cover
Contact Name
Pipin Firdaus
Contact Email
pipin@upi.edu
Phone
+6285135062385
Journal Mail Official
abmas@upi.edu
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Setiabudhi No. 229, Isola, Sukasari Kota Bandung, Jawa Barat 40154 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abmas
ISSN : 14121891     EISSN : 27981436     DOI : https://doi.org/10.17509/abmas
Core Subject :
Jurnal Abmas is a peer‑reviewed community‑service journal published by the Directorate of Research and Community Service (DPPM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). The journal disseminates results of Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) that address pressing socio‑economic, environmental, and educational challenges in Indonesia and other emerging countries, with explicit relevance to the Sustainable Development Goals (SDGs). By documenting innovative, context‑sensitive service projects, the journal aims to strengthen the link between university‑based community engagement and sustainable development at local, national, and global levels.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
Pelatihan pembuatan penelitian tindakan kelas dan karya tulis ilmiah bagi guru geografi SMA Kabupaten Sumedang Ahmad Yani; Epon Ningrum; Lili Somantri; Mamat Ruhimat; Bagja Waluya
Jurnal Abmas Vol. 14 No. 1 (2014): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v14i1.159

Abstract

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) adalah salah satu LPTK yang memiliki misi menyebarluaskan pengalaman dan temuan-temuan inovatif dalam disiplin ilmu pendidikan, pendidikan disiplin ilmu, dan disiplin ilmu lain demi kemajuan masyarakat. Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk melatih para guru Geografi SMA di Kabupaten Sumedang dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas dan Karya Tulis Ilmiah. Langkah pengabdian terdiri dari empat langkah yaitu (1) pelatihan, (2) monitoring, (3) pembimbingan, (4) diseminasi. Hasil dari pengabdian ini relatif kurang berhasil karena animo peserta pada setiap tahap kegiatan menurun. Walaupun demikian, metode atau langkah pengabdian sudah baik tetapi karena terkendala oleh waktu dan kesediaan peserta maka pengabdian kurang berhasil. Faktor pendukung kegiatan adalah keberadaan pengurus MGMP Geografi Kabupaten Sumedang yang masih mendukung terhadap kegiatan peningkatan kualitas guru geografi. Sedangkan faktor kendala kegiatan adalah motivasi peserta yang sangat rendah untuk melaksanakan PTK, sempitnya luang waktu dari peserta, jarak tempat tinggal peserta yang berjauhan sehingga untuk melakukan pertemuan dalam kegiatan pembimbingan PTK sangat terbatas, dan kurangnya dukungan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang. Untuk dapat terlaksana di masa depan, disarankan agar sebelum dilaksanakan, tim pengabdian dan peserta harus membuat kesepakatan atau semacam MoU (Memorandum of Understanding) sehingga para peserta terikat dengan kewajibannya untuk melanjutkan atau menuntaskan pekerjaannya dalam membuat PTK.
Implementasi model pengembangan kewirausahaan berbasis aplikasi e-SNB (Electronic Social Network for Business) Dandhi Kuswardhana; Bahtiar Hasan
Jurnal Abmas Vol. 14 No. 1 (2014): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v14i1.160

Abstract

Setiap lulusan dituntut untuk memiliki kemampuan yang komprehensif. Namun demikian, masih banyak permasalahan yang ada diantaranya adalah lemahnya keterampilan soft skills padahal di dalam dunia kerja tidak hanya diutamakan kemampuan akademik tetapi diutamakan juga bagaimana lulusan perguruan tinggi di dalam mengembangkan lulusannya harus dapat berinteraksi terhadap sesama rekan kerja (team building), bagaimana memimpin suatu departemen/kerja (leadership), bagaimana lulusan tersebut mampu memecahkan suatu masalah di lingkungan kerja (problem solving), dan dapat berkomunikasi di dunia kerja (communication skills). Metodologi yang digunakan dalam kegiatan ini melalui 5 tahapan yaitu analisis need assessment (base line), pelatihan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi program (end line). Objek yang dijadikan pelaksana dalam kegiatan ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektro sebanyak 15 orang. Di akhir tahapan pelaksanaan mahasiswa memiliki kompetensi di bidang kewirausahaan dan teknologi informasi yang baik.
Inovasi pendidikan berdasarkan standar kompetensi profesional guru Eka Prihatin
Jurnal Abmas Vol. 14 No. 1 (2014): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v14i1.161

Abstract

Kecepatan perubahan dalam berbagai aspek menjadi satu pemikiran penting manakala menyentuh bidang pendidikan. Kompetensi profesional guru menjadi aspek penting dalam peningkatan mutu pendidikan, di mana guru tidak saja dituntut untuk memahami keprofesionalannya, namun harus mampu melakukan inovasi di dalamnya. Program ini memiliki dua tahap yaitu pada tahap pertama dilakukan pemahaman tentang pengertian profesi, profesionalisme guru, kompetensi guru, hubungan profesionalisme guru dan inovasi pendidikan, dan inovasi pendidikan berdasarkan standar kompetensi profesional guru; pada tahap kedua dilakukan diskusi kelompok tentang inovasi apa saja yang bisa dilakukan untuk menunjukkan profesionalisme guru. Dengan demikian kegiatan ini menjadi motivasi guru untuk berinovasi dalam profesinya.
Manajemen kerjasama pendidikan (sekolah dan masyarakat) Linda Setiawati; Eka Prihatin
Jurnal Abmas Vol. 14 No. 1 (2014): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v14i1.162

Abstract

Salah satu manajemen sekolah yang sering terlupakan adalah manajemen kerjasama sekolah dalam hal ini sekolah dan masyarakat, di mana kadang hal tersebut merasa tidak terlalu penting terjalin, padahal kerjasama antara sekolah dan masyarakat merupakan salah satu aspek penting untuk peningkatan mutu pendidikan. Masyarakat memiliki peran multi, di satu pihak sebagai pendukung, pengontrol dan customer dari pendidikan, peran kerjasama ini menjadi utama manakala tahun ajaran baru, di mana sekolah membutuhkan calon peserta didik. Dan ekspektasi masyarakat terhadap sekolah terbentuk dari besarnya jaringan kerjasama.
Pelatihan pengelolaan peralatan memasak bagi pendamping rumah tangga (PRT) di Daarut Tauhid Bandung Neni Rohaeni; Yoyoh Jubaedah
Jurnal Abmas Vol. 14 No. 1 (2014): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v14i1.163

Abstract

Kebutuhan akan pendamping rumah tangga yang tinggi membuat lembaga penyalur pendamping rumah tangga menjamur di mana-mana. Oleh karena itu lembaga penyalur harus dapat menghasilkan para pendamping rumah tangga yang memiliki profesionalitas kerja. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah melalui pelatihan yang tepat dalam mengelola pekerjaan rumah tangga. Salah satu pekerjaan rumah tangga itu berkaitan dengan pengelolaan peralatan masak. Untuk itu para pendamping rumah tangga perlu dibekali pengetahuan mengenai karakteristik bahan alat masak, penggunaan alat masak, perawatan alat masak yang sesuai dengan karakteristik bahan, keterampilan untuk menggunakan peralatan masak dengan tepat, merawat peralatan masak sesuai karakteristik bahan alat masak dengan tepat, dan juga sikap untuk mengelola peralatan masak dengan tepat.
Penataan lahan dan bangunan perkotaan menggunakan teknologi sistem informasi geografis berbasis komputer untuk pembangunan berkelanjutan Iskandar Muda Purwaamijaya; Rina Marina Masri; Sumarto Sumarto
Jurnal Abmas Vol. 15 No. 1 (2015): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v15i1.38808

Abstract

Penataan lahan dan bangunan di perkotaan cenderung menyimpang dari norma kemampuan dan kesesuaian lahan serta rendah kualitas lingkungannya terhadap baku mutu. Tujuan penelitian adalah untuk menghasilkan basis data lahan dan bangunan di wilayah perkotaan menggunakan teknologi sistem informasi geografis berbasis komputer sehingga terwujud suatu pembangunan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif dan korelatif irisan serta gabungan untuk analisis keruangan dan atribut terpadu. Hasil penelitian (1) model konseptual lahan dan bangunan harus dikembangkan dari peta dasar berskala 1 : 500 atau 1 : 1.000 dengan cakupan 1.000 x 500 m sehingga tema dapat tersaji dengan baik dan jelas, (2) model fungsional lahan dan bangunan harus melalui suatu proses normalisasi informasi agar data base berhasil guna, (3) implementasi data base lahan dan bangunan perkotaan harus diujicobakan kepada para pemangku kepentingan sehingga dapat diperoleh umpan balik untuk penyempurnaan serta dapat tepat memenuhi kebutuhan para pengguna akhir.
Program pelatihan pembuatan dan pengelolaan pompa hydram bagi masyarakat di Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat Nandan Supriatna; Istiqomah Istiqomah; Dedi Purwanto
Jurnal Abmas Vol. 15 No. 1 (2015): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v15i1.38810

Abstract

Pompa hidram adalah pompa air dijalankan dengan tenaga air itu sendiri. Pompa tersebut bekerja dengan menggunakan energi air yang jatuh ketinggian kecil untuk mengangkat sebagian kecil dari jumlah air ke ketinggian yang lebih besar. Dengan cara ini, air dari mata air atau sungai di lembah dapat dipompa ke daerah di lereng bukit. Keuntungan utama dan keunikan pompa hidram adalah bahwa dengan aliran air yang kontinu, pompa hidram beroperasi secara otomatis dan terus menerus tanpa sumber energi eksternal lainnya — baik itu listrik atau bahan bakar hidrokarbon, sehingga biaya operasionalnya rendah. Pompa hidram ini sangat sesuai untuk digunakan di daerah di mana terdapat sumber air yang mempunyai head rendah, serta diperlukan memompa air ke lokasi pemukiman yang mempunyai elevasi lebih tinggi dari sumber air tersebut. Pada kondisi seperti inilah pompa hidram menjadi sangat bermanfaat sekali, karena pompa ini tidak membutuhkan sumber daya lain selain energi kinetik dari air yang mengalir itu sendiri. Kegiatan pelatihan pembuatan dan pemeliharaan pompa hidram bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam hal pembuatan dan pemeliharaannya, sebagai alternatif penghematan tenaga listrik dan pemenuhan kebutuhan air bersih. Metode kegiatan yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah dan demonstrasi serta praktek dan pembimbingan. Metode ceramah dan demonstrasi digunakan untuk memberikan informasi dan pengetahuan peserta berbagai hal yang berkaitan dengan teknologi hidram. Adapun praktek dan pembimbingan digunakan untuk memberikan kesempatan berlatih membuat hidram.
Pengembangan kelompok usaha Anugrah Jaya bidang budidaya ikan, peternakan ayam, dan pengrajin sale dan tempe Hodidjah Hodidjah; Yasbiati Yasbiati; Dadan Nugraha; Dwi Alia
Jurnal Abmas Vol. 15 No. 1 (2015): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v15i1.38811

Abstract

Artikel ini memaparkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk pelatihan, pembinaan dan pendampingan pada kelompok usaha Anugrah Jaya di Desa Pangkalan Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran. Metode pendekatan yang digunakan untuk realisasi pengabdian ini yaitu tahap persiapan, tahap assessment, tahap perencanaan alternatif program, tahap pemformulasian rencana aksi, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan tahap terminasi. Kegiatan ini bertujuan untuk (1) meningkatkan motivasi wirausaha; (2) meningkatkan pemahaman kelompok usaha tentang manajemen usaha, perencanaan bisnis dan manajemen keuangan; (3) meningkatkan keterampilan kelompok usaha dalam budi daya ikan, peternakan ayam dan pengrajin sale & tempe; (4) pembangunan sarana dan prasarana (5) meningkatkan pemahaman kelompok usaha tentang jejaring kewirausahaan dan penyusunan proposal kewirausahaan. Hasil dari kegiatan ini diantaranya adalah (1) meningkatkan jiwa entrepreneurship anggota kelompok usaha sebagai upaya menunjang kegiatan pengembangan kelompok; (2) kelompok usaha memiliki kemampuan manajemen usaha, perencanaan bisnis dan manajemen keuangan; (3) meningkatnya keterampilan kelompok usaha dalam budi daya ikan, peternakan ayam dan pengrajin sale & tempe; (4) terwujudnya sarana dan prasarana (5) meningkatnya pemahaman kelompok usaha tentang jejaring kewirausahaan dan penyusunan proposal kewirausahaan; (6) mampu meningkatkan partisipasi dosen dan mahasiswa UPI Kampus Tasikmalaya dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Pelatihan praktis model pembelajaran kontekstual berbasis living values activity bagi guru PKn SMP Kabupaten Sumedang Kokom Komalasari; Muhammad Halimi; Susan Fitriasari
Jurnal Abmas Vol. 15 No. 1 (2015): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v15i1.38812

Abstract

Tujuan pelatihan adalah meningkatkan kemampuan guru secara teoritis dan praktis dalam menerapkan model pembelajaran kontekstual berbasis living values activity. Pelatihan menggunakan pendekatan participant-centered dengan integrasi seminar-workshop-pendampingan. Pelatihan dilaksanakan di SMPN 2 Kabupaten Sumedang bekerjasama dengan MGMP PPKn SMP Kabupaten Sumedang dengan jumlah peserta sebanyak 109 orang guru PPKn SMP. Hasil pelatihan: 1) desain pelatihan mengintegrasikan seminar dan workshop dengan pendampingan. Kegiatan seminar dan workshop menggunakan model games, role play, case study, simulasi, maupun focused group discussion. Kegiatan pendampingan menggunakan model lesson study; 2) setelah pelatihan guru menunjukkan beberapa kemampuan sebagai berikut: pemahaman teoritis terhadap model, kemampuan mengembangkan RPP model, dan kemampuan menerapkan model pembelajaran kontekstual berbasis living values activity dalam PKn SMP. Kesimpulan: pelatihan praktis melalui pengintegrasian kegiatan seminar, workshop dan pendampingan dapat meningkatkan kemampuan teoritis dan praktis guru PKn SMP dalam menerapkan model pembelajaran kontekstual berbasis living values activity.
Pelatihan seni tari tradisional berbasis pendidikan karakter bagi guru-guru sekolah dasar di Kabupaten Serang Banten Heny Rohayani; Frahma Sekarningsih; Agus Budiman; Sri Dinar Munsan
Jurnal Abmas Vol. 15 No. 1 (2015): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v15i1.38813

Abstract

Pembelajaran Seni Budaya di Sekolah Dasar, khususnya seni tari, materi yang diberikan hendaknya bepijak dari seni tari tradisional yang berbasis pendidikan karakter untuk menumbuhkan dan mengembangkan karakter siswa. Pembelajaran seni tari harus mencakup indikator yang melingkupi aspek psikomotor, afektif dan kognitif. Pada kenyataannya guru Sekolah Dasar yang mengajar seni budaya mayoritas bukan berlatar pendidikan S1 dari disiplin pendidikan ilmu seni, tetapi hampir semuanya lulusan PGSD yang secara khusus melahirkan calon guru SD, di mana kedudukan guru Sekolah dituntut untuk mengajar dalam berbagai disiplin bidang ilmu. Kondisi ini terjadi pada pembelajaran seni budaya pada tingkat Sekolah Dasar di wilayah Kabupaten Serang Banten. Mengamati realitas pelaksanaan pendidikan tersebut menunjukkan betapa prihatinnya kondisi pembelajaran seni tari di Sekolah Dasar. Padahal tuntutan kurikulum, semua mata pelajaran termasuk mata pelajaran seni tari mesti dilaksanakan dengan baik sesuai dengan tuntutan tujuan pendidikan Nasional. Bercermin pada kondisi masalah yang digambarkan di atas, sangat penting dilakukannya penanganan pembelajaran seni budaya khususnya seni tari di SD wilayah Kabupaten Serang Banten melalui berbagai program pembinaan dan pelatihan yang secara khusus untuk mengembangkan kompetensi akademik dan skill para guru di SD agar siap sebagai pengajar seni tari di sekolahnya. Untuk menunjang keterlaksanaan pembelajaran tersebut dibutuhkan adanya bimbingan tentang cara-cara mengatasi kesulitan mengajar di kelas, dalam hal menentukan materi dan mengembangkan bahan ajar, pembinaan secara praktik tentang mewujudkan pembelajaran seni tari yang kreatif, inovatif, produktif dan rekreatif sesuai dengan karakteristik dan perkembangan peserta didik tingkat sekolah dasar. Melalui kegiatan bimbingan dan pelatihan seni tari tradisional terhadap guru-guru seni di SD diharapkan dapat mengatasi permasalahan guru-guru seni budaya di SD dalam mengajar seni budaya khususnya seni tari, agar peserta didik/siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan yang memadai dalam pembelajaran seni tari.