cover
Contact Name
Pipin Firdaus
Contact Email
pipin@upi.edu
Phone
+6285135062385
Journal Mail Official
abmas@upi.edu
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Setiabudhi No. 229, Isola, Sukasari Kota Bandung, Jawa Barat 40154 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abmas
ISSN : 14121891     EISSN : 27981436     DOI : https://doi.org/10.17509/abmas
Core Subject :
Jurnal Abmas is a peer‑reviewed community‑service journal published by the Directorate of Research and Community Service (DPPM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). The journal disseminates results of Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) that address pressing socio‑economic, environmental, and educational challenges in Indonesia and other emerging countries, with explicit relevance to the Sustainable Development Goals (SDGs). By documenting innovative, context‑sensitive service projects, the journal aims to strengthen the link between university‑based community engagement and sustainable development at local, national, and global levels.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
Menemukenali kebutuhan kelompok tani melalui pendampingan lip Saripah
Jurnal Abmas Vol. 15 No. 1 (2015): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v15i1.38814

Abstract

Kebutuhan yang kelompok tani hadapi selama ini bukan permasalahan yang tidak ada pemecahan, sebab informasi peluang untuk menanggulanginya sering mereka dapatkan. Permasalahan pemenuhan kebutuhan yang sesungguhnya adalah keterbatasan kemampuan pengetahuan dan keterampilan yang kelompok tani miliki, sehingga mereka membutuhkan suatu proses pendampingan dalam diri para petani untuk melakukan suatu perubahan dalam penanaman yang biasa sudah turun temurun dengan penanaman yang lebih inovatif yaitu penanaman organik dalam upaya menghilangkan kesenjangan (gap) antara kemampuan yang dimilikinya dengan kemampuan yang diharapkan. Kesenjangan tersebut mungkin disebabkan oleh terbatasnya sumber daya, tenaga, dana, alam dan terbatasnya fungsi-fungsi komponen sistem pendidikan serta terbatasnya waktu. Cara yang 'benar' ini disebut sebuah standar — dan salah satu fungsi utama dari pendampingan ini adalah membuat para petani bisa melakukan pekerjaannya sesuai standar.
Pelatihan variasi olahan bebek pada ibu-ibu kelompok tani Desa Sukamanah Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung Neni Rohaeni; Yoyoh Jubaedah
Jurnal Abmas Vol. 15 No. 1 (2015): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v15i1.38815

Abstract

Permasalahan ini timbul karena adanya pencemaran industri yang merugikan kelompok tani karena semakin berkurangnya jumlah lahan subur, produksi yang terus menurun serta keengganan petani bercocok tanam yang berdampak pula pada peningkatan jumlah pengangguran. Program pelatihan ini bertujuan memberikan solusi kepada kelompok tani untuk memanfaatkan tanah sawahnya yang kurang subur untuk membuat kandang bebek, usaha ternak bebek, sehingga bebek yang sudah tidak produktif lagi tidak hanya dijual dalam bentuk bebek hidup tetapi juga diolah menjadi nugget dan abon untuk konsumsi keluarga dan meningkatkan pendapatan petani. Pemanfaatan lahan sawah yang mulai berkurang kesuburannya dan bahkan suatu hari lahan sawah tersebut tidak dapat ditanami lagi, sehingga perlu ada usaha tani lain yaitu usaha ternak bebek bagi kelompok tani. Program pelatihan ini dilakukan kepada kelompok tani Sukamanah II dan Mekar Jaya Desa Sukamanah Kecamatan Rancaekek melalui pelatihan dengan menggunakan berbagai metode, antara lain ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, pemberian tugas dan partisipatif. Kegiatan program pelatihan ini berkaitan dengan variasi pengolahan daging bebek menjadi nugget dan abon. Dari program pelatihan ini ditargetkan menghasilkan luaran sebagai berikut: (1) ibu-ibu kelompok tani dapat membuat variasi pengolahan daging bebek untuk konsumsi keluarga, (2) dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha dalam upaya peningkatan pendapatan keluarga.
Penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk cair MOL (mikroorganisme lokal) dari limbah buah dan sayur pada masyarakat petani Kelurahan Karang Joang Balikpapan Euis Yuniastuti
Jurnal Abmas Vol. 15 No. 1 (2015): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v15i1.38816

Abstract

Para petani di Kelurahan Karang Joang Balikpapan Utara, sebagai desa penghasil sayur, seringkali mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan Kota Balikpapan terutama pada pengadaan pupuk yang semakin mahal. Selain itu penggunaan pupuk kimia juga lambat laun akan merusak lahan perkebunan karena penggunaan pupuk kimia dalam jangka waktu lama akan mengakibatkan tanah mengeras dan kering. Akibatnya, mikroorganisme di dalam tanah sebagai pengurai akan mati dan tanah akan menjadi tidak subur lagi. Dari hasil wawancara dan pengamatan terhadap masalah tersebut penulis berkeinginan untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang pembuatan pupuk cair alami bagi masyarakat Karang Joang yaitu Pupuk Cair MOL (Mikroorganisme Lokal). Pupuk ini dibuat dari limbah organik rumah tangga seperti limbah buah-buahan dan sayuran, ditambah gula dan sedikit tape singkong sebagai makanan mikroorganisme. Campuran pupuk dimasukkan ke dalam botol air mineral bekas dan diberi air. Diamkan selama 4 hari, setelah tercium bau menyengat maka pupuk cair MOL sudah jadi. Tanggapan masyarakat Kelurahan Karang Joang Balikpapan sangat positif; mereka sudah mampu membuat pupuk cair MOL sendiri, bahkan sudah ada yang menjualnya dengan teman dari kelurahan lain. Hasil tanaman mereka juga lebih subur menggunakan pupuk cair MOL ini.
Praktik story telling, permainan & lagu anak-anak di sekolah dasar Tatat Hartati; Effy Mulyasari
Jurnal Abmas Vol. 15 No. 1 (2015): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v15i1.38818

Abstract

Artikel ini merupakan kajian setelah melaksanakan pengabdian pada masyarakat di Kecamatan Ciater Kabupaten Subang kerjasama Tim Literasi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan - UPI, dengan Dairy Development in Ciater Program dan Yayasan Sahabat Cipta. Kegiatan kerja sama terdiri dari empat macam, yakni: 1) Pembuatan modul metode bercerita untuk anak usia sekolah dasar. 2) Pembuatan permainan anak-anak untuk anak usia sekolah dasar. 3) Pembuatan lagu anak-anak untuk anak usia sekolah dasar, dan 3) Pelaksanaan Training of Trainers (TOT) untuk para guru sekolah dasar se-Kecamatan Ciater. Hasil pengabdian berupa dua buah buku berjudul, Teori dan Praktik Story Telling untuk Sekolah Dasar, dan Panduan Permainan & Bernyanyi di Sekolah Dasar, serta makalah tentang metode bercerita, jenis-jenis permainan dan lagu anak-anak untuk sekolah dasar kelas rendah (Kelas I, II, dan III), dan kelas tinggi (IV, V, dan VI). Dampak dari pengabdian masyarakat ini terbangunnya apresiasi sastra yang tinggi baik pada guru maupun pada siswa sekolah dasar serta adanya kesadaran tentang pentingnya memiliki dan memelihara peternakan hewan peliharaan serta memelihara lingkungan yang sehat dan asri.
Penyuluhan kesiapsiagaan masyarakat dalam memitigasi bencana alam di Desa Suntenjaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Wanjat Kastolani
Jurnal Abmas Vol. 15 No. 1 (2015): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v15i1.38820

Abstract

Desa Suntenjaya termasuk salah satu desa di Kecamatan Lembang yang memiliki potensi terjadinya bencana alam yang cukup tinggi. Hal tersebut didasarkan pada kondisi topografi, lahan (tanah), serta curah hujan yang relatif tinggi, sehingga potensi terjadinya erosi, longsor dapat terjadi manakala intensitas hujan yang tinggi. Apalagi diiringi dengan perilaku masyarakat yang kurang ramah lingkungan baik dalam budidaya tanaman hortikultura maupun penebangan pohon (tumbuhan) yang ada di lokasi masyarakat berada. Juga, Desa Suntenjaya termasuk Patahan Lembang, yang sewaktu-waktu akan terjadi gempa. Karena itulah, adanya penyuluhan tentang kesiapsiagaan masyarakat dalam memitigasi bencana alam di Desa Suntenjaya merupakan langkah yang tepat, sehingga dapat mengurangi risiko korban bencana alam.
Model media promosi desa wisata berbasis kearifan lokal Kampung Adat Cireundeu Isma Widiaty; Ana Ana; Ade Gafar Abdullah
Jurnal Abmas Vol. 16 No. 1 (2016): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v16i1.38703

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan model desa ekowisata budaya berbasis kearifan lokal pada masyarakat Kampung Cireundeu. Kearifan lokal yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah kebiasaan khas masyarakat kampung Cireundeu yang mengkonsumsi "rasi". Rasi adalah makanan pokok yang terbuat dari bahan singkong. Target khusus yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah adanya suatu kawasan wisata budaya dan alam berbasis kearifan lokal masyarakat yang mengkonsumsi rasi sebagai makanan pokok yang menggambarkan keunikan tradisi dan budaya masyarakat Kampung Cireundeu. Metodologi penelitian yang digunakan adalah Research and Development. Data yang dikumpulkan secara kualitatif serta difokuskan pada pengembangan model desa ekowisata budaya dan alam dengan menggali keunikan tradisi makan rasi yang menggambarkan aspek kepercayaan, budaya, ketahanan sosial ekonomi, dan ketaatan akan tradisi. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa tradisi makan "rasi" menjadi identitas kebanggaan masyarakat Kampung Cireundeu di tengah derasnya arus modernisasi. Tradisi makan rasi menjadi simbol ketahanan sosial ekonomi masyarakat Kampung Cireundeu karena tidak pernah dikenal adanya kekurangan pangan mengingat singkong sebagai makanan pokok merupakan sumber daya alam di wilayah tersebut yang tidak pernah habis. Tradisi makan rasi diwariskan dalam makna sosialisasi dan transformasi tidak lain adalah pemantapan nilai-nilai budaya panutan yang berlangsung secara turun temurun, sehingga setiap individu memiliki identitas. Implikasi dari nilai-nilai budaya dalam keluarga sosial masyarakat tampak dalam penempatan posisi diri di tengah-tengah komunitasnya dengan penuh percaya diri dan tetap santun.
Pengembangan desa binaan melalui pendekatan ekologi budaya pada tradisi ruwatan lembur dan pengembangan ekosentrisme pada Posdaya "Alifa" di Desa Cikidang Lembang Elly Malihah; Siti Komariah; Siti Nurbayani; Wilodati Wilodati
Jurnal Abmas Vol. 16 No. 1 (2016): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v16i1.38704

Abstract

Kearifan Lokal Ruwatan Lembur Kampung Cikareumbi Desa Sadang. Ruwatan lembur merupakan suatu tradisi ritual masyarakat RW 03 Kampung Cikareumbi untuk mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Yang Maha Kuasa atas berlimpahnya sumber air untuk kehidupan masyarakat. Pada tradisi ruwatan lembur sumber air sebagai kearifan lokal masyarakat yang menjadi objek yang disyukurinya. Tradisi ruwatan lembur terdiri dari serangkaian acara yaitu ngaruwat, ngarawat, ngalengitkeun raruwet, di mana setiap acara memiliki makna tersendiri. Acara ruwatan lembur itu sendiri terdiri dari ngarawat, panumbalan dan perang tomat. Dari setiap rangkaian acaranya pun menjunjung tinggi makna Sapitong (Sauyunan, Sapikiran, dan Gotong Royong) menjadi landasan masyarakat Cikareumbi dalam mengadakan acara ruwatan lembur. Dalam acara ruwatan lembur pun setiap lapisan masyarakat turut berpartisipasi sehingga peran untuk mengupayakan pewarisan ruwatan lembur pun dapat terlaksana secara tidak langsung.
Pengelolaan sampah melalui manajemen berbasis bank sampah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat Yadi Ruyadi; Katiah Katiah; Sri Subekti; Supriyono Supriyono
Jurnal Abmas Vol. 16 No. 1 (2016): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v16i1.38705

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertolak dari kerisauan terhadap fenomena permasalahan kurangnya pengetahuan tentang pengelolaan sampah, perlunya peningkatan keterampilan dalam pengelolaan sampah, belum berdayanya kelompok keluarga miskin, belum adanya kepengurusan dalam pengelolaan sampah dan belum adanya tempat pembuangan sampah. Targetan luaran dalam jangka pendek dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu terdapatnya model pengelolaan sampah secara produktif, terdapatnya kepengurusan pengelolaan sampah, terdapatnya mitra kerja dan kader pengelolaan sampah, berdayanya kelompok keluarga miskin dan terdapatnya tempat pembuangan sampah. Targetan luaran dalam jangka panjang yaitu terdapatnya desa percontohan dalam pengelolaan sampah dan terdapatnya kerjasama yang baik antara masyarakat, stakeholders dan pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah. Hasil dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah dilaksanakannya pelatihan tentang pengelolaan Bank Sampah yang diikuti oleh sejumlah 40 peserta/kader perwakilan dari Posdaya dan menghasilkan model pengelolaan sampah yang produktif melalui Bank Sampah di 12 RW desa Citalem kecamatan Cipongkor sebagai upaya penanganan masalah sampah dan pendapatan masyarakat.
Pelatihan keterampilan pemasangan dan pemeliharaan instalasi listrik rumah tinggal bagi pemuda dan karang taruna di Desa Sukajaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Jaja Kustija; Elih Mulyana; Bambang Trisno; Hasbullah Hasbullah
Jurnal Abmas Vol. 16 No. 1 (2016): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v16i1.38706

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengembangkan model pelatihan tentang pemasangan dan pemeliharaan instalasi listrik rumah tinggal bagi pemuda dan karang taruna di desa Sukajaya Kabupaten Bandung. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode partisipatori dengan pendekatan Demand Responsive Approach. Model pelatihan yang dikembangkan didasarkan kepada kebutuhan dan potensi masyarakat dan desa setempat dalam konteks pembangunan dan keberlanjutan, sehingga diharapkan hasil dari kegiatan pelatihan ini dapat memberikan peluang kerja bagi pemuda dalam upaya mengurangi pengangguran meningkatkan taraf hidup masyarakat. Model pelatihan keterampilan yang dikembangkan meliputi: (1) tahap perencanaan (need assessment), (2) tahap pelaksanaan pelatihan, (3) tahap pendampingan dan (4) monitoring dan evaluasi. Hasil dari pengembangan model pelatihan instalasi listrik ini adalah terbukanya peluang usaha bagi pemuda dalam bidang instalasi listrik sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan serta terwujudnya model desa binaan yang didukung oleh aparat pemerintahan desa dengan berbasis kemitraan dengan tim PKM UPI. Kegiatan PKM desa binaan berbasis kemitraan ini diikuti oleh sekitar 35 orang pemuda dan karang taruna yang merupakan perwakilan tiap rukun warga untuk diberikan pelatihan dan pendampingan dalam pemasangan dan pemeliharaan listrik rumah tinggal. Kader-kader instalatur ini diberikan pelatihan secara intensif agar mereka benar-benar menguasai berbagai hal tentang permasalahan instalasi listrik. Luaran yang dihasilkan dari PKM kewirausahaan ini adalah munculnya sejumlah kader instalatur desa mandiri dari kalangan pemuda dan karang taruna yang menguasai keterampilan tentang pemasangan dan pemeliharaan instalasi listrik rumah tinggal. Keterampilan tentang instalasi listrik ini juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan membuka peluang usaha bagi dirinya maupun orang lain. Luaran lain dari kegiatan PKM Desa Binaan ini adalah terbitnya artikel atau publikasi ilmiah pada jurnal nasional/internasional yang terakreditasi.
Pelatihan penerapan pendekatan saintifik Kurikulum 2013 bagi guru sejarah SMA di Kota Tasikmalaya Didin Saripudin; Agus Mulyana; Moch Eryk Kamsori; Syarif Moeis
Jurnal Abmas Vol. 16 No. 1 (2016): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v16i1.38707

Abstract

Kegiatan ini didasari kenyataan pada umumnya guru masih memiliki kesulitan dalam mengembangkan kompetensi pedagogik, di antaranya dalam memahami dan mengimplementasikan pendekatan saintifik dalam mata pelajaran sejarah Indonesia dan mata pelajaran sejarah sesuai tuntutan Kurikulum 2013 untuk meningkatkan kompetensi siswa (pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa). Tujuan pelatihan adalah meningkatkan kemampuan guru mengimplementasikan pendekatan saintifik dan metode pembelajaran sesuai Kurikulum 2013. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 21 September 2015 bertempat di aula SMAN 2 Kota Tasikmalaya yang bekerjasama dengan MGMP Sejarah Kota Tasikmalaya. Pelatihan ini menggunakan pendekatan participant-centered melalui metode case study, simulasi, dan focused group discussion. Peserta adalah para guru-guru Sejarah pada Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Tasikmalaya keseluruhan berjumlah 41 orang. Target atau luaran utama dalam kegiatan Pelatihan Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 Bagi Guru Sejarah sesuai tingkatan capaian yang sudah dilaksanakan, hanya masih terdapat kendala dalam sarana prasarana untuk kegiatan pelatihan yang terbatas, keterbatasan anggaran, lokasi Kota Tasikmalaya yang relatif jauh, dan sulit mencari kesesuaian waktu antara MGMP dengan tim. Program pelatihan ini perlu ditindaklanjuti dengan kegiatan pengabdian berikutnya, yaitu: pendampingan implementasi pendekatan saintifik, penelitian tindakan kelas, dan penilaian autentik dalam pembelajaran sejarah.