajemen bencana, mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan. Tingginya risiko bencana di Indonesia menuntut peran perawat yang kompeten dan terintegrasi dalam sistem penanggulangan bencana untuk menjamin keberlangsungan pelayanan kesehatan dan keselamatan masyarakat. Tujuan: Artikel ini merupakan tinjauan sistematis yang mensintesis kebijakan internasional (Sendai Framework dan WHO Health EDRM), kebijakan nasional Indonesia, serta bukti penelitian terkini mengenai peran, kompetensi, tantangan, dan upaya penguatan kapasitas keperawatan bencana. Metode: Penelitian ini menggunakan desain tinjauan sistematis dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data PubMed, Scopus, CINAHL, dan Google Scholar terhadap artikel berbahasa Inggris dan Indonesia yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan pendekatan sintesis tematik naratif. Hasil: Hasil tinjauan menunjukkan bahwa perawat berkontribusi signifikan dalam kesiapsiagaan komunitas, pelaksanaan triase, penanganan trauma dan non-trauma, dukungan kesehatan mental, serta rehabilitasi pascabencana. Namun, implementasi keperawatan bencana masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan kompetensi, kurangnya pelatihan berkelanjutan, dukungan organisasi yang belum optimal, serta perlindungan keselamatan kerja yang belum memadai. Kesimpulan: Keperawatan bencana merupakan bagian integral dari sistem penanggulangan bencana dan memerlukan penguatan melalui integrasi kurikulum keperawatan bencana, pelatihan berkelanjutan, dukungan kebijakan, serta penelitian lanjutan berbasis intervensi. Penguatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan perawat dan ketahanan sistem kesehatan dalam menghadapi bencana.
Hubungan Antara Volume Latihan Terhadap Risiko Cedera Bahu Pada Pemain Bola Voli Ervanda Vionica Risaputri; Shofhal Jamil
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.635

Abstract

Latar Belakang: Cedera bahu merupakan salah satu cedera muskuloskeletal pada sendi bahu yang sangat sering terjadi pada atlet yang memiliki teknik gerakan overhead berulang seperti pemain bola voli. Latihan yang terlalu padat juga salah satu penyebab terjadinya cedera terhadap atlet bola voli. Tingginya volume latihan baik dari durasi latihan, frekuensi latihan, dan intensitas latihan akan memberikan dampak besar pada tekanan mekanik yang diterima oleh struktur bahu. Cedera bahu pada pemain bola voli merupakan masalah serius yang dapat menurunkan fungsi ekstremitas atas serta dapat membatasi dalam latihan maupun pertandingan. Tujuan: Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara volume latihan terhadap risiko cedera bahu pada pemain bola voli. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan quantitative correlation dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah sampel 67 orang. Alat ukur menggunakan angket kuesioner The Oslo Sports Trauma Research Center (OSTRC). Analisis data menggunakan Spearman rank. Hasil: Hasil analisis Hubungan antara Volume Latihan terhadap Risiko Cedera Bahu dengan menggunakan uji Spearman rank didapatkan hasil nilai p=0,047 (p<0,05) maka, dapat diartikam bahwa ada hubungan yang signifikan antara volume latihan dengan risiko cedera bahu. Hasil nilai koefisien korelasi sebesar 0,244 dengan kategori tingkat hubungan yang sangat lemah. Kesimpulan: Ada hubungan antara Volume Latihan terhadap Risiko Cedera Bahu pada Pemain Bola Voli. Saran: Mengidentifikasi faktor risiko lain yang dapat mempengaruhi cedera bahu serta perlu adanya edukasi untuk pemain bola voli.
Hubungan Dukungan Suami Dengan Pemilihan Kontrasepsi Non-MKJP (Suntik) Dan MKJP (Implan Dan IUD) Pada PUS Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya Anjeli Anjeli; Maria Adelheid Ensia; Indriani Indriani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.637

Abstract

Latar Belakang: Program Keluarga Berencana (KB) bertujuan untuk mengatur jarak dan jumlah kelahiran guna meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti implan dan IUD memiliki efektivitas tinggi, namun penggunaannya masih lebih rendah dibandingkan metode Non-MKJP seperti suntik. Salah satu faktor yang memengaruhi pemilihan metode kontrasepsi adalah dukungan suami, baik dalam bentuk dukungan emosional, informasional, instrumental, maupun penilaian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami dengan pemilihan kontrasepsi Non-MKJP (suntik) dan MKJP (implan dan IUD) pada pasangan usia subur di wilayah kerja Puskesmas Jekan Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 70 responden diambil menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan dukungan suami tinggi sebanyak 34 orang (48,6%) seluruhnya menggunakan MKJP, sedangkan responden dengan dukungan suami rendah–sedang sebanyak 36 orang (51,4%) seluruhnya menggunakan Non-MKJP (suntik). Metode MKJP yang paling banyak digunakan adalah implan (37,1%). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p < 0,001, yang berarti terdapat hubungan yang sangat signifikan antara dukungan suami dengan pemilihan metode kontrasepsi. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang sangat signifikan antara dukungan suami dengan pemilihan kontrasepsi Non-MKJP dan MKJP pada pasangan usia subur di wilayah kerja Puskesmas Jekan Raya. Dukungan suami berperan penting dalam meningkatkan penggunaan MKJP sehingga keterlibatan suami dalam konseling dan pengambilan keputusan KB perlu ditingkatkan.