cover
Contact Name
Dr. Widya Kusumaningsih, M.Pd.,
Contact Email
widyakusumaningsih@upgris.ac.id
Phone
+6281919567339
Journal Mail Official
manajemenpendidikan.s2.upgris@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lingga No.4-10, Karangtempel, Kec. Semarang Tim., Kota Semarang, Jawa Tengah 50232
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP)
ISSN : 22523057     EISSN : 26543508     DOI : https://doi.org/10.26877/jmp.v15i1
Core Subject :
1. School Management 2. Educational Leadership 3. Educational Human Resources 4. Educational Technology Management 5. Educational Achievement and Quality
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
PERAN MANAJEMEN INFORMASI DALAM PENGELOLAAN PENGETAHUAN PADA LEMBAGA PENDIDIKAN: STUDI LITERATUR Widya Putri Azhari; Novi Aurannisa; Oktavia Dwi Lestari; Sugeng Listyo Prabowo
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i2.677

Abstract

Lembaga pendidikan pada dasarnya adalah organisasi berbasis pengetahuan, namun ironisnya banyak lembaga justru menghadapi kesulitan mengelola aset pengetahuannya sendiri secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran manajemen informasi dalam mendukung pengelolaan pengetahuan di lembaga pendidikan, mengidentifikasi model dan strategi manajemen pengetahuan yang relevan, mengkaji kaitannya dengan mutu pembelajaran, serta merumuskan rekomendasi implementasi khusus bagi lembaga pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah library research dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) mengacu pada protokol PRISMA, terhadap 36 referensi terindeks. Hasil penelitian ini menunjukkan empat peran utama manajemen informasi dalam siklus pengelolaan pengetahuan: pengumpulan dan pengorganisasian, distribusi dan knowledge sharing, pelestarian pengetahuan institusional, serta analisis informasi untuk pengambilan keputusan berbasis bukti. Implementasi knowledge management yang efektif terbukti berkorelasi positif dengan peningkatan kinerja guru, inovasi kurikulum, dan mutu lulusan. Kebaharuan penelitian ini adalah pengembangan model knowledge management integratif untuk lembaga pendidikan Islam yang menyatukan infrastruktur teknologi, kepemimpinan transformasional berbasis nilai Islam, budaya berbagi pengetahuan, dan proses knowledge management terstruktur — dengan tradisi keilmuan Islam sebagai fondasi etis yang autentik dan motivator internal yang kuat. 
STRATEGI MANAJEMEN PUSTAKAWAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA PESERTA DIDIK Apriyani Nunuhitu Nunuhitu; Desi A. N Lakabui; Mercy R. Snae; Cherlin Mbura; Apris Taneo; Yanti Y. E Sole
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i2.885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen pustakawan dalam meningkatkan minat baca peserta didik melalui pendekatan studi literatur. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah seperti buku, jurnal, artikel penelitian, dan dokumen akademik yang relevan dengan fokus penelitian. Teknik analisis data menggunakan analisis isi secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen pustakawan dilakukan melalui penerapan fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi program literasi. Perencanaan dilakukan melalui penyediaan koleksi bacaan dan penyusunan program literasi. Pengorganisasian dilakukan dengan penataan ruang baca dan koordinasi dengan pihak sekolah. Pelaksanaan program dilakukan melalui promosi buku, pojok baca, dan kegiatan membaca mandiri. Sementara itu, pengawasan dilakukan melalui pemantauan kunjungan perpustakaan dan evaluasi program secara berkala. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi manajemen pustakawan yang diterapkan secara sistematis dapat meningkatkan minat baca peserta didik serta mendukung penguatan budaya literasi di sekolah.
APAKAH AGILITAS BELAJAR DAN LITERASI DIGITAL BERPENGARUH TERHADAP KUALITAS PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR? Harjito; Nurkolis; Muniroh Munawar; Soedjono
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i2.958

Abstract

Data Rapor Pendidikan 2024 yang keluar awal 2025 menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran di SD masih "cukup". Salah satu penyebabnya diduga berasal dari guru sendiri, yaitu seberapa lincah mereka dalam belajar hal baru dan seberapa baik literasi digital mereka. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah agilitas belajar dan literasi digital guru benar-benar memengaruhi kualitas pembelajaran. Kami melibatkan 140 guru SD di Kota Semarang. Data dikumpulkan melalui angket evaluasi diri yang telah lolos uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan regresi tunggal dan berganda. Hasilnya, baik agilitas belajar maupun literasi digital terbukti berpengaruh moderat terhadap kualitas pembelajaran, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. Yang menarik, agilitas belajar guru memiliki peran 9 kali lipat lebih besar, dengan kontribusi 90%, dibandingkan dengan literasi digital yang hanya 10%. 
OPTIMALISASI PEMANFAATAN PLATFORM RUANG GTK DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU Nina Herlina; Lupiyana Sari; Rismita
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i2.977

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas dan optimalisasi penggunaan Platform Ruang GTK dalam meningkatkan kualitas kerja guru di SDN Poris Pelawad 10 Kota Tangerang. Platform ini disediakan pemerintah sebagai sarana pengembangan kompetensi guru, pembelajaran berkelanjutan, dan pengelolaan kinerja berbasis digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah dan guru, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga dengan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Platform Ruang GTK memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas kerja guru, terutama dalam penyusunan perangkat pembelajaran, pengembangan kompetensi profesional, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta pelaksanaan refleksi dan evaluasi kinerja. Optimalisasi penggunaan platform didukung oleh komitmen kepala sekolah, ketersediaan sarana teknologi, dan motivasi guru untuk terus belajar. Namun, implementasinya masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan literasi digital guru, serta gangguan koneksi internet. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan yang berkelanjutan, pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan guru, serta penguatan budaya belajar kolaboratif agar Platform Ruang GTK dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di sekolah dasar.
KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN YANG MEMBEBASKAN: STUDI KUALITATIF TENTANG KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF DALAM MANAJEMEN PROGRAM PPG Paulina Kusuma; Nandang Hidayat
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i2.1022

Abstract

Studi ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan implementasi Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang masih berorientasi administratif dan transaksional, sehingga mengabaikan dimensi pengalaman, makna, dan kepemimpinan partisipatif dari para aktor kunci yang terlibat, yaitu mahasiswa, dosen pembimbing lapangan, dan guru pamong. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis–eksistensial, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen dari satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengungkap makna pengalaman partisipasi dan otentisitas keterlibatan para aktor. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketiga kategori aktor pelaku PPG memiliki komitmen profesional yang kuat, namun kolaborasi reflektif dan dialogis belum terbangun secara optimal akibat keterbatasan waktu, koordinasi, dan desain manajerial program. Penelitian ini menegaskan pentingnya reorientasi manajemen PPL menuju model kepemimpinan pendidikan yang membebaskan, yang menempatkan pengalaman, makna, dan relasi etis sebagai inti pengelolaan PPG. Implikasi penelitian ini relevan bagi pengelola PPG dalam merancang sistem pendampingan dan kolaborasi yang lebih humanistik dan partisipatif.
MANAJEMEN MUTU TERPADU BERBASIS THE JURAN TRILOGY: STUDI MULTI SITUS DI SMPN 12 SURABAYA DAN SMPN 48 SURABAYA Ica Putri Nabila; Kaniati Amalia; Mohammad Syahidul Haq; Aditya Chandra Setiawan; Darto Darto
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i2.1129

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Quality Planning, Quality Control, dan Quality Improvement berbasis The Juran Trilogy di SMP Negeri 12 Surabaya dan SMP Negeri 48 Surabaya, dua sekolah yang dipimpin satu kepala sekolah yang sama, serta menganalisis persamaan dan perbedaan penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus mulri situs. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan mutu di kedua sekolah menggunakan rapor pendidikan, evaluasi sebelumnya, data SDM, dan analisis SWOT sebagai basis penyusunan program; pengendalian mutu dijalankan melalui pendelegasian kepada wakil kepala sekolah dan supervisi guru senior; sedangkan peningkatan mutu dilakukan berbasis evaluasi dampak program yang kembali merujuk skala prioritas rapor pendidikan. Persamaan penerapan Trilogi Juran pada kedua sekolah terletak pada kerangka filosofis dan prosedural yang identik, yaitu pengambilan keputusan berbasis data, sifat kolaboratif, dan kesinambungan siklikal antarfase. Perbedaannya terletak pada arah program, yaitu sekolah talenta di SMP Negeri 12 Surabaya dan digitalisasi pembelajaran di SMP Negeri 48 Surabaya, serta pada mekanisme teknis dan derajat pendelegasian yang dipengaruhi status kepemimpinan sebagai pemimpin sekolah induk maupun Pelaksana Tugas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan manajemen mutu terpadu dalam konteks kepemimpinan rangkap ditentukan oleh konsistensi kerangka Trilogi Juran yang diterapkan secara adaptif, bukan oleh keseragaman program maupun kehadiran fisik kepala sekolah secara penuh.
MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA DALAM  MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Dimas Rizki Maulanasyah; Muhammad Sholeh; Karwanto Karwanto; Supriyanto Supriyanto; Kaniati Amalia
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i2.1168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen sarana dan prasarana di SMK Dharmawanita Gresik dalam mendukung peningkatan motivasi belajar siswa, mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pengelolaan sarana dan prasarana, serta mendeskripsikan upaya yang dilakukan pihak sekolah dalam mengatasi kendala tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi mendalam, wawancara semi terstruktur kepada kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana, kepala program keahlian, guru produktif/praktik, serta siswa, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/penarikan kesimpulan, dengan pengecekan keabsahan data melalui kriteria kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas. Hasil: Perencanaan sarana dan prasarana di SMK Dharmawanita Gresik ditopang oleh skema pembiayaan ganda (dana internal sekolah dan bantuan pemerintah) serta koordinasi lintas bidang yang selaras dengan kerangka POAC, namun fungsi pengendalian (controlling) masih lemah akibat praktik inventarisasi manual dan belum tersedianya sistem pelaporan kerusakan yang resmi. Pihak manajemen menilai konektivitas internet dan kenyamanan ruang praktik ber-AC berkontribusi terhadap motivasi belajar siswa, meskipun persepsi ini belum dikonfirmasi melalui triangulasi dengan pengalaman langsung guru dan siswa. Kebaruan: Penelitian ini mengidentifikasi adanya kesenjangan dokumentasi pada fungsi pengendalian manajemen sarana dan prasarana di sekolah swasta yang mengandalkan skema pendanaan mandiri multisumber, yang belum banyak disoroti secara spesifik pada penelitian manajemen sarpras-motivasi belajar terdahulu yang umumnya dilakukan di SMK negeri.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGELOLA INOVASI PEMBELAJARAN CODING DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE Indah Puji Lestari; Rosalina Br Ginting; Bunyamin
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i2.1224

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian mengenai Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mengelola Inovasi Pembelajaran Coding dan Artificial Intelligence di SD Hj. Isriati Baiturrahaman 1 Semarang, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah menunjukkan karakteristik kepemimpinan manajerial (managerial leadership) yang efektif dalam mengelola inovasi pembelajaran. Hal tersebut tercermin dari kemampuan kepala sekolah dalam menjalankan fungsi-fungsi  manajemen secara sistematis, diantaranya: Aspek perencanaan (planning), Aspek pengorganiasian (organizing), Aspek pelaksanaan (actuating), dan Aspek pengawasan (controlling). Secera keseluruhan hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah di SD HJ. Isriati Baiturrahman 1 Semarang memiliki tingkat kesesuaian dengan teori kepemimpinan manajerial yang dikemukakan Robbins dan Coulter (2018). Keberhasilan pengelolaan inovasi pembelajaran Coding dan Artificial Intelligence tidak hanya ditentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah dalam menyusun perencanaan, mengorganisasi sumber daya, menggerakkan seluruh warga sekolah, dan melakukan pengawasan, tetapi juga didukung oleh karakteristik sekolah yang memiliki sumber daya manusia profesional, sarana prasarana yang memadai budaya organisasi yang kolaboratif, dukungan orang tua, serta sisi sekolah yang berorientasi pada pengembangan kompetensi global dan pembentukan karakter islami. Dengan demikian  kepemimpinan  manajerial kepala sekolah menjadi faktor strategis dalam mewujudkan inovasi pembelajaran yang efektif, berkelanjutan, dan relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.
THE IMPACT OF TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP, WORK MOTIVATION AND ORGANIZATIONAL INNOVATIVE CLIMATE ON TEACHER’S INNOVATIVE WORK BEHAVIOR Simon Petrus Wenehenubun; Yohanes Langgar Billy; Ferry Doringin
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i2.1231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sinergi antara determinan lingkungan, khususnya kepemimpinan transformasional dan iklim organisasi yang inovatif, serta faktor pribadi, seperti motivasi kerja, dalam membentuk perilaku kerja inovatif guru. Kerangka penelitian menggunakan Social Cognitive Theory (SCT). Dengan pendekatan desain penelitian kuantatif, penelitian ini mengumpulkan data menggunakan instrumen digital (Google Forms) dan fisik dengan sampel 233 guru dari 11 SMA di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling – Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dan iklim organisasi yang inovatif meningkatkan perilaku inovatif guru. Selain itu, struktur organisasi dan faktor lingkungan memiliki pengaruh yang lebih langsung dan terlihat terhadap perilaku. Sementara itu, motivasi pribadi berpengaruh ketika diaktifkan oleh kondisi pendukung yang sesuai dalam lingkungan sekolah. Secara teoritis, hasil penelitian ini memperluas cakupan Social Cognitive Theory dengan menawarkan dukungan empiris untuk kerangka resiprokal triadik, khususnya perilaku kerja inovatif pendidik. Secara praktis, hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa inovasi seorang guru harus didekati dengan pendekatan sistemik dan tidak semata-mata bergantung pada insentif individu.
MANAJEMEN STRATEGIK SARANA PRASARANA DALAM MENINGKATKAN PRESTASI NON AKADEMIK SISWA DI SMA NEGERI 3 BOJONEGORO Ruben Diaz Prasietyawan; Nuphanudin; Poltjes Pattipeilohy; Rezki Nurma Fitria; Kaniati Amalia
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i2.1264

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perencanaan, implementasi, dan evaluasi strategi manajemen sarana dan prasarana dalam meningkatkan prestasi non-akademik siswa di SMA Negeri 3 Bojonegoro. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terstruktur terhadap kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana dan kesiswaan, guru pembina ekstrakurikuler, serta siswa berprestasi, dilengkapi observasi lapangan dan studi dokumentasi. Data dianalisis melalui kondensasi, penyajian, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi model Miles dan Huberman, dan diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil: Perencanaan dilakukan secara partisipatif melalui rapat koordinasi tahunan yang berpedoman pada Renstra sekolah, dengan prioritas berdasarkan urgensi kompetisi dan kondisi inventaris. Implementasi berjalan melalui pengadaan yang bersumber dari dana BOS, APBD, dan hibah alumni, penjadwalan penggunaan fasilitas melalui SK semesteran, serta pemeliharaan preventif bulanan, meskipun fasilitas olahraga dan kepanduan jauh lebih memadai dibandingkan fasilitas seni. Evaluasi dengan model CIPP menunjukkan tren prestasi yang positif pada cabang olahraga dan kepanduan selama 2022-2025, sementara cabang seni belum meraih gelar juara. Kebaruan: Penelitian ini menegaskan bahwa penentuan prioritas yang adaptif dan diversifikasi sumber daya, bukan semata kelengkapan fasilitas atau besaran anggaran, menjadi faktor penentu utama yang menghubungkan manajemen strategik sarana prasarana dengan keberlanjutan prestasi non-akademik di sekolah menengah negeri.

Page 3 of 3 | Total Record : 30