cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
curricula@upi.edu
Editorial Address
Program Studi Pengembangan Kurikulum, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Curricula: Journal of Curriculum Development
ISSN : 29647339     EISSN : 28307917     DOI : https://doi.org/10.17509/curricula
Core Subject :
Curricula: Journal of Curriculum Development is an open access and peer-reviewed journal published by Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia in collaboration with Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) MoU file. The journal includes particular interests in issues related to research results on curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Curricula: Journal of Curriculum Development aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education. This journal is published quarterly, in March, June, September, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 264 Documents
The impact of diorama media on learning outcomes in water cycle education Sadewo Witjaksono; Kasriman Kasriman
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.85872

Abstract

Learning Natural and Social Sciences (IPAS) on the water cycle in elementary schools still poses challenges for helping students understand abstract concepts such as evaporation, condensation, and precipitation. Diorama media were chosen because they provide a concrete, interactive, three-dimensional visual representation. This study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group design involving an experimental group using diorama media and a control group using conventional methods. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics, including paired t-tests and effect size calculations. The results showed that the experimental group's average post-test score was significantly higher than that of the control group, with a medium effect size. Diorama media not only improve students' understanding of the water cycle concept but also encourage active involvement and motivation. The effectiveness of dioramas can be explained through the theories of constructivism, multimedia learning, dual coding, and cognitive load. This study recommends integrating diorama media into the IPAS curriculum in elementary schools, particularly for abstract and complex materials.   Abstrak Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada materi siklus air di sekolah dasar masih menghadapi tantangan dalam membantu murid memahami konsep abstrak seperti evaporasi, kondensasi, dan presipitasi. Media diorama dipilih karena mampu menghadirkan representasi visual tiga dimensi yang konkret dan interaktif. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan pretest-posttest control group design yang melibatkan kelompok eksperimen menggunakan media diorama dan kelompok kontrol menggunakan metode konvensional. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, termasuk uji t berpasangan dan perhitungan effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor post-test kelompok eksperimen lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol dengan nilai effect size kategori sedang. Media diorama tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep siklus air secara kognitif, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif dan motivasi murid. Efektivitas diorama dapat dijelaskan melalui teori konstruktivisme, multimedia learning, dual coding, dan cognitive load. Penelitian ini merekomendasikan integrasi media diorama dalam kurikulum IPAS di sekolah dasar, khususnya pada materi yang bersifat abstrak dan kompleks. Kata Kunci: hasil belajar; media diorama; siklus air
The role of school accreditation in improving educational quality Tri Ananda Setiyani; Nur Adzkia Kamilah; Resyadilla Azkia; Putri Medina Heru Arnafama; Siti Raisyah; Aslamiah Aslamiah; Celia Cinantya
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.91073

Abstract

School accreditation has often been understood as merely an assessment and administrative fulfillment mechanism, resulting in its suboptimal contribution to improving educational quality. This situation requires implementing a quality management approach to strengthen the role of accreditation as an instrument for continuous improvement. This study aims to analyze the relationship between school accreditation and educational quality by applying Total Quality Management (TQM) principles in three A-accredited public junior high schools in Banjarmasin City. The study used a qualitative approach with a case study design. Data were collected through semi-structured interviews, observations, and a review of accreditation documents. The results indicate that accreditation serves not only as an external evaluation but also encourages facility improvements, strengthens the learning process, and improves student achievement when integrated with the principles of continuous improvement and stakeholder involvement, as in TQM. However, the implementation of this integration still faces obstacles, including limited funding, resistance from some teachers, and disparities in facilities and infrastructure. Strengthening the link between accreditation and TQM could serve as a model for sustainable educational quality assurance.   Abstrak Akreditasi sekolah selama ini kerap dipahami sebatas mekanisme penilaian dan pemenuhan administrasi, sehingga kontribusinya terhadap peningkatan mutu pendidikan belum optimal. Kondisi ini menuntut penerapan pendekatan manajemen mutu yang mampu menguatkan peran akreditasi sebagai instrumen perbaikan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara akreditasi sekolah dan mutu pendidikan melalui penerapan prinsip Total Quality Management (TQM) pada tiga SMP Negeri terakreditasi A di Kota Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, serta telaah dokumen akreditasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akreditasi berperan tidak hanya sebagai evaluasi eksternal, tetapi juga mendorong perbaikan fasilitas, penguatan proses pembelajaran, dan peningkatan prestasi murid ketika diintegrasikan dengan prinsip perbaikan berkelanjutan dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan sebagaimana dalam TQM. Namun, implementasi integrasi tersebut masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pendanaan, resistensi sebagian guru, serta ketimpangan sarana dan prasarana. Penguatan keterkaitan antara akreditasi dan TQM berpotensi menjadi model penjaminan mutu pendidikan yang berkelanjutan. Kata Kunci: akreditasi sekolah; mutu pendidikan; Total Quality Management; TQM
Islamic family character education: A pedagogical framework of the F-BASE Model Almi Novitasari; Asep Dahliyana; Imas Kurniawaty; Bunyamin Maftuh; Ganjar Muhammad Ganeswara
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.94350

Abstract

Current approaches to character education primarily focus on observable behavioral changes, while the inner capacities that sustain long-term ethical consistency receive insufficient attention. This reveals a conceptual gap in family character education and highlights the need for a more integrated pedagogical framework. This study aims to develop a conceptual model of family character education grounded in Islamic values and aligned with the discourse on sustainability. This conceptual review synthesizes insights from classical Islamic scholarship, empirical research on family and character education, and frameworks for inner capacity development. The findings indicate that existing family character education models remain fragmented, failing to coherently integrate religious values, pedagogical processes, and orientations toward sustainability. To address this, the study proposes the Fitrah-Based Family Character Education (F-BASE) Model, integrating core Islamic values—tauhid, amanah, and rahmah—with stages of internalization, actualization, and transformation, as well as the Inner Development Goals. Although conceptual, the F-BASE Model contributes theoretically to strengthening the family’s role in fostering sustainable character development.   Abstrak Pendekatan pendidikan karakter selama ini cenderung berfokus pada perubahan perilaku yang tampak, sementara kapasitas batin yang menopang konsistensi etis jangka panjang belum mendapat perhatian memadai. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan konseptual dalam pendidikan karakter keluarga dan perlunya kerangka pedagogis yang lebih terintegrasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model konseptual pendidikan karakter keluarga yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan sejalan dengan wacana pendidikan keberlanjutan. Metode yang digunakan adalah conceptual review melalui sintesis literatur, meliputi kajian klasik Islam, penelitian empiris tentang pendidikan keluarga dan karakter, serta kerangka pengembangan kapasitas batin. Hasil kajian menunjukkan bahwa model pendidikan karakter keluarga yang ada masih terfragmentasi dan belum mengintegrasikan nilai religius, proses pedagogis, dan orientasi keberlanjutan secara komprehensif. Sebagai respons, penelitian ini mengusulkan Model Fitrah-Based Family Character Education (F-BASE) sebagai kerangka integratif yang memadukan nilai tauhid, amanah, dan rahmah dengan tahapan internalisasi, aktualisasi, dan transformasi, serta domain Inner Development Goals. Meskipun bersifat konseptual, model ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperkuat peran keluarga dalam membangun karakter berkelanjutan. Kata Kunci: model F-BASE; nilai Islam; pendidikan karakter keluarga; pengembangan batin
Jawafriend: Adaptive preservation of Javanese culture in digital platform Yudi Pratama; Neni Wahyuningtyas; Bayu Kurniawan
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.91463

Abstract

This study examines the development of a website-based learning media, Jawafriend.org, as an adaptive strategy to preserve Javanese culture in the digital era. The purpose of this study is to design, develop, and evaluate digital learning media that integrate Javanese cultural values with contemporary technological features to strengthen students' cultural understanding. This study employs a modified ADDIE model, comprising needs analysis, content and interface design, media development, implementation, and evaluation. Data were obtained through expert validation involving media, language, and material experts, using an assessment sheet that was analyzed descriptively and quantitatively to determine product feasibility by calculating validity and practicality scores using a Likert scale, with points 1-4. The results showed that Jawafriend.org achieved a validity score of 91% and a practicality score of 92%, both of which fall within the very valid and convenient categories. This platform can present cultural materials, including history, traditional houses, arts, traditional clothing, and folk games, through interactive maps, cultural quizzes, and multimedia narratives. These findings indicate that Jawafriend.org is a viable and innovative tool for cultural learning, enhancing cultural literacy, and supporting the sustainability of Javanese culture amidst globalization.   Abstrak Penelitian ini mengkaji pengembangan media pembelajaran berbasis situs web, Jawafriend.org, sebagai strategi adaptif untuk melestarikan budaya Jawa di era digital. Tujuan penelitian ini adalah merancang, mengembangkan, dan mengevaluasi media pembelajaran digital yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya Jawa dengan fitur teknologi kontemporer untuk memperkuat pemahaman budaya murid. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang dimodifikasi, meliputi analisis kebutuhan, desain konten dan antarmuka, pengembangan media, implementasi, dan evaluasi. Data diperoleh melalui validasi pakar yang melibatkan pakar media, bahasa, dan materi, menggunakan lembar penilaian yang dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif untuk menentukan kelayakan produk dengan perhitungan skor validitas dan kepraktisan menggunakan skala likert menggunanakan poin 1-4. Hasil penelitian menunjukkan Jawafriend.org mencapai skor validitas 91% dan skor kepraktisan 92%, yang keduanya termasuk dalam kategori sangat valid dan sangat praktis. Platform ini dapat menyajikan materi budaya termasuk sejarah, rumah adat, kesenian, pakaian adat, dan permainan rakyat melalui peta interaktif, kuis budaya, dan narasi multimedia. Temuan ini menunjukkan bahwa Jawafriend.org merupakan perangkat yang layak dan inovatif untuk pembelajaran budaya, meningkatkan literasi budaya, dan mendukung keberlanjutan budaya Jawa di tengah globalisasi. Kata Kunci: budaya Jawa; pelestarian budaya; platform digital 
Implementing Qur’an-Hadith learning to foster students’ critical thinking skills Fitri Aulia; Meiviani Nurul Aisyah Maulana; Salma Nadhifa Asy-Syahida; Taufiqurrohman Taufiqurrohman; Asep Nursobah
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.92564

Abstract

This study examines the implementation of Qur’an-Hadith learning grounded in the values of tafakkur and tadabbur in QS Ali Imran: 190-191, which are closely related to the development of students’ critical thinking skills. This research was conducted to address the need for learning models in Islamic education that not only transfer religious knowledge but also foster higher-order thinking skills among vocational school students. The main purpose of this study is to explore how the study of the Qur’an and Hadith can be integrated into classroom activities to strengthen students’ analytical and reflective thinking, particularly in the context of health vocational education. Using a qualitative descriptive method, data were collected through observation, interviews, and document analysis involving PAI teachers and students at SMK Sentra Medika. The findings reveal that integrating Qur’anic values with reflective learning strategies, such as discussion-based activities, mindful learning, and contextual analysis, effectively encourages students to connect Qur’anic messages with real-life experiences and ethical issues in the health field. The study concludes that appropriately designed Qur’an-Hadith instruction can significantly contribute to the development of critical thinking skills and support the formation of spiritually and intellectually balanced learners.   Abstrak Penelitian ini mengkaji implementasi pembelajaran Al-Qur'an-Hadis berbasis nilai-nilai tafakkur dan tadabbur dalam QS Ali Imran: 190-191, yang erat kaitannya dengan pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan akan model pembelajaran dalam pendidikan Islam yang tidak hanya mentransfer ilmu agama tetapi juga menumbuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi di kalangan siswa sekolah kejuruan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana pembelajaran Al-Qur'an-Hadis dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan kelas untuk memperkuat kemampuan berpikir analitis dan reflektif siswa, terutama dalam konteks pendidikan kejuruan kesehatan. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen yang melibatkan guru PAI dan siswa di SMK Sentra Medika. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Al-Qur'an dengan strategi pembelajaran reflektif seperti kegiatan diskusi, pembelajaran penuh kesadaran, dan analisis kontekstual secara efektif mendorong siswa untuk menghubungkan pesan-pesan Al-Qur'an dengan pengalaman hidup nyata dan isu-isu etika di bidang kesehatan. Studi ini menyimpulkan bahwa pembelajaran Al-Qur'an-Hadis yang dirancang dengan tepat dapat berkontribusi secara signifikan terhadap pengembangan keterampilan berpikir kritis dan mendukung pembentukan peserta didik yang seimbang secara spiritual dan intelektual. Kata Kunci: berpikir kritis; pembelajaran al-qur'an-hadis; pendidikan Islam vokasional; tafakkur dan tadabbur
Assessment and evaluation of an artificial intelligence-based deep learning curriculum Aam Hamdani; Amay Suherman; Bambang Darmawan; Enda Permana
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.95294

Abstract

The rapid development of Artificial Intelligence (AI) and the implementation of deep learning curricula in education have necessitated reforms to learning assessment and evaluation. This article examines the conceptual framework and assessment practices appropriate for AI-based deep learning curricula: how assessments can measure critical thinking, collaboration, knowledge transfer, and data literacy competencies; how AI-based platforms enable personalization, automated assessment, and learning analytics; and the ethical and validity challenges of using AI for evaluation. The method used is a systematic literature review and a comparative analysis of current practices in school and higher education contexts. The results indicate that AI-based assessments can improve learning effectiveness by providing real-time feedback and progress tracking; however, their success depends heavily on authentic task design, teacher readiness, infrastructure, and ethical/data security arrangements. Recommendations are provided for educational institutions to adopt a combination of authentic assessments (portfolios, projects, observations) and AI metrics, and to conduct regular algorithm audits to ensure the validity, reliability, and fairness of assessments.    Abstrak Perkembangan pesat di bidang Artificial Intelligence (AI) dan penerapan kurikulum pembelajaran mendalam (deep learning) dalam ranah pendidikan memunculkan kebutuhan untuk mereformasi asesmen dan evaluasi pembelajaran. Artikel ini mengkaji kerangka konseptual dan praktik asesmen yang sesuai untuk kurikulum deep-learning berbasis AI: bagaimana asesmen dapat mengukur kompetensi berpikir kritis, kolaborasi, transfer pengetahuan, dan literasi data; bagaimana platform berbasis AI memungkinkan personalisasi, penilaian otomatis, serta analitik pembelajaran; serta tantangan-etika dan validitas dalam penggunaan AI untuk evaluasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dan analisis komparatif terhadap praktik terkini dalam konteks sekolah dan perguruan tinggi. Hasil menunjukkan bahwa asesmen berbasis AI dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dengan menyediakan umpan balik real-time dan pelacakan kemajuan, namun keberhasilannya sangat bergantung pada desain tugas otentik, kesiapan guru, infrastruktur, dan pengaturan etika/keamanan data. Rekomendasi diberikan agar institusi pendidikan mengadopsi kombinasi penilaian otentik (portofolio, proyek, observasi) dengan metrik AI, serta melakukan audit algoritma secara berkala untuk memelihara validitas, reliabilitas, dan keadilan penilaian. Kata Kunci: asesmen otentik; evaluasi pembelajaran; kecerdasan buatan; kurikulum deep learning; personalisasi pembelajaran
Analysis of fifth-grade students' numeracy literacy skills in Mathematics Melinda Rahmah; Zulfadewina Zulfadewina
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.90123

Abstract

The study's background highlights the low level of numeracy literacy among students in Indonesia, which limits their ability to perform calculations in everyday life. This study aims to examine the factors that influence numeracy literacy in Mathematics learning, particularly in fractions, and to analyze teachers' efforts to improve their skills. The research method is qualitative, with data collection techniques including observation, interviews, document review, and tests. The research participants included the principal, fifth-grade teachers, and fifth-grade students. The results indicated that students' literacy skills were in the moderate range, with indicators of communication and representation still requiring improvement. Numeracy skills were in the fairly good category, particularly in procedural aspects. However, difficulties remained in selecting strategies for solving fractions with different denominators. Teachers have made efforts to improve by using visual media, contextual questions, and group discussions, although limited resources and a narrow range of methods remain the primary obstacles. It can be concluded that students' literacy and numeracy skills have developed, but still require practice and innovation in learning strategies to support the achievement of the Kurikulum Merdeka competencies.   Abstrak Latar belakang penelitian menyoroti rendahnya kemampuan literasi numerasi murid di Indonesia sehingga memengaruhi praktik berhitung dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengkaji faktor yang mempengaruhi kemampuan literasi numerasi pada pembelajaran Matematika, khususnya materi pecahan, serta menganalisis upaya guru dalam meningkatkan keterampilannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Partisipan penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas V, dan murid kelas V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi murid berada pada kategori sedang, dengan indikator komunikasi dan representasi masih memerlukan penguatan. Kemampuan numerasi berada pada kategori cukup baik, terutama pada aspek prosedural, namun masih ditemukan kesulitan pada pemilihan strategi penyelesaian soal pecahan berbeda penyebut. Guru telah melakukan upaya peningkatan melalui penggunaan media visual, soal kontekstual, serta diskusi kelompok, meskipun keterbatasan sarana dan variasi metode menjadi kendala utama. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi dan numerasi murid sudah berkembang namun masih memerlukan pembiasaan dan inovasi strategi pembelajaran agar dapat mendukung capaian kompetensi Kurikulum Merdeka. Kata Kunci: kemampuan numerasi; literasi numerasi; pembelajaran Matematika
Principal instructional leadership: Implications for curriculum design, implementation, and evaluation Muhamad Rifai; Endang Purwanti; Nurkolis Nurkolis
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.90883

Abstract

This research is motivated by the challenges faced by schools in Indonesia, particularly after the COVID-19 pandemic, which requires a more flexible approach to managing the school environment and learning. The purpose of this study is to explore the instructional leadership practices of principals in creating a comfortable school environment and analyze their impact on curriculum development, implementation, and evaluation. This study employs a Systematic Literature Review (SLR) approach, analyzing relevant scientific publications from 2020 to 2024 using content analysis. The research findings indicate that the principal's instructional leadership plays a crucial role in creating a physical, psychosocial, and academic environment conducive to learning. Furthermore, this study found that effective leadership strengthens curriculum implementation, improves learning outcomes, and encourages a more comprehensive evaluation of the educational process in schools. This research makes an important contribution to the development of educational leadership policies and practices in Indonesia, particularly in the context of more holistic and responsive curriculum design, implementation, and evaluation.   Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi sekolah-sekolah di Indonesia, khususnya pasca pandemi COVID-19, yang memerlukan pendekatan yang lebih fleksibel dalam pengelolaan lingkungan sekolah dan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi praktik kepemimpinan instruksional kepala sekolah dalam menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman serta menganalisis dampaknya terhadap pengembangan, implementasi, dan evaluasi kurikulum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Systematic Literature Review (SLR), dengan menganalisis publikasi ilmiah yang relevan dari periode 2020 hingga 2024 dengan metode analisis konten. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan instruksional kepala sekolah berperan penting dalam menciptakan lingkungan fisik, psikososial, dan akademik yang kondusif untuk pembelajaran. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa penerapan kepemimpinan yang efektif memperkuat implementasi kurikulum, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mendorong evaluasi yang lebih komprehensif terhadap proses pendidikan di sekolah. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan kebijakan dan praktik kepemimpinan pendidikan di Indonesia, khususnya dalam konteks desain, implementasi, dan evaluasi kurikulum yang lebih holistik dan responsif. Kata Kunci: iklim akademik; kepemimpinan instruksional; kepemimpinan pendidikan; lingkungan sekolah; pengembangan profesional
Quality culture, quality work culture, and educational quality: A systematic literature review Sahdat Sahdat; Muhammad Rizhan; Edi Sulistiawan; Aslamiah Aslamiah; Celia Cinantya
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.92487

Abstract

The pursuit of educational quality is a primary goal for educational institutions. However, sustainable improvement often fails without a strong underlying culture. Understanding the distinction and relationship between 'quality culture' (the shared values) and 'quality work culture' (the enacted behaviors) is crucial, yet the literature often defines these terms ambiguously. This study aims to conceptually map the relationships among quality culture, quality work culture, and their collective impact on educational quality, drawing on existing literature. This research uses a Systematic Literature Review (SLR) methodology. Data were collected by searching major academic databases (e.g., Scopus and Google Scholar) using specific keywords. A total of 2020-2025 articles were selected through a rigorous screening process and synthesized. The findings reveal that 'quality culture' serves as the foundational element, encompassing shared beliefs, values, and commitment to quality. 'Quality work culture' is the practical application of these values, manifesting as consistent processes, behaviors, and continuous improvement practices. The literature confirms a strong, reciprocal relationship: a quality culture enables the development of a quality work culture, and both are significant predictors of sustainable educational quality, thereby affecting teacher performance and student outcomes.    Abstrak Upaya pencapaian mutu pendidikan adalah tujuan utama lembaga pendidikan. Namun, perbaikan berkelanjutan seringkali gagal tanpa landasan budaya yang kuat. Memahami perbedaan dan hubungan antara 'budaya mutu' (nilai-nilai bersama) dan 'budaya kerja mutu' (perilaku yang diterapkan) sangatlah penting, namun seringkali masih ambigu dalam literatur. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan secara konseptual hubungan antara budaya mutu, budaya kerja mutu, dan dampaknya secara kolektif terhadap mutu pendidikan berdasarkan literatur yang ada. Penelitian ini menggunakan metodologi Systematic Literature Review (SLR). Data dikumpulkan dengan menelusuri database akademik utama (seperti Scopus dan Google Scholar) menggunakan kata kunci spesifik. Sejumlah artikel yang terbit antara 2020-2025 dipilih melalui proses penyaringan yang ketat dan disintesis. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa 'budaya mutu' berfungsi sebagai elemen fundamental, mencakup keyakinan, nilai-nilai, dan komitmen bersama terhadap mutu. 'Budaya kerja mutu' adalah penerapan praktis dari nilai-nilai tersebut, yang terwujud dalam proses, perilaku, dan praktik perbaikan berkelanjutan yang konsisten. Literatur mengkonfirmasi adanya hubungan timbal balik yang kuat: budaya mutu memungkinkan pengembangan budaya kerja mutu, dan keduanya merupakan prediktor signifikan terhadap mutu pendidikan yang berkelanjutan, yang berdampak pada kinerja guru dan hasil belajar murid. Kata Kunci: budaya kerja berkualitas; budaya mutu; mutu pendidikan
The influence of Bingo games on learning outcomes of fraction arithmetic operations Muhammad Bintang Hafiansyah; Ika Yatri
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.87174

Abstract

Mathematics learning in elementary schools continues to face challenges, including low student achievement, particularly in fraction operations, which are considered difficult due to their abstract nature and the use of conventional, monotonous teaching methods. This study aimed to examine the effectiveness of the Bingo game method in improving fifth-grade students' learning outcomes in fraction arithmetic at SDN Cawang 07 Pagi, Jakarta. Using a quantitative approach with a quasi-experimental posttest control group design, the study involved 60 fifth-grade students selected through purposive sampling. The research instrument was a validated and reliable learning outcome test. The treatment was delivered across four meetings, and data were analyzed using an independent t-test, complemented by effect-size analysis using Cohen’s d. The results indicated that the experimental group taught using the Bingo method achieved a higher mean posttest score than the control group, with a high effect size. These findings demonstrate that interactive game-based learning methods, such as Bingo, are effective in fostering an active and enjoyable learning environment and in improving elementary students’ mathematics learning outcomes, particularly in fraction arithmetic operations.   Abstrak Pembelajaran Matematika di sekolah dasar masih menghadapi tantangan rendahnya hasil belajar murid, khususnya pada materi operasi hitung pecahan yang dianggap sulit karena bersifat abstrak dan diajarkan dengan metode konvensional yang monoton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas metode permainan Bingo dalam meningkatkan hasil belajar operasi hitung pecahan pada murid kelas V SDN Cawang 07 Pagi, Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen tipe posttest control group design. Subjek penelitian melibatkan 60 murid kelas V-A dan V-B SDN Cawang 07 Pagi yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Perlakuan diberikan selama empat pertemuan, kemudian data dianalisis menggunakan uji-t independen untuk membandingkan hasil belajar antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Selain itu, dilakukan perhitungan effect size dengan rumus Cohen’s d untuk mengetahui besar pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen yang belajar dengan metode Bingo memperoleh skor rata-rata posttest lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, dengan nilai effect size berada pada kategori tinggi. Hal ini membuktikan metode pembelajaran berbasis permainan interaktif seperti Bingo terbukti efektif menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan meningkatkan hasil belajar Matematika murid sekolah dasar, khususnya pada materi operasi hitung pecahan. Kata Kunci: hasil belajar; metode permainan Bingo; operasi hitung pecahan