cover
Contact Name
Pipin Firdaus
Contact Email
pipin@upi.edu
Phone
+6285135062385
Journal Mail Official
abmas@upi.edu
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Setiabudhi No. 229, Isola, Sukasari Kota Bandung, Jawa Barat 40154 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abmas
ISSN : 14121891     EISSN : 27981436     DOI : https://doi.org/10.17509/abmas
Core Subject :
Jurnal Abmas is a peer‑reviewed community‑service journal published by the Directorate of Research and Community Service (DPPM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). The journal disseminates results of Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) that address pressing socio‑economic, environmental, and educational challenges in Indonesia and other emerging countries, with explicit relevance to the Sustainable Development Goals (SDGs). By documenting innovative, context‑sensitive service projects, the journal aims to strengthen the link between university‑based community engagement and sustainable development at local, national, and global levels.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
Capacity building as an effort to achieve organizational sustainability in Kalurahan Imogiri Bikorin Bikorin; Idam Wahyudi; Anggun Sulistyowati
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 1 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i1.83708

Abstract

Kalurahan Imogiri is a non-profit organization that aims to seek optimal welfare for all community members. This Kalurahan has potential and value, but there are many limitations and obstacles in its management, so capacity building efforts are needed. Based on the background and problems faced by partners, AKPRIND University Indonesia is here to help provide solutions. Addressing these challenges requires literacy and an understanding of capacity-building efforts to achieve organizational sustainability. The service method involved providing literacy materials, which was carried out using presentation techniques. At the end of the session, a Focus Group Discussion (FGD) was held to discuss the dynamics of capacity building efforts. Pamong Kalurahan Imogiri was very enthusiastic about following the presentation of the material, and the result was that the pamong began to understand the importance of capacity building efforts. Furthermore, they can identify various problems effectively and recognize the potential of the village to maximize its economic value. It is hoped that after this service activity is carried out, the village will produce appropriate outcomes, providing real and sustainable benefits to the community.   Abstrak Kalurahan Imogiri merupakan lembaga non-profit yang mempunyai tujuan untuk mengupayakan kesejahteraan yang optimal bagi seluruh warga masyarakat. Kalurahan ini memiliki potensi dan nilai, tetapi banyak keterbatasan dan hambatan dalam pengelolaanya sehingga dibutuhkan upaya peningkatan kapasitas. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh mitra, Universitas AKPRIND Indonesia hadir berpartisipasi membantu memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan upaya literasi dan pemahaman mengenai upaya capacity building guna mewujudkan sustainability organizational. Metode pengabdian yang dilaksanakan berupa pemberian materi literasi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan teknik presentasi, berikutnya pada akhir sesi dilaksanakan focus group discussion (FGD) mengenai dinamika dalam upaya peningkatan kapasitas. Para Pamong Kalurahan Imogiri sangat antusias mengikuti pemaparan materi yang disampaikan, hasilnya para pamong mulai memahami bagaimana pentingnya upaya peningkatan kapasitas. Selanjutnya mampu mengidentifikasi berbagai permasalahan dengan baik dan mampu mengidentifikasi potensi kalurahan untuk memaksimalkan nilai ekonomi. Harapannya setelah terlaksana kegiatan pengabdian ini, Kalurahan dapat menghasilkan luaran yang tepat guna untuk memberikan manfaat yang nyata dan berkesinambungan bagi masyarakat. Kata kunci: berdaya; kalurahan; organisasi keberlanjutan; pengembangan kapasitas
Strengthening students' digital literacy for 21st-century learning in Islamic boarding schools Fikri Dwi Oktaviani; Linda Setiawati
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 1 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i1.84688

Abstract

Digital literacy skills are a crucial need in 21st-century education, including in the context of religious-based education such as Islamic boarding schools. Students play a strategic role as the younger generation. Therefore, mastering information technology is essential. However, many students do not have adequate digital access, understanding, and skills. This program was implemented to improve the digital literacy of students at Nurul Mukhlasin Islamic Boarding School. This aims to equip students with relevant digital skills to support 21st-century learning competencies. The methods used were interactive lectures and participatory discussions, adapted to the characteristics of the participants. Evaluation using observation, pretest, and posttest measurements. The results showed a significant increase in three main aspects: understanding the concept of digital literacy, the ability to evaluate information critically, and increasing creativity in producing educational content using digital applications, such as Canva. Digital literacy is a strategic step to supporting 21st-century learning competencies, critical thinking, communication, collaboration, and creativity. Integration of digital literacy into the Islamic boarding school curriculum can form an adaptive and responsible generation. It is recommended to develop a learning ecosystem that supports the sustainability of technology, strengthening the capacity of educators and providing adequate digital infrastructure.   Abstrak Keterampilan literasi digital merupakan kebutuhan krusial dalam pendidikan abad ke-21, termasuk dalam konteks pendidikan berbasis agama seperti pesantren. Santri memiliki peran strategis sebagai generasi muda, sehingga penguasaan teknologi informasi menjadi krusial. Meskipun demikian, masih banyak santri yang belum memiliki akses, pemahaman, dan keterampilan digital yang memadai. Program ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Mukhlasin. Kegiatan ini bertujuan membekali santri dengan keterampilan digital yang relevan untuk mendukung kompetensi pembelajaran abad-21. Metode pelaksanaan mencakup ceramah interaktif dan diskusi partisipatif yang disesuaikan dengan karakteristik peserta. Evaluasi dilakukan melalui observasi serta pengukuran pretest-posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tiga aspek utama, yakni pemahaman konseptual literasi digital, kemampuan mengevaluasi informasi secara kritis, termasuk mengidentifikasi hoaks dan ujaran kebencian, serta peningkatan kreativitas dalam menghasilkan konten edukatif menggunakan aplikasi digital seperti Canva. Penguatan literasi digital menjadi langkah strategis untuk mendukung kompetensi pembelajaran abad ke-21, seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Oleh karena itu, integrasi literasi digital ke dalam kurikulum pesantren dapat membentuk generasi yang adaptif dan bertanggung jawab. Disarankan agar pesantren mengembangkan ekosistem pembelajaran yang mendukung pemanfaatan teknologi secara berkelanjutan, baik melalui penguatan kapasitas pendidik maupun penyediaan infrastruktur digital yang memadai. Kata Kunci: literasi digital; pembelajaran abad ke-21; pondok pesantren; santri
Increasing the confidence of students at the Nurul Mukhlasin Islamic Boarding School through participatory discussion methods Liddya Ganda Asmara; Linda Setiawati; Dimas Saputra
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 1 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i1.84686

Abstract

Self-confidence is a crucial aspect of personal development, particularly for students in Islamic boarding schools who face numerous social and academic challenges. Self-confidence development activities at Nurul Mukhlasin Islamic Boarding School involve community service initiatives designed to enhance students' self-confidence and self-esteem. This service is provided due to the low level of self-confidence that hinders students' active participation in various activities within and outside the Islamic boarding school. The methods employed are lectures and participatory discussions, which involve direct interaction between facilitators and students to develop communication and self-expression skills. Twenty-two students participated in the activity. We evaluated by measuring changes in self-confidence levels before and after the activity through the distribution of questionnaires and direct observation. The evaluation results showed a significant increase in aspects of self-confidence, public speaking skills, involvement in discussions, and self-expression before and after the activity, which had a positive impact on students' communication skills, social interactions, and learning motivation. These findings confirm the benefits and effectiveness of the participatory discussion method as a medium for self-development in Islamic boarding schools and are recommended for continuous implementation in student development programs.   Abstrak Kepercayaan diri merupakan aspek penting dalam perkembangan pribadi, terutama bagi santri di lingkungan pondok pesantren yang menghadapi tantangan sosial dan akademik beragam. Kegiatan pembinaan kepercayaan diri di Pondok Pesantren Nurul Mukhlasin merupakan pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan kepercayaan diri santri. Pengabdian ini dilaksanakan karena rendahnya tingkat kepercayaan diri yang menghambat partisipasi aktif santri dalam berbagai kegiatan di dalam maupun di luar pesantren. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi partisipatif yang melibatkan interaksi langsung antara fasilitator dan santri untuk membangun kemampuan komunikasi dan ekspresi diri dengan jumlah partisipan kegiatan sebanyak 22 orang santri. Evaluasi dilakukan dengan mengukur perubahan tingkat kepercayaan diri sebelum dan sesudah kegiatan melalui penyebaran kuesioner dan observasi langsung. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kepercayaan diri, kemampuan berbicara di depan umum, keterlibatan dalam diskusi, serta ekspresi diri sebelum dan sesudah kegiatan yang berdampak positif pada kemampuan komunikasi, interaksi sosial, dan motivasi belajar santri. Temuan ini menegaskan manfaat dan efektivitas metode diskusi partisipatif sebagai media pengembangan diri di pondok pesantren dan direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan dalam program pembinaan santri. Kata Kunci: kepercayaan diri, motivasi belajar, pondok pesantren
Impact of training on students' knowledge related to chronic energy deficiency Khalida Fauzia; Imtiyaz Irbatunnisa; Aisyah Nurrohmah; Dian Meidiana
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 1 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i1.85041

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CED) is a condition where adolescent girls experience prolonged or chronic malnutrition (calories and protein). The prevalence of CED in the Ciparay District, Bandung Regency, falls within the moderate category. SMPIT Thariq Bin Ziyad is located in the Ciparay District, which has a moderate prevalence of CED in Bandung Regency. This community service aims to provide training to junior high school students using lecture and game methods related to Chronic Energy Deficiency and to assess the impact on student knowledge. The methods used are lecture and game methods. Measurement of training indicators was carried out using pre-test and post-test assessments. The participants in this training were 45 students in grades VII-IX. Data analysis used the Wilcoxon signed-rank test. The results of statistical tests on the pre-test and post-test of participants indicated a significant positive increase in knowledge related to CED following the training. Based on the community service carried out, it could be concluded that training using lecture methods and interactive games is effective in improving CED knowledge in students at SMPIT Thariq Bin Ziyad.   Abstrak Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan suatu keadaan remaja putri mengalami kekurangan gizi (kalori dan protein) yang berlangsung secara lama atau menahun. prevalensi KEK di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung termasuk pada kategori sedang. SMPIT Thariq Bin Ziyad berada di Kecamatan Ciparay yang memiliki prevalensi KEK dengan kategori sedang di Kabupaten Bandung. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada peserta didik menengah pertama menggunakan metode ceramah dan permainan terkait Kekurangan Energi Kronis dan melihat dampak pada pengetahuan peserta didik. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah dan permainan. Pengukuran indikator keberhasilan pelatihan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Peserta pelatihan ini adalah peserta didik kelas VII-IX sebanyak 45 orang. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks. Hasil uji statistik terhadap pre-test dan post-test peserta menyatakan secara signifikan bahwa terdapat peningkatan positif pada pengetahuan terkait KEK setelah pelatihan dilakukan. Berdasarkan pengabdian yang dilakukan ini dapat dikatakan bahwa pelatihan menggunakan metode ceramah dan permainan interaktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan KEK pada peserta didik di SMPIT Thariq Bin Ziyad. Kata Kunci: Kekurangan Energi Kronik (KEK); kekurangan gizi; metode ceramah; metode permainan; remaja
Building a bullying-free school culture through the game ‘Detective Bull’ Aam Imaddudin; Ipah Saripah; Idat Muqoddas
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 1 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i1.85903

Abstract

Bullying remains a serious and widespread problem in schools, significantly affecting students' psychological, social, and emotional well-being. To address this issue, a community service program was implemented through the development and introduction of an educational game called Detective Bull at SMAN 2 Lembang, West Bandung Regency. This program aims to increase students' awareness of Bullying roles—such as perpetrators, victims, defenders, and bystanders—and to provide innovative guidance media for school counselors. This initiative was driven by the lack of reflective, engaging, and practical educational tools that naturally reveal students' social dynamics. The program adopted Kolb’s experiential learning model, which consists of four stages: socialization, concrete experience, reflective observation, and abstract conceptualization. A total of 100 students participated in the activity. Results showed students could correctly identify Bullying roles, and demonstrated improved empathy, social sensitivity, and communication. The game also created an active, collaborative, and supportive learning environment. Counselors considered Detective Bull effective as an informal assessment tool. Despite limitations such as time constraints and varying participation levels, this game proved to be a practical and replicable intervention model for school-based community programs.   Abstrak Perundungan masih menjadi persoalan serius dan meluas di lingkungan sekolah, yang berdampak besar terhadap kesejahteraan psikologis, sosial, dan emosional peserta didik. Untuk merespons isu tersebut, telah dilaksanakan program pengabdian masyarakat melalui pengembangan dan implementasi media permainan edukatif bernama Detective Bull di SMAN 2 Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap peran-peran dalam perundungan—seperti pelaku, korban, pembela, dan pengamat—serta memberikan alternatif media bimbingan yang inovatif bagi guru BK. Latar belakang kegiatan ini adalah masih minimnya media edukatif yang bersifat reflektif, menyenangkan, dan mudah digunakan untuk mengungkap dinamika sosial peserta didik secara alami. Metode yang digunakan mengacu pada model experiential learning Kolb, melalui empat tahap: sosialisasi, simulasi permainan, refleksi, dan konseptualisasi. Sebanyak 100 peserta didik terlibat dalam kegiatan ini. Hasil menunjukkan bahwa peserta didik mampu mengenali peran dalam perundungan dengan tepat, dan mengalami peningkatan empati, kepekaan sosial, dan komunikasi. Permainan ini juga menciptakan lingkungan belajar yang suportif, aktif, dan kolaboratif. Guru BK menilai permainan ini efektif sebagai alat asesmen informal. Meskipun terdapat keterbatasan waktu dan variasi partisipasi, Detective Bull terbukti sebagai model intervensi yang aplikatif dan dapat direplikasi untuk program pengabdian di sekolah lainnya. Kata Kunci: bimbingan dan konseling; empati; permainan edukatif; perundungan
Training on the manufacture of fiberglass materials using the vacuum infusion method in Pannampu Village, Makassar Faisal Mahmuddin; Surya Hariyanto; M. Rusydi Alwi; Syerly Klara; Balqis Shintarahayu; Baharuddin Baharuddin; Muhammad Iqbal Nikmatullah; Haryanti Rivai; Fadel Rezky Ramadhan
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 1 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i1.76338

Abstract

Fiberglass material has become a primary choice in the boatbuilding industry due to its superior strength and resistance to corrosion. The lamination process and the vacuum infusion method are the primary techniques in the manufacture of fiberglass boat structures. The combination of these two methods ensures that the glass fibers are evenly distributed and neatly arranged, providing optimal strength and durability to the fiberglass boat. The purpose of community service related to the lamination process, vacuum infusion, and the use of fiberglass is to increase public understanding of this technology and provide training and resources to fishermen, workers, and local industries to utilize it effectively in boat building and other products. The method of this community service activity employs a participatory socialization approach, which involves conducting an initial survey to gauge participants' understanding of the community service theme, followed by the delivery of socialization materials. Following this, discussion sessions were conducted, and post-surveys were administered to assess the differences in their level of understanding before and after the provision of the material. By understanding the lamination and vacuum infusion methods, as well as the application of fiberglass, the fishing community in Pannampu can enhance their skills in producing high-quality local fiberglass boats.   Abstrak Material fiberglass telah menjadi pilihan utama dalam industri pembuatan kapal karena keunggulan kekuatannya yang tinggi dan ketahanannya terhadap korosi. Proses laminasi dan metode vacuum infusion adalah teknik utama dalam pembuatan struktur kapal fiberglass. Kombinasi kedua metode ini memastikan bahwa serat kaca terdistribusi secara merata dan tersusun dengan rapi, memberikan kekuatan dan ketahanan yang optimal pada kapal fiberglass. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat terkait dengan proses laminasi, vacuum infusion, dan penggunaan fiberglass adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang teknologi ini serta memberikan pelatihan dan sumber daya kepada nelayan, para pekerja, dan industri lokal untuk memanfaatkannya secara efektif dalam pembuatan kapal dan produk lainnya. Metode kegiatan pengabdian adalah menggunakan pendekatan sosialisasi partisipatif dengan melakukan survei awal yang berkaitan dengan pemahaman peserta tentang tema pengabdian dilanjutkan dengan pemberian materi sosialisasi. Setelah itu, dilakukan sesi diskusi dan dilakukan pascasurvei untuk mengetahui perbedaan tingkat pemahaman mereka sebelum dan sesuai pemberian materi. Dengan memahami metode laminasi dan vacuum infusion serta penerapan fiberglass, masyarakat nelayan di Pannampu dapat meningkatkan keterampilan mereka dalam memproduksi kapal fiberglass lokal yang berkualitas tinggi. Kata kunci: bahan fiberglass; Pannampu Makassar; pelatihan nelayan; vacuum infusion
Local tourism product development and promotion in the digital era I Made Luhur Adi Putra; Dewa Gde Yoga Permana; Gita Apsari Dewi; A.A Gde Agung Nanda Perwira; Komang Tri Werthi
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 1 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i1.83686

Abstract

This community service activity was conducted at SMA PGRI 2 Denpasar in response to the limited practice of students in developing and promoting local products, despite the material having been taught in theory in the curriculum. The primary objective of this activity is to enhance students' understanding and skills in developing local tourism products based on culture, as well as utilizing digital media as a promotional tool that is responsive to market needs. This service began with program socialization, local product development training (regional perfumes), and digital marketing training, including social media and content strategies. The methods employed included a total of 60 participants, participatory observation, interviews, questionnaires, documentation, and a SWOT analysis to evaluate the school's strategic position. The results of the activity showed a increase in student understanding after the training, as well as positive changes in interest, school community participation, and student readiness to market local products digitally. These findings emphasize the importance of cross-sector collaboration and an educational-participatory approach in developing sustainable and competitive local tourism products in the digital era.   Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMA PGRI 2 Denpasar sebagai respons atas terbatasnya praktik siswa dalam pengembangan dan promosi produk lokal, meskipun materi tersebut telah diajarkan secara teori dalam kurikulum. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam mengembangkan produk pariwisata lokal berbasis budaya, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi yang adaptif terhadap kebutuhan pasar. Pengabdian ini diawali dengan sosialisasi program, pelatihan pengembangan produk lokal (parfum khas daerah), serta pelatihan pemasaran digital menggunakan media sosial dan strategi konten. Metode yang digunakan meliputi total sampling terhadap 60 partisipan, observasi partisipatif, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, serta analisis SWOT untuk mengevaluasi posisi strategis sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa setelah pelatihan, serta perubahan positif dalam minat, partisipasi komunitas sekolah, dan kesiapan siswa memasarkan produk lokal secara digital. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan pendekatan edukatif-partisipatif dalam pengembangan produk pariwisata lokal yang berkelanjutan dan kompetitif di era digital. Kata Kunci: pariwisata lokal; pengabdian masyarakat; pengembangan produk; promosi digital
Mengembangkan SDM karang taruna dan posdaya melalui pelatihan keterampilan berbasis lifeskill Kamin Sumardi; Ega Taqwali Berman; Ridwan Adam Muhammad Noor
Jurnal Abmas Vol. 17 No. 1 (2017): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v17i1.36635

Abstract

Pemuda usia produktif di desa Cikidang jumlahnya cukup besar dan sebagian besar tidak tamat SLTP. Mereka tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan selain cara bertani yang diturunkan dari orang tuanya. Sementara itu, lapangan pekerjaan di bidang pertanian semakin sedikit seiring bertambah sedikitnya lahan pertanian. Hasil survei pendahuluan pelatihan yang banyak diminati calon peserta yaitu mekanik sepeda motor dan las listrik. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang mekanik sepeda motor dan las listrik. Target dari dan dari pelatihan ini yaitu peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan praktis sebagai mekanik sepeda motor tingkat dasar dan las listrik. Pengetahuan dan keterampilan tersebut dapat langsung digunakan baik untuk bekerja, maupun langsung mendirikan usaha mandiri. Khalayak sasaran adalah para pemuda usia produktif yang tergabung di karang taruna dan posdaya. Kegiatan ini bermitra dengan karang taruna Binangkit dan posdaya Alifah di desa Cikidang Kecamatan Lembang. Metode pelatihan yang digunakan yaitu persuasif, kolaboratif dan partisipatif. Materi pelatihan meliputi tiga aspek yaitu pengetahuan, sikap dan keterampilan melalui latihan praktis serta magang. Ketiga aspek tersebut diberikan secara proporsional dan berimbang. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa minat dan motivasi mereka tergolong baik. Kepuasan peserta terhadap pelaksanaan kegiatan ini sebesar 93%. Seluruh peserta dinyatakan sudah memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam tune-up sepeda motor dan las listrik tingkat dasar.
Optimalisasi peran keluarga penerima dana PKH dalam meningkatkan pendidikan dan kesehatan anak usia dini serta pengelolaan keuangan keluarga Yasbiati Yasbiati; Atit Tajmiati; Taopik Rahman; Dadan Nugraha
Jurnal Abmas Vol. 17 No. 1 (2017): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v17i1.36777

Abstract

PKH adalah Program bantuan tunai untuk Keluarga Sangat Miskin (KSM) yang memenuhi salah satu dari tiga kriteria berikut ini: 1) anak usia 0-6 tahun, 2) anak di bawah usia 18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar, 3) ibu hamil/nifas. Dengan syarat keluarga tersebut bersedia memenuhi kewajiban terkait pendidikan dan kesehatan. Tujuan PKH yaitu untuk membantu keluarga sangat miskin menghindari kemiskinan dan memastikan generasi berikutnya sehat dan menyelesaikan Pendidikan Dasar. Berdasarkan studi pendahuluan dengan pendamping PKH dan Lurah Kelurahan Setiajaya, keberhasilan PKH di wilayah tersebut masih jauh dari memuaskan. Sebagai langkah solutif, tim pengabdian melaksanakan penyuluhan, pelatihan, dan pembinaan kepada keluarga penerima dana PKH dalam bidang pendidikan dan kesehatan anak usia dini serta pengelolaan keuangan keluarga. Adapun target luarannya yaitu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman KSM dalam bidang kesehatan AUD, pendidikan AUD, serta pengelolaan keuangan keluarga. Adapun pola model pelatihan yang digunakan adalah model pelatihan dari Treadway Parker (Rohaniyah, 2005:19-22). Keberlangsungan untuk jangka panjang terkait program ini diperlukan kerjasama berbagai pihak baik itu pemerintahan, pendamping PKH, keluarga penerima dana PKH (KSM) maupun masyarakat itu sendiri.
Pengembangan kelompok usaha Anugrah Jaya bidang budi daya ikan, peternakan ayam, dan pengrajin sale & tempe Hodidjah Hodidjah; Yasbiati Yasbiati; Dadan Nugraha; Dwi Alia
Jurnal Abmas Vol. 17 No. 1 (2017): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v17i1.36781

Abstract

Program pengabdian ini dilaksanakan kepada masyarakat untuk pelatihan, pembinaan dan pendampingan pada kelompok usaha Anugrah Jaya di Desa Pangkalan Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran. Metode pendekatan yang digunakan untuk realisasi pengabdian ini yaitu tahap persiapan, tahap assessment, tahap perencanaan alternative program, tahap pemformulasian rencana aksi, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan tahap terminasi. Kegiatan ini bertujuan untuk 1) meningkatkan motivasi wirausaha; 2) meningkatkan pemahaman kelompok usaha tentang manajemen usaha, perencanaan bisnis dan manajemen keuangan; 3) meningkatkan keterampilan kelompok usaha dalam budi daya ikan, peternakan ayam dan pengrajin sale & tempe; 4) pembangunan sarana dan prasarana 5) meningkatkan pemahaman kelompok usaha tentang jejaring kewirausahaan dan penyusunan proposal kewirausahaan. Hasil dari kegiatan ini diantaranya adalah 1) meningkatkan jiwa entrepreneurship anggota kelompok usaha sebagai upaya menunjang kegiatan pengembangan kelompok; 2) kelompok usaha memiliki kemampuan manajemen usaha, perencanaan bisnis dan manajemen keuangan; 3) meningkatnya keterampilan kelompok usaha dalam budi daya ikan, peternakan ayam dan pengrajin sale & tempe; 4) terwujudnya sarana dan prasarana 5) meningkatnya pemahaman kelompok usaha tentang jejaring kewirausahaan dan penyusunan proposal kewirausahaan; 6) mampu meningkatkan partisipasi dosen dan mahasiswa UPI Kampus Tasikmalaya dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.