cover
Contact Name
Winci Firdaus
Contact Email
wincifirdaus1@gmail.com
Phone
+6288802310216
Journal Mail Official
jurnalranahbahasa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Daksinapati Barat IV
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : 25798111     DOI : https://doi.org/10.26499/rnh
Core Subject :
https://ojs.badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/jurnal/index.php/jurnal_ranah/about/editorialPolicies#focusAndScope
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
Ketriaditisan Konteks Pragmatik Tuturan Tidak Santun: Perspektif Kultur Spesifik R. Kunjana Rahardi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 1 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i1.2340

Abstract

The objective of this research was to describe the types of triadicities of pragmatic contexts on impolite utterances in the Indonesian language in culture-specific perspective. The research data were the natural utterances in a culture-specific domain intrinsically containing triadicity of pragmatic contexts. The data were collected and presented through the observation methods, both through the engaged conversation technique and uninvolved conversation technique. The data gathering techniques being applied in the observation method were the recording and note-taking techniques. In addition to the conversation technique, an interview technique was applied both the face-to-face and indirect conversations. The data gathering stage was completed when the data was ready to be analyzed. Data analysis was carried out using the identity method, especially the extralingual identity method. This aligned with the contextual analysis in pragmatics in which contextual aspects must be identified. The results of the study showedthat there were 10 types of triadicities of pragmatic contexts on impolite utterances in the Indonesian language in culture-specific perspective. They were triadicities of pragmatic contexts in: (1) pretense, (2) association, (3) taboos, (4) taunting, (5) arrogance, (6) pleonasm, (7) puns, (8) insults, (9) teasing, (10) interjection. The findings of research bring the significant contribution to the development of pragmatics, particularly the culture-specific pragmatics AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tipe-tipe ketriaditisan konteks pragmatik dalam bahasa Indonesia dengan perspektif kultur spesifik. Data penelitian berupa tuturan-tuturan natural manusia dalam domain kultur spesifik yang secara implisit mengandung triadisitas konteks pragmatik tersebut. Data dikumpulkan dengan menerapkan metode simak, baik simak libat cakap maupun simak bebas libat cakap. Teknik pengumpulan data yang diterapkan adalah teknik catat dan teknik rekam. Selain teknik-teknik tersebut, diterapkan pula teknik wawancara, baik yang sifatnya semuka maupun tidak semuka. Tahap pengumpulan data dipandang selesai ketika data benar-benar telah siap untuk dianalisis. Selanjutnya, analisis data dilakukan dengan menerapkan metode padan, khususnya padan yang bersifat ekstralingual. Metode tersebut selaras dengan metode analisis kontekstual dalam pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 10 jenis ketriaditisan konteks pragmatik dalam bahasa Indonesia dalam perspektif kultur spesifik. Kesepuluh jenis tersebut adalah ketriaditisan konteks pragmatik dalam tuturan yang mengandung makna: (1) kepura-puraan, (2) asosiasi, (3) tabu, (4) ejekan, (5) kesombongan, (6) pleonasme, (7) lelucon, (8) hinaan, (9) godaan, (10) interjeksi. Temuan penelitian ini diyakini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan ilmu pragmatik, khususnya pragmatik dalam perspektif kultur spesifik.
PENGANTAR REDAKSI DAN DAFTAR ISI Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Volume 11, No 2, Desember 2022
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 2 (2022): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis Wacana Kritis Model Teun A. Van Dijk Pada Berita Viral Pembatalan Pernikahan Batak Kaleb Edison Simanungkalit; Nugraheni Eko Wardani; Kundharu Saddhono; Muhammad Rohmadi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8432

Abstract

Mass media play a crucial role in shaping public opinion and framing social reality through discourse construction. In online news reporting, the choice of words, text structure, and journalistic perspective significantly influence how events are perceived by the public. This study aims to analyze the critical discourse in the Tribun Medan news article titled “Viral Pesta Pernikahan Batak Batal Akibat Pengantin Wanita Kabur Pihak Sihombing Tuntut Ganti Rugi” using Teun A. Van Dijk’s Critical Discourse Analysis (CDA) model. This research employs a qualitative method with data collected through documentation of the news text published on July 11, 2023, supported by relevant literature. The data were analyzed using the three dimensions of Van Dijk’s CDA: text structure (macrostructure, superstructure, and microstructure), social cognition, and social context. The results reveal that the news is not neutral but is constructed through linguistic choices, textual organization, and rhetorical strategies that emphasize the financial and social pressures experienced by the groom’s family. The analysis of social cognition shows that the journalist’s ideology, values, and personal experiences influence the framing of the event. Meanwhile, the social context analysis highlights power dynamics within Batak customary traditions, particularly regarding the rights and position of the male party in customary marriages, as represented by the highlighted demand for compensation in the news. This study contributes to CDA scholarship on local cultural reporting and offers a critical perspective on how media construct social realities.. Abstrak Media massa memiliki peran penting dalam membentuk opini publik dan membingkai realitas sosial melalui konstruksi wacana. Dalam konteks pemberitaan daring, pemilihan kata, struktur teks, dan sudut pandang jurnalis sangat memengaruhi bagaimana sebuah peristiwa dipersepsikan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis wacana kritis pada berita Tribun Medan berjudul “Viral Pesta Pernikahan Batak Batal Akibat Pengantin Wanita Kabur Pihak Sihombing Tuntut Ganti Rugi” dengan menggunakan model Analisis Wacana Kritis (AWK) Teun A. Van Dijk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi terhadap teks berita yang diterbitkan pada 11 Juli 2023, serta studi pustaka sebagai data pendukung. Data dianalisis menggunakan tiga dimensi AWK Van Dijk, yakni struktur teks (makro, superstruktur, dan mikro), kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berita tersebut tidak bersifat netral, melainkan dikonstruksi melalui pilihan bahasa, skema teks, dan strategi retoris yang menekankan kerugian finansial serta tekanan sosial yang dialami pihak pengantin pria. Analisis kognisi sosial mengungkap bahwa ideologi, nilai, dan pengalaman wartawan turut membentuk cara peristiwa diberitakan. Adapun pada konteks sosial, ditemukan bahwa dinamika kekuasaan dalam adat Batak, khususnya terkait hak dan posisi pihak laki-laki dalam pernikahan adat, direpresentasikan melalui tuntutan ganti rugi yang ditonjolkan media. Penelitian ini berkontribusi memperkaya kajian AWK dalam pemberitaan budaya lokal dan memberikan perspektif kritis mengenai cara media mengonstruksi realitas sosial.
ANALISIS KONTRASTIF PENGEMASAN INFORMASI DALAM BAHASA INDONESIA DAN BAHASA INGGRIS Ikmi Nur Oktavianti
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v3i1.45

Abstract

Penutur bahasa mempunyai hakikat kreatif dan inovatif. Maka dalam pemroduksian bahasa, penutur dapat memodifikasi konstruksi lingual sedemikian rupa demi kepentingan penyampaian informasi atau pesan kepada lawan tutur. Karena bahasa-bahasa di dunia mempunyai karakteristiknya masing-masing, maka fenomena pengemasan informasi menarik untuk diamati. Oleh sebab itu, makalah ini mengulas perihal pengemasan informasi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Di samping itu, tulisan ini berusaha memerikan faktor-faktor internal bahasa penyebab persamaan dan perbedaan pengemasan informasi di antara kedua bahasa tersebut.
Kebutuhan Mahasiswa terhadap Bahan Ajar di Era Pandemi Lira Hayu Afdetis Mana
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.3651

Abstract

Teaching materials are one of the important components needed in the learning process. With the appropriate teaching materials, it is hoped that it can help the smooth running of learning activities. Likewise with teaching materials in this Pandemic Era. Teaching materials that have been used in learning activities are simple teaching materials made by lecturers. This study aims to analyze student needs for teaching materials in the era of the COVID-19 pandemic, at STKIP PGRI West Sumatra. The subjects in this study were 106 students of STKIP PGRI West Sumatra. The data in this study were obtained from the results of a questionnaire on the analysis of student needs for teaching materials in the Covid 19 pandemic era through the google form that has been provided by researchers to find out student responses regarding the teaching materials that have been obtained so far. The results of the research from the analysis of student needs for teaching materials are: first, students need teaching materials provided by lecturers from e-learning. Second, students understand a teaching material more quickly if the teaching material is provided by the lecturer through e-learning then download and print it. third, students prefer a power point display that is complete with lecturers' explanations. fourth, students like the use of a standard language style, but not rigid of a teaching material. Fifth, the teaching materials that have been given by lecturers during online chasing are sufficient to meet the needs but not maximally, sixth, the teaching materials provided by lecturers during online learning are quite relevant / in accordance with the topic, seventh, the need for students for teaching materials is very high. This shows that students need more detailed information about the lesson in order to gain a deep understanding. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan mahasiswa terhadap bahan ajar di era pandemi covid 19. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa STKIP PGRI Sumbar yang. Data pada penelitian ini diperoleh dari hasil angket analisis kebutuhan mahasiswa terhadap bahan ajar di era pandemi covid 19 melalui google form yang telah disediakan peneliti untuk mengetahui tanggapan-tanggapan mahasiswa mengenai bahan ajar yang diperoleh selama ini. Hasil penelitian dari analisis kebutuhan mahasiswa terhadap bahan ajar yaitu: pertama, mahasiswa membutuhkan bahan ajar yang disediakan oleh dosen dari e-learning. kedua, mahasiswa lebih cepat memahami sebuah bahan ajar jika bahan ajar tersebut diberikan oleh dosen melalui e-learning lalu mengunduh dan memprintnya. ketiga, mahasiswa lebih menyukai tampilan power point yang lengkap disertai penjelasan dosen, keempat, mahasiswa menyukai penggunaan gaya bahasa baku, namun tidak kaku dari sebuah bahan ajar. kelima,  bahan ajar yang diberikan dosen saat pembelajaran daring selama ini cukup memenuhi kebutuhan namun belum maksimal, keenam, bahan ajar yang diberikan dosen saat pembelajaran daring cukup relevan/sesuai dengan topik, ketujuh, kebutuhan mahasiswa terhadap bahan ajar sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa membutuhkan informasi yang lebih detail tentang pelajaran  dalam rangka mendapatkan pemahaman yang mendalam.
Javanese Pitutur in the Speech of Sri Sultan Hamengku Buwono X on Hardship Caused by the Corona Virus Doni Dwi Hartanto; Endang Nurhayati; Sulis Triyono
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 2 (2023): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i2.4593

Abstract

Expressions of culture in a region can be seen as a discourse that represents the cultural activities of people, and it may show the nature and characters of the society in dealing with problems. This research aims to interpret the Javanese pitutur delivered by Sri Sultan Hamengku Buwono X as the King of Yogyakarta to people living in his realm during the coronavirus pandemic. This descriptive qualitative research used a recording of Sri Sultan Hamengku Buwono’s speech entitled “Cobaning Gusti Allah Awujud Virus Corona”. Data were collected through a note-checking technique and were analyzed by using content analysis. The validity was maintained through expert judgment, while the reliability was through intrarrater and interrater. The results show that Javanese pitutur or advice found in Sri Sultan Hamengku Buwono X’s speech were in four Javanese quotes, namely: a) patient people earn the greatest fortune, and surrendering their life in faith shall result in more blessings; b) God gives way to anyone who wants to obey; c) Be wise and careful; and d) Do not be jealous if you get a trial, and do not feel bad if you lose something. The Javanese pituturs as the noble expressions of Javanese culture likely represent the nature and character of Javanese society in the face of various obstacles and problems, in this case facing the COVID-19 virus pandemic in the Yogyakarta region. The messages conveyed in the pitutur are expected to be a reminder to the people of Yogyakarta that in the face of all problems they should always hold fast to their cultural values and humbly surrender and submit themselves to God the Almighty. AbstrakUngkapan budaya suatu daerah merupakan suatu wacana yang merepresentasikan aktivitas budaya masyarakat, dan menunjukkan sifat dan karakter suatu masyarakat dalam menghadapi suatu permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan pitutur Jawa dalam pidato Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku Raja Yogyakarta kepada masyarakat selama masa pandemik virus corona. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data berupa rekaman pidato Sri Sultan Hamengku Buwono X berjudul “Cobaning Gusti Allah Awujud Virus Corona”. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak-catat dan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis konten. Validitas data dilakukan dengan expert judgement, sedangkan reliabilitas yang digunakan ialah reliabilitas intra dan interrater. Berdasarkan penelitian, pitutur Jawa dalam pidato Sri Sultan Hamengku Buwono X terbagi dalam empat ungkapan, yaitu: a) wong sabar rejekine jembar, ngalah urip luwih berkah; b) Gusti paring dalan kanggo sapa wae kang gelem ndalan; c) eling lan waspada; dan d) datan serik lamun ketaman, datan susah lamun kelangan. Pitutur Jawa yang terdapat dalam ungkapan-ungkapan luhur budaya Jawa tersebut merepresentasikan sifat dan karakter masyarakat Jawa dalam menghadapi berbagai macam halangan dan permasalahan, dalam hal ini ketika menghadapi pandemik virus COVID-19 di wilayah Yogyakarta. Pesan yang disampaikan dalam pitutur tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat Yogyakarta bahwa dalam menghadapi segala permasalahan hendaknya selalu berpegang teguh pada nilai-nilai budaya dan berserah pada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Analisis Wacana Kritis Model Fairclough Pada Berita Naturalisasi Sepak Bola Indonesia Sutji Muljani; Agus Riyanto
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8505

Abstract

Critical discourse analysis is employed to reveal how language in the media represents ideology and power relations, including in the reporting of football player naturalization in Indonesia. This study aims to analyze the construction of discourse, ideology, and power practices in news coverage of football naturalization in Indonesia using Fairclough’s Critical Discourse Analysis model. This research adopts a qualitative descriptive method, with data sources consisting of five online news articles from detik.com and viva.co.id published between 2024 and 2026. Data were collected through observation and note-taking techniques on relevant text segments, and analyzed using Fairclough’s three-dimensional framework: textual analysis (micro), discursive practice, and sociocultural practice, supported by pragmatic analysis. The findings indicate that at the textual level, news discourse is characterized by the use of evaluative diction, as well as explanatory, descriptive, and speculative structures that construct diverse meanings regarding the issue of naturalization. At the level of discursive practice, the media produce discourse in the forms of criticism, normalization, and speculation, reflecting strategic framing of the issue for readers. Meanwhile, at the sociocultural level, the discourse reflects broader social dynamics related to nationalism, identity, and sports policy, particularly the tension between instant performance-oriented approaches and long-term grassroots development. Therefore, the reporting of football naturalization in Indonesia demonstrates that the media do not merely convey information, but actively construct meaning and shape public understanding of the policy. Abstrak Analisis wacana kritis digunakan untuk mengungkap bagaimana bahasa dalam media merepresentasikan ideologi dan relasi kekuasaan, termasuk dalam pemberitaan naturalisasi sepak bola di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi wacana, ideologi, dan praktik kekuasaan dalam pemberitaan naturalisasi sepak bola Indonesia melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis model Fairclough. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa lima teks berita daring dari detik.com dan viva.co.id yang terbit pada periode 2024–2026. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat terhadap bagian teks yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan tiga dimensi Fairclough, yaitu analisis teks (mikro), praktik wacana, dan praktik sosiokultural, serta didukung dengan analisis pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi teks, pemberitaan ditandai oleh penggunaan diksi evaluatif, struktur eksplanatif, deskriptif, dan spekulatif yang membangun makna beragam terhadap isu naturalisasi. Pada dimensi praktik wacana, media memproduksi wacana dalam bentuk kritik, normalisasi, dan spekulasi yang mencerminkan strategi dalam membingkai isu bagi pembaca. Sementara itu, pada dimensi sosiokultural, wacana naturalisasi merefleksikan dinamika sosial yang berkaitan dengan nasionalisme, identitas, dan kebijakan olahraga, khususnya antara orientasi peningkatan prestasi instan dan pembinaan jangka panjang. Dengan demikian, pemberitaan naturalisasi sepak bola Indonesia menunjukkan bahwa media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga berperan dalam mengonstruksi makna dan arah pemahaman publik terhadap kebijakan tersebut.
Consonant Change in Cognates Shared by Indonesian and Palembang Malay Fauzi Syamsuar
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i2.4164

Abstract

This article describes the phenomena of sound changes, i.e., changes of single segmental sound of consonants, found in cognates shared by Indonesian and Palembang Malay. A list containing 2,535 cognates shared by Indonesian and Palembang Malay becomes the corpus. Since Indonesian is a modern language derived from Standard Malay, it becomes the reference language in the efforts of descriptions. Consonant strengthening, fortition, consonant weakening, lenition, and glottalization become the phenomena found in the consonant changes. Various syllabic structures in which the consonants distributed are also described. The differences of productivity of certain consonant-changes compared to others are found. The productivity shows that, compared to Indonesian, the occurrences of weaker consonants lenis consonants are more productive in Palembang Malay. AbstrakArtikel ini membahas gejala penggantian bunyi, yakni penggantian bunyi-segmental konsonan tunggal, yang didapati dalam kognat atau kata seasal yang dimiliki bersama oleh bahasa Indonesia dan bahasa Melayu Palembang. Sebuah daftar yang memuat 2.535 kognat dalam bahasa Indonesia dan bahasa Melayu Palembang menjadi korpus. Karena merupakan bahasa modern yang terderivasi dari bahasa Melayu Baku, bahasa Indonesia menjadi bahasa acuan dalam pembahasan. Penguatan konsonan, fortisi, pelemahan konsonan, lenisi, dan glotalisasi menjadi gejala yang didapati dalam penggantian konsonan. Struktur suku kata yang di dalamnya konsonan tersebut di atas terdistribusi juga dibahas. Didapati perbedaan produktivitas gejala penggantian konsonan tertentu dibandingkan dengan gejala yang lain. Produktivitas itu menunjukkan bahwa jika dibandingkan dengan bahasa Indonesia, kehadiran konsonan lemah atau konsonan lenis lebih produktif dalam bahasa Melayu Palembang.
Deiksis pada Film “Jalan Yang Jauh, Jangan Lupa Pulang”: Kajian Pragmatik Gazali Gazali; Kadek Adi Mahera
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 1 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i1.5445

Abstract

The aim of this study is to identify and analyze the form and meaning of deixis in the film Jalan Yang Panjang, Don't Forget to Go Home (JyJJLP). The research method used in this study is descriptive qualitative with preparation procedures, data collection and data analysis. In the preparation stage, the researcher watched the JyJJP film many times until the film was understood well. Next, data collection was carried out by taking data from each scene. The next stage is data analysis carried out using a pragmatic approach. The results of the research found forms of deixis, namely, personal deixis with a total of 515 words, place deixis 35 words, time deixis 50 words, discourse deixis 23 words, and social deixis 35. Overall the number of deixis in the film was found to be 658 words. The use of persona deiksis dominates the number of deiksis uses. Of the 685 deiksis used in the film JyJJLP, 515 deiksis personas were found. The existence of personas in JyJJLP films creates close realism, clarifies perspective, and encourages empathy, showing the perspective from which a story is told. Furthermore, it is found in place, time, discourse and social existence. The meaning of each type of deixis contained in the JyJJLP film is that it has a meaning that refers to a character or individual, describes place and time, connects sentences and ideas so that the audience can understand how these ideas are connected to each other, and helps show the relationships between characters, helps build character and personality, norms and cultural values. AbstrakTujuan kajian ini mengidentifikasi dan menganalisis bentuk dan makna deiksis dalam film “Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang” (JyJJLP). Metode penelitian yang digunakan pada kajian ini adalah deskriptif kualitatif dengan prosedur persiapan, pengumpulan data, dan analisis data. Pada tahap persiapan peneliti menonton film JyJJP berkali-kali hingga film tersebut dipahami dengan baik. Selanjutnya, dilakukan pengumpulan data dengan cara mengambil data dari setiap adegan. Tahap berikutnya adalah analisis data yang dilakukan dengan pendekatan pragmatik. Hasil penelitian ditemukan bentuk deiksis yaitu, deiksis persona dengan jumlah 515 kata, deiksis tempat 35 kata, deiksis waktu 50 kata, deiksis wacana 23 kata, dan deiksis sosial 35. Secara keseluruhan jumlah deiksis pada film ditemukan 658 kata. Penggunaan deiksis persona mendominasi jumlah pemakaian deiksis. Dari 685 deiksis yang digunakan pada film JyJJLP ditemukan 515 penggunaan deiksis persona. Deiksis persona dalam film JyJJLP menciptakan kedekatan realisme, memperjelas perspektif, mendorong empati, dan menunjukkan perspektif dari mana suatu cerita diceritakan. Selanjutnya, ditemukan deiksis tempat, waktu, wacana, dan deiksis sosial. Makna pada setiap jenis deiksis yang terdapat dalam film JyJJLP adalah mempunyai makna yang merujuk pada tokoh atau individu, menggambarkan tempat dan waktu, menghubungkan kalimat dan gagasan sehingga penonton dapat memahami bagaimana ide-ide tersebut terhubung satu sama lain, membantu menunjukkan relasi antar karakter, membantu membangun karakter dan kepribadian, norma, dan nilai budaya.
Ranah: Volume 7, Nomor 1, Juni 2018 Cover Belakang
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 7, No 1 (2018): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 10 of 39 | Total Record : 386