Judiciary ( Jurnal Hukum dan Keadilan )
JUDICIARY ( Jurnal Hukum & Keadilan ) diterbitkan oleh Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya secara berkala 2 kali dalam setahun (Juni dan Desember). Jurnal ini adalah jurnal yang bertemakan Ilmu Hukum, dengan manfaat dan tujuan bagi perkembangan Ilmu Hukum, dengan mengedepankan sifat orisinalitas, kekhususan dan kemutakhiran artikel pada setiap terbitannya. Tujuan dari publikasi Jurnal ini adalah untuk memberikan ruang mempublikasikan pemikiran hasil penelitian orisinal, para akademisi yaitu mahasiswa maupun dosen yang belum pernah dipublikasikan pada media lainnya. Memfokuskan diri mempublikasikan artikel ilmiah hukum dengan topik-topik sebagai berikut: Hukum Perdata Hukum Tata Negara Hukum Administrasi Hukum Pidana Hukum Internasional Hukum Acara Hukum Adat Hukum Bisnis Hukum Kepariwisataan Hukum Lingkungan Hukum Dan Masyarakat Hukum Informasi Teknologi dan Transaksi Elektronik Hukum Hak Asasi Manusia Hukum Kontemporer.
Articles
146 Documents
PERANAN KOMISI ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) SURABAYA DALAM PENANGANAN KASUS KANJURUHAN MALANG
Muhammad Zidhan;
Djoko Sumaryanto
Jurnal Hukum Dan Keadilan Vol. 12 Issue 2 (2023)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55499/judiciary.v12i2.210
Hak Asasi Manusia (HAM) tidak hanya melindungi dan menjaga martabat manusia, tetapi juga menjadi landasan moral dalam hubungan antar manusia. Indonesia HAM diakui dan dilindungi oleh undang-undang. Studi ini bertujuan untuk mengetahui peran Kontrasuntuk menyelesaikan perkara pelanggaran HAM di Indonesia dengan melibatkan upaya untuk mendorong perkembangan sistem kehidupan bernegara yang bersifat publik, serta menjauhkan politik dari pendekatan kekerasan. Metode penelitian ini adalah studi penelitian hukum empiris atau yang disebut juga penelitian lapangan dengan pendekatan dalam penelitian hukum empiris ini adalah pendekatan socio-legal. Hasil analisis menunjukan bahwa Kontrassaat investigasi menemukan fakta bahwa awal mula peristiwa tersebut dipicu dari kekerasan yang terjadi di stadion Kanjuruhan dan timbul korban dalam tragedi Kanjuruhan, Kontrasdalam investigasinya mendapatkan keterangan dan bukti jika tindak kekerasan oleh aparat kepolisian itu dilakukan secara sengaja, baik karena diperintah atasan maupun atas inisiatifnya sendiri. Dalam konteks pengamanan pertandingan sepak bola, prinsip-prinsip moral dan etika harus diterapkan oleh aparat keamanan, panitia penyelenggara, serta semua pihak yang terlibat dalam persepak bolaan. Hal ini termasuk menghindari tindakan kekerasan, menghormati hak-hak individu, dan memastikan bahwa tindakan yang diambil bertujuan untuk melindungi kepentingan publik secara keseluruhan.
PERLINDUNGAN HUKUM KORBAN PERDAGANGAN PEREMPUAN DAN ANAK MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007
Adelia;
Herma Setiasih
Jurnal Hukum Dan Keadilan Vol. 12 Issue 2 (2023)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55499/judiciary.v12i2.211
Maraknya ditemukan faktor penyebab kejahatan komersial yang berkaitan dengan pelacuran anak perempuan termasuk misalnya kemiskinan, pencari kerja, pendidikan rendah, broken home, sebelumnya mengalami kekerasan seksual menjadi fenomena yang seharusnya mendapatkan perhatian lebih. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum korban perdagangan Perempuan dan anak menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif yaitu pendekatan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Perlindungan hukum ditawarkan pemerintah menerapkan dua cara untuk korban yaitu perlindungan bagi calon korban kejahatan dan perlindungan setelah menjadi korban seorang penjahat Perlindungan diberikan oleh ketentuan KUHP abstrak atau pertahanan tersirat, dikatakan demikian, karena masing-masing tindakan yang menyebabkan penderitaan fisik, mental dan emosional kepada orang lain (warga negara) disanksi keras dengan harapan tidak akan terjadi orang yang melanggar ketentuan yang terkandung di dalamnya sehingga warga negara (calon korban) dapat dilindungi.
WANPRESTASI PERJANJIAN SEWA MENYEWA GEDUNG: (STUDI PUTUSAN KASASI No. 1101K/PDT/2020)
Desya Rindiani Putri;
Lolita Permanasari
Jurnal Hukum Dan Keadilan Vol. 13 Issue 1 (2024)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55499/judiciary.v13i1.231
Hukum mengatur dan memaksa pada siapapun tanpa pandang bulu. Tiada batas waktu dalam aturan aturan yang dihadirkan atau diciptakan oleh hukum itu sendiri. Begitupula dengan suatu perjanjian, perjanjian mengatur dan mengikat kepada beberapa pihak yang telah bersepakat dalam menciptakan suatu aturan dalam perjanjian tersebut. Perjanjian sewa-menyewa menimbulkan hak dan kewajiban antara pihak penyewa dan pihak yang menyewakan suatu benda baik bergerak maupun tidak bergerak. Perjanjian dapat dilakukan secara tertulis atau tidak tertulis (lisan). Apabila suatu perjanjian tersebut dilanggar oleh salah satu pihak maupun kedua belah pihak yang telah tidak memenuhi prestasinya kejadian tersebut biasa disebut sebagai wanprestasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif atau disebut juga penelitian doktrin. Penelitian ini dilakukan atau ditujukan hanya kepada peraturan-peraturan yang tertulis atau bahan-bahan hukum lain yang bersangkutan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wanprestasi dapat terjadi akibat dari kesengajaan atau ketidaksengajaan salah satu pihak yang telah membuat perjanjian, baik itu perjanjian sewa-menyewa, perjanjian jual-beli, maupun perjanjian yang lainnya.
ANALISIS BAYI TABUNG KEDUDUKAN WARIS ANAK HASIL DARI BAYI TABUNG DENGAN TIGA ORANG TUA BIOLOGIS PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN POSITIF
Febby Aynun Nafis;
Juli Nurani
Jurnal Hukum Dan Keadilan Vol. 13 Issue 1 (2024)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55499/judiciary.v13i1.233
Perawatan donasi mitokondria bertujuan untuk mencegah anak-anak mewarisi penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui status dan kewarisan anak yang di lahirkan dari proses bayi tabung dimana proses tersebut merupakan kemjuan dalam bidang teknologi kesehatan dan bagaimana perspektif hukum positif dan hukum islam tentang penyelenggaraan bayi tabung dan status kewrisan anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif yang merupakan penelitian hukum dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder. Serta menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute Approach). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa proses bayi tabung hanya dapat dilakukan oleh pasangan suami istri yang sah menurut agama dan hukum yang berlaku di Indonesia. Bayi tabung yang lahir dengan cara ini hanya dapat ditelusuri kembali ke ibu yang mengandung dan melahirkan. bayi tabung yang di lakukan dengan cara merekayasa sel telur istri agar tidak terjangkit penyakit turun temurun demi kealangsungan kehidupan calon bayi merupakan salah satu bentuk ikhtiar, bila di pandang dari hukum islam dari niatan yang baik maka di perbolehkan.
PERTANGGUNG JAWABAN PIDANA TERHADAP PENGENDARA KENDARAAN DI BAWAH UMUR DALAM KECELAKAAN LALU LINTAS DI WILAYAH KEPOLISIAN JAWA TIMUR
M FIRMAN ZULFAN;
Jamil
Jurnal Hukum Dan Keadilan Vol. 13 Issue 1 (2024)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55499/judiciary.v13i1.235
Belakangan ini banyaknya anak-anak d ibawah umur yang sering melakukan perbuatan pidana dan bahkan sampai menghilangkan nyawa orang lain. Perbuatan pidana yang dilakukan sering terjadi di jalan raya, dengan ini menimbulkan kehawatiran masyarakat karena anak-anak yang masih dibawah umur sering menimbulkan bahaya yang mengancam keselamatan. Tujuan penelitian Untuk mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang menyebabkan terjadinya pelanggaran lalu lintas oleh anak di bawah umur dan untuk Untuk mengetahui penerapan hukum terhadap tindak pidana pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh anak dibawah umur. Metode penelitian ini menggunakan penelitian hukum yuridis empiris. Penelitian hukum empiris merupakan penelitian lapangan dengan mendasarkan pada fakta-fakta yang ada, untuk mengetahui secara langsung dan menganalisa peristiwa secara nyata. Dalam hal ini mengenai penegakan hukum terhadap anak di bawah umur dalam kasus kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban jiwa meninggal dunia dalam lingkup wilayah hukum polda jatim. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat dua faktor status sosial psikologis anak dan kerjasama dengan instansi lain yang menjadi penyebab kesulitan Polda Jatim dalam menangani kasus kecelakaan yang pelakunya adalah anak-anak. Polda Jatim bekerja sama dengan orang tua dari anak-anak yang masih kecil dan melakukan les mengemudi di samping penyuluhan dan pembinaan di sekolah-sekolah untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Surabaya.
TINJAUAN HUKUM PIDANA ATAS KELALAIAN BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN TERKAIT PELANGGARAN HAK-HAK KONSUMEN DALAM KASUS PENARIKAN OBAT-OBATAN TERCEMAR
Jessica Chelsea Defanthonieta;
Ina Rosmaya
Jurnal Hukum Dan Keadilan Vol. 13 Issue 1 (2024)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55499/judiciary.v13i1.236
Kasus penarikan obat cemaran merupakan isu yang mencemaskan dalam masyarakat. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bertanggungjawab untuk mengawasi dan memastikan keamanan obat-obatan yang beredar di pasaran. Namun, muncul kasus di mana BPOM terbukti lalai dalam menjalankan tugasnya, yang berakibat melanggar hak-hak konsumen, serta ketidakpuasan konsumen terhadap suatu merek obat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tinjauan hukum pidana terkait lalai nya BPOM dalam kasus penarikan obat cemaran dan dampaknya terhadap hak-hak konsumen, juga bagi pelaku usaha farmasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan kasus-kasus yang relevan. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan mengidentifikasi dan mengevaluasi peraturan hukum yang berlaku serta menelaah kasus-kasus yang terkait. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlunya perbaikan dalam sistem pengawasan BPOM, termasuk peningkatan komunikasi dan transparansi dengan konsumen, penguatan mekanisme penarikan produk yang tercemar, serta penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab.
DASAR PERTIMBANGAN HUKUM HAKIM DALAM PEMBATALAN PERKAWINAN SEJENIS : ( Study Putusan Perkara Nomor : 540/Pdt.G/2020/PA.GM )
Markus Julius Lumbantoruan;
Siti Munawaroh
Jurnal Hukum Dan Keadilan Vol. 13 Issue 1 (2024)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55499/judiciary.v13i1.237
Perkawinan sejenis merupakan perkawinan yang di laksanakan oleh dua insan yang memiliki jenis kelamin yang sama (homoseksual). Perkawinan sejenis pada hakekatnya adalah perbuatan yang dilarang dan telah menyalahi ketentuan pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang mana telah dijelaskan bahwa perkawinan merupakan suatu ikatan lahir batin antara pria dan wanita dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia serta kekal dan tentunya berdasar pada Ketuhanan Yang Maha Esa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketentuan hukum dalam perkawinan sesama jenis dan untuk melakukan pengkajian terhadap pertimbangan dari Hakim dalam membatalkan suatu perkawinan dalam Perkawinan sejenis pada Putusan Pengadilan Agama Giri Menang pada Perkara Nomor: 540/Pdt.G/2020/PA.GM. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan sejenis merupakan suatu perbuatan yang tidak dapat diterima dan tidak dapat dikatakan keabsahanya karena merupakan perkawinan yang menyimpang dari Undang-Undang, agama, serta Budaya di indonesia sehingga perkawinan sejenis itu haruslah di batalkan.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PENUMPANG MASKAPAI AKIBAT PEMBATALAN KEBERANGKATAN SECARA SEPIHAK MENURUT UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN KONSUMEN NOMOR 8 TAHUN 1999
Meidyana Aulia Putri;
Indi Nuroini
Jurnal Hukum Dan Keadilan Vol. 13 Issue 1 (2024)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55499/judiciary.v13i1.238
Kewajiban Pengangkut Udara Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 tahun 2011 Pengangkut Udara telah diatur prosedur pembatalan atau penundaan penerbangan yang mana bahwa pihak maskapai harusnya memberitahukan minimal 7 (tujuh) hari sebelum waktu keberangkatan. Meskipun, dalam prakteknya masih ada banyak lagi pihak maskapai melakukan pembatalan secara sepihak. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah agar penumpang maskapai memahami hak-hak perlindungan hukum yang dapat dilakukan apabila jadwal penerbangannya dibatalkan secara sepihak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif yaitu penelitian membahas berbagai teori hukum, konsep-konsep hukum, asas-asas hukum putusan-putusan pengadilan, erta perjanjian-perjanjian antara pihak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya perlindungan hukum yang dapat diupayakan oleh pihak penumpang yang merasa dirugikan oleh maskapai penerbangan karena jadwal penerbangannya dibatalkan secara sepihak oleh pihak maskapai dapat mengajukan gugatan PMH (perbuatan melawan hukum) ke Pengadilan Negeri maupun melalui luar pengadilan.
PROBLEMATIKA PERALIHAN HAK ATAS TANAH ATAS DASAR JUAL BELI DI BAWAH TANGAN PADA SERTIFIKAT HAK MILIK NOMOR 1194 DI KELURAHAN SIDOSERMO KOTA SURABAYA
Nurlaili Azizah Rahmadhani;
Edi Wahjuningati
Jurnal Hukum Dan Keadilan Vol. 13 Issue 1 (2024)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55499/judiciary.v13i1.239
Penelitian ini menganalisis tentang perlindungan hukum jual beli tanah, menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku jual beli hak hanya dapat didaftarkan jika akta peralihan hak jual beli yang dilakukan dan dicatatkan dihadapan Notaris/PPAT. Sementara di beberapa wilayah masih banyak jual beli tanah yang dilakukan secara dibawah tangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kekuatan hukum dari akta jual beli tanah yang dilakukan secara dibawah tangan dan menganalisis bentuk-bentuk perlindungan hukum pembeli dalam jual beli tanah yang dilakukan secara di bawah tangan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah socio-legal, spesifikasi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis, dengan menggunakan sumber data sekunder dan data primer, yang diperoleh dari penelitian kepustakaan (library research), dan wawancara kepada pihak-pihak terkait. Hasil penelitian ini adalah jual beli yang dilakukan di bawah tangan tidak dapat dilakukan pendaftaran hak atas tanah dan karena pihak penjual tidak diketahui keberadaannya maka pihak pembeli dapat melakukan upaya hukum di Pengadilan Negeri setempat.
PERLINDUNGAN KONSUMEN ATAS HAK INFORMASI DALAM MELAKUKAN TRANSAKSI ONLINE
Rizkita Dinar Anggraini;
Sinarianda Kurnia Hartantien
Jurnal Hukum Dan Keadilan Vol. 13 Issue 1 (2024)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55499/judiciary.v13i1.240
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perlindungan konsumen atas hak informasi dalam transaksi online dengan cara menganalisis perlindungan konsumen pada parktek nyatanya serta pertanggung jawaban pelaku usaha dalam penyelesaian pelanggaran hak informasi dalam jual beli online yang merugikan konsumen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif yang dilakukan dengan pendekatan perundang-undangan dan Konseptual. Teknik pengumpulan data dengan cara studi pustaka, studi dokumen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlindungan konsumen atas hak informasi dalam jual beli online belum berjalan semestinya karena Undang-Undang Perlindungan Konsumen belum dapat diimplementasikan disebabkan pelaku usaha masih mengabaikan kewajiban, larangan serta hak-hak konsumen. Khususnya pada pemberian informasi yang benar, jelas dan jujur. Hal ini disebabkan karena pelaku usaha semata-mata mencari keuntungan diri sendiri. Akibatnya konsumen kesulitan mendapatkan jaminan atas hak-hak konsumen. Tanggung jawab pelaku usaha atau penjual disini adalah melakukan ganti kerugian yang didasari Pasal 19 (1) Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Upaya penyelesian sengketa antara pelaku usaha dan konsumen yaitu melalui gugatan ke pengadilan atau di luar pengadilan dengan cara yaitu pengaduan ke YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) atau pengajuan gugatan ke BPSK.