cover
Contact Name
Dr. Widya Kusumaningsih, M.Pd.,
Contact Email
widyakusumaningsih@upgris.ac.id
Phone
+6281919567339
Journal Mail Official
manajemenpendidikan.s2.upgris@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lingga No.4-10, Karangtempel, Kec. Semarang Tim., Kota Semarang, Jawa Tengah 50232
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP)
ISSN : 22523057     EISSN : 26543508     DOI : https://doi.org/10.26877/jmp.v15i1
Core Subject :
1. School Management 2. Educational Leadership 3. Educational Human Resources 4. Educational Technology Management 5. Educational Achievement and Quality
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
MANAJEMEN STRATEGI DALAM MEMBANGUN KARAKTER RELIGIUS ISLAM SISWA MELALUI PROGRAM TADARLING (TADARUS KELILING) Ach. Nur Arif As'adul Izza; Supriyanto; Erny Roesminingsih; Mohammad Syahidul Haq; Kaniati Amalia
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i1.488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen strategi sekolah dalam membangun karakter religius Islam siswa melalui program Tadarus Keliling (Tadarling) di SMP Muhammadiyah 17 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen strategi program Tadarus Keliling dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu formulasi, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap formulasi, program dirancang berdasarkan visi dan misi sekolah dalam membentuk generasi Qur’ani yang berakhlakul karimah. Tahap implementasi meliputi kegiatan tadarus Al-Qur’an, pembukaan oleh siswa, penyampaian kajian keislaman, serta pelaksanaan kegiatan secara bergilir di rumah siswa. Program ini menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, empati, cinta Al-Qur’an, dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Tahap evaluasi dilakukan melalui monitoring kehadiran, pengamatan perilaku siswa, serta evaluasi berkala untuk perbaikan program. Secara umum, program Tadarling memberikan dampak positif dalam membentuk karakter religius Islam siswa dan memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua. 
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, DISIPLIN, DAN MOTIVASI TERHADAP KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR Ubaidillah Ubaidillah; Nurkolis; Widya Kusumaningsih
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i1.497

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis (1) pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, (2) disiplin kerja, (3) motivasi kerja guru secara parsial maupun simultan terhadap kompetensi guru, dan (4) pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, disiplin kerja, dan motivasi kerja secara simultan terhadap kompetensi guru Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara. Kompetensi guru dipandang sebagai elemen kunci yang memerlukan dukungan kepemimpinan yang efektif serta kondisi internal guru yang disiplin dan termotivasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi penelitian berjumlah 230 guru, dengan sampel sebanyak 139 orang yang ditentukan melalui tabel Krejcie menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis statistik regresi linier sederhana dan regresi linier berganda. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh signifikan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kompetensi guru dengan kontribusi sebesar 18,2%; (2) terdapat pengaruh signifikan disiplin kerja terhadap kompetensi guru sebesar 36,1%; (3) terdapat pengaruh signifikan motivasi kerja terhadap kompetensi guru sebesar 45,2%; dan (4) secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh terhadap kompetensi guru sebesar 48,2%. Penguatan kepemimpinan, disiplin, dan motivasi secara kolektif akan meningkatkan kompetensi guru secara optimal. Disarankan bagi kepala sekolah untuk meningkatkan intensitas pembinaan serta bagi guru untuk memperkuat motivasi internal dan kepatuhan terhadap regulasi demi kualitas pembelajaran yang lebih baik.
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN PELIBATAN WARGA SEKOLAH TERHADAP IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Mu’arifin Mu’arifin; Nurkolis; Widya Kusumaningsih
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i1.499

Abstract

Kurikulum Merdeka diimplementasikan melalui siklus manajemen yang sistematis guna mendorong kemandirian berpikir siswa serta pencapaian profil pelajar Pancasila yang kompeten. Penelitian ini mempunyai tujuan mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap implementasi kurikulum Merdeka, pengaruh pelibatan warga sekolah terhadap implementasi kurikulum merdeka, pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan pelibatan warga sekolah terhadap implementasi kurikulum merdeka di SD Negeri Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara. Populasi penelitian ini meliputi guru SD Negeri di Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara, yang berjumlah 260 orang dengan jumlah sampelnya 149 orang setelah dicocokan dengan tabel Krecjie. Teknik sampling menggunakan proporsional random sampling dengan pendekatan yang digunakan secara kuantitatif dan jenis penelitian kausal komparatif. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner atau angket yang dianalisis dengan analisis regresi linier sederhana dan regresi berganda. Hasil uji hipotesis menunjukkan terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap implementasi kurikulum merdeka sebesar 43,8%, sedangkan pengaruh pelibatan warga sekolah terhadap implementasi kurikulum merdeka sebesar 42,1%. Adapun pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan pelibatan warga sekolah secara bersama-sama terhadap implementasi kurikulum merdeka di SD Negeri Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara, sebesar 13,6%. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan kepala sekolah dalam memimpin dan membimbing warga sekolah dapat mendorong kolaborasi antar warga sekolah dengan masyarakat sehingga mendukung implementasi kurikulum merdeka dapat berjalan dengan baik di sekolah.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM PENERAPAN REWARD AND PUNISHMENT UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN KERJA GURU Amelia Stephani Marpaung; Aprillitzavivayarti; Linardo Pratama
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i1.542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam penerapan reward dan punishment untuk meningkatkan kedisiplinan kerja guru; (2) mengidentifikasi bentuk penerapan reward dan punishment; serta (3) mengkaji faktor-faktor yang menghambat penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Sumber data terdiri atas data primer berupa hasil wawancara dan data sekunder seperti dokumen resmi, arsip, serta jurnal penelitian. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan kerja guru dilakukan melalui pendekatan manajerial, pembinaan, dan keteladanan. Penerapan reward masih sederhana dan belum terstruktur, umumnya berupa penghargaan non-material seperti pujian, pengakuan kinerja, dan pemberian kepercayaan. Sementara itu, punishment diterapkan secara bertahap dan proporsional melalui teguran, pembinaan, hingga tindakan administratif sesuai tingkat pelanggaran. Keberhasilan strategi ini didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah, kerja sama antar guru, dan lingkungan sekolah yang kondusif. Namun, pelaksanaannya masih terhambat oleh belum adanya sistem yang terstruktur, kurangnya konsistensi kebijakan, serta faktor internal guru seperti motivasi dan kesadaran terhadap kedisiplinan.
STRATEGI KEPEMIMPINAN KETUA SEKOLAH TINGGI DALAM MEMBANGUN BUDAYA AKADEMIK Chairul Fauzi; Ulil Irham
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i1.592

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk Menganalisis strategi Kepemimpinan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah Takengon dalam membangun budaya akademik. (2) Mengidentifikasi Faktor-faktor Pendukung dan Penghambat dalam membangun budaya akademik. (3) Mendiskripsikan Implementasi Budaya akademik tersebut dalam kehidupan akademik di lingkungan sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah Takengon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan ketua cenderung mengarah pada kepemimpinan transformasional yang ditandai dengan penetapan kebijakan akademik berbasis mutu, penguatan kegiatan ilmiah, serta keteladanan pimpinan dalam aktivitas akademik. Strategi ini mampu mendorong perubahan awal dalam perilaku akademik sivitas akademika. Faktor pendukung dalam membangun budaya akademik meliputi komitmen pimpinan dan kebijakan institusi yang mendukung, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan kompetensi dosen dalam penelitian dan publikasi, rendahnya motivasi sebagian sivitas akademika, serta keterbatasan sarana dan prasarana akademik. Implementasi budaya akademik di lingkungan kampus masih bersifat programatik dan belum sepenuhnya menjadi budaya yang mengakar dalam kehidupan akademik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pembangunan budaya akademik memerlukan strategi kepemimpinan yang konsisten, dukungan sistem yang memadai, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, disarankan agar pimpinan perguruan tinggi memperkuat program pengembangan kompetensi dosen, meningkatkan fasilitas akademik, serta membangun pembiasaan kegiatan ilmiah secara berkelanjutan guna mempercepat internalisasi nilai-nilai akademik.
MANAJEMEN LITERASI BERBASIS KELAS UNTUK MENINGKATKAN MINAT BACA TULIS SISWA SEKOLAH DASAR DI PAPUA Sri Kurnawati; Kusdianto; Indah Slamet Budiarti; Juliana Waromi; Petrus Irianto; Yulius Mataputun
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i2.538

Abstract

Literasi baca tulis merupakan fondasi utama dalam proses pendidikan dasar dan menjadi prasyarat penting bagi keberhasilan belajar siswa pada jenjang pendidikan selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen literasi berbasis kelas yang diintegrasikan dalam pe mbelajaran guna meningkatkan minat baca tulis siswa kelas 1 di SDN Kotaraja Kota Jayapura, Provinsi Papua. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian kepala sekolah, guru kelas 1, dan tim literasi sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen literasi berbasis kelas yang diterapkan melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi berjalan secara sistematis dan berkelanjutan. Perencanaan literasi terintegrasi dalam modul ajar dan lingkungan kelas yang kaya teks, pengorganisasian melibatkan kolaborasi sekolah dan orang tua, pelaksanaan menggunakan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi serta konten lokal Papua, dan evaluasi dilakukan melalui penilaian autentik serta supervisi kepala sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen literasi berbasis kelas yang kontekstual dan terkelola dengan baik mampu meningkatkan minat baca tulis siswa kelas awal serta mendukung penguatan budaya literasi di sekolah dasar.
PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL PENYELENGGARAAN (BOP) DI SEKSI PENDIDIKAN MADRASAH KEMENTERIAN AGAMA KOTA BLITAR Sintya Sari
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i2.552

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, pengelolaan dana bantuan pendidikan menjadi isu penting di tengah meningkatnya kebutuhan transparansi dan akuntabilitas lembaga pendidikan. Dana Bantuan Pendidikan sendiri adalah bantuan yang diberikan oleh pemerintah kepada lembaga yang bertujuan untuk meringankan beban lembaga terkait. Salah satu dana bantuan pendidikan adalah dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP). Efektivitas pengelolaan dana BOP menjadi hal yang krusial agar bantuan tersebut tepat sasaran dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam bagaimana perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta penerapan prinsip-prinsip pengelolaan dana BOP di Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Blitar. Analisis data dilakukan secara induktif dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk menggambarkan kondisi nyata di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana BOP di Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Blitar telah dilaksanakan dengan baik mulai dari tahap perencanaan yang matang, pelaksanaan yang sesuai dengan ketentuan, hingga evaluasi yang dilakukan secara menyeluruh. Selain itu, prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi telah diterapkan secara konsisten sesuai pedoman yang berlaku. Kesimpulannya, pengelolaan dana BOP di lingkungan Kementerian Agama Kota Blitar mampu mendukung terciptanya tata kelola keuangan pendidikan yang efektif dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas madrasah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi lembaga pendidikan lain dalam meningkatkan tata kelola bantuan operasional secara profesional dan berintegritas.
PEMBIAYAAN PENDIDIKAN BERBASIS SEKOLAH : ANALISIS EFEKTIVITAS DANA BOS DALAM MENINGKATKAN KUALITAS DAN PEMERATAAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR Imam Nawawi; Risto Risto; Sutrisno Sutrisno
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i2.599

Abstract

Pembiayaan pendidikan berbasis sekolah memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan dasar. Di Indonesia, program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan instrumen utama pembiayaan yang bertujuan mendukung operasional sekolah dan mengurangi kesenjangan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dana BOS dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta efektivitasnya dalam mendorong pemerataan pendidikan di tingkat sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis kebijakan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek kualitas, dana BOS berkontribusi dalam mendukung proses pembelajaran, penyediaan sarana prasarana, serta peningkatan akses terhadap layanan pendidikan, meskipun dampaknya terhadap hasil belajar masih bervariasi dan dipengaruhi oleh kapasitas manajemen sekolah serta efisiensi pengelolaan dana. Sementara itu, dari aspek pemerataan, dana BOS terbukti mampu mengurangi hambatan biaya bagi siswa dari kelompok kurang mampu dan mendukung kesetaraan akses (horizontal equity), namun belum sepenuhnya efektif dalam mewujudkan kesetaraan berbasis kebutuhan (vertical equity). Oleh karena itu, diperlukan penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas pengelola sekolah, serta penerapan strategi alokasi berbasis data agar efektivitas dana BOS dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan dapat dioptimalkan secara berkelanjutan.
STRATEGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PUBLIKASI ILMIAH DOSEN DI IAIN CURUP DALAM MENDUKUNG REPUTASI AKADEMIK PERGURUAN TINGGI Jenny Fransiska
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i2.617

Abstract

Publikasi ilmiah merupakan indikator utama produktivitas akademik dan reputasi perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional. Namun, produktivitas publikasi dosen di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), khususnya IAIN Curup, masih menghadapi berbagai kesenjangan yang belum sepenuhnya teridentifikasi secara sistematis, terutama dari aspek strategi institusional, motivasi dosen, dan dukungan infrastruktur penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi peningkatan produktivitas publikasi ilmiah dosen di IAIN Curup serta menganalisis faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses tersebut dalam konteks penguatan reputasi akademik perguruan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan terdiri dari 24 dosen tetap IAIN Curup yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan representasi bidang keilmuan, jenjang jabatan akademik, dan rekam jejak publikasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi publikasi institusional. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi efektif mencakup: (1) penguatan ekosistem riset melalui kelompok studi dan komunitas penulisan berbasis bidang keilmuan; (2) intensifikasi program pendampingan penulisan artikel internasional; (3) optimalisasi sinkronisasi data publikasi di platform SINTA dan Google Scholar; (4) pemberian insentif finansial dan non-finansial berbasis capaian publikasi; serta (5) pengembangan kemitraan kolaborasi riset lintas institusi. Penelitian ini menyiratkan bahwa peningkatan produktivitas publikasi dosen memerlukan pendekatan yang terintegrasi antara kebijakan institusional, pengembangan kapasitas individu, dan penguatan budaya riset yang berkelanjutan di lingkungan PTKIN.
PENGARUH CITRA, KUALITAS LAYANAN DAN SARANA PRASARANA TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN Melia Dewi Sinta; Anis Susanti
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i2.660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh citra, kualitas layanan, dan sarana prasarana terhadap kepuasan mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran Universitas Negeri Semarang Angkatan 2022. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan melibatkan 100 responden. Teknik analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Berdasarkan pengujian hipotesis, variabel citra, kualitas layanan, dan sarana prasarana terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan mahasiswa dengan nilai kontribusi sebesar 71,1% (R²=0,711). Kualitas layanan menjadi variabel yang memiliki pengaruh paling besar dengan koefisien sebesar 0,349, kemudian citra sebesar 0,314 dan sarana prasarana sebesar 0,266. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kepuasan mahasiswa dipengaruhi oleh pengalaman yang diperoleh selama proses perkuliahan berlangsung. Oleh karena itu, peningkatan kualitas layanan dan penyediaan fasilitas yang memadai perlu terus dilakukan untuk meningkatkan kepuasan mahasiswa.

Page 2 of 3 | Total Record : 30