cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
betty.masruroh@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.sd@gmail.com
Editorial Address
Universitas Negeri Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan
ISSN : 08548285     EISSN : 25811983     DOI : 10.17977
Core Subject :
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan publishes articles on conceptual ideas, studies, and application of theories, practical writing, and the results of educational research and teaching of primary schools. Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan first appeared in 1992 under the name KREATIF. SEKOLAH DASAR changed its name to Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan starting 2017. In 2018 Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan indexed DOAJ.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
Penggunaan Model Inkuiri Sosial untuk Meningkatkan Kecerdasan Sosial Siswa Kelas V Samuel Patra Ritiauw; Elsinora Mahananingtyas; Titin Ode
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 30 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v30i12021p32-46

Abstract

This study aims to examine the application of social inquiry models related to increasing social intelligence in social studies subjects in an elementary school. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental research type with a One Group Pretest-Postest design. The result shows that the five indicators of social intelligence developed are self-awareness, working with others, communicating, empathizing, and problem-solving. All indicators have been successfully improved by implementing the social model of inquiry on 25 fifth-grade students of MI Salman Al-Farisi. Of the five indicators of social intelligence developed, problem-solving intelligence is the indicator of social intelligence with the highest increase compared to the empathic indicator, which is in the low criterion, while other indicators are in the medium category. Penelitian bertujuan menguji penerapan model inkuiri sosial terkait dengan peningkatan kecerdasan sosial pada Mata Pelajaran IPS di SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu dengan desain One Group Pretest-Postest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima indikator kecerdasan sosial yang dikembangkan yakni kesadaran diri, mampu bekerjasama dengan orang lain, mampu berkomunikasi, berempati dan pemecahan masalah, berhasil ditingkatkan melalui implementasi model sosial inkuiri pada 25 siswa kelas V MI Salman Al-Farisi. Dari kelima indikator kecerdasan sosial yang dikembangkan, kecerdasan memecahkan masalah merupakan indikator kecerdasan sosial yang paling tinggi peningkatannya jika dibandingkan dengan indikator berempati yang berada pada kriteria rendah, sementara indikator lainnya berada pada kategori sedang.
ANALISIS KEBUTUHAN GURU DALAM PENGIMPLEMENTASIAN KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH DASAR Nurcholis Sunuyeko; Ahmad Lani; Lilik Wahyuni
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 25 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v25i12016p18-26

Abstract

Abstract: The study aims at mapping Malang’s primary school teachers need in implementing 2013 Curriculum. The study was a survey and need assessment study. The data were obtained through observation, questionnaire, in-depth interview, and focusing group discussion (FDG). The data, later, were analysed in the qualitative and quantitative analysis. The result of the study showed that Malang’s primary school teachers’ needs are: 1) standard materials to socialize 2013 Curriculum, 2) guidelines in the form of document, 3) in-depth training, 4) detailed explanation of 2013 Curriculum, 5) socialization or training for all primary school teachers, 6) re-explanation for teacher better understanding, and 7) special training on evaluation. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendapatkan peta kebutuhan guru SD Kota Malang dalam pengimplementasian Kurikulum 2013. Penelitian menggunakan rancangan survey dan need assesment. Teknik pengumpulan data observasi, angket, wawancara mendalam, dan focusing group discussion (FDG). Analisis data secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan guru SD kota Malang adalah (1) bahan sosialisasi kurikulum 2013 yang baku, (2) panduan dalam bentuk dokumen, (3) pelatihan yang mendalam, (4) penjelasan yang lebih rinci tentang kurikulum 2013, (5) pembinaan atau sosialisasi kepada semua guru, (6) penjelasan ulang agar guru bisa memahami dengan lebih baik, dan (7) pelatihan khusus tentang cara mengevaluasi.
PENDIDIKAN BUDI PEKERTI BERBASIS CERITA ANAK MELALUI PENANAMAN NILAI ETIS-SPIRITUAL DI SD Edy Suryanto; Raheni Suhita; Yant Mujiyanto
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 24 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v24i12015p57-68

Abstract

Abstract: the current study was intended to (1) find the model of character building for elementary school students, and (2) test the effectiveness of the character building model for elementary school students. The study utilized descriptive qualitative method. The data was collected by using observation, interview, document analysis, and test. The analysis technique of the interactive model and the product tryout were conducted by using experimental technique. The results of the study were (1) the early product development was prepared in such a way that the students would find the values by questioning and internalization processes through role playing, it would be meaningful if it was followed by making them habit in other relevant subjects, modeling, and giving examples; and (2) model could be used to effectively build the characters of the students in elementary schools. Abstrak: Penelitian ini bertujuan (1) menemukan model pendidikan budi pekerti untuk siswa SD, dan (2) menguji keefektifan model pendidikan budi pekerti untuk siswa SD. Penelitian menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data menggunakan terknik observasi, wawancara, analisis dokumen, dan tes. Teknik analisis model interaktif dan pengujian produk dengan teknik eksperimen. Hasil penelitian, (1) pengembangan awal model dikemas sampai pada tahap siswa menemukan nilai melalui pertanyaan-pertanyaan dan proses internalisasi melalui bermain peran, hal itu bermakna bila ditindaklanjuti dengan pembiasaan pada mata pelajaran lain yang relevan, pemodelan, dan keteladan; dan (2) model dapat digunakan untuk pembangunan karakter siswa secara efektif di SD.
MODEL PENGIMPLEMENTASIAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS GENDER DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SD Lilik Wahyuni
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 24 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v24i12015p69-81

Abstract

Abstract: the aim of this study was to obtain implementation model of gender based character building in Indonesian lesson in elementary schools. The current study utilized developmental and experimental research design. The data was collected by using questionnaire and in-depth interview by analyzing the qualitative and quantitative data. The results of the study were the gender based policies of the schools of character, the policies of implementing the gender based character building, the blueprint of gender based character building implementation in Indonesian, and the implementation of the gender based character building. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan model pengimplementasian pendidikan karakter berbasis gender dalam pembelajaran bahasa Indonesia SD. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan dan eksperimental. Pengumpulan data dilakukan dengan angket dan wawancara mendalam dengan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah kebijakan sekolah berkarakter berbasis gender, kebijakan pelaksanaan pendidikan karakter berbasis gender, kisi-kisi pengimpelementasian pendidikan karakter berbasis gender dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, dan pengimplementasian pendidikan karakter berbasis gender.
ALTERNATIF MODEL PEMBELAJARAN MENYIMAK BAHASA KEDUA/ASING LEVEL DASAR Nurchasanah
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 24 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v24i12015p82-90

Abstract

Abstract: Most people considered that proficient in a language meant fluent in speaking. The speaking skills were always related to the listening skills. Without having good listening skills, anybody’s speaking skills would not be perfect. Therefore, the listening skills were needed in order to achieve the perfection of other language proficiency. To achieve the listening skills, especially listening to the second or foreign language on basic or beginner level, there were several alternative teaching and learning model which could be implemented. The alternative models were classified into several points of view. Determining the proper teaching and learning needed skills in choosing by considering the purpose of the listening teaching and learning, the students’ scheme, the text’s conditions, and the development of the students’ cognitive. Abstrak: Sebagian besar orang menganggap bahwa mahir berbahasa berarti mahir berbicara. Keterampilan berbicara selalu terkait dengan keterampilan menyimak.Tanpa berbekal keterampilan menyimak yang bagus, keterampilan berbicara seseorang tidak akan sempurna. Karena itu, keterampilan menyimak sangat diperlukan demi kesempurnaan keterampilan berbahasa yang lain. Untuk mencapai kompetensi menyimak, khususnya menyimak bahasa kedua/asing pada level dasar atau pemula, ada berbagai alternasi model pembelajaran yang dapat diterapkan. Alternasi model pembelajaran yang dimaksud terklasifikasi atas beberapa sudut pandang. Untuk menentukan model pembelajaran yang tepat, diperlukan kecakapan dalam memilihnya dengan mempertimbangkan tujuan pembelajaran menyimak, skema siswa, kondisi teks, dan perkembangan kognisi siswa.
Hubungan Wawasan Kebangsaan Terhadap Prestasi Mahasiswa PGSD dengan Motivasi Sebagai Variabel Moderatingnya (Studi Pada Prodi PGSD di Jawa Timur) Putri Mahanani; Muchtar Muchtar; Siti Umayaroh; M.Imron Rosyadi; Iva Sugiarti; Mohammad Resnanda Anugerah; Ike Yuli Kurniawati; Christianto Saputro
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 29 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v29i12020p28-37

Abstract

This study aims to provide empirical evidence about the influence of national insight and motivation on the relationship between national insight on the achievements of PGSD students. The design used in this study is quantitative research. The research instrument is a questionnaire. The research done in East Java, Malang and Jember. There were 432 respondents who were spread from state and private universities in East Java. Based on the data analysis, it was found that the students' knowledge related to national outlook did not affect the achievements of PGSD students. But motivation has been proven to influence the relationship between national insight and PGSD student achievement. The results showed that the existence of motivation (moderating variable) would be able to strengthen the relationship of national insight to student achievement. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh wawasan kebangsaan serta motivasi terhadap hubungan antara wawasan kebangsaan dengan prestasi mahasiswa PGSD. Rancangan penelitian menggunakan penelitian kuantitatif. Instrument penelitian berupa angket. Penelitian dilakukan di Jawa Timur, yaitu Malang dan Jember. Terdapat 432 responden yang tersebar di perguruan tinggi negeri maupun swasta di Jawa Timur. Berdasarkan hasil analisis data, didapatkan hasil bahwa pengetahuan mahasiswa terkait wawasan kebangsaan tidak memengaruhi prestasi mahasiswa PGSD. Namun motivasi terbukti memengaruhi hubungan antara wawasan kebangsaan dan prestasi mahasiswa PGSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya motivasi (variabel moderating) akan dapat memperkuat hubungan wawasan kebangsaan terhadap prestasi mahasiswa.
ANALISIS KESESUAIAN ISI BUKU TEMATIK KELAS IV SEKOLAH DASAR DENGAN PENDIDIKAN KARAKTER, DAN PENDEKATAN SCIENTIFIC Ruminiati Ruminiati; Khusubakti Andajani
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 25 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v25i12016p27-36

Abstract

Abstract: This study is designed to analyse the content of thematically integrated textbook for students at fourth-grade primary schools with character building and scientific approach. The study is descriptive qualitative study. The result of the study showed that generally, the materials within the book have been developed in accordance with character building and thematic approach. However, there was some discordance within the thematic textbook that were suggested by the government, especially in character building and scientific approach aspects. In summary, the textbook for students at fourth-grade primary school which is published by the Ministry of Education and Culture does not fully contain character building and scientific approach. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isi buku tematik siswa kelas IV SD dengan pendekatan pendidikan karakter dan scientific. Rancangan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara umum materi dalam buku tersebut telah dikembangkan dengan memperhatikan aspek pendidikan karakter dan pendekatan scientific. Namun, di beberapa bagian terdapat sejumlah ketidaksesuaian buku tematik siswa yang telah diamanatkan Kurikulum 2013, khususnya dalam aspek pendidikan karakter dan pendekatan scientific. Kesimpulannya, buku siswa kelas IV SD yang diterbitkan Kemendikbud berdasarkan Kurikulum 2013 belum seluruhnya benar dari pendidikan karakter dan pendekatan scientific.
Sikap Ilmiah Siswa Melalui Metode Inkuiri: Pembelajaran Sains di SD Negeri Kabupaten Bima Raden Sudarwo; Adi Apriadi Adiansha
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 31 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v31i12022p26-35

Abstract

Preliminary studies indicate that the scientific attitude of students in one of the elementary schools in science learning is still relatively low, especially in carrying out science learning tasks. Based on this condition, this study aims to determine the scientific attitude of students in learning through the application of the inquiry method. The research was carried out in the Rada State Elementary Schools, Bima Regency for the fourth grade of 27 students. The research method used was classroom action research with two cycles consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. Research data were collected through test and observation techniques. The results showed that the inquiry method was very appropriate to be applied to science learning in grade IV to improve scientific attitudes. The scientific attitude includes curiosity, cooperation, not despair, not presumption, introspection, and responsibility. The results also show an increase in students' scientific attitudes in learning science so that they can make a positive contribution to science learning that needs to be applied sustainably in elementary schools. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa sikap ilmiah siswa di salah satu sekolah dasar dalam pembelajaran sains masih tergolong rendah khususnya dalam pengerjaan tugas pembelajaran sains. Berpijak dari kondisi ini, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap ilmiah siswa dalam pembelajaran melalui penerapan metode inkuiri. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Rada, Kabupaten Bima untuk kelas IV sejumlah 27 siswa. Metode penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode inkuiri sangat tepat diterapkan pada pembelajaran sains di kelas IV untuk meningkatkan sikap ilmiah. Sikap ilmiah tersebut meliputi rasa ingin tahu, kerjasama, tidak putus asa, tidak buruk sangka, mawas diri, dan bertanggung jawab. Hasil penelitian juga menunjukkan terjadinya peningkatan sikap ilmiah siswa dalam pembelajaran sains sehingga dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembelajaran sains yang perlu diterapkan secara berkelanjutan di sekolah dasar.
PENINGKATAN PROFESIONAL GURU MELALUI KOMUNIKASI INFORMAL Sri Handayani
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 24 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v24i12015p91-97

Abstract

Abstract: The study was aimed at describing (1) the process and the components of informal communication in improving the teachers’ professionalism, and (2) the informal communication model in improving the professionalism of elementary school teachers in Jember Regency. The research method used was qualitative with phenomenological approach which was multi-site study on three elementary schools. The data was collected by interviewing, observing, and documenting. The data analysis was carried out by using flow and constant comparative models. The results showed the improvement of the teachers’ professionalism through the process and the components of informal communication including cognitive, affective, and psychomotor aspects. The informal communication model in improving the teachers’ professionalism on this case (1) was in the form of direct interactive model, (2) was in the form of indirect interactive model, and case (3) was in the form of direct and indirect interactive model. Abstrak: Penelitian bertujuan mendeskripsikan (1) proses dan komponen komunikasi informal dalam meningkatkan profesional guru; dan (2) model komunikasi informal dalam meningkatkan profesional guru di SD Kabupaten Jember. Metode penelitian kualitatif, pendekatan fenomenologis, dengan rancangan studi multi kasus pada tiga Sekolah Dasar. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model alir dan comparative constant. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan professional guru melalui proses dan komponen komunikasi informal meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Model komunikasi informal dalam meningkatkan profesional guru pada kasus (1) adalah interaktif langsung, (2) dengan model interaktif tidak langsung, dan kasus (3) dengan model interaktif langsung dan tidak langsung.
PENGEMBANGAN E-MODUL GEOMETRI DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK DI SEKOLAH DASAR Achmad Buchori; Noviana Dini Rahmawati
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 26 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v26i12017p23-29

Abstract

Abstract: This study aims at developing 4D model into 3D following define, design, and development phase. E-module with RME approach is firstly validated by media expert, material expert and also questionnaire of student response. It obtained a score of 85.2% from a material expert, 89.2% from media expert validation 89.2%, and 85.2% from students’ response, hence, E-modules developed deserve to be utilized with the very good category. In addition, the experiment class’ learning outcomes are better than control classes. Therefore, E-module development with RME approach is feasible and can be used in elementary mathematics learning particularly in Geometry learning. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangan model 4D menjadi 3D dengan tahap define (pendefinisian), design (perencanaan), dan development (pengembangan). E-modul dengan pendekatan PMR terlebih dahulu dilakukan uji validasi oleh ahli media, ahli materi dan juga angket tanggapan siswa. Diperoleh rata-rata penilaian validasi ahli materi 85,2%, validasi ahli media 89,2%, penilaian tanggapan siswa 85,2%, Jadi media E-modul layak digunakan dengan kategori sangat baik. Hasil belajar kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Jadi pengembangan E-modul dengan pendekatan PMR layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran matematika SD khususnya geometri.

Page 8 of 22 | Total Record : 218