cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,062 Documents
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Islam Banjarmasin Tahun 2025 Nor Cahaya; Sri Nuriaty Masdiputri; Noor Anisa; Kristina Yuniarti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1194

Abstract

Sectio Caesarea (SC) adalah operasi persalinan yang dilakukan jika terdapat kondisi obstetri yang berisiko bagi ibu maupun janin sehingga tidak dapat melakukan persalinan pervaginam. Meskipun prosedur ini berperan penting dalam meningkatkan keselamatan ibu dan bayi pada kasus dengan indikasi medis, peningkatan angka persalinan melalui Sectio Caesarea dalam beberapa tahun terakhir menjadi perhatian karena tindakan tersebut berpotensi menimbulkan komplikasi apabila dilakukan tanpa indikasi yang tepat. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi faktor yang berkaitan dengan kejadian Sectio Caesarea pada ibu bersalin di Rumah Sakit Islam Banjarmasin pada tahun 2025. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional dengan analisis univariat dan bivariat berbantu SPSS. Data penelitian bersumber dari rekam medis ibu bersalin yang dipilih melalui teknik purposive sampliSebagian besar responden berada pada kelompok usia tidak berisiko (20–35 tahun), yaitu sebanyak 219 orang (72,8%), memiliki paritas tidak berisiko (2–3 kali kehamilan) sebanyak 159 orang (52,8%), tidak memiliki riwayat Sectio Caesarea sebanyak 224 orang (74,4%), merupakan peserta BPJS sebanyak 294 orang (97,7%), serta menjalani persalinan melalui Sectio Caesarea sebanyak 267 orang (88,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara usia (p=0,606), paritas (p=0,988), dan kepemilikan BPJS (p=0,145) dengan kejadian Sectio Caesarea (p>0,05). Sebaliknya, riwayat Sectio Caesarea berhubungan secara signifikan dengan kejadian Sectio Caesarea (p<0,001). Implikasi penelitian dapat dimanfaatkan sebagai dasar ilmiah dalam mendukung pengambilan keputusan klinis dan perencanaan pelayanan kebidanan serta obstetri yang lebih efektif guna meningkatkan keselamatan ibu dan bayi.
Pengaruh Video Edukasi tentang IUD Pascasalin terhadap Pengetahuan dan Minat Ibu Hamil TM III di Puskesmas Tempuran Dewi Upiani; Shandy Wigya Mahanani; Indah Purnamasari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.743

Abstract

Latar Belakang: Di Provinsi Jawa Tengah, partisipasi dalam program KB Aktif meningkat menjadi 79,60% pada tahun 2023. Dari total tersebut, 56,28% menggunakan KB suntik, sedangkan 9,36% menggunakan AKDR. Untuk melahirkan peserta KB, angkanya mencapai 56,6%. Mengingat hal tersebut, peneliti ingin melakukan penelitian tentang video edukasi IUD pascasalin setelah mempelajari pengetahuan dan keterampilan ibu hamil trimester ketiga di Puskesmas Tempuran. Tujuan: Untuk memahami dampak video edukasi IUD pascasalin terhadap pengetahuan dan keterampilan ibu hamil trimester ketiga di Puskesmas Tempuran, Kabupaten Magelang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan desain kelompok kontrol pretest-posttest nonrandomisasi. Populasi adalah ibu hamil trimester III. Berdasarkan hasil percobaan rumus Slovin, sebanyak 58 orang dimasukkan dalam sampel: 29 untuk kelompok eksperimen dan 29 untuk kelompok kontrol. Uji T digunakan sebagai uji statistik. Hasil: Pada kelompok video, perbedaan rata-rata pengetahuan adalah 1,0889 dan minat adalah 0,1379, sedangkan pada kelompok brosur, perbedaan rata-rata pengetahuan adalah 1,0345 dan minat adalah 0,1724. Hasil uji bivariat menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (< 0,05) untuk variabel pengetahuan, yang menu njukkan adanya pengaruh video terhadap pengetahuan ibu hamil pada trimester ketiga. Sementara itu, nilai p sebesar 0,945 (> 0,05) untuk variabel minat menunjukkan tidak adanya pengaruh video terhadap pengetahuan ibu hamil pada trimester ketiga. Kesimpulan: Terdapat pengaruh video edukasi tentang IUD pascapersalinan terhadap pengetahuan ibu hamil pada trimester ketiga di Puskesmas Tempuran. Tidak ada pengaruh video edukasi tentang IUD pascapersalinan terhadap minat ibu hamil pada trimester ketiga di Puskesmas Tempuran. Keterlibatan dan dukungan keluarga dalam proses perawatan prenatal diharapkan.
Analisis Pengalaman Ibu Postpartum terhadap Pencegahan Postpartum Blues di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Putri Amelia Y Ishak; Ani Retni; Harismayanti Harismayanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.940

Abstract

Postpartum Blues merupakan gangguan emosional yang umum dialami oleh ibu setelah melahirkan, ditandai dengan perasaan sedih, cemas, mudah menangis, dan perubahan suasana hati. Kondisi ini apabila tidak ditangani dengan baik dapat berkembang menjadi gangguan yang lebih serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman ibu postpartum dalam mencegah terjadinya Postpartum Blues di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang ibu postpartum yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interview), kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil peneltian menunjukkan bahwa pengalaman ibu dalam mencegah Postpartum Blues meliputi beberapa tema utama, yaitu Pengalaman Emosional Ibu Postpartum, Faktor Risiko Postpartum Blues dan Upaya Ibu dalam Mencegah Postpartum Blues. Kesimpulan penelitian ini adalah Ibu postpartum melakukan berbagai upaya untuk mencegah Postpartum Blues, antara lain dengan mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa dan zikir, berusaha mengatur waktu istirahat, serta berbagi cerita dan menerima dukungan dari suami maupun keluarga.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Tibawa Miftahul Jannah Nusi; Zuriati Muhamad; Efri Leny Rauf; Fatmah Zakaria
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.960

Abstract

Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan bayi. Namun, cakupan ASI eksklusif masih belum optimal karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah dukungan keluarga. Dukungan keluarga yang baik dapat membantu meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Tibawa. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki bayi usia 6–23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tibawa. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling dengan jumlah responden sebanyak 63 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan lembar observasi pemberian ASI eksklusif. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mendapatkan dukungan keluarga sebanyak 33 responden (52,4%) dan responden yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 32 responden (50,8%). Hasil uji statistik diperoleh nilai P-Value = 0,032 (< 0,05), yang menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif. Dukungan emosional dan penilaian menjadi bentuk dukungan keluarga yang paling dominan diberikan kepada ibu menyusui. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif. Semakin baik dukungan keluarga, semakin besar peluang ibu memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.
Hubungan Response Time Pelayanan Kategori Emergency dan Non-Emergency dengan Tingkat Kepuasan Keluarga Pasien IGD RSU PKU Muhammadiyah Bantul Suhebatul Islamiyah; Ellyda Septiani Pramita; Heri Puspito
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.961

Abstract

Pelayanan di IGD merupakan tolok ukur kualitas rumah sakit yang mengutamakan kecepatan untuk menekan kejadian keterlambatan penanganan dan mempengaruhi kepuasan khususnya pada kategori Emergency dan Non-Emergency. Oleh karena itu, Response Time diperlukan bukan hanya untuk keberhasilan medis, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan standar kepuasan bagi keluarga pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Response Time pelayanan kategori Emergency dan Non-Emergency terhadap tingkat kepuasan keluarga pasien di IGD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain deskriptif korelasional dengan metode Cross-Sectional. Sampel sebanyak 88 responden yang diambil dengan teknik Accidental Sampling. Data dikumpulkan melalui stopwatch, lembar observasi, serta kuesioner, lalu dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil uji statistik menunjukkan nilai P-Value sebesar 0,000 < 0,05, yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara Response Time pelayanan Emergency dan Non-Emergency dengan tingkat kepuasan keluarga pasien. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,477 menunjukkan tingkat keeratan hubungan yang cukup kuat dari Response Time pelayanan yang diberikan dengan tingkat kepuasan keluarga pasien.
Pengaruh Edukasi Singkat Praoperasi terhadap Tingkat Kecemasan Ibu yang akan Menjalani Sectio Caesarea di RSUD Labuha Kabupaten Halmahera Selatan Ratna Ningsih Majid; Rani Safitri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.962

Abstract

Sectio Caesarea merupakan tindakan persalinan operatif yang dapat menimbulkan kecemasan pada ibu akibat ketidakpastian prosedur, risiko tindakan, serta kondisi bayi. Kecemasan praoperasi yang tidak ditangani dapat berdampak pada kondisi fisiologis dan psikologis ibu sehingga diperlukan intervensi berupa edukasi singkat praoperasi oleh bidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi singkat praoperasi terhadap tingkat kecemasan ibu yang akan menjalani Sectio Caesarea di RSUD Labuha Kabupaten Halmahera Selatan. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest pada 60 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), dan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang (53,3%), sedangkan setelah intervensi mayoritas berada pada kategori kecemasan ringan (51,7%). Terdapat penurunan rata-rata skor kecemasan dari 25,13 menjadi 17,62 dengan nilai P-Value 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh edukasi singkat praoperasi terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu yang akan menjalani Sectio Caesarea, sehingga edukasi praoperasi efektif dalam membantu mengurangi kecemasan pasien.
Gambaran Dukungan Keluarga pada Pasien Post-Craniotomy di Poli Bedah Saraf Fandra Nafiz Hefyan; Hellena Deli; Rismadefi Woferst
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.967

Abstract

Latar Belakang: tindakan craniotomy merupakan prosedur pembedahan pada otak yang berisiko menimbulkan dampak fisik, psikologis, sosial, dan reliabilitas pada pasien sehingga pada masa pascaoperasi pasien membutuhkan dukungan keluarga yang optimal, namun tingkat dukungan keluarga pada pasien Post-Craniotomy di pelayanan rawat jalan masih bervariasi Metode: penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di Poli Bedah Saraf RSUD Arifin Achmad Pekanbaru pada tanggal 23–31 Desember 2025. Sampel penelitian berjumlah 38 responden yang merupakan keluarga pasien Post-Craniotomy, dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan keluarga yang mencakup dukungan informasional, instrumental, emosional, dan penilaian yang telah dilakukan uji validitas dan realiabilitas. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar usia responden adalah 36-45 tahun (42,1%), pendidikan terakhir SD (28,9%), jenis kelamin perempuan (55,3%), dan gambaran dukungan keluarga secara keseluruhan berada pada kategori tinggi (73,7%). Kesimpulan: sebagian besar keluarga pasien Post-Craniotomy telah memberikan dukungan keluarga dalam kategori tinggi, terutama pada aspek dukungan instrumental, emosional, dan penilaian. Keluarga harus meningkatkan dukungan informasional agar proses pemulihan pasien lebih optimal.
Perbedaan Square Stepping Exercise dan Resistance Exercise terhadap Penurunan Risiko Jatuh pada Lansia Syamsa Rizqian Azza; Fitri Yani; Razany Fauzia Alboneh
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.971

Abstract

Latar belakang: Penuaan menyebabkan penurunan fungsi fisiologis seperti berkurangnya kekuatan otot, perubahan postur, dan gangguan koordinasi yang meningkatkan risiko jatuh pada lansia. Risiko jatuh dapat mengakibatkan cedera fisik serius hingga kematian serta dampak psikologis berupa ketakutan untuk jatuh kembali. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko jatuh adalah melalui latihan fisik seperti Square Stepping Exercise dan Resistance Exercise. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh Square Stepping Exercise dan Resistance Exercise terhadap penurunan risiko jatuh pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental dengan rancangan Pre-Test and Post-Test two group design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 24 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Responden dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang diberikan Square Stepping Exercise dan kelompok Resistance Exercise dengan frekuensi 3 kali seminggu selama 4 minggu. Alat ukur yang digunakan untuk menilai risiko jatuh adalah Berg Balance Scale (BBS). Hasil: Hasil uji paired sample t-test kelompok I p = 0,000 (p < 0,05) dan kelompok II p = 0,000 (p < 0,05) menunjukkan kedua latihan berpengaruh terhadap penurunan risiko jatuh pada lansia. Sedangkan hasil uji independent sample t-test menghasilkan nilai p = 0,939 (p > 0,05), yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua latihan. Kesimpulan: Square Stepping Exercise dan Resistance Exercise sama-sama memberikan pengaruh dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia, namun tidak menunjukkan perbedaan pengaruh yang signifikan diantara keduanya.
Perbedaan Pengaruh Ergo Care Heel Raise Exercise dan Square Stepping Exercise terhadap Peningkatan Keseimbangan Dinamis pada Lansia Aprilia Rahmawati Olij; Razany Fauzia Alboneh; Suci Muqodimatul Jannah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.973

Abstract

Latar belakang: Penurunan keseimbangan dinamis pada lansia merupakan masalah umum akibat proses penuaan yang dapat meningkatkan risiko jatuh dan menurunkan kualitas hidup. Intervensi fisioterapi berupa latihan keseimbangan seperti Ergo Care Heel Raise Exercise (ECHRE) dan Square Stepping Exercise (SSE) telah terbukti efektif secara terpisah, namun perbandingan efektivitas keduanya masih belum banyak diteliti. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta perbedaan pengaruh antara ECHRE dan SSE terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan Pre-Test and Post-Test two group design. Sampel berjumlah 38 lansia yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok ECHRE dan kelompok SSE. Intervensi dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu. Pengukuran keseimbangan dinamis menggunakan Time Up and Go Test (TUGT). Analisis data menggunakan Paired Sample t-Test dan Independent Sample t-Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keseimbangan dinamis pada kedua kelompok. Pada kelompok ECHRE terjadi penurunan nilai TUGT dari 14,87 menjadi 12,43 (p = 0,000), sedangkan pada kelompok SSE dari 16,63 menjadi 12,92 (p = 0,000). Uji perbedaan menunjukkan nilai p = 0,027 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan pengaruh antara kedua intervensi, dengan SSE memberikan peningkatan yang lebih besar dibandingkan ECHRE. Kesimpulan: Terdapat pengaruh ECHRE dan SSE terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia, serta terdapat perbedaan efektivitas di antara keduanya, di mana SSE lebih efektif dibandingkan ECHRE.
Analysis of Pregnant Women's Perceptions Regarding the Quality of Antenatal Care (ANC) Services at the Taratara Community Health Center, West Tomohon Neni Anjelika Girsang; Nancy Silvia Bawiling; Deviana Pratiwi Munthe; Vera Diane Tombokan; Tika Bela Sari; Fredrik Alfrets Makadada
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.974

Abstract

Antenatal Care (ANC) services are a crucial effort in improving maternal and fetal health and preventing pregnancy complications. Pregnant women's perceptions of ANC service quality play a role in their utilization of healthcare services during pregnancy. This study aims to analyze pregnant women's perceptions of ANC service quality at the Taratara Community Health Center (Puskesmas) based on the five dimensions of service quality (SERVQUAL): tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The study employs a qualitative method with a descriptive approach. Informants consisted of four pregnant women (primary informants) and one midwife (key informant), selected using purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, and documentation. Data analysis was conducted using Braun and Clarke’s thematic analysis, while data validity was tested through source triangulation. The results indicate that, overall, pregnant women hold a positive perception of ANC service quality at the Taratara Community Health Center. The dimensions of tangibles, reliability, assurance, and empathy were perceived as meeting expectations, evidenced by adequate facilities, adherence to service procedures, healthcare worker competence, and a friendly, attentive attitude during service delivery. However, issues were identified regarding the responsiveness dimension, particularly concerning waiting time efficiency and the speed of staff response in certain situations. The study concludes that the dimensions of tangibles, reliability, assurance, and empathy should be maintained, whereas the responsiveness dimension requires improvement specifically regarding service speed and waiting time management to further optimize the quality of ANC services at the Taratara Community Health Center.

Page 94 of 107 | Total Record : 1062