cover
Contact Name
Arum Dian Pratiwi
Contact Email
arum.dian28@uho.ac.id
Phone
+6285241812266
Journal Mail Official
arum.dian28@uho.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JK3UHO
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 2723519X     DOI : http://dx.doi.org/10.37887/jk3-uho
Core Subject :
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Unversitas Halu Oleo merupakan jurnal yang dikelola oleh Departemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo Kendari sejak April 2020. Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Unversitas Halu Oleo merupakan jurnal ilmiah yang terbit secara on-line eISSN 2723-519X dan menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang ilmu Kesehatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo terbit secara berkala 4 edisi dalam satu volume setiap tahunnya. Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Unversitas Halu Oleo telah Terakreditasi Nasional (Sinta) Peringkat 5 Berdasarkan Surat Pemberitahuan Hasil Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode II Tahun 2024 Nomor 1439/E5/DT.05.00/2024 Tanggal 13 November 2024
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
HUBUNGAN BEBAN KERJA MENTAL MENGGUNAKAN METODE DEFENCE RESEARCH AGENCY WORKLOAD SCALE (DRAWS) DENGAN KINERJA PETUGAS PELAYANAN TEKNIK DI PT. PLN NUSA DAYA UNIT LAYANAN GORONTALO Della Puspita Palewai; Herlina Jusuf; Putri Ayuningtias Mahdang
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.210

Abstract

Beban kerja mental merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kinerja. Ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kapasitas individu dalam melaksanakannya dapat menyebabkan kelelahan, penurunan ketelitian dan ketegangan. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara beban kerja mental menggunakan metode Defence Research Agency Workload Scale (DRAWS) dengan kinerja petugas pelayanan teknik di PT. PLN Nusa Daya Unit Layanan Gorontalo. Jenis penelitian kuantitatif metode penelitian survei analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian seluruh petugas pelayanan teknik di ULP Telaga dan ULP Limboto sebanyak 73 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner metode DRAWS untuk menilai beban kerja mental dan kuesioner penilaian kinerja untuk mengukur performa. Data dianalisis dengan uji Spearman’s Rank. Hasil penelitian menunjukkan petugas mengalami beban kerja mental pada kategori overload (63,0%), dan kinerja petugas kategori kurang (56,2%). Hasil uji Spearman’s Rank diperoleh nilai signifikansi p-value = 0,000 (P<0,05) ada hubungan antara beban kerja mental dengan kinerja petugas pelayanan teknik di PT. PLN Nusa Daya Unit Layanan Gorontalo. Koefisien korelasi (r) = –0,501 bersifat negatif berarti semakin tinggi beban kerja mental yang dialami, maka semakin rendah kinerja petugas. Perlu adanya pengelolaan beban kerja mental secara optimal serta peneliti selanjutnya menambahkan variabel pendukung lain untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif terhadap faktor-faktor yang memengaruhi kinerja petugas.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SAFETY PERFORMANCE DI SEKTOR KEPELABUHAN: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Talitha Rasda; Meirina Ernawati
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.212

Abstract

Sektor kepelabuhan merupakan sektor industri dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang sangat tinggi akibatkompleksitas proses operasional, intensitas interaksi antara pekerja dan peralatan, serta dinamika lingkungankerja yang terus berubah. Aktivitas bongkar muat, pergerakan alat berat, dan tekanan waktu operasionalmeningkatkan potensi terjadinya kecelakaan kerja. Kondisi tersebut menjadikan safety performance sebagaiindikator krusial dalam menilai perilaku kerja aman sekaligus efektivitas sistem keselamatan sebagai langkahpreventif untuk menekan insiden dan potensi kerugian bagi pekerja maupun organisasi. Penelitian ini bertujuanmengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan safety performance di sektorkepelabuhan melalui pendekatan systematic literature review yang mengacu pada pedoman Preferred ReportingItems for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Penelusuran artikel dilakukan melalui basis dataGoogle Scholar dan ScienceDirect untuk publikasi tahun 2021–2025 dengan kriteria inklusi dan eksklusi yangditetapkan secara sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa safety performance dipengaruhi oleh tigakelompok faktor utama, yaitu faktor manusia (kompetensi, kelelahan, komunikasi, dan perilaku keselamatan),faktor organisasi dan sistem manajemen keselamatan (iklim keselamatan, komitmen manajemen, kebijakan,serta alokasi sumber daya), serta faktor teknis (kondisi infrastruktur, teknologi, dan pemeliharaan peralatan).Ketiga kelompok faktor tersebut saling berinteraksi dan membentuk sistem yang kompleks dalam menentukantingkat risiko kecelakaan. Implementasi evaluasi berkala, penguatan budaya keselamatan, serta perbaikanberkelanjutan berbasis bukti menjadi strategi penting untuk meningkatkan safety performance secara konsistendan berkelanjutan
THE INFLUENCE OF PSYCHOSOCIAL FACTORS AT WORK ON WORKER FATIGUE Muhamad Iqbal
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.217

Abstract

Work fatigue is a condition of decreased physical and mental capacity due to excessive workload, which negatively impacts productivity, safety, and the overall health of workers. In Indonesia, the Workplace Wellbeing Score 2025 survey reported that more than 52% of employees experience burnout, with 27.8% of approximately 99,000 annual work accidents caused by fatigue. The prevalence of fatigue in the manufacturing and mining sectors reaches 40–60%, worsening post-pandemic due to long working hours, night shifts, and the economic burden of mental health, which amounts to 6.5% of GDP. The World Health Organization predicts that work fatigue will become the second leading cause of death after heart disease, with a significant contribution to millions of worker deaths each year. This study employed a quantitative descriptive-analytic cross-sectional design involving 88 workers at a manufacturing company. The sample was selected using stratified random sampling based on the Slovin formula, encompassing production workers and office staff, with inclusion criteria of permanent employees aged 18–55 years and a minimum of one year of work experience. Data were collected through a self-administered questionnaire that adapted the JCQ for psychosocial factors, an ergonomic scale of 1–5, and the Work Fatigue Assessment Questionnaire to evaluate musculoskeletal pain, ergonomic injuries, and energy/motivation levels. SPSS analysis included univariate and bivariate tests (p<0.05). The results show significant relationships only for work pressure (p=0.004; fatigue risk 69.2% vs. 35.5%) and job satisfaction (p=0.043; 66.7% vs. 40%), while other variables such as ergonomics, company/colleague/management support, stress, and job control were not significant. Key recommendations include managing pressure through workload adjustments and realistic targets, enhancing job satisfaction via recognition of achievements and a supportive climate, and long-term ergonomic interventions.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI PARA PEKERJA WANITA DI INDUSTRI KONVEKSI DESA MATESIH Endah Marlina; Fathoni Firmansyah
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.218

Abstract

Status gizi adalah keseimbangan antara asupan zat gizi seorang tenaga kerja dan ketahanan tubuh yang lebih baik. Diketahui bahwa jumlah tenaga kerja wanita di Indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun, namun status kesehatan dan gizi pekerja umumnya belum mendapat perhatian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi para pekerja wanita di Industri Konveksi Daerah Matesih Karanganyar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data berfokus pada pengisian kuesioner dan pengukuran berat badan dan tinggi badan serta dokumentasi secara terus-menerus selama penelitian berlangsung. Penelitian ini dilaksanakan di industri konveksi di daerah Matesih, Karanganyar, dengan teknik pengambilan sampel yaitu teknik total sampling, di mana jumlah sampel sebanyak 40 orang. Dari data yang didapatkan, kemudian dilakukan analisis data menggunakan uji chi-square dengan confidence interval 95%. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa umur pekerja wanita sebanyak 39 responden berada pada umur produktif, yaitu usia >20 tahun sampai <56 tahun sebesar 100%. Berdasarkan hasil tingkat pengetahuan, diketahui bahwa yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 38%, sedangkan yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 62%. Pola asupan teratur sebanyak 64%, sedangkan pola asupan tidak teratur sebanyak 36%, dan untuk kategori keanekaragaman terpenuhi sebanyak 23%, sedangkan tidak terpenuhi sebanyak 77%.
THE ASSOCIATION OF WORK POSTURE AND PSYCHOSOCIAL FACTORS WITH MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) ON EMPLOYEES OF PT PLN UID JAWA TIMUR Najwa Salsa Nabila; Y. Denny Ardyanto; Deny Nurcahyo Hari Prastya
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.222

Abstract

The era of Industry 4.0 has brought significant changes to the workplace, particularly in the office sector. These changes have increased ergonomic risks that may lead to Occupational Diseases, one of which is Musculoskeletal Disorders (MSDs). Globally, MSDs are among the leading causes of disability in the workplace, accounting for 40–50% of the total costs associated with occupational diseases. This study aims to analyze the association between work posture and psychosocial factors with MSDs. The research was conducted at PT PLN UID Jawa Timur using a quantitative approach with an analytical observational design and a cross-sectional method. The study was carried out in January 2026, involving 59 respondents selected through simple random sampling. Work posture variables were measured through observation using the ROSA method, while psychosocial factors were assessed using the COPSOQ II Short Version questionnaire. The relationship analysis was conducted using the Spearman correlation test with a significant level of 5%. The results showed that work posture (p-value = 0.000) and psychosocial factors (p-value = 0.045) were significantly associated with MSDs. These findings indicate that ergonomic work postures and positive psychosocial conditions can support work effectiveness and improve employee service performance. Therefore, it is recommended that the company implement preventive measures against MSDs through ergonomic education and training, as well as regular management of psychosocial factors to support optimal performance and service quality.
KESADARAN MAHASISWA TMPP TERHADAP KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SAAT PRAKTIK KERJA DI BENGKEL REKAYASA PRODUKSI PTV XX. Eko Yudiyanto; Kris Witono; Satworo Adiwidodo; Bayu Pranoto
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.230

Abstract

Kecelakaan merupakan permasalahan serius yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, sehingga memerlukan perhatian khusus dalam implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kesadaran tentang K3 diharapkan akan meningkatkan kewaspadaan dilingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan sikap peserta didik terhadap penerapan K3 di bengkel rekayasa produksi. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan observasi langsung terhadap 81 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengambilan data dilakukan dengan random sampling yang memungkinkan selurun polulasi dapat menjadi responen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik sangat memahami terhadap pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja, yang ditunjukkan oleh tingginya persentase pemahaman pada berbagai aspek, seperti kebersihan lingkungan kerja, penempatan peralatan, penggunaan alat tangan, serta pengoperasian mesin perkakas. Sebagian besar responden telah mampu mengidentifikasi potensi bahaya dan memahami prosedur kerja yang aman. Namun demikian, terdapat kesenjangan antara tingkat pemahaman dan penerapan sikap di lapangan. Beberapa peserta didik masih menunjukkan perilaku yang kurang konsisten dalam menerapkan prinsip K3, seperti penggunaan alat yang tidak sesuai atau kurang disiplin dalam prosedur kerja aman. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan melalui pelatihan berkelanjutan, pengawasan yang lebih ketat, serta pembiasaan disiplin untuk membentuk budaya keselamatan kerja yang konsisten di lingkungan pendidikan teknik. Budaya disiplin K3 dan peraturan yang tegas diperlukan untuk menegakkan kepatuhan K3 untuk keselamatan bersama.
FAKTOR PREDISPOSISI YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KESELAMATAN BERKENDARA (SAFETY RIDING) PADA SISWA SMA NEGERI 1 KENDARI TAHUN 2025 Lidya Sri Ratu Indah; Devi Savitri Effendy; Hariati Lestari
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.233

Abstract

Keselamatan berkendara atau safety riding merupakan salah satu langkah penting dalam menurunkan angka kecelakaan lalu lintas beserta dampak cedera yang ditimbulkannya. Di Kota Kendari pada tahun 2025, jumlah pengendara kendaraan bermotor tercatat mencapai 363.926 orang. Riset ini dilakukan untuk mengkaji keterkaitan antara pengetahuan, sikap, dan jenis kelamin terhadap perilaku keselamatan berkendara (safety riding) pada siswa SMA Negeri 1 Kendari. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pelaksanaan riset dilakukan pada 29 Januari hingga 4 Februari 2026. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa SMA Negeri 1 Kendari yang berjumlah 1.509 siswa, dengan sampel sebanyak 306 siswa yang dipilih menggunakan teknik Stratified Proportional Sampling. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS melalui uji statistik Chi-square. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan dan perilaku keselamatan berkendara (p-value = 0,021), sikap dengan perilaku keselamatan berkendara (p-value = 0,001), serta jenis kelamin dengan perilaku keselamatan berkendara (p-value = 0,000). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, dan jenis kelamin memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku keselamatan berkendara (safety riding). Oleh karena itu, diperlukan peningkatan intervensi edukasi keselamatan berkendara yang lebih intensif di lingkungan sekolah.
PERAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM SISTEM PREDIKSI KECELAKAAN KERJA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Muhammad Annas Ramadhan Azis; Bernard Hasibuan
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.236

Abstract

Tingkat kecelakaan kerja global yang tinggi yang mengakibatkan 2,93 juta kematian setiap tahun menuntut adanya pergeseran dalam pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dari pendekatan reaktif menjadi proaktif. Meskipun teknologi digital mulai diterapkan, efektivitas integrasi Kecerdasan Buatan (AI) untuk memprediksi risiko di berbagai sektor industri masih memerlukan penelitian sistematis guna mengidentifikasi metodologi yang paling optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana Artificial Intelligence (AI) berperan dalam sistem prediksi kecelakaan kerja, agar dapat meningkatkan kemampuan memanajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara lebih efektif. Metode yang digunakan adalah Ulasan Literatur Sistematis (SLR) berdasarkan panduan PRISMA. Pencarian artikel dilakukan dibeberapa basis data seperti Scopus, Web of Science, IEEE Xplore, dan Google Scholar dari tahun 2015 sampai 2025, dan ditemukan 20 artikel utama yang akan dianalisis. Strategi pencarian menggunakan kombinasi kata kunci seperti “artificial intelligence”, “machine learning”, “occupational accident prediction”, “workplace safety”, dan “occupational health and safety”, yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing basis data. Penelitian menunjukkan bahwa menggabungkan AI, terutama melalui algoritma Machine Learning, Deep Learning, dan AIoT, dapat mengubah cara kerja K3 dari responsif menjadi lebih siap sebelumnya. Hal ini tercapai melalui kemampuan mendeteksi bahaya secara langsung dan menganalisis prediksi dengan tingkat keakuratan hingga 99%. Penggunaan AI telah terbukti mampu memangkas kecelakaan kerja hingga 30% sampai 40% di berbagai sektor industri yang berisiko tinggi. Implikasi dari penelitian ini menekankan betapa pentingnya kerja sama antara kebijakan etika, kualitas data yang dapat dipercaya, dan pengembangan kemampuan sumber daya manusia agar transformasi digital bisa berlangsung secara berkelanjutan dan aman dalam bidang K3.
PROTOKOL UNTUK MENGEMBANGKAN SISTEM PELAPORAN PENYAKIT AKIBAT KERJA (PAK) BERBASIS DIGITAL Anna Okta Pratika Naylie Sukda Adi; Nugraini Dewi Puspitasari; Rizka Ayu Setyani
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.239

Abstract

Penyakit Akibat Kerja (PAK) masih menjadi masalah kesehatan kerja yang sering tidak terlaporkan sehingga berdampak pada keterlambatan diagnosis, penatalaksanaan, dan perlindungan pekerja. Keterbatasan sistem pelaporan yang masih manual menyebabkan rendahnya identifikasi kasus PAK di fasilitas pelayanan kesehatan kerja. Penelitian ini bertujuan mengembangkan prototipe sistem pelaporan Penyakit Akibat Kerja berbasis digital yang dapat membantu dokter pemeriksa kesehatan kerja dalam proses identifikasi dan pelaporan PAK secara lebih sistematis dan terstandar. Penelitian menggunakan pendekatan Design Science Research (DSR) dengan metode User-Centered Design (UCD). Penelitian dilakukan melalui tiga tahap, yaitu analisis kebutuhan pengguna dan studi kelayakan, pengembangan prototipe aplikasi, serta uji coba usability dan penerimaan pengguna. Subjek penelitian melibatkan dokter pemeriksa kesehatan kerja bersertifikasi hiperkes dan pengguna layanan medical check up (MCU) di rumah sakit yang memiliki klinik kesehatan kerja. Variabel yang dinilai meliputi kesiapan digital pengguna, usability aplikasi, kemudahan penggunaan, efektivitas pelaporan, serta penerimaan pengguna terhadap aplikasi. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji statistik yang sesuai, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan thematic analysis. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa aplikasi memuat tujuh langkah diagnosis PAK yang dirancang untuk membantu proses identifikasi hubungan penyakit dengan pajanan kerja secara lebih sistematis. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dokumentasi, mempercepat proses pelaporan, serta mengurangi underreporting kasus PAK di pelayanan kesehatan kerja. Pengembangan sistem pelaporan PAK berbasis digital berpotensi mendukung standardisasi diagnosis dan pelaporan penyakit akibat kerja serta meningkatkan efektivitas surveilans kesehatan kerja di Indonesia.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA KARYAWAN DI PT. PLN UP3 KENDARI TAHUN 2024 Ivo pratiwi Sitorus; Yusuf Sabilu; Pitrah Asfian
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.244

Abstract

Kondisi keletihan dalam aktivitas kerja merupakan isu strategis dalam lingkup kesehatan dan keselamatan kerja karena berpotensi meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan. Pada tenaga kerja, keletihan tidak hanya memengaruhi ketahanan fisik, tetapi juga berdampak pada penurunan kapasitas produktivitas, kewaspadaan, serta ketelitian dalam menjalankan tugas. Penelitian ini diarahkan untuk mengidentifikasi determinan yang berkorelasi dengan tingkat keletihan kerja pada pegawai di PT PLN UP3 Kendari. Hasil pengamatan pendahuluan menunjukkan bahwa dari 15 pegawai yang diamati, sekitar 85% mengemukakan adanya kelelahan setelah menyelesaikan pekerjaan. Temuan awal tersebut memperkuat urgensi penelitian yang bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keletihan kerja pada pegawai di unit tersebut pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan potong lintang (cross-sectional). Populasi mencakup seluruh pegawai tetap sebanyak 56 orang, sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan metode sensus sehingga seluruh populasi dijadikan responden. Data diperoleh melalui instrumen kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik chi-square. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia, beban kerja, masa kerja, serta status gizi dengan keletihan kerja. Dengan demikian, seluruh variabel yang dihipotesiskan terbukti berkorelasi secara bermakna terhadap tingkat keletihan kerja pegawai. Adapun variabel yang berkorelasi dengan tingkat kelelahan kerja pegawai adalah usia,beban kerja,lama kerja serta status gizi.

Page 10 of 11 | Total Record : 108