cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 551 Documents
Improving fraction learning outcomes through differentiated problem-based learning using manipulative media Badra Intan Mei Alviani; Dwi Hnadayani; Anatri Destya
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 4 (2026): Inovasi Kurikulum, November 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i4.754

Abstract

Fifth-grade students' fraction learning outcomes remain low because fractions are abstract, whereas students operate at a concrete stage. Passive lecture methods and limited instructional media exacerbate this gap. Thus, an approach aligning with students' cognitive development is needed to bridge abstract concepts with concrete experiences. This study aimed to improve learning outcomes in adding and subtracting fractions with different denominators using differentiated Problem-Based Learning (PBL) supported by Multiplication and Butterfly Boards. Following the Kemmis and McTaggart Classroom Action Research model over two cycles, the study involved 11 fifth-grade students at SD Muhammadiyah 7 Joyosuran Surakarta. The study analyzed data collected through tests, observations, and documentation quantitatively and qualitatively. Results showed the average score increased from 19.27 (pre-cycle) to 67.81 (Cycle I) and 93.73 (Cycle II). Classical mastery rose from 0% to 45.4%, reaching 100% in Cycle II. The average N-Gain score of 0.92 fell into the high category. These findings show that differentiated PBL supported by manipulative media effectively improves students' learning outcomes in fraction operations. This study implies that combining differentiated learning with manipulative media fosters active student engagement in mathematics.    Abstrak Hasil belajar pecahan siswa kelas lima masih rendah karena pecahan bersifat abstrak, sedangkan siswa masih berada pada tahap konkret. Metode ceramah pasif dan media pembelajaran yang terbatas semakin memperparah kesenjangan ini. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang selaras dengan perkembangan kognitif siswa untuk menjembatani konsep abstrak dengan pengalaman konkret. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dalam penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan penyebut yang berbeda menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning/PBL) yang terdiferensiasi, didukung oleh Papan Perkalian dan Papan Kupu-kupu. Dengan mengikuti model Penelitian Tindakan Kelas Kemmis dan McTaggart selama dua siklus, penelitian ini melibatkan 11 siswa kelas lima di SD Muhammadiyah 7 Joyosuran Surakarta. Data yang dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata meningkat dari 19,27 (pra-siklus) menjadi 67,81 (Siklus I) dan 93,73 (Siklus II). Tingkat penguasaan klasik meningkat dari 0% menjadi 45,4% dan mencapai 100% pada Siklus II. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,92 termasuk dalam kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa PBL yang terdiferensiasi dan didukung oleh media manipulatif secara efektif meningkatkan hasil belajar siswa dalam operasi pecahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggabungan pembelajaran terdiferensiasi dengan media manipulatif mendorong keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran Matematika. Kata Kunci: hasil belajar; media manipulatif; pecahan; pembelajaran berbasis masalah; pembelajaran berdiferensiasi
Behind curriculum transformation: will accounting learning be effective with interactive study? Zahra Safira Rabbani; April Yanti Ananda; Rahmi Khalid
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 4 (2026): Inovasi Kurikulum, November 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i4.763

Abstract

The transformation of the national curriculum is a challenge in education that affects changes in learning methods, particularly in accounting subjects. The purpose of this study is to analyze the implementation of the national curriculum and Islamic boarding school curriculum at SMK Daarut Tauhiid, the support of the Kaliber program in supporting learning, the application of interactive studies in learning, the implementation of interactive studies with the concepts of joyful, mindful, and meaningful learning, the positive role of learning methods, the obstacles encountered, and solutions to overcome these obstacles. The research method employed is a descriptive qualitative case study at SMK Daarut Tauhiid. The case study concerns the accounting learning environment, which tends to be monotonous and requires updating through interactive activities. The data were collected through semi-structured interviews with the Deputy Head of Curriculum, Subject Teachers, and School Literacy Officers, as well as through literature reviews. The results of this study show the effectiveness of accounting learning after implementing interactive studies, one of which is implemented through the concepts of joyful, mindful, and meaningful in accounting subjects to support more interactive, enjoyable, and meaningful learning in life.   Abstrak Transformasi kurikulum nasional menjadi salah satu tantangan di dunia pendidikan yang berdampak pada perubahan metode pembelajaran terkhusus di mata pelajaran akuntansi. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis berjalannya kurikulum nasional dan kepesantrenan yang ada di SMK Daarut Tauhiid, dukungan program Kaliber dalam menunjang pembelajaran, penerapan studi interaktif dalam pembelajaran, pengimplementasian studi interaktif dengan konsep joyfull, mindfull dan meaningfull dalam pembelajaran, peran positif pelaksanaan metode pembelajaran, hambatan yang dihadapi dan juga solusi untuk mengatasi hambatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus di SMK Daarut Tauhiid. Studi kasus yang diangkat berupa suasana pembelajaran akuntansi yang cenderung monoton dan perlu adanya pembaruan melalui studi interaktif, adapun data yang diambil berasal dari proses wawancara dengan pihak Waka Kurikulum, Guru Mata Pelajaran, dan Penanggungjawab Literasi Sekolah yang bersifat semi terstruktur, serta studi literatur. Hasil penelitian ini berupa adanya keefektifan pembelajaran akuntansi setelah menerapkan studi interaktif yang salah satunya diimplementasikan melalui konsep joyfull, mindfull dan meaningfull dalam mata pelajaran akuntansi untuk menunjang pembelajaran yang lebih interaktif, menyenangkan dan bermakna dalam kehidupan. Kata Kunci: pembelajaran akuntansi; perubahan kurikulum; studi interaktif.
Kurikulum Merdeka management and implementation challenges in accounting learning Uray Nikita Aisya Shakina; Wahidatul Athiya; Annisa Annisa
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 4 (2026): Inovasi Kurikulum, November 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i4.764

Abstract

Indonesia is currently facing several curriculum changes in its education system. The success of the curriculum depends heavily on effective curriculum management. This study was conducted to analyze the management of the Kurikulum Merdeka and its role in fostering a learning environment that increases student motivation at SMAN 18 Bandung. The research employed a descriptive qualitative approach and collected data through interviews with the Vice Principal for Curriculum and Student Affairs and the economics teacher at SMAN 18 Bandung. The purpose of the interviews was to examine in greater depth the issues raised by the author, thereby providing a clearer picture of the informants' perceptions. The researcher used documentation and documentary evidence from the KSP SMAN 18 Bandung and the Accounting Teaching Module for grade 12 students at SMAN 18 Bandung. Schools need to maintain and further develop adaptive curriculum management strategies to develop more contextual teaching materials, thereby increasing the relevance of learning. The research findings indicate that the management of the Kurikulum Merdeka at SMAN 18 Bandung significantly increases student motivation through adaptive curriculum management strategies aligned with students' interests and talents. Although the implementation process took considerable time, this significant improvement is sufficient to make SMAN 18 Bandung successful in implementing the Kurikulum Merdeka.   Abstrak Indonesia saat ini menghadapi beberapa kali perubahan kurikulum dalam sistem pendidikannya. Keberhasilan kurikulum sangat bergantung pada manajemen kurikulum yang efektif. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis manajemen Kurikulum Merdeka dan perannya dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu meningkatkan motivasi belajar murid di SMAN 18 Bandung. Pendekatan penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif dan teknik pengambilan data dengan wawancara kepada Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum dan Kesiswaan, serta guru mata pelajaran Ekonomi SMAN 18 Bandung. Tujuan wawancara yang dilakukan peneliti adalah untuk menggali lebih dalam terkait isu yang penulis buat, sehingga mampu memberikan gambaran nyata tentang kondisi persepsi narasumber. Peneliti menggunakan dokumentasi dan bukti dokumen KSP SMAN 18 Bandung serta Modul Ajar Akuntansi murid kelas 12 di SMAN 18 Bandung. Sekolah perlu mempertahankan dan mengembangkan strategi manajemen kurikulum yang adaptif dalam menyusun perangkat ajar yang lebih kontekstual, sehingga relevansi pembelajaran semakin tinggi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manajemen Kurikulum Merdeka di SMAN 18 Bandung memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar murid melalui strategi pengelolaan kurikulum yang adaptif dan relevan terhadap minat bakat murid. Walaupun hasil implementasi memakan proses yang cukup lama, namun dengan peningkatan yang signifikan ini cukup membuat SMAN 18 Bandung dapat dikatakan berhasil dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Kata Kunci: implementasi kurikulum; Kurikulum Merdeka; manajemen kurikulum; pembelajaran akuntansi
Implementation of Kurikulum Merdeka during curriculum transition at SMA Kartika XIX-2 Bandung Risma Hariza Salsabilla; Septi Ganda Rimadhani
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 4 (2026): Inovasi Kurikulum, November 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i4.765

Abstract

This study examines the implementation of the Kurikulum Merdeka during a curriculum transition period at SMA Kartika XIX-2 Bandung, where the Kurikulum 2013 and the Kurikulum Merdeka were implemented simultaneously. The study aims to analyze curriculum management practices and examine how accounting teachers adapt pedagogy from teacher-centered to student-centered learning during the transition phase. A qualitative approach with a case study design was employed to capture contextual experiences of curriculum implementation at the school level. Data were collected through semi-structured interviews with the vice principal of curriculum affairs, curriculum staff, an accounting teacher, and a library manager, and were analyzed thematically. The findings indicate that the school implemented adaptive strategies through Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) coordination, development of Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), and strengthening of co-curricular programs. However, teachers still face challenges in consistently applying student-centered learning, indicating that pedagogical adaptation remains an ongoing process. This study highlights the importance of managerial support and continuous professional adaptation in ensuring effective curriculum implementation during transition periods.   Abstrak Penelitian ini membahas implementasi Kurikulum Merdeka pada masa transisi kurikulum di SMA Kartika XIX-2 Bandung yang menerapkan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pengelolaan kurikulum serta mengkaji adaptasi pedagogis guru akuntansi dari pembelajaran yang berpusat pada guru menuju pembelajaran yang berpusat pada murid selama masa transisi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami pengalaman implementasi kurikulum dalam konteks sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan wakil kepala sekolah bidang kurikulum, staf kurikulum, guru akuntansi, dan pengelola perpustakaan, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah melakukan strategi adaptif melalui koordinasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), serta penguatan program kokurikuler. Namun, guru masih menghadapi tantangan dalam menerapkan pembelajaran berpusat pada murid secara konsisten sehingga adaptasi pedagogis masih berlangsung secara bertahap. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan manajerial dan adaptasi profesional berkelanjutan dalam memastikan implementasi kurikulum berjalan efektif pada masa transisi. Kata Kunci: implementasi multi-kurikulum; Kurikulum Merdeka; pembelajaran akuntansi; transisi kurikulum
Teacher adaptation, school policy, and library support in vocational education transformation Amalia Amalia; Rifa Alifia Putri; Syifa Khairunnisa; Angga Hadiapurwa
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 4 (2026): Inovasi Kurikulum, November 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i4.766

Abstract

The implementation of the Kurikulum Merdeka in Vocational High Schools (SMK) necessitates an adaptive transformation of vocational learning paradigms, yet often faces complex challenges regarding human resource readiness and managerial support. This study aims to analyze the dynamics of curriculum transition at SMK Insan Mandiri Bandung, with a focus on teachers' instructional adaptation, institutional policy, and the role of supporting facilities. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through structured interviews with the vice principal of curriculum, productive teachers, and library managers. They were then analyzed to map patterns of successful implementation. The results indicate that the effectiveness of the Kurikulum Merdeka application relies heavily on the integration of three strategic elements: teachers' flexibility in designing contextual project-based learning, school regulatory support that is responsive to innovation, and the revitalization of the library's role as an active literacy center. This study concludes that the success of vocational education transformation is not partial but requires systemic synergy between school components. These findings have critical implications for vocational education managers, who should prioritize structural collaboration and continuous capacity building to create a learning ecosystem aligned with industrial demands and contemporary developments.   Abstrak Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengharuskan adanya transformasi paradigma pembelajaran vokasi yang adaptif, namun sering kali menghadapi tantangan kompleks terkait kesiapan sumber daya manusia dan dukungan manajerial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika transisi kurikulum di SMK Insan Mandiri Bandung, dengan fokus spesifik pada adaptasi instruksional guru, kebijakan institusi, dan peran fasilitas pendukung. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara terstruktur terhadap wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru produktif, serta pengelola perpustakaan, yang kemudian dianalisis untuk memetakan pola keberhasilan implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penerapan Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada keterpaduan tiga elemen strategis: fleksibilitas guru dalam merancang pembelajaran berbasis proyek yang kontekstual, dukungan regulasi sekolah yang responsif terhadap inovasi, serta revitalisasi peran perpustakaan sebagai pusat literasi yang aktif. Studi ini menyimpulkan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan vokasi tidak bersifat parsial, melainkan membutuhkan sinergi sistemik antar komponen sekolah. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengelola pendidikan vokasi untuk memprioritaskan kolaborasi struktural dan pengembangan kapasitas berkelanjutan guna menciptakan ekosistem pembelajaran yang relevan dengan tuntutan industri dan perkembangan zaman. Kata Kunci: adaptasi guru; kebijakan sekolah; Kurikulum Merdeka; pendidikan vokasi; perpustakaan sekolah
Adaptation, pedagogical strategies, and competency assessment in the vocational accounting curriculum Muhammad Fauzaan Adji Lesmana; Febria Sri Rezeqi Fadillah; Nely Kalista; Hafsah Nugraha
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 4 (2026): Inovasi Kurikulum, November 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i4.767

Abstract

Vocational education in Vocational High Schools (SMK) plays a strategic role in preparing competent graduates to navigate the dynamics of Industry 4.0, particularly in the Vocational Accounting subject. This study aims to analyze in an integrated manner three key elements of the Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM): Teacher Adaptation, Pedagogical Strategy, and Competency Assessment Practices, in response to the demands of becoming Agen Perancang Kurikulum (Agentic Curriculum Designers). The research employed a qualitative, descriptive, exploratory approach at SMK Pasundan 1 Bandung. Data were collected through in-depth interviews with the Vice Principal for Curriculum and Accounting Subject Teachers, as well as analysis of curriculum documents. The research findings indicate that IKM adaptation is driven by the alignment of the formalized curriculum with the Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) and by a shift in teachers' roles in determining essential material. The pedagogical strategy is implemented by integrating the Deep Learning approach with the Project-Based Learning (PjBL) model. Key findings indicate planned synergy between PjBL and the Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasia (P5) as an effective mechanism for strengthening both hard and soft skills. Assessment practices confirm the paradigm shift in IKM, marked by the implementation of authentic project-based and differentiated growth-based assessments.   Abstrak Pendidikan kejuruan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memegang peran strategis dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi dinamika industri 4.0, khususnya dalam mata pelajaran Akuntansi Vokasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara terpadu tiga elemen kunci implementasi Kurikulum Merdeka (IKM): Adaptasi Guru, Strategi Pedagogi, dan Praktik Asesmen Kompetensi, sebagai respons terhadap tuntutan menjadi Agen Perancang Kurikulum (Agentic Curriculum Designer). Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan jenis studi deskriptif eksploratif ini dilaksanakan di SMK Pasundan 1 Bandung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan Guru Mata Pelajaran Akuntansi, serta analisis dokumen kurikulum. Temuan penelitian menunjukkan bahwa adaptasi IKM didorong oleh sinkronisasi kurikulum yang diformalkan dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) dan pergeseran peran guru menjadi penentu materi esensial. Strategi pedagogi diimplementasikan melalui integrasi pendekatan Deep Learning dengan model Project-Based Learning (PjBL). Temuan kunci menunjukkan adanya sinergi terencana antara PjBL dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai mekanisme efektif untuk menjembatani penguatan Hard Skills dan Soft Skills. Praktik asesmen mengonfirmasi pergeseran paradigma IKM, ditandai dengan penerapan asesmen autentik berbasis proyek dan diferensiasi asesmen berbasis pertumbuhan (growth-based assessment). Kata Kunci: akuntansi; deep learning; Kurikulum Merdeka; pembelajaran berbasis proyek
Problem-based learning as innovation in basic accounting education: Achieving deep learning Aliya Safitri Nurwan; Salsa Nurul Fauziah; Zulfa Kamilia Mumtaz
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 4 (2026): Inovasi Kurikulum, November 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i4.768

Abstract

The main problem in this study is students' limited conceptual understanding of basic accounting. The dominance of lecture methods results in students being able to solve problems only procedurally, without understanding the logic behind accounting records, which is not in line with the demands of analytical competency in the workplace. This study aims to analyze the implementation of Problem-Based Learning (PBL) as a learning innovation to encourage deep learning in basic accounting learning at vocational high schools. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observations, interviews, and documentation studies at Bakti Ilham Vocational High School. The results show that PBL, implemented adaptively through heterogeneous group discussions, guiding questions, and digital gamification-based evaluation, can shift students' learning patterns from procedural understanding to more meaningful conceptual understanding. The three principles of deep learning mindful, meaningful, and joyful learning are realized in an integrated manner in the learning process. This study confirms that the combination of PBL and technological innovation is an effective strategy to improve the quality of basic accounting learning in vocational education.   Abstrak Rendahnya pemahaman konseptual murid dalam pembelajaran akuntansi dasar menjadi permasalahan utama pada penelitian ini. Dominasi metode ceramah menyebabkan murid hanya mampu menyelesaikan soal secara prosedural tanpa memahami logika di balik pencatatan akuntansi, sehingga tidak sejalan dengan tuntutan kompetensi analitis di dunia kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Problem-Based Learning (PBL) sebagai inovasi pembelajaran dalam mendorong terwujudnya deep learning pada pembelajaran akuntansi dasar di SMK. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi di SMK Bakti Ilham. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL yang diterapkan secara adaptif melalui diskusi kelompok heterogen, pertanyaan penuntun, dan evaluasi berbasis gamifikasi digital mampu menggeser pola belajar murid dari pemahaman prosedural menuju pemahaman konseptual yang lebih bermakna. Ketiga prinsip deep learning, yaitu mindful, meaningful, dan joyful learning, terwujud secara terpadu dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi PBL dan inovasi teknologi merupakan strategi efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran akuntansi dasar di pendidikan vokasi. Kata Kunci: akuntansi dasar; deep learning; inovasi pembelajaran; pembelajaran berbasis masalah; pendidikan vokasi
The role of Kurikulum Merdeka in interactive accounting learning Akkeu Iswara; Tamara Khairunnisa Anjani; Yulia Riska Mardenil
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 4 (2026): Inovasi Kurikulum, November 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i4.769

Abstract

The Kurikulum Merdeka provides teachers and principals with the freedom to develop, implement, and refine a school curriculum, taking into account students' needs and potential, and to design more creative, flexible, and needs-based learning. The Kurikulum Merdeka provides teachers with greater scope to develop learning that is not only creative but also interactive, in line with the rapid advancement of technology. However, studies specifically examining the application of interactive accounting learning within the Kurikulum Merdeka at the high school level are still limited. Therefore, this study aims to examine in depth how interactive accounting learning is implemented in learning activities. This study uses a qualitative descriptive approach that aims to provide an in-depth description of the process of implementing interactive accounting learning within the Kurikulum Merdeka at SMA Bina Dharma 1 Bandung. This approach was chosen because it is appropriate for directly exploring learning activities through teacher experiences and empirical data in the field. The results show that the Kurikulum Merdeka plays a significant role in increasing teacher flexibility, enhancing student motivation for learning, and fostering students' critical thinking.   Abstrak Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan merdeka belajar kepada guru dan kepala sekolah untuk menyusun, melaksanakan, dan mengembangkan kurikulum sekolah dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi murid dalam merancang pembelajaran yang lebih kreatif, fleksibel, dan berbasis kebutuhan murid. Kurikulum Merdeka memberikan ruang lebih luas bagi guru mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya kreatif, tetapi juga interaktif seiring dengan pemanfaatan dan pesatnya perkembangan teknologi. Meskipun begitu, kajian yang secara khusus meneliti penerapan pembelajaran Akuntansi interaktif dalam konteks Kurikulum Merdeka di jenjang SMA masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini ada untuk mengkaji secara mendalam bagaimana pembelajaran Akuntansi interaktif diterapkan dalam kegiatan belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang bertujuan menggambarkan secara mendalam proses penerapan pembelajaran Akuntansi interaktif dalam konteks Kurikulum Merdeka di SMA Bina Dharma 1 Bandung. Pendekatan ini dipilih karena sesuai untuk menelusuri kegiatan pembelajaran secara langsung melalui pengalaman guru dan data empiris di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memang memiliki peran yang penting dalam meningkatkan fleksibilitas guru, meningkatkan motivasi belajar murid, serta membuat murid lebih berpikir kritis. Kata Kunci: akuntansi; kreativitas guru; Kurikulum Merdeka; pembelajaran interaktif
The effectiveness and challenges of implementing Kurikulum Merdeka and AI in accounting education Alifa Awalia Rahmana; Rifa Ismayanti Irawan; Sulistiany Alivia Wardani
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 4 (2026): Inovasi Kurikulum, November 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i4.770

Abstract

Rapid technological developments have enabled the world of education to benefit, one of which is the use of Artificial Intelligence (AI) in learning practices. Simultaneously, the Kurikulum Merdeka, which prioritizes flexibility in learning methods, has also undergone development, including the inclusion of AI and coding as elective subjects. Teachers, as educators who prepare teaching materials and learning methods for students, need to adapt to these changes. This study analyzes the effectiveness and challenges of implementing the Kurikulum Merdeka, which incorporates AI subjects through a Deep Learning (Pembelajaran Mendalam or PM) approach in accounting instruction. The study used a descriptive qualitative method, including semi-structured interviews, observations, and document analysis, with the vice principal for curriculum, accounting teachers, and library managers. The results showed positive impacts, including increased student participation, deeper conceptual understanding, and practical skills aligned with industry needs. However, several challenges remain that hinder implementation, including rapid policy changes, inadequate teaching materials, teacher preparedness, and a lack of supporting resources, such as up-to-date textbooks. To ensure optimal implementation, teacher competency development, comprehensive teaching materials, policy consistency, and collaboration between schools and libraries are needed for sustained effectiveness.   Abstrak Perkembangan teknologi yang semakin pesat memungkinkan dunia pendidikan turut merasakan manfaatnya, salah satunya adalah penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam praktik pembelajaran. Bersamaan dengan itu, Kurikulum Merdeka yang mengutamakan fleksibilitas dalam metode belajar juga mengalami perkembangan, salah satunya adalah dengan masuknya pilihan mata pelajaran AI dan coding dalam kurikulum. Guru sebagai pendidik yang mempersiapkan bahan ajar dan metode belajar kepada murid perlu menyesuaikan diri pada perubahan tersebut. Penelitian ini menganalisis efektivitas dan tantangan implementasi Kurikulum Merdeka dengan masuknya mata pelajaran AI melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (PM) dalam pembelajaran akuntansi. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara semi terstruktur, observasi serta analisis dokumen dari wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru akuntansi, serta pengelola perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya dampak positif seperti meningkatnya partisipasi murid, pemahaman konsep yang lebih baik, dan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. Namun, masih terdapat beberapa tantangan yang menghambat proses implementasi, seperti perubahan kebijakan yang terlalu cepat, kurangnya bahan ajar yang memadai, kesiapan guru, serta kurangnya sarana pendukung seperti buku ajar terkini. Untuk memastikan implementasi berjalan optimal, diperlukan peningkatan kompetensi guru, penyediaan perangkat ajar yang lengkap, konsistensi kebijakan, serta kolaborasi sekolah dan perpustakaan untuk efektivitas yang berkelanjutan. Kata Kunci: akuntansi; kecerdasan artifisial; Kurikulum Merdeka; pembelajaran
Implementation of Kurikulum Merdeka based on deep learning in Accounting learning Chika Raisa Ayu Nazira; Jamiludin Saepul Bahri; Nabila Rossa Inriani
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 4 (2026): Inovasi Kurikulum, November 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i4.771

Abstract

The implementation of the deep learning-based Kurikulum Merdeka at SMAN 1 Lembang demonstrates that curriculum policies are not limited to concepts but are also embedded in daily learning practices. Teachers have begun to act as facilitators, learning is linked to real-world contexts, and students are more actively involved in the learning process. This pattern indicates a shift in learning from simply delivering material to a deeper understanding. The interest-based class selection system and interdisciplinary learning help increase student motivation, although implementation still faces limitations in the number of teachers and class capacity. This study used a qualitative descriptive approach to gain a deep understanding of the implementation of the deep learning-based Kurikulum Merdeka in Accounting. The findings indicate that support from the principal and the school committee, and the availability of infrastructure, play a crucial role in maintaining the sustainability of the implementation of Kurikulum Merdeka. In Accounting learning, the deep learning approach helps students understand concepts more comprehensively through practical activities, discussions, and reflection. By linking material to real-world situations, students not only understand the lesson content but also develop critical thinking and decision-making skills. Therefore, the implementation of deep learning in the Kurikulum Merdeka can run smoothly if supported by comprehensive school readiness.   Abstrak Penerapan Kurikulum Merdeka berbasis deep learning di SMAN 1 Lembang menunjukkan bahwa kebijakan kurikulum tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi telah diterapkan dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Guru mulai berperan sebagai fasilitator, pembelajaran dikaitkan dengan konteks nyata, dan murid lebih aktif terlibat dalam proses belajar. Pola ini menunjukkan adanya perubahan pembelajaran dari sekadar penyampaian materi menuju pemahaman yang lebih mendalam. Sistem pilihan kelas berbasis minat dan pembelajaran lintas disiplin membantu meningkatkan motivasi belajar murid, meskipun pelaksanaannya masih menghadapi keterbatasan jumlah guru dan kapasitas kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memahami secara mendalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka berbasis deep learning pembelajaran Akuntansi. Hasil temuan ini menunjukkan bahwa dukungan kepala sekolah, komite sekolah, serta ketersediaan sarana prasarana berperan penting dalam menjaga keberlanjutan penerapan Kurikulum Merdeka. Pada pembelajaran Akuntansi, pendekatan deep learning membantu murid memahami konsep secara lebih utuh melalui kegiatan praktik, diskusi, dan refleksi. Dengan mengaitkan materi pada situasi nyata, murid tidak hanya memahami isi pelajaran, tetapi juga belajar berpikir kritis dan mengambil keputusan. Oleh karena itu, penerapan deep learning dalam Kurikulum Merdeka dapat berjalan dengan baik apabila didukung oleh kesiapan sekolah secara menyeluruh. Kata Kunci: deep learning; Kurikulum Merdeka; pembelajaran Akuntansi