cover
Contact Name
Andi Muh. Ruum Sya'baan
Contact Email
andimruum@uho.ac.id
Phone
+6285137390704
Journal Mail Official
jpsbuho@gmail.com
Editorial Address
Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JPSB
ISSN : -     EISSN : 25024191     DOI : https://ruangsenibudaya.com/index.php/jpsb
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel hasil penelitian, kajian konseptual, dan studi empiris di bidang pendidikan dan pembelajaran seni dan budaya, termasuk kajian mendalam tentang pertunjukan tradisi. Ruang lingkup jurnal meliputi pendidikan seni dan budaya, strategi dan model pembelajaran seni, pengembangan kurikulum, media dan teknologi pembelajaran, evaluasi dan asesmen, pendidikan karakter berbasis seni, serta kajian, dokumentasi, revitalisasi, dan transformasi pertunjukan tradisi sebagai bagian dari penguatan identitas budaya dan kearifan lokal dalam konteks pendidikan.Jurnal ini berkomitmen menerbitkan karya ilmiah yang orisinal, bermutu, dan berkontribusi terhadap pengembangan keilmuan pembelajaran seni dan budaya serta pelestarian seni pertunjukan tradisional di tingkat nasional maupun internasional.
Articles 41 Documents
Makna Kabhanti Gambusu Wuna Di Masyarakat Muna (Kajian Semiotika Roland Barthes) Wa Ode Hapni
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 11 No. 2 (2026): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya) Edisi Desember 2026
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/nmdfjw10

Abstract

Kabhanti Gambusu Wuna merupakan sastra lisan masyarakat Muna yang disampaikan melalui pantun berbalas dengan iringan gambus dan hadir dalam situasi pertunjukan sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna denotatif, konotatif, dan mitos budaya dalam tuturan Kabhanti Gambusu Wuna berdasarkan semiotika Roland Barthes. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data utama berupa tuturan kabhanti pada bagian pembuka, inti, dan penutup pertunjukan, sedangkan wawancara dan dokumentasi digunakan untuk menjelaskan konteks tuturan. Data yang tercatat dalam naskah dikumpulkan pada 8 dan 10 Mei 2024. Analisis dilakukan dengan memisahkan teks asli, terjemahan, makna denotatif, makna konotatif, dan mitos atau nilai budaya yang dinaturalisasikan melalui tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna Kabhanti Gambusu Wuna tidak berhenti pada arti literal. Konotasi yang menonjol mencakup penghormatan terhadap ajaran leluhur, kedekatan emosional, saling menghargai, etika bertutur, anjuran berbuat baik, pengendalian diri, dan solidaritas keluarga. Pada tingkat mitos budaya, tuturan meneguhkan gambaran tentang anggota masyarakat yang ideal, yaitu menghormati leluhur, menjaga hubungan, memilih tutur yang baik, dan menahan diri dari perilaku yang merusak. Makna tersebut terbentuk melalui hubungan antara bahasa dan konteks pertunjukan.