cover
Contact Name
Pipin Firdaus
Contact Email
pipin@upi.edu
Phone
+6285135062385
Journal Mail Official
abmas@upi.edu
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Setiabudhi No. 229, Isola, Sukasari Kota Bandung, Jawa Barat 40154 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abmas
ISSN : 14121891     EISSN : 27981436     DOI : https://doi.org/10.17509/abmas
Core Subject :
Jurnal Abmas is a peer‑reviewed community‑service journal published by the Directorate of Research and Community Service (DPPM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). The journal disseminates results of Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) that address pressing socio‑economic, environmental, and educational challenges in Indonesia and other emerging countries, with explicit relevance to the Sustainable Development Goals (SDGs). By documenting innovative, context‑sensitive service projects, the journal aims to strengthen the link between university‑based community engagement and sustainable development at local, national, and global levels.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
Ikebana training for students: A multidisciplinary part of SDGs 4 Rita Arni; Reny Rahmalina; Nesya Fitryona; Vischa Mansyera Pratama; Ufairah Putri; Dwike Amanda; Ridho Putra Dewahyuni; Zulbaidah Zulbaidah
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i2.89901

Abstract

Ikebana training, the Japanese art of flower arrangement, serves as a creative learning medium integrating culture, art, and 21st-century education. Conducted at SMAN 1 Batang Anai, Padang Pariaman, the program involved 36 Japanese Club members and one teacher, aiming to enhance knowledge of ikebana philosophy and techniques, foster creativity, build self-confidence, and broaden perspectives on simple entrepreneurial opportunities. The experiential learning approach applied 30% theory and 70% practice, including material delivery, demonstrations, hands-on practice, discussions, gallery walks, and evaluations. Data were collected via a five-point Likert-scale questionnaire, rubric-based assessments of student works, open-ended questions, and facilitator observations, analyzed using descriptive quantitative methods and qualitative thematic analysis. The results showed that the vast majority of students gained new knowledge and found the material easy to follow. Many students reported increased motivation and self-confidence, and a significant portion grasped Ikebana's basic philosophy. Assessment of their works revealed balanced compositions and notable creativity, although neatness posed a technical challenge. Qualitative findings highlighted high enthusiasm and positive reflections on creative economy opportunities. In conclusion, Ikebana training is an effective multidisciplinary strategy for promoting cultural literacy and developing 21st-century skills, thereby contributing to the achievement of quality education.   Abstrak Pelatihan ikebana, seni merangkai bunga tradisional Jepang, berpotensi sebagai media pembelajaran kreatif yang mengintegrasikan budaya, seni, dan pendidikan abad ke-21. Kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 1 Batang Anai, Padang Pariaman, dengan melibatkan 36 anggota Klub Jepang dan satu guru pendamping, bertujuan meningkatkan pemahaman filosofi dan teknik dasar ikebana, menumbuhkan kreativitas, membangun rasa percaya diri, serta memperluas wawasan terkait peluang kewirausahaan sederhana. Pendekatan pembelajaran pengalaman diterapkan dengan proporsi 30% teori dan 70% praktik, meliputi penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, gallery walk, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert lima poin, penilaian karya peserta didik berbasis rubrik, pertanyaan terbuka, serta observasi fasilitator, dianalisis menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan analisis tematik kualitatif. Hasil menunjukkan mayoritas peserta didik memperoleh pengetahuan baru dan merasa materi mudah diikuti. Banyak peserta didik melaporkan peningkatan motivasi dan rasa percaya diri, serta mampu memahami filosofi dasar Ikebana. Penilaian karya menunjukkan komposisi yang seimbang dan kreativitas yang menonjol, meskipun kerapian menjadi tantangan teknis. Temuan kualitatif menyoroti antusiasme tinggi dan refleksi positif terkait peluang ekonomi kreatif. Disimpulkan bahwa pelatihan Ikebana efektif sebagai strategi multidisipliner untuk mendorong literasi budaya dan mengembangkan keterampilan abad ke-21, serta berkontribusi pada pencapaian pendidikan yang berkualitas. Kata Kunci: Ikebana; kreativitas; pembelajaran eksperiensial; pendidikan berkualitas; pendidikan budaya; SDGs 4
Strengthening literacy through story writing based reading in Candiyasan Village Ridlwan Kamaluddin; Adhe Akbar Azanni; Qurratu’Aini Fiky Alshifa; Soehadah Dewantoro Mukti; Izza Fatwa; Amanda Rahmadhani; Ulfi Sofiatun Amalina; Sari Nurfadilah
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i2.89337

Abstract

Literacy is a fundamental pillar in human resource development, as the ability to read, write, and comprehend information equips individuals to adapt and thrive in the era of globalization. In Wonosobo Regency, the Community Literacy Development Index in 2023 was recorded at 63.81% according to the Central Bureau of Statistics of Central Java, a relatively good achievement compared to neighboring regencies. However, public visits to libraries remained very low, averaging only 10 visits per week. This issue prompted the implementation of the Literacy Community Service Program (KKN Literasi), which aimed to strengthen community literacy, particularly among children, through story-writing activities based on reading. The program employed the Participatory Action Research (PAR) method through a literacy workshop, conducted in four sessions over three days at SDN Candiyasan. The activities included book reading, identifying story ideas using the 5W+1H approach, writing stories based on moral messages from the books, and re-reading the students’ works. The results indicated an increase in library visits, at the school and village levels, along with growing student interest in reading and writing. These findings suggest that such activities need to be further developed to ensure sustainability and to create a broader impact on community literacy.   Abstrak Literasi merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia, karena kemampuan membaca, menulis, dan memahami informasi menjadi bekal penting bagi individu untuk beradaptasi serta berkembang di era globalisasi. Di Kabupaten Wonosobo, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat pada tahun 2023 tercatat sebesar 63,81% menurut data Badan Pusat Statistik Jawa Tengah, sebuah capaian yang relatif baik dibandingkan dengan beberapa kabupaten sekitarnya. Namun demikian, tingkat kunjungan masyarakat ke perpustakaan masih sangat rendah, rata-rata hanya 10 kunjungan per minggu. Permasalahan ini melatarbelakangi pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat berbasis Literasi (KKN Literasi) yang bertujuan untuk memperkuat literasi masyarakat, khususnya pada anak-anak, melalui kegiatan menulis cerita berbasis buku bacaan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan bentuk workshop literasi, yang dilaksanakan dalam empat sesi selama tiga hari di SDN Candiyasan. Rangkaian kegiatan meliputi pembacaan buku oleh mahasiswa, penentuan ide cerita dengan pendekatan 5W+1H, penulisan cerita oleh murid berdasarkan pesan moral dari buku yang dibacakan, serta pembacaan ulang hasil karya murid. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kunjungan ke perpustakaan sekolah maupun perpustakaan desa, serta tumbuhnya minat murid dalam membaca dan menulis. Temuan ini menegaskan perlunya pengembangan lebih lanjut agar kegiatan serupa dapat berkelanjutan dan memberikan dampak literasi yang lebih luas di masyarakat. Kata Kunci: KKN tematik literasi; literasi; pengabdian masyarakat; workshop menulis cerita 
Marketing strategy through TikTok social media at Nura Catering Halwa Salsilah; Heri Setiawan; Dewi Fadila
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i2.88941

Abstract

The rapid development of digital technology has transformed consumer behavior, making social media a key channel for product marketing. However, many Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) have yet to harness this potential fully. Nura Catering, a catering service business in Palembang, is one such example, still relying on conventional promotion methods and lacking active engagement on digital platforms. This community service project aimed to enhance the partner’s capability in leveraging TikTok as a digital marketing tool. The program adopted a participatory approach through intensive training and mentoring, covering profile optimization, content planning, video production, and performance analysis using TikTok Analytics. The results showed a significant improvement in social media management skills, reflected in increased reach, engagement, and follower growth within one month. Additionally, the partner successfully produced independent content in accordance with the implemented strategy. Overall, the program had a positive impact on brand visibility and strengthened the competitiveness of MSMEs in the digital era.   Abstrak Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola konsumsi masyarakat, menjadikan media sosial sebagai salah satu saluran utama pemasaran produk. Namun, sebagian besar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) belum mampu memanfaatkan potensi ini secara optimal. Salah satunya adalah Nura Catering, UMKM yang bergerak di bidang jasa boga di Kota Palembang yang masih mengandalkan metode promosi konvensional dan kurang aktif di platform digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mitra dalam memanfaatkan TikTok sebagai media pemasaran digital. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif melalui pelatihan dan pendampingan intensif, mulai dari optimalisasi profil akun, perencanaan konten, pembuatan video, hingga analisis performa menggunakan fitur TikTok Analytics. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan pengelolaan media sosial mitra, terlihat dari bertambahnya jangkauan audiens, tayangan video, dan jumlah pengikut dalam satu bulan. Selain itu, mitra mampu membuat konten secara mandiri sesuai strategi yang telah dirancang. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan visibilitas merek dan memperkuat daya saing UMKM di era digitalisasi. Kata Kunci: digital marketing; Nura Catering; TikTok; UMKM
Assistance for 3R (Reduce, Reuse, Recycle) based waste management in Desa Wisata Selasari Fransdito Ali Ilyas; Adil Ridlo Fadillah; Tedi Rustendi; Abdul Azis Ramadhan; Hadiyan Prayoga
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i2.90125

Abstract

Selasari Village, as a leading tourist destination, faces crucial challenges, including a surge in seasonal waste volume that is not optimally managed due to limited infrastructure and limited public understanding of the 3R principles: Reduce, Reuse, and Recycle. This community service program aims to enhance community capacity, initiate source separation practices, and develop Standard Operating Procedures (SOP) adaptable to fluctuations in visitor numbers. Using a participatory approach that includes socialization, training in appropriate technologies such as composting and ecobricks, and intensive mentoring, this program actively engages tourism managers and local communities. The intervention results demonstrate a significant increase in partner awareness and participation, evidenced by the implementation of waste sorting, the revitalization of the "Saling Peduli" Waste Bank activities as an economic incentive base, and the production of value-added materials. Furthermore, this program produced outputs in the form of formatted SOP documents and visual educational waste bin facilities. However, operational effectiveness during peak visitation periods remains constrained by logistical limitations; thus, this study concludes that integrating surge capacity protocols and strengthening partnerships with recycled markets are necessary. These recommendations are crucial to ensuring the sustainability of waste management, which must be both technically sound and adaptive to tourism dynamics.   Abstrak Desa Selasari, sebagai destinasi wisata unggulan, menghadapi tantangan krusial berupa lonjakan volume sampah musiman yang belum terkelola optimal akibat keterbatasan infrastruktur dan minimnya pemahaman masyarakat mengenai prinsip 3R yang terdiri dari Reduce, Reuse, Recycle. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat, menginisiasi praktik pemilahan sampah di sumber, serta menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) yang adaptif terhadap fluktuasi pengunjung. Melalui metode partisipatif yang mencakup sosialisasi, pelatihan teknologi tepat guna seperti komposting dan ecobrick, serta pendampingan intensif, program ini melibatkan pengelola wisata dan komunitas lokal secara aktif. Hasil intervensi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran dan partisipasi mitra, dibuktikan dengan implementasi pemilahan sampah, revitalisasi aktivitas Bank Sampah “Saling Peduli” sebagai basis insentif ekonomi, serta produksi material bernilai tambah. Selain itu, program ini menghasilkan luaran berupa dokumen SOP terformat dan fasilitas tempat sampah edukatif visual. Kendati demikian, efektivitas operasional pada masa puncak kunjungan masih menghadapi kendala logistik, sehingga studi ini menyimpulkan perlunya integrasi protokol kesiapsiagaan (surge capacity) dan penguatan kemitraan pasar daur ulang. Rekomendasi ini krusial untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan sampah yang tidak hanya teknis tetapi juga adaptif terhadap dinamika pariwisata. Kata Kunci: 3R; desa wisata; partisipasi masyarakat; pengelolaan sampah
Kamishibai storytelling for sustainability: A community partnership program in elementary schools Ai Nurhayati; Diana Rochintaniawati; Neti Budiwati; Rita Anggorowati; Hany Handayani
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i2.89935

Abstract

Lembang, West Bandung Regency, Indonesia, has recently faced flooding risks in Cikole Village due to reduced water catchment areas and the conversion of pine forests into tourist sites. This highlights the need to foster environmental awareness from an early age, particularly through elementary school teachers. This Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat or PkM) aimed to equip 50 elementary teachers in Lembang with knowledge and skills to use Kamishibai as a learning tool to raise student awareness of sustainability issues. The program used a mezzo approach, focusing on strengthening groups through structured workshops that included plenary sessions, small-group practice, presentations, and feedback. The service phase involved preparation, implementation, evaluation, data analysis, and ethics considerations. Reflection data were collected via post-training questionnaires, process observations, and facilitator notes. Results showed significant improvement in teachers’ understanding of sustainability and their ability to design and use Kamishibai effectively in classrooms. Teachers found Kamishibai engaging, easy to use, and helpful in simplifying environmental concepts for students. The mezzo approach also strengthened teachers’ collective capacity as change agents. This program offers a valuable model for enhancing elementary environmental education, with the potential to be replicated through ongoing mentoring to ensure lasting impact.   Abstrak Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Indonesia merupakan wilayah dataran tinggi yang belakangan menghadapi risiko banjir di Desa Cikole akibat berkurangnya daerah tangkapan air dan perubahan fungsi lahan hutan pinus menjadi kawasan wisata. Kondisi ini menegaskan pentingnya menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak dini melalui peran guru sekolah dasar. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan menggunakan Kamishibai sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kepedulian murid terhadap isu keberlanjutan. Kegiatan melibatkan 50 guru SD di Kecamatan Lembang dan menerapkan pendekatan mezzo, pendekatan penguatan kelompok agar terjadi transformasi kolektif melalui workshop terstruktur (sesi pleno, praktik kelompok kecil, presentasi-umpan balik). Tahapan pengabdian terdiri dari lima tahapan: persiapan, pelaksanaan, evaluasi kegiatan, analisis data, dan etika kegiatan. Data refleksi dikumpulkan menggunakan angket pasca pelatihan, dilengkapi observasi proses dan catatan fasilitator. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman guru mengenai isu keberlanjutan dan kemampuan merancang serta memanfaatkan Kamishibai secara kontekstual di kelas. Guru menilai Kamishibai menarik, mudah diterapkan, dan efektif menyederhanakan konsep lingkungan bagi murid. Pendekatan mezzo memperkuat kapasitas kolektif guru sebagai agen perubahan di sekolah melalui kolaborasi dan berbagi praktik. Program ini memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan lingkungan tingkat dasar dan berpotensi direplikasi dengan dukungan pendampingan lanjutan agar dampak pembelajaran kian berkelanjutan. Kata Kunci: isu berkelanjutan; kamishibai; media pembelajaran; pendekatan mezzo
Empowerment of elementary school teachers in the HPV vaccination program in Subang Regency Kurnia Eka Wijayanti; Lucky Angkawidjadja Roring; Imas Damayanti; Euis Heryati; Nur Faizah Romadona
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i2.90655

Abstract

Cervical cancer is most common among women in Indonesia, with the main causes being Human Papillomavirus (HPV) types 16 and 18. Vaccination is an effective strategy for reducing the incidence of cervical cancer. Since 2023, the Indonesian government has provided free HPV vaccines for girls in grades 5 and 6 of elementary school. In its implementation, teachers play a role in shaping students' perceptions of the importance of reproductive health, which needs to be communicated to parents. This community service activity aims to increase teachers' knowledge about the HPV vaccine and cervical cancer, as well as strengthen their skills in communicating the importance of HPV vaccination to parents. The intervention was carried out through interactive discussion sessions, supported by educational materials in the form of banners and guidebooks that teachers could use when conducting outreach to parents. A total of 50 teachers in Subang Regency participated in this activity. Qualitative evaluation showed that most reported an increase in knowledge and felt more confident in discussing HPV vaccines with parents. These findings suggest that health promotion programs targeting teachers can effectively support school-based HPV vaccination initiatives.   Abstrak Kanker serviks paling sering terjadi pada perempuan di Indonesia dengan penyebab utama dari Human Papillomavirus (HPV) tipe 16 dan 18. Vaksinasi sebagai strategi efektif untuk menurunkan insidensi kanker serviks, sejak tahun 2023 pemerintah Indonesia menyediakan vaksin HPV secara gratis bagi anak perempuan kelas 5 dan 6 sekolah dasar. Dalam pelaksanaannya, guru berperan untuk membentuk persepsi murid akan pentingnya kesehatan reproduksi, hal tersebut perlu dikomunikasikan dengan orang tua. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru mengenai vaksin HPV dan kanker serviks, serta memperkuat keterampilan mereka dalam mengkomunikasikan pentingnya vaksinasi HPV kepada orang tua. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan dengan diskusi interaktif, didukung materi edukasi berupa banner dan buku panduan yang dapat digunakan guru ketika melakukan sosialisasi kepada orang tua. Sebanyak 50 guru di Kabupaten Subang berpartisipasi pada kegiatan ini. Evaluasi kualitatif menunjukkan bahwa sebagian besar melaporkan peningkatan pengetahuan serta merasa lebih percaya diri untuk berdiskusi dengan orang tua mengenai vaksin HPV. Temuan ini menunjukkan bahwa program promosi kesehatan yang berfokus pada guru dapat mendukung  program vaksinasi HPV berbasis sekolah. Kata Kunci: kampanye kesehatan; kanker serviks; vaksin HPV
Community service program on physical activity for dementia prevention among the elderly at Wisma Lansia in Bandung Ela Kustila; Lucky Angkawidjaja Roring; Muhammad Ersyad Hamda
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i2.90893

Abstract

The rising number of elderly individuals has led to a significant increase in age-related conditions, particularly dementia. In Indonesia, the prevalence of dementia continues to grow in line with the aging population, creating major social and healthcare challenges. Dementia, especially Alzheimer’s Disease (AD), causes progressive cognitive decline that interferes with daily activities. Since no definitive cure exists, prevention strategies are essential. Research indicates that regular physical activity can reduce the risk of AD and slow cognitive deterioration by enhancing cerebral blood flow and overall well-being. This community service program was conducted at a nursing home, with 22 elderly residents and 10 staff members participating. The initiative aimed to raise awareness, knowledge, and motivation about the role of physical activity in preventing dementia. Activities included health education sessions, group discussions, Mini-Cog memory assessments, and guided exercise demonstrations. Using a persuasive-educative approach, participants were encouraged to adopt daily physical exercise routines suited to their abilities. The results showed increased understanding and among the elderly and staff, emphasizing that physical activity is a practical, low-cost, and effective approach to maintaining cognitive health and preventing dementia in older adults.   Abstrak Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia telah menyebabkan peningkatan signifikan pada penyakit terkait usia, terutama demensia. Di Indonesia, prevalensi demensia terus meningkat seiring dengan pertambahan populasi lansia, sehingga menimbulkan tantangan besar di bidang sosial dan kesehatan. Demensia, khususnya penyakit Alzheimer (AD), menyebabkan penurunan fungsi kognitif secara progresif yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Karena hingga kini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan secara pasti, strategi pencegahan menjadi sangat penting. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di sebuah wisma lansia dengan melibatkan 22 orang penghuni lanjut usia dan 10 orang pengurus sebagai partisipan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan motivasi mengenai peran aktivitas fisik dalam pencegahan demensia. Rangkaian kegiatan meliputi sesi edukasi kesehatan, diskusi kelompok, penilaian memori menggunakan tes Mini-Cog, serta demonstrasi senam yang dipandu instruktur. Dengan menggunakan pendekatan persuasif-edukatif, peserta didorong untuk melakukan latihan fisik harian yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan motivasi pada para lansia dan pengurus, menegaskan bahwa aktivitas fisik merupakan pendekatan yang praktis, murah, dan efektif untuk menjaga kesehatan kognitif serta mencegah demensia pada usia lanjut. Kata Kunci: aktivitas fisik; demensia: lansia
Optimizing MSME marketing strategies through AI-based digital transformation: Towards smart and competitive MSMEs Nisa Noor Wahid; Nijar Kurnia Romdoni; Ulfa Luthfia Nanda; Dwiyan Al Rasyid; Kurniawan Kurniawan
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i2.90126

Abstract

Artificial Intelligence (AI)-based digital transformation has become an essential requirement for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to remain competitive in the digital economy era. Selasari Village, Pangandaran Regency, hosts two leading MSMEs, namely the Rajut Luwis knitting craft and the Crispy Pakis snack. Both enterprises previously relied on conventional marketing strategies, limiting their market reach. This community service program aims to strengthen MSMEs’ digital capacity through awareness sessions, training, and technical assistance in utilizing AI-based technology for product marketing strategies. The methods applied included socialization, practical sessions on AI-assisted digital content creation (product photography, automated editing, and promotional captions), as well as social media and marketplace management. The results indicate improvements in participants’ understanding and basic skills in using AI for digital promotion. Most participants were able to follow the workflow from product photography to editing and preparing ready-to-upload content, although some groups still required further mentoring. The optimization of MSME marketing strategies through AI utilization has proven to enhance operational efficiency, expand market reach, and create more personalized and relevant consumer experiences. This program serves as an initial step toward building a smart, adaptive, and competitive MSME ecosystem in Selasari Village within the digital economy era.   Abstrak Transformasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI) menjadi kebutuhan penting bagi UMKM supaya tetap kompetitif di era ekonomi digital. Desa Selasari, Kabupaten Pangandaran, memiliki dua UMKM unggulan yaitu kerajinan rajut Rajut Luwis dan camilan Crispy Pakis. Keduanya sebelumnya masih mengandalkan strategi pemasaran konvensional yang membatasi jangkauan pasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas digital UMKM melalui penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan teknis pemanfaatan teknologi AI dalam strategi pemasaran produk. Metode yang diterapkan meliputi sosialisasi, praktik pembuatan konten digital berbasis AI (foto produk, pengeditan otomatis, dan pembuatan caption promosi), serta pengelolaan media sosial dan marketplace. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan dasar peserta dalam memanfaatkan AI untuk promosi digital. Sebagian besar peserta mampu mengikuti alur kerja dari pemotretan, pengeditan foto, hingga pembuatan konten siap unggah, meskipun masih terdapat kelompok yang membutuhkan pendampingan intensif. Optimalisasi strategi pemasaran UMKM melalui pemanfaatan AI terbukti meningkatkan efisiensi operasional, memperluas jangkauan pasar, serta menciptakan pengalaman yang lebih personal dan relevan bagi konsumen. Program ini menjadi langkah awal menuju ekosistem UMKM Desa Selasari yang cerdas, adaptif, dan kompetitif di era ekonomi digital. Kata Kunci: kecerdasan buatan; pemberdayaan desa; pemasaran produk; transformasi digital
Bullying intervention through “Writing for Healing” strategy for transformational teachers in Bali Nia Nafisah; Nita Novianti; Safrina Noorman; Rendila Restu Utami; Bachruddin Musthofa; Ahmad Bukhori Muslim
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i2.92150

Abstract

The rise of student bullying in schools has attracted public attention due to its devastating impact, particularly on victims. Traumatic experiences can be expressed through creative writing to explore emotions and support mental health recovery. In response to the need to raise awareness of the severe impact of trauma on both victims and perpetrators of bullying, the Community Service (PkM) team from the English Language and Literature Study Program at UPI conducted a “Writing for Healing” training for teachers affiliated with the Bali Teacher Movement Center. This activity consisted of five sessions, including material presentations, creative writing practice, and reflections on creative writing experiences to support mental recovery. The training received a positive response from participants, as evidenced by high engagement and the quality of the written products. Several participants also expressed their intention to publish their work. Thus, this training has created a pathway to address bullying and can be used by teachers in schools. It is hoped that this activity will help teachers address bullying cases while also raising awareness of its impacts and alternative solutions.   Abstrak Maraknya perundungan murid di sekolah menjadi perhatian masyarakat karena berdampak buruk, khususnya bagi korban perundungan. Pengalaman traumatis dapat dicurahkan dalam tulisan kreatif sebagai sarana mengeksplorasi perasaan dan menjadi alat pemulihan kesehatan mental. Berkaitan dengan perlunya kesadaran akan dampak buruk trauma yang dialami korban dan pelaku remaja yang terlibat perundungan, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Prodi Bahasa dan Sastra Inggris UPI menyelenggarakan pelatihan “Writing for Healing” untuk para guru yang bergabung dengan Balai Guru Penggerak Bali. Kegiatan ini dilakukan sebanyak lima kali pertemuan yang terdiri dari pemaparan materi, praktik menulis kreatif, dan refleksi pengalaman menulis kreatif untuk pemulihan mental. Hasil pelatihan menunjukkan adanya respons positif dari peserta dalam bentuk tingkat partisipasi yang baik dan kualitas produk tulisan yang dibuat. Beberapa peserta juga berniat untuk mempublikasikan karya tulis mereka. Dengan demikian, pelatihan ini telah membuka salah satu jalan dalam upaya penanganan perundungan dan dapat dimanfaatkan oleh para guru di sekolah. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membantu para guru untuk dapat memberikan penanganan terhadap kasus perundungan, sekaligus meningkatkan kesadaran akan dampak perundungan dan alternatif penyelesaiannya. Kata Kunci: menulis kreatif; pemulihan kesehatan mental; perundungan; sekolah
Performance analysis of solar panel energy utilization in coffee drying applications Qori Zulia Rahma; Ariyano Ariyano; Farhan Ilham Wira Rohmat; Muhamad Husen; Danishwara Ardyansyach Riyadi
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i2.92020

Abstract

Coffee farmers in Cimenyan Village face significant challenges in the post-harvest drying process due to high rainfall, which reduces quality and lowers income. This research aims to evaluate the performance of an IoT-based coffee-drying system powered by photovoltaic energy, using global solar atlas data. The designed system is a 2 kWp coffee dryer house, which was simulated to assess energy performance, drying efficiency, economic aspects, and environmental impact. The simulation results indicate that the photovoltaic system achieves conversion efficiencies of 80-88% under high irradiance. Drying efficiency reached 54% at an optimal temperature of 50°C, with a specific energy consumption of 0.4-0.6 kWh/kg of water evaporated, which is lower than conventional electric dryers that reach approximately 1.0 kWh/kg. From an economic standpoint, the investment payback period is estimated to be 1.5-3 years with a benefit-cost ratio of 1.4-1.5. Additionally, this system has the potential to reduce CO₂ emissions by 0.5-1.5 tons per year per unit. The system's ability to reduce operational costs, improve product quality, and support sustainable energy transitions in rural Indonesia. Although initial costs and limited technical skills may constrain farmer adoption, cooperative-level implementation, hybrid energy integration, and ongoing training offer promising avenues for future development.   Abstrak Petani kopi di Desa Cimenyan menghadapi tantangan besar dalam proses pengeringan pascapanen akibat tingginya curah hujan, yang menyebabkan penurunan kualitas dan berkurangnya pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem pengeringan kopi berbasis IoT yang didukung energi fotovltaik dengan memanfaatkan data global solar atlas. Sistem yang dirancang berupa rumah pengering kopi berkapasitas 2 kWp dan disimulasikan untuk menilai kinerja energi, efisiensi pengeringan, aspek ekonomi, serta dampak lingkungan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem fotovoltaik memiliki efisiensi konversi sebesar 80-88 % pada kondisi iradiasi tinggi. Efisiensi pengeringan mencapai 54 % pada suhu optimal 50 °C, dengan konsumsi energi spesifik sebesar 0,4-0,6 kWh/kg air yang diuapkan, lebih rendah dibandingkan pengering listrik konvensional yang mencapai sekitar 1,0 kWh/kg. Dari sisi ekonomi, periode pengembalian investasi diperkirakan 1,5-3 tahun dengan rasio manfaat-biaya sebesar 1,4-1,5. Selain itu, sistem ini berpotensi mengurangi emisi CO₂ sebesar 0,5-1,5 ton per tahun per unit. Kemampuan sistem dalam menekan biaya operasional ini, meningkatkan kualitas produk, serta mendukung transisi energi berkelanjutan di pedesaan Indonesia. Meskipun adopsi oleh petani dapat terkendala biaya awal dan keterampilan teknis, penerapan pada skala koperasi, integrasi energi hibrida, serta pelatihan berkelanjutan menawarkan potensi pengembangan yang menjanjikan di masa depan. Kata Kunci: energi bersih terjangkau; fotovoltaik; Internet of Things; ketahanan ekonomi; pertanian berkelanjutan

Page 2 of 30 | Total Record : 299