cover
Contact Name
Pipin Firdaus
Contact Email
pipin@upi.edu
Phone
+6285135062385
Journal Mail Official
abmas@upi.edu
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Setiabudhi No. 229, Isola, Sukasari Kota Bandung, Jawa Barat 40154 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abmas
ISSN : 14121891     EISSN : 27981436     DOI : https://doi.org/10.17509/abmas
Core Subject :
Jurnal Abmas is a peer‑reviewed community‑service journal published by the Directorate of Research and Community Service (DPPM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). The journal disseminates results of Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) that address pressing socio‑economic, environmental, and educational challenges in Indonesia and other emerging countries, with explicit relevance to the Sustainable Development Goals (SDGs). By documenting innovative, context‑sensitive service projects, the journal aims to strengthen the link between university‑based community engagement and sustainable development at local, national, and global levels.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan (pengelolaan sampah mandiri) di Desa Cibeureum Wetan Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang Lilis Widaningsih; Diah Cahyani; Trias Megayanti
Jurnal Abmas Vol. 16 No. 1 (2016): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v16i1.38799

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan ini merupakan tindak lanjut dari program dan kegiatan yang dilaksanakan di Desa Cibeureum Wetan Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang. Dari hasil pendampingan yang dilakukan terhadap masyarakat Desa Cibeureum Wetan tahun 2013-2014 dengan berbagai kegiatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, diperlukan upaya lanjutan di bidang lingkungan yang terkait dengan pemeliharaan infrastruktur yang sudah dibangun serta pengelolaan sampah secara mandiri. Program pengabdian Desa Binaan ini memiliki dua sasaran program dan kegiatan yang akan dikembangkan yaitu: pertama, mengembangkan model pemberdayaan kegiatan pengelolaan lingkungan dengan konsep Community Architecture dan Community Based Development. Kedua, pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah lingkungan dengan mengembangkan konsep Bank Sampah yang diprogramkan oleh Deputi Bidang pengelolaan B3, limbah dan sampah Kementerian Lingkungan Hidup.
Mengembangkan SDM karang taruna dan posdaya melalui pelatihan keterampilan berbasis lifeskill Kamin Sumardi; Ega Taqwali Berman; Ridwan Adam Muhammad Noor
Jurnal Abmas Vol. 16 No. 1 (2016): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v16i1.38801

Abstract

Pemuda usia produktif di desa Cikidang jumlahnya cukup besar dan sebagian besar tidak tamat SLTP. Mereka tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan selain cara bertani yang diturunkan dari orang tuanya. Sementara itu, lapangan pekerjaan di bidang pertanian semakin sedikit seiring bertambah sedikitnya lahan pertanian. Hasil survei pendahuluan pelatihan yang banyak diminati calon peserta yaitu mekanik sepeda motor dan las listrik. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang mekanik sepeda motor dan las listrik. Target dan dari pelatihan ini yaitu peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan praktis sebagai mekanik sepeda motor tingkat dasar dan las listrik. Pengetahuan dan keterampilan tersebut dapat langsung digunakan baik untuk bekerja, maupun langsung mendirikan usaha mandiri. Khalayak sasaran adalah para pemuda usia produktif yang tergabung di karang taruna dan posdaya. Kegiatan ini bermitra dengan karang taruna Binangkit dan posdaya Alifah di desa Cikidang Kecamatan Lembang. Metode pelatihan yang digunakan yaitu persuasif, kolaboratif dan partisipatif. Materi pelatihan meliputi tiga aspek yaitu pengetahuan, sikap dan keterampilan melalui latihan praktis serta magang. Ketiga aspek tersebut diberikan secara proporsional dan berimbang. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa minat dan motivasi mereka tergolong baik. Kepuasan peserta terhadap pelaksanaan kegiatan ini sebesar 93%. Seluruh peserta dinyatakan sudah memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam tune-up sepeda motor dan las listrik tingkat dasar.
Pelatihan pembuatan aplikasi pemasaran berbasis android untuk meningkatkan kemampuan berwirausaha mahasiswa UPI Dedi Rohendi; Heri Sutarno; Enda Permana; Yaya Wihardi
Jurnal Abmas Vol. 16 No. 1 (2016): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v16i1.38802

Abstract

Universitas Pendidikan Indonesia setiap tahun menghasilkan ribuan lulusan yang memerlukan pekerjaan, sedangkan lapangan pekerjaan yang tersedia setiap tahun jumlahnya terbatas. Oleh karena itu, diperlukan upaya agar lulusan UPI tidak tergantung kepada pihak lain, tetapi harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Seiring dengan perkembangan TIK memungkinkan lulusan UPI menciptakan usaha sendiri dengan berjualan online berbasis Android. Oleh karena itu diperlukan pelatihan mengembangkan aplikasi penjualan online berbasis Android. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah: terlaksananya pelatihan mengembangkan aplikasi pemasaran berbasis android terhadap mahasiswa UPI, terdapat mahasiswa yang dapat mengembangkan aplikasi pemasaran online berbasis android, dan terdapat mahasiswa yang melakukan pemasaran online berbasis android.
Pengembangan teknologi produksi tanam sayuran Kelompok Wanita Tani (KWT) Al-Hidayah dalam upaya penguatan ekonomi kerakyatan Yasbiati Yasbiati; Taopik Rahman
Jurnal Abmas Vol. 16 No. 1 (2016): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v16i1.38803

Abstract

Negara Indonesia merupakan negara besar dengan beragam kekayaan hayati. Hal ini memberikan keuntungan yang besar bagi siapa saja yang ingin mengoptimalkan kekayaan alam di bidang tanaman, termasuk tanaman sayuran. Namun, pada kenyataannya kekayaan hayati yang melimpah di negara kita tersebut belum mampu menyelamatkan rakyat dari himpitan ekonomi. Data Badan Pusat Statistik (2013) menyebutkan jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 28,07 juta orang (11,37%), jumlah yang tak sedikit bagi negara yang mempunyai kekayaan alam yang berlimpah ruah ini. Begitu juga dengan kondisi kemiskinan yang terjadi di Dusun Negala Kidul, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Dari permasalahan tersebut, tim pengabdian melakukan langkah solutif dengan merintis dan mengembangkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Al-Hidayah bidang tanaman sayuran. Adapun target luaran dari pengabdian ini adalah: 1) terbentuknya pendidikan dan pelatihan bercocok tanam sebagai upaya meningkatkan kemampuan anggota kelompok wanita tani; 2) terbentuknya strategi pemasaran yang efektif dalam pengembangan usaha hasil produk kelompok wanita tani; 3) terbangunnya networking atau jaringan dengan pihak lain dalam kerjasama bisnis dan pemasaran; 4) meningkatnya pemahaman dan keterampilan usaha di bidang pertanian; 5) terbentuknya sarana prasarana pendukung kegiatan kelompok wanita tani; 6) terselenggaranya kerjasama yang baik antara kelompok wanita tani dengan Departemen Pertanian. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini lebih mengarah pada pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pelatihan yang berorientasi kepada kemampuan secara praktis disamping kegiatan pendampingan yang berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat mendorong kreativitas masyarakat melalui Kelompok Wanita Tani untuk mengembangkan keterampilan bercocok tanam. Adapun pola model pelatihan yang digunakan adalah model sistem pelatihan dari Treadway Parker (Ernesto, dalam Rohaniyah, 2005:36). Adapun pengembangan KWT ini lebih bersifat stimulan bagi masyarakat. Keberlangsungan untuk jangka panjang terkait program ini memerlukan kerjasama berbagai pihak baik pemerintah desa, pengurus KWT maupun masyarakat desa tersebut.
Pemberdayaan pemuda karang taruna Desa Sirnagalih bidang peternakan lele "Sangkuriang" dalam menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Ghullam Hamdu; Yasbiati Yasbiati; Taopik Rahman
Jurnal Abmas Vol. 16 No. 1 (2016): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v16i1.38805

Abstract

Dalam perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Maju mundurnya suatu negara sedikit banyak ditentukan oleh pemikiran dan kontribusi aktif dari pemuda di negara tersebut. Namun, realitanya pemuda khususnya Desa Sirnagalih belum semuanya berdaya bahkan tidak sedikit yang menganggur apalagi menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Melihat urgensi di atas, maka pemberdayaan pemuda melalui beternak lele "Sangkuriang" dapat dijadikan sarana dalam menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Adapun target luaran dari pengabdian ini adalah: 1) terbentuknya pengembangan usaha di bidang peternakan lele "Sangkuriang" menjadi penopang kesejahteraan pemuda; 2) motivasi wirausaha pemuda Karang Taruna Desa Sirnagalih meningkat; 3) terbangunnya networking atau jaringan dengan pihak lain dalam kerjasama bisnis dan pemasaran; 4) terbangunnya sarana prasarana pendukung usaha beternak lele "Sangkuriang"; 5) terlaksananya pendidikan dan pelatihan pengelolaan administrasi karang taruna sebagai upaya meningkatkan kemampuan pemuda Karang Taruna Desa Sirnagalih; 6) terbentuknya Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Karang Taruna Desa Sirnagalih sebagai landasan kegiatan organisasi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini lebih mengarah pada pemberdayaan pemuda melalui kegiatan pelatihan beternak lele "Sangkuriang" yang berorientasi peningkatan skill pemuda dalam menghadapi persaingan  (MEA).
Pemberdayaan mahasiswa KKN dalam penyuluhan kesehatan di Desa Cipancar, Cijengkol dan Cikujang Kecamatan Serang Panjang Kabupaten Subang Linda Setiawati
Jurnal Abmas Vol. 16 No. 1 (2016): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v16i1.38806

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat yang disinergikan dengan kegiatan KKN mahasiswa sangatlah berdampak bagi masyarakat yang ditempatinya, untuk menjawab terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi dan dirasakan di masyarakat, didasarkan pertimbangan pada pengetahuan masyarakat desa dalam hal pengetahuan tentang kesehatan sangat penting. Kegiatan PKM ini dilakukan pertama dalam bentuk penyuluhan yaitu dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang pentingnya ber-KB, mewaspadai bahaya HIV-AIDS dan mengakomodir rendahnya tingkat ekonomi masyarakat dengan pelaksanaan Khitanan Massal. Hasil dari PKM menunjukkan bahwa pada umumnya masyarakat antusias dengan kegiatan yang berlangsung dan kegiatan tersebut dapat dipandang sebagai salah satu kegiatan komplementer dari program Posyandu dan Puskesmas setempat.
Beyond Center and Circle Time training for early childhood language development Isah Cahyani; Lilis Sulistyaningsih; Nunung Sitaresmi; Rohmat Rohmat; Layyina Elwidra Yahya; Intan Karunia Dewi
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 1 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i1.75565

Abstract

The Beyond Centers and Circle Time (BCCT) training emerges as a progressive pedagogical intervention, strategically designed to amplify early childhood educators’ capacity in fostering holistic language development among young learners. One of the prevailing challenges educators face in early childhood education (ECE) settings is their limited pedagogical acumen and practical proficiency in employing instructional methodologies that effectively stimulate linguistic growth. This article critically examines the implementation of BCCT training programs for ECE educators and elucidates their implications for children’s language acquisition. The training encompassed a two-day seminar and interactive workshops, engaging 43 educators from 24 ECE institutions across Greater Bandung. The BCCT training at PAUD Bandung Raya began with a comprehensive seminar discussing the importance of literacy for children’s language and cognitive development, early literacy strategies, and the principles and practices of BCCT. Participants then engaged in simulations of eight learning centers—religion, art, music, language, motor skills, science, social studies, and block play—as pedagogical exploration spaces for designing educational play-based activities. The results showed that implementing BCCT successfully constructed a dynamic learning environment, enriched children’s linguistic experiences, strengthened social interactions, and accelerated the expansion of their vocabulary and communication skills.   Abstrak Pelatihan Beyond Centers and Circle Time (BCCT) merepresentasikan sebuah intervensi pedagogis progresif yang dirancang secara strategis untuk memperkuat kapasitas profesional pendidik PAUD dalam mengakselerasi perkembangan bahasa anak secara holistik. Salah satu permasalahan krusial yang kerap mengemuka di ranah pendidikan anak usia dini ialah keterbatasan kompetensi pedagogis serta lemahnya keterampilan praktis pendidik dalam menerapkan metodologi instruksional yang efektif dan transformatif dalam merangsang perkembangan linguistik peserta didik. Artikel ini secara kritis mengevaluasi implementasi program pelatihan BCCT bagi pendidik PAUD serta mengkaji dampaknya terhadap akuisisi bahasa anak. Program pelatihan dilaksanakan dalam bentuk seminar dan lokakarya interaktif selama dua hari, melibatkan 43 pendidik dari 24 lembaga PAUD di kawasan Bandung Raya. Pelatihan BCCT di PAUD Bandung Raya diawali dengan seminar komprehensif yang mengulas pentingnya literasi bagi perkembangan bahasa dan kognitif anak, strategi literasi dini, serta prinsip dan praktik BCCT. Peserta kemudian terlibat dalam simulasi delapan sentra pembelajaran agama, seni, musik, bahasa, motorik, sains, sosial, dan balok sebagai ruang eksplorasi pedagogis dalam merancang aktivitas berbasis permainan edukatif. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan BCCT mampu mengkonstruksi lingkungan belajar yang dinamis, memperkaya pengalaman linguistik anak, memperkuat interaksi sosial, serta mengakselerasi perluasan kosakata dan keterampilan komunikasi mereka. Kata Kunci: BCCT; Beyond Centers and Circle Time; pelatihan interaktif; pendidikan anak usia dini; perkembangan bahasa
Teacher competency training in TEFA learning and scientific work at SMKN 4 Sukabumi Agus Setiawan; Aam Hamdani; Mumu Komaro; Nisaudzakiah Utami; Nisa Aulia Saputra
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 1 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i1.76236

Abstract

The training program to improve teacher competency in Teaching Factory (TEFA) and writing scientific papers is a strategic effort to encourage the improvement of the quality of education at SMKN 4 Sukabumi. This training was carried out because of a lack of understanding of vocational school teachers about implementing TEFA. This activity is designed to equip teachers with in-depth knowledge and practical skills to apply the TEFA concept based on the needs and work culture of the industry. The training is also focused on improving teachers' ability to write scientific papers as part of professional development and contributing to strengthening the academic literacy culture in schools by using training methods with an adult education approach. This training enabled teachers to develop applicable and contextual learning plans aligned with the evolving demands of the workforce. The results showed a significant improvement in understanding TEFA concepts and scientific writing skills. The impact is not only seen in the quality of the learning process, but also in the closer connection between schools and industry, as well as increasing teacher motivation to continue to innovate in daily teaching practices to create competent and work-ready graduates.   Abstrak Pelatihan peningkatan kompetensi guru dalam pembelajaran Teaching Factory (TEFA) dan penulisan karya ilmiah merupakan upaya strategis dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di SMKN 4 Sukabumi. Pelatihan ini dilakukan dengan alasan masih rendahnya pemahaman guru SMK tentang penerapan TEFA di sekolah. Kegiatan ini dirancang untuk membekali para guru dengan pemahaman mendalam serta keterampilan praktis dalam menerapkan konsep TEFA yang berbasis pada kebutuhan dan budaya kerja industri. Pelatihan juga difokuskan pada peningkatan kemampuan guru dalam menulis karya ilmiah sebagai bagian dari pengembangan profesional dan kontribusi terhadap penguatan budaya literasi akademik di sekolah dengan menggunakan metode pelatihan dengan pendekatan pendidikan orang dewasa. Melalui pelatihan ini, guru diharapkan mampu menyusun rancangan pembelajaran yang aplikatif, kontekstual, serta selaras dengan tuntutan dunia kerja yang terus berkembang. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep TEFA dan kemampuan menulis ilmiah. Dampaknya tidak hanya terlihat pada kualitas proses pembelajaran, tetapi juga pada keterhubungan yang lebih erat antara sekolah dan dunia usaha/industri, serta meningkatnya motivasi guru untuk terus berinovasi dalam praktik mengajar sehari-hari demi menciptakan lulusan yang kompeten dan siap kerja. Kata Kunci: guru; karya tulis ilmiah; sekolah menegah kejuruan; teaching factory; TEFA
Role of HR in strengthening cyber security on the social media platform of the Teratai Putih Foundation, Yogyakarta Idam Wahyudi; Anggun Sulistyowati; Bikorin Bikorin
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 1 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i1.83473

Abstract

In the increasingly advanced digital era, social media has become a primary tool for organizations, including Yayasan Teratai Putih Yogyakarta, to disseminate information, build networks, and enhance community engagement. As an institution engaged in social and educational activities, the foundation heavily relies on social media to implement various programs and social campaigns. However, alongside the benefits it offers, there are significant cybersecurity challenges that must be taken seriously. This community service program (Abdimas) aims to enhance the capacity and awareness of human resources (HR) at Yayasan Teratai Putih Yogyakarta in strengthening cybersecurity on the social media platforms they manage. The target participants of this initiative include social media administrators of the foundation, including staff and volunteers responsible for information management and digital interactions. As a result of this socialization activity, participants gained an in-depth understanding of data protection strategies, security policies, and preventive measures against cyber threats. With increased awareness and skills in managing digital security, the foundation can minimize the risk of cyberattacks while maintaining its credibility and public trust in the information it shares.   Abstrak Dalam era digital yang semakin maju, media sosial telah menjadi alat utama bagi organisasi, termasuk Yayasan Teratai Putih Yogyakarta, untuk menyebarkan informasi, membangun jejaring, dan meningkatkan keterlibatan masyarakat. Sebagai lembaga yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan, yayasan ini sangat bergantung pada media sosial untuk menjalankan berbagai program dan kampanye sosial. Namun, di balik manfaat yang ditawarkan, terdapat tantangan besar dalam hal keamanan siber yang harus diperhatikan secara serius. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kesadaran Sumber Daya Manusia (SDM) di Yayasan Teratai Putih Yogyakarta dalam memperkuat keamanan siber pada platform media sosial yang mereka kelola. Sasaran kegiatan ini adalah pengelola media sosial Yayasan Teratai Putih Yogyakarta, termasuk staf dan relawan yang bertanggung jawab atas pengelolaan informasi serta interaksi digital. Hasil dari kegiatan sosialisasi ini peserta memperoleh pemahaman mendalam mengenai strategi perlindungan data, kebijakan keamanan, serta langkah-langkah pencegahan ancaman siber. Dengan meningkatnya kesadaran dan keterampilan dalam mengelola keamanan digital, yayasan dapat meminimalkan risiko serangan siber serta menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik terhadap informasi yang disampaikan. Kata Kunci: Era digital; keamanan siber; manajemen sumber daya manusia
Enhancing digital competence through ICT training for custodial staff at FPTI UPI Sri Rahayu; Dedi Purwanto; Danny Meirawan; Sukadi Sukadi; Dewi Ayu Sofia; Hanifah Indah Rahmawati; Rieske Iswardhany
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 1 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i1.83840

Abstract

This community service project aims to enhance Information and Communication Technology (ICT) skills among cleaning staff at the Faculty of Technical and Industrial Education (FPTI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). The primary objective is to improve both technical and soft skills to increase the efficiency, service quality, and professionalism of custodial personnel. Limited ICT proficiency has been identified as a barrier to effective campus cleaning operations, especially in a digitally transforming environment. To address this, the project implemented a structured program comprising needs assessment, targeted training sessions, intensive mentoring, and performance evaluation through pre-test and post-test instruments. The results indicate a significant increase in participants’ ability to use digital tools, leading to better task management and improved motivation. Despite these positive outcomes, challenges remain in maintaining consistent service standards and effective time management. Overall, the project highlights the importance of continuous ICT capacity-building efforts as a strategic approach to strengthening non-academic support functions in higher education institutions.    Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi petugas kebersihan di Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kegiatan ini menitikberatkan pada penguatan keterampilan teknis dan soft skills demi mendorong efisiensi kerja, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan profesionalisme tenaga kebersihan. Literasi TIK yang masih rendah seringkali menjadi penghambat dalam mendukung digitalisasi operasional kampus. Untuk menjawab tantangan tersebut, serangkaian tahapan telah disusun, dimulai dari asesmen kebutuhan, pelatihan berbasis kompetensi, pendampingan secara intensif, hingga evaluasi melalui pendekatan pre-test dan post-test. Implementasi program menunjukkan peningkatan signifikan dalam penguasaan perangkat digital, yang berdampak pada pengelolaan tugas secara lebih efisien dan meningkatnya motivasi kerja peserta. Di balik capaian tersebut, tantangan terkait konsistensi mutu layanan serta manajemen waktu tetap perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Secara umum, kegiatan ini menegaskan urgensi pengembangan kapasitas digital berkelanjutan, terutama dalam memperkuat peran strategis tenaga nonakademik sebagai bagian integral dari proses transformasi digital di lingkungan pendidikan tinggi. Kata Kunci: kualitas kerja; pelatihan tik; petugas kebersihan