cover
Contact Name
Indra Rio Saputro
Contact Email
indra.rio@unsoed.ac.id
Phone
+6282187028772
Journal Mail Official
fitrodarwis@gmail.com
Editorial Address
Jln. Kampus Lemonade Desa Daruba Kec. Morotai Selatan Kab. Pulau Morotai, Maluku Utara
Location
Kab. pulau morotai,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Silitek
ISSN : 28085825     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.51135/bn7cvw06
Core Subject :
Jurnal Teknik SILITEK adalah jurnal teknik dan rekayasa yang merupakan wadah publikasi artikel ilmiah dalam rangka menyebarluaskan hasil riset dan kajian analisis yang berkaitan dengan keteknikan. Jurnal Teknik SILITEK diterbitkan 4 kali dalam setahun yakni di bulan Januari, April, Juni dan bulan Oktober. Cakupan dari ruang lingkup Jurnal Teknik SILITEK meliputi : 1. Teknik Sipil 2. Teknik Informatika 3. Teknik Lingkungan 4. Teknik Industri 5. Ilmu Teknik lainnya, serta 6. Sains lainnya
Arjuna Subject : -
Articles 344 Documents
SUPPLY CHAIN RISK MANAGEMENT PADA PRODUKSI ALAT SUNTIK VAKSIN MENGGUNAKAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) Lathiifah Thawafani; Lukman Adhitama; Indriani Yosida Erline; Listia Anjani; Muchamad Nurudduja Al Kautsar; Nur Mayke Eka Normasari
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/1c31kh50

Abstract

Tahun 2020 dimana terjadi pandemi covid-19 memberikan tantangan terutama pada industri yang bergerak di bidang kesehatan. Terjadinya hal tersebut menyebabkan kebutuhan terkait alat medis meningkat drastis. Peningkatan yang tajam secara tiba-tiba tidak sebanding dengan kemampuan produsen dalam memenuhi permintaan tersebut. Hal tersebut juga terjadi di PT Nipro Indonesia Jaya yang merupakan perusahaan yang memproduksi alat suntik (syringe). Masalah yang timbul di perusahaan terkait dengan rantai pasok bahan dan produk alat suntik tersebut harus ditangani dengan baik. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis Supply Chain Risk Management (SCRM) Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko untuk produk alat suntik yang meningkat karena banyak dibutuhkan selama pandemi untuk pelaksanaan vaksin. Proses penelitian ini diawali dari mengidentifikasi risiko hingga memberikan mitigasi risiko yang terdapat di perusahaan. Penelitian dilakukan menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) dan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Berdasarkan FTA diketahui bahwa masalah utama yang muncul yaitu tambahan biaya pinalti karena keterlambatan pengiriman alat suntik vaksin ke distributor, dimana terdapat delapan masalah yang menyebabkan terjadinya masalah utama. Analisis FMEA menunjukkan bahwa terdapat delapan kegagalan yang termasuk kedalam kategori risiko tinggi. Masing-masing risiko kemudian mendapat rekomendasi yang tepat untuk dapat ditangani.
EVALUASI KONDISI PERKERASAN RUAS JALAN BANJARNEGARA-PURWOKERTO BERDASARKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) Via Azizul Saputri Khalifah; Indra Rio Saputro; Iola Abi Gail; Erik Wahyu Palguna
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/0agpvw71

Abstract

Ruas jalan Banjarnegara – Purwokerto merupakan salah satu jalur utama penghubung antardaerah di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya, yang memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta pertumbuhan sektor ekonomi regional. Transportasi secara umum memiliki peranan penting dalam mendukung pertumbuhan perekonomian. Keberadaan transportasi memberikan stimulasi terhadap sistem produksi dan invertasi melalui peningkatan aksesbilitas serta kelancaran distribui barang dan jasa. Untuk menunjang hal tersebut, dibutuhkan infrastruktur yang memadai, salah satunya adalah jalan sebagai prasarana vital. Keperluan ketersediaan infrastruktur merupakan prasarat untuk mendukung laju pertumbuhan ekonomi. Sehingga untuk mendukung laju perekonomian dibutuhkan prasarana guna mendukung aksesbilitas maupun perpindahaan barang dan jasa. Jalan merupakan aspek penting pada prasarana yang berperan besar dalam berbagai sektor bidang.  Sehingga perlu menjaga peforma kondisi jalan agar tetap fungsional untuk berbagai jenis kendaraan. Kerusakan jalan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain air karena sistem drainase yang tidak baik, roda kendaraan yang berat menginjak permukaan jalan dan penanganan pemeliharaan dilakukan pada waktu kurang tepat. Persentase perbandingan kerusakan pada ruas Ruas Jl. Banjarnegara – Purwokerto sebagian besar berupa patching, raveling dan aligator cracking dengan hasil masing - masing 58,74%, 21,62% dan 6,23 % dari total kerusakan yang terjadi. Dan hasil perhitungan Pavement Condition Index (PCI) menghasilkan nilai 47,1 dengan kondisi fair sehingga dibutuhkan masa pemeleiharaan jalan setiap 1 - 5 tahun.
PENGARUH SUBTITUSI AGREGAT HALUS DENGAN LIMBAH BAN BEKAS (CRUMB RUBBER ) TERHADAP KUAT TEKAN DAN TARIK BELAH BETON Miftah Faridl; Jasman; Hendro Widarto
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/xaj2rw98

Abstract

Limbah ban bekas merupakan salah satu penyumbang sampah terbesar didunia, dan merupakan bahan yang sukar didaur ulang oleh alam hingga ratusan tahun. Crumb rubber  juga dapat meningkatkan daya tahan terhadap retak dengan sifat yang elastis sehingga dapat menyerap tegangan sehingga membantu beton lebih tahan terhadap retak, sehingga dapat dijadikan sebagai bahan tambah atau subtitusi Sebagian agregat halus. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh limbah Ban Bekas (Crumb Rubber) sebagai subtitusi agregat halus terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa eksperimen kuat tekan dan kuat Tarik belah beton terhadap beton normal variasi 3 subtitusi limbah Ban Bekas yaitu, 2,5%, 7,5%, dan 12,5%, maka didapatkan hasil eksperimen kuat tekan beton untuk umur 28 hari pada beton normal dengan rata-rata 25,285 Mpa dan mengalami penurunan berturut turut pada variasi 2,5%, 7,5%, dan 12,5% dengan rata-rata 23,081 Mpa, 18,665 Mpa, dan 13,060 Mpa. Sedangkan pada pengujian kuat tarik belah beton untuk umur 28 hari pada beton normal dengan rata-rata 5,407 Mpa dan mengalami penurunan pada variasi 2,5%, 7,5%, dan 1,56% dengan rata-rata 4,222 Mpa, 3,674 Mpa, dan 2,983 Mpa. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada variasi beton dengan penambahan limbah ban bekas mampu melampaui kekuatan beton normal, jadi semakin banyak limbah Ban Bekas (Crumb rubber) yang digunakan maka akan membuat kuat tekan dan tarik belah pada beton menurun.
PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PENENTUAN KESESUAIAN LAHAN WISATA DI SUB ZONA PEMANFAATAN PARIWISATA PULAU DODOLA Fijai Pina; Nurhalis Wahidin; Salim Abubakar
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jmpk4482

Abstract

Pemerintah provinsi menetapkan Kawasan Taman Wisata Perairan (TWP) Pulau Rao–Tanjung Dehegila di Kabupaten Pulau Morotai (luas area ±65.892,42 Ha) sebagai upaya menjaga ekosistem tetap terkontrol dan berkelanjutan. Kawasan konservasi ini dikelola untuk menjaga dan melestarikan keanekaragaman sumber daya hayati maupun non hayati, untuk mendukung kemajuan pembangunan wilayah terutama dalam bidang pariwisata dan perikanan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan kesesuaian dan daya dukung kawasan area pengembangan ekowisata bahari serta alokasi kesesuaian ekowisata bahari di Kawasan Konservasi berbasis data spasial. Metode pungumpulan data berdasarkan matriks kesesuaian ekowisata, Coral Reef Visual Census (UPT) dan Underwater Vidio Transek (UVT) untuk digunakan pengambilan data terumbu karang dan ikan karang, kemudian di analisis dengan menggunakan Coral Point Count with Excwl (CPCe) dan sofer ArGis 10.8. Hasil analisis kesesuaian dan daya dukung kawasan ekowisata bahari di Sub Zona Pemanfaatan Pariwisata Alam Perairan Pulau Dodola, untuk jenis kegiatan wisata rekreasi/pantai dengan Indek Kesesuaian Wisata (IKW) dengan luas area yang dapat dimanfaatkan (S1 ±14,29 Ha/(38%), (S2 ±10,64 Ha/29%) dan (S3 ±12,25 Ha /33%). Sedangkan untuk kegiatan wisata snorkeling dengan kelas kesesuaian lahan kategori (S1 ±28,71 Ha/13%), (S2 ±86,92 Ha/39%) dan kategori (S3 dengan luas area ±109,91 Ha (49%). Area yang tidak sesuai karena adanya pembudidayaan rumput laut oleh masyarakat Pulau Koloray. Sedangkan untuk kegiatan wisata diving kategori (S1 ±38,92 Ha/9%), (S2 ±203,94 Ha/48%) dan kategori (S3 dengan luas area ±184,13 Ha/43%).
PERANCANGAN APLIKASI KULINER MOROTAI BERBASIS ANDROID Axle Fortuna Lumantouw; Miswar Papuangan; Alwadud Lule
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/fcrcjp52

Abstract

Kuliner merupakan istilah yang sering dikatakan ketika ingin menyebut sebuah olahan makanan atau masakan. Istilah kuliner juga sering digunakan ketika melakukan kegiatan mencicipi makanan-makanan dari berbagai daerah, atau berwisata kuliner. Kuliner meliputi kegiatan persiapan, pengolahan, penyajian produk makanan dan minuman yang menjadikan unsur kreativitas, estetika, tradisi, dan kearifan lokal sebagai elemen terpenting dalam meningkatkan cita rasa dan nilai produk untuk menarik daya beli dan memberikan pengalaman bagi konsumen. Tujuan dari penelitian perancangan aplikasi kuliner ini adalah memberikan kemudahan bagi pelanggan baik lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Morotai dan ingin mengakses informasi tempat kuliner dan maupun yang ingin memesan kuliner khas Morotai yang tersedia di rumah makan Morotai. Platform yang digunakan dalam perancangan aplikasi kuliner berbasis android menggunakan Glide App, google drive, google spreadsheet, dan pengembangan sistem menggunakan model software development life cycle (SDLC). Model SDLC digunakan untuk proses pembuatan dan pengubahan sistem aplikasi serta metodologi untuk mengembangkan sistem rekayasa perangkat lunak. Pengujian sistem menggunakan black box. Black box testing merupakan teknik pengujian sstem yang dilakukan tanpa harus mengetahui proses internal yang berada pada sistem tersebut. Hasil dari  perancangan dan pengujian sistem yang dilakukan terhadap perancangan aplikasi kuliner morotai berbasis android, aplikasi dapat bekerja secara efektif dan adaptif untuk dijadikan sebagai aplikasi pemesanan kuliner, dapat diakses melalui perangkat mobile baik smartphone maupun personal computer. Aplikasi kuliner juga dapat membantu memudahkan pelanggan baik pelanggan lokal maupun wisatawan yang ingin ingin mengakses tempat atau lokasi kuiner yang tersedia di rumah makan Morotai.
EVALUASI KONDISI DAN EFEKTIFITAS RAMBU LALU LINTAS DAN MARKA JALAN RUAS FLORES BARU-ANOA Hanum Putri Kamelianti; Marsya Fadlillah Kurnia Dewi; Joisce Oktavia Manullang; Dwi Wahyu Hidayat
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/02fv9h45

Abstract

Rambu lalu lintas dan marka jalan berfungsi sebagai elemen krusial dalam mendukung tertibnya arus kendaraan serta menjamin keselamatan pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi terkini dan tingkat efektivitas rambu serta marka jalan pada ruas Flores Baru-Anoa di Kabupaten Tegal. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan guna memeriksa kelayakan fisik rambu dan marka, serta penyebaran angket kepada pengendara untuk mengetahui sejauh mana keberadaan fasilitas tersebut berpengaruh terhadap perilaku berkendara. Adapun hasil dari survei dan penelitian, ditemukan bahwa beberapa rambu dan marka telah mengalami kerusakan, seperti pudar, terhalang vegetasi, atau peletakan yang kurang tepat. Secara spesifik, rambu pada sepanjang ruas jalan hanya terdapat pada beberapa titik STA saja yaitu pada STA 0+100, STA 0+400 – STA 0+500, STA 0+500 – STA 0+600, dan STA 1+300 – STA 1+350. Dan markapun hanya terletak pada STA 0+850, STA 1+150, dan STA 1+250 selain itu tidak terdapat marka sepanjang ruas jalan. Temuan lain menunjukkan masih rendahnya tingkat kesadaran dan kepatuhan pengguna jalan terhadap rambu dan marka, terutama ketika kondisi visualnya sudah tidak sesuai standar.. dengan adanya permasalahan tersebut akan mengurangi tingkat kedisiplinan para pengguna jalan dan meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.
TARIKAN PERGERAKAN DAMPAK PENGGUNA JALUR PENDESTRIAN DISEKITAR  KAWASAN SMAN 2 KOTA PAREPARE Muh. Ilham Akbar; Sulfanita; Hendro Widarto
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/3m9d2f33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tarikan pergerakan dampak pengguna jalur pejalan kaki di sekitar kawasan SMAN 2 Kota Parepare. Jalur pejalan kaki yang menghubungkan sekolah dengan berbagai fasilitas di sekitarnya memiliki peran penting dalam mobilitas harian siswa dan masyarakat umum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menghitung jumlah pejalan kaki, serta faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan di jalur pejalan kaki tersebut, seperti jarak, waktu tempuh, dan fasilitas yang tersedia. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan pencatatan arus pejalan kaki pada jam sibuk, serta wawancara dengan pengguna jalan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa bangkitan dan tarikan pergerakan pada kawasan SMAN 2 Kota Parepare adalah ???? = −196,041 + 1,295????. Karena nilai R2 sebesar 0,918 atau dapat dikatakan mendekati 1. Faktor yang mempengaruhi bangkitan dan tarikan pergerakan pada kawasan SMAN 2 Parepare adalah Akses ke Transportasi Umum dan Lingkungan yang Aman dan Nyaman merupakan faktor tarikan yang paling signifikan. Untuk faktor bangkitan faktor kemudahan pengangkutan di Sekitar menjadi faktor bangkitan utama, diikuti oleh sistem isyarat rambu. Keberadaan kegiatan ekonomi, seperti toko dan restoran, dapat meningkatkan jumlah pejalan kaki yang men  
ANALISIS INDEKS KELAYAKAN BERJALAN DAN POTENSI BAHAYA FASILITAS PEJALAN KAKI JALAN AIP KS TUBUN KABUPATEN TEGAL Rui Hanan Syafriyanto; Finata Dwi Putri; Bimo Noviaji Erhatmono; Dwi Wahyu Hidayat
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/hd95kx59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelayakan berjalan serta potensi bahaya pada fasilitas pejalan kaki di Jalan AIP KS Tubun, Kabupaten Tegal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA), yang mencakup identifikasi potensi bahaya dan penilaian tingkat risiko berdasarkan kemungkinan serta dampaknya. Data dikumpulkan melalui survey lapangan dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak segmen jalur pejalan kaki memiliki infrastruktur yang kurang memadai, seperti trotoar yang terhalang pedagang dan kendaraan, penyebrangan tanpa marka, serta tidak tersedianya fasilitas ramah disabilitas. Berdasarkan hasil dari analisis, sebagian besar parameter menunjukkan nilai dalam rentang kurang memadai, baik dari pengamatan langsung maupun persepsi pengguna. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan fasilitas pejalan kaki demi meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
BILANGAN KROMATIK DARI GRAF HASIL OPERASI KORONA PADA GRAF LINTASAN TERHADAP BEBERAPA GRAF REGULER Anuwar Kadir Abdul Gafur; Safia Posu
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/fwaex022

Abstract

Misalkan graf  adalah graf terhubung, sederhana, dan berhingga. Bilangan kromatik dinotasikan , adalah bilangan bulat terkecil sehingga graf mempunyai pewarnaan titik sejati dengan  warna. sedangkan pewarnaan titik sejati dari graf  dengan  warna adalah suatu pemetaan  sedemikian sehingga  untuk setiap  dan  yang bertetangga di . Oleh karena itu, kami akan mencari bilangan kromatik dari graf hasil operasi corona untuk graf lintasan terhadap beberapa graf reguler dan kami telah berhasil menemukan graf   merupakan hasil operasi corona dari graf lintasn  dengan graf  dimana  adalah graf  atau  dengan orde .
EVALUASI ALINEMEN VERTIKAL RUAS JALAN MOTORPOL TOTODOKU (IJD) KABUPATEN PULAU MOROTAI Siti Hadija Goraahe; Aminullah Thaib; Rifial Amin
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/128jx911

Abstract

Ruas jalan daerah ini dengan jarak tempu lebih pendek untuk menuju ke kota Daruba dibandinkan dengan ruas jalan nasional untuk menuju ke pusat kota Daruba. Karena Pertemuan antara jalan daerah dan jalan nasional tepatnya beradah di simpang Desa totodoku kabupaten Morotai Kecamatan morotai selatan dengan arah dari timur menuju barat, rute jalan daerah menuju ke Kawasan Central Business Distric (CBD) dan kawasan perkantoran sedankan untuk jalan nasional menuju ke arah bandara Leowatimena dan kawasan pelabuhan Daruba Pengukuran lebar jalan dilakukan dengan menggunakan alat ukur Roll Meter, untuk memastikan hasil yang presisi. Pengukuran ini di lakukan pada beberapa titik di sepanjang segmen yang diteliti untuk memperoleh representasi lebar jalan yang akurat dan mencakup variasi kondisi jalan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa lebar jalan eksisting berkisar antara 4,60 m hingga 4,80 m, di bawah standar minimal jalan lokal dua arah menurut PDGJ 2023 yaitu ≥ 6,00 m. Bahkan jika menggunakan batas toleransi 5,50 m, sebagian besar segmen tetap tidak memenuhi standar yang berlaku berdasarkan kategori jalannya. Kondisi ini berpotensi menimbulkan hambatan lalu lintas dan menurunkan tingkat keselamatan, sehingga diperlukan penataan atau pelebaran pada segmen-segmen tertentu.