cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
Implementation of think pair share model to improve mathematics learning outcomes Jose Bonatua Hasibuan; Deni Darmawan; Suhendra Suhendra; Deni Kurniawan
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.66900

Abstract

The mathematics learning outcomes of students in class X APHP 1 SMKN Pertanian Terpadu Provinsi Riau in the 2022/2023 academic year show that the percentage of classical achievement is only 35.9 percent. From the reflection of the learning process carried out by the teacher, the following conclusions: (1) the learning process was still teacher-centered; (2) during the teaching and learning process, only a small number of students actively participated in the teaching and learning process; (3) there were still students who did not do their work and only copied their friends' work. This study aims to increase students' activity and learning outcomes by applying the Think Pair Share cooperative learning model. This type of research is Classroom Action Research with two cycles. The subjects of this study were 39 students of class X APHP 1 at the SMKN Pertanian Terpadu Provinsi Riau. The results showed that applying the TPS type of cooperative learning model can be active in learning outcomes, as seen by an increase from cycle I to cycle II. The number of students who achieved KKM in the first cycle was 79.5 percent, while in the second cycle, it was 89.7 percent. Therefore, the TPS-type cooperative learning model can be used as an alternative to learning mathematics to improve student learning outcomes.   Abstrak Hasil belajar Matematika peserta didik kelas X APHP 1 SMKN Pertanian Terpadu Provinsi Riau semester ganjil tahun ajaran 2022/2023 menunjukkan bahwa persentase ketercapaian secara klasikal hanya sebesar 35,9 persen. Dari hasil refleksi proses pembelajaran yang dilakukan guru diperoleh kesimpulan bahwa: (1) proses pembelajaran masih berpusat pada guru; (2) pada saat proses belajar mengajar berlangsung hanya sebagian kecil peserta didik yang melakukan aktif untuk berpartisipasi dalam proses belajar mengajar; (3) masih terdapat peserta didik yang tidak mengerjakan pekerjaannya dan hanya selalu meniru pekerjaan temannya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus. Subyek penelitian ini adalah 39 peserta didik kelas X APHP 1 SMKN Pertanian Terpadu Provinsi Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dapat aktivitas dan hasil belajar, terlihat dengan adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II. Jumlah peserta didik yang mencapai KKM pada siklus pertama 79,5 persen, sedangkan pada siklus II 89,7 persen. Oleh karena itu, model pembelajaran kooperatif tipe TPS dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran Matematika untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Kata Kunci: hasil belajar; pembelajaran kooperatif; penelitian tindakan kelas; think pair share
Micro-curriculum design of educational technology product-oriented in entrepreneurship courses Mario Emilzoli; Ai Pemi Priandani
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.69225

Abstract

Most universities in Indonesia have organized entrepreneurship courses through study programs according to their respective characteristics. However, many entrepreneurial product outputs from these courses remain irrelevant to the field of expertise in the study program, including the Educational Technology study program. A course's output or achievement can be conditioned through the curriculum or the context of the course, known as the micro curriculum. Based on this, this study aims to produce a micro curriculum design for entrepreneurship courses oriented towards educational technology products. The method used is Design-Based Research (DBR), which involves needs analysis, curriculum design, construction, evaluation, and reflection. The results showed that the curriculum design developed met the needs of entrepreneurial competencies relevant to the educational technology industry. In addition, this study also provides recommendations related to learning content, learning strategies, and assessment models that can be used to support the effectiveness of the designed curriculum. Hopefully, this curriculum can help students understand entrepreneurial theory and apply it to make innovative educational technology products.   Abstrak Mayorititas perguruan tinggi di seluruh Indonesia pada dasarnya telah menyelenggarakan mata kuliah kewirausahaan melalui program studi sesuai dengan ciri khas masing-masing. Namun, masih banyak ditemui luaran produk kewirausahaan dari mata kuliah tersebut tidak relevan dengan bidang keahlian yang terdapat pada program studi, tidak terkecuali pada program studi Teknologi Pendidikan. Luaran atau capaian dari sebuah mata kuliah pada dasarnya dapat dikondisikan melalui kurikulum atau dalam konteks mata kuliah dikenal dengan kurikulum mikro. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan desain kurikulum mikro mata kuliah kewirausahaan yang berorientasi pada produk teknologi pendidikan. Metode yang digunakan adalah Design Based Research (DBR), yang melibatkan analisis kebutuhan, desain dan konstruksi kurikulum, serta evaluasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain kurikulum yang dikembangkan mampu memenuhi kebutuhan kompetensi kewirausahaan yang relevan dengan industri teknologi pendidikan. Selain itu, penelitian ini juga memberikan rekomendasi terkait konten pembelajaran, strategi pembelajaran, dan model penilaian yang dapat digunakan untuk mendukung efektivitas kurikulum yang dirancang. Diharapkan, kurikulum ini dapat membantu mahasiswa tidak hanya memahami teori kewirausahaan, tetapi juga menerapkannya dalam pembuatan produk teknologi pendidikan yang inovatif. Kata Kunci: kewirausahaan; mikro kurikulum; teknologi pendidikan
Analysis of e-learning implementation in adult learning (andragogy) Indah Namira Sari; Dinn Wahyudin; Rusman Rusman
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.66034

Abstract

E-learning has relevance to be applied to adult learning as independent learners. This research aims to analyze the effectiveness of e-learning in adult learning (andragogy). In the context of adult learning based on continuous e-learning, there are significant changes in the objectives and content of teaching, social roles, forms, and nature of communication between teachers and students, based on e-learning. The research method uses a literature study of 77 articles found and analyzed based on the steps used. The research results showed that articles regarding e-learning in adult learning were found on the topics "learning outcomes" in higher education, "implementation according to plan" in job training institutions, "application in work practice" in job training institutions, satisfaction, and efficiency. Based on these results, it can also be seen that measuring the effectiveness of e-learning in adult learning mostly uses quantitative and qualitative methods. Meanwhile, although the mixed method exists, it is not as big as the other two methods. Then, the factors supporting the effectiveness of e-learning in adult learning were found in the number of selected articles, namely those related to the quality of teachers/students/lecturers, infrastructure, quality of teaching materials, and quality of learning strategies.   Abstrak E-learning memiliki relevansi untuk diterapkan pada pembelajaran orang dewasa sebagai pebelajar mandiri. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas e-learning pada pembelajaran orang dewasa (andragogi). Dalam konteks pembelajaran orang dewasa pembelajaran berbasis e-learning secara berkelanjutan, maka terdapat perubahan signifikan dalam tujuan dan isi pengajaran, peran sosial, bentuk dan sifat komunikasi antara guru dan peserta didik, berbasis e-learning. Metode penelitian menggunakan studi literature terhadap 77 artikel yang ditemukan dan dilah berdasarkan langkah-langkah yang digunakan sebagai metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa artikel yang mengenai e-learning dalam pembelajaran orang dewasa ditemukan pada topik “hasil pembelajaran” pada pendidikan tinggi, “pelaksanaan sesuai dengan rencana” pada lembaga pelatihan kerja, “aplikasi dalam praktik kerja” pada lembaga pelatihan kerja, kepuasan, dan efisiensi. Berdasarkan hasil tersebut juga dapat dilihat bahwa pengukuran efektivitas e-learning pada pembelajaran orang dewasa sebagian besar menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Sementara untuk metode campuran meskipun ada tetapi tidak sebesar kedua metode lainnya. Kemudian ditemukan faktor-faktor pendukung efektivitas e-learning pada pembelajaran orang dewasa dari jumlah artikel yang terseleksi yakni berkaitan dengan kualitas guru/pegajar/dosen, sarana prasarana, kualitas bahan ajar, dan kualitas strategi pembelajaran. Kata Kunci: andragogi; efektivitas e-learning; e-learning; studi literatur
Augmented reality integrated chatbot to improve learning outcomes in secondary school students Reno Nurdiyanto; Henry Praherdhiono; Made Duananda Kartika Degeng
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.69108

Abstract

The major challenge in learning science is that it is abstract and complex for some students to understand. For example, elements and compounds cannot be seen directly in very micro-sized objects; therefore, visualizing this concept can be challenging. Another challenge is the limited time for teachers to answer questions, provide explanations, and provide feedback during the learning process. This study aims to develop augmented reality learning tools integrated with large language models in the format of a chatterbot text-to-text that can be utilized on the topic of elements and compounds. The development model that has been implemented is adapted from the Lee and Owen model, which includes need analysis, front-end analysis, design, development, implementation, and assessment. Media and content experts have assessed the technology's suitability for classroom learning for 8th-grade students of Salafiyah Junior High School in Pekalongan. Based on field implementation, this technology obtained a positive perspective and indicated an improvement in learning outcomes on element and compound topics. The integration of AR and ChatBot contributes significantly to the innovative classroom learning process and creates a learning experience that suits the needs of students in this digital era.   Abstrak Kendala utama dalam pembelajaran IPA yaitu abstrak dan sulit untuk dipahami oleh beberapa siswa. Contohnya konsep mengenai unsur dan senyawa yang tidak bisa dilihat dalam bentuk secara langsung dalam objek yang berukuran sangat kecil, sehingga memvisualisasikan konsep ini bisa menjadi tantangan. Tantangan lain berupa waktu yang terbatas untuk guru dalam siswa dalam menjawab pertanyaan, memberikan penjelasan, dan memberikan umpan balik selama proses pembelajaran. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa augmented reality terintegrasi large language models dalam bentuk chatterbot teks ke teks sehingga dapat digunakan pada topik tentang unsur dan senyawa. Model pengembangan yang telah dilakukan diadaptasi model Lee dan Owen, yang meliputi analisis kebutuhan, analisis awal akhir, desain, pengembangan, implementasi, dan penilaian. Ahli media dan ahli materi telah menyatakan kelayakan untuk digunakan dalam pembelajaran kelas pada siswa kelas 8 SMP Salafiyah Pekalongan. Berdasarkan implementasi lapangan, teknologi ini memperoleh perspektif yang positif dan menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar pada materi unsur dan senyawa. Integrasi dari AR dan Chatbot memberikan kontribusi signifikan bagi sebagai media pembelajaran dalam proses pembelajaran kelas yang inovatif dan menciptakan pengalaman pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa di era digital saat ini. Kata Kunci: artificial intelligence; large language models; pembelajaran IPA; realitas berimbuh
Effects of Imago Relationship Therapy on Spousal’s emotional instability married teachers in Kwara State, Nigeria Habibat Bolanle Abdulkareem; Kamil Adekola Lasis
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.69017

Abstract

The study delved into the impact of Imago Relationship Therapy on spousal emotional instability using Ancova for analysis. The study adopted a pretest-posttest, control group quasi-experimental design with a 2x2x3 factorial matrix. Two primary schools were randomly selected, and convenient sampling techniques were used to select 60 participants in the selected schools 30 participants were meant for the treatment group and 30 for the control group. Results indicated significant effects: The therapy showcased a substantial reduction in emotional instability (F = 594.276, p smaller than 0.001), with the overall model explaining 95.2 percent of the variance. Gender (F = 1.859, p = 0.001) and self-esteem (F = 3.755, p = 0.001). An interaction between gender and self-esteem, as well as the three-way interaction (GROUP Gender Self-esteem), were statistically significant, emphasizing the interconnectedness of these factors in understanding emotional instability. It was recommended that the school counselors should assist teachers in overcoming their mindfulness.   Abstrak Studi ini menyelidiki dampak Terapi Hubungan Imago terhadap ketidakstabilan emosi pasangan menggunakan Ancova untuk analisis. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu kelompok kontrol pretest-posttest dengan matriks faktorial 2x2x3. Dua sekolah dasar dipilih secara acak dan teknik convenience sampling digunakan untuk memilih 60 peserta. Di sekolah yang dipilih, sampel penelitian dibagi menjadi 30 peserta untuk kelompok perlakuan dan 30 untuk kelompok kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan efek yang signifikan: terapi menunjukkan penurunan substansial dalam ketidakstabilan emosi (F = 594,276, p lebih kecil dari 0,001), dengan model keseluruhan menjelaskan 95,2 persen varians. Gender (F = 1.859, p = 0.001) dan harga diri (F = 3.755, p = 0.001). Interaksi antara gender dan harga diri, serta interaksi tiga arah (GROUP Gender Self-harga diri), adalah signifikan secara statistik, menekankan keterkaitan faktor-faktor ini dalam memahami ketidakstabilan emosi. Disarankan agar konselor sekolah membantu guru dalam mengatasi mindfulness mereka. Kata Kunci: ketidakstabilan emosional; gender; guru yang sudah menikah; harga diri
Learning confidence analysis: A case study in educational communication courses Fitri Mutia Fajrin; Henry Praherdiono; Yerry Soepriyanto
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.65046

Abstract

Elevating pupils' self-assurance can enhance their cognitive capacities, making it a pivotal element in acquiring knowledge. This research aims to ascertain the degree of self-assurance exhibited by undergraduate students specializing in educational technology in their educational communication courses. There were a total of 68 responders, which is similar to the combined number of students in two educational communication learning classes. The research employed a quantitative methodology. The data was collected using a Likert scale questionnaire. The findings of this study revealed that the level of student self-confidence was classified as suitable for five students (7 percent), good for nine students (13 percent), quite good for 39 students (57 percent), poor for ten students (15 percent), and very poor for five students (7 percent). Therefore, it may be inferred that the variable of student self-confidence falls within the category of being rather satisfactory. It is suggested that developing interactive learning approaches that promote active student engagement is important to enhance their trust in educational communication.   Abstrak Meningkatkan rasa percaya diri siswa dapat meningkatkan kapasitas kognitif mereka, menjadikannya elemen penting dalam proses memperoleh pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri yang ditunjukkan oleh mahasiswa sarjana teknologi pendidikan dalam mata kuliah komunikasi pendidikannya. Sebanyak 68 responden, termasuk seluruh mahasiswa dari dua kelas pada pembelajaran komunikasi pendidikan, yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metodologi kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner skala likert sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan diri mahasiswa tergolong baik sebanyak 5 mahasiswa (7 persen), menunjukan tingkat kepercayaan diri baik sebanyak 9 mahasiswa (13 persen), memiliki tingkat kepercayaan diri cukup baik sebanyak 39 mahasiswa (57 persen), kurang baik sebanyak 10 mahasiswa (15 persen), dan sangat kurang sebanyak 5 mahasiswa (7 persen) memiliki tingkat kepercayaan diri yang sangat buruk. Berdasarkan temuan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa variabel kepercayaan diri mahasiswa termasuk dalam kategori cukup memuaskan. Oleh karena itu, disarankan agar pengembangan pendekatan pembelajaran interaktif yang mendorong keterlibatan aktif mahasiswa, karena hal ini dianggap penting untuk meningkatkan kepercayaan mereka dalam komunikasi pendidikan. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan untuk menggali faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepercayaan diri mahasiswa secara lebih rinci. Kata Kunci: kepercayaan diri; kelas terbalik; komunikasi pendidikan
Development of science LKPD based on inquiry training on HOTS-science literacy skills Dini Rozali; Retno Dwi Suyanti; Rosmala Dewi
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.68936

Abstract

LKPD circulating in schools mostly does not contain experiments, demonstrations or discussions. This research aims to produce worksheets for students as teaching materials used in the science learning process, thereby creating maximal learning activities that provide space for students to be active in thinking through inquiry-based learning activities, thus improving students' HOTS-Science Literacy. This study is development research using the ADDIE development model (analysis, design, development, implementation, and evaluation), with the research subjects being fifth-grade students of SDN 060874 Medan. The research instruments used were validation questionnaires for expert validators and student response questionnaires regarding the practicality of the resulting product. The results obtained from the research show that the Inquiry Training-Based Science Worksheet is in the highly valid category, with percentages for three consecutive worksheets being 96 percent, 98 percent, and 97 percent based on the assessment from expert validators. The practicality test was analyzed based on student responses, with an average score of 78.7 percent, which falls into the practical category. Based on the results of the data analysis, it was concluded that the Science LKPD based on Inquiry Training was valid and practical to be used as alternative teaching material for teachers to improve the ability of HOTS-science literacy of grade V elementary school students.   Abstrak LKPD yang beredar di sekolah kebanyakan tidak memuat kegiatan eksperimen, demonstrasi maupun diskusi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan lembar kerja untuk peserta didik sebagai bahan ajar yang digunakan di dalam proses pembelajaran IPA sehingga terciptanya aktivitas belajar yang maksimal dalam memberi ruang kepada peserta didik untuk aktif dalam berpikir melalui kegiatan pembelajaran berbasis inquiry training sehingga meningkatkan kemampuan HOTS-Literasi Sains peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) dengan subjek penelitiannya adalah peserta didik kelas V SDN 060874 Medan. Instrumen penelitian menggunakan lembar angket validasi untuk ahli validator dan angket respons peserta didik terhadap kepraktisan produk yang dihasilkan. Adapun hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan LKPD IPA Berbasis Inquiry Training berada pada kategori sangat valid dengan persentase kepada tiga LKPD berturut-turut 96 persen, 98 persen, dan 97 persen berdasarkan penilaian dari ahli validator. Uji kepraktisan dianalisis berdasarkan respons peserta didik dengan perolehan rata-rata skor sebesar 78,7 persen yang berada pada kategori praktis. Berdasarkan hasil analisis data tersebut disimpulkan bahwa LKPD IPA berbasis Inquiry Training telah valid dan praktis untuk digunakan sebagai bahan ajar alternatif bagi guru dalam upaya meningkatkan kemampuan HOTS-literasi sains peserta didik kelas V SD. Kata Kunci: HOTS-literasi sains; inquiry training; IPA; LKPD
Problems of special education services for believers in Malang City Lestari Eko Wahyudi; Bambang Supriyono; Suhartono Winoto
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.68831

Abstract

Over seven years, policy implementation faced challenges, including suboptimal synergy among involved parties, administrative confusion in education, and discrimination against non-religious groups by regional authorities. These challenges perpetuate negative stereotypes and hinder inclusive education access for believers. This research is then directed to analyze the collaborative governance model as a solution to unravel problems that occur in implementing educational services in faith groups. The collaborative governance model aims to elaborate and map the involvement and role of each actor to support the smooth implementation of policies. The principles carried out in it are deliberative, holistic, constructive, and formal, applicable as the basis for implementing inclusive policies. The Soft Systems Methodology (SSM) analysis reveals issues in fulfilling special education services (trust) at the Malang City Education and Culture Office. Problems include partial services, a conservative service acquisition model, and insufficient human resource competence. These findings underscore the need for systemic interventions to ensure inclusive and efficient service delivery.   Abstrak Selama tujuh tahun, implementasi kebijakan menghadapi berbagai tantangan termasuk sinergi yang kurang optimal di antara para pihak yang terlibat, kerancuan administrasi pendidikan, dan diskriminasi terhadap kelompok non-religius oleh pemerintah daerah. Tantangan-tantangan ini melanggengkan stereotip negatif dan menghambat akses pendidikan inklusif. Penelitian ini kemudian diarahkan untuk menganalisis model tata kelola kolaboratif sebagai solusi yang ditawarkan untuk mengurai permasalahan yang terjadi dalam proses penyelenggaraan layanan pendidikan pada kelompok. Model collaborative governance bertujuan untuk mengelaborasi dan memetakan keterlibatan dan peran masing-masing aktor untuk mendukung kelancaran implementasi kebijakan. Prinsip-prinsip yang diusung di dalamnya adalah deliberatif, holistik, konstruktif, dan formal yang berguna sebagai dasar dalam mengimplementasikan kebijakan yang inklusif. Analisis Soft Systems Methodology (SSM) mengungkap permasalahan dalam pemenuhan layanan pendidikan khusus (trust) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang. Permasalahan tersebut antara lain layanan yang bersifat parsial, model akuisisi layanan yang konservatif, dan kompetensi sumber daya manusia yang kurang memadai. Temuan ini menggarisbawahi perlunya intervensi sistemik untuk memastikan layanan yang inklusif dan efisien. Kata Kunci: penghayat kepercayaan; tata kelola kolaboratif; pendidikan inklusif; permendikbud nomor 27 tahun 2016
Empowering communities for sustainable stunting prevention: A comprehensive approach to enhance child nutrition and family health education Sukardi Sukardi; Durratun Nashihah; Ilham Nur Hanifan Maulana
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.68846

Abstract

Stunting is a significant public health concern influenced by various factors, including education. Studies have shown that reducing the burden of stunting requires interventions that extend beyond focusing solely on children to reaching mothers and families to improve their living environment and nutrition. The purpose focuses on sustainable stunting prevention strategies in Malang City, Indonesia, to enhance child nutrition and family health. Stunting, a form of chronic malnutrition, has long-term consequences on children's growth, cognitive development, and overall health. We used the information from the NFHS 2019-2021 report on the National Family Health Survey. Addressing stunting in Malang requires a comprehensive approach that considers medical and nutritional aspects and factors like education, sanitation, environmental sustainability, and institutional capacity. By integrating these diverse elements into interventions and policies, Malang can work towards reducing stunting prevalence and improving the health and well-being of its population.   Abstrak Stunting adalah masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pendidikan. Penelitian telah menunjukkan bahwa mengurangi beban stunting membutuhkan intervensi yang melampaui fokus hanya pada anak-anak untuk menjangkau ibu dan keluarga untuk meningkatkan lingkungan hidup dan gizi mereka. Tujuannya berfokus pada strategi pencegahan stunting berkelanjutan di Kota Malang, Indonesia, untuk meningkatkan gizi anak dan kesehatan keluarga. Stunting, suatu bentuk kekurangan gizi kronis, memiliki konsekuensi jangka panjang pada pertumbuhan anak, perkembangan kognitif, dan kesehatan secara keseluruhan. Kami memanfaatkan informasi dari laporan NFHS 2019-2021 tentang Survei Kesehatan Keluarga Nasional. Penanganan stunting di Malang membutuhkan pendekatan komprehensif yang tidak hanya mempertimbangkan aspek medis dan gizi tetapi juga faktor-faktor seperti pendidikan, sanitasi, kelestarian lingkungan, dan kapasitas kelembagaan. Dengan mengintegrasikan beragam elemen ini ke dalam intervensi dan kebijakan, Malang dapat bekerja untuk mengurangi prevalensi stunting dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan penduduknya. Kata Kunci: pendidikan kesehatan keluarga; peningkatan gizi anak; pencegahan stunting
The influence of project-based learning models and creativity on critical thinking Khairunnisa Khairunnisa; Fauziyah Harahap; Ashar Ashairin
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.68989

Abstract

Project-based learning offers alternatives that can potentially improve students' critical thinking skills. This study examines the effect of project-based learning models and creativity on the critical thinking of students in ecosystem learning in class V SDN Kaloy Tamiang Hulu Aceh Tamiang. The quantitative research approach uses the quasi-experimental method and the two-path ANAVA test. Based on the hypothesis testing, it is known that there is an influence of the project-based learning model on critical thinking skills with the results of analysis of variants of learning outcomes of students who learn to use the project-based learning model and have high creativity and students who have low creativity. Furthermore, the results of the variant analysis, the interaction between the Project-Based Learning Model and students' creativity and critical thinking students, show that groups of students with high creativity get a higher critical thinking value than those with low creativity tested for truth. There is an interaction between the Project-Based Learning Model on the creativity of students and critical thinking skills, as evidenced by the graph of the model interaction based on the results of the calculation between the Project-Based Learning Model on the creativity of students and the critical thinking skills of students in Class V SD Kaloy Tamiang Hulu Aceh Tamiang.   Abstrak Project-based learning menawarkan alternatif yang berpotensi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model project-based learning dan kreativitas terhadap berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran Ekosistem di kelas V SDN Kaloy Tamiang Hulu Aceh Tamiang. Pendekatan penelitian yakni kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan menggunakan uji ANAVA dua jalur. Berdasarkan uji hipotesis yang dilakukan diketahui bahwa terdapat pengaruh model project-based learning terhadap kemampuan berpikir kritis dengan hasil analisis varian hasil belajar peserta didik yang belajar menggunakan model project-based learning dan memiliki kreativitas tinggi serta peserta didik yang memiliki kreativitas rendah. Selanjutnya hasil analisis varian, interaksi antara model project-based learning dan kreativitas peserta didik terhadap berpikir kritis peserta didik menunjukkan kelompok peserta didik yang memiliki kreativitas tinggi memperoleh nilai berpikir kritis lebih tinggi dari kelompok peserta didik dengan kreativitas rendah teruji kebenarannya. Terdapat interaksi antara model project-based learning terhadap kreativitas peserta didik dan kemampuan berpikir kritis yang dibuktikan dengan grafik interaksi model berdasarkan hasil perhitungan antara model project-based learning terhadap kreativitas peserta didik dan kemampuan berpikir kritis IPA peserta didik kelas V SD Negeri Kaloy Tamiang Hulu Aceh Tamiang. Kata Kunci: berpikir kritis; kreativitas; pembelajaran berbasis proyek