cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
betty.masruroh@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.sd@gmail.com
Editorial Address
Universitas Negeri Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan
ISSN : 08548285     EISSN : 25811983     DOI : 10.17977
Core Subject :
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan publishes articles on conceptual ideas, studies, and application of theories, practical writing, and the results of educational research and teaching of primary schools. Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan first appeared in 1992 under the name KREATIF. SEKOLAH DASAR changed its name to Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan starting 2017. In 2018 Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan indexed DOAJ.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
Analisis Kompetensi dan Kesiapan Mahasiswa PGSD dalam Pengelolaan Pembelajaran ABK di Sekolah Inklusi Endang Poerwanti; Nawang Sulistyani
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 30 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v30i12021p47-56

Abstract

One of the superior profiles that prospective elementary school teacher students should have is competence in providing inclusive education services. The importance of these competencies is analyzed in this study to describe the competence and readiness of University Muhammadiyah Malang Elementary School Teacher Education Study Program students in managing ABK learning in inclusive schools. The mixed-method research with research subjects was 300 students, five lecturers, and one East Java inclusion development team. The research data were collected through a group discussion forum, questionnaires, and documentation which were analyzed using descriptive qualitative and quantitative techniques. From the research results obtained the formulation of ten competencies in the management of inclusive learning that should be mastered by prospective elementary school teacher students. The results also showed that the majority of UMM PGSD Study Program students had good readiness in mastering the ten competencies, including 85 percent mastering criteria 1, 2, 3, 4, 7, and 8; 65 percent mastered criteria 5 and 6; 80 percent mastered criteria 9 and 10. Salah satu profil unggul yang hendaknya dimiliki mahasiswa calon guru SD adalah kompetensi dalam memberikan layanan pendidikan inklusi. Pentingnya kompetensi tersebut dianalisis dalam penelitian ini dengan tujuan untuk mendeskripsikan kompetensi dan kesiapan mahasiswa Prodi PGSD Universitas Muhammadiyah Malang dalam pengelolaan pembelajaran ABK di sekolah inklusi. Penelitian ini menggunakan mix method dengan subjek penelitian adalah 300 mahasiswa, lima dosen dan satu tim pengembang inklusi Jawa Timur. Data penelitian dikumpulkan melalui forum group discussion, angket dan dokumentasi yang dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Dari hasil penelitian diperoleh rumusan sepuluh kompetensi pengelolaan pembelajaran inklusi yang hendaknya dapat dikuasai mahasiswa calon guru SD. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa Prodi PGSD UMM memiliki kesiapan yang baik dalam menguasai sepuluh kompetensi tersebut, antara lain 85 persen menguasai kriteria 1, 2, 3, 4, 7 dan 8; 65 persen menguasai kriteria 5 dan 6; 80 persen menguasai kriteria 9 dan 10.
RELASI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM KEMAMPUAN LITERASI SAINS PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Ucu Cahyana; Abdul Kadir; Monalisa Gherardini
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 26 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v26i12017p14-22

Abstract

Abstract: This study aims at describing the effect of Creative Problem Solving (CPS) and Problem Posing method and the ability to think critically regarding science literacy. This research employed experimental treatment by the level of 2 x 2 design. The data of this research was analyzed using two paths the analysis of variance (ANOVA). The result of this research indicated four things, namely; (1) the ability of science literacy among groups of students who are taught using the CPS is higher than group of students taught using methods problem posing; (2) there is an interaction effect between the learning method and the critical thinking skills to the ability of science literacy; (3) the ability of scientific literacy among students with critical thinking skills CPS method is higher than students who treated using problem posing method; (4) the ability of scientific literacy among students with low critical thinking skills using CPS is lower than students using problem posing method. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penerapan metode Creative Problem Solving (CPS) dan Problem Posing, serta kemampuan berpikir kritis terhadap literasi sains. Metode yang digunakan eksperimen dengan desain treatment by level 2 x 2. Teknik analsis varians dua jalur (ANAVA). Hasil dari penelitian ini terdiri dari empat hal yakni; (1) kemampuan literasi sains antar kelompok siswa yang diajar menggunakan metode CPS lebih tinggi dari kelompok siswayang diajar menggunakan metode problem posing; (2) terdapat pengaruh interaksi antara metode pembelajaran dengan kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan literasi sains; (3) kemampuan literasi sains antar siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi yang diberikan metode CPS lebih tinggi dari siswa yang diperlakukan metode problem posing; (4) kemampuan literasi sains antar siswa dengan kemampuan berpikir kritis rendah yang diberikan CPS lebih rendah dari siswa yang diberikan perlakuan metode problem posing.
Pengembangan Kualitas Guru: Upaya Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Sekolah Dasar Nur Amaliyah Hanum; Achmad Supriyanto; Agus Timan
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 29 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v29i12020p38-50

Abstract

This study aims to determine the efforts of principals in improving the quality of primary schools through the development of quality teachers in elementary schools. This research was conducted using qualitative methods with interview techniques. The subject of this study was the principal of the elementary school in Malang Regency. The results of the study showed that the efforts of principals in developing the quality of elementary school teachers have three indicators including (1) teacher motivation, (2) teacher personality, and (3) teacher skills. All indicators have been implemented except that in the implementation of the teacher quality development program there are still some obstacles and the result are less than expected. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya kepala sekolah dalam meningkatkan mutu sekolah dasar melalui pengembangan kualitas guru di sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah dasar di Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya kepala sekolah dalam mengembangkan kualitas guru sekolah dasar terkait dengan tiga indikator, antara lain (1) motivasi guru, (2) kepribadian guru, dan (3) keterampilan guru. Semua indikator sudah dilaksanakan, hanya saja dalam pelaksanaan program pengembangan kualitas guru masih terdapat beberapa hambatan dan hasilnya kurang maksimal.
Pengembangan Media Kartu Baruang (Belajar Bangun Ruang) Berbasis Augmented Reality untuk Kelas VI SD May Famila Mustiqa Ilma; Goenawan Roebyanto; Erif Ahdhianto
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 31 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v31i12022p36-48

Abstract

Learning media is a tool for teachers in delivering learning materials as a way to overcome learning limitations. The purpose of this study is to produce augmented reality-based Kartu Baruang (Learning to Build Space) media product for learning space building materials in grade VI elementary schools. Kartu Baruang media will be tested for validity by learning media experts, mathematics material experts, and users for teachers and their interests for students. This research uses the Dick and Carey development research model which has nine steps from needs analysis to the production of the final product. The results showed that Kartu Baruang media was successfully developed and had met the valid criteria of learning media experts, mathematics material experts and teachers with percentages sequentially as much as 97 percent, 93.33 percent and 99.6 percent. Furthermore, the results of the trial of the disclosure of Kartu Baruang media to students also showed that the media produced was interesting by obtaining a percentage of 93.5 percent. Media pembelajaran merupakan alat bantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran sebagai cara untuk mengatasi keterbatasan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk media Kartu Baruang (Belajar Bangun Ruang) berbasis augmented reality untuk pembelajaran materi bangun ruang di kelas VI sekolah dasar. Media Kartu Baruang akan diuji validitasnya oleh ahli media pembelajaran, ahli materi matematika, dan pengguna untuk guru beserta kemenarikannya untuk siswa. Penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan Dick dan Carey yang memiliki sembilan langkah mulai dari analisis kebutuhan hingga dihasilkannya produk akhir. Hasil penelitian menunjukkan media Kartu Baruang berhasil dikembangkan dan telah memenuhi kriteria valid dari ahli media pembelajaran, ahli materi matematika dan guru dengan persentase secara berurutan sebanyak 97 persen, 93,33 persen dan 99,6 persen. Lebih lanjut, untuk hasil uji coba kemenarikan media Kartu Baruang kepada siswa juga menunjukkan media yang dihasilkan menarik dengan memperoleh persentase sebesar 93,5 persen.
PENGEMBANGAN MODEL BAHAN AJAR BERDIMENSI KARAKTER LOKAL PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KEWARGANEGARAAN DI SD Khairun Nisa; Yusman Mansyur; Ropii Rifai
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 25 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v25i12016p37-46

Abstract

Abstract: Developing learning material with a local dimension in citizenship and Pancasila education at elementary school. The purpose of the research was to develop a learning material model based on character education and local dimension elementary school in citizenship and Pancasila education. The development research method used 4 phases: (1) pre-elementary study, (2) developing a draft of the model, (3) tryout of an original product, (4) socialization and implementation of a final product and recommendations. Results: Teachers’ competency in developing learning material based on local character education, almost teachers had developed syllabus and learning program plan, while the problem that was emerged: largely teachers were not developing basic competency consistent with students’ need and environment, (2) almost teachers had not included learning method with character base. Abstrak: Penelitian ini bertujuan memperoleh model bahan ajar berbasis pendidikan karakter dan berdimensi lokal mata pelajaran PKn SD. Metode penelitian dan pengembangan ini menggunakan tahapan: (1) studi pendahuluan , (2) penyusunan draft model, (3) uji coba produk awal, (4) desiminasi dan implementasi. Pada tahap studi pendahuluan digunakan disain penelitian kualitatif. Hasil penelitian pada tahap ini menunjukkan: (1) hampir semua guru SD di kota Mataram belum pernah menyusun bahan ajar yang berbasis pendidikan karakter berdimensi lokal, (2) permasalahan yang dihadapi guru dalam mengembangkan bahan ajar berdimensi karakter adalah, beban mengajar guru yang lebih, dan kurangnya penghargaan terhadap guru yang mau mengembangkan diri dan berprestasi, (3) faktor pendorong dalam mengembangkan bahan ajar adalah manajemen sekolahnya mendukung, adanya dana BOS, iklim sekolah yang kondusif, dan ketersediaan literature. Sedangkan faktor peluangnya adalah adanya kebijakan dan dukungan pemerintah pusat, Pemda, dan LPMP dalam peningkatan kapasitas guru.
MAKNA KOMUNIKASI VERBAL DAN UNSUR NONVERBALNYA DALAM TUTURAN KONSTATIF DI KELAS I SEKOLAH DASAR Taufina Taufina
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 24 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v24i22015p99-110

Abstract

Abstract: Verbal communication and its nonverbal elements were the base of the formation of the mindset and the positive behaviors of the first graders of elementary schools. One of the forms of the verbal communication and its nonverbal elements needed observing was the constative utterances. The constative utterances were those which were produced to say and to describe facts which the truth could be sought and their values could be seen after the teaching and learning was done. Therefore, the teachers’ skills in precisely producing the constative utterances were absolutely needed. The precision in producing the constative utterances and their nonverbal elements could improve the confidence and the learning enthusiasm of the students. Teachers should be able to produce constative utterances and their nonverbal elements effectively during the teaching and learning processes so that the goals of the teaching and learning could be achieved and the atmosphere could be conducive. Abstrak: Komunikasi verbal dan unsur nonverbalnya menjadi dasar pembentuk pola pikir dan perilaku positif siswa kelas I sekolah dasar. Salah satu bentuk komunikasi verbal dan unsur nonverbal yang perlu diperhatikan adalah tuturan konstatif. Tuturan konstatif merupakan tuturan yang pengutaraannya digunakan untuk mengatakan sesuatu, menggambarkan fakta-fakta yang bisa dicari kebenarannya, dan nilainya dapat dilihat setelah dilakukan proses pembelajaran. Untuk itu, kepiawaian guru dalam mengungkapkan tuturan konstatif dan unsur nonverbalnya secara tepat mutlak diperlukan. Ketepatan pengungkapan tuturan konstatif dan unsur nonverbalnya dapat meningkatkan rasa percaya diri dan antusiasme siswa dalam belajar. Guru hendaknya dapat mengungkapkan tuturan konstatif dan unsur nonverbalnya secara efektif dalam proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran tercapai dan suasananya menjadi kondusif.
Eksistensi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar Ari Susandi; Siti Mas'ula; Budi Setiawan; Aries Dirgayunita; Yulina Fadilah
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 31 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v31i12022p49-57

Abstract

This study aims to explore the existence of character education values for elementary school students with online learning and door to door learning system, by choosing descriptive qualitative as its implementation. The research location was MI Muhammadiyah 1 Probolinggo City. The informants in this study were teachers from grade 1 to grade 3, totaling six people. This study used a phenomenological type of research. Data obtained by direct observation, interviews and documentation. Data analysis was carried out through data reduction, data display, and verification. The results of this study are (1) teachers must be able to provide an online learning system to support the existence of character education values for elementary school students during online learning; (2) collaboration of online learning with door to door provides enormous benefits in the development of the character values; (3) the role of teachers in learning innovation and collaboration with parents can help optimizing the development and habituation of the character values in students. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi eksistensi nilai-nilai pendidikan karakter siswa sekolah dasar dengan sistem pembelajaran online dan door to door, dengan memilih deskriptif kualitatif sebagai implementasinya. Tempat penelitian adalah MI Muhammadiyah 1 Kota Probolinggo. Informan dalam penelitian ini adalah guru kelas 1 hingga kelas 3 yang berjumlah enam orang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian fenomenologi. Data didapatkan dengan observasi langsung, wawancara serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, display data, juga verifikasi. Hasil dari penelitian ini meliputi, (1) guru harus mampu mengembangkan sistem pembelajaran online untuk mendukung eksistensi nilai-nilai pendidikan karakter siswa sekolah dasar selama pembelajaran online; (2) kolaborasi pembelajaran secara daring atau online dengan door to door ini memberikan manfaat yang sangat besar dalam pengembangan nilai karakter; (3) peran guru dalam inovasi pembelajaran dan kerja sama dengan orang tua dapat membantu mengoptimalkan perkembangan dan pembiasaan nilai karakter dalam diri siswa.
MULTIMEDIA DALAM PENGEMBANGAN LITERASI DI SEKOLAH DASAR TERPENCIL Tatat Hartati
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 25 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v25i12016p47-54

Abstract

Abstract: This study aims at designing multimedia-based literacy learning model and PAIKEM (Active, Innovative, Creative, Effective, Fun) approach in a remote area of West Java. This research used Research Development approach in two schools within the remote area in Subang and Bandung District Barat. The result of this research showed that teachers in remote areas of West Java require training materials and methods based on PAIKEM literacy and the use of computers for learning media. Computer media used for the training of making a power point and Camtasia studio. Abstrak: Penelitian ini bertujuan merancang model pembelajaran literasi berbasis multimedia dan pendekatan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan) di daerah terpencil Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan, Research Development dengan seting dua sekolah terpencil di Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru-guru di daerah terpencil Jawa Barat memerlukan pelatihan materi dan metode literasi berdasarkan PAIKEM dan penggunaan komputer untuk media pembelajaran. Media computer yang dilatihkan adalah powerpoint dan camtasiastudio.
Motivasi Tenaga Pengajar Di Pedalaman Papua Dalam Mengajar dan Melanjutkan Studi pada Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Sebuah Kajian Fenomenologis) Agus Kichi Hermansyah; Adi Sumarsono; Dewi Puji Rahayu; Fredy Fredy
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 29 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v29i12020p51-63

Abstract

This research aims to study and analyze the phenomena of teacher motivation in teaching and continuing studies in Higher Education. This study used a qualitative phenomological approach, which involved as many as five participants from the teachers who continued their studies in the PGSD Department at Musamus University. The process of collecting data through interview and observation methods. The main motivational research results of teachers teaching largely because of motivation from outside, namely permanent employment and income, there is also an internal motivation that is serving the country, and awareness to contribute. Motivation for continuing studies is encouragement to adjust to government regulations. The factor of getting prosperity is the last motivation because there is awareness to serve as a teacher. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisa fenomena motivasi tenaga pengajar dalam mengajar dan melanjutkan studi di Perguruan Tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, yang melibatkan partisipan sebanyak lima orang guru yang melanjutkan studi di jurusan PGSD Universitas Musamus. Proses pengumpulan data melalui metode wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan motivasi utama guru mengajar sebagian besar karena motivasi dari luar, yaitu pekerjaan tetap dan mendapatkan penghasilan; motivasi internal untuk mengabdi kepada negara serta kesadaran untuk berkontribusi. Motivasi melanjutkan studi meliputi dorongan penyesuaian dengan peraturan pemerintah. Faktor mendapatkan kesejahteraan menjadi motivasi terakhir karena terdapat kesadaran untuk mengabdi sebagai guru.
KERAJINAN TANGAN DI BLITAR SEBAGAI SUMBER BELAJAR SENI BUDAYA DAN PRAKARYA (SBdP) SEKOLAH DASAR Sumanto; Muhana Gipayana; Rumidjan
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 24 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v24i22015p111-123

Abstract

Abstract: The current study was intended to describe the types, the models, the techniques and the materials of the handicrafts in Blitar City/Regency which could be treated as the learning sources of cultural arts and crafts in elementary schools. The subjects of this study were the handicrafts home industries. The data was collected by using observation, documentation, and interview techniques. The results suggested that (1) the types of the crafs included the key chains, bags, kendang, brooches, ketipung, birdcage crowns, marakas, creative bamboo, potteries, painted glasses, barongan, carved woods, puppets, and batik; (2) most of the models were three dimentionals and a few of them were two dimentionals; (3) the techniques were carving, sewing, tying, threading, applying, embroidering, folding, jiggering and jolleying, voluting, swiveling , printing, screen printing, painting, torah, and loathing; and (4) the materials were woods, coconut shells, leather, bamboo, clothes, and paper. Abstrak: penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis, model, teknik, dan bahan kerajinan tangan di Kota/Kabupaten Blitar yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar Seni Budaya dan Prakarya Sekolah Dasar (SBdP SD). Subyek penelitian adalah home industri kerajinan tangan di Blitar. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan (1) jenis kerajinan meliputi bandul kunci, tas, kendang, bros, ketipung, mahkota sangkar burung, marakas, bambu kreatif, gerabah, kaca lukis, barongan, ukir kayu, wayang, dan batik; (2) modelnya sebagian besar tiga dimensi dan sebagian kecil dua dimensi; (3) tekniknya anyaman, ukiran, jahit, Ikat, rangkai-ronce, aplikasi, sulaman, batik, lipat, butsir, pilin, putar, cetak, sablon, lukis, torah dan bubut. (4) bahannya, yaitu kayu, batok kelapa, kulit, bambu, kain, plastik, dan kertas.

Page 9 of 22 | Total Record : 218