cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
literatureindonesian@gmail.com
Phone
+6289667890219
Journal Mail Official
literatureindonesian@gmail.com
Editorial Address
Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : https://doi.org/10.24235/
Core Subject :
Indonesian Language Education and Literature also known ILEaL (2502-2261) is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and/or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) and Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). ILEaL is registered in Science and Technology Index (SINTA 2), Directory of Open Access Journals (DOAJ), Garba Rujukan Digital (Garuda), Ministry of Religious Affairs Reference (MORAREF), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) or National Library of The Republic of Indonesia, and several indexing services with e-ISSN: 2502-2261. We receive articles in Indonesian. All the requirements and guidelines are available at Author Guidelines or downloaded from the Template.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Aktan dalam Novel The Maze Runner Karya James Dashner: Kajian Naratologi A. J. Greimas (Actants in James Dashner's The Maze Runner Novel: A Study of Narrative A. J. Greimas) Ayu Misriyani; Endry Boeriswati; Herlina Herlina
Indonesian Language Education and Literature Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i1.7028

Abstract

This study aims to describe the actant in The Maze Runner novel based on the scheme of the actant, and the structure of the story. Methods of data collection is done by reading notes technique. This study uses content analysis because it prioritizes the depth of appreciation of the interactions between concepts that are being studied empirically. The results of the research show that there are three acts which are divided into three chapters in this novel. The actant and functional structures in The Maze Runner novel are complex and have fulfilled all stages. This novel can be used as literature learning material, especially novels.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktan dalam novel The Maze Runner berdasarkan skema aktannya, dan struktur cerita. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca catat. Penelitian ini menggunakan analisis isi karena mengutamakan kedalaman penghayatan interaksi antar-konsep yang sedang dikaji secara empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga aktan yang terbagi dalam tiga bab di novel ini. Struktur aktan dan fungsional dalam novel The Maze Runner sudah kompleks dan sudah memenuhi semua tahapan. Novel ini dapat digunakan sebagai materi pembelajaran sastra, khususnya novel.
Pembelajaran Interaktif Berbasis Articulate Storyline 3 Rianto Rianto
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.7225

Abstract

This study aims to describe the making of interactive multimedia independent learning applications based on articulate storyline 3. The research method used is research and development or Research and Development with a development model consisting of five stages, namely analysis, design, development, implementation, and evaluation. The results showed that the feasibility level of a multimedia application based on articulate storyline 3 which was named PERI GITA or digitalization independent learning for interactive learning in the Digitalisasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia was declared very suitable for use as interactive multimedia learning.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembuatan aplikasi multimedia interaktif pembelajaran mandiri berbasis articulate storyline 3. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development dengan model pengembangan yang terdiri dari lima tahap yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelayakan aplikasi multimedia berbasis articulate storyline 3 yang diberi nama PERI GITA atau pembelajaran mandiri digitalisasi untuk pembelajaran interaktif pada mata kuliah Digitalisasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dinyatakan sangat layak digunakan sebagai multimedia pembelajaran interaktif.
Intonasi Perasaan Senang Tuturan Bahasa Melayu Langkat dengan Menggunakan Metode Average Emmy Erwina
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.7228

Abstract

This study describes the intonation pattern of Langkat Malay speech in happy emotions. This research is an experimental phonetic study to experiment with happy speech among the ordinary people and the aristocracy in Tanjungpura, Langkat Regency, North Sumatra. Data obtained from the utterances of six informants and 40 respondents who were tested. This study uses the acoustic-phonetic theory and Praat program. The target speech in the study for happy emotions is [sәnãή benã amba mәndeήãr kabήã jo]. The research method used in this research is by using the Average method. The data obtained will be processed to determine how much the intonation of happy feelings in Malay language utterances is still used. The results showed that the average person's emotional content was higher than among the aristocrats, and there was a difference in the duration of the pronunciation. By making changes to happy emotional speech, namely decreasing several sts, the result still shows the meaning of happy emotions. Even when it is raised a few sts, the result becomes a pleasing emotional meaning.Penelitian ini mendeskripsikan pola intonasi tuturan bahasa Melayu Langkat dalam emosi senang. Penelitian ini merupakan kajian fonetik eksperimental, yaitu melakukan percobaan berupa tuturan senang pada kalangan orang kebanyakan dan kaum bangsawan yang berada di Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Data diperoleh dari tuturan enam informan dan 40 responden yang diujipersepsikan. Penelitian ini menggunakan teori fonetik akustik dan program Praat.Tuturan target dalam penelitian untuk emosi senang adalah [sәnãή benã amba mәndeήãr kabarήã jo]. Metode penelitian yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode Average. Data yang didapatkan akan diolah sehingga mendapatkan presentase seberapa besar intonasi perasaan senang pada tuturan bahasa melayu langkat yang masih digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan emosi senang dari kalangan orang kebanyakan lebih tinggi dibandingkan dengan kalangan kaum bangsawan dan terdapat perbedaan durasi pada saat pengucapan. Dengan melakukan perubahan tuturan emosi senang, yaitu menurunkan beberapa st hasilnya masih tetap menunjukkan makna emosi senang, tetapi ketika dinaikkan beberapa st maka, hasilnya menjadi makna emosi sangat senang.
Evaluasi Penerapan HOTS dalam Buku Teks Bahasa Indonesia SMA: Analisis Kurikulum 2013 Abdul Azis; Ilma Rahim; Rizki Herdiani; Sisilya Saman Madeten
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.7335

Abstract

This research aims to evaluate the implementation of Higher Order Thinking Skills (HOTS) in Indonesian language textbooks for high school students, based on the 2013 Curriculum. The importance of developing higher-order thinking skills to face the challenges of 21st-century education, which emphasizes students' abilities in analysis, evaluation, and creation. A descriptive qualitative method was used to analyze the content of two Indonesian language textbooks from the 2014 revised edition. The results of this study show that most questions in the textbooks require students to think at the analysis level (C4), with 50% of the total 78 HOTS questions, or 39 questions, testing students' analytical skills. Evaluation-level questions (C5) account for 41.03% or 32 questions, while creation-level questions (C6) only reach 8.97% or 7 questions from the total. Although the textbooks have integrated HOTS elements, the distribution of questions is still unbalanced, thus revisions are needed in question design to better foster students' skills.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam buku teks Bahasa Indonesia untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berbasis Kurikulum 2013. Pentingnya pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 yang menekankan pada kemampuan analisis, evaluasi, dan kreasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis isi dari dua buku teks Bahasa Indonesia edisi revisi 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar soal dalam buku teks menuntut siswa untuk berpikir pada buku teks bahasa Indonesia Kurikulum 2013 lebih menekankan aspek analisis (C4) dengan persentase 50% dari total 78 soal HOTS, dengan 39 soal yang menguji kemampuan analisis siswa. Soal evaluasi (C5) terdapat 41,03% atau sebanyak 32 soal, sementara soal pada level kreasi (C6) hanya mencapai 8,97% atau 7 soal dari keseluruhan soal yang ada. Meskipun buku teks telah mengintegrasikan elemen HOTS, distribusi soal masih belum seimbang, sehingga diperlukan perbaikan dalam penyusunan soal agar mendorong keterampilan siswa.
Pembelajaran Menulis Puisi di Sekolah Menengah Atas Sutikno Sutikno; Retno Winarni; Suyitno Suyitno; Nugraheni Eko Wardani
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.7338

Abstract

This study aims to describe learning to write poetry in high schools in Brebes Regency. (1) the importance of developing learning to write poetry for high school students that is attractive and fun, (2) the importance of the dimensions of the knowledge construction process in the learning process, (3) there is no model deemed appropriate for learning to write poetry, (4) the importance of the media used in learning to write poetry for high school students, and (5) the importance of introducing students to multiculturalism in learning to write poetry. Things that are needed by teachers and students in learning to write poetry include: (1) easy-to-use media, (2) an interesting and fun learning atmosphere, (3) can develop students' talents and interests, (4) can increase social feelings between friends, and (5) can train courage and self-confidence.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis puisi di SMA se-Kabupaten Brebes. (1) pentingnya pengembangan pembelajaran menulis puisi siswa SMA yang menarik dan menyenangkan, (2) pentingnya dimensi The knowledge construction process dalam proses pembelajaran, (3) belum adanya model yang dianggap tepat untuk pembelajaran menulis puisi, (4) pentingnya media yang digunakan dalam pembelajaran menulis puisi siswa SMA, dan (5) pentingnya mengenalkan kepada siswa tentang multikultural dalam pembelajaran menulis puisi. Hal yang diperlukan guru dan siswa pada pembelajaran menulis puisi, meliputi: (1) media yang mudah digunakan, (2) suasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, (3) dapat mengembangkan bakat dan minat siswa, (4) dapat meningkatkan rasa sosial antarteman, dan (5) dapat melatih keberanian dan percaya diri.
Babad Diponegoro dan Asal-Usul Pasarean Gunung Kawi (The Chronicle of Diponegoro and the Origins of the Pasarean Gunung Kawi) Bani Sudardi; Dwi Sulistyorini
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i2.7475

Abstract

The objective of this paper is to comprehend the process of producing texts derived from written texts in the form of chronicles and developing them into oral texts of oral tradition or folklore. The object of this study is the Chronicle of Diponegoro and the traditions of Pasarean Gunung Kawi, Malang. The study method is based on descriptive qualitative research principles. The findings demonstrate that the Chronicle of Diponegoro does not mention the Pasarean Gunung Kawi figures directly. Because there are figures from Prince Diponegoro's war when facing the Company, the text of Prince Diponegoro serves as a background for the story of Pasarean Gunung Kawi. The two texts appear to be different, yet the second is an extension of an existing text. Following the narrative of the Chronicle of Diponegoro, there is a story about Kyai Zakaria, a follower of Prince Diponegoro who fled to Malang, East Java. Furthermore, the text on Pasarean Gunung Kawi was influenced by community situations, including the relationship between the Malang people and the Chinese community.Tulisan ini bertujuan memahami proses pembuatan teks yang berasal dari teks tertulis berupa babad dan berkembang menjadi teks lisan tradisi lisan atau folklor. Objek kajian ini ialah Babad Diponegoro dan tradisi di sekitar Pasarean Gunung Kawi, Malang. Metode kajian menggunakan prinsip-prinsip penelitian kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa babad Diponegoro memang tidak secara langsung menceritakan tokoh-tokoh Pasarean Gunung Kawi. Teks Pangeran Diponegoro berkedudukan sebagai latar belakang kisah Pasarean Gunung Kawi karena di dalamnya terdapat tokoh-tokoh dari peristiwa perang Pangeran Diponegoro ketika menghadapi kompeni. Kedua teks tersebut terlihat berlainan, tetapi sesungguhnya teks kedua merupakan suatu pengembangan teks baru dari teks yang sudah ada. Teks Babad Diponegoro dilanjutkan dengan cerita tentang Kyai Zakaria, pengikut Pangeran Diponegoro, yang melarikan diri sampai ke Malang Jawa Timur. Selanjutnya teks tentang Pasarean Gunung Kawi ini berkembang sesuai dengan kondisi yang terjadi di masyarakat, yaitu adanya hubungan antara masyarakat Malang dengan masyarakat China.
Pembelajaran Karya Ilmiah Menggunakan Media Powtoon untuk Siswa SMA Kolese De Britto Kelas XI Bahasa Rishe Purnama Dewi; Agustinus Prih Adiartanto
Indonesian Language Education and Literature Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v7i1.7754

Abstract

This study aims to develop learning media for writing scientific papers material using the Powtoon for students of SMA Kolese De Britto class XI Bahasa. The focus of this research is to produce Powtoon media that developed in five stages. The five-stage were (1) the study of lesson plans and teaching materials; (2) the study of materials and sources of teaching materials; (3) media development; (4) expert validation; and (5) final product review. Product validation was validated by two experts, namely language learning experts and media experts. The Product was trialled on eighteen students of SMA Kolese De Britto class XI Bahasa. The results of product validation were obtained through quantitative descriptive calculations using a five-scale conversion basis. The validation of the media products according to the product language learning expert is 4.44, the result of the media validation expert is 4.50, and the validation result by the students is 4.60. Based on the validation results, the media produced is classified as very good and can be used in learning.Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran menulis karya ilmiah bermedia Powtoon untuk siswa SMA Kolese De Britto kelas XI Bahasa. Fokus penelitian ini menghasilkan media Powtoon dengan materi karya ilmiah yang dikembangkan melalui lima tahapan, yaitu (1) tahap pengkajian RPP dan materi ajar, (2) tahap pengkajian bahan dan sumber bahan ajar, (3) pengembangan media, (4) validasi ahli, dan (5) kajian produk akhir. Validasi produk dilakukan oleh dua ahli, yaitu ahli pembelajaran bahasa dan ahli media. Uji coba produk dilaksanakan pada delapan belas siswa SMA Kolese De Britto kelas XI Bahasa. Hasil validasi produk diperoleh melalui perhitungan deskriptif kuantitatif yang menggunakan dasar konversi skala lima. Hasil validasi produk media menurut ahli pembelajaran bahasa produk sebesar 4,44, hasil validasi ahli media sebesar 4,50, dan hasil validasi uji coba subjek pengguna sebesar 4,60. Media pembelajaran yang dihasilkan tergolong sangat baik dan dapat dipergunakan dalam pembelajaran.
Realitas Sosial pada Masa Pandemi dalam Cerpen Atai Balak dan Rencana Lebaran Korona (Social Reality during a Pandemic in the short story of Atai Balak dan Rencana Lebaran Corona) Septina Krismawati
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i2.7755

Abstract

This study aims to describe the social reality during the pandemic that appears in the short stories Atai Balak dan Rencana Lebaran Corona. This qualitative descriptive research analyzes social reality with a sociological approach to literature. Data collection is done by listening and note-taking techniques. Data analysis was done by using the content analysis method and the sociology of literature approach. The results of the study show that 1) this short story can be a reflection of reality during a pandemic, 2) the life of the lower class community during a pandemic is represented in Atai Balak as the main character, and 3) social reality during a pandemic that can be found in the short story, namely related to the policy of Large-Scale Social Restrictions and the reality of increasing poverty.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realitas sosial pada masa pandemi yang tampak pada cerpen Atai Balak dan Rencana Lebaran Korona. Penelitian deskriptif kualitatif ini menganalisis realitas sosial dengan pendekatan sosiologi sastra. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi dan pendekatan sosiologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) cerpen ini dapat menjadi cerminan kenyataan pada masa pandemi, 2) kehidupan masyarakat kalangan bawah pada masa pandemi terepresentasi pada diri Atai Balak sebagai tokoh utama, dan 3) realitas sosial pada masa pandemi yang dapat ditemukan dalam cerpen tersebut, yaitu terkait dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan realitas kemiskinan yang semakin meningkat.
Pola dan Implikasi Sikap Partisan terhadap Estetika Trilogi Novel “Kemi” Karya Adian Husaini (Patterns and Implications of Partisan Attitudes to the Aesthetics of Adian Husaini's “Kemi” Novel Trilogy) Liana Shinta Dewi; Winasti Rahma Diani; M. Dhaniel Fahmi Rizal
Indonesian Language Education and Literature Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v7i2.7759

Abstract

This study aims to understand the partiality of Kemi trilogy by Adian Husaini and its impact on the aesthetic of the novel. This is a quantitative study using a methodology of aesthetics established by Dewit H. Parker. The result shows two patterns of partiality. First, the author ignores the "show don't tell method" in the novel. Second, the author tends to use flat characterization.  Thus, it affects the balance of the novel that is determined by the contradictory pattern. The result of this study can be used as teaching material on Literary Criticism subject.Penelitian ini bertujuan untuk melihat pola partisan yang muncul dalam trilogi novel Kemi karya Adian Husaini dan melihat implikasinya terhadap estetika novel. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teori estetika yang digagas oleh Dewitt H. Parker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap partisan dalam novel terlihat dari dua pola yaitu kecenderungan menjelaskan alih-alih menunjukkan dan penokohan dan pelataran yang datar. Implikasi sikap partisan ini adalah keseimbangan di dalam novel cenderung dibangun oleh model pertentangan. Hasil penelitian ini bisa digunakan sebagai materi dalam mata kuliah Kritik Sastra.
Puisi Bertema Corona Karya Joko Pinurbo Sebagai Bahan Ajar Kontekstual Menulis Puisi Andriyana Andriyana; Arip Hidayat
Indonesian Language Education and Literature Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v7i1.7769

Abstract

This study aims to describe the value of contextuality with a one-step analysis of the sociology of literature from extrinsic elements and intrinsic elements. This study uses a qualitative descriptive method with research steps: looking for Joko Pinurbo's poetry in the mass media, looking for news about corona; compiling data, and analyzing data based on theory. Extrinsic element analysis is done by comparing news and poetry. As a result, the idea and theme of the poem are the same as the news in Republika and Detik, namely, discussing the Covid-19 pandemic. This poem can be used as learning material for writing poetry with contextual techniques. In addition to teaching environmental awareness, contextual techniques when writing poetry can also sharpen and train logical thinking. Therefore, observing various events in the surrounding environment can lead to creativity in writing poetry.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai kontekstualitas dengan satu langkah analisis sosiologi sastra dari unsur ekstrinsik dan unsur intrinsik. Penelitian ini menggunakan metode desktriptif kualitatif dengan langkah penelitian: mencari puisi Joko Pinurbo di media massa, mencari berita tentang corona; menyusun data, dan menganalisis data berdasarkan teori. Analisis unsur ekstrinsik dilakukan dengan cara membandingkan antara berita dan puisi. Hasilnya, ide dan tema puisi sama dengan berita di Republika dan Detik, yakni membahas Pandemi Covid-19. Puisi ini dapat digunakan sebagai materi pembelajaran menulis puisi dengan teknik kontekstual. Selain mengajarkan kepedulian pada lingkungan, teknik kontekstual pada saat menulis puisi juga dapat menajamkan dan melatih logika berpikir. Oleh karena itu, aktivitas mengamati berbagai peristiwa di lingkungan sekitar dapat memunculkan kreativitas dalam menulis puisi.