cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 726 Documents
PENGARUH VARIASI OFFSET TERHADAP KARAKTERISTIK KEKERASAN HASIL PENGELASAN SIMULTANEOUS DOUBLE-SIDED FRICTION STIR WELDED ALUMINIUM AA6061-T6 DENGAN GEOMETRI PIN SEGITIGA Febrina Aulia Sukma; Sulardjaka Sulardjaka; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 1 (2026): VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium Aluminium paduan AA6061-T6 banyak digunakan pada aplikasi struktural karena memiliki kekuatan tinggi, bobot ringan, dan ketahanan korosi yang baik. Namun, pengelasan fusi konvensional sering menimbulkan cacat internal, distorsi termal, serta penurunan sifat mekanik pada daerah las. Sebagai alternatif, metode Simultaneous Double-Sided Friction Stir Welding (SDFSW) dikembangkan untuk menghasilkan sambungan berkualitas melalui proses solid-state welding. Meskipun demikian, kajian mengenai pengaruh variasi offset geometri pin terhadap karakteristik kekerasan sambungan SDFSW masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi offset pin segitiga sebesar 2 mm dan 4 mm terhadap distribusi microhardness Vickers sambungan SDFSW aluminium AA6061-T6 dengan dukungan pengujian radiografi dan mikrografi. Hasil radiografi menunjukkan bahwa kedua variasi offset bebas dari cacat internal signifikan. Distribusi kekerasan memperlihatkan profil berbentuk “W” dengan nilai base metal sekitar 90–95 VHN dan nilai minimum pada zona HAZ sebesar 45–58 VHN akibat fenomena HAZ softening. Pada zona stir zone (SZ), nilai kekerasan berada pada kisaran 60–72 VHN. Meskipun perbedaan nilai kekerasan antara offset 2 mm dan 4 mm relatif kecil, offset 4 mm menunjukkan distribusi kekerasan yang lebih stabil dan homogen, yang berkorelasi dengan mikrostruktur zona adukan yang lebih seragam. Secara umum, variasi offset 4 mm menghasilkan karakteristik distribusi kekerasan yang lebih konsisten pada sambungan SDFSW aluminium AA6061-T6.
ANALISIS PENGARUH GEOMETRI MODEL PADA MEKANIKA KONTAK ASPERITAS BENTUK SINUSOIDAL MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Muhammad Nur Afi; Sri Nugroho; Jamari Jamari
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukaan material memiliki kekasaran permukaan dengan profil lembah dan bukit yang tidak beratuan atau disebut dengan asperitas. Pengamatan perilaku kontak mekanik pada tingkat asperiti perlu dilakukan untuk meningkatkan efisensi kerja. Pemodelan sederhana dilakukan guna merepresentasikan kekasaran permukaan untuk dilakukan analisis. Salah satu model yang sering digunakan untuk menggambarkan kekasaran permukaan adalah bentuk sinusoidal. Pada penelitian ini dilakukan analisis pengaruh kondisi geometri pemodelan kontak asperitas menggunakan metode elemen hingga. Pengamatan berfokus pada model asperitas kondisi bebas dimana terdapat material dibawahnya dan kondisi terisolasi. Model geometri dilakukan studi konvergensi mesh dan didapatkan ukuran mesh efektif sebesar 0,001 mm. Selanjutnya validasi dengan solusi analitik kontak Westergaard dilakukan dan dihasilkan grafik yang memiliki nilai tidak jauh berbeda dengan tren yang mirip pada pengamatan luas area kontak. Berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan, kedalaman material tidak mempengaruhi luas area kontak dan tegangan permukaan yang terjadi pada permukaan asperitas.
PENGUJIAN POROSITAS PIRINGAN BERPORI BERBAHAN MATERIAL CORUNDUM HASIL PROSES SINTERING Ghazy Nibraskara Adhi Mahasin; Sulistyo Sulistyo; Agus Suprihanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material berpori dapat dibuat dari berbagai macam jenis material, meliputi material logam, material polimer, dan material keramik. Salah satu tipe material berpori yang berbahan dari material keramik adalah corundum yang terbuat dari alumunium oksida (Al2O3). Corundum memiliki karakteristik dimana mampu menyimpan panas dengan baik sehingga banyak digunakan sebagai isolator panas. Karakteristik tersebut dipengaruhi oleh sifat permeabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian permeabilitas material pori dalam bentuk piringan berbahan baku serbuk corundum dengan variasi suhu sintering. Permeabiltas yang dikaji memiliki variasi gas yaitu oksigen, nitrogen, dan udara. Pembuatan piringan berpori berdiameter 25 mm dan tebal sebesar 2 mm melalui 3 tahap yaitu, tahap mixing dengan mencampurkan alumunium oksida (Al2O3) sebesar 97% dan Polyethylene Glicol (PEG) sebesar 3% hingga homogen. Lalu di kompaksi dengan tekanan sebesar 686 Mpa dan dilakukan proses sintering. Proses sintering ini dilakukan dengan 3 variasi suhu 11000C, 12000C, dan 13000C dengan laju pemanasan 100C/min. Spesimen yang sudah disinter akan diuji nilai porositasnya menggunakan metode massa. Pengujian porositasnya menggunakan alat timbangan analitik untuk mengetahui massa kering dan basahnya. Didapatkan nilai porositas pada suhu 11000C sebesar 12,87%, suhu 12000C sebesar 10,32%, dan pada suhu 13000C sebesar 9,69%. Maka dapat disimpulkan semakin tinggi suhu sintering, semakin kecil nilai porositas pada piringan berpori.
PERANCANGAN ALAT PENGAMBIL SAMPEL BIJIH NIKEL BERPENGGERAK MOTOR HIDROLIK Fauzaan Alfan Furqontaka; Susilo Adi Widyanto; Paryanto Paryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kegiatan penambangan bijih nikel dilakukan proses pengambilan sampel (sampling). Proses pengambilan sampel adalah kegiatan pengambilan suatu material di lokasi tambang yang bertujuan untuk mengetahui kadar atau kualitas material nikel yang telah ditambang secara keseluruhan. Pengambilan sampel yang dilakukan saat ini rata-rata menggunakan sekop JIS (Japanese Industrial Standart) secara manual. Pada proses pengambilan sampel bijih nikel secara manual akan menghasilkan sampel yang tidak representatif. Tugas akhir ini bertujuan untuk mendesain alat pengambil sampel bijih nikel secara otomatis yang dapat menghasilkan sampel representatif. Proses perancangan alat pengambil sampel bijih nikel meliputi studi literatur dan pengumpulan data, perancangan desain, serta penentuan komponen-komponen penyusun alat pengambil sampel bijih nikel dengan bantuan software Solidworks. Perancangan desain yang dilakukan menghasilkan spesifikasi alat pengambil sampel bijih nikel dengan daya angkut sampel (m): ±20 kg, kecepatan pengambilan sampel (f): 1 meter/menit, tinggi alat (p): 1422 mm, lebar alat (l): 225 mm, dan estimasi berat alat 85 kg. Komponen alat pengambil sampel bijih nikel berupa poros screw, tabung screw, flange, serta bracket motor hidrolik dengan material AISI 1045. Komponen pendukung berupa 2 buah tapper roller bearing tipe 30208 dan sebuah bearing support tipe 6005 dengan sumber penggerak alat berupa motor hidrolik bertenaga 0,1 kW dan bertorsi 7,9 Nm.
RANCANG BANGUN ROBOT LOWER-LIMB EXOSKELETON DENGAN MEKANISME CABLE DRIVEN GUNA REHABILITASI GANGGUAN MOBILITAS Hari Agung Hazma Hizrian; Mochammad Ariyanto; Munadi Munadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 1 (2026): VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan mobilitas pada ekstremitas bawah akibat kondisi medis seperti stroke atau cedera tulang belakang memerlukan intervensi rehabilitasi yang efektif. Teknologi robot exoskeleton berkembang sebagai solusi asistif, namun tantangan utama terletak pada bobot perangkat dan interaksi yang aman dengan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun prototipe lower-limb exoskeleton menggunakan mekanisme cable-driven yang ringan serta mengembangkan sistem analisis pola jalan (gait analysis) berbasis visi komputer yang terjangkau. Perancangan mekanik menggunakan motor Brushless DC (BLDC) dengan transmisi kabel sintetis (Dyneema) dan komponen struktural berbahan PLA hasil cetak 3D. Sistem kendali dan monitoring dikembangkan menggunakan algoritma Python dengan pustaka MediaPipe untuk mendeteksi sudut sendi secara real-time tanpa penanda (markerless). Evaluasi kinerja meliputi karakterisasi gaya tarik aktuator terhadap sinyal PWM dan validasi akurasi sistem pengukuran visual dibandingkan dengan perangkat lunak standar Kinovea. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aktuator mampu menghasilkan gaya tarik maksimum sebesar 8,34 N (0,85 kg) pada kondisi beban puncak. Validasi sistem pengukuran menunjukkan korelasi tinggi antara metode Python/MediaPipe dan Kinovea, membuktikan keandalan sistem dalam memantau sudut fleksi lutut dan orientasi vertikal tubuh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mekanisme cable-driven efektif dalam mereduksi bobot sistem pada kaki, dan integrasi sistem visi komputer menawarkan solusi monitoring rehabilitasi yang presisi.
PENILAIAN RISIKO DAN PERENCANAAN INSPEKSI PADA PIPA LEPAS PANTAI BERDASARKAN METODE RISK BASED INSPECTION (RBI) Raka Sukma Bramantya; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpipaan adalah salah satu metode yang paling praktis dan terjangkau untuk transportasi minyak dan gas. Akibatnya, masalah kegagalan pipa semakin banyak terjadi. Faktor ekonomis dan lingkungan serta kehidupan manusia menjadi pertimbangan untuk melibatkan masalah saat ini sebagai integritas struktural dan standar keamanan. Oleh karena itu, keandalan integritas struktural dan keamanan jaringan pipa minyak dan gas dalam berbagai kondisi termasuk adanya cacat harus dievaluasi secara seksama. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui laju korosi, remaining life time dan risk level serta merekomendasikan penyusunan prioritas inspeksi pada instrumen pipa gas lurus (inlet automatic valve KP-20 Ø 14”), pipa Gas Lurus (Outlet Automatic Shutdown Valve KP-20 Ø 14”) dan sambungan Tee (KP-20 Ø 14”) pada Stasiun Gas KP-20, Blora, Jawa Tengah milik salah satu perusahaan distributor gas alam untuk pembangkit listrik menggunakan metode Risk-Based Inspection menggunakan standard API 581 dengan bantuan software hitung Microsoft Excel.Hasil dari penelitian ini adalah langkah-langkah menentukan Risk Level pada setiap instrumen menggunakan metode Risk-Based Inspection standard API 581 dan hasil berikutnya adalah merekomendasikan perencanaan inspeksi yang efektif berdasarkan Risk Level dan Remaining Life Time.
UJI EFEKTIVITAS AIR COOLER DENGAN SUHU FLUIDA DINGIN KONSTAN (STEADY STATE) Muhammad Tafarel Firjatullah; Bambang Yunianto; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat penukar kalor (heat exchanger) banyak digunakan pada berbagai instalasi industri, antara lain pada: boiler, kondensor, cooler, cooling tower. Sedangkan pada kendaraan adalah radiator yang pada dasarnya berfungsi sebagai alat penukar kalor. Tujuan perpindahan kalor di dalam proses industri diantaranya adalah untuk memanaskan atau mendinginkan fluida hingga mencapai kalor tertentu yang dapat memenuhi persyaratan untuk proses selanjutnya. oleh karena itu, penting dilakukannya penelitian untuk menghasilkan heat exchanger yang lebih efisien. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh efektivitas dan efisiensi air cooler heat exchanger dengan suhu fluida dingin yang konstan (steady state) saat maksimum serta pengaruh variasi kecepatan aliran pompa dan fan terhadap kinerjanya. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental pada air cooler heat exchanger dengan variasi debit air sebesar 0 L/min, 2,5L/min, 5L/min dan variasi kecepatan udara sebesar  1,67 m/s, 2,5 m/s, dan 3,34 m/s. Pengamatan dan perbandingan yang dilakukan adalah pengamatan suhu udara yang keluar dari kipas dengan suhu paling minimum hingga mencapai kondisi steady state. Hasil uji eksperimental menunjukkan bahwa efektivitas terbaik didapat dengan nilai sebesar 0,608696 dan efisiensi terbaik didapat dengan nilai 96%, hasil terbaik ini diperoleh ketika air cooler heat exchanger dioperasikan dengan variasi debit air sebesar 5L/min dan kecepatan udara 1,8 m/s. Kondisi operasional dengan debit air sebesar 5L/min dan kecepatan udara 1,8 m/s menjadi kondisi operasional terbaik karena banyaknya jumlah air yang mengalir melalui heat exchanger sehingga  meningkatkan kapasitas pendinginan dan kecepatan udara yang rendah memberikan waktu kontak yang cukup antara udara dan permukaan heat exchanger.
STUDI KONVERGENSI MESH PADA KONTAK DUA HEMISPHERE MENGGUNAKAN METODE FINITE ELEMENT Muhammad Ryan; Sri Nugroho; Jamari Jamari
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 1 (2026): VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis kontak antara dua hemisphere merupakan permasalahan penting dalam mekanika kontak yang sering dianalisis menggunakan metode Finite Element (FEM). Akurasi hasil simulasi sangat dipengaruhi oleh ukuran dan kerapatan mesh, terutama pada daerah kontak. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi konvergensi mesh pada model dua dimensi (2D) dari kontak dua hemisphere menggunakan FEM. Model 2D dibuat dengan pemberian kondisi batas dan beban tekan untuk mensimulasikan interaksi kontak. Variasi ukuran mesh diterapkan untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap hasil tegangan kontak dan deformasi. Hasil menunjukkan bahwa semakin halus mesh yang digunakan, nilai hasil simulasi cenderung konvergen dan lebih stabil. Studi ini menegaskan pentingnya pemilihan mesh yang tepat untuk memperoleh hasil analisis FEM yang akurat pada permasalahan kontak.
ANALISIS NUMERIK VARIASI LAPISAN PADA BEJANA TEKAN KOMPOSIT TIPE IV MENGGUNAKAN FEM Fathan Nadhir Rusyandi; Mohammad Tauviqirrahman; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 13, No 2 (2025): VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2025
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyelidiki perilaku struktural bejana tekan komposit Tipe IV di bawah tekanan internal menggunakan analisis elemen hingga (FEA). Model yang digunakan memiliki liner dari polietilena densitas tinggi (HDPE) yang diperkuat dengan lapisan luar komposit polimer yang diperkuat serat karbon. Analisis difokuskan pada pengaruh jumlah lapisan komposit terhadap tegangan lingkar, dan deformasi total. Empat konfigurasi lapisan dievaluasi. Peningkatan jumlah lapisan dari 5 menjadi 20 menyebabkan penurunan tegangan lingkar sebesar 69,9% dan pengurangan deformasi sebesar 66,7%. Hasil ini menyoroti pengaruh signifikan ketebalan laminasi terhadap perilaku tegangan. Optimasi jumlah lapisan dapat secara signifikan meningkatkan keamanan dan efisiensi bejana tekan komposit, khususnya untuk aplikasi penyimpanan hidrogen bertekanan tinggi.
SIMULASI KOMPUTASI BANTALAN Si3N4-ON-Si3N4 PADA TOTAL HIP PROSTHESIS DENGAN VARIASI RADIAL CLEARANCE Kevin Togatorop; Budi Setiyana; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 13, No 2 (2025): VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2025
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejumlah studi sebelumnya mengenai total hip prosthesis telah menitikberatkan pada pengaruh jenis material, penerapan permukaan bertekstur, penggunaan pelapis, serta aspek desain dan geometri komponen. Faktor-faktor tersebut umumnya dianalisis berdasarkan parameter kekuatan, seperti tekanan kontak dan sejenisnya. Meski begitu, kajian yang mengevaluasi kinerja bantalan total hip prosthesis menggunakan parameter kekuatan yang lebih rinci dengan pendekatan dan kriteria berbeda masih terbatas. Penelitian ini menyajikan analisis mekanika kontak yang mencakup tekanan kontak, tegangan von Mises, deformasi, dan tegangan Tresca untuk total hip prosthesis berbahan Si₃N₄-ON-Si₃N₄. Model elemen hingga dua dimensi dikembangkan untuk mendukung proses analisis tersebut. Simulasi numerik dilakukan dengan menerapkan beban fisiologis yang sesuai, seperti yang dialami sendi panggul manusia saat berjalan normal. Dengan memvariasikan ketebalan radial clearance, diperoleh perbedaan nilai parameter mekanika kontak, di mana peningkatan nilai radial clearance menyebabkan peningkatan nilai-nilai dari mekanika kontak tersebut.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2026): VOLUME 14, NOMOR 3, JULI 2026 Vol 14, No 2 (2026): VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2026 Vol 14, No 1 (2026): VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2026 Vol 13, No 2 (2025): VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2025 Vol 13, No 1 (2025): VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2025 Vol 12, No 4 (2024): VOLUME 12, NOMOR 4, OKTOBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue