cover
Contact Name
Arum Dian Pratiwi
Contact Email
arum.dian28@uho.ac.id
Phone
+6285241812266
Journal Mail Official
arum.dian28@uho.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JK3UHO
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 2723519X     DOI : http://dx.doi.org/10.37887/jk3-uho
Core Subject :
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Unversitas Halu Oleo merupakan jurnal yang dikelola oleh Departemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo Kendari sejak April 2020. Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Unversitas Halu Oleo merupakan jurnal ilmiah yang terbit secara on-line eISSN 2723-519X dan menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang ilmu Kesehatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo terbit secara berkala 4 edisi dalam satu volume setiap tahunnya. Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Unversitas Halu Oleo telah Terakreditasi Nasional (Sinta) Peringkat 5 Berdasarkan Surat Pemberitahuan Hasil Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode II Tahun 2024 Nomor 1439/E5/DT.05.00/2024 Tanggal 13 November 2024
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
Implementasi SMKP Minerba: Sistem Pengelolaan Usaha Jasa Pertambangan (SiPusPPA) PT Putra Perkasa Abadi Jobsite PT Makmur Lestari Primatama Siti Qodriah; Jumardi Jumardi; Fikri Fahmi Amrulloh
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i4.172

Abstract

Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara (SMKP Minerba) ialah suatu sistem diperusahaan secara keseluruhan untuk membantu perusahaan dalam pelaksanaan Keselamatan dan KesehatanKerja (K3) Pertambangan dan Keselamatan Operasi (KO) Pertambangan. PT Putra Perkasa Abadi ialahperusahaan pemegang Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP) yang beroperasi di Jobsite PT Makmur LestariPrimatama, Kab. Konawe Utara sejak tahun 2021 dengan komoditas mineral (nikel). Untuk menunjang kegiatanoperasional, PT Putra Perkasa Abadi Jobsite PT Makmur Lestari Primatama mempunyai beberapa Subkontraktor.Keberadaan Subkontraktor tentu berpengaruh pada bertambahnya manpower dan meningkatnya risikokeselamatan pertambangan. Oleh karena itu, salah satu implementasi dalam penerapan SMKP Minerba sesuaiKaidah Teknik Pertambangan yang Baik (Good Mining Practice) pada elemen IV.8 ialah melakukan pemantauandan pengelolaan perusahaan jasa pertambangan. Pemantauan dan pengelolaan perusahaan jasa pertambangandilakukan dari hulu ke hilir dari proses prakualifikasi, seleksi, presentasi aktivitas awal, penunjukkan PJO,pelaporan laporan keselamatan pertambangan hingga evaluasi. Pemantauan dan pengelolaan perusahaan jasapertambangan di PT Putra Perkasa Abadi Jobsite PT Makmur Lestari Primatama dengan metode manual yangbelum terstruktur dan tersistematis pada tahun 2021-2022 menimbulkan adanya ketidaksesuaian denganpenerapan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik maka berpengaruh pada kinerja keselamatan pertambangandan kepatuhan pada peraturan UU. Untuk mewujudkan misi PT Putra Perkasa Abadi no. 3 yakni jadi perusahaaninduk di bidang jasa pertambangan mineral dan batubara yang tumbuh berkelanjutan, bernilai tinggi, sertaterdepan dalam penguasaan teknologi, digitalisasi, dan inovasi, maka dilakukan digitalisasi berupa WebsiteSistem Pengelolaan Perusahaan Jasa Pertambangan PPA (SiPusPPA).
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO KESELAMATAN KERJA PADA PETERNAKAN AYAM PETELUR DI DESA TALOK, KECAMATAN PANGKAH, KABUPATEN TEGAL Hikmal Aziz; Neza Merinda Bella; Muammar Gandavie; Erna Agustin Sukmandari; Rosmalia Rosmalia; Toto Sudibyo; Muhamad Hasdar
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.174

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bahaya dan menilai risiko keselamatan kerja pada peternakan ayam petelur skala kecil di Desa Talok, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, menggunakan pendekatan Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Observasi lapangan dilakukan pada empat aktivitas utama, yaitu pengolahan pakan, pemberian pakan, pembersihan kandang, dan pemanenan telur. Hasil analisis menunjukkan sebagian besar aktivitas berada pada kategori risiko sedang, dengan penyemprotan disinfektan sebagai aktivitas berisiko tinggi. Risiko yang teridentifikasi meliputi lantai licin, paparan bahan kimia, postur kerja tidak ergonomis, paparan debu pakan, kebisingan, dan beban angkat berlebih yang berpotensi menimbulkan gangguan muskuloskeletal. Upaya mitigasi yang direkomendasikan meliputi penerapan kontrol teknis (ventilasi, drainase, alat bantu mekanis, mekanisasi proses), pengendalian administratif (SOP, rotasi tugas, pelatihan ergonomi), serta penggunaan alat pelindung diri. Penerapan prinsip K3 secara sistematis dan berkelanjutan diharapkan mampu menurunkan risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja sekaligus meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha peternakan ayam petelur. Kata kunci: Keselamatan dan kesehatan kerja, HIRADC, peternakan ayam petelur, identifikasi bahaya, analisis risiko.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PEKERJA BENGKEL LAS DI KOTA KENDARI Rabbani Karimuna
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i4.181

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada sektor informal, khususnya bengkel las, masih sering terabaikan meskipun risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja sangat tinggi. Di Kota Kendari, fenomena pekerja las yang mengabaikan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) masih banyak ditemui di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan kepatuhan penggunaan APD pada pekerja bengkel las di Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstruktur melalui Google Forms. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada usia produktif (50%) dengan masa kerja 1-3 tahun (48,3%) dan belum pernah mengikuti pelatihan K3 (65%). Tingkat pengetahuan responden berada pada kategori baik (68,3%), namun tingkat kepatuhan penggunaan APD berada pada kategori tidak patuh (63,3%). APD yang paling konsisten digunakan adalah pelindung mata (rata-rata 4,22), sedangkan yang paling rendah adalah penggunaan apron (rata-rata 3,10). Kesimpulan: Terdapat kesenjangan antara pengetahuan dan kepatuhan pekerja las di Kota Kendari. Pengetahuan yang baik tidak menjamin kepatuhan karena adanya hambatan berupa faktor kenyamanan alat di cuaca panas dan keterbatasan ketersediaan APD di bengkel.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA DI PT X TAHUN 2025 Uswataaul Hasana; Syawal Kamiluddin Saptaputra; Kamrin Kamrin
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.185

Abstract

Kelelahan kerja merupakan salah satu masalah pokok di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dapat berdampak terhadap produktivitas, efisiensi, serta kesejahteraan pekerja. Survei pendahuluan yang melibatkan 15 pekerja di PT X Kendari mengungkapkan bahwa 4 individu mengalami kelelahan kerja yang parah, sementara 11 lainnya mengalami kelelahan kerja yang ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang terkait dengan kelelahan kerja pada pekerja di PT X Kendari pada tahun 2025. Pendekatan kuantitatif diterapkan dengan desain observasional analitik melalui studi cross-sectional. Jumlah sampel mencapai 70 responden, yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan melalui pendekatan bivariat dengan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Temuan penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia (p-value = 0,000) serta pola shift kerja (p-value = 0,000) dengan tingkat kelelahan kerja. Meskipun demikian, beban kerja (p-value = 0,247) serta kualitas tidur (p-value = 0,056) tidak menunjukkan keterkaitan yang bermakna dengan kelelahan kerja. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa usia dan pola shift kerja berkorelasi dengan tingkat kelelahan kerja, sementara beban kerja dan kualitas tidur tidak menunjukkan korelasi yang signifikan pada pekerja di bagian preparation site Morosi PT X Kendari pada tahun 2025 Disarankan agar pekerja lebih memperhatikan pengelolaan waktu istirahat, pola tidur, dan asupan nutrisi untuk menjaga kondisi fisik serta mental selama bekerja.
STUDI MANAJEMEN SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN DI PT PLN (PERSERO) UP3 KENDARI TAHUN 2025 Suci Nurnabila; Syawal Kamiluddin Saptaputra; Zainab Hikmawati
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.188

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu potensi bahaya yang dapat menimbulkan kerugian besar terhadap keselamatan jiwa dan aset perusahaan apabila manajemen dan sistem proteksi kebakaran tidak diterapkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran manajemen penanggulangan kebakaran serta sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif di PT PLN (Persero) UP3 Kendari Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh komponen sistem proteksi kebakaran di gedung PT PLN (PERSERO) UP3 Kendari, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan telaah dokumen menggunakan instrumen checklist yang mengacu pada Permen PU No. 20/PRT/M/2009 dan Permen PU No. 26/PRT/M/2008, serta dianalisis secara deskriptif berdasarkan kriteria penilaian audit kebakaran. Hasil penelitian menunjukkan manajemen penanggulangan kebakaran berada pada kategori cukup, dengan prosedur tanggap darurat cukup, organisasi tanggap darurat kurang, dan sumber daya manusia dalam kategori baik. Sarana penyelamatan jiwa menunjukkan sarana jalan keluar dan tempat berhimpun tergolong baik, sedangkan tanda petunjuk arah, pencahayaan darurat, dan pintu darurat masih kurang. Sistem proteksi kebakaran aktif menunjukkan APAR dan alarm dalam kategori baik, hidran cukup, sistem pipa tegak baik, namun sprinkler tidak tersedia serta proteksi kebakaran pasif berupa konstruksi tahan api juga belum tersedia. Penerapan manajemen dan sistem proteksi kebakaran di PT PLN (Persero) UP3 Kendari belum sepenuhnya memenuhi standar yang berlaku sehingga diperlukan peningkatan dan perbaikan guna meminimalkan risiko kebakaran dan dampaknya.
GAMBARAN SARANA PENYELAMATAN DAN SISTEM PROTEKSI AKTIF KEBAKARAN DI RSU BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2022 Yuyun Yuyun; Arum Dian Pratiwi; La Ode Ahmad Saktiansyah
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i4.189

Abstract

Kebakaran merupakan bencana akibat api yang tidak disengaja dan dapat menimbulkan kerugian material maupun nonmaterial. Rumah sakit memiliki risiko tinggi terhadap kematian akibat kebakaran, sehingga diperlukan sistem pencegahan dan fasilitas penyelamatan yang aktif. Tujuan pada riset ini ialah untuk memberikan gambaran tentang sistem pencegahan kebakaran aktif dan sumber daya penyelamatan yang tersedia di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dalam strategi penelitian ini. Alat penelitian ini berupa formulir observasi yang bentuknya seperti checklist. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 8 gedung pada RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada sarana penyelamatan memiliki pintu keluar, 1 gedung dalam kategori baik, 6 gedung kategori cukup dan 1 gedung kategori kurang;memiliki jalan keluar dalam kategori baik; tidak memiliki lampu darurat. Pada sistem proteksi aktif, gedung tidak memiliki sprinkler; 5 gedung memiliki hidran dalam kategori baik dan 3 gedung dalam ketegori cukup;detektor kebakaran dalam kategori kurang;alarm kebakaran dengan 1 gedung dalam kategori cukup dan 7 gedung dalam kategori kurang; APAR dengan 4 gedung dalam kategori baik dan 4 gedung dalam kategori cukup. Dapat disimpulkan bahwa pada sarana penyelamatan, memiliki pintu keluar dengan 1 dalam kategori baik, 6 kategori cukup dan 1 dalam kategori kurang dan sistem proteksi aktif kebakaran memiliki hidran dengan 5 gedung dalam kategori baik dan 3 kategori cukup,Detektor kebakaran dalam kategori kurang, alarm kebakaran 1 gedung dalam kategori cukup dan 7 gedung dalam kategori kurang, APAR dengan 4 gedung dalam kategori baik dan 4 gedung dalam kategori cukup.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS DISORDER (MSDs) PADA PEKERJA TENUN KELURAHAN SULAA KOTA BAUBAU TAHUN 2023 Salsabila Rosya; Harleli Harleli; Indah Ade Prianti
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i4.190

Abstract

MSDs adalah gangguan yang memengaruhi sistem musculoskeletal manusia, berpotensi menyebabkan cedera atau ketidaknyamanan. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Baubau tahun 2019, tercatat 959 kasus MSDs (8,48%). Pada tahun 2013, jumlah orang yang menderita MSDs di Indonesia mencapai 11,9% berdasarkan diagnosis dari tenaga kesehatan dan 24,7% berdasarkan diagnosis atau gejala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya faktor yang berhubungan dengan keluhan Musculoskeletal disorders Disorder (MSDs) pada pekerja Tenun Kelurahan Sulaa di Kota Baubau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuatitatif analitik dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 70 sampel yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data pada penelitian ini adalah kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara usia (p-value 0,018) dan masa kerja (p-value 0,045) dengan keluhan MSDs pada pekerja tenun di Kelurahan Sulaa. Selain itu, terdapat korelasi antara postur kerja (p-value 0,000) dan keluhan tersebut. Namun, tidak ditemukan korelasi yang signifikan antara beban kerja (p-value 0,064) dengan keluhan MSDs. Kesimpulannya, ada keterkaitan antara usia, masa kerja, dan postur kerja dengan keluhan MSDs pada pekerja tenun di Kelurahan Sulaa, Kota Baubau pada tahun 2023, sementara beban kerja tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan keluhan MSDs pada pekerja tenun di Kelurahan Sulaa.
HUBUNGAN LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA TENAGA KESEHATAN DI BLUD UPTD PUSKESMAS NAMBO KOTA KENDARI TAHUN 2025 Nani Yuniar
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i4.191

Abstract

Pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran sentral dalam menjaga keberlangsungan sistem kesehatan masyarakat, di mana Puskesmas menjadi ujung tombak pelaksanaan pelayanan tersebut. Kinerja tenaga kesehatan tidak hanya dipengaruhi oleh kapasitas individu, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan kerja tempat mereka beraktivitas serta tingkat motivasi kerja yang mendorong pelaksanaan tugas sehari-hari. Tujuan penelitian menelaah keterkaitan antara lingkungan kerja dan motivasi kerja dengan kinerja tenaga kesehatan di BLUD UPTD Puskesmas Nambo Kota Kendari pada tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan observasional analitik melalui desain potong lintang, di mana pengukuran seluruh variabel dilakukan pada satu waktu pengamatan. Seluruh tenaga kesehatan yang tercatat aktif bekerja di BLUD UPTD Puskesmas Nambo Kota Kendari sebanyak 57 orang dilibatkan sebagai responden dengan metode total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas untuk mengukur variabel lingkungan kerja, motivasi kerja, dan kinerja tenaga kesehatan. Analisis data meliputi analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden serta distribusi variabel, dan analisis inferensial menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan kondisi lingkungan kerja dan motimasi kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja tenaga kesehatan. Temuan ini mengindikasikan bahwa lingkungan kerja yang mendukung serta motivasi kerja yang kuat berperan penting dalam menunjang peningkatan kinerja tenaga kesehatan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan dasar. Sehingga, penguatan peran manajemen dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif serta strategi peningkatan motivasi kerja tenaga kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan guna mendukung pencapaian mutu pelayanan kesehatan yang optimal.
ANALISIS SHIFT KERJA TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA KARYAWAN DI PT. JAPFA COMFEED INDONESIA UNIT MAKASSAR Karlyna Bte Muhammad; Nunik Sulistyaningtyasx; Rahman Rahman; Achmad Syafta Farid
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.192

Abstract

Sistem kerja shift merupakan strategi pengaturan waktu kerja yang umum diterapkan pada industri dengan proses produksi berkelanjutan, namun berpotensi menimbulkan dampak terhadap kondisi fisiologis dan psikologis pekerja. Perbedaan jadwal kerja, khususnya pada shift malam, dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh yang berperan dalam pengaturan pola tidur dan proses pemulihan energi. Gangguan tersebut berisiko menimbulkan kelelahan kerja yang dapat menurunkan konsentrasi, kewaspadaan, serta kinerja pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh shift kerja terhadap tingkat kelelahan kerja pada karyawan di PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Unit Makassar. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 38 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) dan informasi jadwal shift kerja, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa shift kerja berpengaruh signifikan terhadap tingkat kelelahan kerja karyawan (B = 0,621; β = 0,684; p = 0,001). Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa sistem shift kerja mampu menjelaskan 46,8% variasi kelelahan kerja (R² = 0,468), sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Karyawan pada shift malam cenderung mengalami tingkat kelelahan lebih tinggi dibandingkan shift pagi dan sore. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan jadwal kerja, pengaturan waktu istirahat, serta penerapan program manajemen kelelahan untuk meminimalkan dampak negatif shift kerja terhadap kesehatan dan keselamatan kerja karyawan.
HUBUNGAN TINDAKAN TIDAK AMAN DENGAN KECELAKAAN KERJA PADA PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN DI KOTA KENDARI Hariati Lestari
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i4.195

Abstract

Kecelakaan di tempat kerja adalah peristiwa yang tidak diinginkan dan memiliki potensi untuk menyebabkan kerugian, terutama dalam bidang pekerjaan yang memiliki risiko tinggi seperti yang dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran. Salah satu penyebab yang dapat memicu terjadinya kecelakaan kerja adalah perilaku yang tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara perilaku tidak aman dan insiden kecelakaan kerja di kalangan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kendari. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain potong lintang. Populasi dalam penelitian ini meliputi semua petugas pemadam kebakaran yang aktif dan terlibat langsung dalam operasi pemadaman dan penyelamatan di lapangan, dengan total keseluruhan sebanyak 88 individu. Dari jumlah populasi tersebut, 72 orang dipilih sebagai sampel penelitian dengan menggunakan metode purposive sampling. Data diperoleh menggunakan kuesioner, yang kemudian dianalisis dengan pendekatan univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah responden masih terlibat dalam praktik yang berisiko, khususnya yang berkaitan dengan penggunaan alat pelindung diri yang tidak memadai. Sekitar 11,1% responden melaporkan pernah mengalami kecelakaan di lingkungan kerja dalam tahun terakhir, dengan insiden paling umum berupa kontak dengan bahan berbahaya atau paparan terhadap suhu ekstrem. Temuan dari analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku berisiko dan insiden kecelakaan kerja (p value = 0,715). Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa perilaku berisiko tidak memiliki hubungan signifikan dengan kecelakaan kerja di kalangan petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan di Kota Kendari.

Page 8 of 11 | Total Record : 108